Pembentukan Habituasi Literasi Baca Tulis Siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah di SDN Inpres 1 Naru Sape Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 PEMBENTUKAN HABITUASI LITERASI BACA TULIS SISWA MELALUI GERAKANLITERAI SEKOLAH DI SDN INPRES 1 NARU SAPE Ida Waluyati1*. Nurhidayatika2. Istika Ahdiyanti3, dan Irfan4 1,2,3,4 Dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi. STKIP Bima Jalan Piere Tendean Kel. Mande Kec. Mpunda Bima NTB Telp. Fax . 42801 Email*: idawaluyati81@gmail. comEmail: inarosmini13@gmail. Email: ifanfagih@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembentukan habituasi literasi baca tulis siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN INPRES 1 NARU SAPE. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara mendalam dan observasi langsung. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan tehnik purposive sampling. informan yang di pilih adalah 4 orang siswa, kepala sekolah, penanggung jawab pelaksanaan literasi dan 2 orang guru. Uji validitas data menggunakan triangangulasi metode dan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan analisis Cresswell yang terdiri dari tahapan: menyiapkan data, mengeksplorasi data, mengkoding data, mendeskripsikan melalui narasi dan menginterpretasi data atau memaknai Hasil penelitian menunjukan bahwa pembentukan habituasi literasi baca tulis siswa melalui GLS dilakukan melalui tiga fase. Habituasi ialah bentuk pembiasaan yang dilakukan melalui pengalaman dan pengajaran. Kegiatan literasi melalui GLS sengaja dilakukan oleh pihak sekolah untuk membentuk siswa yang literat dengan harapan siswa mampu meraih prestasi yang akan memperkuat posisi SDN INPRES 1 NARU sebagai sekolah rujukan. Rangkaian proses pembentukan habituasi di mulai dengan pemahaman kognitif kemudian akan menyatu dengan gagasan pikiran sebelumnya dan di pelajari dalam waktu yang lama dan panjang hingga diekspresikan menjadi perilaku yang terpola. Pembentukan habituasi baca tulis siswa melalui GLS yaitu, fase pertama, dilakukan dengan memberi pemahaman pada siswa melalui pikirannya melalui sosialisasi dan dibenturkan dengan idealisme sekolah sebagai penggeraknya. Fase kedua, yaitu siswa diberikan latihan sebagai bentuk pembudayaan yaitu melalui . tahap pembiasaan yang terdiri dari kegiatan 15 menit membaca sebelum pembelajaran dan penciptaan lingkungan fisik yang literat yaitu pojok baca, taman baca serta perpustakaan sekolah, . tahap pengembangan melalui kegiatan talkshow atau seminar literasi , . tahap pembelajaran yaitu produk tulisan yang dihasilkan Fase ketiga, yaitu terpola, yaitu siswa memiliki bentuk kesadaran dalam hal literasi dan manfaatnya, sehingga kegiatan literasi yang dibiasakan di sekolah dilakukan siswa ketika berada diluar sekolah, seperti keaktifan siswa dalam berdiskusi bersama guru maupun teman baik didalam maupun luar pembelajaran dan mengikutsertakan tulisannya dalam ajang Kata Kunci: Gerakan Literasi Sekolah. Habituasi. Literasi Baca Tulis 65 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Pembentukan Habituasi Literasi Baca Tulis Siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah di SDN Inpres 1 Naru Sape Membaca dan menulis adalah hal PENDAHULUAN Gerakan Literasi Sekolah (GLS) baca tulis merupakan program pemerintah yang organisasi pembelajaran berbudaya literasi dan membentuk warga sekolah yang literat dalam baca tulis, numerasi, sains, digital (Kemendikbud, 2. Survey Program For International Student Assessment (PISA) pada tahun 2015 menunjukkan skor literasi membaca siswa Indonesia 397, skor Literasi Sains 386 dan skor Literasi Matematika 403 (OECD, Pencapaian menempatkan Indonesia berada di posisi ke64 dari 72 negara atau peringkat ke-6 Literasi baca tulis adalah dipahami sebagai melek aksara yang hanya sekedar dapat mengenal huruf angka serta bisa membaca dan menulis. Literasi baca tulis juga dapat dimaknai sebagai kemampuan dalam berkomunikasi di masyarakat. Literasi baca tulis adalah pengetahua dan kecakapan informasi untuk menganalisis, menanggapi yang paling awal dikenal dalam sejarah peradaban manusia. Gerakan literasi sudah sejak lama di budayakan di lingkungan Literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca dan menulis tetapi juga Menurut Direktorat SMP Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi (KemenristekdiktiRise. Literasi baca tulis disebut sebagai moyang dari segala jenis literasi karena memiliki sejarah cukup Literasi ini bahkan bisa dikatakan sebagai makna awal literasi meski kemudian dari waktu ke waktu, makna itu mengalami Tidak pengertian literasi baca tulis mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Sejarah peradaban umat manusia menunjukkan bahwa bangsa yang maju tidak kekayaan alam yang melimpah dan jumlah penduduk yang banyak. Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakatnya yang literat yang memiliki peradaban tinggi dan aktif Literasi dalam konteks ini bukan lagi sekedar urusan bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara melainkan juga yang lebih penting, bagaimana warga bangsa tersebut memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan berpartisispasi di lingkungan sosial. Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 66 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Pembentukan Habituasi Literasi Baca Tulis Siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah di SDN Inpres 1 Naru Sape dilaksanakan di SDN INPRES 1 NARU. menciptakan kesejahteraan dunia. Dengan Subjek penelitian yaitu siswa, guru, kepsek, kata lain, bangsa dengan budaya literasi tenaga perpustakaan dan orang tua, siswa tinggi berbanding lurus dengan kemampuan kelas 5 dan 6 dipilih sebagai responden mereka pernah menjalani program GLS persaingan global. dalam kondisi normal. Pengambilan data Sebagai bangsa yang besar. Indonesia dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan November 2021. Teknik pengumpulan literasi sebagai penguat kecakapan hidup Wawancara dilakukan dengan siswa, guru, terintegrasi mulai dari keluarga, sekolah, tenaga perpustakaan dan orang tua. sampai masyarakat. Teknik pengumpulan data dengan cara SDN INPRES 1 NARU SAPE sebagai salah satu sekolah yang terletak di Kecamatan Sape Kabupaten Bima. Sekolah ini menjadi rujukan bagi sekolah dasar lain informan yang di pilih adalah 4 yang ada di Kecamatan Sape. Oleh karena orang siswa, kepala sekolah, penanggung itu, sekolah ini mulai merintis gerakan jawab pelaksanaan literasi dan 2 orang guru. literasi sekolah tahun 2021 ini dengan Uji menerapkan berbagai kegiatan literasi sesuai Analisis data menggunakan analisis Cresswell Teknik Dilatarbelakangi oleh berbagai kendala yang melakukan gebrakan yang berkelanjutan mengkoding data, mendeskripsikan melalui membaca dan menulis sebagai literasi dasar. memaknai data. HASIL DAN PEMBAHASAN METODE PENELITIAN Penelitian Budaya Literasi dapat dekat dalam Penelitian kehidupan sehari-hari jika gerakan literasi nasional tidak hanya ada di sekolah dan keluarga, tetapi juga menyasar lingkungan 67 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Pembentukan Habituasi Literasi Baca Tulis Siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah di SDN Inpres 1 Naru Sape Budaya, . membaca dan menulis tidak bisa tumbuh pembiasaan yang terdiri dari kegiatan 15 secara tiba-tiba tetapi memerlukan upaya menit membaca sebelum pembelajaran dan yang serius dan terus menerus untuk penciptaan lingkungan fisik yang literat yaitu Dalam hal ini masyarakat pojok baca, taman baca serta perpustakaan merupakan unsur strategis yang perlu di sekolah, . tahap pengembangan melalui perhatikan, baik oleh pemerintah maupun kegiatan talkshow atau seminar literasi , . tahap pembelajaran yaitu produk tulisan bergerak dari, oleh dan untuk masyarakat yang dihasilkan siswa. Fase ketiga, yaitu sehingga tidak dibatasi ruang dan waktu. Literasi Gerakan literasi sekolah merupakan kesadaran dalam hal literasi dan manfaatnya, upaya untuk melibatkan semua pihak di sehingga kegiatan literasi yang dibiasakan di lingkungan sekolah, dari mulai kepada sekolah dilakukan siswa ketika berada diluar sekolah, jajaran komite, pengawas, guru, sekolah, seperti keaktifan siswa dalam siswa, orangtua dan masyarakat sekitar berdiskusi bersama guru maupun teman baik didalam maupun luar pembelajaran dan Pengembangan budaya literasi dilaksanakan mengikutsertakan tulisannya dalam ajang beriringan dengan penumbuhan karakter dan budi pekerti di ekosistem sekolah. Dengan Sasaran gerakan literasi baca tulis di adanya hal ini, diharapkan akan tumbuh sekolah di SDN INPRES 1 NARU, meliputi: budaya membaca dan menulis sebagai dasar Basis Kelas terciptanya proses pembelajaran sepanjang Pelatihan fasilitator literasi baca tulis bagi guru, kepala sekolah, tenaga Pembentukan habituasi baca tulis siswa melalui GLS di SDN INPRES 1 Pemanfaatan dan penerapan literasi NARU SAPE yaitu, fase pertama, dilakukan numerasi dalam kegiatan pembelajaran dengan memberi pemahaman pada siswa baik berbasis masalah maupun proyek. melalui pikirannya melalui sosialisasi dan Basis Budaya Sekolah sebagai penggeraknya. Fase kedua, yaitu Jumlah siswa diberikan latihan sebagai bentuk 68 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Pembentukan Habituasi Literasi Baca Tulis Siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah di SDN Inpres 1 Naru Sape Frekuensi peninjauan bahan bacaan bacaan dalam waktu tertentu agar Jumlah warga sekolah terbiasa membaca buku. Bagi yang berhasil akan diberikan berkaitan dengan literasi baca tulis penghargaan oleh pihak sekolah. Jumlah karya/tulisan yang dihasilkan Penguatan jumlah dari ragam sumber siswa dan guru belajar bermutu Terdapat komunitas baca tulis di Penyediaan SDN INPRES 1 Naru, yaitu: edukatif yang mengunakan teks Perluasan akses terhadap sumber belajar bermutu dan cakupan peserta belajar Pelatihan bagi kepala sekolah dan guru pembelajaran yang terintegrasi dengan literasi baca-tulis. Pelatihan bagi guru dan siswa untuk dapat melakukan berbagai kegiatan membaca yang mengembangkan mulai dari memilih buku yang sesuai dengan minat, menentukan waktu yang tepat dan menciptakan suasana membaca yang nyaman. Penguatan Kapasitas Fasilitator: Penggunaan alat peraga dan permainan Adapun strategi gerakan baca tulis di kesempatan dan memiliki lebih banyak literasi baca tulis dan sekolah Tantangan sehingga siswa dapat melihat berbagai Tingkat keterlibatan orang tua dan mendukung literasi baca tulis perpustakaan sekolah. Jenis bacaan Basis Masyarakat Jumlah warga sekolah. Kegiatan ini ditantang untuk menyelesaikan sejumlah bahan 69 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Pengembangan sarana penunjang yang membentuk ekosistem karya lierasi, misalnya dengan memasang tulisan peribahasa atau kalimat-kalimat positif dari tokoh terkenal di kalender sekolah Pengoptimalan perpustakaan sebagai wahana belajar yang komprehensif Perpustakaan merupakan akar dari budaya membaca dan menulis. Penyediaan sudut baca dikelas. Dengan waktu-waktu untuk membaca dikelas, misalnya ketika guru belum datang. Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Pembentukan Habituasi Literasi Baca Tulis Siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah di SDN Inpres 1 Naru Sape tersedianya bahan bacaan di kelas pun KESIMPULAN akan lebih memudahkan siswa untuk Sebagai salah satu diantara tiga roh atau poros utama kecakapan abad XX1. Adapun Literasi dasar perlu dibatinkan, dikhayatkan, buku-bukunya merupakan sumbangan di masyarakatkan dan di budayakan kepada dari siswa dikelas tersebut. seluruh individu, anggota masyarakat dan Penguatan Tata Kelola Indonesia Alokasi waktu dan dana untuk kegiatan menguasai dan memiliki kemampuan literasi yang mendukung literasi baca tulis 3 dasar yang baik. Penguasaan dan tingkat jam sehari bagi siswa yang belum bisa literasi dasar yang baik, memainkan peran yang bermakna dalam kehidupan bersama. Dalam proses pembelajaran, literasi baca tulis diaj beradaptasi dalam percaturan hidup bersama Pembentukan tim literasi sekolah yang pada tataran lokal, nasional, regional dan global sekaligus. Disinilah perlu di wujudkan pengawas, guru, dan wakil orang tua masyarakat literasi dan budaya literasi di berjalannya kegiatan-kegiatan literasi Indonesia. Gerakan literasi sekolah di SDN INPRES 1 NARU ini diharapkan dapat Penguatan peran komite sekolah untuk mewujudkan individu, anggota masyarakat komitmen didalam kegiatan literasi menguasai dan mempunyai tingkat literasi Pelibatan guru dalam memilih buku dasar dengan baik, sehingga mereka dapat yang layak untuk siswa, pendampingan menjadi penopang kemajuan masyarakat dan dari guru dalam memilih buku yang bangsa Indonesia di samping kemajuan tepat, baik dari segi bahasa, isi maupun cerita sesuai dengan kondisi psikologis Indonesia khususnya. Literasi baca tulis dan tingkat pemahaman siswa sehingga sangat fundamental dan strategis karena siswa merasakan kenikmatan dalam literasi ini tidak hanya mendasari makna keseluruhan jenis literasi yang ada sekarang, tetapi juga menjadi soko guru atau tiang 70 EduSociata: Jurnal Pendidikan Sosiologi Volume 4 Nomor 2 Desember 2021 Pembentukan Habituasi Literasi Baca Tulis Siswa melalui Gerakan Literasi Sekolah di SDN Inpres 1 Naru Sape jenis-jenis admin/MULTIMEDIA/HQ/CI/CI/pdf/ Paraguedeclrationpdf menjiwai macam-macam literasi lainnya sehingga literasi baca tulis sebagai penyana terwujudnya masyarakat baca tulis dan budaya baca tulis. Konsekuensinya, semua individu, anggota masyarakat dan warga Online ISSN: 2599-2511 Print ISSN : 2685-0524 Unesco,2006,Literaci,Initiatife For Empowerment,Paris= Unesco,https=//Unesdoc. Unesco,org/I mages/0014/001411/141177e,pdf. Unes bangsa Indonesia perlu menguasai literasi baca tulis dengan baik agar mereka menjadi penyangga dan penjaga keberadaan dan kemajuan masyarakat baca tulis dan budaya baca tulis. Oleh karena itu, dalam konteks ini, literasi baca tulis di SDN INPRES 1 NARU SAPE sudah mulai ditanamkan, dibiasakan dan dibudayakan diranah sekolah, keluarga dan masyarakat. DAFTAR PUSTAKA