Davar: Jurnal Teologi ISSN 2722-905X . , 2722-9041 . Vol. No. : 89Ae100 http://e-journalsangkakala. id/index. php/DJT Bimbingan Pranikah Melalui Pendekatan Pendidikan Agama Kristen Untuk Mewujudkan Rumah Tangga Bahagia Paskah Parlaungan Purba Sekolah Tinggi Teologi Basom Batam email: paspurba07@gmail. Abstract: This paper analyzes the relationship between premarital guidance and a happy household from the perspective of Christian Religious Education. This research uses quantitative methods. The data collection technique used a questionnaire and analyzed with a statistical approach. The purpose of this study was to determine the effect of premarital guidance through the Christian Religious Education approach to happy households. Variable X is premarital guidance and variable Y is a happy household. The results showed that the table data processing was 0. 05 on the N-2 was 2. Thus it is obtained that 95. 33> 2. That means t-observation> t-table. Based on these findings, it can be stated that Variable X has a significant effect on Variable Y. That is, premarital guidance has a great influence in realizing a happy household in the GBI Tanjung Bayu Batam congregation. Keywords: premarital guidance. christian education. Abstrak: Tulisan ini menganalisis hubungan bimbingan pranikah dengan rumah tangga yang bahagia dilihat dari sudut pandang Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini menggunakan metode Teknik pengambilan data menggunakan angket dan dianalisis dengan pendekatan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bimbingan pranikah melalui pendekatan Pendidikan Agama Kristen terhadap rumah tangga bahagia. Variabel X adalah bimbingan pranikah dan variabel Y adalah rumah tangga bahagia. Hasil penelitian menunjukkan olah data tabel adalah A 0,05 pada N-2 adalah 2,006. Dengan demikian diperoleh 33 > 2,006. Hal itu berarti t-observasi > t-tabel. Berdasarkan temuan tersebut, dapat dinyatakan bahwa Variabel X berpengaruh signifikan dengan Variabel Y. Artinya, bimbingan pranikah memiliki pengaruh yang besar dalam mewujudkan rumah tangga yang bahagia di jemaat GBI Tanjung Bayu Batam. Kata kunci: bimbingan pranikah. pendidikan agama kristen. rumah tangga Pendahuluan Menikah merupakan perintah Tuhan yang harus ditaati oleh semua orang. Tetapi bagi Non Kristen adalah merupakan bagian dari melanjutkan keturunan. Dimana pernikahan pertama di dunia ini terjadi setelah Allah menciptakan seorang Pria. Adam, dan Tuhan mengevaluasi keadaan Adam belum baik karena ia masih hidup seorang diri. Maka Allah menciptakan seorang Perempuan (Kej. dengan tujuan untuk memenuhi bumi dan menaklukkan dan berkuasa. Oleh karena itu jumlah manusia dari abad ke abad jumlah manusia makin bertambah hingga menjadi miliaran jiwa populasi dunia ini sekalipun pernah air bah pada zaman Nuh. Pernikahan adalah suatu yang sakral dari Tuhan. Akan tetapi kini pernikahan bukanlah hal yang sakral tetapi sudah hal tradisi sehingga banyak yang menikah kawin pranikah, dan angka perceraian yang makin meningkat di kalangan Kristen yang dulunya terkenal akan pernikahan monogami. Itu disebabkan oleh lingkungan dan faktor kurangnya didikan dalam keluarga. Bimbingan pranikah sangat berpengaruh dalam keharmonisan keluarga. 1 Bimbingan pranikah yang dimaksud adalah bukan hanya materi yang sudah dipersiapkan oleh Gereja dimana pengantin dengan waktu singkat akan menikah tetapi yang dimaksud dengan bimbingan pranikah adalah dimulai dari sejak dini yang dididik oleh lembaga kecil atau keluarga dan lembaga umum dan lembaga lainya dan itu merupakan hanya modal bagi konsele. Menurut peneliti bahwa bimbingan pranikah yang sering dilakukan gereja merupakan puncak dari bimbingan. Salah satu contoh, umumnya gereja melakukan bimbingan pranikah ini adalah Khatolik tetapi tidak tutup kemungkinan ini berguna bagi gereja protestan. Umumnya mereka melakukan bimbingan pranikah ini selama kurang lebih 6 bulan. Dalam pandangan penulis, bahwa bimbingan 6 bulan sangatlah bermanfaat bagi pasangan yang dibimbing ditambah modal pada didikan sebelumnya. Karena dalam kesempatan itulah pelayan Tuhan dapat memaparkan tentang kehendak Tuhan dalam keluarga yang akan datang dan saat itulah adanya saling keterbukaan antara satu dengan pasangannya dan kesadaran akan Jadi bimbingan pranikah adalah suatu arahan yang akan dilakukan sesuai dengan kehendak Allah. Tujuan bimbingan pranikah adalah supaya rumah tangga dibangun bukan di atas pasir melainkan di atas batu. Dengan kata lain, konseling pranikah bertujuan untuk membimbing calon pasangan suami isteri untuk menuju kedewasaan. Kedewasaan yang dimaksud di sini adalah kedewasaan rohani yang memotivasi mereka terlibat di dalam melayani Tuhan. 2 Dengan kedewasaan rohani juga, calon pasangan suami istri dapat kokoh ketika datang badai kehidupan. Rumah tangga yang dibangun di atas pasir adalah bangunan yang didasari oleh kekuatan manusia dan ketika ada permasalahan, maka keluarga itu akan mudah berantakan hingga mengalami perceraian tetapi berbeda apabila dibangun di atas kebenaran firman Tuhan maka ketika ada masalah mereka tidak gampang terpengaruh emosi karena mereka sedang dalam kontrolnya Tuhan. Artinya keluarga yang sudah mengalami bimbingan pranikah yang efektif maka akan mengalami keluarga bahagia. Walaupun masih punya permasalahan akibat dua pribadi menjadi satu Oki Rabuniasari. Pengaruh Bimbingan Pranikah Terhadap Keharmonisan Keluarga Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Kundur Kabupaten Karimun (Riau: UIN SUSKA, 2. Anderias Mesak Morib. AuPENTINGNYA PELAYANAN KONSELING PRANIKAH,Ay Logon Zoes: Jurnal Teologi 3, no. tidak sama dengan masalah yang dimiliki oleh yang belum pernah mengalami bimbingan pranikah/ bimbingan pranikah tetapi tidak efektif. Dalam konteks gereja, konsele akan menikah dengan waktu tidak lama maka sangat dibutuhkan dilaksanakannya bimbingan pranikah dengan alasan, dari dua pribadi menjadi satu untuk itu perlu saling mengerti mengingat karena begitu banyak perbedaan yang luar biasa yang tidak dimiliki satu sama lainnya. Tidak cukup karena lamanya pacaran tetapi karena semua itu harus diperhadapkan dihadapan Tuhan. Sehingga konsele yakin dan sadar bahwa menikah adalah atas kehendak Tuhan bukan hanya karena keinginan mereka semata. Graham mengatakan: "Pernikahan yang sempurna adalah kesatuan antara tiga pribadi-seorang pria, seorang wanita, dan Allah! Inilah yang membuat pernikahan menjadi kudus. Iman dalam Kristus adalah bagian terpenting dari semua prinsip penting lainnya untuk membangun suatu pernikahan dan rumah tangga yang bahagia. "3 Gagasan ini penting dalam membangun rumah tangga. Bimbingan pranikah sangat dibutuhkan oleh karena pernikahan adalah ikatan seumur hidup paling serius yang dapat dilakukan oleh sepasang kekasih sepanjang hidup mereka. Bimbingan pranikah juga sangat dibutuhkan karena pernikahan bukanlah suatu hal yang mudah untuk dipahami, melainkan sesuatu yang sangat penuh rahasia. 4 Hal ini penting oleh karena banyak pasangan memasukinya dalam keadaan kurang dewasa dan tidak cukup Sehingga berakibat pada meningkatnya jumlah perceraian. Kondisi ini menunjukkan betapa pentingnya mempersiapkan kaum muda memasuki pernikahan Apa yang disatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia sebab pernikahan adalah persatuan yang abadi karena yang mempersatukan suami-istri adalah Allah sendiri (Mrk. 10:5-. Tetapi nyatanya angka perceraian di kalangan Kristen khususnya adat Batak yang dulunya perceraian adalah jarang ada, tetapi sekarang berbeda. Kutipan artikel menyebutkan, gereja-gereja dan lembaga adat batak semakin tidak mampu mengendalikan kasus-kasus perceraian di tengah kehidupan warganya. 5 Indikasi ini nampak dari meningkatnya kasus perceraian di kantong-kantong komunitas umat Kristen dan masyarakat batak hingga 25 persen. Kasus perceraian di Tapanuli Utara saat ini mencapai 20 persen. Kemudian kasus perceraian di Kabupaten Karo mencapai 25 persen. Keadaan ini semakin mengarah kepada gejala kehidupan keluarga di komunitas Kristen Sulawesi Utara yang tingkat perceraiannya mencapai 65 persen. Harapan masyarakat untuk membendung angka perceraian ini menjadi kecil. Hanya adat yang diharapkan dapat diperketat. Agama juga hanya dianggap sebagai formalitas hidup, sehingga kehidupan gerejawi di tengah keluarga ditinggalkan. Madeleine LAoEngle. Penerapan Praktis Pola Hidup Kristen (Bandung: Kalam Hidup, 2. Morib. AuPENTINGNYA PELAYANAN KONSELING PRANIKAH. Ay Jonson. AuDalihan Natolu Sebagai Suatu Lembaga Hukum Dalam Sistem Kemasyarakatan Adat Batak (Suatu Studi Dalam Upacara Perkawinan Jujur Adat Batak Tob. Ay (Universitas Sumatera Utara. Objek penelitian adalah orang yang sudah pernah dibimbing sehingga peneliti ingin mengamati apakah keluarga itu atau jemaat gereja termasuk rumah tangga bahagia. Dengan tujuan mengevaluasi hubungan pelaksanaan bimbingan pranikah dengan Pendidikan Agama Kristen (PAK) bagi konsele. Adapun alasan peneliti menyoroti bimbingan pranikah adalah peneliti mengamati sangat perlunya gereja harus mengadakan bimbingan pranikah karena sekarang banyak orang Kristen melakukan pernikahan hanya dengan adat tanpa memperhatikan sisi dari gereja atau bimbingan pranikah di gereja. Gereja hanya melakukan pemberkatan tanpa bimbingan pranikah. Banyak gereja melakukan bimbingan pranikah bukan karena disadari bahwa berkeluarga adalah pertarungan hidup tetapi hanya karena syarat menikah kemudian gereja gampang menikahkan orang tanpa memperhatikan bimbingan pranikah mengingat orientasi pendeta adalah materi. Mengingat keberadaan gereja GBI Tanjung Piayu yang sudah melayani hampir 10 tahun tentu banyak yang sudah dibimbing, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian atau evaluasi. Sebelumnya belum ada yang melakukan penelitian khususnya terhadap hal pranikah dan pernikahan. Menurut penulis sangat menarik untuk dibahas mengingat sangat perlu dianalisa hasil suatu kegiatan yang rutin dilakukan gereja sehingga mampu mengoptimalkan secara efektif. Sumbangan PAK dalam proses pranikah adalah sangat berperan karena dalam bimbingan adalah merupakan persiapan atau bekal untuk berkeluarga. Oleh karena itu sangat perlu diterapkan tentang PAK keluarga. PAK anak. PAK dewasa, dan PAK gereja. Apabila mereka mempunyai keturunan tentu keluarga akan mempersiapkan tentang wawasan dan pengetahuan tentang Tuhan pada masa kelahiran dan pertumbuhan anak baik secara jasmani dan rohani oleh karena itu keluarga harus siap membekali tentang PAK anak. Yang menunjuk bagaimana mendidik anak yang baik hingga dewasa dan bisa mandiri. Berdasarkan pengamatan penulis, terdapat beberepa persoalan terkait bimbingan pranikah di jemaat GBI Tanjung Piayu. Persoalan itu di antaranya: gereja melaksanakan bimbingan pranikah itu hanya formalitas, bimbingan pranikah yang dilakukan oleh gereja belum efektif, masih banyak rumah tangga kristen yang belum menjalankan fungsinya masing-masing baik sebagai bapa, ibu dan anak, serta masih banyak keluarga belum memahami pangajaran dalam pendidikan agama Kristen di gereja. Untuk itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan bimbingan pranikah bagi konsele untuk mewujukan rumah tangga bahagia di jemaat GBI Tanjung Piayu Batam. Metode Pembahasan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Pelaksanaan penelitian ini dimulai dengan survei pada awal Juni dan Juli 2011. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan dua tahap. Tahap pertama dilakukan survei penelitian yang meliputi pengenalan lapangan, penerimaan izin penelitian, penerimaan tempat uji coba, pemantauan lokasi, pelaksanaan uji coba instrument penelitian dan menetapkan jadwal penelitian. Pada tahap kedua dilakukan pengumpulan analisa data, penyusunan konsep laporan sampai kepada pengadaan laporan penelitian dan penyampaian hasil laporan Jumlah jemaat GBI Tanjung Piayu yang berumah tangga adalah 150 KK dengan populasi 300 orang. Suharsimi arikunto menegaskan, apabila subyeknya . sedikit lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar, maka dapat diambil antara 10-15% atau 20-25% atau lebih tergantung setidak-tidaknya dari kemampuan peneliti dilihat dari waktu, tenaga dan dana. 6 Berdasarkan pendapat ini, penentuan jumlah sampel adalah 50 % dari jumlah populasi yakni 10% x 300 = 30 orang diambil secara random. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, dengan instrumen variabel X adalah bimbingan pranikah dan variabel Y adalah rumah tangga bahagia. Teknik analisis data jika memenuhi persyaratan analisis yaitu distribusi normal dan linier maka akan diuji dengan statistika parametrik dan jika tidak memenuhi persyaratan analisis maka digunakan statistik non parametrik. Linieritas data diuji dengan menggunakan rumus. Data yang telah dijaring dari responden kemudian dikumpulkan untuk ditabulasi dan diolah. Dari pengolahan data yang akan didapat, disimpulkan sebagai jawaban terhadap permasalahan di lapangan. Hasil dan Pembahasan Hasil Bimbingan pranikah dapat dipahami dengan melihat kedua konsep kata tersebut. Konsep tersebut adalah bimbingan dan pranikah. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer dan Stone menemukakan bahwa: guidance berasal kata guide yang mempunyai arti menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudika. 7 Bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anakanak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Sementara. Winkel mendefenisikan bimbingan: . suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi tentang dirinya sendiri, . suatu cara untuk memberikan bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya, . sejenis pelayanan kepada individu-individu agar mereka Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktis (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 112. Sherzer B. & Stone. Fundamental of Guidance (Boston: HMC, 1. , 3. Prayitno. Erman Amti. Dasar-Dasar Bimbingan Konseling (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , 99. dapat menentukan pilihan, menetapkan tujuan dengan tepat dan menyusun rencana yang realistis, sehingga mereka dapat menyesuaikan diri dengan memuaskan diri dalam lingkungan dimana mereka hidup, . suatu proses pemberian bantuan atau pertolongan kepada individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan keluarga bahagianya dan tuntutan lingkungan. Berdasarkan pengertian di atas dapat dipahami bahwa bimbingan pada prinsipnya adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu dalam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengan lingkungan, memilih, menentukan dan menyusun rencana sesuai dengan keluarga bahagianya dan tuntutan lingkungan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Selanjutnya ialah terkait bimbingan konseling Inti pelayanan konseling pranikah adalah wawancara konseling, melalui wawancara konseling diharapkan mahajemaat dapat memperoleh pengetahuan, pemahaman, keterampilan, nilai-nilai dan keyakinan yang kokoh, serta membantu menangani masalah-masalah yang mengganggu mereka menuju pernikahan yang 10 Inti pelayanan konseling pranikah adalah wawancara konseling. Sehingga melalui bimbingan pranikah ini bisa diketahui apakah konseli sudah siap dalam hal fisik, mental, spritual, finansial, dan lain-lain. Sehingga bisa membuat suatu keputusan untuk Bimbingan pranikah adalah suatu tuntunan dan perlengkapan bagi konseli sebelum pernikahan berlangsung. Tuntunan yang dimaksud disini adalah ajaran yang berlandaskan Alkitab. Dimana Alkitab sungguh memaparkan dan mengatur bagaimana menjadi keluarga bahagia. Artinya membantu mempersiapkan konsele/jemaat untuk memasuki kehidupan pernikahan ilahi yang berkenan kepada Tuhan. Bimbingan pranikah juga mengarahkan konsele untuk melibatkan Allah dalam rancangan kesenangan Allah. Rick Warren mengemukakan bahwa Allah menciptakan manusia bagi kesenangan Allah. 11 Dalam Wahyu 4:11 berbuyi. AuEngkau telah menciptakan segala sesuatu, dan bagi kesenangan-Mu semuanya itu ada dan diciptakan. Ay Pernikahan pun demikian. Allah menghendaki kebahagiaan pada umat yang dikasihiNya. Pendekatan yang digunakan dalam bimbingan pranikah dalam jemaat GBI Tanjung Piayu Batam ini adalah melalui PAK. Dimana tujuan PAK sendiri adalah untuk membentuk pribadi kristen yang berarti dengan cara menolong, mendidik orang-orang supaya hidup sebagai pengikut Kristus yang mengaku imannya di tengah-tengah keluarga, kegiatan masyarakat. 12 Dengan adanya PAK manusia dapat berbuat lebih baik S Winkel. Bimbingan Dan Konseling Di Institusi Pendidikan. Edisi Revisi (Jakarta: Gramedia, 2. , 27. Ibid. Rick Warren. The Purpose Driven (Malang: Gandum Mas, 2. , 69. Saur Hasugian. Pembimbing Dan Pembina Pendidikan Agama Kristen (Bandung: Bina Media Informasi, 2. , 35. dalam kehidupannya, karena pendidikan tersebut dapat menambah dan membentuk sikap dan sifat manusia. Dasar tujuan PAK dinyatakan dengan jelas dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Dalam menyebutkan tujuan PAK itu misalnya dalam Ulangan 6:1-7 bahwa tujuan pendidikan itu adalah supaya hidup engkau dan anak-anakmu takut akan Tuhan . , berpegang kepada segala ketetapan dan printah-Nya, supaya lanjut umurmu . melakukan dengan setia . , mengasihi Tuhan Allah dengan segenap hati dan jiwa serta segenap kekuatanmu. Berdasarkan teori di atas, peneliti menyusun instrumen penelitian dalam bentuk Angket disebar kepada responden yang adalah jemaat GBI Tanjung Piayu sebanyak 30 orang. Angket disebar secara acak. Hasil pengolahan data penelitian variabel X adalah Pelaksanaan Bimbingan Pranikah bagi Konsele dan variabel Y adalah Rumah Tangga Bahagia, menunjukkan hasil sebagai berikut: pertama, deskripsi data pelaksanaan bimbingan pranikah bagi konsele (X). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada 30 orang responden seperti yang dilampirkan, diperoleh AeX = 2107 dengan skor tertinggi 78 dan skor terendah 62. Aex Rata-rata (M) = diperoleh harganya sebesar 70,23 dibulatkan menjadi 70. Standar deviasi (SD) = N . AeX 2 Oe (AeX ) diperoleh harganya sebesar 2,52 dibulatkan Distribusi frekuensi variabel X (Pelaksanaan Bimbingan Pranikah bagi Konsel. dapat dilihat dalam tabel di bawah ini. Tabel tersebut dibentuk dengan berpedoman kepada ketentuan pembuatan tabel distribusi frekuensi. Distribusi frekuensi dan gambar histogram dari skor variabel Pelaksanaan Bimbingan Pranikah bagi Konsele (X) dapat diberikan sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi Frekuensi Variabel X No Interval kelas Fo (Fo-F. (Fo-F. 2 ( Fo Oe F. 2 Fr Jumlah Dengan memperhatikan tabel di atas, dapat diketahui besarnya frekuensi observasi dan frekensi relatif untuk masing-masing kelas interval. Ternyata jumlah subjek penelitian yang memiliki skor 76-79 sebanyak 8 orang . ,66%), skor 73-75 sebanyak 3 orang . %), skor 70-72 sebanyak 4 orang . ,33%), skor 67-69 sebanyak 0 orang . %), skor 64-66 sebanyak 14 orang . ,66%) dan skor nilai 61-63 sebanyak 1 orang . ,33%). Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh antara frekuensi observasi dengan interval kelas maka dapat ditunjukkan melalui gambar histogram di bawah ini: 8 10 12 14 Frekuensi Observasi Gambar 1. Histogram Pengaruh antara Frekuensi Obsevarsi dengan Interval Kelas Variabel Pelaksanaan Bimbingan Pranikah bagi Konsele(X) Interval Kelas Untuk mengidentifikasi tingkat kecenderungan variabel X (Pelaksanaan Bimbingan Pranikah bagi Konsel. , digunakan harga rata-rata skor ideal (M. dan standar deviasi (SD. Dimana Mi dirumuskan dengan A . kor ideal minimal maksima. dan SDi dirumuskan dengan (Skor ideal maksimal Ae skor ideal minima. dengan demikian diperoleh Mi sebesar 65 dan SDi 2,66 dibulatkan menjadi 3 dengan Mean observasi sebesar 70,23. Kecenderungan dinyatakan tinggi jika Mo > Mi. dan rendah jika Mo < Mi, dari perhitungan diperoleh 70,23 > 65 dengan demikian tingkat kecenderungan variabel X dinyatakan tinggi. Kedua, rumah tangga bahagia di jemaat GBI Tj Piayu Batam . ariabel Y). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan kepada 30 orang responden seperti yang dilampirkan, untuk : variabel Y diperoleh AeX = 2089 dengan skor tertinggi 79 dan skor Aex Harga Rata-rata (M) = diperoleh harganya sebesar 69,63 dibulatkan dan harga untuk Standar deviasi (SD) = N . AeX 2 Oe (AeX ) diperoleh harganya sebesar 2,66 dibulatkan menjadi 3. Distribusi frekuensi variabel Y (Rumah Tangga Bahagi. dapat dilihat dalam tabel di bawah ini. No Tabel 2. Distribusi Frekuensi Rumah Tangga Bahagia (Y) Interval kelas Fo (Fo-F. (Fo-F. 2 ( Fo Oe F. 2 Jumlah Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh antara frekuensi observasi dengan interval kelas maka dapat ditunjukkan melalui gambar histogram di bawah ini: 8 10 12 14 Frekuensi Observasi Gambar 2. Histogram Pengaruh antara Frekuensi Obsevarsi dengan Interval Kelas Variabel Rumah Tangga Bahagia (Y) Interval Kelas Untuk mengidentifikasi tingkat kecenderungan variabel Y (Rumah Tangga Bahagi. , digunakan harga rata-rata skor ideal (M. dan standar deviasi (SD. Dimana Mi dirumuskan dengan A . kor ideal minimal maksima. dan SDi dirumuskan dengan (Skor ideal maksimal-skor ideal minima. dengan demikian diperoleh Mi sebesar 70 dan SDi sebesar 3 dengan Mean observasi sebesar 69. Kecenderungan dinyatakan tinggi jika Mo > Mi. dan rendah jika Mo < Mi, dari perhitungan diperoleh 69. 63 < 70 dengan demikian tingkat kecenderungan variabel Y dinyatakan rendah. Pembahasan Bimbingan Pranikah sangatlah berdampak dalam membentuk keluarga bahagia. Karena tanpa ada bimbingan pranikah akan membuat pengaruh suami istri kurang Pernikahan yang berbahagia adalah sebuah rangkaian panjang hidup bersama dalam pimpinan TUHAN. 13 Untuk mencapai kebahagiaan ini tentu tidaklah mudah, dibutuhkan keseriusan dan bimbingan pernikahan yang terus-menerus diberikan oleh Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu faktor yang mempengaruhi rumah tangga bahagia adalah pelaksanaan bimbingan pranikah. Ini tampak dalam pelaksanaan bimbingan pranikah di jemaat GBI Tj Piayu Batam, dimana bimbingan pranikah merupakan faktor besar yang mempengaruhi rumah tangga bahagia dalam jemaat. Berdasarkan hasil penelitian di atas, keberhasilan bimbingan pranikah di dalam jemaat juga tergantung pada peran gereja. Peranan gereja . endeta, penatua, dan pemimpin gerej. dalam bimbingan pranikah sangat penting oleh karena memiliki tanggung jawab untuk mengajar prinsip-prinsip hidup yang alkitabiah. 14 Tanggung jawab ini mengacu pada tujuan bimbingan pranikah itu sendiri, yaitu membimbing calon pasangan suami isteri untuk menuju kedewasaan. 15 Kedewasaan yang dimaksud di sini adalah kedewasaan Allah menghendaki setiap orang Kristen mengalami pertumbuhan dan kedewasaan secara rohani karena hal ini akan membuktikan bahwa orang Kristen semakin dekat dengan Tuhan. Oleh karena itu, gereja sebagai lembaga yang mengesahkan pernikahan, penting untuk menyadari perannya dengan baik, terutama dalam peran melaksanakan bimbingan pranikah bagi jemaat. Selain itu, untuk terwujudnya keluarga yang bahagia, perlu juga upaya dari orang tua dalam memberikan didikan secara dini pada anak-anak. Sebagaimana pemaparan Collins yang mengatakan bahwa secara ideal, persiapan pernikahan dimulai ketika seorang individu masih berada pada masa kanakkanak. Jikalau orangtuanya mempunyai hubungan yang baik sebagai suami-istri, tentu anak-anak tersebut akan belajar membangun pernikahan yang baik di kemudian hari. Upaya ini penting untuk diperhatikan oleh gereja dan orang tua dalam setiap proses bimbingan pranikah dalam gereja. Upaya berikutnya yang perlu diperhatikan adalah aspek komitmen. Dalam bimbingan pranikah, aspek komitmen menjadi bagian yang perlu ditanamkan dalam diri Soesilo dalam Elizabeth Achtmeier menyebutkan bahwa pernikahan Kristiani seharusnya mempunyai komitmen dalam enam hal ini, yaitu: komitmen secara total, komitmen untuk menerima, komitmen secara eklusif, komitmen terus-menerus, komitmen bertumbuh dan komitmen berpengharapan. 17 Dengan komitmen ini diharapkan dasar rumah tangga yang dibangun dalam bimbingan pranikah akan berhasil dan mewujudkan keluarga yang bahagia. Implikasi yang dapat diperoleh dari hasil penelitian Estherlina Maria Ayawaila. AuPENTINGNYA PELAYANAN BIMBINGAN PRANIKAH,Ay Manna Rafflesia 5, no. Tju Lie. Wegi Oktariadi Lie. AuPERAN GEREJA DALAM BIMBINGAN PRANIKAH DAN PENDAMPINGAN PASANGAN SUAMI ISTRI PASCA MENIKAH,Ay Strategies 2, no. : 487Ae Morib. AuPENTINGNYA PELAYANAN KONSELING PRANIKAH. Ay Garry R. Collins. Pengantar Pelayanan Konseling Kristen Yang Effektif (Malang: Literatur SAAT, 2. , 138. Vivian A. Soesilo. Bimbingan Pranikah. Edisi 2 (Malang: Literatur SAAT, 2. , 52. ini adalah bimbingan pranikah sangat diperlukan dalam pembentukan sebuah keluarga yang bahagia. Untuk itu. Pembina atau rohaniwan di gereja perlu melakukan bimbingan pranikah dengan serius dan sungguh-sungguh. Gereja juga perlu melakukan pendampingan kepada pasangan-pasangan suami istri dalam membangun rumah tangga melalui kelas-kelas pendalaman Alkitab dan persekutuan-persekutuan dalam keluarga. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pengaruh pelaksanaan bimbingan pranikah bagi konsele dalam perwujudan rumah tangga bahagia, maka dapat diambil beberapa kesimpulan: pertama, korelasi antara variabel X dan Y dinyatakan dengan r hitung > r tabel yang harga rxy sebesar 0,963. Harga ini kemudian dikonsultasikan dengan harga r tabel dari produk moment pada taraf penerimaan 95% untuk N=30 yaitu r ( A 0,. = 0,361. Dengan demikian diperoleh 0,963 > 0,361, maka terdapat korelasi Variabel X terhadap Y. Korelasi tersebut sekaligus membuktikan bahwa hipotesa diterima dan Kedua, berdasarkan hasil perumusan A 2 (Chi kuadra. dan hasil perhitungannya dapat dilihat pada tabel distribus frekuensi dinyatakan berdistribusi normal. Karena X o 2 O X t 2 dengan taraf signifikansi 5% = 11,07 maka dapat kita ketahui bahwa X o 2 sebesar 51 (Variabel X) dan 220. 53 (Variabel Y) O 11,07. Ketiga, persamaan regresi Y atas X adalah Y = -12 1. 16X dan dinyatakan linier. Pada Fo > Ftabel dengan taraf signifikansi 5%. Keempat, korelasi antara variabel X dan Y dinyatakan dengan r hitung > r Dari perhitungan di atas diperoleh harga rxy sebesar 0,963. Harga ini kemudian dikonsultasikan dengan harga r tabel dari produk moment pada taraf penerimaan 95% untuk N=30 yaitu r ( A 0,. = 0,361. Dengan demikian diperoleh 0,963 > 0,361, maka terdapat korelasi Variabel X terhadap Y. Korelasi tersebut sekaligus membuktikan bahwa hipotesa diterima dan terbukti. Kelima, dengan menggunakan rumus R = . 2 diperoleh harga R sebagai berikut: R= . 2 = 0. 92 = 92%. Dan dapat diketahui bahwa variabel X (Pelaksanaan Bimbingan Pranikah bagi Konsel. dapat memberikan kontribusi sebesar 92 % terhadap variabel Y (Rumah Tangga Bahagi. Berdasarkan tabel diperoleh bahwa A 0,05 pada N-2 adalah 2,006. Dengan demikian diperoleh bahwa 95. 33 > 2,006. hal itu berarti tobservasi > ttabel. Berdasarkan temuan tersebut, dapat dinyatakan bahwa Variabel X berpengaruh signifikan dengan Variabel Y. Artinya. Terdapat pengaruh bimbingan pranikah dalam mewujudkan rumah tangga yang bahagia. Berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut, maka peneliti memberikan saran sebagai berikut: pertama, diharapkan ada penelitian lain untuk mengetahui Pengaruh Pelaksanaan Bimbingan Pranikah bagi Konsele dalam perwujudan Rumah Tangga Bahagia di gereja-gereja secara umum, dan khususnya di jemaat GBI Tj Piayu Batam. Kedua, perlu dilakukan penelitian lainnya untuk mengoptimalkan hasil penelitian tentang bimbingan pranikah dalam perwujudan rumah tangga bahagia. Ucapan Terima Kasih