Jurnal Studi Tindakan Edukatif Volume 1. Number 2, 2025 E-ISSN : 3090-6121 Open Access: https://ojs. id/jste/ PENINGKATAN HASIL BELAJAR PAI MELALUI METODE PEMBELAJARAN AKTIF DI SEKOLAH DASAR NEGERI 05 SALIDO KECIL Rahma Dona1. Ledy Riyanni2 1 SDN 05 Salido Kecil 2 SDN 07 Pasar Salido Correspondence: rahmadona717@gmail,com Article Info Article history: Received 02 Januari 2025 Revised 20 Feb 2025 Accepted 30 Maret 2025 Keyword: Clasroom Reseach. Interactive Technology. Religions Education. Islamic Teaching. Student Engagement. SD Negeri 05 Salido Kecil ABSTRACT Education is essential for every human being. Numerous studies are conducted with the goal of continually improving existing education. The development of learning models for quality education, both nationally and internationally, is becoming increasingly clear. Educational development must improve year after year to meet the needs of the ever-evolving era, which is constantly evolving with the currents of globalization. This ongoing renewal process also impacts educational curricula in both schools and universities. Therefore, curriculum reform is necessary so that classroom learning models and activities can stimulate the growth of creative, critical, and active thinking. Education, which is constantly undergoing change and improvement, is expected to improve the quality of human resources (HR). This is crucial in this era of globalization so that we can compete for a better life. According to Sugihartono . , education is a conscious and deliberate effort to change human behavior, both individually and in groups, to mature human beings through teaching and training. By striving for varied and high-quality teaching, it is hoped that it will help students achieve their learning goals in a mature and optimal manner and increase their enthusiasm and motivation to learn with the support of teachers. However, recently, students' enthusiasm for learning has been declining, and their grades have also been getting lower, especially in Islamic Religious Education and Character Education. This study aims to improve the learning outcomes of fifth-grade students in Islamic Religious Education (PAI) at Salido Kecil 05 Public Elementary School through active learning methods. The research method used was Classroom Action Research (CAR). The results showed that active learning methods can improve students' PAI learning outcomes. A 2025 The Authors. Published by PT SYABANTRI MANDIRI FOUNDATION. This is an open access article under the CC BY NC license . ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. INTRODUCTION Pendidikan merupakan hal yang harus didapat oleh setiap manusia. Banyak penelitian yang dilakukan dengan tujuan, selalu memperbaiki pendidikan yang telah ada. Semakin hari semakin jelas perkembangan model pembelajaran untuk pendidikan yang berkualitas, baik tingkat nasional maupun internasional. Perkembangan pendidikan dari tahun ke tahun harus lebih baik, agar sesuai dengan kebutuhan jaman yang selalu berkembang mengikuti arus globalisasi. Proses pembaharuan yang terus terjadi tersebut juga membawa dampak pembaharuan dalam kurikulum pendidikan baik di sekolah maupun perguruan tinggi, maka dari itu pembaharuan kurikulum pendidikan perlu dilakukan agar model dan kegiatan pembelajaran di kelas dapat memacu pertumbuhan berpikir kreatif, kritis dan aktif. Pendidikan yang selalu mengalami perubahan dan perbaikan diharapkan mampu meningkatkan kualitas Sumber daya Manusia (SDM). Hal itu penting agar di era globalisasi ini dapat bersaing Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 untuk hidup yang lebih baik. Menurut Sugihartono . pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan sengaja untuk mengubah tingkah laku manusia baik secara individu maupun kelompok untuk mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan Dengan mengupayakan pengajaran yang bervariasi dan berkualitas diharapkan mampu membantu siswa dalam mencapai tujuan belajar secara matang dan optimal serta meningkatkan semangat dan motivasi untuk belajar dengan didukung oleh guru. Namun akhir-akhir ini semangat belajar peserta didik semakin merosot dan juga nilai yang diperolehnya semakin rendah khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Seorang guru juga memiliki pengembangan pada metode agar pembelajaran bisa menjadi efektif dan efisien sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan, agar siswa tidak menjadi bosan dan monton terhadap pemebelajaran terutama dalam pembelajaran PAI, salah satunya dengan menerapkan metode pembelajaran aktif dikelas. RESEARCH METHODS Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas ( classroom action research ). Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Menurut Arikunto terdapat empat tahapan penelitian tindakan kelas yaitu: . perencanaan, . pelaksanaan, . pengamatan, . Model untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut : Tahap Perencanaan Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana dan oleh siapa dan bagaimana tindakan tersebut dilakukan. Penelitian tindakan kelasyang ideal sebetulnya dilakukan secara berpasangan antara pihak yang melakukan tindakan dan pihak yang mengamati proses jalannya tindakan. Langkah awal kegiatan perencanaan tindakan diawali dengan menganalisis kompetensi pembelajaran sebagaimana yang tertuang dalam kurikulum ( analisis pengembangan tujuan, menetapkan materi pelajaran, menelaah buku paket Agama Islam yang ada, menyusun RPP, membuat instrument data . isalnya pedoman observasi, wawancara, dan angke. Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan yaitu mengenakan tindakan di kelas. Dalam tahap ini guru harus ingat dan berusaha menaati apa yang telah dirumuskan dalam rancangan, tetapi harus pula berlaku wajar, tidak dibuat-buat. Tahap Pengamatan Menurut Arikunto bahwa tahap pengamatan merupakan kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh Pengamatan berlangsung bersamaan dengan proses pelaksanaan. Saat proses pembelajaran berlangsung, guru pelaksana mencatat sedikit demi sedikit apa yang terjadi agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus berikutnya. Tahap Refleksi Menurut Arikunto bahwa refleksi merupakan kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah Kegiatan refleksi dilakukan ketika guru sudah selesai melakukan tindakan, kemudian berhadapan dengan peneliti untuk mendiskusikan implementasi rancangan tindakan. Jadi refleksi merupakan kegiatan mengingat dan merenungkan suatu tindakan yang telah di catat dalam observasi. Reflesi berusaha memahami proses, masalah, persoalan, dan kendala yang nyata dalam tindakan. Rekleksi biasanya dibantu dengan diskusi diantara peneliti dan kolabolator. Melalui diskusi, refleksi memberikan dasar rencana perbaikanuntuk kegiatan pembelajaran berikutnya. Tahapannya meliputi analisis data, memaknakan data, menyimpulkan kemudian merencanakan tindakan selanjutnya. RESULTS AND DISCUSSION Terlihat bahwa dari KKM yang ditentukan sebesar 15 peserta didik yang mencapai atau melebihi KKM ada 7 orang dari jumlah peserta didik seluruhnya ada 15 orang, berarti ketuntasan klasikalnya hanya mencapai 35 %, sedangkan diharapkan 100% peserta didik mencapai KKM. Adapun nilai Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 rata-rata kelas yang dicapai hanya sebesar 70 dari target seharusnya yaitu nilai rata-rata kelas 80. Dengan demikian maka hasil belajar peserta didik pada Pembelajaran PAI masih rendah. Masih rendahnya hasil belajar yang dicapai, menunjukkan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam mempelajari materi tentang Belajar Q. S At-tin ayat 1- 8 Hal ini dikarenakan beberapa konsep yang disajikan dalam proses pembelajan masih bersifat abstrak dan metode yang digunakan mononton sehingga anak bosan dan jenuh serta tidak aktif dalam pembelajaran PAI. Selain itu juga disebabkan oleh ketidak kreatifan guru dalam melaksanakan PBM, dalam artian guru dalam menerapkan model dan metode pembelajaran belum seluruhnya di laksanakan sehingga PBM yang diterapkan bersifat monoton dan kurang bervariasi. Dikatakan kurang bervariasi, karena guru mendominasi pembelajaran dengan masih banyak ceramahnya dan kurang melibatkan peserta didik secara aktif dengan memanfaatkan model pembelajaran yang sesuai Yaitu model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan metode audio visual diharapkan peserta didik akan lebih aktif Berdasarkan fakta seperti itu, maka perlu diterapkan metode pembelajaran aktif dengan metode audio visual dan media yang menarik yang secara menyeluruh, sehingga dapat mengaktifkan peserta didik serta menarik motivasi peserta didik. Yang akhirnya kualitas belajar yang di harapkan dapat tercapai. Pada tahap tindakan ini peneliti bertindak sebagai guru, melakukan pembelajaran PAI dengan metode pembelajaran aktif AudioVisual. Guru melakukan kegiatan pembelajaran sebagai berikut: Pada kegiatan awal pembelajaran, pertama guru mengucapkan salam kemudian melakukan pengecekan kepada peserta didik dengan cara mengabsen kemudian mengajak kepada peserta didik untuk bersama-sama membaca doa belajar guna mengawali pembelajaran. Pada kegiatan inti, tahap orientasi terhadap masalah yaitu mengamati masalah dengan rasa ingin tau pada topik permasalahan tentang menghafal dan menjelaskan isi kandungan Guru menayangkan gambar dan video mengenai materi Kegiatan inti selanjutnya adalah mengorganisasi. Guru memberi kesempatan pada peserta didik untuk bertanya tentang materi yang sudah di paparkan Menyampaikan secara singkat tentang materi pembelajaran Membagikan kelompok untuk bekerja sama dan kemudian mempresentasikan hasil diskusi dan Tahap akhir Pada tahap akhir guru mengadakan penilaian untuk mengetahui hasil belajar siswa pada materi. Dari data pelaksanaan siklus II menunjukkan bahwa proses pembelajaran menerapkan metode pembelajaran aktif pada peserta didik pada pembelajaran mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil belajar sebelum penerapan metode pembelajaran aktif . Dari hasil tes siklus II diketahui bahwa peserta didik yang tuntas dari KKM yang ditentukan sebanyak 15 dari 15 anak dengan nilai: tertinggi: 87 dan terendah: 70 dengan nilai rata-rata: 80. 36 dan siswa lebih aktif dalam memberi tanggapan pada pembelajaran dan hasil pembelajaran mengalami peningkatan. CONCLUSION Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PAI dalam pembelajaran dikelas menggunakan metode Audio Pembelajaran aktif, dapat ditarik kesimpulan bahwa Penerapan metode pembelajaran aktif, mampu meningkatkan hasil belajar siswa, dikarenakan Perencanaan pembelajaran yang baik untuk meningkatkan hasil menggunakan metode pembelajaran aktif divariasikan dengan audio video harus dipersiapkan dengan baik. Mulai dari penyusunan RPP, video yang akan ditampilkan, metode dan model yang akan digunakan dibuat semenarik mungkin untuk lebih menarik perhatian siswa untuk lebih termotivasi untuk belajar. Pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan media audio visual sangat membantu guru dalam menyampaikan materi. Dikarenakan siswa akan lebih tertarik untuk memperhatikan tayangan yang akan ditampilkan oleh guru. Metode dan Media audio visual sangat berperan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Karena media ini sangat jarang digunakan oleh guru, sehingga media ini masih asing bagi siswa pada saat proses pembelajaran menggunakan media audio visual. Dengan jarangnya media ini digunakan, jika kita sesekali memakai media audio visual pada saat pembelajaran siswa akan seperti penasaran, tertarik. Jurnal Studi Tindakan Edukatif Vol. 1 No. E-ISSN : 3090-6121 untuk memperhatikan dengan menggunakan audio visual pembelajaran menjadi tidak REFERENCES