Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 DOI: 10-70285 Pengaruh Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023 Rani Cantika1*. Dina Novita2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang ranicantika205@gmail. com*, dosen00658@unpam. Received 20 Agustus 2. Revised 15 September 2025 | Accepted 15 Oktober 2025 *Korespondensi Penulis Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Struktur Modal yang diproksikan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) dan Ukuran Perusahaan yang diproksikan menggunakan Logaritma Natural (LN) total asset terhadap Nilai Perusahaan yang diproksikan menggunakan Price to Book Value (PBV) pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023. Penelitian kuantitatif ini menggunakan analisis statistik deskriptif, analisis regresi linier berganda, uji asumsi klasik, uji hipotesis, dan uji koefisien determinasi sebagai metode analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Struktur Modal yang diproksikan dengan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) secara parsial tidak terdapat pengaruh signifikan antara Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023, hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji parsial . yang menghasilkan nilai Thitung sebesar 1,591 < Ttabel sebesar 2,36462 dengan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,156 > 0,05. Ukuran Perusahaan yang diproksikan dengan menggunakan Logaritma Natural (LN) dari total asset secara parsial terdapat pengaruh signifikan antara Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023, hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji parsial . yang menghasilkan nilai T hitung sebesar |Oe3,. > Ttabel sebesar 2,36462 dengan nilai signifikansi (Sig. ) 0,010 < 0,05. Secara simultan Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan terdapat pengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023, hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji simultan . yang menghasilkan nilai Fhitung sebesar 6,627 > Ftabel sebesar 4,74 dan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,024 < 0,05. Dan hasil uji koefisien determinasi (Adjusted R Squar. pada penelitian ini diperoleh sebesar 0,556 atau 55,6% yang berarti bahwa variabel independen yaitu Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan memberikan kontribusi sebesar 55,6% terhadap variabel dependen yaitu Nilai Perusahaan. Namun, sisanya yaitu sebesar 44,4% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian Kata Kunci: Debt to Equity Ratio. Ukuran Perusahaan. Price to Book Value. Abstract This study aims to determine the effect of capital structure which is proxied using Debt to Equity Ratio (DER) and firm size which is proxied using Natural Logarithm (LN) of total assets on firm value which is proxied using Price to Book Value (PBV) at PT Merck Tbk for the period 2014-2023. This quantitative research used descriptive statistics, multiple linear regression analysis, classical assumption testing, hypothesis testing, and determination coefficient test as methods. The results showed that the Capital Structure proxied by using the Debt-to-Equity Ratio (DER) partially had no significant effect on the Firm Value at PT Merck Tbk for the 2014-2023 Period, this is supported by the partial . -tes. result, which yielded a t-value of 1,591< the critical t-table value of 2,36462, with a significance value (Sig. of 0,156 > 0,05. Firm Size which is proxied by using the Natural Logarithm (LN) indicator of total assets partially has a significant effect on Firm Value at PT Merck Tbk for the 2014-2023 period, that is supported by the partial . -tes. result, which yielded a t-value of |Oe3,. > the critical t-table value Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 36462, with a significance value (Sig. ) of 0,010 < 0,05. While simultaneously. Capital Structure and Firm Size have a significant effect on Firm Value at PT Merck Tbk for the 2014-2023 period, as indicated by the simultaneous (F-tes. , which produced an F-value of 6,627 > F-table value of 4,74, with a significance value (Sig. ) of 0,024 < 0,05. And the test results of the coefficient of determination (Adjusted R Squar. in this study were obtained at 0. 556 or 55. 6%, which means that the independent variables, namely Capital Structure and Firm Size, contributed 55. 6% to the dependent variable, namely Firm Value. However, the remaining 44. 4% is influenced by other variables not examined in this study. Keywords: Debt to Equity Ratio. Firm Size. Price to Book Value. PENDAHULUAN Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, industri farmasi di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dan menjelma menjadi salah satu pasar terbesar di kawasan Asia Tenggara. Pertumbuhan ini didorong oleh besarnya pangsa pasar domestik yang mencapai lebih dari 265 juta jiwa penduduk, serta meningkatnya akses layanan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diberlakukan sejak tahun 2014 (Business-indonesia. Persaingan di industri farmasi Indonesia sangat ketat, dengan lebih dari 200 . ua ratu. produsen dan distributor yang beroperasi, termasuk 29 . ua puluh sembila. perusahaan multinasional. Pangsa pasar didominasi oleh perusahaan lokal seperti PT Kalbe Farma Tbk dan PT Kimia Farma Tbk yang menguasai sekitar 70% pasar, sementara sisanya dikuasai oleh perusahaan asing atau multinasional seperti Bayer. Pfizer. GlaxoSmithKline. Mitsubishi Tanabe Pharma, dan Merck. Meskipun perusahaan lokal mendominasi volume produksi, perusahaan multinasional memiliki keunggulan dalam inovasi produk dan teknologi, sehingga persaingan tidak hanya terjadi pada aspek harga tetapi juga kualitas dan inovasi produk (Liputan6. Posisi persaingan PT Merck Tbk yang relatif kecil dalam pangsa pasar domestik menunjukkan tantangan yang harus dihadapi perusahaan dalam mempertahankan dan meningkatkan nilai perusahaannya di tengah persaingan yang semakin ketat. Dalam konteks persaingan ini, nilai perusahaan menjadi indikator utama yang mencerminkan persepsi pasar terhadap prospek dan kesehatan keuangan perusahaan. PT Merck Tbk, adalah perusahaan farmasi yang didirikan pada tahun 1970 dan resmi menjadi perusahaan publik pada tahun 1981. Perusahaan ini merupakan termasuk salah satu perusahaan pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Dengan jumlah karyawan hampir 400 orang. PT Merck Tbk menjadi satu-satunya fasilitas produksi bagi Merck Group di kawasan Asia Tenggara. PT Merck Tbk berfokus pada pembuatan obat resep dan telah menjadi pemimpin pasar di segmen tersebut. Beberapa merek produk utama dari PT Merck Tbk yang dikenal luas di pasaran adalah Sangobion dan Neurobion (Merckgroup. Sebagai perusahaan yang telah go public, tujuan utama perusahaan adalah berkomitmen memberikan nilai optimal bagi para pemegang saham. Nilai perusahaan biasanya tercermin dari harga pasar sahamnya. Harga saham mencerminkan nilai yang bersedia dibayar oleh investor untuk memiliki bagian kepemilikan perusahaan. Harga saham dapat dijadikan sebagai indikator nilai perusahaan (Yuliana, 2. Harga saham yang digunakan biasanya merujuk pada harga penutupan . losing pric. , yaitu harga yang terbentuk pada saat saham diperdagangkan di bursa. Tingginya harga saham mencerminkan tingginya nilai perusahaan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap kinerja perusahaan saat ini dan prospek masa depan perusahaan (Kurniawati & Idayati, 2. Menurut Mikrad & Budi . , nilai perusahaan adalah total gabungan antara nilai pasar saham dan nilai pasar utang yang mencerminkan kondisi perusahaan serta membantu calon investor menilai kualitas kinerja keuangan perusahaan. Dalam penelitian ini nilai perusahaan diproksikan menggunakan indikator rasio Price to Book Value (PBV). Menurut Silalahi dkk . AuPrice to Book Value (PBV) merupakan rasio pasar . arket rati. dengan membandingkan harga pasar saham dengan harga buku saham dan dapat digunakan untuk Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 mengukur kinerja harga pasar saham terhadap nilai bukunya yang menunjukkan keberhasilan perusahaan menciptakan nilai bagi pemegang sahamAy. Price to Book Value (PBV) digunakan sebagai indikator untuk mengukur sejauh mana suatu perusahaan mampu menghasilkan nilai perusahaan dibandingkan dengan jumlah modal yang diinvestasikan. Semakin tinggi nilai rasio Price to Book Value (PBV), maka semakin besar keberhasilan perusahaan dalam memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham. Dengan mengetahui rasio Price to Book Value (PBV), investor dapat menilai apakah harga saham suatu perusahaan berada pada tingkatan wajar, undervalued, dan overvalued (Kurniawati & Idayati, 2. Apabila Price to Book Value (PBV) perusahaan tinggi, maka nilai perusahaan tersebut tinggi, begitupun sebaliknya. Tinggi dan rendahnya rasio Price to Book Value (PBV) menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi keyakinan dan harapan investor (Sonjaya dkk. , 2. Berbagai faktor yang dapat memengaruhi nilai perusahaan adalah struktur modal dan ukuran Faktor pertama yang memengaruhi nilai perusahaan adalah struktur modal. Dalam manajemen keuangan, struktur modal diartikan sebagai komposisi atau susunan modal jangka panjang . ebih dari satu tahu. , baik yang bersumber dari dana internal maupun eksternal yang digunakan untuk mendukung aktvitas operasional perusahaan (Agit dkk. , 2. Struktur modal juga dapat diartikan sebagai perbandingan antara utang dengan ekuitas yang tercemin pada laporan keuangan (Iriyanti dkk. Struktur modal yang dikelola secara optimal akan memberikan pengaruh, baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap kondisi Perusahaan. Secara tidak langsung, hal tersebut dapat memperkuat posisi finansial perusahaan sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan nilai perusahaan (Sorongan dkk. , 2. Struktur modal dalam penelitian ini diproksikan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER). Debt to Equity Ratio (DER) merupakan rasio yang membandingkan antara total utang dan total ekuitas perusahaan (Riyana dkk. , 2. Pada rasio struktur modal ini, semakin tinggi rasio Debt to Equity Ratio (DER) mengindikasikan bahwa porsi utang lebih besar dibandingkan dengan modal sendiri, hal ini berarti bahwa perusahaan lebih bergantung pada pembiayaan eksternal dalam mendanai kegiatan operasionalnya. Tingkat Debt to Equity Ratio (DER) memperlihatkan tingginya beban keuangan yang harus ditanggung perusahaan (Silalahi dkk. , 2. Faktor kedua yang memengaruhi nilai perusahaan adalah ukuran perusahaan. Menurut Ukhriyawati & Dewi . , ukuran perusahaan mencerminkan besar kecilnya suatu perusahaan, yang salah satunya dapat dilihat dari jumlah aset yang dimiliki perusahaan. Perusahaan dengan skala besar cenderung memiliki nilai perusahaan yang lebih tinggi karena lebih mudah memperoleh sumber pendanaan, baik internal maupun eksternal. Jika dana tersebut dikelola secara optimal, kinerja perusahaan akan meningkat dan menarik lebih banyak investor. Dalam penelitian ini ukuran perusahaan diproksikan melalui Logaritma Natural (LN) dari total asset. Logaritma Natural (LN) dari total aset adalah sebuah bentuk transformasi matematis yang diterapkan pada nilai total aset perusahaan dengan tujuan untuk menormalkan data dan memudahkan proses analisis (Syahputra & Budi, 2. Berikut adalah data dari nilai Perusahaan yang diproksikan menggunakan Price to Book Value. Struktur Modal yang diproksikan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER), dan Ukuran Perusahaan diproksikan dengan menggunakan Logaritma Natural (LN) dari total asset pada PT Merck Tbk Periode Tabel 1: Data Perkembangan Price to Book Value (PBV). Debt to Equity Ratio (DER), dan Ukuran Perusahaan pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023 Ukuran Perusahaan PBV Tahun DER (%) (LN Total Ase. (Kal. 30,65 20,38 6,59 35,50 20,28 6,41 27,68 20,43 7,07 37,63 20,56 6,19 143,71 20,96 3,72 51,69 20,62 2,15 51,78 20,65 2,40 Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis e-ISSN 3109-421X Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 Ukuran Perusahaan PBV (LN Total Ase. (Kal. 50,03 20,75 2,42 37,03 20,76 2,81 20,35 20,68 2,35 Sumber: Laporan Keuangan PT Merck Tbk Periode 2014-2023, data diolah . Tahun DER (%) Price to Book Value (PBV) 6,59 6,41 7,07 6,19 3,72 2,15 2,42 2,81 2,35 Price to Book Value (PBV) Gambar 1: Grafik Perkembangan Nilai Perusahaan diproksikan menggunakan Price to Book Value (PBV) PT Merck Tbk Periode 2014-2023 Sumber: Laporan Keuangan PT Merck Tbk Periode 2014-2023, data diolah . Berdasarkan data di atas nilai perusahaan PT Merck Tbk yang diproksikan dengan menggunakan Price to Book Value (PBV) selama periode 2014Ae2023 mengalami pergerakan yang Pada tahun 2014 tercatat nilai Price to Book Value (PBV) sebesar 6,59 kali, kemudian sedikit menurun pada tahun 2015 menjadi sebesar 6,41 kali. Tahun berikutnya, 2016, kembali meningkat menjadi sebesar 7,07 kali. Setelah itu, pada tahun 2017 hingga 2019. Price to Book Value (PBV) mengalami penurunan berturut-turut hingga mencapai sebesar 2,15 kali. Pada tahun 2020 hingga tahun 2022, terjadi peningkatan kembali hingga sebesar 2,81 kali. Namun, pada tahun 2023 Price to Book Value (PBV) turun menjadi sebesar 2,35 kali, meskipun total ekuitas perusahaan meningkat. Hal ini karena dapat mencerminkan berkurangnya minat investor terhadap saham perusahaan. Debt to Equity Ratio (DER) 143,71 30,65 35,5 27,68 37,63 51,69 51,78 50,03 37,03 20,35 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 2021 2022 2023 Debt to Equity Ratio (DER) Gambar 2: Grafik Perkembangan Struktur Modal diproksikan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) PT Merck Tbk Periode 2014-2023 Sumber: Laporan Keuangan PT Merck Tbk Periode 2014-2023, data diolah . Berdasarkan data di atas nilai struktur modal yang diproksikan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) pada PT Merck Tbk selama periode 2014Ae2023 menunjukkan adanya fluktuasi. Pada tahun 2014 Debt to Equity Ratio (DER) menunjukkan angka sebesar 30,65%, meningkat menjadi sebesar 35,50% pada tahun 2015, kemudian mengalami penurunan menjadi sebesar 27,68% pada tahun 2016. Pada tahun 2018 Debt to Equity Ratio (DER) mengalami lonjakan yang cukup signifikan hingga sebesar 143,71% akibat naiknya total utang dan turunnya ekuitas, sehingga risiko keuangan meningkat. Selanjutnya, rasio ini menurun secara bertahap hingga mencapai sebesar 20,35% pada tahun 2023. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis e-ISSN 3109-421X Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 Ukuran Perusahaan (Firm Siz. 20,96 20,38 20,28 20,43 20,56 20,62 20,65 20,75 20,76 20,68 Ukuran Perusahaan (Firm Siz. Gambar 3 Grafik Perkembangan Ukuran Perusahaan diproksikan menggunakan LN dari Total Aset PT Merck Tbk Periode 2014-2023 Sumber: Laporan Keuangan PT Merck Tbk Periode 2014-2023, data diolah . Berdasarkan data di atas, nilai ukuran perusahaan yang diproksikan dengan menggunakan Logaritma Natural (LN) dari total asset pada PT Merck Tbk periode 2014Ae2023 mengalami fluktuasi. Pada tahun 2014, nilai LN total aset sebesar 20,38 dan menurun menjadi sebesar 20,28 pada tahun 2015. Pada tahun 2016 hingga 2018, nilai LN total aset mengalami peningkatan yang cukup konsisten hingga mencapai sebesar 20,96. Pada tahun 2019 hingga 2022, nilai LN total aset kembali mengalami kenaikan dari sebesar 20,62 menjadi sebesar 20,76. Kemudian pada tahun 2023 nilai LN total aset sedikit menurun menjadi sebesar 20,68. Selain uraian di atas, terdapat hasil penelitian terdahulu yang memperlihatkan temuan yang Dalam penelitian yang dilakukkan Feriyanto & Djawoto . melalui judul AuPengaruh Struktur Modal. Kinerja Keuangan dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai PerusahaanAy menunjukan hasil bahwa struktur modal tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, dalam penelitian yang dilakukan Ihtiarasari & Durya . melalui judul AuPengaruh Struktur Modal. Kebijakan Dividen. Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan ManufakturAy memperoleh hasil penelitian yang serupa, yaitu bahwa struktur modal tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Namun, dalam penelitian yang dilakukan Fiorentina & Idayati . melalui judul AuPengaruh Struktur Modal. Ukuran Perusahaan. Dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan Property And Real Estate Di BEI Periode 2013-2019Ay menunjukkan hasil penelitian bahwa struktur modal berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Berdasarkan latar belakang dan hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti terdahulu di atas, ditemukan adanya perbedaan atau ketidakkonsistenan hasil penelitian, terutama mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian kembali dengan mengambil judul penelitian AuPengaruh Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023. METODE Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif dengan bentuk hubungan kausal. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia dalam Indonesia Stock Exchange (IDX) berupa laporan keuangan tahunan (Annual Repor. yang dapat di akses di situs w. id dan w. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh data laporan keuangan PT Merck Tbk periode 2014-2023. Sampel dalam penelitian ini adalah laporan posisi keuangan . , catatan atas laporan keuangan, dan ikhtisar saham PT Merck Tbk periode 2014-2023. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan meliputi Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji hipotesis . ji t dan uji . , dan koefisien determinasi (Adjusted R Squar. HASIL dan PEMBAHASAN Hasil Analisis Statistik Deskriptif Menurut Ghozali . AuAnalisis statistik deskriptif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata . , standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan skewness . emencengan distribus. Ay. Berikut adalah hasil analisis statistik deskriptif yang telah diolah: Tabel 1. Hasil Uji Analisis Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Struktur Modal (DER) 20,35 143,71 48,6037 Ukuran Perusahaan (Firm 20,28 20,96 20,6063 Siz. Nilai Perusahaan (PBV) 2,15 7,07 4,2100 Valid N . Sumber: Output SPSS 27, data diolah . Std. Deviation 35,04316 ,20164 2,08129 Berdasarkan hasil uji analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa banyaknya jumlah data atau sampel (N) adalah 10, jumlah tersebut merupakan pengamatan dari tahun 2014 sampai tahun 2023. Berikut adalah penjelasan hasil uji analisis statistik deskriptif dari masing-masing variabel berdasarkan tabel di atas: Struktur Modal (DER) Hasil nilai rata-rata . dari variabel Struktur Modal (DER) adalah sebesar 48,6037 dengan nilai minimum sebesar 20,35, dan nilai maksimum sebesar 143,71 yang dimiliki PT Merck Tbk periode Serta hasil standar deviasi sebesar 35,04316 lebih kecil dari nilai rata-rata . artinya data variabel struktur modal (DER) memiliki sebaran yang baik atau tidak terdapat adanya kesenjangan data yang cukup tinggi dari nilai minimum dan nilai maksimum. Ukuran Perusahaan (Firm Siz. Hasil nilai rata-rata . dari variabel Ukuran Perusahaan (Firm Siz. adalah sebesar 20,6063 dengan nilai minimum sebesar 20,28, dan nilai maksimum sebesar 20,96 yang dimiliki PT Merck Tbk periode 2014-2023. Serta hasil standar deviasi sebesar 0,20164 lebih kecil dari nilai ratarata . artinya data variabel ukuran perusahaan (Firm Siz. memiliki sebaran yang baik atau tidak terdapat adanya kesenjangan data yang cukup tinggi dari nilai minimum dan nilai maksimum. Nilai Perusahaan (PBV) Hasil nilai rata-rata . dari variabel Nilai Perusahaan (PBV) adalah sebesar 4,2100 dengan nilai minimum sebesar 2,15, dan nilai maksimum sebesar 7,07 yang dimiliki PT Merck Tbk periode 2014-2023. Serta hasil standar deviasi sebesar 2,08129 lebih kecil dari nilai rata-rata (Mea. artinya data variabel Nilai Perusahaan (PBV) memiliki sebaran yang baik atau tidak terdapat adanya kesenjangan data yang cukup tinggi dari nilai minimum dan nilai maksimum. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Menurut Ghozali . , uji normalitas bertujuan untuk mengetahui normal atau tidaknya variabel distribusi. Dalam penelitian ini untuk menguji normalitas residual dilakukan melalui dua cara. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 yaitu sebagai berikut. Hasil dari uji normalitas menggunakan uji statistik Kolmogorov-Smirnov Test adalah sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Uji Statistik Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation 1,22358086 Most Extreme Differences Absolute ,149 Positive ,110 Negative -,149 Test Statistic ,149 Asymp. Sig. -taile. c ,200d Monte Carlo Sig. -taile. e Sig. ,763 99% Confidence Interval Lower Bound ,752 Upper Bound ,774 Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Lilliefors' method based on 10000 Monte Carlo samples with starting seed 2000000. Sumber: Output SPSS 27, data diolah . Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov test, diperoleh nilai signifikansi Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200. Nilai ini lebih besar apabila dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang telah ditetapkan sebesar 0,05 . ,200 > 0,. , sehingga menurut kriteria pengambilan keputusan, data dapat dikatakan berdistribusi normal. Oleh karena itu, asumsi normalitas dalam model regresi telah terpenuhi. Uji Multikolonieritas Menurut Ghozali . Auuji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terdapat korelasi atau tidak antar variabel independen. Model regresi yang baik semestinya tidak terjadinya korelasi antar variabel independent. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolonieritas dapat dilihat dari nilai VIF (Variance Inflation Facto. dan toleranceAy. Hasil dari pengujian multikolonieritas adalah sebagai berikut. Tabel 3. Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. 224,968 62,891 3,577 Struktur Modal (DER) ,028 ,018 ,475 1,591 Ukuran Perusahaan (Firm Siz. -10,780 3,080 -1,044 -3,500 Dependent Variable: Nilai Perusahaan (PBV) Sumber: Output SPSS 27, data diolah . Sig. ,009 ,156 ,010 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,555 ,555 1,803 1,803 Berdasarkan hasil uji multikolonieritas, diperoleh nilai Tolerance untuk masing-masing variabel, yaitu Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan, sebesar 0,555. Adapun nilai Variance Inflation Factor (VIF) untuk kedua variabel tersebut tercatat sebesar 1,803. Karena nilai Tolerance lebih besar dari 0,10 . ,555 > 0,. dan nilai VIF lebih kecil dari 10 . ,803 < . , maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengindikasikan adanya gejala multikolonieritas. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 Uji Heteroskedastisitas Menurut Ghozali . AuUji heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu kepengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual satu pengamatan yang lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitasAy. Uji statistik yang digunakan untuk menguji ada atau tidaknya heteroskedastisitas yaitu menggunakan uji glejser. Menurut Gujarati . , dalam Ghozali . ketentuan dalam uji glejser dapat melihat hasil uji nilai residual absolut diregresi dengan variabel Hasil dari uji heteroskedastisitas dengan menggunakan uji glejser sebagai berikut. Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Glejser Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. 26,676 31,388 1 Struktur Modal (DER) 0,003 0,009 0,176 Ukuran Perusahaan (Firm Siz. -1,254 1,537 -0,394 Dependent Variable: ABS_RES Sumber: Output SPSS 27, data diolah . Sig. 0,85 0,364 -0,816 0,424 0,726 0,441 Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas menggunakan metode Glejser yang disajikan pada Tabel di atas, diperoleh nilai signifikansi (Sig. ) untuk variabel Struktur Modal (DER) sebesar 0,726 dan untuk variabel Ukuran Perusahaan (Firm Siz. sebesar 0,441. Karena kedua nilai signifikansi tersebut lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan yaitu 0,05 . ,726 > 0,05 dan 0,441 > 0,. , maka sesuai dengan kriteria pengambilan keputusan, dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami gejala heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Menurut Ghozali . Auuji autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu pada periode t-1 . Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Autokorelasi muncul karena observasi yang berurutan sepanjang waktu berkaitan satu sama lainnya. Masalah timbul karena residual . esalahan penggangg. tidak bebas dari satu observasi ke observasi lainnyaAy. Menurut Ghozali . AuUji runs test sebagai bagian dari statistic non-parametrik dapat pula digunakan untuk menguji apakah antar residual terdapat korelasi yang tinggi. Apabila antar residual tidak terdapat hubungan korelasi maka dikatakan bahwa residual adalah acak atau random. Runs test digunakan untuk melihat apakah data residual terjadi secara random atau tidak . Ay. Hasil dari uji autokorelasi menggunakan uji runs test dapat dilihat pada tabel sebagai berikut. Tabel 5. Hasil Uji Autokorelasi Runs Test Runs Test Unstandardized Residual Test Value ,10130 Cases < Test Value Cases >= Test Value Total Cases Number of Runs ,000 Asymp. Sig. -taile. 1,000 Median Sumber: Output SPSS 27, data diolah . Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 Berdasarkan hasil pengujian yang ditampilkan pada tabel di atas, nilai Asymp. Sig. -taile. dari uji Runs Test tercatat sebesar 1,000. Hal ini berarti bahwa lebih besar dari taraf nilai signifikansi 0,05 . ,000 > 0,. Maka dapat disimpulkan bahwa data residual bersifat acak dan tidak terdapat autokorelasi dalam model regresi ini. Analisis Regresi Linier Berganda Menurut Sugiyono . 4: . mengemukakan bahwa. Auanalisis regresi linier berganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan . aik turunny. variabel dependen . , bila dua atau lebih variabel independent sebagai faktor predictor dimanipulasi . inaik turunkan nilainy. Ay. Berikut adalah hasil uji analisis regresi linier berganda. Tabel 6. Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. 224,968 62,891 3,577 Struktur Modal (DER) ,028 ,018 ,475 1,591 Ukuran Perusahaan -10,780 3,080 -1,044 -3,500 (Firm Siz. Dependent Variable: Nilai Perusahaan (PBV) Sumber: Output SPSS 27, data diolah . Sig. ,009 ,156 ,010 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,555 ,555 1,803 1,803 Berdasarkan hasil uji analisis regresi linear berganda pada tabel di atas dinyatakan persamaan Y = 224,968 0,028 X1 Ae 10,780 X2 e Persamaan regresi di atas dapat dijelaskan atau ditafsirkan sebagai berikut. Nilai konstanta sebesar 224,968 yang bertanda positif, menjelaskan bahwa apabila variabel independen yaitu Struktur Modal (DER) dan Ukuran Perusahaan (Firm Siz. bernilai 0 . , maka Nilai Perusahaan (PBV) akan memiliki nilai sebesar 224,968 kali. Nilai koefisien Struktur Modal (DER) bernilai 0,028 dan memiliki tanda positif, hal ini menjelaskan bahwa setiap peningkatan 1% pada Struktur Modal (DER) sementara nilai dari Ukuran Perusahaan (Firm Siz. tetap, maka Nilai Perusahaan (PBV) akan mengalami peningkatan sebesar 0,028 kali, dan sebaliknya. Nilai koefisien Ukuran Perusahaan (Firm Siz. bernilai (-10,. dan memiliki tanda negatif, hal ini menjelaskan bahwa setiap peningkatan 1 satuan LN total asset pada Ukuran Perusahaan (Firm Siz. sementara nilai dari Struktur Modal (DER) tetap, maka Nilai Perusahaan (PBV) akan mengalami penurunan sebesar 10,780 kali, dan sebaliknya. Uji Hipotesis Uji Parsial (Uji . Menurut Ghozali . , uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen (X1 dan X. terhadap variabel dependen (Y). Hasil dari uji parsial dapat dilihat pada tabel sebagai berikut. Tabel 7. Hasil Uji Parsial Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. 224,968 62,891 3,577 Struktur Modal (DER) ,028 ,018 ,475 1,591 Ukuran Perusahaan (Firm Siz. -10,780 3,080 -1,044 -3,500 Dependent Variable: Nilai Perusahaan (PBV) Sumber: Output SPSS 27, data diolah . Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Sig. ,009 ,156 ,010 Collinearity Statistics Tolerance VIF ,555 ,555 1,803 1,803 Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 Berdasarkan hasil uji parsial . pada tabel 4. 11 di atas. Struktur Modal yang diukur dengan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) memperoleh nilai thitung sebesar 1,591 dan ttabel sebesar 2,36462 dengan tingkat signifikansi 5% atau . ,05/2 = 0,. , serta derajat kebebasan . = n Ae k Ae 1 = 7. Sehingga hasil thitung 1,591 < ttabel 2,36462 dengan nilai signifikansi (Sig. ) 0,156 > 0,05 maka hipotesis ditolak. Hal ini berarti bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh signifikan antara Struktur Modal (DER) terhadap Nilai Perusahaan (PBV) pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023. Berdasarkan hasil uji parsial . pada tabel 4. 11 di atas, ukuran perusahaan yang diukur menggunakan Logaritma Natural Total Aset memperoleh nilai thitung sebesar -3,500 dan ttabel sebesar 2,36462 dengan tingkat signifikansi 5% atau . ,05/2 = 0,. , serta derajat kebebasan . = n Ae k Ae 1 = 7. Sehingga hasil thitung |Oe3,. > ttabel 2,36462 dengan nilai signifikansi (Sig. ) 0,010 < 0,05 maka hipotesis diterima. Hal ini berarti bahwa secara parsial terdapat pengaruh signifikan antara Ukuran Perusahaan (Firm Siz. terhadap Nilai Perusahaan (PBV) pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023. Uji Simultan (Uji F) Menurut Ghozali . , uji simultan ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen . cU1 dan ycU. semuanya atau salah satu berpengaruh terhadap variabel dependen (Y). Analisa uji F dilakukan dengan membandingkan yaEaycnycycycuyci dan yaycycaycayceyco pada tingkat signifikansi sebesar 5% atau 0,05. Hasil dari uji simultan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut. Tabel 8. Hasil Uji Simultan ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 25,511 12,756 6,627 Residual 13,474 1,925 Total 38,986 Dependent Variable: Nilai Perusahaan (PBV) Predictors: (Constan. Ukuran Perusahaan (Firm Siz. Struktur Modal (DER) Sumber: Output SPSS 27, data diolah . Sig. ,024b Berdasarkan hasil uji simultan pada tabel di atas, diperoleh nilai Fhitung sebesar 6,627 dengan nilai signifikansi 0,024. Sedangkan pada fungsi Ftabel dengan signifikansi 5% atau 0,05 adalah sebagai Df1 = F . Ae . = F . Ae . = 2 Df2 = F . Ae . = F . Ae . = 7 Jadi, diperoleh Ftabel = F . = 4,74 Sehingga berdasarkan hasil pengujian dapat diketahui bahwa Fhitung sebesar 6,627 > Ftabel sebesar 4,74 dan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,024 < 0,05. Dengan demikian, hipotesis diterima yang artinya bahwa secara simultan terdapat pengaruh signifikan antara Struktur Modal (DER) dan Ukuran Perusahaan (Firm Siz. terhadap Nilai Perusahaan (PBV) pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023. Koefisien Determinasi (Adjusted R Squar. Menurut Ghozali . Aukoefisien determinasi (RA) bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Setiap tambahan variabel independent, maka nilai koefisien determinasi (R. pasti meningkat tidak peduli apakah variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen ataupun tidak. Oleh karena itu, banyak peneliti menganjurkan untuk menggunakan nilai AuAdjusted R2Ay pada saat mengevaluasi model regresi terbaikAy. Dalam penelitian ini hasil dari pengujian koefisien determinasi adalah sebagai berikut. Tabel 9. Hasil Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson ,809a ,654 ,556 1,38741 1,447 Predictors: (Constan. Ukuran Perusahaan (Firm Siz. Struktur Modal (DER) Dependent Variable: Nilai Perusahaan (PBV) Sumber: Output SPSS 27, data diolah . Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 Berdasarkan hasil koefisien determinasi pada Tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi Adjusted R Square diperoleh sebesar 0,556 atau 55,6%. Angka yang dihasilkan ini menunjukkan bahwa variabel independen yaitu Struktur Modal (DER) dan Ukuran Perusahaan (Firm Siz. memberikan kontribusi sebesar 55,6% terhadap variabel independen yaitu Nilai Perusahaan (PBV). Dan sisanya yaitu sebesar 44,4% . % - 55,6%) dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Pengaruh Secara Parsial Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan Berlandaskan hasil uji parsial . antara Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan dengan membandingkan nilai thitung 1,591 < ttabel 2,36462 dengan nilai signifikansi (Sig. ) 0,156 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis ditolak, yang berarti bahwa secara parsial tidak terdapat pengaruh signifikan antara Struktur Modal (DER) terhadap Nilai Perusahaan (PBV) pada PT Merck Tbk Periode Hal ini menunjukkan bahwa tinggi rendahnya struktur modal tidak mempengaruhi peningkatan nilai perusahaan. Dalam penelitian ini, struktur modal diukur melalui rasio antara total utang dan total ekuitas yaitu Debt to Equity Ratio (DER). Dengan demikian, struktur modal mencerminkan sejauh mana perusahaan menggunakan utang dalam pembiayaannya dibandingkan dengan modal sendiri. Meskipun demikian, investor pada umumnya masih menganggap keberadaan utang sebagai hal yang wajar, selama perusahaan mampu menjaga keseimbangan antara kewajiban utangnya dan kemampuan menghasilkan laba. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sidauruk dkk . Yulianti dkk . , dan Yuniastri dkk . yang menyatakan bahwa secara parsial Struktur Modal tidak berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Pengaruh Secara Parsial Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Berlandaskan hasil uji parsial . antara Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan dengan membandingkan nilai thitung |Oe3,. > ttabel 2,36462 dengan nilai signifikansi (Sig. ) 0,010 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, yang berarti bahwa secara parsial terdapat pengaruh signifikan antara Ukuran Perusahaan (Firm Siz. terhadap Nilai Perusahaan (PBV) pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023. Hal ini menunjukkan bahwa ukuran perusahaan yang dilihat dari total aset perusahaan yang terlalu besar dianggap sebagai sinyal negatif bagi para investor maupun calon investor. Kondisi ini terjadi ketika perusahaan dengan aset yang besar tidak mampu mengelola atau mengoptimalkan asetnya secara efisien, sehingga menimbulkan akumulasi aset yang tidak produktif akibat lambatnya perputaran Penurunan nilai perusahaan yang terjadi mencerminkan rendahnya efektivitas kinerja perusahaan. Konsekuensinya, penurunan tersebut dapat menurunkan minat investor untuk menanamkan modal pada perusahaan terkait. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Priyatama & Pratini . Iriyanti dkk . , dan Kammagi & Veny . yang menyatakan bahwa secara parsial Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. Pengaruh Secara Simultan Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan Berlandaskan hasil uji simultan . antara Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan dengan membandingkan nilai Fhitung sebesar 6,627 > Ftabel 4,74 dan nilai signifikansi (Sig. ) 0,024 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, yang artinya bahwa secara simultan terdapat pengaruh signifikan antara Struktur Modal (DER) dan Ukuran Perusahaan (Firm Siz. terhadap Nilai Perusahaan (PBV) pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023. Besarnya pengaruh Struktur Modal yang diproyeksikan melalui Debt to Equity Ratio (DER) dan Ukuran Perusahaan yang diproyeksikan menggunakan Logaritma Natural (LN) dari total asset terhadap Nilai Perusahaan yang diproyeksikan menggunakan Price to Book Value (PBV) sebesar 0,556 atau 55,6%. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. sebesar 55,6%. Progressus Humanitatis Copyright A pada Penulis V1. N2 : Agustus-Oktober 2025 . Progressus Humanitatis Fokus Ekonomi. Manajemen dan Humaniora e-ISSN 3109-421X Volume: 1. Nomor: 2. Tahun 2025 Dan sisanya yaitu sebesar 44,4% . % - 55,6%) dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Safaruddin dkk . Mahanani & Kartika . , dan Setiawan dkk . yang menyatakan bahwa secara simultan atau bersama-sama Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan berpengaruh signifikan terhadap Nilai Perusahaan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, perhitungan, dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai Pengaruh Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023, maka dapat disimpulkan sebagai berikut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Struktur Modal yang diproksikan dengan menggunakan Debt to Equity Ratio (DER) secara parsial tidak terdapat pengaruh signifikan antara Struktur Modal terhadap Nilai Perusahaan pada PT Merck Tbk Periode 2014-2023. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji parsial . yang menghasilkan nilai thitung sebesar 1,591 < ttabel sebesar 2,36462 dengan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,156 > 0,05, maka hipotesis ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan yang diproksikan dengan menggunakan indikator Logaritma Natural (L. dari total asset secara parsial terdapat pengaruh signifikan antara Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada PT Merck Tbk Periode 20142023. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji parsial . yang menghasilkan nilai thitung sebesar |Oe3,. > ttabel sebesar 2,36462 dengan nilai signifikansi (Sig. ) 0,010 < 0,05, maka hipotesis diterima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh signifikan antara Struktur Modal dan Ukuran Perusahaan terhadap Nilai Perusahaan pada PT Merck Tbk Periode 20142023. Hal ini dibuktikan dengan menggunakan uji simultan . yang menghasilkan nilai Fhitung sebesar 6,627 > Ftabel sebesar 4,74 dan nilai signifikansi (Sig. ) sebesar 0,024 < 0,05, dengan demikian hipotesis diterima. Dan besarnya pengaruh Struktur Modal yang diproyeksikan melalui Debt to Equity Ratio (DER) dan Ukuran Perusahaan yang diproyeksikan menggunakan Logaritma Natural (LN) dari total asset terhadap Nilai Perusahaan yang diproyeksikan menggunakan Price to Book Value (PBV) sebesar 0,556 atau 55,6%. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. sebesar 55,6%. Dan sisanya yaitu sebesar 44,4% . % - 55,6%) dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA