AuEKOMABIS: Jurnal Ekonomi Manajemen Bisnis AuDOI: https://doi. org/10. 37366/ekomabis. e-ISSN 2716-0238Ay Volume 6 Issue 01 Ae Jan 2025Ay Optimalisasi Pertumbuhan Laba: Peran likuiditas dan Profit Growth Optimisation: The role of liquidity and profitability Submit: 22 Jan 2025 Review: 23 Jan 2025 Accepted: 26 Jan 2025 Publish: 02 Feb 2025 Taufik Hidayat1. Eka Avianti Ayuningtyas2. Adibah Yahya3 Abstrak Penelitian ini menganalisis pengaruh likuiditas dan profitabilitas terhadap pertumbuhan laba di sektor industri farmasi Indonesia, dengan fokus pada Current Ratio (CR). Total Asset Turnover (TAT), dan Return on Assets (ROA). Menggunakan data sekunder dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019-2023, hasil menunjukkan bahwa CR tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, sementara TATO memiliki pengaruh negatif dan Selain itu. ROA berfungsi sebagai moderator yang memperkuat pengaruh TATO terhadap pertumbuhan laba, namun tidak dapat memoderasi pengaruh CR terhadap pertumbuhan laba Temuan ini menekankan pentingnya efisiensi penggunaan aset dan pengelolaan profitabilitas dalam mencapai pertumbuhan laba yang berkelanjutan. Penelitian ini memberikan wawasan bagi manajer perusahaan dan investor dalam merumuskan strategi yang seimbang antara likuiditas dan efisiensi operasional untuk meningkatkan kinerja keuangan. Hasil ini juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut mengenai faktorfaktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan laba di sektor ini. Kata Kunci: current ratio, total asset turnover, return on asset, pertumbuhan laba Abstract This study analyses the effect of liquidity and profitability on earnings growth in the Indonesian pharmaceutical industry sector, focusing on Current Ratio (CR). Total Asset Turnover (TAT), and Return on Assets (ROA). Using secondary data from companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2019-2023 period, the results show that CR has no significant effect on earnings growth, while TATO has a negative and significant effect. In addition. ROA serves as a moderator that strengthens the effect of TATO on earnings growth but cannot moderate the effect of CR on earnings growth. These findings emphasise the importance of efficient use of assets and management of profitability in achieving sustainable earnings growth. This study provides insights for company managers and 1 Universitas Pelita Bangsa. hidayat@pelitabangsa. 2 Universitas IPWIJA. avianti@gmail. 3 Universitas Pelita Bangsa. yahya@pelitabangsa. *) Correspondence AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 105 AuOptimalisasi Pertumbuhan Laba: Peran likuiditas dan profitabilitas AAy investors in formulating a balanced strategy between liquidity and operational efficiency to improve financial performance. The results also open up opportunities for further research on other factors that influence earnings growth in this sector. Keywords: current ratio, total asset turnover, return on asset, profit growth Kode JEL: G19. G33. M40 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Pendahuluan Perusahaan sub sektor industri farmasi merupakan salah satu pilar penting dalam sistem perekonomian nasional, memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan masyarakat dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan ekonomi. Industri farmasi Indonesia menghadapi tantangan kompleks yang terus berkembang, terutama sejak terjadinya pandemi COVID-19 yang memberikan dampak fundamental terhadap seluruh aspek operasional dan kinerja keuangan perusahaan. Paska pandemi, pertumbuhan GDP Industri Kimia. Farmasi, dan Obat Tradisional terus mengalami koreksi hingga semester pertama 2023 dan pada triwulan I-2024 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 8. 10% meningkat dari tahun sebelumnya yang kontraksi -3. Hal ini sejalan dengan peningkatan permintaan domestik dan ekspor (Pyridam, 2. Keberhasilan perusahaan ditunjukkan dengan adanya peningkayan pertumbuhan serta didukung dengan pendanaan yang efektif. Untuk mencapai kelangsungan operasi, perusahaan harus memiliki kinerja keuangan yang sehat dan efisien. Kualitas kondisi keuangan dapat dianalisis melalui laporan keuangan, yang merupakan output utama dari sistem akuntansi dan mencerminkan laba perusahaan (Christianty & Latuconsina. Pertumbuhan laba perusahaan dapat diamati oleh manajemen perusahaan dengan cara menganalisis laporan keuangan perusahaan tersebut (Munte & Sijabat, 2. Analisis keuangan dilakukan untuk mengetahui suatu pertumbuhan laba dengan melakukan suatu analisis yang menggunakan rasio-rasio keuangan sehingga dapat diketahui laba yang diperoleh suatu perusahaan tersebut (Septinia, 2. Pertumbuhan laba menjadi indikator kunci dalam menilai kinerja dan prospek suatu perusahaan (Liliana Rizkidayanti et al. , 2. Pada industri farmasi, kemampuan untuk menghasilkan laba yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada faktor eksternal, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan manajemen dalam mengelola berbagai rasio keuangan (Amin et al. , 2. Current Ratio. Total Asset Turnover, dan Return On Asset merupakan beberapa instrumen penting yang dapat memberikan gambaran komprehensif tentang kinerja keuangan dan potensi pertumbuhan laba. Signifikansi penelitian terletak pada kemampuannya untuk mengungkap pola dan mekanisme yang mempengaruhi pertumbuhan laba dalam industri farmasi yang Melalui analisis mendalam atas Current Ratio (Amin et al. , 2022. Christianty & Latuconsina, 2. Total Asset Turnover (Christianty & Latuconsina, 2. Return On Asset (Gustika & Irawati, 2. , penelitian ini berupaya memberikan perspektif baru dalam memahami strategi keuangan yang efektif untuk mencapai pertumbuhan laba yang berkelanjutan. 106 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuTaufik Hidayat. Eka Avianti Ayuningtyas. Adibah YahyaAy Efisiensi dan efektivitas perusajaan dalam mengelola asset dapat dilihat dari nilai return on asset. Dengan ROA yang tinggi, perusahaan dapat memperkuat hubungan dengan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan laba, sehingga memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kinerja keuangan perusahaan. ROA (Return on Asset. dapat dijadikan sebagai variabel moderasi pada penelitian ini dalam analisis pertumbuhan laba karena mencerminkan efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset untuk menghasilkan laba. Banyak penelitian sebelumnya telah mengkaji hubungan antara berbagai rasio keuangan dan kinerja perusahaan, khususnya pertumbuhan laba. Beberapa studi menunjukkan bahwa Current Ratio berfungsi sebagai indikator likuiditas yang penting, yang dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek dan, pada gilirannya, mempengaruhi pertumbuhan laba (Simbolon & Miftahuddin, 2021. Syawaluddin & Sujana, 2. Pada kondisi perusahaan yang berbeda akan menghasilkan temuan berbeda, seperti penelitian yang dilakukan oleh (Putri & Sitohang, 2. yang mengyatakan bahwa likuiditas berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba. Mengindikasikan bahwa penggunaan hutang yang tinggi dalam jangka pendek yang dimiliki oleh perusahaan, laba yang diperoleh digunakan untuk menanggung hutang sehingga berpengaruh menurunnya laba. Lain halnya dengan penelitian yang diungkapkan oleh (Anjayagni & Purbawati, 2020. Napitupulu, 2. mengatakan bahwa rasio likuiditas tidak selalu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan laba, menunjukkan kompleksitas dalam hubungan ini. Total Asset Turnover (TATO) juga telah menjadi fokus penelitian, di mana rasio ini mencerminkan efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan aset untuk menghasilkan Beberapa studi, terdapat perbedan hasil penelitian. TATO berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba (Christianty & Latuconsina, 2023. Risma et al. , 2. perusahaan property PT Agung Podomoro Land Tbk lebih efisien dalam menggunakan aset yang dimiliki untuk menghasilkan penjualan yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan laba. Penelitian berikutnya (Farmawati et al. , 2023. Putri & Sitohang, 2. , menunjukkan bahwa TATO memiliki pengaruh negatif terhadap pertumbuhan laba. Namun hasil riset yang lain (Anjayagni & Purbawati, 2020. Putri & Riduwan, 2. mengungkapkan bahwa TATO tidak mempengaruhi pertumbuhan penjualan yang mengindikasikan investor di sub sektor farmasi investor yang tidak melihat TATO untuk memproyeksikan harga saham Hal ini menunjukan kemampuan aset dalam menghasilkan penjualan belum tentu dapat meningkatkan laba karena ada sebagian laba tersebut digunakan untuk membayar hutang perusahaan. Return on Asset (ROA) sering dianggap sebagai salah satu indikator utama kinerja profitabilitas, dan banyak penelitian menunjukkan bahwa ROA berhubungan langsung dengan pertumbuhan laba. Penelitian oleh (Digdowiseiso & Santika, 2022. Septinia, 2. menunjukkan bahwa profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba, menegaskan pentingnya pengelolaan aset yang efisien. Pengaruh laba terhadap pertumbuhan cenderung positif dalam lingkungan yang kondusif untuk investasi dan pertumbuhan (Lee, 2. Pada perusahaan perbankan mampu menghasilkan keuntungan dari aset yang digunakan sehingga pertumbuhan laba Semakin tinggi ROA, maka semakin besar pula kinerja profitabilitas bank tersebut (Yulianingsih et al. , 2. AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 107 AuOptimalisasi Pertumbuhan Laba: Peran likuiditas dan profitabilitas AAy Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengintegrasikan tiga rasio keuanganAi Current Ratio. Total Asset Turnover, dan Return on AssetAidalam analisis sektor farmasi di Indonesia. Penelitian ini memberikan gambaran holistik tentang interaksi rasio-rasio tersebut terhadap pertumbuhan laba. Fokus pada periode 2019-2023 memungkinkan penangkapan dampak signifikan perubahan pasar, termasuk efek pandemi COVID-19, menjadikannya relevan secara teoritis dan praktis. Metodologi Pengembangan Model Signaling Theory Signaling theory sering dikaitkan dengan ketersediaan informasi. Informasi yang disajikan dapat berupa laporan keuangan yang digunakan oleh investor guna melakukan analisis fundamental perusahaan (Yahya. Affandi, et al. , 2. Teori sinyal mengemukakan bagaimana seharusnya sebuah perusahaan memberikan sinyal kepada pengguna laporan keuangan dan non keuangan. Pertumbuhan laba dapat digunakan manajemen sebagai sinyal untuk menunjukkan kepada pemegang saham atau para investor bahwa perusahaan tersebut lebih baik dari perusahaan lain karena lebih perpotensi dalam menghasilkan laba dari seluruh dampak dari aktivitas perusahaan (Yahya et al. , 2. Pertumbuhan laba adalah suatu kenaikan laba bersih yang dinyatakan dalam persentase yang dihasilkan oleh perusahaan dalam satu tahun sehingga dapat menggambarkan hasil kinerja keuangan perusahaan dalam mengelola harta yang dimiliki (Yahya & Hidayat, 2. Current Rasio terhadap pertumbuhan laba Rasio lancar menunjukkan seberapa besar utang jangka pendek jangka pendek yang dijamin dengan aset lancar sedangkan rasio utang terhadap ekuitas menunjukkan seberapa besar total ekuitas dibiayai oleh total utang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa current ratio berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba, sementara yang lain menemukan tidak ada pengaruh signifikan. Perusahaan dengan likuiditas yang baik dapat berinvestasi lebih banyak dalam operasi dan ekspansi, yang pada gilirannya dapat meningkatkan laba (Lim & Rokhim, 2. Rasio lancar yang tinggi akan mempengaruhi peningkatan laba, dan perusahaan dengan rasio lancar yang rendah, cenderung mengalami penurunan laba (Christianty & Latuconsina, 2. H1: Current Rasio berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba Total Asset Turnover terhadap pertumbuhan laba Rasio perputaran total aktiva memberikan informasi berapa kali perputaran total aktiva untuk menghasilkan penjualan dalam satu periode. Efisiensi penggunaan aktiva yang ditunjukkan dengan tingginya perputaran aktiva dapat menentukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba melalui penjualan. Apabila total assets turnover tinggi maka akan berpengaruh terhadap peningkatan laba. Hal ini akan menunjukkan bahwa semakin tinggi total assets turnover, maka tingkat perputaran aktiva lancar semakin cepat, dan laba bersih yang dihasilkan akan meningkat (Christianty & Latuconsina, 2. Perusahaan dengan TAT yang lebih tinggi cenderung memiliki 108 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuTaufik Hidayat. Eka Avianti Ayuningtyas. Adibah YahyaAy pertumbuhan laba yang lebih baik, karena efisiensi operasional yang lebih tinggi memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan margin laba yang berdampak pada nilai positif pertumbuhan laba (Farmawati et al. , 2. H1: Total Asset Turnover berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba Return on Asset sebagai moderasi current ratio terhadap pertumbuhan laba Kenaikan atau penurunan laba disebut pertumbuhan atau perubahan laba. Pertumbuhan atau perubahan laba memiliki hubungan yang erat dengan kinerja keuangan perusahaan. Laba merupakan parameter/indikator untuk melihat apakah kinerja keuangan perusahaan mengalami peningkatan atau penurunan (Hartini et al. Tingginya biaya oprasional, yang mengakibatkan rendahnya laba bersih dan pertumbuhan laba yang rendah (Liliana Rizkidayanti et al. , 2. Return on Assets (ROA) yang semakin besar menunjukkan bahwa semakin baik kinerja perusahaan, karena tingkat pengembalian investasi yang semakin besar (Heikal et al. , 2. Disisi lain Current Ratio memiliki pengaruh kuat atas peningkatan laba melalui ROA (Susilawati et al. , 2. Ketika nilai ROA tinggi, maka perusahaan yang memiliki CR yang baik akan lebih mampu menginvestasikan likuiditasnya untuk meningkatkan pendapatan, sehingga pertumbuhan laba akan lebih signifikan. Jika ROA rendah, pengaruh positif dari CR terhadap pertumbuhan laba mungkin tidak akan terlihat. H3: Current Ratio berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba Return on Asset sebagai moderasi total asset turnover terhadap pertumbuhan Rasio aktivitas yang digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumber daya yang berupa asset (TATO). Jika nilai rasio TATO rendah maka perusahaan tidak berjalan sesuai kapasitas investasi yang dimilikinya, sebaliknya ketika nilai rasio TATO tinggi berarti perusahaan berjalan secara efektif (Zaman et al. Perusahaan memiliki tingkat penjualan yang lebih rendah dibandingkan dengan aset operasi yang dimiliki oleh perusahaan, hal ini penurunan tingkat penjualan juga mempengaruhi tingkat keuntungan perusahaan. Sehingga membuat nilai ROA mengalami penurunan (Damayanti & Chaerudin, 2. ROA, yang menunjukkan seberapa baik perusahaan menghasilkan laba dari aset yang dimiliki, dapat mempengaruhi seberapa besar dampak TAT terhadap pertumbuhan laba. H4: Total Asset Turnover berpengaruh positif terhadap pertumbuhan laba TATO ROA Sumber: Pengembangan model, 2024 Gambar 1. Desain Penelitian AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 109 AuOptimalisasi Pertumbuhan Laba: Peran likuiditas dan profitabilitas AAy Tabel 1. Operasionalisasi Variabel Variabel Pertumbuhan Laba (PG) Pengukuran Pertumbuhan laba dihitung dengan cara laba bersih tahun ini dikurangi laba bersih tahun lalu, kemudian membaginya dengan laba bersih tahun lalu ycEycycuyceycnyc yc Oe ycEycycuyceycnyc . c Oe . ycEya = ycEycycuyceycnyc . c Oe . Current Ratio (CR) Membagi total aset lancar dengan utang lancar, artinya nilai aset adalah jumlah dari utang lancar ycNycuycycayco yaycycycyceycuyc yaycycyceycyc yaycI = ycNycuycycayco yaycycycyceycuyc yayceycayc Total Asset Turnover Rasio untuk mengetahui (TATO) penggunaan aktiva dalam menghasilkan penjualan ycIycaycoyceyc ycNyaycNycC = ycNycuycycayco yaycycyceycyc Return on Asset (ROA) Indikator profitabilitas yang dihitung dengan membagi laba bersih dengan total aset yaycaycycuycnycuyciyc ycayceycyceyc ycycaycu ycIycCya = ycNycuycycayco yaycycyceycyc Sumber: Rangkuman teori, 2024 Sumber (Nariswari & Nugraha, 2. (Hasanuddin et , 2. (Christianty & Latuconsina, (Yahya & Hidayat, 2. Pengumpulan Data Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Penelitian kuantitatif adalah sebuah masalah sosial berdasarkan pada pengujian sebuah teori yang terdiri dari variabel-variabel, diukur dengan angka, dan dianalisis dengan prosedur statistik untuk menentukan apakah generalisasi prediktif teori tersebut benar (Ali et al. , 2. Metode penelitian deskriptif kuantitatif adalah metode yang menjelaskan atau menganalisis suatu permasalahan dari suatu data berdasarkan perhitungan angkaangka dengan analisis statistik dari hasil penelitian (Millah & Suryana, 2. Metode ini dipergunakan untuk mengetahui dan mengkaji bagaimana tata kelola perusahaan berdampak pada nilai perusahaan dengan ukuran perusahaan sebagai variabel Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan data sekunder untuk perusahaan farmasi yangterdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2023 dengan menggunakan bantuan https://w. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh dikarenakan jumlah populasi sebanyak 11 perusahaan dijadikan sebagai sampel. Metode Analisis Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis data panel yang merupakan teknik untuk memodelkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel 110 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuTaufik Hidayat. Eka Avianti Ayuningtyas. Adibah YahyaAy terikat sebagai gabungan dari data cross section dan data time series (Yahya. Triwibowo, et al. , 2. dengan alat analisis menggunakan E-views 10. Persamaan regresi dapat dijelskan sebagai berikut: PG = a b1CR b2TATO b3 ROA b4CR*ROA b5TATO*ROA e . Penjelasan atas persamaan tersebut yaitu: PG (Pertumbuhan lab. oefisien variabe. CR (Current Rati. TATO (Total Asset Turnove. ROA (Return on Asse. Hasil Sampel penelitian rata-rata data bervariasi yang ditunjukkan oleh nilai standard deviasi lebih dari nilai mean. Pada hasil uji statistik deskriptif hanya TATO yang memiliki variasi data yang rendah disebabkan nilai standar deviasi kurang dai nilai mean. Hasil uji statistik deskriptif dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil uji statistik deskriptif Mean Median Maximum Std. Dev. Sumber: Olahan data e-views, 2024 TATO ROA Pengujian untuk asumsi klasik dilakukan menggunakan uji multikolinieritas, uji heteroskedastisitas, dan uji autokorelasi. Untuk uji normalitas dikarenakan data panel maka pengujian tersebut dapat diabaikan (Ismanto & Pebruary, 2. Adapun hasil uji sebagaimana tabel 3. Tabel 3. Hasil uji asumsi klasik Uji Muktikolinieritas Coefficient Uncentered Centered Syarat Variable Variance VIF VIF 507905 Nilai VIF < 10 TATO ROA Uji Obs*RProb. ChiNilai Prob Heteroskedastisitas squared 432459 Square. Obs*RSquared > Uji Autokorelasi Obs*RProb. Chi0. 259498 Square. Sumber: Olahan data e-views, 2024 Hasil pengujian pada Tabel 3 menunjukkan bahwa data sampel telah memenuhi ujia asumsi klasik, model tidak terdapat masalah multikolinearitas, bersifat homokedatisitas, serta tidak ada masalah autokorelasi. Tahapan selanjutnya dilakukan pengujian regresi data panel dengan tiga pendekatan alternatif metode pengolahannya yaitu metode Common Effect Model atau Pool Least Square (CEM), metode Fixed Effect (FEM),dan metode Random Effect (REM). Sedangkan untuk menguji model penelitian Uji Chow. Uji Hausman dan Uji Langrange AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 111 AuOptimalisasi Pertumbuhan Laba: Peran likuiditas dan profitabilitas AAy Multiplier. Tabel 4 merupakan hasil uji pemilihan model untuk menentukan alternatif regresi yang dapat dipilih. Tabel 4. Hasil uji pemilihan model Uji Chow Cross-section F Cross-section Chi-square Uji Langrange Cross-section Multiplier. One-sided Statistic Period One-sided . Both . Prob. Sumber: Olahan data e-views, 2024 Hasil uji pemilihan model pada Tabel 4, nilai probabilitas pada uji chow sebesar 0. > 0. 05, sehingga model pertama yang dipilih adalah CEM. Kemudian untuk pengujian selanjutnya dilakukan uji LM untuk membandingkan alternatif yang akan dipilih dengan REM. Pada hasil uji LM diketahui nilai probabilitas sebesar 0. 2571 yang berarti bahwa persamaan regresi yang terpilih adalah CEM. Tabel 5. Common Effect Model (CEM) Variable Coefficient TATO ROA CRROA TATOROA Sumber: Olahan data e-views, 2024 Std. Error t-Statistic Prob. Tabel 5 menjelaskan bahwa persamaan regresi data panel PG = 68. 58839CR Ae 6772TATO Ae 975. 3122ROA Ae 35. 06351CRROA 1351. 366TATOROA e Persamaan regresi data panel menjelaskan bahwa koefisien sebesar 68. berarti artinya, jika semua variabel independen bernilai nol, maka pertumbuhan laba (PG) diperkirakan sebesar 68. Koefisien 35. 58839 menunjukkan bahwa peningkatan satu unit dalam Current Ratio (CR) meningkatkan pertumbuhan laba (PG) 58839, mencerminkan hubungan positif. Sebaliknya, koefisien 260. 6772 menunjukkan bahwa peningkatan satu unit dalam Total Asset Turnover (TATO) menurunkan PG sebesar 260. 6772, menunjukkan hubungan negatif. Koefisien 975. 3122 menunjukkan bahwa peningkatan satu unit dalam Return on Asset (ROA) menurunkan PG sebesar 975. 3122, mengindikasikan pengaruh negatif ROA terhadap pertumbuhan laba. Hasil pengujian hipotesis penelitian dapat dijelaskan pada Tabel 6, dimana hipotesis dapat diterima jika nilai probablilitas kurang dari 0. Tabel 6. Estimasi Hipotesis Jenis CR Ie PG Langsung TATO Ie PG Langsung CR*ROA Ie PG Moderasi TATO*ROA Ie PG Moderasi Sumber: Olahan data e-views, 2024 Std error Prob Kesimpulan H1 ditolak H2 ditolak H3 ditolak H4 diterima 112 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuTaufik Hidayat. Eka Avianti Ayuningtyas. Adibah YahyaAy Tabel 7. Uji R square dan Uji F R-squared Adjusted R-squared Sumber: Olahan data e-views, 2024 F-statistic Prob(F-statisti. Tabel 7 menunjukkan hasil uji koefisien determinasi dan uji f, pada pengujian koefisien determinasi sebesar 0. 125938 menunjukkan bahwa setelah mempertimbangkan jumlah variabel, hanya sekitar 12. 59% dari variasi dalam pertumbuhan laba yang dapat dijelaskan oleh model. Ini menunjukkan bahwa model mungkin terlalu kompleks atau bahwa beberapa variabel independen tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap penjelasan variabel dependen. Nilai probabilitas pada uji F kurang dari 0. 05, dapat disimpulkan bahwa model secara keseluruhan signifikan, yang berarti setidaknya satu dari variabel independen memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan Pembahasan Current Rasio terhadap pertumbuhan laba Current rasio tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Temuan ini bertentangan dengan beberapa literatur yang menyatakan bahwa likuiditas yang baik, yang diukur melalui current rasio, seharusnya dapat mendukung pertumbuhan laba (Christianty & Latuconsina, 2023. Hasanuddin et al. , 2021. Lim & Rokhim, 2. Salah satu kemungkinan penjelasan untuk temuan ini adalah bahwa likuiditas yang tinggi tidak selalu diiringi dengan efisiensi operasional. Perusahaan mungkin memiliki banyak aset lancar, tetapi jika aset tersebut tidak dikelola dengan baik atau tidak digunakan secara produktif, maka pertumbuhan laba tidak akan terpengaruh. Selain itu, faktor eksternal seperti kondisi pasar, persaingan, dan strategi bisnis juga dapat mempengaruhi hubungan antara current ratio dan pertumbuhan laba. Dalam beberapa kasus, perusahaan mungkin menghadapi tantangan yang lebih besar dari faktor-faktor eksternal yang menghambat pertumbuhan laba, terlepas dari likuiditas yang baik. Hasil temuan sejalan dengan (Gustika & Irawati, 2023. Hartini et , 2023. Putranto & Eliyani, 2. yang memberikan pendapat yang sama dimana current rasio tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba. Penelitian ini membuka peluang bagi akademisi untuk mengeksplorasi variabel lain yang mungkin lebih relevan dalam menjelaskan pertumbuhan laba, serta mendorong perusahaan untuk merumuskan kebijakan yang seimbang antara likuiditas dan efisiensi penggunaan aset. Total Aset Turnover terhadap pertumbuhan laba Total asset turnover memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap pertumbuhan laba perusahaan. Total asset turnover adalah rasio yang mengukur seberapa efisien perusahaan dalam menggunakan asetnya untuk menghasilkan pendapatan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun perputaran aset tinggi, namun perusahaan mungkin tidak memanfaatkan asetnya secara optimal sehingga tidak tercapai pertumbuhan laba yang diinginkan. Hasil penelitian sejalan dengan (Gustika & Irawati, 2. , namun bertentangan dengan literatur terdahulu dimana perputaran aset yang tinggi justru AuUniversitas Pelita BangsaAy P a g e | 113 AuOptimalisasi Pertumbuhan Laba: Peran likuiditas dan profitabilitas AAy dapat meningkatkan pertumbuhan laba (Christianty & Latuconsina, 2023. Farmawati et , 2. Implikasi hasil riset melibatkan manajemen perusahaan dalam meninjau kebijakan terkait penggunaan aset agar tidak terlalu agresif dan tetap mempertimbangkan efisiensi biaya serta dampak terhadap laba. Struktur biaya yang tidak efisien juga dapat menjadi penyebab, di mana biaya operasional yang tinggi atau pengeluaran modal yang tidak efektif mengurangi laba meskipun total asset turnover Return on Asset sebagai moderasi current ratio terhadap pertumbuhan Return on asset tidak dapat memoderasi hubungan antara current ratio dan pertumbuhan laba. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun ROA sering dianggap sebagai indikator penting dari efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba, dalam konteks ini, return on asset tidak berfungsi sebagai variabel yang memperkuat atau memperlemah pengaruh current ratio terhadap pertumbuhan laba. Hal ini mengindikasikan bahwa return on asset lebih fokus pada profitabilitas saat ini dibandingkan pertumbuhan di masa depan. Ketika perusahaan memiliki ROA yang tinggi, namun jika tidak menginvestasikan dana dalam proyek baru atau inovasi, pertumbuhan laba di masa mendatang mungkin tidak meningkat. ROA tidak mampu memoderasi hubungan antara current ratio (CR) dan pertumbuhan laba karena keduanya mengukur aspek yang berbeda dari kinerja perusahaan. CR berfokus pada kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya . (Simbolon & Miftahuddin, 2. , sedangkan ROA menilai seberapa efisien perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan laba (Zaman et al. , 2. Implikasi atas penelitian ini mengarah kepada pengampu kepentingan dalam perusahaan membuat keputusan yang lebih baik dan lebih informatif dalam pengelolaan dan investasi tidak hanya memperhatikan likuiditas dan efisiensi aset dalam melihat pertumbuhan laba. Return on Asset sebagai moderasi total asset turnover terhadap pertumbuhan laba Return on asset dapat memperkuat pengaruh total asset turnover terhadap pertumbuhan laba. Return on asset yang lebih tinggi menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengubah perputaran asetnya menjadi profitabilitas yang lebih besar, yang berarti bahwa ketika total asset turnover meningkat, dampaknya terhadap pertumbuhan laba diperkuat ketika return on asset juga tinggi, yang mengarah pada manajemen aset yang lebih efisien dan peningkatan kinerja keuangan. Perusahaan dengan ROA yang tinggi cenderung lebih menarik bagi investor, yang memudahkan akses ke modal untuk investasi lebih lanjut (Damayanti & Chaerudin, 2021. Dana ini dapat dimanfaatkan untuk memperbesar kapasitas produksi atau mengembangkan inovasi, sehingga dapat meningkatkan TATO dan pertumbuhan laba. Dengan mengoptimalkan perputaran aset sambil memastikan bahwa keuntungan yang dihasilkan dari aset tersebut dimaksimalkan, perusahaan dapat menciptakan kerangka kerja yang kuat untuk pertumbuhan yang berkelanjutan (Christianty & Latuconsina. Penyelarasan strategis ini juga dapat menarik investor yang mencari perusahaan yang menunjukkan efisiensi operasional dan profitabilitas yang kuat, yang selanjutnya meningkatkan posisi pasar perusahaan dan potensi pertumbuhan di masa depan. 114 | P a g e Au E K O M A B I S : J u r n a l E k o n o m i M a n a j e m e n B i s n i s Ay AuTaufik Hidayat. Eka Avianti Ayuningtyas. Adibah YahyaAy Kesimpulan Current ratio tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan laba. Total asset turnover memiliki pengaruh negatif pada pertumbuhan laba. Selain itu. Return on Assets berperan sebagai moderator yang memperkuat hubungan antara total asset turnover dan pertumbuhan laba. Namun tidak dapat memediasi current ratio terhadap pertumbuhan laba. Perusahaan di sektor farmasi perlu fokus pada pengelolaan aset yang efisien dan strategi yang meningkatkan profitabilitas untuk mencapai pertumbuhan laba yang optimal. Temuan ini juga menunjukkan bahwa analisis kinerja keuangan harus mempertimbangkan interaksi antara berbagai rasio keuangan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan laba. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain seperti struktur modal, risiko bisnis, faktor makro ekonomi dan variabel lainnya yang mungkin berkontribusi pada perbedan hasil penelitian ini dan untuk memahami konteks di mana strategi pengelolaan aset dapat dioptimalkan. Daftar Pustaka