EVALUASI IMPLEMENTASI STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI PUSKESMAS LOA IPUH TENGGARONG Nur Febria Sari1. Husnul Warnida1. Rusdiati Helmidanora1 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda Email : hwarnida@gmail. ABSTRACT Pharmaceutical service standards are benchmarks used as guidelines for pharmacist in providing pharmaceutical services and pharmaceutical services are direct and responsible services to patients related to Pharmaceutical Preparations with the aim of achieving definite results to improve the quality of patient life. To improve the quality of pharmaceutical services at the Puskesmas, the Minister of Health Regulation Number 74 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Puskesmas. This study aims to evaluate the implementation of pharmaceutical service standards at the Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong. The research was conducted from January to March 2021. This research design is an observational research design using a cohort research design. Data were obtained from filling out interview sheets, questionaire sheets by patients and checklist sheets based on direct observation in the pharmacy room of the Puskesmas Loa Ipuh. The data obtained were compared with the standards in the literature and analyzed using ChiSquare and Spearman's. Based on the results of the study, it can be concluded that the implementation of the Minister of Health Regulation Number 74 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards at the Puskesmas Loa Ipuh Tenggarong is included in the Good category. The level of patient satisfaction is included in the Satisfied category. Implementation of Pharmaceutical Service Standards does not affect patient satisfaction. Keywords : the minister of health regulation number 74 of 2016, pharmaceutical service standard, patient satisfaction, puskesmas loa ipuh PENDAHULUAN Pelayanan kefarmasian di puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Tuntutan pasien dan adanya perluasan dari paradigma lama yang berorientasi kepada produk . rug oriente. menjadi paradigma baru yang berorientasi pada pasien . atient oriente. harmaceutical car. Standar pelayanan kefarmasian di puskesmas diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian, menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian dan melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka penjaminan keselamatan pasien . atient safet. Salah satu indikator yang dapat digunakan dalam mengukur tingkat keberhasilan pelayanan kefarmasian adalah tingkat kepuasaan pasien. Pengguna jasa pelayanan puskesmas dalam hal ini pasien menuntut pelayanan yang berkualitas tidak hanya menyangkut kesembuhan dari penyakit secara fisik atau meningkatkan menyangkut kepuasan terhadap sikap, selalu METODE PENELITIAN Rancangan penelitian ini adalah rancangan penelitian observasional, dengan menggunakan desain penelitian cohort, yaitu suatu penelitian yang mempelajari hubungan No. Keterangan Item Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid antara faktor risiko dengan efek, yang dilakukan secara prospektif atau kedepan sebelum terjadinya efek. Subyek penelitian diikuti dan diamati secara terus menerus sampai jangka waktu tertentu . Penelitian dilakukan di Puskesmas Loa Ipuh pada bulan Januari sampai dengan Maret 2021. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian Uji validitas merupakan suatu alat pengukuran untuk mengukur apa yang diukur guna menunjukan tingkat kesahihan suatu tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan lingkungan fisik yang dapat memberikan kenyamanan. Kepuasan pasien sangat tergantung pada kualitas pelayanan yang diberikan . Penelitian kefarmasian di Puskesmas Loa Ipuh agar pelayanan kefarmasian dapat ditingkatkan. instrumen penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sebelum kuesioner digunakan dalam penelitian, dilakukan uji validitas terhadap kuesioner. Kuesioner dinyatakan valid jika r hitung Ou dari r tabel. Uji validitas sebuah kuesioner penelitian dapat dilakukan dengan menguji 30 responden. Uji validitas sebanyak 30 orang dengan taraf signifikansi 5%, maka nilai r tabel adalah 0,361. Setelah dilakukan uji validitas dari 8 pernyataan dalam kuesioner penelitian ini, maka akan diperoleh jumlah pernyataan yang Pernyataan yang dinyatakan valid inilah yang digunakan dalam pernyataan Berdasarkan uji validitas instrumen penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian (Kuesione. = . Hasil Uji Penelitian Reliabilitas Instrumen Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat pengukuran tersebut Pengukuran menggunakan bantuan software SPSS dengan rumus Alpha Cronbach. Suatu variabel dikatakan realibel jika memberikan nilai Alpha Cronbach > 0,60. Berdasarkan uji reliabilitas instrumen penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: Kategori Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian . = 30. item = . Hasil perhitungan standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas Loa Ipuh berdasarkan kategori termasuk dalam Kategori Baik. Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items BAIK Tingkat Kepuasan Pasien Hasil Perhitungan Daftar Tilik Standar Pelayanan Kefarmasian Standar pelayanan kefarmasian di puskesmas dihitung berdasarkan kesesuaian sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai, pelayanan farmasi klinik Total penilaian untuk Puskesmas Loa Ipuh dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Hasil Perhitungan Daftar Tilik Standar Pelayanan Kefarmasian Standar Pelayanan Jumlah Kefarmasian Nilai Sumber Daya Manusia Sarana dan Prasarana Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai Pelayanan Farmasi Klinik Pengendalian Mutu Pelayanan Kefarmasian Total Nilai Kepuasan dimulai dari penerimaan terhadap pasien dari pertama kali datang, sampai pasien meninggalkan Puskesmas. Kepuasan pasien tidak cukup dengan meningkatkan fasilitas lingkungan fisik, tetapi dalam upaya memberikan kepuasan kepada pelangan/pasien adalah terutama dalam proses interaksi antara petugas dengan pasien dalam pelayanan kesehatan. Proses interaksi ini dipengaruhi oleh perilaku petugas dalam melaksanakan pelayanan yaitu keramah tamaan, kecakapan, kecepatan melayani dan lain-lain . Selain itu, aspek penampilan fisikadalah suatu bukti langsung yang meliputi fasilitas fisik, perlengkapan dan kebersihan juga menjadi variabel penilaian terhadap kepuasan pasien. Secara keseluruhan penilaian responden mempengaruhi tingkat kepuasan pasien mencapai tingkat kepuasan di atas 50% dengan kriteria Puas, yaitu sebanyak 245 responden . ,8%) menyatakan Puas terhadap kualitas pelayanan kefarmasian di Puskemas Loa Ipuh. Data distribusi perolehan/persentase penilaian variabel yang mempengaruhi tingkat kepuasan pasien tampak pada tabel4. Tabel 4. Penilaian Variabel Yang Mempengaruhi Tingkat Kepuasan Pasien . = . Penilaian Variabel Tingkat Kepuasan Cukup Puas Puas Sangat Puas Kepedulian petugas 11,5% 33,6% 54,9% Kecepatan pelayanan 9,1% 45,3% 45,6% Keramahan petugas 7,8% 34,4% 57,8% 17,7% 49,7% 32,6% Kemampuan Apoteker memberikan informasi obat Kebersihan ruang tunggu 3,4% 37,8% 58,9% Kenyamanan ruang tunggu 9,9% 44,8% 45,3% 23,5% 49,2% 27,3% 28,9% 49,2% 21,9% 6,8% 63,8% 29,4% Kelengkapan obat dan alat Ketersediaan poster dan lain-lain sebagai obat/kesehatan Keseluruhan pasien di Puskesmas Loa Ipuh. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan batas nilai signifikansi p < 0,05. Data analisis korelasi karakteristik pasien terhadap kepuasan pasien yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 5. Korelasi Karakteristik Pasien Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien di Puskesmas Loa Ipuh Analisis korelasi demografi pasien terhadap kepuasan pasien dilakukan untuk membuktikan ada tidaknya korelasi antara karakteristik pasien terhadap kepuasan Tabel 5. Korelasi Karakteristik Pasien Terhadap Tingkat Kepuasan Pasien. = . Tingkat Kepuasan Karakteristik Pasien Cukup Puas Laki 9,3% Perempuan 5,6% Total 17 Ae 24 Tahun 25 Ae 34 Tahun Total Sangat Puas 65,3% 25,4% 63,2% 31,2% 6,8% 63,8% 29,4% 10,5% 83,7% 5,8% 3,9% 71,3% 24,8% Puas P Value Jenis Kelamin 0,270 Usia 0,000 35 Ae 49 Tahun 7,7% 47,6% 44,7% 50 Ae 64 Tahun 5,6% 51,8% 42,6% > 65 Tahun 8,3% 33,3% 58,4% Total 6,8% 63,8% 29,4% Pendidikan 0,000 SD / Sederajat 0,0% 54,8% 45,2% SMP / Sederajat 0,0% 51,3% 48,7% SMA / Sederajat 9,0% 71,1% 19,9% Diploma 0,0% 76,9% 23,1% Sarjana 7,8% 53,3% 38,9% Total 6,8% 63,8% 29,4% Pelajar/Mahasiswa 14,3% 85,7% 0,0% PNS 2,0% 62,0% 36,0% Swasta 6,3% 63,4% 30,3% Wiraswasta 0,0% 78,6% 21,4% Tidak Bekerja 9,7% 59,2% 31,1% Lain-lain 6,0% 63,0% 31,0% Total 6,8% 63,8% 29,4% Kurang dari 5 kali 5,4% 68,1% 26,5% 5 kali atau lebih 15,4% 36,5% 48,1% Total 6,8% 63,8% 29,4% Pekerjaan 0,110 Jml. Kunjungan 0,000 Korelasi Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Pasien di Puskesmas Loa Ipuh Analisis korelasi Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian terhadap membuktikan ada tidaknya korelasi antara implementasi terhadap kepuasan pasien di Puskesmas Loa Ipuh. Data dianalisis menggunakan uji SpearmanAos rho. Data hasil analisis korelasi Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian terhadap kepuasan pasien dapat dilihat pada Tabel6 berikut ini. Tabel 6. Korelasi Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Pasien 1,000 Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian ,046 ,372 Correlation Coefficient ,046 1,000 Sig. -taile. ,372 Kepuasan Pasien Correlation Coefficient Kepuasan Pasien Spearman's rho Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian Sig. -taile. Tabel 6 menunjukkan bahwa antara Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian dengan kepuasan pasien tidak terdapat hubungan karena diperoleh nilai . -tale. lebih besar dari 0,05 yaitu 0,372. Hubungan antara keduanya dikatakan lemah karena diperoleh nilai corelation coefficient-nya sebesar 0,046. Berdasarkan bahwaImplementasi Standar Pelayanan Kefarmasian tidak ada korelasi terhadap kepuasan pasien. Hal ini berarti tidak ada hubungan antara Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian terhadap kepuasan pasien. Standar Pelayanan Kefarmasian di puskesmas ditetapkan sebagai acuan pelaksanaan Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Untuk Standar Pelayanan Kefarmasian di puskesmas ini diperlukan komitmen, kemauan dan kerja sama semua pemangku kepentingan terkait. Hal tersebut akan menjadikan pelayanan kefarmasian di puskesmas semakin optimal dan dapat dirasakan manfaatnya oleh pasien dan masyarakat yang pada akhirnya dapat meningkatkan citra puskesmas dan kepuasan pasien atau masyarakat . SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dari penelitian ini dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: ImplementasiStandar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Loa Ipuh termasuk dalam Kategori Baik. Tingkat kepuasan pasien terhadap Puskesmas Loa Ipuh adalah Puas. Perbedaan dalam hal umur, pendidikan dan kunjungan memiliki korelasi yang signifikan terhadap kepuasan pasien. Implementasi Standar Pelayanan Kefarmasian tidak memiliki korelasi terhadap kepuasan pasien. DAFTAR PUSTAKA