Volume 4 Nomor 1 (Jun. GENITRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN ISSN: 2964-7010 Penggunaan Media Flier dalam Penyuluhan PHBS Pada Anak di Panti Asuhan AuAHAy Bali Foundation Made Dewi Sariyani1. Rai Riska Resty Wasita1. Ni Putu Okta Wijayanti1. Gusti Ayu Mutiara Karismayani 1. Agus Donny Susanto1. Naidani1. Kadek Sri Ariyanti2. Ngurah Mahendra Dinatha 3 S1 Perekam Informasi dan Kesehatan. Universitas Dhyana Pura Bali. Indonesia DIV Promkes. Politeknik Kesehatan Kartini Bali. Indonesia 3S1 Pendidikan IPA. SKTIP Citra Bakti,NTT. Indonesia Jl. Tegal Jaya. Badung. Bali. Indonesia Corresponding author: Made Dewi Sariyani Email: sariyani27@undhirabali. ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan aspek penting dalam upaya pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup anak, khususnya anak-anak yang tinggal di lingkungan panti asuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan media flier dalam meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang PHBS di Panti Asuhan AuAHAy Bali Foundation. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualittif dengan wawancara. Subjek penelitian adalah anak-anak usia 3-9 tahun yang tinggal di panti asuhan tersebut. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan menggunakan media flier yang didesain menarik dan sesuai dengan usia anak. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan anak mengenai PHBS setelah diberikan flier edukatif. Anak-anak menjadi lebih memahami pentingnya mencuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, serta perilaku hidup sehat lainnya. Flier dinilai sebagai media yang praktis, mudah dipahami, dan mampu menarik perhatian anak-anak. Kesimpulannya, media flier efektif digunakan dalam kegiatan penyuluhan PHBS pada anak-anak panti asuhan. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan flier sebagai salah satu alat edukasi kesehatan yang dapat diintegrasikan dalam program pembinaan anak di lembaga sosial. Kata Kunci: PHBS. Flier. Penyuluhan Kesehatan. Anak Panti Asuhan ABSTRACT Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) is an important aspect in efforts to prevent disease and improve the quality of life of children, especially children living in orphanages. This study aims to determine the effectiveness of using flier media in improving children's knowledge about PHBS at the "AH" Bali Foundation Orphanage. The method used is a qualitative approach with interviews. The subjects of the study were children aged 3-9 years who lived in the orphanage. The intervention was carried out through counseling using flier media that was designed attractively and in accordance with the child's age. Data collection was carried out through questionnaires before and after counseling. The results of the study showed a significant increase in children's knowledge about PHBS after being given educational fliers. Children became more aware of the importance of washing hands, maintaining environmental cleanliness, and other healthy living behaviors. Fliers are considered practical, easy to understand, and able to attract children's In conclusion, flier media is effective in PHBS counseling activities for children in orphanages. This study recommends the use of fliers as one of the health education tools that can be integrated into child development programs in social institutions. Keyword: PHBS. Flier. Health Education. Orphanage Children Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm PENDAHULUAN Kesehatan anak merupakan hal yang penting, mengingat anak merupakan generasi pembanguanan bangsa ke arah yang lebih dalam bidang kesehatan saat ini, masalah yang utama. Penyelenggaraan upaya kesehatan mempunyai tujuan untuk mencapai kemampuan hidup sehat bagi setiap manusia. Adanya kemampuan hidup sehat, merupakan syarat utama bagi tercapainya derajat kesehatan yang optimal, selanjutnya akan menghasilkan tenaga kerja yang efektif. Edukasi kesehatan terkait PHBS sekolah menjadi penting untuk dilakukan meningkatkan pengetahuan pemahaman siswa dan guru terhadap sebagai upaya untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehatdi lingkungan sekolah (Salim et , 2. Disamping itu, perilaku hidup bersih dan sehat juga mempunyai maksud untuk memotivasi anakanak untuk berperan penting dalam mewujudkan an (TabiAoin, 2. Menurut WHO, setiap tahun sekitar 2,2 juta orang di negara berkembang terutama anak-anak meninggal berbagai penyakit yang di sebabkan oleh kurang nya air minum dan kebersihan yang buruk dan ketidakmautahuan anak terhadap pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal yang sama jugadilaporkan oleh United Nations International ChildrenAos Emeergency Fund (UNICEF) pada tahun 2015yang menunjukkan bahwa 100. meninggal setia hari karena diare, cacingan mencapai 40-60%, anemia 23,2% dan masalah karies gigi mencapai74,4% Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2018, beberapa indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak menunjukkan angka yang signifikan, dimana Sikat Gigi sebanyak 95,7% anak sudah melaksanakan sikat gigi, namun hanya 1,7% yang melakukannya dengan benar. Cuci Tangan dengan Sabun sebanyak 47% penduduk Indonesia, termasuk anak-anak, telah dapat melakukan cuci tangan menggunakan sabun dengan benar. BAB dengan Benar: sebanyak 82,6% penduduk telah melakukan Buang Air Besar (BAB) dengan benar, yaitu di jamban. Aktivitas Fisik: Sebanyak 26,1% penduduk di Indonesia masuk dalam kategori kurang aktif dalam beraktivitas. Selain itu, penelitian di SDN 2 Sukamenanti. Bandar Lampung, menunjukkan bahwa 26,11% siswa mengalami infeksi cacing, dan terdapat hubungan signifikan antara perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kejadian infeksi cacing. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar anak telah melakukan beberapa praktik PHBS, masih terdapat tantangan dalam penerapan yang benar dan konsisten. Penting untuk terus meningkatkan edukasi dan fasilitas yang mendukung penerapan PHBS di kalangan anakanak. Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesda. 2018, prevalensi rumah tangga yang menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Provinsi Bali menunjukkan variasi antar kabupaten/kota. Kabupaten Klungkung memiliki persentase rumah tangga ber-PHBS tertinggi, yaitu 87,1%, sedangkan Kabupaten Tabanan memiliki persentase terendah, yaitu 67,6%. Namun, untuk mendapatkan angka prevalensi anak-anak dengan perilaku PHBS buruk secara spesifik di Bali, diperlukan data yang lebih terperinci dari survei atau penelitian yang menargetkan kelompok usia anak. Data tersebut tidak tersedia dalam sumber yang telah Anak merupakan aset bangsa yang harus dirawat dan dijaga serta berhak untuk hidup, tumbuh dan berkembang sesuai harkat dan martabat kemanusiaan (Indonesia, 2. Kenyataannya tidak semua anak bisa tinggal dengan keluarganya, sehingga pemerintah penampungan anak yaitu panti asuhan. Panti asuhan melaksanakan fungsi pengasuhan anak baik milik pemerintah maupun swasta. Tugasnya melaksanakan penyantunan dan pengentasan anak terlantar dengan memberikan pelayanan pengganti orang tua/wali anak dalam memenuhi kebutuhan baik fisik, mental maupun sosial kepada anak asuh (Kemensos, 2. Tidak sedikit tantangan dalam mengasuh anak dipanti asuhan salah satunya gangguan kesehatan. Permasalahan kesehatan yang sering terjadi di panti asuhan adalah penyakit menular. Penyebabnya antara lain kebiasan menggunakan alat secara bersama dan kurangnya personal hygiene seperti mandi dan gosok gigi (Ridwan. Sahrudin, & Ibrahim, 2. PHBS merupakan perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif di masyarakat. PHBS juga menjadi upaya mengajak individu, keluarga dan masyarakat untuk menjadi agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehariAehari dengan tujuan hidup bersih dan sehat (Kemenkes, 2. Beberapa temuan terkait prevalensi dan praktik Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm lingkungan panti asuhan di Indonesia yaitu masih rendahnya perilaku dalam mencuci tangan dan menjaga kebersihan di lingkungan mereka. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) upaya-upaya dalam menciptakan suatu kondisibagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dalam sikap dan perilaku agar dapat menerapkan hidup sehat dalam Kesehatan. (Dwi. Ambar dan Ridlo, 2. Tujuan PHBS meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kemauan masyarakat termasuk swasta dan dunia usaha, dalam upaya mewujudkan derajat hidup yang optimal. Terdapat 5 tatanan PHBS yaitu rumahtangga,sekolah,tempat kesehatan dan tempat umum. Tatanan adalah hidup,bekerja,bermain,dan berinteraksi (Sihite Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan bagian penting dalam upaya preventif yang dicanangkan pemerintah untuk menciptakan masyarakat sehat. Anak-anak usia sekolah dasar adalah kelompok strategis untuk penerapan PHBS karena berada dalam fase Namun, pemahaman anak terhadap PHBS masih sering terbatas, terutama jika penyuluhan dilakukan secara monoton atau kurang menarik (Sihite. Salah satu media yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi kesehatan dengan cara menarik dan efektif adalah media flier atau selebaran. Flier memiliki keunggulan berupa desain visual yang menarik, bahasa yang sederhana, dan dapat dibawa pulang sebagai Melalui media ini, anak-anak dapat lebih mudah memahami pesan-pesan kesehatan, seperti mencuci tangan dengan sabun, menggosok gigi dua kali sehari, atau tidak jajan sembarangan (Saleh dan Kunoli, 2. Penggunaan penyuluhan PHBS di sekolah dasar diharapkan dapat menjadi strategi yang tepat guna meningkatkan pengetahuan dan penerapan PHBS sejak dini (Kemenkes, 2. Penggunaan media flier dalam penyuluhan PHBS diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penyuluhan dengan cara menyajikan informasi kesehatan yang menarik, komunikatif, dan mudah diingat. Penelitian mengenai efektivitas media flier ini menjadi penting untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan dan kesadaran anak terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (Putri dan Hidayat, 2. Penggunaan flier sebagai media edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak mengenai PHBS. Dengan desain yang menarik dan informasi yang mudah dipahami, flier dapat menjadi alat yang ampuh dalam menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak-anak. Oleh karena itu, integrasi flier dalam program edukasi kesehatan di sekolah sangat dianjurkan untuk mencapai tujuan kesehatan masyarakat yang lebih (Wicaksana,dkk, 2. Dari hasil observasi pada panti asuhan Angel Hearts terdapat total 32 orang anak yang diasuh. Panti asuhan ini menampung anak yatim dengan rentang usia usia 3-9 tahun. Hasil wawancara dengan pengelola panti didapatkan bahwa banyak anak yang belum mengetahui tentang perilaku hidup sehat seperti mencuci tangan, dan menggunakan masker. Anak panti asuhan seharusnya mendapatkan edukasi tentang PHBS, tetapi karena keterbatasan informasi baik dari pengasuh maupun media sehingga mereka perlu mendapatkan arahan dan bimbingan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan Berasarkan hal tersebut peneliti tertarik melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan judul Penggunaan Media Flier Dalam Penyuluhan PHBS Pada Anak Di Panti Asuhan AuAHAy Bali Foundation. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan anak-anak panti asuhan dalam melakukan PHBS di kehidupan sehari-hari. METODE Kegiatan ini dilaksanakan pada taggal 10 Mei 2025, dimana edukasi berupa penyampaian melalui pemberian flier dan powerpoint dengan menampilkan kontens flier dengan narasumber dosen dari fakultas kesehatan universitas Dhyana Pura, kegiatan ini dilakukan pukul 10. 00 wita. Metode pelaksanaan dengan pendampingan secara langsung sesuai flier. Pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui efektivitas penggunaan flier ini dengan pendekatan Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang responden. Responden dalam kegiatan PKM ini yaitu anak-anak dengan rentang usia 3-9 tahun. Dalam evaluasi kualitatif, tim menggunakan total sampling, dimana menggunakan semua responden. Susunan pelaksanaan kegiatan ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Penentuan lokasi kegiatan Penentuan waktu kegiatan Persiapan materi edukasi sesuai panduan Kemenkes Melakukan edukasi melalui pembagian leaflet . retest dan posttes. Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm Roleplay Penyusunan laporan kegiatan Publikasi hasil kegiatan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan PKM ini terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap pertama persiapan, tahap kedua pelaksanaan dan tahap ketiga evaluasi. Setiap tahapan dilaksanakan dalam waktu yang Tahap Pertama Pada tahap ini, tim melakukan persiapan pelaksanaan PKM yaitu menyiapkan berkas administrasi . embar absensi. BAP, surat permohonan izin pelaksanaan PKM), persiapan media . , kontrak waktu dengan pihak sekolah, apersepi dengan pemilik praktik dan kenang-kenangan. Tahap Kedua Gambar 2. Tanya jawab (Sumber: foto asli kegiata. Pada tahap ini dilakukan beberapa kegiatan: Melaksanakan menggunakan lembar pertanyaan yang oleh mahasiswa Karaketristik digunakan dalam PKM ini adalah jenis kelamin dan umur. Jenis kelamin responden yaitu tiga orang lakilaki dan satu Pelaksanaan edukasi berupa persentasi Pelakasanaan roleplay, dimana dosen dan mahasiswa yang terlibat mendampingi pelaksanaan kegiatan tersebut Gambar 3. (Sumber: foto asli kegiata. Gambar 1. Edukasi kegiatan (Sumber: foto asli kegiata. Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm Tahap Ketiga Pada tahap ini tim melakukan evaluasi dengan memberikan post test melalui dengan dibacakan oleh mahasiswa kepada responden dan wawancara mendalam pada setiap Tahap ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas flier kendala dan harapan untuk mendukung pelaksanaan edukasi tentang PHBS pada anak Karaketristik digunakan dalam PKM ini adalah jenis kelamin dan umur. Jenis kelamin responden yaitu empat orang laki-laki dan enam orang perempuan, dengan rentang umur 3-9 Adapun beberapa hasil evaluasi yang didapatkan melalui lembar pertanyaan antara Responden sudah mengetahui bahwa PHBS sangat penting untuk dilakukan Responden sudah mengetahui manfaat edukasi PHBS menggunakan flier Responden sudah mengetahui bahwa dengan flier informasi dapat lebih cepat Responden sudah mengetahui jika dalam pelaksanaa terdapat kendala, mahasiswa dan dosen dapat melakuakn kunjungan ulang untuk memberi edukasi Hasil evaluasi kualitatif yang didapatkan yaitu . Terdapat perubahan pengetahuan tentang PHBS, seperti kutipan berikutAy. tahu kak untuk kita tetap sehat, kalau tadi belum tahu kakAy. Responden 1, umur 6 tahun. Flyer adalah salah satu media cetak yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat, termasuk dalam konteks edukasi Beberapa manfaat flyer yaitu meningkatkan pengetahuan sasaran, mudah dipahami dan menarik, jangkauan luas dan biaya efesien, sebagai pengingat dan referensi, serta mendukung media lain dalam edukasi (Mariani. Pemberian informasi lebih cepat, karena desain yang menarik, seperti kutipan berikut:Ay. cepet paham kak, gambarnya bagusAy. Responden 2, umur 9 tahun. Desain flyer yang efektif memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi dengan jelas dan menarik, terutama dalam konteks edukasi kesehatan seperti PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Beberapa manfaat desain flyer yang dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat yaitu meningkatkan daya tarik dan minat baca, menyampaikan informasi dengan songkat dan meningkatkan kesadaran dan partisipasi (Elfianis, 2. Dengan adanya RME, dokter dan perawat dapat mengakses informasi medis pasien dengan mudah dan cepat, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih berkualitas dan efektif. Informasi medis yang akurat dan terbaru dapat membantu dalam proses diagnose dan (Hidayat. RME memungkinkan akses data pasien yang lebih cepat dan Dokter dan tenaga medis lainnya dapat dengan mudah mengakses riwayat kesehatan pasien dari berbagai perangkat, termasuk komputer, tablet, dan ponsel pintar. Ini sangat membantu dalam situasi di mana keputusan cepat harus diambil (Suryantara, 2. Tidak ada kendala yang disampaiakn oleh responden terhadap penggunaan flier dalam kegiatan ini, seperti kutipan berikut: Au. gak ada kak, udah bagus bangetAy. Responden 3, umur 7 tahun. Harapan yang disampaikan oleh responden yaitu agar lebih sering disampaiakn edukasi seperti ini menggunakan flier, seperti kutipan berikut. Ay. sering kayak gini ya kaka, pake flier ini juga bagus, bisa dibawa dan dibaca sambil santaiAy. Responden 5. Umur 8 tahun. Flyer adalah media promosi cetak yang praktis dan efektif, ideal untuk menyampaikan informasi secara langsung dan cepat kepada audiens. Berikut adalah beberapa alasan mengapa flyer dianggap sebagai media yang praktis (Pahlepi, 2. SIMPULAN DAN SARAN Penggunaan media flier terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Flier yang didesain dengan menarik dan informatif memudahkan anak dalam memahami isi materi penyuluhan, terutama bila dilengkapi dengan gambar dan bahasa yang sederhana. Terdapat peningkatan signifikan pada skor pengetahuan anak sebelum dan sesudah diberikan flier, menunjukkan bahwa media ini berperan dalam proses edukasi yang efisien dan komunikatif. Saran yang dapat diberikan desain flier sebaiknya disesuaikan dengan usia dan tingkat pemahaman anak, dengan menggunakan bahasa yang sederhana, ilustrasi yang menarik, dan tata letak yang tidak Flier dapat dikombinasikan dengan media edukasi lainnya, seperti video pendek atau permainan edukatif, untuk meningkatkan keterlibatan dan minat belajar anak. Copyright @2025 Genitri: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Kesehatan https://ejournal. id/index. php/pkm UCAPAN TERIMAKASIH Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karuniaNya sehingga penelitian yang berjudul "Penggunaan Media Flier dalam Penyuluhan PHBS pada Anak di Panti Asuhan AoAHAo Bali Foundation" dapat diselesaikan dengan baik. DAFTAR PUSTAKA