PEMANFAATAN SAMPAH SAYURAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN PETANI DI KELOMPOK TANI AGRO SEGAR DESA CIHERANG KECAMATAN PACET KABUPATEN CIANJUR Oleh : Rosda Malia. ,M. Si * Mamun. P ** RINGKASAN Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatan pendapatan petani yaitu dengan memanfaatkan sampah sayuran. Selain mengurangi masalah-masalah yang disebabkan oleh sampah, petani juga akan merasakan keuntungan dari kegiatan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi dan pemanfaatan sampah sayuran, mengetahui biaya dan pendapatan usaha pemanfaatan sampah sayuran, mengetahui efisiensi biaya pupuk yang diperoleh dari pemanfaatan sampah sayuran dan mengetahui peningkatan pendapatan dari penjualan pupuk organik di Kelompok Tani Agro Segar Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif . escriptive researc. , dengan teknik pengambilan data menggunakan wawancara, observasi dan kajian pustaka. Responden yang terlibat sebanyak 30 orang yang diperoleh dengan metode sensus. Hasil penelitian diperoleh bahwa potensi sampah sayuran di kelompok tani Agro Segar sangat melimpah pada tahun 2011 mencapai 564. 593 kg. Hasil pengolahan sampah 593 kg/tahun diperoleh penerimaan sebesar Rp. 593 dan dikeluarkan biaya produksi mencapai Rp. Sehingga hasil perhitungan B/C rasio diperoleh sebesar Kata Kunci : sampah organik, biaya dan pendapatan. ABSTRACT One way that can be done in order to increase farmers income is by using vegetable wast. addition to reducing the problems coused by waste, farmers will also benefit from these activities. The purpose of this research is to know the potential and utilzation of vegetable waste, knowing the cost and income of vegetable waste utilization busines, knowing the efficiency of fertilizer cost from the use of waste vegetable and know the increase in revenue from the sale of organic fertilizer in Agro Segar Farmers Group. Kind of reserarch is descriptive research, with data retrieval techinques using interviews, observation and literature review. Respondents who are involved as many as 30 people who obtained the census method. The results obtaned that the potential for waste vegetable Agro Segar Farmer Groups very aboundent in the year 2011 reached 564. 593 kg. The results of processing as much as 564. 593 kg of waste/ year the total profits derived from the use of vegetable waste in Agro Segar Farmer Groups is Rp. and the procution cost reaches Rp. So that the calculated B/C rasio obtained for 2. * Dosen Faperta UNSUR ** Alumni Faperta UNSUR Pemanfaatan Sampah Sayuran Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani di Kelompok Tani Agro Segar Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Rosda Malia. SP. ,M. Si & R. MaAomun. PENDAHULUAN Sumber daya alam Kecamatan Pacet pengembangan berbagai jenis komoditi sayuran dataran tinggi yang bernilai komersial, juga ditunjung oleh kedekatan geografis terhadap sentrasentra konsumen di kota yaitu kawasan Bojabek (Bogor. Jakarta, dan Bekas. Oleh karena itu Kecamatan Pacet mempunyai keunggulan komparatif dan kompetitif sehingga terbuka peluang usaha sektor petanian yang bernuansa agribisnis. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam rangka peningkatan pendapatan petani yaitu Selain akan mengurangi masalah-masalah yang disebabkan oleh sampah, petani juga akan merasakan keuntungan dari kegiatan tersebut Bentuk pemanfaatan sampah yaitu dibuat menjadi kompos dan biogas. Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses pembusukan zat organik secara anaerob (Prihanto, 1. Menurut Adiningsih dan Soepartini . , secara umum yang banyak dijual dalam volume banyak adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran sapi, domba, ayam serta sampah organik dari Sumber bahan-bahan untuk pupuk organik tersebut secara ekonomi dapat dihitung sesuai dengan harga umum di pasaran. Selain teknologi, aspek ekonomi, tentu peran serta petani dalam pengelolaan sampah sayuran sangat dibutuhkan untuk peningkatan pendapatan petani. Pengelolaan sampah sudah dilakukan oleh Kelompok Tani Agro Segar Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 dimanfaatkan untuk kompos dan Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi dan pemanfaatan sampah sayuran, mengetahui biaya dan sampah sayuran, mengetahui efisiensi biaya pupuk yang diperoleh dari pemanfaatan sampah sayuran dan mengetahui peningkatan pendapatan dari penjualan pupuk organik di Kelompok Tani Agro Segar Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan mulai tanggal 1 Februari 2012 sampai dengan 1 Maret 2012 di Kelompok Tani Agro Segar Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Pengumpulan data penelitian yang berupa data primer dan data wawancara, observasi dan studi Responden penelitian yakni 30 orang anggota Kelompok Tani Agro Segar Desa Ciherang Kecamatan Pacet. Pengolahan data penelitian ini komputer dengan aplikasi Microsoft Office Excel dan yang lainnya yang bisa membantu dalam pengolahan data praktek ini. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif . escriptive researc. , yaitu jenis penelitian yang memberikan gambaran atau uraian atas suatu keadaan sejelas mungkin tanpa ada perlakuan terhadap obyek yang diteliti. Dengan ciri-ciri sebagai berikut : berhubungan dengan keadaan yang terjadi saat ini, menguraikan satu variabel saja atau beberapa variabel namun diuraikan satu persatu dan variabel yang diteliti tidak dimanipulasi atau tidak ada perlakuan . (Kountur, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Kelompok Tani Agro Segar Kelompok Tani Agro Segar berada di Desa Ciherang Kecamatan Pacet dengan alamat sekretariat kelompok di Jl. Raya Cipanas-Cianjur Km 5 Kampung Cigombong Desa Ciherang. Kelompok Tani Agro Segar dibentuk pada tanggal 16 Maret 2006 atas inisiatif para petani yang ada di Kampung Cigombong RT. 02 RW. Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini dianalisis dari segi : umur, pendidikan dan pengalaman usahatani responden. Responden dalam penelitian ini mempunyai umur terendah 21 tahun dan umur tertinggi adalah 60 Sebagian besar responden berada pada usia kerja produktif yaitu antara 25 tahun sampai dengan 55 Mayoritas responden . berpendidikan sekolah dasar (SD). Bila dianalisis dari pendidikan formal yang ditempuh responden, maka perlu ditambah lagi dengan berbagai pendidikan yang bersifat non formal pengetahuan dan keterampilan bidang pengelolaan dan pemanfaatan sampah. Dengan peningkatan pendidikan dan keterampilan tersebut, diharapkan responden lebih mudah menerima inovasi teknologi dan teknik-teknik dalam pengelolaan dan pemanfaatan Pengalaman khususnya dalam usahatani padi sawah, responden mempunyai pengalaman mulai dari 10 tahun sampai dengan 33 Potensi Kelompok Tani Agro Segar Menurut kamus lingkungan . sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga, bahan yang ditolak atau buangan, barang rusak atau cacat. Menurut Azwar . sampah adalah sebagian dari sesuatu yang tidak terpakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang, umumnya berasal dari kegiatan manusia dan bersifat padat. Sampah menumpuk tentu akan menjadi masalah, namun hal tersebut tidak terjadi pada anggota Kelompok Tani Agro Segar mengumpulkan sampah sayuran setiap harinya di tempat khusus yang dikenal bangunan milik Kelompok Tani Agro Segar yang dilengkapi mesin-mesin pengolah sampah sayuran . Gambar 1. Mesin Pengolah Sampah Sayuran Kelompok Tani Agro Segar Pemanfaatan Sampah Sayuran Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani di Kelompok Tani Agro Segar Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Rosda Malia. SP. ,M. Si & R. MaAomun. SP Potensi sampah sayuran di Kelompok Tani Agro Segar dapat dilihat pada Gambar 2 di bawah ini. Gambar 2. Potensi Sampah Sayuran Di Kelompok Tani Agro Segar Tahun 2011 Sumber : Buku Produksi Sampah Kelompok Tani Agro Segar, 2011 Gambar 2 di atas dapat dijelaskan bahwa potensi sampah sayuran di Kelompok Tani Agro Segar selama tahun 2011 mencapai 564. kg, dengan rata-rata potensi sampah perbulan mencapai 47. 049 kg. Potensi sampah tersebut secara umum diperoleh dari luas kebun yang dijadikan usaha tani oleh anggota Kelompok Tani Agro Segar, dimana jumlah total dari 30 orang anggota mencapai 10,78 ha dengan rata-rata per anggota mempunyai luas kebun usaha tani mencapai 0,36 ha. Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 Pemanfaatan sampah sayuran di Kelompok Tani Agro Segar Sampah menjadi kompos dan pupuk bokhasi. Kompos adalah bahan organik yang telak lapuk, seperti daun-daunan, jerami, alang-alang, rumput-rumputan, dadak padi, batang jagung dan lain-lain (Murbandono, 1. Sementara pupuk bokhasi adalah pupuk organik cair ( gambar 3 ). Potensi dimanfaatkan untuk kompos mencapai 86,96% 13,04% dimanfaatkan untuk pupuk bokhasi. Hal ini karena alat atau mesin pengolah sampah untuk pembuatan pupuk bokhasi belum ada, selain itu mayoritas permintaan kepada Kelompok Tani Agro Segar berupa kompos. Gambar 3. Hasil Pembuatan Pupuk Bokhasi yang Sudah Dikemas Analisis Biaya Usaha Pemanfaatan Sampah Sayuran Analisis mengenai biaya usaha pemanfaatan sampah sayuran di Kelompok Tani Agro Segar Tahun 2011 dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah ini Tabel 1. Biaya Usaha Pemanfaatan Sampah Sayuran di Kelompok Tani Agro Segar Bulan Biaya Kompos Biaya Bokhasi Total Biaya Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jumlah Total Sumber: Buku Produksi Sampah Kelompok Tani Agro Segar, 2011 Dari Tabel persentase biaya pembuatan pupuk kompos mencapai 86,96% dari total biaya pemanfaatan sampah sayuran di Kelompok Tani Agro Segar Pemanfaatan Sampah Sayuran Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani di Kelompok Tani Agro Segar Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Rosda Malia. SP. ,M. Si & R. MaAomun. SP Tabel 2. Rincian Biaya Pemanfaatan Sampah Sayuran untuk Pembuatan Kompos di Kelompok Tani Agro Segar Tahun 2011. Biaya (R. Bulan Kantong dan Pengomposan Pengemasan Angkut Karung Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jumlah Total Rata-rata Biaya Persentase Biaya (%) 28,31 29,75 17,52 24,42 Sumber: Buku Produksi Sampah Kelompok Tani Agro Segar, 2011 Tabel 2. di atas menjelaskan bahwa total biaya pembuatan pupuk kompos selama tahun 2011 untuk pembelian kantong dan karung mencapai Rp. 740, biaya Rp. 400, biaya pengemasan mencapai Rp. 240 dan biaya angkut yang dibebankan baik untuk tenaga kerja maupun sarana angkut seperti kendaraan pengangkut hasil kompos mencapai Rp. Tabel 3. Rincian Biaya Pemanfaatan Sampah Sayuran untuk Pembuatan Bokhasi di Kelompok Tani Agro Segar Tahun 2011. Biaya (R. Bulan Total Biaya Tenaga Kerja Bakteri EM4 Kemasan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 Desember Total Persentase 39,36 25,43 Sumber: Buku Produksi Sampah Kelompok Tani Agro Segar, 2011 35,21 Tabel 3. di atas terlihat bahwa pada pembuatan pupuk bokhasi, biaya terbesar dialokasikan untuk tenaga kerja. Analisis Pendapatan Usaha Pemanfaatan Sampah Sayuran Menurut Hadisapoetro dalam Ken Suratiyah . penerimaan adalah seluruh pendapatan kotor yang diperoleh dari suatu Bulan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember Desember Jumlah Penerimaan dari penjualan kompos dan bokhasi terdapat pada tabel 4. Tabel 4. Penerimaan dari Penjualan Pupuk Organik Tahun 2011 Penjualan Kompos (R. Penjualan Pupuk Bokhasi (R. Jumlah (R. Karena penerimaan sebesar Rp. 593 dan biaya produksi Rp. diperoleh pendapatan sebesar Rp Sehingga perhitungan B/C rasio diperoleh sebesar 2, ini berarti bahwa usaha pemanfaatan sampah sayuran di Kelompok Tani Agro Segar tersebut sangat menguntungkan. Penerimaan dari penjualan Rp. 820/tahun, penerimaan dari pupuk bokhasi hanya mencapai Rp. Efisiensi biaya pupuk yang diperoleh dari pemanfaatan sampah sayuran di Kelompok Tani Agro Segar Pemanfaatan sampah sayuran di Kelompok Tani Agro Segar selain dibuatkan kompos untuk dijual dan dipakai sendiri oleh anggota kelompok Adapun persentase pemanfaatan pupuk organik kompos yang dijual Pemanfaatan Sampah Sayuran Untuk Meningkatkan Pendapatan Petani di Kelompok Tani Agro Segar Desa Ciherang Kecamatan Pacet Kabupaten Cianjur. Rosda Malia. SP. ,M. Si & R. MaAomun. SP mencapai 67% dan sisanya 33% dipakai sendiri. Perhitungan mengenai efisiensi biaya pupuk antara sebelum dan sesudah pemanfaatan sampah sayuran di Kelompok Tani Agro Segar hasil observasi dan wawancara secara Mayoritas memanfaatkan lahan perkebunannya secara tumpangsari atau istilah petani di Desa Ciherang AuGendong RewokAy Tabel 5. Uraian yaitu dalam satu bedeng ditanami ratarata 2-3 jenis tanaman seperti wortel dengan bawang daun, bawang daun dengan caisin dan seledri. 20 orang dari 30 responden . %) bertanam wortel, sehingga peneliti hanya menganalisis biaya pupuk sebelum dan sesudah pemanfaatan sampah sayuran pada sayuran wortel. Hasilnya dapat dilihat pada Tabel 5. Efisiensi Biaya Usahatani Wortel Setelah Menggunakan Pupuk Organik Sebelum Pemanfaatan Sesudah Pemanfaatan Volume Kg/ha Biaya Sewa Lahan Biaya (R. 1 ha/musim Volume Kg/ha Biaya (R. 1 ha/musim Biaya Tenaga Kerja Biaya Benih Biaya Pupuk Urea SP 36 KCl Pupuk Kompos Jumlah Biaya Pupuk Efisiensi Biaya Pupuk Jumlah Biaya (C) Jumlah Produksi Harga per-Kg Penerimaan (R) Pendapatan (B) Efisiensi Usaha (B/C) Sumber: Hasil Olah Data, 2012 1,24 1,87 Tabel 5. di atas terlihat sebelum memakai pupuk organik, biaya pupuk menanam wortel di lahan 1 ha mencapai Rp. 000 dan sesudah memakai pupuk organik, petani hanya mengeluarkan biaya pupuk sebesar Rp. Jumlah sebelum pemanfaatan sampah sayuran 000 kg, sedangkan setelah Journal of Agroscience. Vol. 4 Th. 5 Juli - Desember 2012 adanya pemanfaatan sampah mencapai Karena harga wortel pada saat penelitian mencapai Rp. 800/kg maka terdapat peningkatan penerimaan sebesar Rp. Setelah memanfaatkan pupuk sampah sayuran buatan sendiri, akan diperoleh peningkatan pendapatan sebesar Rp 1. Artinya membantu petani meminimalkan biaya pupuk dan meningkatkan produksi Hasil penelitian tersebut sama dengan hasil penelitian Sudaryanto . dan Suryono . yang menunjukan bahwa pemanfaatan pupuk organik dari sampah sayuran dapat meningkatkan produksi. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Potensi sampah sayuran di Kelompok Tani Agro Segar sangat melimpah pada tahun 2011 mencapai 564. 593 kg. Pemanfaatan sampah sayuran di Kelompok Tani Agro Segar dimanfaatkan untuk pupuk kompos dan pupuk bokhasi, yang hasilnya dipakai dikebun sendiri dan dijual ke PT. Greenland Agro Persada. Hasil pengolahan sampah 593 kg/tahun diperoleh penerimaan sebesar Rp. 593 dan biaya Rp. diperoleh pendapatan sebesar Hasil B/C diperoleh nilai sebesar 2. Artinya usaha pemanfaatan Penerimaan dari penjualan pupuk kompos mencapai Rp. 820/tahun, sedangkan penerimaan dari mencapai Rp. Sesudah memakai pupuk organic buatan sendiri, petani anggota kelompok tani Agro Segar hanya mengeluarkan biaya pupuk sebesar Rp. Selain pemanfaatan pupuk organik dari sampah sayuran dapat 000 kg sehingga penerimaan meningkat sebesar Rp. Saran Pemanfaatan sampah sangat menambah penghasilan. Hal ini perlu terus ditingkatkan, pembinaan yang lebih baik dari intansi-intansi terkait. Perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan sampah khususnya sampah Potensi pengolahan sampah sayuran untuk dibuat pupuk organic perlu dikembangkan dan diterapkan, terutama di kelompok Ae kelompok tani DAFTAR PUSTAKA