Masyarakat Berdaya dan Inovasi , 2025, 30-34 Available online: https://mayadani. org/index. php/MAYADANI PKM Penerapan Inovasi Matras Proning di Posyandu Lansia Baiturrahmah Menuju Lansia Sehat dan Berdaya Luluk rosida1. Eny Fitriahadi1. Danur wijayanto2. Andry Ariyanto1,* Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas AoAisyiyah Yogyakarta Fakultas sains and Technologi . Universitas AoAisyiyah Yogyakarta email: bimantara. arif@unisayogya. Abstrak Kelompok Griya lansia Aisyiyah Baiturrahmah adalah salah satu posyandu yang ada di kelurahan Patangpuluhan dengan jumlah lansia yang cukup banyak dan beberapa lansia menderita keluhan sesak nafas diantaranya karena asma , bronchitus dan faktor yang lain. Secara umum para lansia ini membutuhkan edukasi dan pendampingan dalam mengurangi sesak nafas dengan harapan lansia bisa mengurangi sesak secara mandiri sehingga bisa beraktifitas, meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi keluhan dan komplikasi. Untuk itu diperlukan strategi dalam pemberian edukasi dan alat yang presisi mudah berpindah tempat dan mudah digunakan untuk mengurangi sesak nafas yaitu dengan inovasi matras proning. PKM ini merupakan penerapan dari penelitian tim PKM berupa AomarningAy matras proning. Inovasi Produk AuMarningAy . atras pronin. dibuat sebagai alat bantu untuk melakukan posisi pronasi yang nyaman, aman, tidak memerlukan banyak biaya dan mudah diimplementasikan pada pasien dengan keluhan sesak nafas karena tidak menimbulkan efek samping serta bisa dilakukan mandiri oleh pasien. Terdapat 4 permasalahan konkrit yang akan ditangani dalam kegiatan ini adalah . Belum terdapat pendampingan pada pasien dan keluarga berbasis patient care centered di komunitas sebagai program edukasi secara terstruktur dan berkesinambungan tentang penanganan sesak nafas. Belum tedapat program upaya preventive pada komplikasi penyakit kronik . eperti perawatan, mendeteksi dan mengurangi sesak nafas secara mandiri oleh pasien dan keluarg. Belum adanya edukasi penanganan sesak nafas secara mandiri. Belum tersedianya alat peraga edukasi dan alat pengurang sesak nafas yang bisa dipakai secara dan dipindahkan dengan mudah sehingga memungkinkan untuk digunakan secara bergantian oleh lansia dengan keluhan sesak nafas. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan berbasis solusi dari permasalahan mitra tersebut. Kegiatan pengabdian yang telah dilaksanakan adalah . pendampingan pada pasien dan keluarga berbasis patient care centered. program upaya preventive pada komplikasi penyakit kronik. pengetahuan mitra tentang penanganan sesak nafas secara mandiri meningkat dan . Tersedianya alat peraga edukasi dan alat pengurang sesak nafas yang bisa dipakai secara mandiri dan dipindahkan dengan mudah. Kata Kunci: Lansia . Sesak nafas. Matras. Proning Abstract The Aisyiyah Baiturrahmah Elderly Home Group is one of the integrated health posts (Posyand. in Patangpuluhan sub-district, home to a significant number of elderly people, some of whom suffer from shortness of breath due to asthma, bronchitis, and other factors. In general, these elderly people require education and support to reduce shortness of breath, with the hope that they can independently reduce it, thus enabling them to resume activities, improve sleep quality, and reduce complaints and complications. Therefore, a strategy is needed to provide education and a precise, portable, and easy-to-use tool to reduce shortness of breath, namely the innovative proning mattress. This PKM is an implementation of the PKM team's research in the form of a "marning" proning The "Marning" product innovation . roning mattres. was created as an aid to achieve a comfortable, safe, inexpensive, and easy-to-implement pronation position for patients with shortness of breath because it does not cause side effects and can be done independently by the patient. There are 4 concrete problems that will be addressed in this activity, namely . There is no assistance for patients and families based on patient care centered in the community as a structured and continuous educational program on handling shortness of breath. There is no preventive program for chronic disease complications . uch as treatment, detecting and reducing shortness of breath independently by patients and familie. There is no education on handling shortness of breath . There is no educational demonstration tool and shortness of breath reduction tool that can be https://doi. org/10. 33292/mayadani. info@mayadani. Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 1 . , 2025 used and moved easily so that it can be used alternately by the elderly with shortness of breath complaints. This community service activity is carried out based on solutions to the partner's problems. The community service activities that have been implemented are . assistance for patients and families based on patient care centered. a preventive program for disease complications chronic. increased partner knowledge about selfmanagement of shortness of breath. availability of educational aids and shortness of breath relief devices that can be used independently and easily moved. Keywords: Elderly. Shortness of Breath. Mattress. Proning This is an open access article under the CCAeBY-SA license. PENDAHULUAN Saat ini Indonesia tengah menikmati bonus demografi yang membawa Indonesia pada aging society atau ledakan jumlah lansia pada tahun 2021, bahkan semakin parah pada tahun-tahun yang akan datang (Fitriahadi E, 2020. Maylasari I, 2. Ledakan jumlah lansia tersebut, secara otomatis juga akan meningkatkan dampak permasalahan lansia di berbagai bidang kehidupan, baik permasalahan kesehatan, sosial, maupun ekonomi. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) termasuk salah satu propinsi dengan jumlah proporsi penduduk lansia tertinggi di Indonesia . 5%) yang disertai dengan berbagai prevalensi penyakit kronik yang sangat tinggi, seperti prevalensi DM tercatat dua kali lipat dibanding prevalensi nasional . 79%), hipertensi sebesar 11% . 2% lebih tinggi jika dibandingkan dengan angka nasional 8,8%). Selain penyakit tidak menular lansia juga rentan mengalami penyakit menular antara lain diare dan penyakit saluran pernafasan seperti ISPA. TB Paru. Asma Bronhial dan pnemonia yang umumnya menimbulkan dypsnea atau sesak nafas pada penderitanya (Tuty Putri et al. Salah satu cara untuk mengurangi sesak nafas adalah dengan melakukan proning position. Proning position atau prone postion adalah posisi tengkurap yang menghasilkan ventilasi yang aman dan di atur nafas nya secara perlahan, akibatnya akan terjadi peningkatan saturasi oksigen. Posisi proning sangat familier digunakan dan dianjurkan pada Penanganan gejala gangguan pernafasan pada pasien COVID 19 namun demikian posisi proning ini juga sangat mungkin membantu meningkatkan saturasi oksigen pada pasien dengan keluhan sesak nafas akibat penyakit yang lain seperti Asthma, jantung dan penyakit Posisi pronasi merupakan salah satu intervensi yang diterapkan pada pasien acute respiratory distress syndrome (ARDS) dengan ventilasi mekanis invasif. Posisi pronasi meningkatkan homogenitas paru, pertukaran gas, dan mekanisme pernapasan yang memungkinkan pengurangan intensitas ventilasi serta mengurangi cedera paru pada pasien ARDS dengan terapi ventilasi mekanis invasif (Fazzini et al. Gattinoni L, 2013. Girard et al. , 2014. Guyrin et al. , 2. Namun demikian, masih muncul banyak kebingungan pada pasien sesak nafas tentang bagaimana melakukan posisi pronasi yang tepat dan sesuai dikarenakan pengaturan posisi pronasi hanya dianjurkan dengan menggunakan penyangga bantal di beberapa titik tubuh pasien (Rosida et al. , 2. Perbedaan ukuran bantal sangat dimungkinkan terjadi pada setiap pengaturan posisi di tempat yang berbeda oleh sebab itu sangat penting pemberian edukasi dan contoh posisi proning yang benar kepada lansia sesak nafas, kader posyandu maupun kepada keluarganya(Wulandari DA, 2. METODE Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan teori Participatory Learning and Action (PLA). PLA atau pembelajaran dan praktik partisipatif adalah metode pemberdayaan masyarakat yang juga dikenal sebagai "belajar dengan melakukan" . PLA sangat tepat digunakan sebagai pendekatan proses belajar dan berinteraksi dengan komunitas atau masyarakat. Karena PLA secara efektif menekankan pada proses pembelajaran, dimana kegiatan pembelajaran dibangun atas dasar partisipasi Copyright A 2025. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 1 . , 2025 masyarakat dalam segala aspekkegiatan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Langkahlangkah pelaksanaan kegiatan ini secara garis besar dapat diuraikan menjadi 3 tahapan besar sebagai Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap koordinasi dan persiapan di antaranya: pertama. FGD tim pengusul bersama mitra membahas teknis program PKM Penerapan Inovasi AuMarningAy (Matras Pronin. yang akan dilaksanakan. kedua, penentuan lokasi dan peserta kegiatan pengabdian. Beberapa hal yang dilakukan tim PKM dengan mitra adalah diskusi, penyuluhan dan edukasi. Pada tahap ini juga dilakukan diskusi interaktif dengan mitra dalam rangka menyamakan persepsi mengenai batasan masalah yang akan diselesaikan melalui ketiga, penentuan jadwal kegiatan pelaksanaan program. keempat, persiapan alat dan bahan yang diperlukan dalam pelaksanaan program. Selanjutnya adalah tahap pelaksanaan. Beberapa langkah yang dilakukan pada tahap pelaksanaan yaitu: pertama, sosialisasi tentang gambaran dan tujuan dari PKM. Pada tahap ini juga dilakukan pengenalan IPTEK yang akan diterapkan dalam memecahkan masalah yang dihadapi mitra. kedua, pelatihan penggunaan IPTEK. Tahap ini bertujuan untuk peningkatkan kapasitas anggota dan kelompok mitra. Beberapa hal yang dilakukan pada tahap ini adalah Pembuatan dan pengenalan inovasi matras proning, sosialisasi manfaat dan cara penggunaan. Setelah dilakukan pelaksanaan, langkah selanjutnya adalah tahap monitoring dan evaluasi Tahap ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas program PKM Penerapan Inovasi AuMarningAy (Matras Pronin. yang dilaksanakan. Pada proposal ini telah disusun cara pengukuran keberhasilan target luaran. Efektivitas program ini diukur melalui pengukuran berdasarkan indikator-indikator yang telah ditentukan tersebut. Berberapa langkah yang dilakukan pada tahap ini adalah monitoring yaitu aktivitas yang ditujukan untuk memantau pelaksanaan program serta capaian yang telah didapatkan. Monitoring diperlukan agar kesalahan awal dapat segera diketahui dan dapat dilakukan tindakan perbaikan, sehingga mengurangi risiko yang lebih besar. Monitoring ini dilakukan khususnya dalam penerapan IPTEK pada mitra. Sedangkan evaluasi dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai kinerja sesuatu . etode, manusia, peralata. , di mana informasi tersebut akan dipakai untuk menentukan alternatif terbaik dalam membuat keputusan. Monitong dilakukan pada bulan ke empat pelaksanaan program sedangkan evaluasi dilaksanakan pada bulan ke delapan . khir masa kegiata. Baik kegiatan monitoring amupun evaluasi dilakukan bersama mitra. Kegiatan pengabdian ini disusun sesuai dengan alur yang telah dicantumkan di atas. Urutan pelaksanaan program disesuaikan dengan metode PLA dan juga target serta tujuan pelaksanaan masingmasing program. Secara garis besar alur pelaksanaan program PKM Penerapan Inovasi AuMarningAy (Matras Pronin. HASIL DAN PEMBAHASAN Koordinasi dengan pengurus dan kader posyandu lansia Baiturrahman Patangpuluhan kota Yogyakarta untuk membuat program/model/guideli ne edukasi secara terstruktur dan berkesinambungan oleh kader lansia dengan didampingi Tim PKM. Setelah diskusi dilaksanakan, kemudian dilakukan penyuluhan dan edukasi berbagai tekhnik yang bisa dilakukan dalam pengurangan sesak nafas. Dalam kegiatan ini Tim Pengabdian melaksanakan beberapa kegiatan seperti mengajarkan beerbagai tekhnik pengurangan sesak nafas dengan breathing exercise. Proses latihan dan pemberian edukasi ini dilanjutkan dengan praktek breathing exercise oleh tim PKM dan mahasiswa. Copyright A 2025. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 1 . , 2025 Gambar 1. Penyuluhan tentang Upaya preventife dalam penangan sesak nafas Penataan kepengurusan dan optimalisasi peran kader posyandu lansia untuk dapat bersinergi dalam memberikan layanan kebutuhan informasi dan layanan kesehatan berskala sedang sesuai kebutuhan komunitas dan individu/keluarga berbasis patient centered care di komunitas dan Melakukan training, refresing dan apersepsi pada kader dan pengurus posyandu tentang management penanganan sesak Gambar 2. Edukasi pembentukan program pasien center learning Pembuatan Inovasi Produk AuMarningAy . atras proning ) merupakan alat bantu untuk melakukan posisi pronasi yang nyaman, aman, tidak memerlukan banyak biaya dan mudah diimplementasikan pada pasien dengan keluhan sesak nafas, tidak menimbulkan efek samping serta bisa dilakukan mandiri oleh Model teknologi ini sangat membantu dalam peningkatan saturasi oksigen pada pasien dengan keluhan sesak nafas, dan dapat dilakukan mandiri oleh pasien tanpa bantuan tenaga kesehatan. Inovasi ini memungkinkan pasien melakukan posisi proning yang tepat dan nyaman. Marning sudah didesain dengan mempertimbangkan bentuk anatomi tubuh, ergonomi, sangat efektif dan efisien, karena dapat langsung digunakan secara mandiri tanpa harus menyusun bantal terlebih dahulu dan dapat dilipat, sehingga memudahkan distribusi dan penyimpanan. Dalam PKM ini model ini akan dikembangkan lagi dengan menambahkan alat pengecekan saturasi oksigen. Alat ini akan digunakan oleh pasien ketika menggunakan Produk AuMarningAy yang akan terintegrasi dengan aplikasi berbasis mobile sehingga pasien dan tenaga kesehatan dapat memantau kadar saturasi oksigen secara berkala dengan mudah(Maulana MI, 2023. Nugroho RA, 2. Pengenalan dan pelatihan penggunaan matras proning. Setelah inovasi selesai di buat maka dilakukan Kegiatan pengenalan alat tekhnologi inovasi ini ke mitra mulai dari fungsi, kegunaan cara pemkaian cara penyimpanan lat baik pasda penggunaan matras proning maupun pada penggunaan oksimeter. Copyright A 2025. Masyarakat Berdaya dan Inovasi. ISSN 2721-8228 Masyarakat Berdaya dan Inovasi, 1 . , 2025 Gambar 3. Penerapan inovasi Tekhnologi SIMPULAN Pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik karena mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki Melalui pendekatan yang terarah dan pemanfaatan sumber daya yang ada, kegiatan ini berhasil mendorong peningkatan produktivitas mitra secara nyata. Hasil tersebut menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mitra dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja dan efektivitas usaha yang dijalankan. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih dan apresiasi diberikan kepada Kemdikbud DIKTI sebagai pemberi dana dalam program pengabdian ini. DAFTAR PUSTAKA