Jurnal Kesehatan Amanah Volume. Nomor. Oktober 2025 e-ISSN : 2962-6366. p-ISSN : 2580-4189. Hal. DOI: https://doi. org/10. 57214/jka. Tersedia: https://ejournal. id/index. php/jka Korelasi Teknik Menyusui Ibu dalam Mengaktifkan Hormon Oksitosin terhadap Produksi Air Susu Ibu Meta Rosdiana1*. Desi Hariani2 Prodi Di Kebidanan. STIK Siti Khadijah Palembang. Indonesia Prodi S1 Kebidanan. STIK Siti Khadijah Palembang. Indonesia *Penulis Korespondensi: rosdiana. meta76@gmail. Abstract. Correct breastfeeding technique significantly influences milk production due to the influence of the hormone oxytocin. With the wrong breastfeeding technique, breast milk intake to the baby will not be effective because the baby cannot suckle strongly and slowly, which can hinder the process of breast milk production. Implementing proper breastfeeding technique can facilitate breastfeeding and provide comfort during breastfeeding, thus preventing problems such as soreness and back pain. Examining the correlation between breastfeeding techniques and hormone activation on milk production. This study employed a quantitative analytical design using primary data through a cross-sectional approach. The sample was drawn using accidental The sample size for this study was 30. The data analysis used the Pearson Product Moment correlation The results showed a correlation of 0. 512 > 0. The results of this study recommend that other researchers who intend to conduct research on the Correlation of Mother's Breastfeeding Techniques to Breast Milk Production. There is a relationship between the two variables which has a positive correlation direction. involve more samples and variables studied with different designs and use instruments that have standard validity and reliability values. Keywords: Breast Milk Exposure. Breastfeeding Techniques. Correlation. Oxytocin Hormone. Pearson Product Moment Abstrak. Teknik menyusui yang benar sangat mempengaruhi terhadap pengeluaran asi karena adanya pengaruh hormon oksitosan yang baik. Dengan teknik menyusui yang salah maka asupan ASI kepada bayi tidak efektif karena bayi tidak bisa menghisap kuat dengan perlahan yang dapat menghambat memproses produksi ASI. Dalam menerapkan teknik menyusui yang benar dapat membantu memudahkan pemberian ASI dan memberikan rasa nyaman pada saat proses menyusui sehingga mencegah terjadinya masalah saat menyusui, seperti pegal, dan nyeri Melihat korelasi teknik menyusui ibu dalam mengaktifasi hormon terhadap pengeluaran ASI. Penelitian ini menggunakan desain yang bersifat analitik kuantitatif dengan menggunakan data primer yang dilakukan melalui pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang diambil secara Accidental sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah berjumlah 30 orang sampel. Analisa data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson Product Moment. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan uji korelasi 0,512 > 0,361. Hasil penelitian ini merekomendasikan untuk para peneliti lain yang bermaksud mengadakan penelitian tentang Korelasi Teknik Menyusui Ibu terhadap Pengeluaran ASI. Ada hubungan kedua variabel tersebut memiliki arah korelasi positif. Agar melibatkan lebih banyak sampel dan variabel yang diteliti dengan desain yang berbeda serta menggunakan instrument yang telah memiliki nilai validitas dan reliabilitas baku. Kata Kunci: Hormon Oksitosin. Korelasi. Pearson Product Moment. Produksi Air Susu Ibu (ASI). Teknik Menyusui LATAR BELAKANG ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi, di dalam ASI terdapat multi manfaat, manfaat nutrisi, fisiologis dan psikologis bagi bayi. ASI mengandung banyak unsur atau zat yang memenuhi kebutuhan bayi dan ASI tidak dapat digantikan dengan susu buatan meskipun sudah ada kemajuan teknologi. ASI bermanfaat untuk pencapaian tumbuh kembang yang optimal, sehingga menghasilkan generasi sumber daya manusia yang berkualitas (Wahyuningsih, 2. Naskah Masuk: 20 Agustus 2025. Revisi: 01 September 2025. Diterima: 20 September 2025. Tersedia: 23 September 2025 Korelasi Teknik Menyusui Ibu dalam Mengaktifkan Hormon Oksitosin terhadap Produksi Air Susu Ibu Produksi ASI dipengaruhi oleh kontrol hormon laktasi yakni hormon prolaktin dan hormon prolaktin merupakan hormon yang berperan dalam produksi ASI mulai dari trimester akhir kehamilan sampai proses laktasi dimulai. Oksitosin merupakan hormon yang berperan dalam proses pengeluaran ASI di mana oksitosin akan merangsang terjadinya refleks let down. pengeluaran ASI dari alveoli menuju duktus lactiferus terjadi akibat refleks let-down atau disebut juga milk ejection reflex (MER) formula (Nurul Azizah, 2. Pelepasan oksitosin dipengaruhi oleh rangsangan hisapan bayi yang dapat menimbulkan ereksi puting susu sehingga membantu pengeluaran ASI melalui sinus laktiferus menuju poripori puting susu. Akibat stimulus hisapan bayi, hipothalamus akan mengirimkan sinyal ke hipofisis posterior sehingga hipofisis posterior melepaskan oksitosin. Stimulasi oksitosin menyebabkan sel-sel mioepitel di sekitar alveoli di dalam kelenjar payudara berkontraksi. Kontraksi sel-sel mioepitel menyebabkan ASI keluar melalui duktus laktiferus menuju sinus laktiferus, dan siap dikeluarkan saat bayi menghisap bayi formula (Nurul Azizah, 2. Untuk memberikan ASI yang efektif dari ibu ke bayi, diperlukan keterampilan atau teknik menyusui termasuk posisi bayi yang tepat dan perlekatan yang baik pada payudara. Ibu dapat menyusui bayinya pada posisi yang nyaman seperti duduk, berbaring atau bahkan berdiri. Jika bayi menyusu dengan benar dari payudara, dia akan mendapatkan ASI yang cukup. Teknik meyusui yang baik dan benar dengan volume ASI di pengaruhi oleh waktu awal menyusui, frekuensi menyusui, kelengkapan pengosongan payudara pada setiap menyusui, posisi dari bayi saat menyusui dan kemampuan bayi untuk menyusui efektif. Kecukupan ASI dapat diukur melalui respon bayi setelah disusui. (Razianti, 2. Teknik menyusui yang tepat merupakan metode pemberian ASI dengan memperhatikan posisi dan perlekatan antara ibu dan bayi secara benar. Pengetahuan mengenai langkah-langkah menyusui, termasuk latch yang benar, sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan proses Keefektifan hisapan bayi pada payudara juga menjadi faktor penting dalam memastikan pemberian ASI berlangsung optimal . ffective suckin. (Razianti, 2. KAJIAN TEORITIS Hasil penelitian dari (Kurniawati, 2. bahwa berdasarkan hasil uji chi-square menunjukkan nilai p sebesar 0,008 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti hipotesis nol (H. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara teknik menyusui dan produksi ASI pada ibu primipara. Berdasarkan penelitian dari (Solama, 2. , bahwa posisi menyusui yang kurang tepat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman selama proses menyusui. Kondisi ini juga menyebabkan Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN: 2962-6366. P-ISSN: 2580-4189. Hal. ibu lebih cepat merasa lelah. Selain itu, posisi yang salah membuat bayi tidak efektif dalam menyusu karena tidak berada pada keadaan yang nyaman. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik Non Random (Non Probabilit. Sampling secara Accidental sampling (Notoatmodjo, 2. Penelitian ini menggunakan sampel minimal yaitu 30 ibu post partum atau ibu dalam masa nifas dan menyusui di PMB Desi Hariani. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini menggunakan dua variabel, yang terdiri dari satu variabel bebas . eknik menyusu. dan satu variabel terikat . engeluaran ASI). Deskripsi data penelitian yang diperoleh dari masing-masing variabel. Deskripsi Hasil Pengukuran Teknik Menyusui Hasil perhitungan skor maksimum 2 dan skor minimun 1. Pengolahan hasil data mendapatkan nilai deskriptif pengukuran teknik menyusui pada ibu dengan skor rerata . median sebesar 1. mode sebesar 1. dan Standar Deviasi (SD) 0,407. Adapun hasilnya tertera dalam bentuk tabel di bawah ini. Tabel 1. Deskriptif Statistik Pengukuran Teknik Menyusui Teknik Menyusui Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Minimun Maximum Penelitian ini dilakukan pada 30 responden pada ibu yang sedang menyusui di PMB Desi Hariani Tahun 2025 dalam variabel teknik menyusui dalam mengaktifasi hormon oksitosin dibagi menjadi dua kategori benar . ika hasil skor 55% - 100%) dan salah . ika hasil skor < 55%), untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini: Tabel 2. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Teknik Menyusui pada Ibu di PMB Desi Hariani Kenten Laut Tahun 2025 Teknik Menyusui Benar Salah Jumlah Dari tabel 2. di atas dapat diteliti bahwa dari 30 responden yang mengalami kelancaran pengeluaran ASI ada 24 responden . %), sedangkan responden yang mengalami pengeluaran Korelasi Teknik Menyusui Ibu dalam Mengaktifkan Hormon Oksitosin terhadap Produksi Air Susu Ibu ASI yang tidak lancar sebanyak 6 responden . %). Dari keterangan tersebut pengukuran teknik menyusui pada ibu dalam mengaktifasi hormon dapat kita lihat pada diagram dibawah Teknik Menyusui Benar Salah Teknik Menyusui Gambar 1. Diagram Batang Pengukuran Teknik Menyusui Deskripsi Hasil Pengukuran Pengeluaran ASI Hasil perhitungan skor maksimum 2 dan skor minimun 1. Pengolahan hasil data mendapatkan nilai deskriptif pengukuran teknik menyusui pada ibu dengan skor rerata . median sebesar 1. mode sebesar 1. dan Standar Deviasi (SD) 0,407. Adapun hasilnya tertera dalam bentuk tabel 3. di bawah ini Tabel 3. Deskriptif Statistik Pengukuran Kelancaran Pengeluaran ASI Pengeluaran ASI Valid Missing Mean Median Mode Std. Deviation Minimun Maximum Penelitian ini dilakukan pada 30 responden pada ibu yang sedang menyusui di PMB Desi Hariani Tahun 2025 dalam variabel pengeluaran ASI dibagi menjadi dua kategori lancar . ika hasil skor Ou 69,97 ) dan tidak lancar . ika hasil skor < 69,. , untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 4. dibawah ini Tabel 4. Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Pengeluaran ASI pada Ibu Menyusui di PMB Desi Hariani Kenten Laut Tahun 2025 Pengeluaran ASI Lancar Tidak Lancar Jumlah Dari tabel 4. di atas dapat diteliti bahwa dari 30 responden yang mengalami kelancaran pengeluaran ASI ada 23 responden . ,7%), sedangkan responden yang mengalami Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN: 2962-6366. P-ISSN: 2580-4189. Hal. pengeluaran ASI yang tidak lancar sebanyak 7 responden . ,3%). Dari keterangan tersebut pengukuran pengeluaran ASI dapat kita ada diagram di bawah ini Pengeluaran ASI Lancar Tidak lancar Pengeluaran ASI Gambar 2. Diagram Batang Pengukuran Pengeluaran ASI Sebelum dilakukan analisis statistik, hasil data terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dan uji linieritas. Berikut merupakan hasil uji Normalitas dengan menggunakan analisis statistik yang tersaji pada tabel di bawah ini Tabel 5. Uji Normalitas antara Teknik menyusui dengan Pengeluaran ASI di PMB Desi Hariani Kenten Laut Tahun 2025 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Most Extreme Differences Normal Parametersa,b Std. Mean Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. Arti dari a yaitu test distribution is Normal, b adalah calculated from data, dan c adalah Lilliefors Significance Correction. Berdasarkan hasil uji normalitas diperoleh nilai Asymp. Sig pengolahan data menunjukkan > 0. maka dapat dikatakan penelitian ini memiliki nilai residual yang berdistribusi normal dengan perolehan nilai Asymp. Sig . Jadi, kesimpulannya data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal. Berikut merupakan hasil dari Uji Linearitas yang tersaji pada tabel di bawah ini Tabel 6. Uji Linearitas antara Teknik Menyusui dengan Pengeluaran ASI di PMB Desi Hariani Kenten Laut Tahun 2025 Pengeluaran Asi *Teknik Menyusui Between Groups (Combine. Linearity Deviation Linearity Sig. Korelasi Teknik Menyusui Ibu dalam Mengaktifkan Hormon Oksitosin terhadap Produksi Air Susu Ibu Nilai probabilitas (Sig. Deviation from Linearit. 670 > 0. Karena nilai probabilitas (Sig. Deviation from Linearit. lebih besar dari signifikan 0. 05 atau 5% maka dapat disimpulkan asumsi linearitas terpenuhi. Hasil Uji Hipotesis Dalam analisis regresi sederhana, hubungan antara variabel bersifat linear, dimana perubahan pada variabel X akan diikuti oleh perubahan variabel Y secara tetap. Tabel 7. Uji Regresi Sederhana Model 1 (Constan. Teknik Menyusui Understandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig Dependent Variable: Pengeluaran ASI Berdasarkan tabel 6. maka dapat ditentukan persamaan regresi sederhana penelitian ini sebagai berikut : YAo = 61. Hasil persamaan regresi sederhana di atas dapat diterjemahkan bahwa konstanta sebesar 625 yang berarti bahwa nilai konsistensi variabel partisipasi adalah sebesar 61. Koefisien regresi X sebesar 0. 770 menyatakan bahwa setiap penambahan 1% nilai pengeluaran ASI, maka nilai partisipasi bertambah sebesar 0. Koefesien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y adalah positif. Berikut merupakan hasil dari uji korelasi Pearson Product Moment, yang tersaji pada tabel di bawah ini Tabel 8. Hasil Uji Hipotesis Korelasi Variabel Nilai Korelasi Teknik menyusui dalam hormon dengan pengeluaran asi Nilai Sig. Nilai r Tabel . = 30, a 5%) Keterangan 0,361 Signifikan Dari data tabel 8. dihasilkan nilai signifikansi teknik menyusui dalam mengaktifasi hormon oksitosin terhadap pengeluaran ASI sebesar 0,004 < 0,05 sehingga dapat dikatakan terdapat hubungan antara teknik menyusui ibu dalam mengaktifasi hormon oksitosin terhadap Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN: 2962-6366. P-ISSN: 2580-4189. Hal. pengeluaran ASI. Diketahui juga nilai korelasi . earson correlatio. sebesar 0,512 > 0,361 nilai r tabel, sehingga dihasilkan adanya korelasi yang bersifat signifikan. Kesimpulannya bahwa nilai korelasi antara teknik menyusui dalam mengaktifasi hormon oksitosin . dapat dikatakan positif dan memiliki arah korelasi positif. Untuk itu, hipotesis penelitian dapat Pembahasan hasil penelitian ini menguraikan tentang hasil penelitian dengan konsep terkait dan hasil penelitian terdahulu. Hasil penelitian ini secara umum sudah menjawab pertanyaan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui korelasi antara teknik menyusui dalam mengaktifasi hormon terhadap pengeluaran ASI di PMB Desi Hariani Kenten Laut Tahun 2025, setelah dilakukan uji korelasi Pearson Product Momen diperoleh korelasi teknik menyusui ibu dalam mengaktifasi hormon oksitosin terhadap pengeluaran ASI di PMB Desi Hariani Kenten Laut tahun 2025. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson Product Momen didapatkan nilai korelasi . earson correlatio. sebesar Rhitung 0,512 > Rtabel 0,361, menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara teknik menyusui ibu dalam mengaktifasi hormon oksitosin terhadap pengeluaran ASI. Kesimpulannya bahwa nilai korelasi antara teknik menyusui dalam mengaktifasi hormon oksitosin terhadap pengeluaran ASI dapat dikatakan positif, artinya teknik menyusui ibu dalam mengaktifasi hormon oksitosin menunjukkan pada angka yang Semakin tinggi tingkat teknik menyusui yang benar dalam mengaktifasi hormon oksitosin maka akan semakin baik pula tingkat kelancaran pengeluaran ASI. Penelitian ini didukung oleh penelitian dari (Kurniawati, 2. yang berjudul Hubungan Teknik Menyusui dengan Produksi ASI pada Ibu Primipara, bahwa berdasarkan hasil uji chi-square didapatkan p-value yaitu 0,008 ( p < 0,. artinya Ho ditolak, maka disimpulkan ada hubungan antara teknik menyusui dengan produksi ASI pada ibu primipara. Penelitian ini juga didukung oleh penelitian dari (Suwardi, 2. yang berjudul Hubungan Teknik Menyusui dengan Kelancaran Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Dermawati Medan, bahwa berdasarkan hasil uji statistik chi-square diperoleh hasil p-value sebesar 0,002 < sig. , artinya ada hubungan yang signifikan antara teknik menyusui dengan kelancaran produksi ASI. Pemberian produksi ASI yang benar dimulai dari waktu dan teknik menyusui yang benar. Banyak sedikitnya ASI berhubung langsung denganASI secara Teknik meyusui yang baik dan benar dengan volume ASI di pengaruhi oleh waktu awal menyusui, frekuensi menyusui, kelengkapan pengosongan payudara pada setiap menyusui, posisi dari bayi saat menyusui dan kemampuan bayi untuk menyusui efektif. Teknik menyusui Korelasi Teknik Menyusui Ibu dalam Mengaktifkan Hormon Oksitosin terhadap Produksi Air Susu Ibu yang benar adalah cara memberikan ASI kepada bayi dengan perlekatan dan posisi ibu dan bayi dengan benar (Agustina, 2. Hormon oksitosin diproduksi oleh bagian belakang kelenjar hipofisis. Hormon tersebut dihasilkan bila ujung saraf disekitar payudara dirangsang oleh isapan. Oksitosin akan dialirkan melalui darah menuju ke payudara yang akan merangsang kontraksi otot di sekeliling alveoli . abrik ASI) dan memeras ASI keluar dari pabrik ke gudang ASI. Hanya ASI di dalam gudang ASI yang dapat dikeluarkan oleh bayi dan atau ibunya. Oksitosin dibentuk lebih cepat dibanding prolaktin. Keadaan ini menyebabkan ASI di payudara akan mengalir untuk dihisap. Oksitosin sudah mulai bekerja saat ibu berkeinginan menyusui . ebelum bayi menghisa. Jika refleks oksitosin tidak bekerja dengan baik, maka bayi mengalami kesulitan untuk mendapatkan ASI. Payudara seolah-olah telah berhenti memproduksi ASI, padahal payudara tetap menghasilkan ASI namun tidak mengalir keluar (Utama Roesli, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Pemberian ASI tidak terlepas dengan teknik atau posisi ibu dalam menyusui karena teknik dan posisi menyusui yang tepat dapat menstimulasi let down reflex, sehingga bayi bisa mendapatkan ASI dengan lancar dan mudah, sedangkan ibu tidak mengalami cedera pada Reflek Let Down atau pelepasan ASI berada di bawah kendali neuro-endokrin dengan adanya rangsangan sentuhan pada payudara . aitu bayi menghisa. akan merangsang produksi oksitosin yang menyebabkan kontraksi sel-sel mioepitel yang mendorong ASI keluar dari alveolus melalui duktus laktiferus menuju ke sinus laktiferus dimana ia akan disimpan. Pada saat bayi menghisap ASI di dalam sinus tertekan keluar ke mulut bayi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan Ada Korelasi yang signifikan antara teknik menyusui dalam mengaktifasi hormon oksitosin terhadap pengeluaran ASI hal tersebut dibuktikan dengan nilai signifikan 004 < 0,05. Kemudian didapatkan nilai korelasi sebesar 0,512 > 0,361, artinya ada hubungan kedua variabel tersebut memiliki arah korelasi positif. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penelitian dengan menambah variabel dan desain penelitian yang berbeda serta menggunakan instrument yang telah memiliki nilai validitas dan reliabilitas baku sehingga hasil penelitian dapat berkembang lebih signifikan. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025 E-ISSN: 2962-6366. P-ISSN: 2580-4189. Hal. DAFTAR REFERENSI Agustina. Tehnik menyusui yang benar. Jakarta: Kementerian Kesehatan Direktoral Jenderal Pelayanan Kesehatan. Apriyanti. Analisa hubungan tehnik menyusui dengan kejadian nipple trauma pada ibu menyusui di Desa Laboi Jaya wilayah kerja UPT Puskesmas Laboi Jaya. Jurnal NERS, 6. , 114Ae118. Banowati. Tehnik menyusui yang benar. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 147Ae153. Ghozali. Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gunarmi. Buku ajar asuhan kebidanan nifas dan menyusui. Yogyakarta: STIKES Guna Bangsa. Hasanalita. Buku ajar asuhan kebidanan pada masa nifas dan menyusui. Jakarta: Nuansa Fajar Cemerlang. Hidayat. Metode penelitian keperawatan dan teknis analisis data. Jakarta: Salemba Medika. Kurniawati. Hubungan tehnik menyusui dengan produksi ASI pada ibu primipara. Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida, 53Ae60. https://doi. org/10. 55500/jikr. Monika. Buku pintar menyusui. Jakarta Selatan: Noura Books. Notoadmodjo. Metode penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Notoatmodjo. Metode penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta. Nurul Azizah. Buku ajar asuhan masa nifas dan menyusui. Sidoarjo: Umsida Press. https://doi. org/10. 21070/2019/978-602-5914-78-2 Nurun Ayati Khasanah. Buku ajar nifas dan menyusui. Surakarta: Kekata Group. Puspitasari. Hubungan inisiasi menyusu dini dengan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu post partum di Puskesmas Patrang Kabupaten Jember. Jember: Universitas Jember. Razianti. Evidence based: Kupas tuntas ASI dan menyusui. Bandung: Media Sains Indonesia. Sari. Buku ajar asuhan nifas. Tasikmalaya: Perkumpulan Rumah Cemerlang Indonesia (PRCI). Sastrariah. Modul asuhan kebidanan nifas dan menyusui. Majene: STIKES Bina Bangsa Prodi Di Kebidanan Majene. Solama. Cara menyusui yang benar pada bayi berdasarkan pengetahuan dan sikap Babul Ilmi: Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 72Ae85. Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif. R&D. Bandung: Alfabeta. Suwardi. Hubungan teknik menyusui dengan kelancaran produksi ASI pada ibu menyusui di Dermawati Medan. Indonesian Trust Health Journal, 20Ae28. https://doi. org/10. 37104/ithj. Utama Roesli. Manajemen laktasi. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Korelasi Teknik Menyusui Ibu dalam Mengaktifkan Hormon Oksitosin terhadap Produksi Air Susu Ibu Wahyuningsih. Asuhan kebidanan nifas dan menyusui. Jakarta: PPSDMKemenkes RI. Jurnal Kesehatan Amanah Ae Volume 9. Nomor 2. Oktober 2025