Manna Rafflesia, 8/2 (April 2. https://s. id/Man_Raf Manna Rafflesia, 9/2 (April 2. https://s. id/Man_Raf P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 Manna Rafflesia Article History: Submitted : 25/08/2025 Reviewed : 17/09/2025 Accepted : 17/10/2025 Published : 31/10/2025 ISSN: 2356-4547 (Prin. , 2721-0006 (Onlin. Vol. No. Oktober 2025, . , https://s. id/Man_Raf Published By: Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu SPIRITUALITAS JEMAAT DAN KETAHANAN IMAN DI MASA KRISIS SOSIAL: PERSPEKTIF TEOLOGI PASTORAL Tantri Yulia1. Simon2 Tjujun Setiawan3 1Sekolah Tinggi Teologi Kristus Alfa Omega & Sekolah Tinggi Teologi Filsafat Jaffray Makasar2. Sekolah Tinggi Teologi Anugrah Indonesia3 Email Corespondenci: tantri703@gmail. Abstract: Social crises such as pandemics, social conflicts, and economic instability affect the strength of community faith. The purpose of this paper is to find out what form of relevant and resilient spirituality is present in the congregation. The main question posed in this study is: What form of congregational spirituality is capable of supporting faith resilience during social crises? The method used in this study is descriptive qualitative research with a theological-pastoral approach, utilizing literature review and contextual analysis. The findings of this study indicate that various spiritual practices, such as prayer and fellowship, as well as involvement in the church community, are highly influential in strengthening the faith of church members during times of crisis. However, obstacles such as a lack of discipleship and community fragmentation were also found. Therefore, the church must be present contextually and actively to strengthen the faith of the people during the current crisis. Keywords: Congregational Spirituality. Crisis. Pastoral. Abstraksi : Krisis sosial seperti pandemi, konflik sosial, dan ketidakstabilan ekonomi memengaruhi kekuatan iman komunitas. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menemukan bagaimana bentuk spiritualitas jemaat yang relevan dan tangguh. Pertanyaan utama yang diajukan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk spiritualitas jemaat yang mampu menopang ketahanan iman di masa krisis sosial? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kualitatif deskriptif dengan pendekatan teologis pastoral, melalui telaah literatur dan analisis kontekstual. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai praktik spiritual, seperti doa dan persekutuan, serta keterlibatan dalam komunitas jemaat, sangat berpengaruh dalam meningkatkan iman jemaat di tengah situasi krisis. Namun, hambatan seperti kurangnya pemuridan dan fragmentasi komunitas juga ditemukan. Oleh karena itu, gereja harus hadir secara kontekstual dan aktif untuk meneguhkan iman umat di masa krisis yang terjadi. Kata kunci: Spiritualitas Jemaat. Krisis. Pastoral Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 284 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf PENDAHULUAN Berbagai krisis sosial yang melanda masyarakat modern, seperti pandemi, bencana alam, konflik politik, dan krisis ekonomi, telah menimbulkan tantangan besar bagi ketahanan iman umat Kristen. Dalam konteks di Indonesia, krisis sosial memiliki banyak efek, contohnya seperti pandemi COVID-19, memengaruhi kehidupan rohani jemaat disertai masalah kesehatan dan ekonomi. 1 Contoh lain terkait krisis sosial yang terjadi saat ini adalah krisis sosial akibat intoleransi, diskriminasi,2 ada juga krisis sosial akibat pengangguran dan PHK massal, serta krisis sosial karena permasalahan Berbagai permasalah krisis yang terjadi itu Gereja harus menjadi lebih dari sekadar lembaga religius serta gereja menjadi komunitas yang dapat membangun iman yang teguh dan spiritualitas yang tangguh di tengah Banyak mengalami penurunan keinginan untuk pemeliharaan Allah, dan penurunan relasi komunitas dalam berbagai laporan Kondisi ini menunjukkan perjuangan rohani dan fisik. Oleh karena itu, aamat penting untuk teologi pastoral membantu dalam M Wahyu Pratama Putra and Kurnia Sari Kasmiarno. AoPengaruh Covid-19 Terhadap Kehidupan Masyarakat Indonesia: Sektor Pendidikan. Ekonomi Dan Spiritual KeagamaanAo. POROS ONIM: Jurnal Sosial Keagamaan, 1. , 144Ae59. Marwela Remini Seo. Fenetson Pairikas, and Yakobus Adi Saingo. AoPotret Diskriminasi Agama Di Indonesia : Studi Kasus Implementasi Nilai Keadilan Sosial Bagi Kelompok MinoritasAo. Mutiara : Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah, 3. , 319Ae38 . Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 287 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf tidak langsung maupun secara langsung menyentuh aspek kehidupan kerohanian Gereja, yang selama ini menjadi komunitas spiritual, ikut terdampak oleh dinamika sosial ini baik Dampak dari krisis sosial terhadap kehidupan rohani jemaat terlihat dari merosotnya partisipasi dalam kegiatan gereja, menurunnya motivasi spiritual, dan munculnya keraguan terhadap penyertaan Tuhan terhadap setiap aspek kehidupan 13. Penelitian empiris menunjukkan bahwa krisis dapat memunculkan ketegangan antara iman dan kenyataan, di mana sebagian jemaat merasa ditinggalkan oleh Tuhan atau mempertanyakan relevansi iman dalam menghadapi realitas pahit kehidupan. 14 Selain itu, keterbatasan sosial akibat krisis seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) selama pandemi membuat banyak aktivitas gereja menjadi virtual, yang dalam banyak kasus mengikis kedalaman relasi antarjemaat dan kualitas ibadah yang bersifat komunal. Dalam tradisi Kristen, iman bukan sekadar keyakinan pribadi tetapi pengalaman bersama sebagai kesatuan tubuh Kristus . Kor. 12:12-. sehingga ketika elemen komunitas terganggu, daya tahan iman juga bisa terpengaruh secara signifikan. Perinstiwa COVID-19, yang menerjang Dunia dan juga Indonesia yang dimulai awal tahun 2020, adalah Marcin ChoczyEski. AoAn Institutional Crisis of Faith. The Breakdown of Systemic Autopoiesis of the Catholic Church in the Face of New SpiritualityAo. Przegl{\k. }d Religioznawczy--The Religious Studies Review, 4 . , 15Ae28. Aubakirova and E. Fedossova. AoTHE SPIRITUAL CRISIS OF MODERN SOCIETYAo. Vestnik of M. Kozybayev North Kazakhstan University, 60. , 84Ae 91 . Mihai Handaric. AoFaith as a Proper Answer in CrisisAo. Kairos, 15. , 65Ae80 . Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 288 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf 18 Berbagai inisiatif gereja Indonesia, ibadahonline, kelompok doa daring, dan pelayanan sosial yang menunjukkan bahwa spiritualitas komunitas masih dapat berkembang secara kreatif meskipun gereja fisik ditutup. 19 Namun, capaian ini tidak merata di seluruh komunitas gereja. Ini terutama berlaku di jemaat yang lebih pedesaan atau di Ketimpangan ini menunjukkan bahwa kekuatan iman sangat terkait dengan kemampuan gereja untuk mengatasi krisis secara kontekstual dan kreatif. Secara umum, krisis sosial menunjukkan kehidupan iman jemaat. Menurut Norton, krisis memiliki potensi untuk Di sisi lain, krisis juga dapat menjadi katalisator untuk pembaharuan spiritualitas yang lebih kontekstual dan 20 Akibatnya, pemahaman teologi pastoral sangat penting untuk membantu jemaat memaknai krisis sebagai bagian dari peziarahan iman yang benar dan menanggapinya secara Gereja harus menyediakan tempat untuk diskusi iman, dukungan pastoral, dan pembinaan spiritual yang berhubungan dengan kehidupan jemaat. Pembangunan ketahanan iman tidak sekadar mempertahankan kebiasaan keagamaan, itu juga membangun kapasitas rohani yang memungkinkan Jyrgen Moltmann. AoThe Transformation of Theology in the Present Climate CrisisAo. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 79. , 6 . Daniel E. Hall. AoWe Can Do Better: Why Pastoral Care Visitation to Hospitals Is Essential. Especially in Times of CrisisAo. Journal of Religion and Health, 59. , 2283Ae87 . Robert W. Gauger. AoToward an Example Pastoral Care: Considering the Life of JesusAo. Journal of Pastoral Care & Counseling: Advancing Theory and Professional Practice through Scholarly and Reflective Publications, 4 . , 1Ae6 Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 289 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf dinamika dalam jemaat yang sedang berubah, terutama dalam hal kehilangan makna hidup dan kerusakan relasi iman dengan Allah. Menurut ayat yang tertulis dalam Mazmur 34:18, "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. " Ayat ini memberikan dasar teologis bagi pelayan pastoral untuk bertindak sebagai perpanjangan tangan kasih Tuhan dalam situasi di mana jiwa umat menjadi 24 Pada fase kritis, jemaat membutuhkan pendamping yang tidak hanya menawarkan solusi tetapi juga hadir sebagai sahabat spiritual yang mendengar dan memahami. Untuk mencegah isolasi rohani dan kehancuran psikologis, model konseling pastoral seperti aktif mendengarkan, kehadiran empati, dan koneksi spiritual menjadi sangat penting. 25 Praktiknya, metode ini budaya dan sosial jemaat, sehingga pendampingan bersifat kontekstual dan tidak seragam. Pendampingan bersifat dialogis dan partisipatif, di mana jemaat tidak diposisikan sebagai objek penderita, tetapi sebagai subjek iman yang sedang berjuang. Hal ini sejalan dengan 2 Korintus 1:3-4 yang Allah menghibur mereka dalam segala penderitaan yang dialami, agar mereka dapat memberikan penghiburan kepada mereka yang sedang berada dalam Pendamping bertugas untuk menolong jemaat menemukan makna spiritual dari mengintegrasikan pengalaman krisis ke Werner R. Klyn. AoAuHe Heals the Brokenhearted and Binds up Their WoundsAy (Ps 147:. : Perspectives on Pastoral CareAo. HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 74. . P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 dalam perjalanan iman yang lebih 26Dalam kerangka ini, tugas masalah, tetapi menemani proses spiritual yang sedang berlangsung. Teologi menekankan pentingnya pendekatan naratif, di mana jemaat diberi ruang hidupnya dalam terang kasih Allah. Pendekatan membangun kembali ketahanan batin jemaat yang sempat runtuh akibat krisis. Lebih pendampingan pastoral juga melibatkan elemen liturgis dan komunitas yang Doa, penyembuhan, perjamuan kudus, dan ibadah bersama menjadi bagian integral dari proses pemulihan spiritual. Dalam Lukas 24:30-32, ketika Yesus memecahkan roti bersama dua murid di Emaus, mata mereka terbuka dan mereka mengenal-NyaAiini menjadi simbol bahwa dalam komunitas dan ritus iman, hadir pemulihan dan pencerahan. Maka dalam konteks krisis, pelayanan individualistik semata, tetapi perlu yang memperkuat solidaritas dan Gereja menciptakan ruang-ruang pemulihan, baik secara fisik maupun digital, sebagai bentuk konkret dari pendampingan yang berakar pada kasih dan pengharapan. Sang Putra Immanuel Duha and Nona Beta Marpaung. AoPendampingan Pelayanan Pastoral Pentakostal Kharismatik Dalam Menangani Permasalahan Kesehatan Mental JemaatAo. DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 7. , 133Ae49 . Sindhu Varghese. AoSpiritual Resilience and the Intervention of Holy ScriptureAo. Indian Journal of Research in Anthropology, 8. , 29Ae32 . Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 293 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf awalnya bertahan dalam pengajaran rasul-rasul dan bergabung dengan Praktik persekutuan seperti kelompok sel, kelompok doa daring, dan pelayanan rumah tangga . ome ministr. menjadi media konkret untuk menjaga kesehatan spiritual sekaligus sosial umat. Komunitas iman berfungsi sebagai "ruang penyembuhan dan pertumbuhan iman kolektif dari sudut pandang pastoral. Di samping itu, tindakan sosial dan pelayanan kasih adalah contoh nyata dari praktik spiritual yang meningkatkan ketahanan iman. Kitab Suci menuliskan yang terdapat dalam teks Matius 25:40, bahwa Auapa yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu lakukannya untuk Aku. Ay Tindakan kasih kepada sesama, baik dalam bentuk bantuan, dukungan moral, maupun kehadiran yang solider, menunjukkan bahwa iman Kristen bukan hanya percaya tetapi juga berkarya. Pelayanan sosial gereja seperti dapur umum, bantuan sembako, dan layanan konseling menjadi bentuk spiritualitas yang praktis dan kontekstual selama masa krisis. Ini sejalan dengan perspektif teologi kontekstual, yang menekankan iman sebagai respons aktif terhadap keadaan. Praktik ini tidak hanya memperkuat solidaritas, tetapi juga memberi jemaat makna baru dalam penderitaan karena memungkinkan mereka untuk mempertahankan martabat dan identitas rohani mereka dengan Terakhir, praktik spiritual yang membentuk ketahanan iman juga mencakup pemikiran teologis tentang pengalaman hidup, seperti keberanian untuk memahami krisis dengan iman. Refleksi ini melihat penderitaan bukan Prima Hermanugerah. AoKelompok Sel Yang BertumbuhAo. DIDASKO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 1. , 151Ae62. Monica Y. Chi. AoFaith-Inspired Praxis of Love: A Framework for HelpingAo. Journal of Religion & Spirituality in Social Work: Social Thought, 37. , 414Ae35 . Copyright . 2025 Manna Rafflesia | 295 Manna Rafflesia, 12/1 (Oktober 2. https://s. id/Man_Raf kelemahan manusia. Oleh karena itu, pembangunan ketahanan iman harus dimulai dengan pemahaman teologis KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa kehidupan rohani jemaat sangat dipengaruhi oleh krisis sosial yang melanda masyarakat Indonesia, baik itu ekonomi, politik, bencana alam, atau Krisis semacam ini tidak hanya berdampak pada bagian fisik dan sosial masyarakat, tetapi juga merusak struktur iman, harapan, dan hubungan spiritual jemaat. Dalam situasi seperti ini, pendampingan pastoral sangat penting karena gereja, sebagai tubuh Kristus, hadir untuk memberikan dukungan doktrinal dan pemulihan emosi serta dukungan dari komunitas Pendekatan yang berasal dari prinsip-prinsip Alkitab, seperti yang Galatia 6:2, menegaskan bahwa gereja memiliki tugas moral dan spiritual untuk meneguhkan iman jemaat di tengah tekanan kesulitan hidu. Selain itu, praktik spiritual seperti doa, puasa, pembacaan Alkitab, dan persekutuan dilakukan untuk memperkuat ketahanan iman karena itu memungkinkan orang untuk mengalami kedekatan dengan Tuhan saat menghadapi kesulitan. Hasilnya menunjukkan bahwa komunitas jemaat yang spiritual dan sosialnya sehat memiliki peran penting dalam membentuk ketahanan iman anggotanya, terutama saat situasi krisis. Komunitas jemaat menjadi tempat untuk berbagi, menanggung beban bersama, dan memperbaiki makna hidup yang mungkin hilang akibat bencana. Namun demikian, masalah dan hambatan seperti kepemimpinan rohani, dan kurangnya formasi spiritual adalah bahaya besar yang harus dihadapi dengan hati-hati dan Oleh karena itu, gereja harus penggembalaan kontekstual, dan juga P-ISSN: 2356-4547 E-ISSN: 2721-0006 pendidikan iman yang sesuai dengan krisis sosial. Kami menghimbau untuk penelitian lebih lanjut harus melihat pastoral berbasis budaya lokal yang mempengaruhi ketahanan iman jemaat di lintas generasi, dan bagaimana hal itu berdampak pada perkembangan teologi pastoral kontekstual Indonesia dapat DAFTAR PUSTAKA