IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 IMPLEMENTASI LITERASI DIGITAL DALAM STRATEGI PEMASARAN DI DESA WISATA BATURUSA MEWUJUDKAN KETAHANAN EKONOMI Echo Perdana Kusuma1. Padlun Fauzi2. Fazaldi Mahendra3. Waldimer Pasaribu4 1,2,3 Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Bangka Belitung Program Studi Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Bangka Belitung padlunfauzi@ubb. Article History Received : 29/11/2024 Revised : 20/12/2024 Accepted : 30/12/2024 Abstract: Digital literacy is an important aspect in increasing the competitiveness of tourist villages, especially in Baturusa Tourism Village. This study aims to evaluate the implementation of digital literacy as a marketing strategy in supporting community economic resilience. The method used is a qualitative approach with socialization techniques, practical training, interview and discussion, and evaluation. The results show that the use of social media and other digital platforms increases market reach and promotion efficiency, despite obstacles such as limited internet access and low levels of technology adoption. This study recommends strengthening digital infrastructure and ongoing training to maximize the positive impact of digital literacy on the village economy. Keywords Digital Literacy. Strategy Marketing. Economic Resilience Pendahuluan Literasi digital di Indonesia masih tergolong rendah (Rumata dan Dimas. Kurnianingsih et al. , 2. Hal banyaknya masyarakat yang tertipu oleh berita hoax (Amaly dan Armiah. Safitri et al, 2. dan semakin banyaknya bias realitas terhadap informasi yang beredar, disamping itu upaya gerakan literasi digital masih belum memiliki arah yang jelas dan tidak berkelanjutan karena hanya fokus pada keajadian tertentu saja (Kurnia dan Astuti, 2. Rendahnya literasi banyaknya penyimpangan dan cara memberikan respon terhadap informasi di dunia maya (Ahmad, 2. Desa/Kelurahan Batu Rusa, yang terletak di Kecamatan Merawang. Kabupaten Bangka. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebuah kawasan yang memikat dengan keindahan alam dan kekayaan Namun. Masyarakat sebagai alat pemasaran. Literasi digital adalah kemampuan untuk memahami, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi digital secara efektif, yang pemasaran modern. Banyak pelaku usaha di desa ini yang masih menggunakan cara-cara tradisional mempromosikan destinasi wisata dan IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 produk mereka, sehingga jangkauan pasar menjadi sangat terbatas. Menurut Buckingham . , literasi digital merupakan suatu konten yang berbasis digital dengan cara yang bermakna. Pendapat ini sejalan dengan Tapscott . , yang menekankan bahwa literasi digital adalah kunci untuk beradaptasi di era digital, terutama dalam memanfaatkan teknologi sebagai alat inovasi. Winarno . juga mencatat bahwa teknologi membuka akses pasar yang lebih luas. Sugiyono . menambahkan bahwa keberhasilan implementasi literasi digital dalam masyarakat sangat infrastruktur yang memadai dan pendekatan pelatihan yang sistematis. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan Pengabdian Berbasis Digital dengan tema Implementasi Literasi Digital Dalam Strategi Pemasaran Di Desa Wisata Baturusa Guna Mewujudkan Ketahanan Ekonomi dilakukan secara langsung kepada beberapa tokoh masyarakat Desa Wisata Baturusa selama satu hari, yaitu pada tanggal 18 Oktober Kegiatan masyarakat ini dilaksanakan di Balai Pertemuan Desa Wisata Baturusa. Kecamatan Merawang. Kabupaten Bangka. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini dilakukan dengan metode sosialisasi, pelatihan praktis, wawancara dan diskusi, serta evaluasi. Kegiatan Universitas Bangka Belitung, dengan ketua tim pengabdian Bapak Padlun Fauzi. Hum. Sc. , dan beberapa mahasiswa, serta tokoh Masyarakat dan peserta yang berasal dari desa Baturusa. Adapun pelaksanaannya sebagai berikut: Presentasi. Bapak Padlun Fauzi. Hum. Sc. , salah satu dosen dari Universitas Bangka Belitung. Masyarakat tentang pentingnya literasi digital dalam strategi pemasaran untuk mewujudkan ketahanan ekonomi masyarakat Desa Wisata Baturusa. Melakukan pelatihan praktis, aplikasi e-commerce, dan teknik seperti fotografi produk dan deskripsi menarik. Tim Pengabdian melakukan wawancara dan diskusi dengan melibatkan tokoh masyarakat untuk memahami kebutuhan pemasaran digital. Dalam tahap ini juga, salah satu tokoh kepada tim pengabdian tentang buku yang berjudul Au Baturusa Dalam CeritaAy, menjelaskan buku ini ditulis oleh Baturusa berdasarkan cerita dari salah satu tokoh masyarakat yang paham betul tentang Desa Baturusa. Beliau menjelaskan sedikit mengenai sejarah Desa Baturusa dan menceritakan secara singkat asal-usul setiap destinasi wisata yang ada di Desa Baturusa. Evaluasi dan Monitoring, pada tahap ini tim pengabdian menilai efektivitas implementasi literasi IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 digital berdasarkan indicator peningkatan kunjungan wisata, penjualan produk lokal, dan kepuasan masyarakat. Hasil yang diharapkan pada kegiatan ini, masyarakat bisa lebih sadar dan paham mengenai pentingnya literasi digital serta mampu menerapkannya dalam mewujudkan ketahanan ekonomi di Desa Wisata Baturusa. Pelatihan praktis memberikan wawasan baru bagi para peserta, terutama dalam menggunakan media sosial dan aplikasi e-commerce. Peserta juga belajar teknik fotografi sederhana untuk mempromosikan wisata dan produk lokal mereka. Pak Maryono, seorang pelaku usaha kerajinan lokal, mengatakan. Au Dengan pelatihan ini, saya sekarang bisa melakukan pengambilan foto produk memasarkannya secara online. Hasil dan Pembahasan Tahap sosialisasi Sosialisasi yang dilakukan oleh Bapak Padlun Fauzi masyarakat mengenai pentingnya Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, ditunjukkan dengan partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Salah satu peserta. Bapak Romadon, menyatakan. AuKami baru menyadari bahwa media sosial dapat menjadi alat yang kuat untuk mempromosikan wisata di desa kami dan hasil kerajinan kami ke luar desa. Gambar 2. Sesi pelatihan penggunaan media sosial, aplikasi e-commerce, dan teknik pembuatan konten digital, seperti fotografi. Tahap Wawancara dan Diskusi Gambar 1. Sosialisai mengenai literasi digital oleh Bapak Padlun Fauzi. Hum. Sc. Tahap Pelatihan Melalui tahap ini, tim pengabdian memperoleh wawasan tentang potensi wisata dan budaya lokal sebagai daya Tarik. Hasil penting lainnya adalah pengenalan buku AuBaturusa Dalam CeritaAy, yang membuat Sejarah dan asal-usul destinasi wisata di desa IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 Buku ini dapat dijadikan bahan untuk pembuatan konten digital berbasis cerita . , yang saat ini menjadi tren dalam pemasaran Tokoh menyarankan agar nilai budaya lokal diintegrasikan dalam semua materi promosi untuk memberikan keunikan pada Desa Wisata Baturusa. Evaluasi adanya peningkatan minat wisatawan lokal setelah masyarakat mulai memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran. Salah satu jumlah pertanyaan yang diterima melalui platform digital mengenai produk lokal dan destinasi wisata Baturusa. Hasil bahwa literasi digital berperan penting dalam memperkuat strategi pemasaran di Desa Wisata Baturusa. Peningkatan menjadi langkah awal yang efektif untuk menghadapi tantangan ekonomi Sesuai Buckingham . , literasi digital menciptakan peluang untuk memahami dan memanfaatkan teknologi dalam konteks lokal. Selain itu. Winarno penguatan budaya lokal sebagai nilai Tantangan seperti akses internet yang terbatas masih menjadi hambatan, namun dapat diatasi dengan dukungan infrastruktur dari pemerintah dan kolaborasi dengan pihak swasta. Gambar 3. Sesi wawancara dan diskusi Tim Pengabdian dengan tokoh masyarakat serta para peserta. Tahap Evaluasi IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 Gambar 4. Foto wilayah Desa Wisata Baturusa Kesimpulan Masyarakat Desa Wisata Baturusa memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang manfaat literasi digital dalam strategi pemasaran berkat upaya pengabdian ini. Hasilnya, masyarakat mulai menyadari manfaat teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing. Dengan memanfaatkan budaya lokal sebagai strategi pemasaran. Desa Wisata Baturusa menjadi lebih unik dan lebih kompetitif dalam menarik wisatawan. Namun, untuk menjaga program ini berjalan terus, diperlukan dukungan infrastruktur dan pelatihan khusus untuk mengatasi masalah seperti keterbatasan akses internet. Saran Saran pengabdian ini adalah akan ada kegiatan pengabdian lebih lanjut dan evaluasi rutin terhadap masyarakat Desa Wisata Baturusa agar ilmu yang didapatkan terus digunakan dalam upaya memasarkan produk lokal mereka dan mempromosikan destinasi wisata di desa mereka. Selain itu, diperlukan peran dari pemerintah digital, seperti akses internet yang lebih luas dan stabil, serta kolaborasi dengana sektor swasta, terutama Perusahaan teknologi, agar dapat mempercepat adopsi teknologi digital di Dan dokumenter, e-book, atau media digital memperkuat daya Tarik wisata Desa Wisata Baturusa. Daftar Pustaka