Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 59-67 | 59 Pekanbaru Indoor Recreation Centre Sunarto1. Hendri Silva2. Sudarmin3 1,2,3 Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Lancang Kuning Pekanbaru Jl. Yos Sudarso km. 8 Rumbai. Pekanbaru. Telp. Email: sunarto0694@gmail. com,hsilva@unilak. id, sudarmin@unilak. ABSTRAK Rekreasi adalah kegiatan yang dilakukan untuk penyegaran kembali jasmani dan rohani seseorang. Secara keseluruhan, rekreasi diartikan bahwa aktifitas yang dilakukan dapat memberikan kepuasan dan kegembiraan yang ditujukan bagi kepuasan jasmani dan rohani manusia. Berdasarkan sifat ruang, rekreasi dapat digolongkan menjadi rekreasi Indoor. Rekreasi Indoor yaitu suatu kegiatan rekreasi yang dilakukan dalam suatu wadah rekreasi, yang dalam wadah tersebut banyak mencakup fasilitas rekreasi dengan menggunakan atap dan dinding sehingga berwujud berupa bangunan. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur, studi empiris, dan studi lapangan. Kemudian di lakukan analisis terhadap beberapa aspek yang meliputi, aspek manusia, aspek lingkungan, dan aspek bangunan. Dari hasil analisis ditemukan program besaran ruang dan konsep perancangan dengan pendekatan prinsip-prinsip perancangan arsitektur modern. Kata Kunci : Rekreasi. Indoor ABSTRACT Recreation is an activity undertaken for a person's physical and spiritual refreshment. Overall, recreation means that the activities undertaken can provide satisfaction and excitement aimed at the physical and spiritual satisfaction of man. Based on the nature of the space, recreation can be classified into Indoor recreation. Indoor Recreation is a recreational activity conducted in a recreational container in which the container includes many recreational facilities using the roof and walls so that the form of buildings. The research method used is literature study, empirical study, and field study. Then do an analysis on several aspects that include, human aspects, aspects of the environment, and aspects of the building. From the results of the analysis found space program and the concept of design with approaches to the principles of designing modern architecture. Keywords: Indoor. Recreation PENDAHULUAN Setiap daerah mempunyai daya tarik yang khas untuk memotivasi wisatawan agar berkunjung. Salah satu destinasi pariwisata di Indonesia adalah Kota Pekanbaru sebagai ibu kota dari Provinsi Riau. Visi Kota Pekanbaru yaitu "Terwujudnya Kota Pekanbaru Sebagai Pusat Perdagangan Dan Jasa. Pendidikan serta Pusat Kebudayaan Melayu. Menuju Masyarakat Sejahtera yang Berlandaskan Iman dan Taqwa di Asia Tenggara Tahun 2020Ay. Secara geografis. Kota Pekanbaru memiliki posisi strategis, berada pada jalur lintas timur Sumatera. Kota ini terhubung dengan beberapa kota seperti kota Medan. Padang dan Jambi. Pekanbaru berada di tepi sungai Siak dengan ketinggian berkisar 5 - 50 meter di atas permukaan laut. Beriklim tropis, dengan suhu udara maksimum berkisar antara 34,1A C hingga 35,6A C, dan suhu minimum antara 20,2 AC hingga 23,0 AC. Sunarto. Pekanbaru Indoor Recreation Centre Rekreasi dapat digolongkan menjadi dalam beberapa bagian ditinjau dari sudut yang berbeda, akan tetapi pada prinsipnya rekreasi selalu dilakukan oleh manusia sebagai salah satu usaha untuk penyegaran fisik dan mental yang dapat dilakukan pada tempat-tempat menyenangkan. Saat ini banyak orang dengan santai menghabiskan waktunya untuk beristirahat sehabis beraktifitas, jalan-jalan di taman, kepusat-pusat perbelanjaan dan ke tempat-tempat hiburan yang sifatnya menyenangkan guna melepaskan ketegangan fisik dan mental atau menghilangkan kejenuhan. Rekreasi tidak selalu dilakukan pada tempat-tempat yang alamiah atau dialam terbuka, tetapi bisa dilakukan pada tempattempat yang dianggap menyenangkan baik didalam ruangan maupun diluar ruangan. Jadi rekreasi sudah merupakan kebutuhan bagi manusia setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 59-67 Adapun Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rekreasi Menurut Bovy dan Lawson . ada beberapa hal yang menjadi faktor yang mempengaruhi rekreasi antara lain : Faktor sosial ekonomi. Pada masyarakat dengan kelompok sosial tertentu . akan berbeda dengan rekreasi masyarakat pada umunya karena perbedaan fasilitas yang dimiliki. Faktor jenis kelamin , usia dan keluarga. Kegiatan rekreasi remaja putri mungkin berbeda dengan remaja putra dan berbeda pula dengan kegiatan rekreasi orang dewasa. Faktor ketersediaan waktu luang. Waktu luang penyelenggaraan rekreasi ibu rumah tangga akan berbeda dengan wanita . Faktor pranata. Berhubungan dengan pencapaian, besar dana yang dimiliki, perubahan sikap terhadap rekreasi. Faktor perubahan teknologi. Berhubungan dengan munculnya jenis-jenis rekreasi baru dan kemudahan pencapaian dengan fasilitas fasilitas rekreasi dengan teknologi tinggi. Kota yang semakin meningkat jumlah penduduknya tentu tidak mudah untuk menyediakan lahan yang luas, karena kepadatan bangunan yang semakin tinggi dan harga tanah yang semakin lama semakin mahal, sehingga pemanfaatan rekreasi cenderung ke dalam ruangan atau dalam bentuk pembangunan gedung. Berdasarkan fenomena dan persoalan diatas maka timbul sebuah gagasan untuk merencanakan fasilitas rekreasi dalam bangunan, dimana dalam ruangan tertutup atau dalam bentuk perencanannya, pusat rekreasi ini akan menyediakan macam-macam kegiatan fasilitas rekreasi dan olahraga. | 60 Studi Empiris Mengumpulkan data dengan melakukan metode pengamatan sehingga dapat menganalisis data yang di dapat dari pengamatan proyek sejenis Survey Lapangan Melakukan tinjauan langsung kelokasi site yang akan dirancang, untuk mendapatkan data-data mengenai : Ukuran Tapak. Jenis Tanah. Batasan pada Tapak , view, akses keluar dan masuk kendaraan, orientasi matahari, dll. PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN Lokasi tapak berada di Jalan Tuanku Tambusai. Kecamatan Tampan. Kota Pekanbaru. Luas tapak yang direncanakan sekitar A 30. 710 m2. Tapak Rekreasi Indoor Akses Jalan di sekitar Tapak Untuk Aksessibilitas/pencapaian dari luar sangat baik karena hanya ada satu akses masuk yaitu dari Akses jalan Utama yaitu berada di Jl. Tuanku Tambusai METODE PENELITIAN Metode yang digunakan untuk mendapatkan data-data yang terkait dengan perancangan AyPekanbaru Indoor Recreation CentreAy ini adalah sebagai berikut: Studi Literatur Mengumpulkan dan menelaah data dari perpustakaan berupa karya ilmiah tugas Akhir Arsitektur , mahasiswa arsitektur serta buku-buku yang terkait dengan perencanaan dan perancangan ,Rekreasi Indoor. Sunarto. Pekanbaru Indoor Recreation Centre Gambar 2. Jl. Tuanku Tambusai Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 59-67 | 61 Kondisi dalam Tapak Kondisi dalam tapak berupa sebuah lahan kosong dengan jenis tanah yaitu tanah keras Penyewa Skema 3. Alur Kegiatan Penyewa Gambar 3. Suasana di dalam Tapak Pengunjung Aspek Manusia Manusia merupakan faktor dasar dan penting yang harus difikirkan oleh perancang, karena bangunan direncanakan untuk memenuhi kebutuhan manusia dan kriteria penggunanya. Pada faktor manusia ini terdapat 3 aspek yang sangat penting. Skema 4. Alur Kegiatan Pengunjung . Penguna bangunan (Pelaku Kegiata. Kegiatan akan dilakukan oleh pengguna bangunan . ktifitas Pelak. Kebutuhan pengguna bangunan . ebutuhan Ruan. Analisa Site Analisa Pelaku Kegiatan Pelaku kegiatan yang ada pada bangunan AuPekanbaru Indoor Recreation CentreAy adalah sebagai berikut: Pengelola Lokasi Site Pekanbaru Indoor Recreation Centre berlokasi di Jalan Tuanku Tambusai. Kecamatan Tampan. Kota Pekanbaru. Provinsi Riau. Dimensi Site Skema 1. Alur Kegiatan Pengelola Staff/Karyawan Skema 2. Alur Kegiatan Staff/Karyawan Gambar 3. Analisa Site Sunarto. Pekanbaru Indoor Recreation Centre Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 59-67 Batasan-Batasan Dimensi Tapak Jalan Bundo Kandung Ruko Ruko Rumah sakit Muhammadiyah dan Jalan Tuanku Tambusai | 62 Analisa Kondisi Perencanaan Pekanbaru Indoor Recreation Centre diharapkan dapat menjadi salah satu tempat Rekreasi yang dapat dikunjungi di Kota Pekanbaru. Oleh karena lokasi terpilih berada di jalan Tuanku Tambusai, eksisting berupa lahan Kosong Gersang dengan tanah keras. Gambar 7. Kondisi Tanah Site Analisa Orientasi Matahari Gambar 5. Batasan Tapak Analisa Tapak Site berada di Jalan utama dan dekat Pusat Perbelanjaan yang ramai, sehingga meningkatkan potensi kemudahan untuk dicapai. Daerah ini sangat menunjang dengan berbagai kegiatan yang akan Dari analisis orientasi matahari terhadap tapak bahwasanya pengelompokan kegiatan-kegiatan yang nyaman terhadap kondisi tapak ialah berorientasi ke barat karena mempertimbangkan bukaan terhadap sinar matahari sore. Analisa dari luar kedalam tapak Pada gambar berikut merupakan suasana atau pendangan yang diambil dari view luar kedalam Gambar 8. Orientasi Matahari pada site Analisa Pencapaian dan Sirkulasi Gambar 6. View dari luar ke dalam Tapak Jalan Tuanku Tambusai Gambar 9. Pencapain Pada site Sunarto. Pekanbaru Indoor Recreation Centre Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 59-67 Potensi Lokasi site berada di pusat keramaian dan di sekitar pusat perbelanjaan yang dilalui oleh kendaraan pribadi, angkutan umum dan kendaraan | 63 . Pembuatan Zona hijau supaya dapat meredam kebisingan sekaligus bisa di jadikan area Penzoningan Tapak Kendala . Kemungkinan kemacetan yang diakibatkan oleh angkutan umum dan jenis kendaraan disepanjang jalan mengakibatkan over kapasitas jalur kendaraan menuju site. Intensitas meningkat pada saat liburan dan hari-hari Solusi . Perluasan area sirkulasi kendaraan menuju tapak agar tidak terjadi kemacetan dijalan raya akibat antrian kendaraan keluarmasuk. Gambar 11. Zoning Tapak Analisis View dan Kebisingan Analisa Pemikiran Zoning Tapak Sumber Kebisingan Gambar 10. Analisa view dan kebisingan Kebisingan Pada lokasi ini sumber kebisingan paling tinggi berada di Jl. Tuanku Tambusai. Hal ini dikarenakan karena jalan tersebut merupan jalan protokol yang banyak dilalui oleh Untuk mengurangi kebisingan akibat kendaraan bermotor, sebagai solusi desain dari hal ini maka di lakukan: Mempertahankan pohon dan tanaman peredu sebagai buffer hidup yang dapat mengurangi tingkat kebisingan sekaligus polusi udara. Sunarto. Pekanbaru Indoor Recreation Centre Gambar 12. Analisa pemikiran Konsep zoning pada tapak berdasarkan pada Fungsi Masing-masing. Alur pembagian zoningnya berdasarkan fungsi agar pengorganisir zoning utama menjadi lebih jelas. Analisa Regulasi Adapun regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah mengenai aturan antara lain : KDB(Koefusien Dasar Banguna. menurut perda kota pekanbaru no 14 tahun 2000. Termasuk dalam wilayah Pengembangan 5 (WP V),untuk bangunan hunian dan perkantoran maksimal KDB yaitu 80% (Delapan Puluh Perseratu. ,sedangkan untuk bangunan pendidikan 70%(Tujuh Puluh Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 59-67 Perseratu. ,dan untuk industri 60%(Enam Piluh Perseratu. Analisa topik dan tema Topik : Arsitektur Modern Tema : Penerapan Prinsip Prinsip Perancangan Arsitektur Modern pada Analisis Pekanbaru Indoor Recreation Centre berdasarkan tema yaitu Penerapan Prinsip-Prinsip Arsitektur Modern Pada Bangunan. Dimana bentuk bangunan mengikuti dari kebutuhan dan fungsi ruang tersebut. | 64 rea tama. , zona parkir. Zona masa bangunan ditempatkan ditengah pada tapak , konsep ini bertujuan agar masa bangunan menjadi pusat view dari arah luar tapak. Analisa Struktur Struktur bangunan adalah bagian dari sebuah sistem bangunan untuk memikul beban secara aman dan efektif. Beban yang bekerja pada bangunan serta menyalurkannya ke tanah melalui Analisis struktur pada bangunan Pekanbaru Indoor Recreation Centre adalah sebagai berikut: Pondasi tiang pancang Gambar 15. Konsep Zoning Pada Bangunan Konsep Zoning pada bangunan yaitu mengelompokkan fasilitas-fasilitas pada bangun berdasarkan pada Fungsi Masing-masing. Alur pembagian zoningnya berdasarkan fungsi agar pengorganisir zoning utama menjadi lebih jelas. Konsep Sirkulasi Gambar 13. Pondasi Tiang Pancang Konsep Dasar Perancangan Konsep dasar Perancangan Pekanbaru Indoor Recreation Centre yaitu melalui Pembahasan yang didasari pada prinsip pendekatan yang sesuai dengan topik arsitektur yang dipilih, pendekatan bentuk dan konsep bangunan didasari oleh prinsip-prinsip dari pada arsitektur modern yang kemudian akan diterapkan dalam perencanaan Indoor Recreation Centre Konsep Zoning Tapak Gambar 16. Konsep Sirkulasi parkir Dalam konsep sirkulasi pada Taman Budaya Melayu ini di bagi menjadi 2 bagian yaitu : Gambar 14. Konsep Zoning Tapak Konsep zoning yaitu Terdapat 3 zona besar pada konsep tapak, yaitu zona masa bangunan, zona Sunarto. Pekanbaru Indoor Recreation Centre Pencapaian pada tapak dibuat dua jalur sirkulasi yakni jalur masuk dan keluar. adapun bentuk sirkulasi parkir yang digunakan ialah parkir sudut 90A dan parkir Alur sirkulasi kendaraan pada tapak dan bangunan, supaya jalur mudah diakses dan langsung diarahkan menuju area parkir . Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 59-67 sehingga area depan bangunan tidak mengganggu kegiatan di area sekitar taman. Konsep Vegetasi Gambar 17. Konsep Vegetasi Vegetasi pada Tapak diletakkan didepan Bangunan supaya dapat meredam dari kebisingan jalan sekitar tapak dan selain meredam kebisisngan vegetasi pada tapak juga dimanfaatkan untuk area | 65 Konsep perwujudan bangunan yakni memiliki bentuk bangunan persegi dengan 3 masa yaitu, masa utama, masa 2 dan masa 3. Dimana di masa utama yaitu terkumpul banyak kegiatan dan fasilitasfasilitas,sedangkan di masa 2 yaitu di peruntukan untuk fasilitas kolam renang, dan di masa 3 di peruntukan fasilitas ice skating dan bowling. Perletakan masa utama yaitu di depan dan menghadap ke jalan utama yaitu jl. Tuanku Tambusai supaya bangunan tersebut mudah di lihat dan bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat yang melintas. Hasil Perancangan Pekanbaru Indoor Recreation Centre Konsep Gubahan Masa Bangunan Gambar 20. Site Plan Gambar 18. Konsep Gubahan Masa Konsep bentuk dasar yaitu dari persegi dimana bentuk persegi mudah untuk disesuaikan ruang-ruang nya sehingga memudahkan untuk menempatkan fasilitas-fasilitas yang akan di terapkan pada bangunan. Konsep Perwujudan Bangunan Masa 2 Masa 3 Masa Utama Gambar 21. Site 3D Masa 3 Masa 2 Masa Utama Masa Utama Masa 2 Masa 3 Gambar 19. Konsep Perwujudan Bangunan Sunarto. Pekanbaru Indoor Recreation Centre Gambar 21. Site 3D Jurnal Teknik. Volume 12. Nomor 1 April 2018 ,pp 59-67 Gambar 22. Tampak Masa Utama | 66 Gambar 24. Prespektif Masa 2 & Masa 3 KESIMPULAN KONSEP RANCANGAN Dari analisa yang telah dilakukan maka konsep perancangan dapat dilakukan sehingga hasil perancangan pun sudah terwujud dimana pada rancangan terdapat masa bangunan dengan jumlah 3 masa bangunan yaitu masa utama, masa 2, dan masa Pada masing-masing masa memiliki fungsi sebagai wadah fasilitas-fasilitas rekreasi sehingga dapat di manfaatkan bagi masyarakat pekanbaru maupun dari luar pekanbaru. Dari hasil rancangan dapat dilihat dan di mengerti bahwa kegiatan rekereasi tidak hanya dilakukan di luar ruangan seperti, taman, gunung, maupun laut. Rekreasi juga dapat dilakukan pada ruang tertutup dan juga dapat mempermudah masyarakat yang tinggal di perkotaan khususnya di pekanbaru untuk melakukan kegiatan rekreasi. Gambar 23. Tampak Masa 2 & Masa 3 UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih saya persembahkan kepada Kedua orang tua. Bapak dosen pembimbing dan dosen penguji. Abang, kakak, dan adek serta sahabat-sahabat saya yang telah berperan dalam proses penyelesaian perancangan pekanbaru Indoor Recreation Centre. Semoga semua bantuan yang telah diberikan kepada saya dapat bermanfaat buat saya pribadi semoga kebaikan akan dibalas dengan kebaikan dan pahala oleh Allah SWT. Amin . DAFTAR PUSTAKA