Aksiologiya Aksiologiya:: Jurnal JurnalPengabdian PengabdianKepada KepadaMasyarakat Masyarakat Vol. No. Mei 2021 Hal 172 Ae 181 Vol. No. Februari 2020 Hal 131 Ae 137 ISSN2528-4967 dan danISSN ISSN2548-219X 2548-219X. ISSN Literasi Perdamaian Melalui Pada Aktivis Penerapan Project Based AuTeologi LearningAl-HujuratAy untuk Meningkatkan Muhammadiyah Kadirojo. Palbapang Bantul Yogyaarta Kemampuan Guru-Guru Sekolah Dasar Sidoarjo dalam Menulis Surwandono Kreatif Cerita Anak Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Email: Ari surwandono@umy. Setyorini1. Masulah2 1 FKIP. Universitas Muhammadiyah Surabaya2 *Corresponding surwandono@umy. Email: arisetyorini@fkip. um-surabaya. id , mmasulah@gmail. ABSTRAK ABSTRAK Artikel ini menjelaskan tentang pendidikan perdamaian untuk aktivis Muhamamdiyah di Desa Pengabdian Palbapang. Bantul dan dinamika bertujuan melatih guru-guru dasar keagamaan untuk menulis di masyarakat. Pendidikan kreatif sastraguna Pelatihan ini dengan program literasi nasional, dari internalisasi nilai perdamaian dan perilaku salah satunya adalah program literasi sastra, di tingkat Pengabdian dan nilai Pendidikan perdamaian Sidoarjo. bermitra dengan lima sekolah di perdamaian. bawah pengelolaan Muhammadiyah Setiap sekolah mengirim dua guru perwakilan mereka untuk kreatif yang melalui AuTeologi Al-HujuratAy. Pendidikan sejak seperti Juli hingga September Project Based Learning di pre test, danKegiatan post test. iniHasil dari intervensi AuTeologi Al-HujuratAyterhadap mana gurumenunjukan dilibatkan bahwa untuk membuat sastra anak. pesan Proses dalam surat Almengimplementasikan yang berkonflik terdiri dari dan 16 jam Hujurat mempengaruhi blended pilihan gaya dari penulisan Pendidikan luring dan 32 jam sesi secara aspek Sesi luring kelompok dilakukan untuk al-Hujurat yang Sedangkan mendorong pilihan membangun perdamaian menjadi lebih terstruktur, dan mengedepankan prinsip fasilitator pengabdian, yang kemudian mendapatkan umpan balik untuk revisi. Menggunakan learning, sebanyak 90%perdamaian. akni 9 dari 10 pesert. berhasil menuntaskan proyek Kata al-hujurat. penulisan cerita anak. Lebih lanjut, para peserta menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat bagi mereka, mengenalkan mereka akan pengetahuan literasi sastra dan meningkatkan Peace Literacy AuAl-Hujurat TeologyAy to dan Muhammadiyah menulis sastra anak khususnya dalam bentuk cerita gambar cerita pendek. Activist in Kadirojo. Palbapang Bantul Yogyakarta Kata Kunci: guru sekolah dasar. penulisan kreatif sastra anak. project based learning. ABSTRACT ABSTRACT This article explains peace education for Muhamamdiyah activists in Palbapang Bantul in teachersAo facing theThis in the in literary order toliteracy build sosial through children literature creative writing project. The training project designed in peace line with in the community. Peace education is a process of internalizing the value the needthe of structure the inclusion of literary in formal primary educational of attitudes the provision of new in and valuesAUAU The program was conducted five elementaryschools the management Peace education uses by model throughunder al-Hujurat Muhammadiyah Organizationin Sidoarjo. Each Literacy education is pursued through a number of stages such as pre-test, intervention and fromJuly September The The results of the Aual-Hujurat theology Au intervention on participants showed that structured employed Project Based Learning in which the teachers were involved in children literature writing experience in deepening the message of al-Hujurat affected the choice of conflict and peace style of The training procedure was designed by implementing blended learning consisting 16-hour the participants. Peace education which mobilizes aspects of group collectivity is able to encourage offline creative writing workshop and 32-hour online coaching session. The offline sessions were the choice of building peace to be more structured, and put forward the principle of moderation. conducted to build the teachersAo basic knowledge on creative writing and children literature. The online coaching sessions facilitated the participants to consult their drafts and revise them based on Keywords: al-Hujurat Muhammadiya. the facilitatorAos Measured by mastery peace assessment, 90% of participants . out of 10 participant. were successfully accomplished the writing project. For more, the participants PENDAHULUAN dengan perebutan manajemen atau agreed that this program was beneficial for them to enhance their knowledge on literary literacy dari story. and theirFenomena writing ability to createpengelolachildren literary works like picture masjid book and short an masjid muncul di banyak tempat, tertentu ke kelompok lainnya (Hentika. Keywords: children literature creative writing. project based learning. teacher of elementary proses pendirian masjid sampai 2. (BHP-UMY, 2. Mensikapi tren meningkatnya konflik dengan Copyright A 2020. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Copyright A 2021. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Surwandono/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 172 - 181 nuansa SARA maka pemerintah Kabupaten Bantul sejumlah program dialog keagamaan, agar perbedaan praktik keagamaan dapat didiskusikan di ruang terbuka dan dewasa (Bantul, 2. Merujuk dari data Kemenag Kabupaten Bantul, jumlah tempat ibadah baik Masjid. Gereja. Vihara, dan Pure sudah sangat banyak, jumlah masjid saat ini sudah ada 1883. Gereja Katolik ada 17. Gereja Kristen sebanyak 41. Kapel ada 5 bangunan. Pura dan Vihara masing-masing 5 bangunan, sehingga pemerintah kabupaten Bantul mewacanakan untuk mengadakan moratorium pemberian ijin pembangunan tempat ibadah. (Jogja, 2. Lokasi pengabdian dipilih di Desa Kadirojo Palbapang Kecamatan Bantul Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara geografis. Desa Kadirojo terletak 3 km dari kantor Bupati Kabupaten Bantul, dengan kultur budaya agraris di mana di sekitar desa masih terhampar sawah yang menghijau dan mengguning. Mata pencaharian penduduk Kadirojo sebagian besar sebagai petani, pedagang, dan pekerja swasta dan Aparat Sipil Negara. Dalam 4 tahun terakhir ini, terjadi sejumlah kasus terkait dengan tata kelola menghadapi perbedaan dalam issue keagamaan dan politik. Problem issue keagamamaan terkait dengan tata kelola masjid yang jumlahnya banyak, dan menimbulkan percikan konflik antar takmir dengan alasan untuk membangun kesatuan Sedangkan dalam issue politik terkait dengan persoalan preferensi pilihan politik, baik dalam pemilihan umum , maupun pemelihan pejabat desa (Lura. Kasus konflik keagamaan di desa Kadirojo Palbapang Bantul sebagai Pertama. Desa Kadirojo sebelumnya memiliki satu buah Masjid yang bernama Masjid Al-Fajar. Masjid ini telah dibangun dan menjadi pusat kegiatan keagamaan semenjak tahun Pada tahun 1999, masyarakat berinisiatif untuk membangun tempat ibadah untuk menampung aktivitas Pengurus takmir Masjid Al-Fajar, meminta agar berdirinya tempat ibadah baru tidak menjadi Masjid, maka atas kesepakatan warga masyarakat tempat ibadah baru tersebut diberi nama Musholla AlFajar. Dalam pengurus Musholla Al-Fajar, merasa perlu untuk meningkatkan status mushola menjadi masjid. Maka pada tahun 2010, terjadilah konflik gagasan antara pengurus masjid AlFajar yang tetap berpendirian bahwa Musholla menjadi Masjid akan merusak ukhuwah Islamiyyah. Hal ini terkait dengan fungsi Masjid yang akan menyelenggarakan kegiatan ibadah Jumat secara mandiri dan otonom. Namun, takmir Musholla tetap kokoh dengan pendirian bahwa Mushola Al-Fajar harus menjadi Masjid baru. Konflik sempat memanas, bahkan pada waktu di bulan Ramadhan, kedua takmir yang menyelenggarakan pelaksanaan ceramah Tarawih dan Subuh digunakan sebagai media Surwandono/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 172 - 181 untuk membangun argument masingmasing secara sefihak. Kedua, konflik terkait dengan afiliasi pilihan politik dalam kontestasi pemilihan kepala daerah ataupun Pemilihan umum untuk legislatif dan Desa Kadirojo, memiliki 10 Rukun Tetangga, yang dalam konteks afiliasi politik antar RT cenderung berbeda satu sama lain. Konflik seringkali memanas pada saat pelaksanaan kampanye, yang diekspresikan dalam pemasangan bendera-bendera Partai yang saling berlomba-lomba, dan terkadang melahirkan gesekan fisik. Demikian pula, dalam pelaksanaan kampanye kendaraan bermotor. Antar pendukung partai politik saling memprovokasi dengan menggeber- gember suara knalpot untuk memancing rasa tidak suka kepada kelompok yang lain. Yang terkadang juga melahirkan konfrontasi fisik. Dari paparan di atas, ada kecenderungan bahwa konflik sosial dan keagamaan mudah terulang oleh peristiwa politik maupun peristiwa keagamaan. Selama ini proses penyelesaian sosial cenderung mempergunakan pendekatan politik dan keamanan dengan mengundang otoritas pemerintah baik kepolisian, kecamatan, maupun Kementrian Pilihan ini tidak selamanya salah, karena masih dalam koridor sesuai tata kelola tertib sipil di Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh faktor berikut. Pertama, kurangnya literasi tentang konflik dan resolusi konflik dalam pandangan keagamaan maupun politik, sangat terkait dengan kurangnya diskusi, bacaan dan pengajian dengan mengambil tema-tema konflik (Arifina, 2. Terdapat asumsi besar bahwa konflik dan resolusi konflik, bukan sesuatu yang perlu difahami secara sistematis (Jati, 2. Penyelesaian konflik bisa diselesaikan secara mengalir saja, dan lebih mempergunakan naluri kemanusiaan semata. Kondisi ini menyebabkan pola penyelesaian konflik cenderung reaktif dan kuratif. Kedua. Dominannya kultur elitis dalam pengambilan keputusan di dalam masyarakat agraris (Amin, 2. , maupun sub-urban di Indonesia. Dominasi pengambilan keputusan terkait konflik yang didasarkan oleh pertimbangan para pemuka masyarakat semata yang kemudian menyebabkan suara kelompok non pemuka masyarakat sebagai alternati menjadi kurang terdengar. Kelompok sosial non elit di desa diasumsikan kurang mampu memberikan kontribusi Sehingga kelompok sosial non elit kemudian memilih acuh tak acuh terhadap dinamika sosial dan konflik sosial dalam masyarakat. METODE PENGABDIAN Metode pengabdian menggunakan pendekatan dari Peter L Berger untuk membangun konstruksi baru dari pemahaman terhadap makna resolusi konflik dan perdamaian (Sulaiman, 2. Yang akan diukur dalam kegiatan pengabdian ini adalah derajat pengetahuan yang dapat Surwandono/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 172 - 181 diserap, derajat pendalaman dan penghayatan, dan derajat komitmen untuk menjalankan pengetahuan yang telah dihayati. Langkah terdiri dari 3 tahap besar, pertama, obyektifikasi, berupa proses untuk mendefinisikan gejala sosial secara tepat sesuai dengan konteks sosialnya. Langkah ini dilakukan dengan diskusi pimpinan ranting Muhammadiyah Kadirojo tentang bagaimana konflik sosial yang ada, dan bagaimana respon terhadap konflik yang selama ini timbul. Kedua, eksternalisasi, yakni proses suatu pencurahan kedirian manusia secara terus menerus ke dalam dunia, baik dalam aktivitas fisik maupun mentalnya. Langkah ini dilakukan dengan proses peer Bagaimana seseorang mengejek atau merendahkan kelompok yang lain. Termasuk juga pendalaman terhadap makna surat alHujurat sebagai teologi perdamaian yang dikembang-kan. Ketiga, internalisasi, yakni proses untuk menanamkan nilai, dan pengetahuan baru untuk menjadi nilai yang dipakai dan diimplementasikan dalam masyara-kat. Tindakan ini dilakukan melalui sosialisasi dan diskusi bersama untuk menemukan makna baru dari sejumlah pengalaman konflik yang dialami. HASIL DAN PEMBAHASAN Teologi perdamaian al-Hujurat sudah menjadi bahan kajian dan penelitian sejumlah peneliti di Indonesia. Al-Hujurat merupakan surat no. 49 dalam Al-Quran, yang memiliki 18 ayat yang kompleks. Studi Surwandono . mengidentifikasi ada lima ayat yang mempergunakan diksi seruan perintah kepada orang yang beriman. Dan ada satu ayat yang mempergunakan seruan perintaj kepada manusia secara umum. Dari 18 ayat tersebut, surat al-Hujurat mendiskursuskan tentang konflik dan perdamaian secara berkesinambungan. (Surwandono, 2. Ketersediaan Informasi Memperoleh Informasi Mengolah Informasi Mengartikulasikan Informasi Gambar 1 4 Kuadran Teologi Al-Hujurat Sumber: (Surwandono, 2. Ketersediaan infomasi terkait, apakah ada informasi penting yang dapat dipercaya sebagai basis platform Hal ini terkait dengan peristiwa turunya ayat 1-5 surat alHujurat tentang kesimpangsiuran Sebagaimna diulas oleh KHQ Shaleh dalam kitabnya: Diriwayatkan oleh al-Bukhari dll, dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Abi Mulaikah, yang bersumber dari AoAbdullah bin Zubair bahwa kafilah Bani Tamim datang kepada Rasulullah saw. Pada waktu itu Abu Bakr berbeda pendapat dengan AoUmar tentang siapa yang seharusnya mengurus kafilah itu. Abu Bakr menghendaki agar al-QaAoqaAo bin Surwandono/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 172 - 181 MaAobad yang mengurusnya sedangkan AoUmar menghendaki al-AqraAo bin Habis. Abu Bakr menegur AoUmar: AuEngkau hanya ingin selalu berbeda pendapat denganku. Ay Dan AoUmarpun Perbedaan pendapat itu berlangsung hingga suara keduanya terdengar keras. Maka turunlah ayat ini . l-Hujurat: 1-. sebagai petunjuk agar meminta ketetapan Allah dan Rasul-Nya, dan jangan mendahului ketetapan-Nya (Shaleh, 2. Kuadran ke 2, bertutur tentang proses untuk memperoleh informasi Merujuk dari ulasan KHQ Shaleh, ini terkait dengan peristiwa masuk Islam Harits bin Dlirar alKuzai, dan hendak melakukan pembayaran zakat. Namun karena sesuatu hal pembayaran zakat dari al-Harits tertunda sehingga menimbul-kan berita palsu. Terdapat perbincangan yang menarik antara al-Harits dengan Utusan Rasulullah yang dilukiskan oleh KHQ Shaleh. Ketika mereka sampai di hadapan Rasulullah saw. bertanyalah beliau: AuMengapa engkau menahan zakat dan akan membunuh utusanku ?Ay Al-Harits menjawab: AuDemi Allah yang telah mengutus engkau dengan sebenar-benarnya, aku tidak berbuat Ay Maka turunlah ayat ini . lHujurat: . sebagai peringatan kepada kaum Mukminin agar tidak hanya menerima keterangan dari sebelah pihak saja (Shaleh, 2. Kudran ketiga bernarasikan tentang bagaimana mengolah informasi secara baik dan adil. Pengolahan informasi akan menentukan tindakan berikutnya yakni keputusan yang Semakin informasi dilakukan secara baik maka ruang atau kemungkinan terjadinya distorsi akan minimal, sehingga keputusan yang diambil menjadi keputusan yang produktif. KHQ Shaleh melukiskan tentang asbabun nuzul ayat ke 9-10: Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir yang bersumber dari al-Hasan bahwa perkelahian yang disebut dalam riwayat di atas, terjadi antara dua Mereka dipanggil ke pengadilan, akan tetapi mereka membangkang. Maka Allah menurunkan ayat ini . lHujurat: . sebagai peringatan kepada orang-orang yang bertengkar agar segera berdamai (Shaleh, 2. Kuadran ke empat bernarasikan tentang bagaimana mengartikulasikan informasi dalam tindakan secara Pengartikulasian informasi yang baik akan membimbing tindakan yang dipilihpun akan baik adanya. Dalam kata yang lain narasi tentang etika berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain KHQ. Shaleh menguraikan tentang asbab dan nuzul dari ayat 10-13 dengan sangat baik. Terdapat sejumlah peristiwa terkait dengan ayat ini, yang melibatkan sejumlah sahabat penting seperti Bilal bin Rabah. Salman al-Farisi, dan sahabat di Madinah yang memiliki banyak nama, namun ada nama yang ia sendiri tidak berkenan. Diriwayatkan di dalam kitab Sunan yang empat . unanu Abi Dawud, sunanut Tirmidzi, sunanun Nasaoi, sunanubni Maja. yang Surwandono/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 172 - 181 bersumber dari Abu Jubair adl-Dlahak. Menurut at-Tirmidzi hadits ini hasan. Bahwa seorang laki-laki mempunyai dua atau tiga nama. Orang itu sering dipanggil dengan nama tertentu yang tidak dia senangi. Ayat ini . l-Hujurat: turun sebagai larangan menggelari orang dengan nama-nama yang tidak (Shaleh, 2. Asbabun nuzul ayat ke 12 terkait dengan sejumlah sahabat yang mempergunjingkan tidurnya. Salman al Farisi. Sedangkan ayat ke 13 terkait dengan peristiwa diskriminatif terhadap Bilal bin Rabah yang mengunmandangkan azan di Kabah pasca pembebasan Makkah. Dalam berita yang lain, ayat ke 13 terkait dengan peristiwa Abu Hind yang akan dikawinkan oleh Rasulullah SAW kepada seorang wanita Bani Bayadlah, yang sebelumnya adalah seorang budak. turun sebagai penjelasan bahwa dalam Islam tidak ada perbedaan antara bekas budak dan orang merdeka (Shaleh, 2. Ayat ke 6 dari surat al-Hujurat Sailin . menemukan tentang prinsip mengkabarkan suatu berita secara benar dan bertanggungjawab (Sailin et al. , 2. maupun Setiyanto . melakukan studi tentang ayat ke 6 dari surat Al-Hujurat terkait fenomena kabar palsu atau hoax. Pesan dalam surat al-Hujurat sangat kuat tentang pentingnya mengelola informasi secara cermat agar pengambilan keputusan yang dibuat tidak diskriminatif kepada kelompok yang lain (Setiyanto, 2. Ayat ke 9 sampai 13 menjadi ayat yang bertutur tentang prinsip Ayat ini telah distudi Rahman . bahwa ayat tersebut mengusung pendidikan budi pekerti yang sangat kuat (Rahman. Zami-zami . juga menemukan bahwa ayat tersebut membawa pesan toleransi, dan memiliki relevansi yang tinggi dalam kehidupan keberagaman di Indonesia (Zam-zami, 2. Studi Mualifin . juga menunjukan bahwa ayat ini membangun pendidikan karakter prinsip hidup berdampingan secara damai di sekolah (Muallifin, 2. Sholicah . menemukan bahwa pesan surat al-Hujurat ayat 13 sangat kuat dalam membangun integrase sosial secara penuh melalui solidaritas untuk saling kenal mengenal dan berbagi beban (Sholichah, 2. Tahap pertama pengabdian dilakukan dengan memberikan pre test terkait dengan teologi al-Hujurat. Hak yang diukur dalam pre test meliputi 3 indikator utama yakni, pengetahuan tentang ayat dalam surat al-Hujurat, pendalaman makna surat al-Hujurat dan pengalaman dan komitmen menjalankan pesan surat al-Hujurat. Dalam pre test tercermin bahwa al-Hujurat belum banyak diketahui, kalaupun ada pengetahuan masih sebatas nama Bagi masyarakat pada umumnya surat yang pada no urut 49, dan berada pada juz 26, relative kurang dipakai dalam bacaan shalat berjamaah ataupun shalat sunat. Surat al-Hujurat lebih banyak dikaji oleh para siswa di sekolah terkait dengan akhlak dan etika bermasyarakat. Ada Surwandono/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 172 - 181 sudah mengenal dan hafal ayat tentang persaudaraan pada ayat 10. Pendalaman tentang asbabun nuzul surat al-Hujurat sebagian besar tidak Hal ini disebabkan informasi tentang ayat quran banyak didasarkan kepada tarjamah al-quran di mana tidak banyak menginformasikan tentang sebab turunnya ayat. Bagaimana komitmen atau pengalaman menjalankan kehidupan sehari, dari komitmen untuk taat pada aturan . yat 1-. , menyaring informasi secara dewasa dan berhati-hati . , keinginan untuk membangun prinsip bersaudara, komitmen untuk tidak mengejek, menganiaya diri sendiri, mencela, berprasangka buruk, mencari-cari kesalahan orang lain, membangun silaturahmi . yat 9-. Ada kecenderungan para aktivis yang memang memiliki etika sosial yang tinggi sudah memiliki komitmen untuk menjadi pejuang sosial yang harus mengedepankan prinsip keteladanan. Hasil pre test menunjukan score pengatahuan baru mencapai 20%, sedangkan pendalaman sebab turun mencapai 10%, namun kesadaran untuk menjadi warga masyarakat yang baik sudah relatih baik di angka mencapai 45%. Tahap kedua adalah dilakukan intervensi melalui diskusi bersama tentang teologi al-Hujurat, dan dipandu dengan penayangan slide tentang surat al-Hujurat, dan dibaca Bersamasama dengan tartil, dijelaskan tentang asbabun nuzulnya satu persatu dengan menggunakan kitab Asbabun Nuzul Alquran karya dari KH. Q Shaleh (Shaleh, 2. Buku ini memang klasik, namun penjabaran tentang asbab an-nuzulnya sangat bagus sehingga memberikan informasi baru yang menarik bagi partisipan. Gambar 3 Ceramah Tentang Teologi al-Hujurat Tahap ketiga berupa post test. Hasil post test menunjukan grafik peningkatan pengetahuan yang sangat Pembacaan ayat al-Quran secara tartil dan bersama-sama, dan diiringi dengan penjelasan tafsir dan asbabun nuzul ayat telah mampu membangun komitmen baru untuk membentuk nilai baru dalam bermasyarakat Tabel 1 Perbandingan Pre Test dan Post Test Indikator Pengetahuan Pendalaman Teologi Komitmen Menjalankan Pre Test (%) Post Test (%) 0,76 0,89 Dari hasil ini tercermin bahwa intervensi pengabdian masyarakat dengan memperkenalkan secara perdamaian surat al-Hujurat efektif tersampaikan ke 25 peserta Efektivitas Surwandono/Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Mei 2021 Hal 172 - 181 ini terkait dengan antusiasnya para partisipan terhadap pengetahuan baru yang disampaikan dalam pengabdian. Metode penyampaian pengabdian yang berbasis Pendidikan orang dewasa atau andragogy juga berpengaruh terhadap kelekatan para peserta dengan para fasilitator. Kesediaan untuk bertanya secara partisipastif menunjukan bahwa proses transfer pengetahuan dan nilai berjalan dengan baik. Temuan yang penting adalah kuatnya jiwa aktivis, diekspresikan ke dalam kesadaran diri untuk menjadi lebih baik di dalam pengelolaan masyarakat, sangat berpengaruh terhadap pelaksanaan pengabdian ini. Pengetahuan tentang konflik dan resolusi konflik sudah menjadi kebutuhan mendasar dari para aktivis di tengah gelombang informasi yang sangat deras, dan ruang keterbukaan politik dan agama yang sangat tinggi. Realitas konflik sudah menjadi agenda sehari-hari, sehingga tanpa bekal pengetahuan dan nilai baru tentang konflik dan resolusi konflik justru akan menyebab tindakan terkait dengan issue tersebut tidak proporsional dan produktif. Para berkomitmen untuk membangun sebuah sruktur baru yang kemudian dikenal sebagai sebagai Dewan Masjid Kadiroo. Lembaga informal ini akan menjadi sarana untuk bertukar informasi kegiatan sosial keagamaan, bahkan sekarang peran tersebut di tingkatkan di mana Dewan Masjid sebagai bagian dari Lembaga desa dalam penyelesaian sejumlah masalah sosial kemasyarakatan. Dewan Masjid Kadirojo mengelola dan mengkordinasi 5 masjid yang berada di desa Kadirojo. Hadirnya banyak masjid yang dulu dianggap akan menjadi smber perpecahan dapat diatasi dengan adanya komunikasi secara intensif, terbuka, sehingga sejumlah syakwasangka, suAouzhon, berita burung dapat dikelola dengan SIMPULAN Pengabdian masyarakat untuk membangun nilai harmoni dengan mempergunakan pendekatan kitab suci memerlukan keteladan sikap, tindakan, dan perilaku. Para aktivis Muhammadiyah di desa Kadiroo Palbapang Bantul sudah memiliki karakter untuk membangun harmoni dalam bermasyarakat. Internalisasi nilai baru melalui pemberian pengetahuan baru tentang prinsip taat aturan, berhati-hati dalam berkomunikasi, dan membangun relasi sosial berbasis toleransi semakin memperkuat komitmen Muhammadiyah berkontribusi dalam masyarakat. Peningkatan kapasitas aktor perdamaian melalui literasi perdamaian al-Hujurat mempermudah aktualisasi membangun perdamaian di masyarakat. Para aktivis semakin yakin bahwa pesan al-Quran senantiasa relevan dengan zaman. UCAPAN TERIMA KASIH