Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 Ae 141-156 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. e-ISSN: 2622-6421 ISSN: 2088-9607 IJCCS. Vol. No. Julyx, pp. ISSN: 1978-1520 Pengaruh Kualitas Produk. Harga dan Promosi Terhadap Loyalitas Pelanggan Melalui Kepuasan Pelanggan Pada Konsumen Tabletop Board Game Cafe Jesica1. Valencia2. Fitria Halim3. Tya Wildana Hapsari Lubis4 Universitas Mikroskil. Jln. H Thamrin No 140. Medan, . 4573767 1,2. Fakultas Bisnis. Program Studi Manajemen. Universitas Mikroskil. Medan e-mail: 1212110822@Students. 212110171@Students. id,3fitria. halim@mikroskil. id,4tya. wildana@mikroskil. 1,2, Dikirim: 08-09-2025 | Diterima: 14-10-2025 | Diterbitkan: 31-10-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Produk. Harga dan Promosi terhadap Loyalitas Pelanggan dengan Kepuasan Pelanggan sebagai Variabel Intervening. Penelitian ini dilakukan pada pelanggan TableTop Board Game Cafe di kota Medan. Variabel dependen dengan Loyalitas Pelanggan (Y) dimediasi oleh variabel intervening (Z) dan variabel independen adalah Kualitas Produk (X. Harga (X. dan Promosi (X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuatitatif dengan teknik non Ae probability sampling terhadap 100 responden. Teknik pengolahan data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk, harga dan promosi tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Namun, ketiga variabel tersebut memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Kepuasan pelanggan terbukti memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Kata kunci: Kualitas_Produk. Harga. Promosi. Kepuasan_Pelanggan. Loyalitas_Pelanggan. Abstract This study aims to determine the effect of product quality, price, and promotion on customer loyalty with customer satisfaction as an intervening variable. This study was conducted on customers of TableTop Board Game Cafe in Medan. The dependent variable with customer loyalty (Y) is mediated by the intervening variable (Z) and the independent variables are product quality (X. , price (X. , and promotion (X. This study uses a quantitative approach with a non-probability sampling technique for 100 respondents. Data processing techniques are carried out with the help of SmartPLS 4. 0 software. The results of the study indicate that product quality, price, and promotion do not have a significant direct effect on customer loyalty. However, these three variables have a significant effect on customer Customer satisfaction is proven to have a significant direct effect on customer loyalty. Keywords: Product_Quality. Price. Promotion. Customer_Satisfaction. Customer_Loyalty. Jesica. Valencia. Fitria Halim. Tya Wildana Hapsari Lubis Received, 2012. Accepted July 10 , 2012 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. PENDAHULUAN Industri kuliner saat ini berkembang pesat di Indonesia, termasuk di Kota Medan sebagai salah satu pusat ekonomi di wilayah Sumatera Utara. Posisi ini mengindikasikan perkembangan sektor kuliner yang cukup signifikan di Sumatera Utara. Provinsi Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk tersebar di Indonesia, ini menciptakan pasar potensial yang signifikan bagi bisnis kuliner (BPS, 2. Dengan banyaknya tempat usaha kuliner yang hadir di Indonesia konsumen menjadi sangat mudah untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, oleh karena itu, para pelaku usaha kuliner perlu menciptakan loyalitas agar pelanggan tidak mudah berpindah ke pesaing. Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin mengutamakan pengalaman dalam mengonsumsi produk dan jasa telah memunculkan berbagai bentuk usaha kuliner tematik. Salah satunya adalah TableTop Board Game Cafe yang menggabungkan konsep permainan papan dan makanan dalam satu tempat. Inovasi ini menjadikan cafe tidak hanya sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial dan Namun, seiring meningkatnya kompetisi, mempertahankan loyalitas pelanggan menjadi tantangan strategis yang harus dihadapi oleh pelaku usaha. Loyalitas pelanggan menjadi kunci utama membangun kesetiaan pelanggan terhadap suatu produk maupun jasa yang di hasilkan oleh badan usaha tersebut yang membutuhkan waktu yang lama melalui suatu proses pembelian yang terjadi secara berulang-ulang (Mashuri, 2. Dalam konteks pemasaran, berbagai faktor seperti kualitas produk, harga, dan promosi diyakini mempengaruhi loyalitas pelanggan. Namun, tidak semua variabel tersebut secara langsung memengaruhi loyalitas. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan sering kali menjadi variabel perantara . yang memperkuat hubungan antara faktor-faktor pemasaran dengan loyalitas. Artinya, pelanggan yang merasa puas terhadap kualitas, harga, dan promosi suatu produk atau layanan, memiliki kecenderungan yang lebih tinggi untuk tetap setia terhadap merek atau penyedia layanan tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengkaji bagaimana kualitas produk, harga, dan promosi dapat membentuk loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan sebagai variabel Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, harga, dan promosi terhadap loyalitas pelanggan, dengan kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening, pada pelanggan TableTop Board Game Cafe di Kota Medan. Penelitian ini mencoba mengungkap apakah variabel-variabel tersebut berperan langsung dalam membentuk loyalitas pelanggan, atau justru harus melalui pengalaman kepuasan terlebih dahulu. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi baik secara teoritis maupun praktis. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya literatur tentang manajemen pemasaran, khususnya dalam konteks perilaku konsumen dan hubungan antar variabel kepuasan dan loyalitas pelanggan. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan strategis bagi pelaku usaha, khususnya pengelola cafe tematik, untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih efektif dalam membangun kepuasan dan loyalitas pelanggan secara berkelanjutan. TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS Pelanggan setia memiliki nilai seumur hidup yang lebih tinggi karena mereka terus melakukan pembelian dari perusahaan dalam jangka waktu yang lebih lama. Oleh karena itu, loyalitas memegang peranan penting. Loyalitas pelanggan adalah suatu komitmen kuat untuk melakukan pembelian ulang atau berlangganan kembali terhadap produk atau jasa terpilih secara konsisten pada masa mendatang, terlepas dari pengaruh situasional dan upaya pemasaran yang berpotensi memicu peralihan perilaku (Mujito et al, 2. Loyalitas pelanggan adalah intensi perilaku konsumen terhadap produk atau jasa. Perilaku tersebut berpotensi menghasilkan pembelian ulang pada masa mendatang atau perpanjangan kontrak jasa. Sebaliknya, perilaku ini juga mengindikasikan probabilitas konsumen untuk beralih ke penyedia layanan atau merek lain, serta probabilitas konsumen untuk memberikan informasi positif kepada pihak lain (Hidayati et al, 2. Konsep loyalitas pelanggan lebih menekankan pada tindakan di bandingkan sikap. Pelanggan yang loyal akan menunjukkan perilaku pembelian yang konsisten, yang Jesica. Valencia. Fitria Halim. Tya Wildana Hapsari Lubis No _pageAeend_page 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. dapat didefinisikan sebagai pembelian non-acak dan terkadang melibatkan beberapa pihak dalam proses pengambilan keputusan (Sholikah et al, 2. Kepuasan Pelanggan Pelanggan yang merasa puas cenderung menjadi pelanggan setia. Kepuasaan konsumen/pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang timbul setelah membandingkan kinerja . produk yang di persepsikan terhadap kinerja yang diharapkan (Iman & Indah Sari, 2. Kepuasaan pelanggan adalah tingkat perasaan seseorang yang dihasilkan dari perbandingan antara kinerja produk yang dirasakan dengan harapan mereka terhadap kinerja produk tersebut. Apabila harapan pelanggan tidak terpenuhi, pelanggan akan merasa tidak puas. Sebaliknya, apabila kinerja produk sesuai dengan harapan, pelanggan akan merasa puas (Wiharto, 2. Kepuasan pelanggan merupakan evaluasi pelanggan terhadap produk atau layanan berdasarkan sejauh mana produk atau layanan tersebut memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan (Sholikah et al, 2. Kualitas Produk Kualitas produk menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan bisnis. Kualitas produk adalah kemampuan suatu produk, baik barang maupun jasa, untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, baik yang diucapkan secara langsung maupun yang tersembunyi. Kemampuan ini mencakup daya tahan, keandalan, ketepatan, kemudahan penggunaan dan perbaikan, serta fitur-fitur tambahan yang memberikan nilai lebih (Budi dan Yasa, 2. Kualitas produk memegang peranan penting dalam pembentukan keputusan pembelian Terdapat hubungan kausalitas antara kualitas produk dan minat beli, di mana peningkatan kualitas produk berimplikasi pada peningkatan minat konsumen untuk melakukan pembelian (Harinie et al, 2. Kualitas produk merupakan salah satu faktor penting dalam proses pengambilan keputusan pembelian. Selain mempertimbangkan harga, kualitas produk juga menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, perusahaan atau restoran harus menjaga dan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan secara konsisten (Sholikah et al, 2. Harga Harga tetap menjadi faktor penting dalam mempengaruhi keputusan konsumen dan kepuasan pelanggan. (Yulihapsari et al, 2. menunjukkan bahwa persepsi harga yang adil memiliki hubungan positif dengan kepuasan dan loyalitas pelanggan di platform digital. Mereka menemukan bahwa pelanggan cenderung loyal jika merasa harga yang dibayar sebanding dengan manfaat yang diterima. Hasil ini mengindikasikan pentingnya menetapkan harga yang kompetitif dan berorientasi pada persepsi nilai pelanggan, bukan hanya struktur biaya internal perusahaan. Dalam konteks cafe seperti TableTop, penentuan harga harus mempertimbangkan komponen jasa tambahan seperti akses ke board game dan suasana tempat. Jika pelanggan merasa bahwa pengalaman tersebut bernilai lebih dari harga yang dibayarkan, maka kemungkinan besar mereka akan kembali dan menjadi pelanggan loyal. Promosi Promosi menjadi investasi penting bagi perusahaan untuk mencapai tujuan pemasaran dan bisnis mereka. Promosi merupakan aktivitas pemasaran atau penjualan yang memberikan sampel produk melalui layanan media cetak maupun elektronik. Promosi penjualan memanfaatkan layanan media untuk periklanan sehingga menjadi faktor pendukung berbagai Jesica. Valencia. Fitria Halim. Tya Wildana Hapsari Lubis Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. aktivitas promosi yang diupayakan melalui iklan dan penjualan (Saptadi et al, 2. Promosi adalah segala bentuk komunikasi persuasif yang dirancang untuk menginformasikan pelanggan tentang produk atau jasa dan untuk memengaruhi mereka agar membeli produk atau jasa tersebut, yang mencakup publisitas, penjualan perseorangan, dan periklanan (Khalik, 2. Promosi merupakan bentuk komunikasi pemasaran, yaitu aktivitas yang bertujuan menyebarkan informasi, mempengaruhi, dan/atau mengingatkan pasar sasaran tentang perusahaan dan produknya, agar pasar tersebut bersedia menerima, membeli, dan menjadi loyal terhadap produk yang ditawarkan (Olivia, 2. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang dilakukan penelitian deskritif dengan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Jenis penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang menekankan pada pengukuran objektif terhadap fenomena yang dikaji dengan menggunakan data dalam bentuk angka. Metode ini bersifat sistematis, terstruktur, dan menggunakan teknik analisis statistik untuk menguji hipotesis serta menarik kesimpulan yang dapat digeneralisasikan (Husaini, 2. Penelitian asosiatif adalah penelitian yang berkaitan dengan hubungan atau keterkaitan antara dua atau lebih variabel. Dalam penelitian, pendekatan asosiatif digunakan untuk menganalisis sejauh mana suatu variabel berhubungan dengan variabel lainnya, baik dalam bentuk hubungan pendekatan simetris maupun hubungan sebabakibat . (Sahir, 2. Simetris adalah hubungan antara dua variabel yang menunjukkan keterkaitan, yang bersifat sejajar atau sama. Dalam hubungan ini, kedua variabel dapat muncul bersamaan tanpa adanya pengaruh langsung satu sama lain. Kausal adalah hubungan yang bersifat sebab- akibat. Salah satu variabel . mempengaruhi variabel yang lain . (Widiyono et al, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, harga, dan promosi terhadap loyalitas pelanggan, dengan kepuasan sebagai variabel intervening pada konsumen TableTop Board Game Cafe di Kota Medan. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pelanggan, kemudian diubah ke dalam bentuk kuantitatif guna memudahkan pengolahan menggunakan program SmartPLS 4. Defenisi Operasional Variabel Defenisi Operasional variabel adalah panduan atau penjelasan tentang makna konkret dari setiap variabel penelitian yang dikaitkan dengan indikatornya, serta tingkat atau derajat signifikansi potensialnya (Hasbiah et al, 2. Variabel- variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tabel 1. Definisi Operasional Variabel Nama Variabel Loyalitas (Z) Definisi Variabel Kesetiaan pelanggan dalam menggunakan produk secara dilakukan oleh pelanggan Cafe TableTop Board Game. Indikator Kebiasaan mengonsumsi Rasa suka yang kuat pada Keyakinan terhadap Rekomendasi Repeat Purchase Retention Skala Pengukuran Jesica. Valencia. Fitria Halim. Tya Wildana Hapsari Lubis No _pageAeend_page 2622-6421 Kepuasan Pelanggan (Z) Kualitas Produk (X. Harga (X. Promosi (X. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Perasan dan perilaku pelanggan yang mengacu kualitas produk, harga dan promosi yang di tawarkan oleh Cafe TableTop Board Game ketika harapan dan ekspetasi terpenuhi. Kemampuan karakterisktik produk yang dijual oleh Cafe TableTop Board Game dalam Upaya Nilai yang di tetapkan atas suatu produk atau layanan yang di tawarkan kepada pelanggan Cafe TableTop Board Game. Upaya komunikasi yang Perusahaan kesadaran, menarik minat dan mendorong konsumen untuk membeli produk cafe TableTop Board Game Kesesuaian harapan Responsivitas Aksesibilitas Bersedia membayar Freshness Presentation Taste Innovative food Porsi Aroma Keterjangkauan harga Kesesuaian harga dengan kualitas produk Kesesuaian harga dengan manfaat Harga sesuai Respons terhadap kenaikan harga Pesan promosi Media promosi Frekuensi promosi Waktu promosi Penawaran khusus HASIL DAN PEMBAHASAN Kualitas Produk Kualitas produk merupakan variabel bebas (X. Berikut penyajian distribusi jawaban responden Tabel 2. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel X1 Name X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. X1. Mean Median Minimum Maximum Modus Jesica. Valencia. Fitria Halim. Tya Wildana Hapsari Lubis Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. X1. X1. Kualitas Produk Berdasarkan pernyataan hasil tabel deksriptif dari variabel kulitas produk (X. mendapatkan skor mean 3,5 dan nilai modus yaitu 4, yang artinya rata-rata responden menjawab setuju terhadap pernyataan yang berkaitan dengan indikator variabel kualitas produk. Harga Harga merupakan variabel bebas (X. Berikut penyajian distribusi jawaban responden kuesioner: Tabel 3. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel X2 Name X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Harga Mean Median Minimum Maximum Modus Berdasarkan pernyataan hasil tabel deksriptif dari variabel Harga (X. mendapatkan skor mean 3,48 dan nilai modus yaitu 4, yang artinya rata-rata responden menjawab setuju terhadap pernyataan yang berkaitan dengan indikator variabel kualitas produk. Promosi Promosi merupakan variabel bebas (X. Berikut penyajian distribusi jawaban responden kuesioner: Tabel 4. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel X3 Name X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. X3. Mean Median Minimum Maximum Modus Jesica. Valencia. Fitria Halim. Tya Wildana Hapsari Lubis No _pageAeend_page Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. X3. X3. X3. Promosi Berdasarkan pernyataan hasil tabel deksriptif dari variabel Promosi (X. mendapatkan skor mean 3,49 dan nilai modus yaitu 4, yang artinya rata-rata responden menjawab setuju terhadap pernyataan yang berkaitan dengan indikator variabel kualitas produk. Loyalitas Pelanggan Loyalitas pelanggan merupakan variabel bebas (Y) Berikut penyajian distribusi jawaban responden Tabel 5. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Y Name Loyalitas Pelanggan Mean Median Minimum Maximum Modus Berdasarkan pernyataan hasil tabel deksriptif dari variabel Loyalitas Pelanggan (Y) mendapatkan skor 49 dan nilai modus yaitu 4, yang artinya rata-rata responden menjawab setuju terhadap pernyataan yang berkaitan dengan indikator variabel kualitas produk. Kepuasan Pelanggan Kepuasan pelanggan merupakan variabel intervening (Z) Berikut penyajian distribusi jawaban responden kuesioner: Tabel 6. Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Z Name Mean Median Minimum Maximum Modus Jesica. Valencia. Fitria Halim. Tya Wildana Hapsari Lubis Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Kepuasan Pelanggan Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Berdasarkan pernyataan hasil tabel deksriptif dari variabel Kepuasan Pelanggan (Z) mendapatkan skor 49 dan nilai modus yaitu 4, yang artinya rata-rata responden menjawab setuju terhadap pernyataan yang berkaitan dengan indikator variabel kualitas produk. Hasil Analisis Model Pengkuruan (Outer Mode. Model pengukuran digunakan untuk menentukan spesifikasi hubungan antara variabel laten dengan indikatornya, yang mencakup uji validitas konvergen, validitas diskriminan, dan reliabilitas. Perhitungan dalam model pengukuran ini dilakukan dengan bantuan perangkat lunak software SmartPLS (Oktavia et al. , 2. Uji Validalitas Konvergen Uji validitas konvergen memakai refleksi indikator dengan melihat korelasi antara nilai item indikator dengan nilai konstruknya. Dalam konstruk yang bersifat reflektif, pengujian reliabilitas dapat menggunakan loading factor, dimana nilai loading factor yang memiliki nilai korelasi di atas 0,70 dianggap reliabel. Namun, dalam studi pengembangan skala, nilai loading factor 0,50 hingga 0,60 masih dapat diterima (Ghozali, 2. Oleh karena itu, penelitian ini dilanjutkan dengan mengambil semua pernyataan yang dapat mewakili indikator dari variabel kualitas produk (X. Harga (X. Promosi (X. Kepuasan Pelanggan (Z), dan loyalitas pelanggan (Y). Kesimpulannya adalah setiap indikator memenuhi kriteria reliabilitas indikator terhadap masing-masing konstruk. Selanjutnya, nilai validitas konvergen akan dianggap terpenuhi jika setiap variabel mempunyai nilai AVE (Average Variance Extracte. Uji Validalitas Diskriminan Pengukuran cross loading dapat dilihat melalui nilai dari setiap variabel harus lebih besar dari 0,7 dan lebih besar dari nilai variabel lainnya. Pada tabel ditunjukkan bahwa setiap variabel memenuhi kriteria dari cross loading. Berdasarkan hal tersebut, analisis outer model dapat dilanjutkan dengan melihat internal consistency reliability dari setiap konstruk. Uji Reliabilitas Penilaian reliabilitas dilakukan pada setiap konstruk. Pengujian dilakukan dengan melihat nilai dari cronbachAos alpha dan composite reliability. Dimana nilai cronbachAos alpha dan composite reliability harus > 0,7. Hasil algortima SmartPLS pada cronbachAos alpha dan composite reliability. Hasil Analisis Model Struktural (Inner Mode. R-Square Tabel 7. R-Square Variabel Kepuasan Pelanggan Loyalitas Pelanggan R-square R-square adjusted Nilai Adjudted R-square untuk variabel kepuasan pelanggan adalah sebesar 0,395. Hal ini menjelaskan bahwa kualitas produk memiliki pengaruh sebesar 39. 5% terhadap kepuasan pelanggan 5% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. untuk variabel Jesica. Valencia. Fitria Halim. Tya Wildana Hapsari Lubis No _pageAeend_page 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. loyalitas pelanggan adalah sebesar 0. Hal ini menjelaskan bahwa kualitas produk memiliki pengaruh sebesar 39. 1% terhadap loyalitas pelanggan sedangkan 60. 9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil Pengujian Hipotesis Tabel 8. Total Effect Pengaruh Langsung Original sample (O) Sample mean (M) X1 -> Y X1 -> Z X2 -> Y X2 -> Z X3 -> Y X3 -> Z Z -> Y Standard (STDEV) T statistics (O/STDEV) Hasil pengujian untuk variabel Kualitas Produk terhadap loyalitas pelanggan . = 0. 000 < 0. berarti variabel Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan. Harga terhadap Loyalitas pelanggan . = 0. 000 < 0. berarti Harga berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan. Promosi terhadap Loyalitas Pelanggan . = 0. 801 >0. berarti Promosi tidak berpengaruh terhadap Loyalitas Pelanggan. Kualitas Produk terhadap Kepuasaan Pelanggan . = 0. 000 < 0. berarti variabel Kualitas Produk berpengaruh signifikan terhadap Kepuasaan Pelanggan. Harga terhadap Kepuasaan Pelanggan . = 0. 385 > 0. berarti harga tidak berpengaruh terhadap Kepuasaan Pelanggan. Promosi terhadap Kepuasaan Pelanggan . = 0. 001 < 0. berarti Promosi berpengaruh signifikan terhadap Kepuasaan Pelanggan. Kepuasaan Pelanggan terhadap Loyalitas Pelanggan . = 000 < 0. Kepuasaan Pelanggan berpengaruh signifikan terhadap Loyalitas Pelanggan. Pembahasan Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Loyalitas Pelanggan Berdasarkan hasil uji hipotesis, kualitas produk memiliki t-statistics = 1,566 < 1,98 dan nilai signifikasi adalah 0,117 > 0,05 yang dapat disimpulkan hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap loyalitas pelanggan. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa hipotesis H0 di terima dan H1 ditolak. Meskipun path coefficient menunjukkan arah positif . , pengaruhnya tidak mencapai tingkat signifikansi yang dipersyaratkan. Hasil pengajian sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Yuyuk Liana et al. , 2. Berdasarkan hasil uji t, kualitas produk tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen, sehingga hipotesis kedua Hal ini menunjukkan bahwa ketika tersedia produk serupa dengan harga lebih murah, konsumen cenderung lebih mempertimbangkan faktor harga dibandingkan kualitas. Selain itu, jika konsumen mudah mengakses produk dengan fitur atau inovasi yang lebih unggul, kualitas produk bukan menjadi faktor utama dalam membentuk loyalitas. Pengaruh Harga terhadap Loyalitas Pelanggan Berdasarkan hasil uji hipotesis, harga memiliki nilai t-statistics = 3,487 > 1,98 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa Harga terbukti berpengaruh signifikan terhadap loyalitas Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa hipotesis H0 di tolak dan H2 di terima. Meskipun dengan path coefficient sebesar 0,306. Temuan ini mengindikasikan bahwa strategi penetapan harga yang tepat dapat meningkatkan loyalitas pelanggan sebesar 30,6%. Sejalan dengan hasil penelitian (Nurwulandari dan Maharani, 2. , bahwa harga mempunyai pengaruh terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan konsumen. Walaupun harga yang tidak sesuai dengan produknya membuat konsumen tetap loyal terhadap harga, artinya konsumen mendapatkan nilai yang lebih dari produk tersebut Jesica. Valencia. Fitria Halim. Tya Wildana Hapsari Lubis Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. sehingga konsumen tetap membelinya walaupun harganya mahal. Harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa apabila harga produk murah dan dapat dijangkau akan mempengaruhi konsumen melakukan pembelian berulang terhadap pengguna produk kosmetik Make Over di Kelurahan Pulogadung. Pada pernyataan tersebut akan menimbulkan efek terhadap loyalitas pelanggan, (Nopitasari & Sentosa, 2. Pengaruh Promosi terhadap Loyalitas Pelanggan Berdasarkan hasil uji hipotesis. Promosi memiliki nilai t-statistics 2,129 > 1,98 dan nilai signifikasi 0,033 < 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa promosi berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa hipotesis H0 di terima dan H3 ditolak. dengan path coefficient negatif (-0,. Temuan ini memberikan pemahaman mendalam penting bahwa promosi yang tidak tepat sasaran atau berlebihan dapat menurunkan loyalitas pelanggan sebesar 17,8%. Sejalan dengan hasil penelitian (Azizah, 2. , menyatakan bahwa hasil uji hipotesis diatas nilai signifikansi X1 (Promos. yaitu 0,001 < 0,005 dan T hitung sebesar 3,733 > T tabel yang sebesar 1,678, maka hipotesis nol H0 ditolak dan H1 diterima, yang berarti terdapat loyalitas pelanggan secara Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, variabel promosi memiliki hubungan yang kuat terhadap variabel loyalitas pelanggan yaitu sebesar 0,687, dengan koefisien determinasi sebesar 0,477. Hal tersebut dapat diartikan bahwa sebanyak 68,7% variabel promosi mempengaruhi variabel loyalitas pelanggan. Berdasarkan uji t, pengaruh dari promosi adalah sebesar t hitung . > t tabel . , yang menunjukan bahwa promosi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap loyalitas pelanggan (Rindo Olivia, 2. Pengaruh Kualitas Produk terhadap Kepuasan Pelanggan Berdasarkan hasil uji hipotesis, kualitas produk berbeda dengan pengaruhnya terhadap loyalitas, kualitas produk terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan . -statistics = 6,284 > 1,98. pvalue = 0,000 < 0,. dengan path coefficient sebesar 0,522. Temuan ini mengkonfirmasi teori bahwa kualitas produk merupakan hal penting dalam pembentukan kepuasan pelanggan. Hasil dari penelitian sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Muaddib Qomarsyah et al. , 2. menunjukkan bahwa, pengaruh langsung yang ditimbulkan oleh kualitas produk terhadap kepuasan nasabah menunjukkan pengaruh positif dan signifikan, hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Riswandhi Ismail dalam Jurnal Organisasi dan Manajemen dengan judul AuPengaruh Kualitas Layanan. Kualitas Produk, dan Kepuasan Nasabah Sebagai Prediktor Dalam Meningkatkan Loyalitas NasabahAy menyatakan bahwa kualitas produk mempengaruhi kepuasan nasabah secara positif dan signifikan. (Ismail, 2. Dalam konteks TableTop Board Game Cafe, kualitas produk yang mencakup kualitas makanan, minuman, koleksi board game, dan fasilitas fisik berperan krusial dalam menciptakan pengalaman positif yang berujung pada kepuasan. Besarnya pengaruh . ,2%) menunjukkan bahwa investasi dalam peningkatan kualitas produk akan memberikan return yang signifikan dalam bentuk peningkatan kepuasan pelanggan. Pengaruh Harga terhadap Kepuasan Pelanggan Berdasarkan hasil uji hipotesis, harga memiliki nilai Menariknya, meskipun harga berpengaruh langsung terhadap loyalitas, harga tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan . -statistics = 0,868 < 1,98. p-value = 0,385 > 0,. Path coefficient yang rendah . mengindikasikan pengaruh yang Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Wibowo, 2. harga secara parsial berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen pada Pengguna smartphone Xiaomi di Kota Magelang atau dengan kata lain H0 diterima dan H2 ditolak. Hasil penelitian ini dapat diartikan bahwa walaupun dengan harga yang sesuai dengan apa yang diharapkan kurang menjadikan daya tarik utama untuk merasa puas, hal ini dikarenakan konsumen lebih mementingkan keuntungan dari kualitas produk yang diberikan smartphone Xiaomi. Jesica. Valencia. Fitria Halim. Tya Wildana Hapsari Lubis No _pageAeend_page 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Pengaruh Promosi terhadap Kepuasan Pelanggan Berdasarkan hasil uji hipotesis, berbeda dengan pengaruhnya terhadap loyalitas, promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan . -statistics = 3,321 > 1,98. p-value = 0,001 < 0,. dengan path coefficient sebesar 0,303. Promosi yang tepat dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sebesar 30,3%. Hasil ini menunjukkan bahwa promosi yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan nilai persepsian dan menciptakan surprise and delight yang berkontribusi pada kepuasan. Dalam konteks cafe board game, promosi dapat berupa event khusus, tournament, atau program loyalty yang menambah value pengalaman pelanggan tanpa mengurangi eksklusivitas brand. Sejalan dengan hasil penelitian (Nurwulandari & Maharani, 2. bahwa promosi berpengaruh terhadap kepuasan konsumen Kedai Kopi Caffee 19 Cafe. Dengan memberikan diskon serta melakukan periklanan, berdampak pada kepuasan konsumen di Kedai Kopi Caffee 19 Cafe. Promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan pada konsumen Maybelline di Semarang. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, variabel promosi memiliki hubungan yang kuat terhadap variabel kepuasan pelanggan yaitu sebesar 0,738, dengan koefisien determinasi sebesar 0,545. Hal tersebut dapat diartikan bahwa sebanyak 54,5% variabel kepuasan konsumen dipengaruhi oleh variabel promosi. Berdasarkan uji t,pengaruh dari promosi adalah sebesar t hitung . > t tabel . , yang menunjukan bahwa promosi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, (Olivia, 2. Pengaruh Kepuasan Pelanggan terhadap Loyalitas Pelanggan Berdasarkan hasil uji hipotesis, hubungan antara kepuasan dan loyalitas pelanggan menunjukkan hasil yang sangat kuat . -statistics = 5,723 > 1,98. p-value = 0,000 < 0,. dengan path coefficient sebesar 0,514. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa kepuasan pelanggan merupakan predictor yang sangat kuat untuk loyalitas, dimana setiap peningkatan kepuasan akan meningkatkan loyalitas sebesar 51,4%. Hal ini di dukung oleh hasil pengujian (Yuyuk Liana et al. , 2. Kepuasan konsumen berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan. Pelanggan yang merasa puas cenderung lebih loyal terhadap Semakin tinggi tingkat kepuasan terhadap produk atau layanan, semakin besar kemungkinan konsumen untuk kembali melakukan pembelian. Kepuasan yang sesuai dengan harapan konsumen akan mendorong terbentuknya loyalitas. Dengan demikian, semakin tinggi kepuasan konsumen, maka semakin tinggi pula loyalitas yang terbentuk. Pengaruh Kualitas Produk terhadap Loyalitas melalui Kepuasan Berdasarkan hasil uji hipotesis, analisis mediasi menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui mediasi kepuasan pelanggan . -statistics = 4,089 > 1,98. p-value = 0,000 < 0,. dengan path coefficient sebesar 0,268. Temuan ini memberikan insight strategis bahwa meskipun kualitas produk tidak berpengaruh langsung terhadap loyalitas, tetapi dapat menciptakan loyalitas melalui peningkatan kepuasan terlebih dahulu. Menurut (Yuyuk Liana et al. , kualitas produk memiliki pengaruh positif terhadap loyalitas konsumen melalui kepuasan Semakin tinggi kualitas produk yang dirasakan konsumen, maka semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang dirasakan, yang pada akhirnya meningkatkan loyalitas terhadap merek atau perusahaan. Namun, variabel lain seperti citra merek, harga, dan pelayanan juga turut memengaruhi hubungan Oleh karena itu, faktor-faktor tersebut perlu diperhatikan sebagai variabel moderasi dalam kaitan antara kualitas produk, kepuasan, dan loyalitas konsumen. Pengaruh Harga terhadap Loyalitas melalui Kepuasan Berdasarkan hasil uji hipotesis, harga tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui mediasi kepuasan . -statistics = 0,799 < 1,98. p-value = 0,424 > 0,. Path coefficient yang rendah . mengkonfirmasi bahwa jalur mediasi ini tidak efektif. Menurut (Nopitasari & Sentosa, 2. , pada pengaruh harga loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan dinyatakan ditolak karena pada uji mediasi terdapat nilai t-statistics dan p-value tidak memenuhi standar nilai yang ditentukan. Hal ini menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan bukan satu-satunya variabel mediasi yang mempengaruhi Jesica. Valencia. Fitria Halim. Tya Wildana Hapsari Lubis Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. variabel harga terhadap loyalitas pelanggan. Ketetarikan konsumen dengan produk kosmetik Make Over akan melakukan pembelian secara langsung tanpa memikirkan kepuasan yang dirasakan. Promosi terhadap Loyalitas melalui Kepuasan Berdasarkan hasil uji hipotesis, promosi berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan melalui mediasi kepuasan . -statistics = 3,174 > 1,98. p-value = 0,002 < 0,. dengan path coefficient sebesar 0,156. Hasil ini menunjukkan bahwa strategi promosi yang tepat dapat meningkatkan loyalitas sebesar 15,6% melalui peningkatan kepuasan terlebih dahulu. Menurut (Rindo Olivia, 2. Berdasarkan hasil penelitian, nilai t hitung sebesar 6,63 lebih besar dari t tabel sebesar 1,660, yang menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan berperan sebagai variabel mediasi antara promosi dan loyalitas pelanggan. Dengan demikian, hipotesis kedelapan yang menyatakan adanya pengaruh positif promosi terhadap loyalitas melalui kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening dapat diterima. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Promosi berperan penting dalam memperkenalkan produk, membangun minat beli, dan pada akhirnya meningkatkan loyalitas pelanggan. KESIMPULAN Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas produk tidak berpengaruh langsung terhadap loyalitas pelanggan, namun memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap kepuasan pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa kualitas produk memainkan peran penting dalam membentuk kepuasan pelanggan. Sementara itu, harga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan, mengindikasikan bahwa pelanggan cenderung lebih memperhatikan nilai pengalaman dibandingkan sensitivitas terhadap harga. Di sisi lain, promosi memberikan dampak yang kontradiktif, yakni berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan tetapi justru berpengaruh negatif terhadap loyalitas pelanggan, ini menegaskan pentingnya strategi promosi yang tepat sasaran agar tidak hanya menarik minat sesaat, tetapi juga mampu membangun loyalitas jangka panjang. Kepuasan pelanggan terbukti menjadi faktor paling dominan dalam mempengaruhi loyalitas pelanggan, sekaligus berperan sebagai mediator yang signifikan antara kualitas produk dan loyalitas pelanggan. Bagi pengelola TableTop Cafe, hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar untuk evaluasi strategi bisnis, terutama dalam meningkatkan aspek-aspek yang mendukung kepuasan pelanggan. Rekomendasi selanjutnya adalah melakukan pelatihan karyawan secara berkala, meningkatkan kualitas fasilitas, dan mengembangkan promosi digital yang relevan dengan target pasar muda. KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup yang hanya berfokus pada variabel kualitas produk, harga, promosi, serta kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening terhadap loyalitas pelanggan di TableTop Board Game Cafe, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasi secara luas pada konteks usaha sejenis lainnya. Oleh karena itu, disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas objek penelitian, menambahkan variabel lain seperti citra merek, kepercayaan pelanggan, dan kualitas pelayanan, serta menggunakan metode penelitian yang lebih beragam agar hasil penelitian lebih komprehensif dan memberikan gambaran yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang memengaruhi loyalitas pelanggan. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti ingin mengucapkan terima kasih Kepada Ibu Dr. Fitria Halim. Si. selaku dosen pembimbing I yang bersedia memberikan waktu, kritikan, saran dan masukan yang telah memberikan bimbingan atau pengarahan yang sangat berharga sehingga ringkasan tugas akhir dapat terselesaikan. Jesica. Valencia. Fitria Halim. Tya Wildana Hapsari Lubis No _pageAeend_page 2622-6421 Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil (JWEM) Volume 15. No 02. Oktober 2025 DOI: https://doi. org/10. 55601/jwem. Ibu Tya Wildana Hapsari Lubis. Si. selaku dosen pembimbing II yang bersedia dalam memberikan waktu, kritikan, saran dan masukan yang telah memberikan bimbingan atau pengarahan yang sangat berharga sehingga ringkasan tugas akhir dapat terselesaikan dan Universitas Mikroskil yang sudah memberikan kesempatan untuk menuliskan ringkasan tugas akhir tersebut. DAFTAR PUSTAKA