TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Pengaruh Pemberian Terapi Murottal Al-Quran Surah Al-Isra terhadap Hemodinamik pada Pasien Stroke Habab Handal Al Harod1*. Wahyu Rima Agustin2. Wahyuningsih Safitri3 1,2,3Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Kusuma Husada Surakarta Email: handalalhrd@gmail. com1*, wra. wahyurimaagustin@gmail. com2, wahyuningsihsafitri@gmail. Abstract Stroke is a disease caused by a blockage or haemorrhage in the blood vessels of the brain that can block or reduce the blood supply to the brain. The provision of Al-Quran therapy is a non-pharmacological therapy that can be used in managing pain. The research can be classified as quantitative, with a quasi-experimental approach. This research data sampling technique is non probability sampling. The sample used was 30 stroke patients. The research tools used are observation sheets, headphones, mobile phones and murottal surah Al-Isra. The characteristics of respondents aged less than 50 years were observed in 14 respondents . 7%) out of a total of 30 respondents, while respondents aged 50 years or older were observed in 16 respondents . 3%) out of a total of 30 respondents. The characteristics of respondents according to gender revealed that 21 males . 0%) out of a total of 30 respondents, while females constituted 9 respondents . 0%) out of a total of 30 respondents. The results demonstrated a p-value of 0. 000 for the variables of systolic and diastolic blood pressure, respiratory rate (RR), pulse, temperature, and oxygen saturation, with a p-value less than 0. 05, indicating a statistically significant It can be concluded that Al-Quran Murottal Therapy has an effect on the haemodynamic status in stroke patients at Moewardi Hospital. Keyword: Stroke. Murotal Quran Therapy. Haemodynamic Abstrak Stroke merupakan salah satu penyakit yang disebabkan karena adanya penyumbatan atau perdarahan pada pembuluh darah otak yang dapat menghambat atau mengurangi masuknya suplai darah yang menuju ke otak. Pemberian terapi Al-Quran merupakan terapi non farmakologi yang dapat digunakan dalam mengatasi nyeri. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan quasi experiment. Teknik pengambilan sampel data penelitian ini adalah non probability sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 30 pasien stroke. Alat penelitian yang digunakan yaitu lembar observasi, headphone, handphone dan murottal surah Al-Isra. Karakteristik responden yang berusia <50 Tahun sebanyak 14 responden . ,7%) dari total 30 responden, sedangkan responden berusia >50 Tahun sebanyak 16 responden . ,3%) dari total 30 responden. Karakteristik responden menurut jenis kelamin yaitu laki-laki 21 responden . ,0%) dari total 30 responden, sedangkan perempuan sebanyak 9 responden . 0%) dari total 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan p-value Tekanan darah sistol maupun diastol. Respiratory Rate (RR). Nadi. Suhu dan Saturasi oksigen yaitu sebesar 0,000 . -value < 0,. Dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Pemberian Terapi Murottal Al-Quran Terhadap status hemodinamik Pasien stroke pasien di RSUD Moewardi. Kata Kunci: Stroke. Terapi Murotal Alquran. Hemodinamik Pendahuluan Stroke merupakan salah satu penyakit yang disebabkan karena adanya penyumbatan atau perdarahan pada pembuluh darah otak yang dapat menghambat atau mengurangi masuknya suplai darah yang menuju ke otak. Ketika otak tidak dapat menerima suplai darah yang cukup, maka otak juga tidak dapat menerima oksigen dan nutrisi yang cukup, sehingga dapat menyebabkan sel-sel pada otak perlahan akan mulai mengalami kematian . World Health Organization menyatakan bahwa stroke berada di urutan ke-2 dari 10 penyebab kematian paling umum di seluruh dunia dan menyumbang sebesar 11% dari total kematian. Angka morbiditas stroke lebih banyak terjadi pada negara-negara yang berpenghasilan rendah dibandingkan dengan negara yang berpenghasilan tinggi . Menurut American Heart Association, 000 orang di Amerika Serikat mengalami stroke setiap tahun, dan 133. 000 orang meninggal akibat stroke . Prevalensi stroke berulang pada kelompok rehabilitasi di Nigeria TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 sebesar 32% . Populasi stroke di Asia Tenggara menyumbang sebesar 4,5 juta populasi penderita stroke dari 30,7 juta kasus stroke global atau sebanyak 14,6% kasus . Dibandingkan dengan prevalensi stroke hanya sebesar 7% pada tahun 2013, prevalensi stroke di Indonesia pada tahun 2018 sebesar 10,9% pada orang berusia lebih dari 15 tahun. Ini menunjukkan peningkatan sebesar 3,9% dari tahun 2013 hingga 2018. Di Provinsi Sulawesi Selatan, prevalensi stroke adalah 10,6%, dengan prevalensi tertinggi pada orang di atas 75 tahun sebesar 48,2%, dan pada pria di atas 75 tahun sebesar 11,0% . Stroke terdapat 2 golongan mayor yaitu stroke iskemik atau non hemoragik stroke (NHS) dan stroke hemoragik (HS). Stroke iskemik atau non hemoragik stroke (NHS) terjadi karena beberapa bagian otak tidak menyimpan suplai darah yang cukup, disebabkan oleh adanya oklusi pada pembuluh darah arteri otak dan menyebabkan iskemia sehingga otak tidak dapat menyimpan Stroke hemoragik (HS) terjadi karena pembuluh darah pecah yang mengakibatkan terjadi kerusakan pada otak dan gangguan fungsi pada saraf. Stroke hemoragic sangat berbahaya karena menyebabkan meluasnya kerusakan otak akibat darah yang menggenang pada otak . Tekanan darah sistol dan diastolic, frekuensi nadi, dan frekuensi pernapasan diukur menggunakan hemodinamik. Ketika pasien mengalami nyeri dada, mereka sering mengeluarkan banyak keringat dan mengeluh sesak, yang berdampak pada status hemodinamika . Pasien yang menderita PJK (Penyakit Jantung Korone. di ruang ICU RS Islam Surabaya Jemursari mengalami nyeri yang jika tidak ditangani dengan segera dapat memperburuk tanda-tanda vitalnya dan status hemodinamikanya, yang akhirnya dapat menyebabkan penurunan kesadaran. Oleh karena itu, agar pasien tidak mengalami penurunan kesadaran, asuhan keperawatan harus segera diberikan untuk mengatasi nyeri dada dan pemantauan hemodinamik harus dilakukan secara teratur. Ketidakstabilan status hemodinamik akan menyebabkan ketidakseimbangan antara pengiriman dan penerimaan oksigen. Agar status hemodinamik stabil, perlu dilakukan pemantauan elektrokardigrafi secara kontinyu, pengukuran tekanan darah non invasive secara regular, dan saturasi oksigen perifer (SPO. Hemodinamik yang tidak stabil seperti tekanan darah. RR. SPO2, dan MAP adalah salah satu masalah yang sering terjadi pada pasien stroke, karena mekanisme kontrol tidak berfungsi secara normal atau sebagaimana mestinya. Stres dari faktor fisiologis, psikologis, dan lingkungan dapat menyebabkan kondisi hemodinamik tidak stabil. Stresor dapat memengaruhi tekanan darah atau hipertensi, dan nyeri akut pasien stroke adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi stressor . Terapi religi saat ini sedang mulai digunakan untuk terapi non farmakologis . Terapi murottal akan mendorong otak untuk membuat zat kimia tertentu, yaitu neuropeptide. Neuropeptide berfungsi untuk menguatkan reseptor tubuh dan memberikan umpan balik, yang menghasilkan sensasi yang nyaman dan menyenangkan. Selain pengobatan dan tindakan medis lainnya, terapi spritual seringkali dapat membantu proses penyembuhan . Pemberian terapi Al-Quran merupakan terapi non farmakologi yang dapat digunakan dalam mengatasi nyeri. Ayat Al-Quran yang biasa digunakan saat terapi murottal yaitu surat Al-Fatihah. AlFatihah . Al-Ikhlas. Al-Falaq. An-Naas, ayat Qursy, surat Yasin ayat ke 58 . Al-Anam ayat 1-3 dan 13 kemudian Ar Rahman ayat 1-78. Surat Ar-Rahman yang memiliki banyak ayat, dilantunkan berulang kali sehingga mengalihkan perhatian serta dapat menjadi hypnotis yang mengurangi gelombang otak pasien. Denyut jantung klien akan sama dengan tempo murottal karena karakteristik surat Ar-Rahman memiliki tempo 79,8 bpm, yang merupakan kategori tempo yang lambat. Tempo murottal al-QurAoan juga berada antara 60-70/menit, serta nadanya rendah sehingga mempunyai efek relaksasi dan dapat menurunkan stress dan hipnotis mengalihkan perhatian pada kondisi nyeri . Berdasarkan penelitian yang dilakukan . menyatakan bahwa terapi murottal Al-Quran surat Ar-Rahman menjadi terapi relaksasi ketika didengarkan pada klien yang sedang menjalani perawatan yang menyebabkan penurunan intensitas nyeri setelah dilakukan intervensi pemberian terapi murottal Al-Quran. Kebutuhan holistic pasien yang harus dipenuhi yaitu kebutuhan bioAe TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 psikoAesosial dan kultural, sehingga sebagai perawat diharapkan dapat memberikan pelayanan terhadap kebutuhan pasien. Peran perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang menderita penyakit jantung koroner tidak terbatas pada pengobatan atau terapi farmakologi. Namun, perawat harus memahami spritualitas dan menawarkan terapi non-farmakologis seperti murottal Al-Quran untuk menurunkan intensitas nyeri dan menstabilkan hemodinamik atau tanda vital pasien. Berdasarakan studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 22 februari 2023 di RSUD Dr. Moewardi, didapatkan data pasien yang menderita stroke di HCU sebesar 30 pasien. Terapi non farmakologi RSUD Moewardi belum menerapkan terapi religi seperti murottal Al-quran, sehingga peneliti tertarik untuk mengetahui AyPengaruh Pemberian Terapi Murottal Al-Quran Terhadap status hemodinamik Pasien stroke pasien di RSUD Dr. MoewardiAy. Metode Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan quasi experiment. Penelitian quasi experiment adalah penelitian yang menguji coba suatu intervensi pada sekelompok subyek dengan atau tanpa kelompok pembanding namun tidak dilakukan randomisasi untuk memasukkan subyek kedalam kelompok perlakuan atau kontrol . Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre and post test without control, desain penelitian ini satu kelompok perlakuan yang dilakukan observasi 2 kali yaitu sebelum dan sesudah intervensi, hasil intervensi dapat terlihat cermat, karena mampu membandingkan situasi sebelum dan sesudah pemberian intervensi . Hasil dan Pembahasan Hasil Berdasarkan hasil analisis didapatkan karakteristik responden berdasarkan usia dengan mayoritas berusia >50 tahun . ,3%) dari total kasus 30 responden dan rata-rata 59,60 dengan minimal 48 tahun serta max 74 tahun seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia < 50 Tahun > 50 Tahun Total Mean Min Max Frekuensi 59,60 Persentase Berdasarkan hasil analisis Tabel 2, menunjukkan karakteristik responden menurut jenis kelamin mayoritas laki-laki yaitu 21 responden . ,0%) dari total 30 responden. Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Frekuensi Persentase Berdasarkan hasil analisis Tabel 3, menunjukkan karakteristik responden berdasarkan lama sakit dengan mayoritas responden dengan lama sakit >1 tahun yaitu 16 responden . ,3%) dari total 30 responden. Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Sakit < 1 Tahun > 1 Tahun Total Frekuensi Persentase TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 Berdasarkan hasil analisis Tabel 4, rerata tekanan darah sistolik sebelum terapi murottal AlQuran adalah 160,27 dengan min=128 dan max=208. Rerata tekanan darah diastolik sebelum terapi murottal Al-Quran adalah 90,27 dengan min=72 dan max=110. Rerata suhu sebelum dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 36,33 dengan min=36 dan max=37. Rerata nadi sebelum dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 87,97 dengan min=49 dan max=110. Rerata Respiratory Rate (RR) sebelum terapi murottal Al-Quran adalah 19,80 dengan min=15 dan max=22. Rerata saturasi oksigen (SaO. sebelum terapi murottal Al-Quran adalah 98,20 dengan min=96 dan max=100. Tabel 4. Analisis Status Hemodinamik Sebelum Dilakukan Murottal Al-Quran Rata-rata Minimal Maksimal Sistol Diastol Suhu Nadi 160,27 90,27 36,33 87,97 Respiratory Rate 19,80 Saturasi Oksigen 98,20 Berdasarkan hasil analisis Tabel 5, rerata tekanan darah sistolik sesudah dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 143,50 dengan min=120 dan max=170. Rerata tekanan darah diastolik sesudah dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 84,63 dengan min=70 dan max=105. Rerata suhu sesudah dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 36,32 dengan min=36 dan max=37. Rerata nadi sesudah dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 94,73 dengan min=62 dan max=110. Rerata Respiratory Rate (RR) sesudah dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 20,77 dengan min=19 dan max=22. Rerata saturasi oksigen (SpO. sesudah dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 99,43 dengan min=98 dan max=100. Tabel 5. Analisis Status Hemodinamik Sesudah Dilakukan Murottal Al-Quran Rata-rata Minimal Maksimal Sistol Diastol Suhu Nadi 143,50 84,63 36,32 94,73 Respiratory Rate 20,77 Saturasi Oksigen 99,43 Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan Asymp. Sig. -taile. atau p-value Tekanan darah sistolik maupun diastolik. Respiratory Rate (RR). Nadi, dan Saturasi oksigen yaitu sebesar 0,000. Karena p-value 0,000 lebih kecil dari 0,05 . -value < 0,. yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak seperti pada Tabel 6 dibawah ini. Tabel 6. Uji Wilcoxson Signed Rank Test Asymp. Sig. -taile. Sistol Diastol Suhu Nadi 0,000 0,000 0,000 0,000 Respiratory Rate 0,000 Saturasi Oksigen 0,000 Pembahasan Karakteristik responden berdasarkan usia dengan mayoritas berusia >50 tahun . ,3%) dari total 30 responden dan rata-rata 59,60 dengan minimal 48 tahun serta max 74 tahun. Sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Alchuriyah & Wahjuni . sebagian besar responden stoke berusia Ou50 tahun. Seiring dengan bertambahnya usia risiko stroke akan meningkat, pada usia 55 tahun risiko meningkat 2 kali lebih cepat setiap kurun waktu 10 tahun, resiko stroke akan meningat sejalan dengan degenerasi pada proses menua, termasuk pembuluh darah otak, seiring bertambahnya usia rentanan terhadap penyakit stroke akan meningkat, sedangkan pada usia muda, serangan stroke dapat berkaitan dengan gaya hidup serta temperamen yang cenderung ambisius, gaya hidup pemuda yang memicu stroke. Stroke bukan merupakan penyakit yang hanya terjadi pada usia pertengahan dan usia lanjut. Faktor risiko konvensional seperti hipertensi dan dislipidemia lebih jarang ditemukan pada anak dan TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 dewasa muda, namun faktor risiko lain berupa kelainan jantung kongenital, kelainan darah seperti sickle-cell disease dan trombofilia, penggunaan obat terlarang, genetika, dan kelainan metabolik lebih sering dijumpai . Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin mayoritas laki-laki yaitu 21 responden . ,0%) dari total 30 responden. Menurut . , penyakit stroke sering dianggap sebagai penyakit monopoli laki-laki karena perempuan memiliki hormon estrogen, yang berfungsi untuk mempertahankan kekebalan tubuh sampai menopause dan melindungi dari proses ateroskerosis. Namun, risiko terkena stroke sama antara laki-laki dan perempuan setelah menopause. Laki-laki atau pasangan yang sudah menikah lebih berisiko terkena stroke dari pada istri karena harus mengurus pasangannya yang sakit atau tidak mampu melakukannya karena suami tidak siap dan tidak terbiasa merawat orang lain. Pasangan yang paling stres juga berisiko terkena stroke karena depresi, sedih, atau menangisi kondisi pasangannya. Dalam studi ini, faktor tambahan seperti usia, tekanan darah tinggi, kolesterol, kebiasaan merokok, dan penyakit diabetes telah dipertimbangkan. Hasilnya menunjukkan bahwa suami lebih sering mengalami stres dan 23% lebih tinggi daripada istri, meningkatkan risiko stroke 26,9% selama 10 tahun. Laki-laki mengalami stres lebih banyak karena perempuan lebih siap dan terbiasa menjaga orang lain. Namun, karena perempuan biasanya terserang stroke pada usia yang lebih tua, kematian akibat stroke lebih banyak terjadi pada perempuan . Karakteristik responden berdasarkan lama sakit dengan mayoritas responden dengan lama sakit >1 tahun yaitu 16 responden . ,3%) dari total kasus 30 responden. Orang yang pernah mengalami stroke memiliki risiko yang lebih besar untuk mengalami serangan stroke lagi. Setelah serangan otak sepintas, persentase serangan stroke ulang berkisar antara 30 dan 43 persen dalam waktu lima 20% pasien mengalami serangan stroke dalam waktu 90 hari dan 50% dari pasien mengalami serangan stroke ulang dalam waktu 24 hingga 72 jam. Risiko stroke ulang meningkat dengan tekanan darah tinggi, yang didefinisikan sebagai tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Tingkat mortalitas dan kecacatan stroke ulang lebih tinggi dibandingkan dengan stroke pertama karena jaringan otak belum pulih sepenuhnya dari serangan pertama, yang menyebabkan dampak yang lebih besar . Rerata tekanan darah sistolik sebelum terapi murottal Al-Quran adalah 160,27 dengan min=128 dan max=208. Rerata tekanan darah diastolik sebelum terapi murottal Al-Quran adalah 90,27 dengan min=72 dan max=110. Rerata suhu sebelum dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 36,33 dengan min=36 dan max=37. Rerata nadi sebelum dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 87,97 dengan min=49 dan max=110. Rerata Respiratory Rate (RR) sebelum terapi murottal Al-Quran adalah 19,80 dengan min=15 dan max=22. Rerata saturasi oksigen (SaO. sebelum terapi murottal Al-Quran adalah 98,20 dengan min=96 dan max=100. Kegelisahan, ketakutan, nyeri, dan stress emosional dapat menimbulkan stimulasi simpatis yang dapat meningkatkan frekuensi denyut jantung, curah jantung dan resistensi vaskuler. Efek simpatis tersebut yang menyebabkan meningkatnya tekanan darah . Sejalan dengan penelitian yang dilakukan . bahwa sebelum diberikan terapi murottal Al-Quran banyaknya responden yang mengalami hipertensi dikarenakan faktor stress, merokok . hususnya lansia yang berjenis kelamin laki-lak. serta faktor yang tidak dapat di kontrol seperti usia dan riwayat hipertensi. Hal ini sejalan dengan pernyataan . bahwa terapi murottal Al-Quran berperan dalam proses penyembuhan karena dapat menurunkan nyeri, relaksasi, dapat memperlambat dan menyeimbangkan gelombang otak, bahkan mempengaruhi denyut jantung, irama pernapasan dan tekanan darah. Rerata tekanan darah sistolik sesudah dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 143,50 dengan min=120 dan max=170. Rerata tekanan darah diastolik sesudah dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 84,63 dengan min=70 dan max=105. Rerata suhu sesudah dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 36,32 dengan min=36 dan max=37. Rerata nadi sesudah dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 94,73 dengan min=62 dan max=110. Rerata Respiratory Rate (RR) sesudah dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 20,77 dengan min=19 dan max=22. Rerata saturasi oksigen (SpO. sesudah TRIAGE: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. No. 2 Desember 2024. Hal. P-ISSN 2089-1466 | E-ISSN 2685-1660 dilakukan terapi murottal Al-Quran adalah 99,43 dengan min=98 dan max=100. Sesuai dengan penelitian . bahwa terdapat perubahan sebelum dan sesudah diberikan tindakan terapi murottal Al-Quran. Jika terapi murotal sering dilakukan dengan baik, maka pasien yang mengalamai peningkatan tekanan darah akan membantu untuk menurunkan tekanan darah. Penelitian . menyatakan bahwa terapi murrotal, sebagai terapi non farmakologis, dapat digunakan untuk pasien HCU yang mengalami kondisi yang lebih parah atau penyakit kronis yang mengalami penurunan kondisi secara fisiologis dan psikologis dikarena terapi murrotal menstabilkan hemodinamik dan memberikan efek menenangkan. Berbeda dengan penelitian . yang menyatakan bahwa terdapat pengaruh hemodinamik terkait pengukuran Respiratory Rate, tetapi tidak terdapat pengaruh terapi murottal Al-Quran terhadap status hemodinamik pasien stroke di HCU. Lantunan ayat-ayat Al-Qur'an yang merdu dapat mengurangi nyeri dan mengembalikan keseimbangan status hemodinamik pasien. Dianggap sebagai tindakan koping agama, membaca AlQur'an membuat Roh orang yang mendengarnya menjadi lebih hidup dan bebas dari ikatan dunia. Al-Qur'an memiliki kekuatan penyembuhan yang mencakup kesehatan fisik dan mental. Hasil penelitian menunjukkan Asymp. Sig. -taile. atau p-value Tekanan darah sistolik maupun diastolik. Respiratory Rate (RR). Nadi, dan Saturasi oksigen yaitu sebesar 0,000. Karena p-value 0,000 lebih kecil dari 0,05 . -value < 0,. yang artinya Ha diterima dan Ho ditolak. Sesuai dengan penelitian . , terdapat hasil signifikan yang menunjukkan bahwa pengaruh ayat-ayat Alquran terhadap tanda-tanda vital dan meningkatkan tingkat kesadaran. Selain mudah metode murottal AlQuran tidak memerlukan biaya serta dapat dijadikan sebagai cara efektif dalam memperbaiki kondisi Sejalan dengan penelitian . , terdapat perbedaan yang signifikan pada tanda-tanda vital . ekanan darah. Mean arterial pressure, heart rate, dan Respiratory Rate sebelum dan sesudah dilakukan terapi mendengarkan Al-Quran selama 10 hari berturut-turut (<0,0. , begitu juga dengan tingkat kesadaran terdapat hasil yang signifikan (<0,0. Menurut penelitian lain . menyatakan bahwa tingkat kenyamanan pasien muslim yang menggunakan ventilasi mekanik di ruang High Care Unit meningkat secara signifikan setelah dilakukan perawatan terapi Murottal Al-Quran selama tiga hari. Hal ini menunjukan bahwa terapi Al-Quran dapat membantu pasien lebih tenang dan membantu kinerja tubuh dalam proses penyembuhan baik secara fisiologis maupun psikologis. Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan Asymp. Sig. -taile. atau p-value Tekanan darah sistolik maupun diastolik. Respiratory Rate (RR). Nadi, dan Saturasi oksigen yaitu sebesar 0,000. Karena p-value 0,000 lebih kecil dari 0,05 . -value < 0,. Dapat disimpulkan bahwa terdapat Pengaruh Pemberian Terapi Murottal Al-Quran Terhadap status hemodinamik Pasien stroke Di Ruang HCU RSUD Dr. Moewardi. Daftar Pustaka