P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:14-24 Jurnal Language education literature PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBING PROMTING TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS SURAT DINAS PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI B SRIKATON Suni Dwi Cahyani1*. Agung Nugroho2. Sri Murti3 1,2,3 Universitas PGRI Silampari sunidwicahani@gmail. com1, agungaryonugroho886@gmail. com2, srimurti05@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Probing Promting secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis surat dinas siswa kelas VII SMP Negeri B Srikaton. Metode penelitian ini menggunakan metode quasi exsperiment . ksperimen Populasi dalam penelitian ini berjumlah 225 siswa dan sampel atau subyek penelitian ini adalah kelas VII 2 yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh nilai thitung 8,805 dan Sig . -taile. 0,000 C 0,05. Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran Probing Promting secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri B Srikaton. Kata kunci: Model Pembelajaran. Probing Promting. Surat Dinas ABSTRACT This research aims to determine whether the application of the Probing Promting learning model can significantly improve the ability to write official latter for class VII student at SMP Negeri B Srikaton. This research method uses the quasi exsperiment method. The population in this study was 225 students and the sample or subjects of this research were class VII 2, totaling 30 students. The data collection technique uses the t-test. Besed on the rusults of data analysis, the bcount value was 8,805 and sig . -taile. 0,000 C 0,005. The conclusion of this research is that the application of the Probing Promting learning model can significantly improve the ability to write official letters in class VII student at SMP Negeri B Srikaton. Keywords: Learning Models. Probing Promting. Official Letters PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki ruang lingkup yang mencakup empat aspek keterampilan berbahasa, yaitu mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Keempat aspek keterampilan berbahasa tersebut diajarkan di setiap jenjang dengan tingkat kesulitan dan kompleksitas yang berjenjang pula. Keempat aspek keterampilan berbahasa tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu keterampilan yang bersifat reseptif dan keterampilan yang bersifat produktif. Keterampilan reseptif merupakan Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:14-24 proses decoding, yaitu proses usaha memahami apa yang dituturkan orang lain. Sebaliknya keterampilan produktif merupakan proses encoding, yaitu proses usaha mengomunikasikan ide, pikiran, atau perasaan melalui bentuk-bentuk kebahasaan. Salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh siswa adalah keterampilaan Menulis merupakan salah satu dari empat keterampilan berbahasa yang dipelajari oleh siswa, selain keterampilan menyimak, berbicara, dan membaca di Siswa diharapkan mampu menguasai keterampilan menulis sesuai tuntutan yang ada dalam kurikulum. Sardila . mengatakan menulis merupakan kewajiban bagi siswa sebagai seorang pelajar. Namun kemampuan menulis siswa yang belum optimal menjadi permasalahan sampai saat ini. Pernyataan tersebut sangatlah wajar, karena penguasaan kemampuan menulis tidak secara langsung diperoleh seseorang. Sejalan dengan pendapat Tarigan . mengatakan bahwa keterampilan menulis tidak akan datang secara otomatis, melainkan melalui latihan dan praktik yang banyak dan Alwasilah . mengatakan siswa tidak akan menjadi penulis yang baik jika hanya diberi teori menulis. Memberikan teori kepada siswa memang mudah, dibandingkan memberikan praktik-praktik menulis. Teori bisa diberikan kepada siswa di akhir pembelajaran, padahal yang paling banyak dibutuhkan siswa adalah berlatih Salah satu materi menulis yang ada di dalam ATP kurikulum merdeka adalah menulis surat dinas. Dengan tujuan pembelajaran (TP) 4. 9 yakni menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis dalam bentuk surat . ribadi dan dina. untuk kepentingan resmi dengan memperhatikan struktur teks, kebahasaan, dan isi. Ahyana . menjelaskan bahwa surat dinas adalah bentuk komunikasi tertulis yang menggunakan bahasa baku dari suatu pihak kepada pihak lain yang menyangkut kedinasan atau organisasi dan hanya dibuat oleh pemerintah. Surat dinas dikeluarkan oleh sebuah instansi atau lembaga tertentu untuk keperluan dinas. Sejalan dengan Purwanto . mengatakan surat dinas adalah surat yang isinya berkaitan dengan kepentingan tugas dan kegiatan dinas instansi pemerintah. Darmawati . mengatakan surat dinas berfungsi sebagai alat komunikasi antara dua pihak. Adapun jenis-jenis surat dinas menurut Sriyanto . menjelaskan surat dinas memiliki intern yang digunakan sebagai sarana komunikasi didalam lingkungan Kementrian dan Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:14-24 Kebudayaan, misalnya nota dinas, surat pemberitahuan, pengumuman, surat edaran dan Sementara itu, surat dinas memiliki ruang lingkup ekstern adalah surat dinas yang ditujukan kepada instansi atau pihak-pihak instansi. Dengan surat tersebut suatu lembaga mengemukakan ide, pesan, harapan, atau hal-hal lainnya kepada pihak lain. Pernyataan tersebut menunjukkan fungsi surat memiliki kesamaan. Menulis surat dinas perlu ditanamkan kepada siswa sejak di bangku sekolah, karena manfaatnya akan terasa pada saat memasuki dunia kerja, khususnya dalam sebuah lembaga. Berkomunikasi dengan surat ternyata tidak mudah, terutama untuk kepentingan formal. Para penulis dituntut untuk dapat menyajikan pesannya dalam bahasa yang logis, jelas, singkat dan sistematis sesuai dengan format penulisan. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti dengan guru Bahasa Indonesia kelas VII yaitu Ibu Lenny Marlina. Pd. tentang kondisi siswa di SMP Negeri B Srikaton pada hari Kamis, tanggal 16 Oktober 2023, ditemukan bahwa pada saat belajar Bahasa Indonesia guru sulit menerapkan metode inovatif karena sibuk dengan urusan seperti rapat dan kegiatan lain. Hal ini yang menyebabkan siswa kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran khususnya pada materi menulis surat dinas. Banyak siswa yang mudah bosan karena metode yang digunakan guru adalah metode Pada saat pengumpulan tugas sering kali siswa tidak tepat waktu, karena kurangnya pemahaman siswa terhadap materi. Hal lain yang menyebabkan tujuan pembelajaran tidak tercapai yaitu penggunaan model pembelajaran yang kurang tepat sehingga menyebabkan nilai rata-rata siswa di bawah KKTP. Demikian juga berdasarkan nilai ulangan harian di kelas tersebut pada materi menulis surat dinas didapat nilai rata-rata siswa yaitu 60 sedangkan nilai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) pembelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri B Srikaton Oleh karena itu, untuk mengatasi kendala tersebut, guru perlu menentukan model pembelajaran yang tepat untuk memotivasi siswa aktif dalam mengikuti Berdasarkan paparan di atas, maka guru dapat mencari dan menggunakan caracara yang mudah dan keatif dalam pembelajaran menulis surat dinas. Langkah awal yang harus dilakukan adalah mengubah model pembelajaran menulis surat dinas dengan model pembelajaran yang inovatif. Salhuteru, dkk. , . mengatakan model Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:14-24 pembelajaran adalah salah satu aspek pembelajaran yang menjadi pedoman untuk melakukan langkah-langkah kegiatan. Joyce. Weil, dan Calhoun (Oktavia, 2. mengatakan model pembelajaran adalah suatu deskripsi dari lingkungan pembelajaran, termasuk perilaku guru dalam menerapkan pembelajaran. Lebih lanjut Istiningsih, dkk. menjelaskan bahwa model pembelajaran merupakan suatu cara atau strategi yang dilakukan oleh seorang guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, dimana dalam kegiatan tersebut melibatkan siswa sebagai penerima pengetahuan dari kegiatan Salah satu model pembelajaran yang inovatif dalam menulis surat dinas adalah model pembelajaran Probing Promting. Suherman (Huda, 2. mengatakan bahwa model pembelajaran Probing Promting adalah pembelajaran dengan menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali gagasan siswa sehingga dapat melejitkan proses berpikir yang mampu mengaitkan pengetahuan dan pengalaman siswa dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Serupa dengan pendapat Ngalimun . mengatakan bahwa pembelajaran Probing Promting adalah pembelajaran dengan cara guru menyajikan serangkaian pertanyaan yang sifatnya menuntun dan menggali sehingga terjadi proses berfikir yang mengaitkan pengetahuan setiap siswa dan pengalamannya dengan pengetahuan baru yang sedang dipelajari. Diharapkan melalui penerapan model pembelajaran Probing Promting siswa dapat belajar secara aktif, sehingga mampu menulis surat dinas dengan benar berdasarkan materi yang sedang dipelajari, serta dapat melatih siswa dalam mengingat materi yang sudah dipelajari. Model pembelajaran Probing Promting merupakan model pembelajaran yang dikembangkan berdasarkan model pembelajaran PAIKEM. Model pembelajaran ini berbasis pertanyaan yang disusun oleh guru untuk menuntun atau menggali gagasan siswa, sehingga dapat melejitkan proses berfikir yang mampu mengaitkan pengalaman siswa dengan pengetahuan baru. Hal ini sejalan dengan Utami . mengatakan Probing Promting merupakan model pembelajaran aktif sehingga siswa ditugaskan secara individu membuat konsep, prinsip, serta mencari pengetahuan baru secara Kelebihan model pembelajaran Probing Promting ini adalah . mendorong siswa berpikir aktif, . memberikan kesempatan siswa untuk menanyakan hal-hal yang kurang jelas sehingga guru dapat menjelaskannya kembali, . perbedaan pendapat Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:14-24 antara siswa dapat diarahkan pada diskusi, . pertanyaan yang menarik akan memusatkan perhatian siswa . mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat Shoimin (Amin, 2. Model ini relevan untuk mengembangkan dan melatih proses berfikir siswa secara runtut. Dengan model tersebut, siswa akan belajar menata urutan ide yang mereka miliki dan mengembangkan pola pikirnya secara logis. Berdasarkan latar belakang, akan dilakukan penelitian dengan judul AuPenerapan Model Pembelajaran Probing Promting terhadap Kemampuan Menulis Surat Dinas pada Siswa Kelas VII SMP Negeri B SrikatonAy. METODE Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Dengan pendekatan eksperimen semu . uasi exsperimen. yang menggunakan desain pretest, treatment, dan postest. Data penelitian ini adalah data tes dan non-tes. Data tes meliputi kemampuan menulis surat Data non-tes meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas dan uji AutAy. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2024 sampai dengan 25 Februari 2024 dengan sampel penelitian siswa kelas VII 2 SMP Negeri B Srikaton Tahun Ajaran 2023/2024 yang berjumlah 30 orang. Pelaksanaan penelitian dilakukan secara langsung oleh peneliti sesuai dengan jadwal di sekolah tersebut. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pembelajaran Probing Promting pada materi menulis surat dinas. Jumlah pertemuan tatap muka yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dua kali pertemuan dengan rincian satu kali pemberian tes awal . dan satu kali pertemuan . dengan menerapkan model pembelajaran Probing Promting sekaligus tes akhir . Selama dua kali proses pelaksanaan penelitian tersebut, peneliti merekapitulasi nilai tes dalam setiap pertemuan. Hal ini dilakukan untuk melihat perkembangan nilai hasil belajar anak selama penelitian sehingga perkembangan nilai hasil belajar anak dapat terkontrol. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:14-24 Kemampuan awal siswa dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan yang dimiliki siswa sebelum diberikan perlakuan atau pembelajaran. Kemampuan awal siswa menggambarkan kesiapan siswa dalam menerima pembelajaran yang akan disampaikan oleh guru. Tes kemampuan awal siswa menggunakan materi surat dinas dalam Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai rata-rata ( I siswa sebesar Sedangkan untuk menilai mampu tidaknya siswa dalam mengikuti materi menulis surat dinas menggunakan KKTP yang sudah ditetapkan sekolah yaitu 68. Hasil pretest kemampuan menulis surat dinas siswa yaitu 30 orang siswa, sebanyak 5 siswa . ,66%) mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan dan 25 siswa . ,33%) yang belum mencapai ketuntasan, jadi nilai rata-rata ( I siswa yaitu 59. Setelah kemampuan awal siswa diketahui, dilanjutkan dengan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Probing Promting. Kegiatan pembelajaran ini dilakukan sebanyak satu kali pertemuan. Pada akhir penelitian dilakukan tes akhir untuk mengetahui kemampuan akhir siswa dalam menulis surat dinas sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan pada saat pembelajaran. Soal tes yang digunakan berbentuk esai, siswa diminta untuk menulis surat dinas. Data tes akhir digunakan untuk mengetahui kemampuan menulis surat dinas siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Probing Promting. Hasil postest kemampuan menulis surat dinas dari 30 siswa yaitu sebanyak 7 siswa . ,33%) belum mencapai kriteria ketuntasan yang ditetapkan dan 23 siswa . ,66%) sudah mencapai ketuntasan, nilai rata-rata ( I siswa 73. Maka dari penjelasan di atas dapat disimpulkan hasil postest siswa sudah mencapai KKTP 68 yang telah ditentukan sekolah. Secara deskriptif dapat dikatakan bahwa kemampuan akhir siswa setelah penerapan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Probing Promting termasuk kategori cukup. Perbandingan data tes awal dan tes akhir terdapat pada hasil belajar sebesar 13,37. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran Probing Promting secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri B Srikaton. Berdasarkan hasil uji normalitas data menggunakan SPSS versi 24 dilihat pada tabel Shapiro-Wilk hasil uji coba nilai pretest berdistribusi normal karena nilai signifikan . lebih besar dari 0,05 atau 0,072 dan hasil chi-square 43,773. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai signifikan 0,05 atau 0,072 O 43,733. Sedangkan hasil uji coba Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:14-24 nilai postest juga berdistribusi normal dengan nilai signifikan . lebih besar dari 0,05 atau 0,064 dan hasil chi-square 43,773. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai signifikan 0,05 atau 0,064 O 43,773. Berdasarkan pengolahan data uji AutAy . melalui penerapan model Probing Promting terhadap kemampuan menulis surat dinas siswa kelas VII SMP Negeri B Srikaton tahun ajaran 2023/2024 karena simpangan baku populasi diketahui, dan data berdistribusi normal. Uji AutAy (Hipotesi. dari hasil data di atas dapat dilihat pada tabel Paired Samples Test Sig 2-tailed sebesar 0,000 maka nilai tersebut lebih kecil dari a = 0,05. Maka kedua varians tersebut dinyatakan normal. Berdasarkan tabel di atas nilai pada kolom hasil perhitungan menggunakan SPSS uji AutAy sebesar 8,805 selanjutnya sig . -taile. 0,000. Kemudian Ho nilai sig . -taile. jika thitung Ou ttabel 8,805 Ou 1,669 maka Ho ditolak dan Ha diterima, maka nilai tertinggi 95% dapat ditentukan menggunakan SPSS versi 24 dan hasil sig . -taile. ,000 C 0,. Pada penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat disimpulkan penerapan model pembelajaran Probing Promting secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri B Srikaton. Pembahasan Berdasarkan hasil data tes awal . dan data akhir . , penulis dapat menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Probing Promting secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri B Srikaton. Pada hasil tes menulis surat dinas sebelum menerapkan model pembelajaran Probing Promting diketahui nilai terendah yang diperoleh siswa adalah 47 dan nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 73 dengan rata-rata 59. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan menulis surat dinas siswa kelas VII SMP Negeri B Srikaton sebelum pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Probing Promting belum mencapai kriteria ketuntasan tujuan pembelajaran (KKTP). Hal ini disebabkan, karena pada tes awal . siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran, kurangnya pemahaman siswa tentang materi surat dinas menyebabkan siswa sulit memahami materi. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:14-24 Kemudian penulis mengadakan kegiatan . yaitu pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Probing Promting. Bahdudu (Parnawi, 2. mengatakan bahwa penerapan merupakan hal, cara, atau hasil mempraktikkan. Sementara Usman (Dimyati, 2. menjelaskan penerapan bermuara pada aksi, atau tindakan atas suatu sistem. Makna penerapan merupakan kegiatan terencana untuk mencapai tujuan kegiatan. Adanya perubahan cara mengajar yang dirasakan oleh siswa sebagai hal yang baru, siswa berantusias untuk mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Probing Promting. Tahap proses pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Probing Promting ini dilakukan dengan langkah -langkah yaitu: . guru memulai dengan memberikan penjelasan tujuan pembelajaran dan kompetensi dasar yaitu menulis surat dinas . guru memberikan stimulus kepada siswa, dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan materi surat dinas . menuntun dan menggali gagasan siswa agar mampu menjawab pertanyaan yang diajukan . selanjutnya siswa ditunjuk secara acak untuk menanggapi hasil jawaban temannya . guru mengurai materi surat dinas dengan merangkai hasil jawaban siswa dan mengevaluasi langkah-langkah kegiatan yang telah dilaksanakan . guru memberikan panduan teknis tentang cara mengerjakan soal menulis surat dinas . guru memberikan lembar kerja dan meminta siswa untuk mengerjakan soal tersebut. Istarani (Amin, 2. mengatakan langkah-langkah pembelajaran Probing Promting yaitu: . Mempersiapkan pertanyaan yang akan diajukan dalam proses belajar menulis surat dinas . Mengajukan pertanyaan tentang materi surat dinas kepada siswa secara acak, dan siswa menjawab pertanyaan yang telah diajukan tersebut . Guru melontarkan hasil jawaban kepada siswa lainnya, untuk menngetahui bagaimana pendapatnya tentang hasil jawaban temannya, begitu seterusnya . Guru mengurai materi surat dinas dengan merangkai jawaban yang dijawab oleh siswa . Mengambil kesimpulan tentang materi surat dinas. Setelah mengadakan kegiatan . menggunakan model pembelajaran Probing Promting pada materi surat dinas diperoleh hasil belajar siswa meningkat dibuktikan pada saat tes akhir . Siswa yang mendapat nilai terendah adalah 63 dan nilai tertinggi adalah 83 dengan nilai rata-rata siswa 73 Sehingga kemampuan menulis surat dinas siswa kelas VII SMP Negeri B Srikaton setelah penerapan model Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:14-24 pembelajaran Probing Promting menjadi lebih baik dan dapat disimpulkan bahwa kemampuan akhir siswa terdapat peningkatan. Untuk mendukung pendapat di atas, menurut Setiawati . mengatakan model pembelajaran Probing Promting berorientasi pada konstruktivisme karena model pembelajaran ini berkaitan erat dengan pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan kepada siswa ditujukan untuk memotivasi dan memberikan isyarat kepada siswa dalam memahami serta menemukan jawaban dari permasalahan yang ada secara lebih mendalam, sehingga siswa diarahkan agar mampu menyempurnakan ide-ide serta mampu menganalisis pendapat orang lain. Selain itu menurut Mutmainnah . model pembelajaran Probing Promting dapat mendorong keterlibatan siswa dan menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif, dan dapat meningkatkan kemampuan siswa berpikir kritis. Berdasarkan pendapat di atas, model pembelajaran Probing Promting adalah model pembelajaran berbasis pertanyaan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di setiap siklusnya. Dengan model pembelajaran Probing Promting siswa menjadi lebih aktif, sehingga suasana pada saat proses pembelajaran menjadi menyenangkan. Setelah proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Probing Promting pada kemampuan menulis surat dinas. Terdapat peningkatan dari hasil belajar tes awal . banyak siswa yang tidak tuntas 25 dan siswa yang tuntas 5. Dengan hasil perolehan nilai terendah adalah 47 dan nilai tertinggi adalah 73. Sedangkan hasil belajar tes akhir . siswa yang tuntas adalah 27 dan siswa yang tidak tuntas Dengan hasil perolehan nilai terendah adalah 63 dan nilai tertinggi adalah 83. Diketahui bahwa siswa yang tidak tuntas dari hasil . berdasarkan indikator penilaian: ketepatan isi surat dinas, kelengkapan unsur surat dinas, ketepatan sistematika surat dinas, ketepatan menentukan kata, ketepatan kalima dengan bahasa baku, ketepatan EYD dan tata tulis. Aspek penilaian yang paling banyak atau dominan mendapat nilai rendah yaitu aspek keenam . etepatan EYD dan tata tuli. , pada aspek ini masih banyak siswa yang melakukan kesalahan penulisan baik dalam ejaan maupun tata tulis. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 4 No. Page:14-24 Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan SPSS versi 24, diketahui uji-t yaitu sig . -taile. 0,000 C 0,05 maka thitung Ou ttabel 8,805 Ou 1,669 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan kata lain hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Probing Promting secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri B Srikaton. SIMPULAN Simpulan pada penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran Probing Promting secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri B Srikaton. Hal ini dibuktikan dari hasil analisis uji-t (Hipotesi. diperoleh data thitung = 8,805 dan Sig . -taile. yaitu 0,000 C 0,05 dengan demikian. Ha diterima dan Ho Dengan kata lain hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima kebenarannya, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Probing Promting secara signifikan dapat menuntaskan kemampuan menulis surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri B Srikaton. DAFTAR PUSTAKA