Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Indonesian Journal of Health and Medical ISSN: 2774-5244 (Onlin. Journal Homepage: http://ijohm. org/index. php/ijohm PENGETAHUAN IBU HAMIL MENGENAI GINGIVITIS DI PUSKESMAS SIDOTOPO WETAN Putri Syahvanny1,Sri Hidayati2. A Kusuma Astuti 3 1,2,3 Jurusan Kesehatan Gigi. Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya Corresponding Author: *putrisyhvnny03@gmail. ABSTRAK Masalah penelitian ini adalah tingginya persentase gingivitis ibu hamil pada kunjungan pertama di poli gigi di puskesmas sidotopo wetan kota Surabaya . Tujuan penelitian ini adalah yaitu untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil mengenai gingivitis di puskesmas sidotopo wetan kota Surabaya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif yang dilakukan pada ibu hami sebanyak 20 orang yang berkunjung ke ruang poli gigi dan mulut di puskesmas sidotopo wetan. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan pengisian lembar Analisa data yang digunakan adalah menghitung rata-rata dalam persen dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai pengertian gingivitis termasuk dalam kategori cukup, tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai penyebab gingivitis termasuk dalam kategori buruk, dan tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan gingivitis termasuk dalam kategori buruk. Kata Kunci : Pengetahuan. Gingivitis. Ibu Hamil PENDAHULUAN Merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 89 tahun 2015 pasal 1 ayat 1 kesehatan gigi dan mulut merupakan kondisi sehat dari jaringan lunak dan jaringan keras gigi beserta unsurnya yang terkait dengan rongga mulut, yang dimungkinkan individu untuk berbicara, makan, dan melakukan interaksi sosial tanpa gangguan estetik, disfungsi dan tidak nyaman dikarenakan kehilangan gigi, adanya penyakit, dan penyimpangan oklusi maka mampu hidup berproduktif secara ekonomi dan sosial. Kesehatan termasuk bagian paling penting pada kelangsungan hidup manusia, sehat secara rohani juga jasmani, tidak terkecuali ibu hamil (Gejir dan Sukartini, 2. Kehamilan merupakan proses fisiologis yang bisa memunculkan banyak perubahan pada tubuh seseorang, baik psikis ataupun fisik dikarenakan ada pengaruhnya natural hormon. Sejumlah penelitian menemukan bahwa meningkatnya kadar progesteron dan estrogen akan berpengaruh pada kesehatan mulut dan gigi, di mana ditemukan bahwa 30-100% perempuan terjadigingivitis sepanjang masa hamil (Fione, 2. Terdapatnya perubahan hormon saat masa hamil akan memicu gingiva semakin lebih sensitif, disamping itu perubahan Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 kebiasaan dan pola makan tidak memelihara kebersihan rongga mulut pada ibu hamil akan dapat memberi peningkatan risiko gingivitis yang berpengaruh pada kondisi kehamilanny (Pujiatiet al. ,2. Gingivitis adalah suatu penyakit periodontal ringan yang ditunjukkan adanya gejala klinis berupa gingiva yang membengkak, warnanya merah, dan mudah berdarah tanpa ditemukannya tulang alveolar yang rusak. Salah satu penyebab dari gingivitis yaitu bakteri Porphyromonas gingivali. Bakteri tersebut menempel dan menginisiasi maka terjadi pembentukan plak. Akumulasi plak dengan jumlah banyak memicu munculnya inflamasi yang dimulai dari vaskular yang berubah sebab meningkatnya aliran darah dan berdilatasinya pembukuh darah kapiler. Dampak gingivitis ini bisa berupa adanya masalah bayi lahir dalam kondisi prematur, kurang gizi, penyakit kardiovaskular, berat badan bayi lahir rendah, diabetes, stroke, sampai infeksi pada jaringan paru (Carranza, 2012 dalam Safitri. Berdasarkan Riskesdas . persentase penduduk yang memiliki masalah masalah gigi dan mulut, salah satunya gingivitis di Indonesia terjadi peningkatan yaitu 57,6%, sementara sebesar 25,9% pada tahun 2013. Meningkatnya tersebut terjadi signifikan juga sebanding dengan proporsi jenis kelamin yaitu perempuan mengalami peningkatan 2,8% dan lebih tinggi dibanding laki- laki yang hanya meningkat 2,3%. (Safitri, 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan di Ruang Kesehatan Gigi dan Mulut Puskesmas Sidotopo Wetan Kota Surabaya pada kunjungan pertama didapatkan kasus gingivitis pada ibu hamil tahun 2018 sebanyak 250 dari 462 ibu hamil . ,1%), 2019 sebanyak 415 dari 738 ibu hamil . ,2%), dan 2020 sebanyak 119 dari 208 ibu hamil . ,2%), yang dimana pada tahun 2018 hingga 2020 mengalami peningkatan jumlah kasus gingivitis pada ibu hamil di Puskesmas Sidotopo Wetan Kota Surabaya(Laporan tahunan puskesma. Pengetahuan dan kesadaran ibu hamil akan betapa penting menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut saat masa hamil perlu dimiliki untuk meminimalisir masalah kesehatan rongga gigi dan mulut pada ibu hamil sehingga mencegah permasalahan pada kehamilan yang berdampak pada janin. Mengacu pemaparan tersebut di atas, permasalahan penelitian ini yaitu AuTingginya Persentase Gingivitis Ibu Hamil pada Kunjungan Pertama di Poli Gigi di Puskesmas Sidotopo WetanAy METODE Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, yaitu dengan tujuan utamannya menggambarkan terkait suatu kondisi secara obyektif. Sasaran dalam penelitian ini adalah ibu hamil sebanyak 20 orang yang datang ke ruang kesehatan gigi dan mulut di puskesmas sidotopo wetan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu lembar kuosioner atau angket dan alat tulis. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dalam bentuk persentase dan disajikan dalam bentuk Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini diadakan di Puskesmas Sidotopo Wetan Kota Surabaya, responden penelitian ini yakni ibu hamil yang datang kunjungan ke Poli Gigi pada bulan Maret Hasil pengumpulan data dilakukan dengan metode kusioner yang disebarkan ke ibu hamil dengan jumlah 10 pertanyaan, tujuannya agar dapat memahami pengetahuan ibu hamil mengenai gingivitis, yang meliputi pertanyaan mengenai pengertian gingivitis, pengetahuan ibu hamil mengenai penyebab gingivitisserta pengetahuan ibu hamil perihal cara mencegah gingivitis. Pada penelitian ini hasil pengumpulan data karakteristik umum pada 20 ibu hamil yang datang kunjungan pertama di poli gigi puskesmas sidotopo wetan , diperoleh data sebagai berikut : Pendidikan Tabel. 1: Frekuensi Tingkat Pendidikan Ibu Hamil di Poli GigiPuskesmas Sidotopo Wetan Kota SurabayaPada Bulan Maret 2022 Pendidikan Frekuensi SMP SMA/SMK SARJANA Jumlah Merujuk tabel 5. 1 diperlihatkan bahwasanya tingkat pendidikan yang ibu hamil miliki di Puskesmas Sidotopo wetan yang berpendidikan SD sebanyak 4 ibu hamil . %), berpendidikan SMP sebanayak 5 ibu hamil . %), berpendidikan SMA/SMK sebanyak 6 ibu hamil . %), dan berpendidikan Sarjana sebanyak 5 ibu hamil . %). Tabel. 2: Frekuensi Umur Ibu Hamil di Poli Gigi Puskesmas Sidotopo Wetan Kota Surabaya Pada Bulan Maret2022 Umur Frekuensi Jumlah Merujuk tabel 5. 2 tersebut diperlihatkan bahwasanya jenis umur ibu hamil di Puskesmas Sidotopo Wetan yang berumur 20-24 sebanyak 7 ibu hamil . %), berumur 25-29 sebanyak 7 ibu hamil . %), berumur 30-34 sebanyak 4 ibu hamil . %) dan yang berumur 35-39 sebanyak 2 ibu hamil . %). Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Tabel. 3: Hasil Jawaban Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Pengertian Gingivitis di Puskesmas Sidotopo WetanPada Bulan Maret 2022 Pertanyaan Jawaban Ibu Hamil Benar Salah Oc Oc Pengetahuan pengertian radang gusi Pengetahuan tanda-tanda radang gusi Pengetahuan ciri-ciri gusi normal Pengetahuan puncak trimester hamil mengalami radang gusi Jumlah Rata-Rata Berdasarkan hasil tabel diatas menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil mengenai pengertian gingivitis didapatkan rata-rata persentase sebesar 67,5% yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Didapatkan kesimpulan bahwa pengetahuan ibu hamil tentang pengertian gingivitis masih dikategorikan cukup. Tabel. 4: Hasil Jawaban Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Penyebab Gingivitis di Puskesmas Sidotopo WetanPada Bulan Maret 2022 Pertanyaan Jawaban Ibu Hamil Benar Salah Pengetahuan penyebab radang gusi pada ibu hamil Pengetahuan penyebab lain radang gusi yang berasal dari dalam rongga mulut Pengetahuan apakah sisa makanan dapat menyebabkan radang gusi Jumlah Rata-Rata Oc Oc Berdasarkan hasil tabel diatas menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil mengenai penyebab gingivitis didapatkan rata-rata persentase sebesar 36,6% yang memberi jawaban pertanyaan secara benar. Sehingga kesimpulannya bahwa pengetahuan ibu hamil mengenai penyebab gingivitis dalam kategori buruk. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Tabel. 5: Hasil Jawaban Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Pencegahan Gingivitis di Puskesmas Sidotopo Wetan Pada Bulan Maret 2022 Pertanyaan Jawaban Ibu Hamil Benar Salah Oc Oc Pengetahuan mengenai waktu yang tepat untuk menggosok gigi Pengetahuan mengenai apa yang harus dilakukan saat ibu hamil mengalami radang gusi Pengetahuan mengenai waktu untuk pemeriksaan kesehatan mulut dan gigi ke dokter gigi Jumlah Rata-Rata Berdasarkan hasil tabel diatas menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan gingivitis didapatkan rata-rata persentase sebesar 51,6% yang memberi jawaban pertanyaan secara benar. Sehingga kesimpulannya bahwa pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan gingivitis dalam kategori buruk. Tabel. 6: Rekapitulasi Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Gingivitis di Puskesmas Sidotopo WetanPada Bulan Maret 2022 No. Pertanyaan Persentase Rata- Kategori Penilaian Rata Jawaban Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Pengertian Gingivitis Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Penyebab Gingivitis 67,5% Cukup 36,6% Buruk Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Pencegahan Gingivitis Jumlah Rata-Rata 51,6% Buruk 51,9% Buruk Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat dari keseluruhan hasil jawaban ibu hamil mengenai pengetahuan gingivitis dengan jumlah rata-rata sebesar 51,9%. Didapatkan kesimpulan bahwasanya pengetahuan ibu hamil mengenai gingivitis di Puskesmas Sidotopo Wetan Kota Surabaya termasuk dalam kategori buruk. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Tabel. 7: Rekapitulasi Hasil Jawaban Kuesioner Ibu Hamil Di PuskesmasSidotopoWetanPada Bulan Maret 2022 Nama Umur Pendidika Skor Persentas Kategori DMR Baik Buruk SMP Cukup Cukup DAS SMK Buruk Buruk SMP Cukup Cukup FAM Cukup SMP Buruk SMP Cukup SMA Cukup SMK Cukup SMA Cukup RAP SMA Cukup SMK Buruk Buruk Cukup SMP Cukup DRR Buruk Dari hasil tabel rekapitulasi jawaban ibu hamil diatas, dapat diketahi bahwa jawaban ibu hamil yang masuk dalam kategori baik hanya 1 ibu hamil, kategori cukup 12 ibu hamil dan kategori buruk 7 ibu hamil. Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Pengertian Gingivitisdi Puskesmas Sidotopo Wetan Pada Bulan Maret 2022 Mengacu hasil analisis data dihasilkan bahwasanya pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Sidotopo Wetan mengenai pengertian gingivitis termasuk dalam kategori Hal ini dikatakan cukup karena lebih dari sebagian ibu hamil menjawab pertanyaan dengan benar. Ibu hamil sebagian besar kurang mengerti mengenai trimester berapakah ibu hamil mengalami puncak dari gingivitis. Dalam peneltian Kasiha dkk . mengatakan bahwa gejala klinis gingivitis biasanya dapat dilihat di bulan kedua masa hamil dan memuncaknya pada bulan kedelapan kehamilan. Gejala klinis dari gingivitis ditunjukkan dari adanya pendarahan, tekstur, konsistensi, bentuk, dan warna pada gingiva. Rosmalia dan Minarni . juga mengatakan bahwa gingiva yang normal umumnya berwarna merah jambu serta konsistensi gingiva menempel erat ke Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 struktrur dibawahnya serta tidak memiliki lapisan submukosa maka kenyal dan tidak digerakkan. Menurut Notoatmodjo . pengetahuan adalahhasil tahu dimana terjadi ini sesudah individu menjalankan penginderaan pada sebuah objek tertentu. Pengetahuan mempunyai enam tingkatan, yakni tahu, memahami, aplikasi, analisi, sintesis hingga evaluasi. Dalam penelitian ini ibu hamil dapat diketahui baru sampai tingkat tahu dan memahami, belum sampai tingkat aplikasi dan seterusnya. Pendidikan juga sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas seseorang, apabila ibu hamil memiliki pendidikan yang tinggi diharapkan juga ibu hamil dapat menangkap informasi yang telah diberikan dengan baik dan benar. Dapat disimpulkan bahwa ibu hamil sudah bisa menerima dan memahami informasi yang sudah diberikan oleh petugas kesehatan . Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Penyebab Gingivitis di Puskesmas Sidotopo Wetan Pada Bulan Maret 2022 Mengacu hasil analisis data dihasilkan bahwa pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Sidotopo Wetan mengenai penyebab gingivitis termasuk dalam kategori Hal ini dikatakan buruk karena masih banyak ibu hamil yang salah dalam menjawab pertanyaan mengenai penyebab dari gingivitis. Sesuai dengan hasil jawaban masih banyak ibu hamil yang masih mengira jika faktor hormon bukanlah penyebab ibu hamil mengalami gingivitis. Menurut Kemenkes RI . faktor yang menyebabkan gingivitis saat masa kehamilan adalahpeningkatan vaskularusai gingiva dan hormon sex wanita maka dapat memberi respon berlebih atas faktor iritasi lokal. Faktor iritasi lokal seperti rangsangan lunak berupa sisa-sisa makanan dan plak bakteri ataupun adanya rangsangan keras berupa permukaan akar yang kasar, gigi palsu, restorasi yang tidak baik, dan kalkulus. Ferry dan Angeline . mengatakan bahwa gingivitis jika dibiarkan bisa bertambah parah, berkembang menjadi peradangan jaringan pendukung sekitar gigi . dan menimbulkan gangguan yang lebih hebat pada ibu hamil. Sistem pertahanan tubuh akan semakin menurun dan bisa menyebabkan gangguan pada kehamilan secara langsung dan tidak langsung. Pengetahuan ibu hamil mengenai penyebab gingivitis masih dikategorikan burukini dikarenakan kurang pahamnya informasi yang telah di berikan oleh petugas kesehatan maupun kader posyandu kepada ibu hamil mengenai penyebab dari gingivitis. Budiman dan Riyanto . mengatakan kian tinggi pendidikan individu, sehingga bertambah mudah individu tersebut untuk informasi Dengan tingginya pendidikan, sehingga kecenderungan individu untuk memperoleh informasi, baik dari pihak lain ataupun dari media massa. Bertambah banyaknya informasi yang diterima juga bertambah banyaknya pengetahuan yang diperolehnya perihalkesehatan. Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Pencegahan Gingivitisdi Puskesmas Sidotopo Wetan Pada Bulan Maret 2022 Mengacu hasil analisis data dihasilkan bahwa pengetahuan ibu hamil di Puskesmas Sidotopo Wetan mengenai pencegahan gingivitis termasuk dalam kategori buruk. Hal ini dikatakan buruk karena masih banyak ibu hamil yang salah dalam menjawab pertanyaan mengenai pencegahan dari gingivitis. Dapat dilihat dari hasil pertanyaan kepada ibu hamil mengenai waktu menyikat gigi yang tepat serta berapa bulan sekali ibu hamil harus memeriksakan kesehatan gigi dan mulutnya ternyata masih banyak jawaban ibu hamil yang masih salah. Individu diharapkan menggosok gigi paling sedikit dua kali sehari yakni pagi setelah makan dan malam sebelum tidur, tetapi masih tidak sedikit ibu hamil yang masih belum paham akan waktu yang tepat untuk mengosok gigi. Irma dan Intan . memaparkan bahwasanya cara efektif dalam mencegah gingivitis salah satunya adalah dengan cara rutin pemeriksaan kesehatan mulut dan gigi ke dokter gigi. Pengetahuan sangat berpengaruh pada tindakan seseorang untuk menuju perilaku yang lebih baik. Ibu hamil yang tidak mampu menerima informasi secara baik kemungkinan juga tidak bisa menerapkan perilaku untuk merubah kebiasaan-kebiasaan seperti waktu menggosok gigi yang masih salah. Kebiasaan ibu hamil yang masih mengabaikan kebersihan mulut dan gigi bisa mengakibatkan terjadinya masalah kesehatan yang ada di dalam rongga mulutnya. terjadinya gingivitis pada ibu hamil dikarenakan sisa makanan yang melekat di selasela gigi yang tidak dibersihkan memicu terjadinya peradangan pada gusi tersebut. Pengetahuan Ibu hamil Mengenai Gingivtis di Puskesmas Sidotopo Wetan Kota Surabaya Pada Bulan Maret 2022 Mengacu hasil penelitian dari ke tiga bentuk kuesioner tersebutdidapatkan kesimpulan bahwa pengetahuan ibu hamil mengenai gingivitis termasuk dikategorikan buruk. Tingkat pengetahuan tiap ibu hamil sangat beragam yang mendapat pengaruh dari sejumlah faktor seperti kurang maksimalnya ibu hamil dalam menerima informasi yang dibagikan , dan juga keadaan sosial ekonomi yang menjadi latar belakang tiap ibu hamil berbeda-beda. Menurut Notoatmodjo . mengatakan bahwa kognitif atau pengetahuan adalah domain yang sangatlah penting untuk pembentukan perilaku seorang individu . ven behavio. Perilaku yang berdasarkan dari pengetahuan akan lebih tahan lama dari perilaku yang tidak berdasarkan dari pengetahuan. Pengetahuan ibu hamil yang masih kurang akan berpengaruh padatindakan ibu hamil dalam menjaga kesehatan serta kebersihan gigi dan mulutnya. Apabila pengetahuan tentang kesehatan mulutdan gigi baik diharapkan ibu hamil juga bisa memelihara kesehatan serta kebersihan giginya dengan baik. Apabila tiap ibu hamil mempunyai pengetahuan sama namun sosial ekonomi yang berbeda juga dapat berpengaruh pada status kesehatan ibu hamil, seperti ibu hamil yang mempunyai ekonomi sosial yang rendah akan mengesampingkan kesehatan mereka sendiri dan lebih mengutamakan kebutuhan pokok lainnya yang lebih utama, berbeda dengan ibu Indonesian Journal Of Health and Medical Volume 2 No 4 Oktober 2022. E-ISSN: 2774-5244 hamil yang mempunyai tingginya sosial ekonomi tentu bukan masalah bagi seseorang tersebut mengeluarkan biaya untuk melakukan perawatan apabila terjadi masalah dalam kesehatan gigi dan mulutnya. Sehingga masalah gingivitis pada ibu hamil dapat dicegah sedini mungkin agar terhindar dari masalah kesehatan gigi KESIMPULAN Mengacu hasil penelitian yang dilaksanakan pada ibu hamil di Puskesmas Sidotopo wetan diketahui tingkat pengetahuan ibu hamil mengenai gingivitis termasuk dalam kategori buruk, yang dimana dibagi menjadi tiga kategori pertanyaan yakni pengetahuan ibu hamil mengenai pengertian gingivitis, termasuk kedalam kategori cukup, pengetahuan ibu hamil mengenai penyebab gingivitis, termasuk kedalam kategori buruk, pengetahuan ibu hamil mengenai pencegahan gingivitis, termasuk kedalam kategori buruk. DAFTAR PUSTAKA