POLINOMIAL Jurnal Pendidikan Matematika Volume 5 Issue 1 . , pp. Online: https://ejournal. org/index. php/jp e-ISSN: 2830-0378 Pengembangan Media Pembelajaran Statistika Deskriptif Berbasis Website Edukasi dengan Pendekatan Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Matematis Siswa SMA Rival Ananda Gisty1. Gita Helena Tarigan2. Raissya Adhawina3. Stephani Theresa Vania Tampubolon4. Sutan Ismail Akbar Rafsanjani Lubis5. Sutan Surya Darpan Siregar6 1,2,3,4,5,6 Universitas Negeri Medan. Indonesia *Corresponding Author: rival1211111@gmail. Submitted: 27 December 2025 | Revised: 27 January 2026 | Accepted: 29 January 2026 Abstrak Statistika sering dianggap sulit oleh siswa SMA karena pendekatan pembelajaran yang cenderung teoritis dan kurang interaktif, mengakibatkan rendahnya pemahaman matematis siswa pada konsep seperti mean, median, dan modus. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berbasis website edukasi dengan pendekatan Problem-Based Learning (PBL) untuk meningkatkan pemahaman matematis Metode Penelitian menggunakan model Research and Development (R&D) dengan adopsi model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Swasta Imelda Medan yang dibagi menjadi kelas eksperimen . enggunakan media website PBL) dan kelas kontrol . etode konvensiona. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, angket respon siswa, dan tes pemahaman matematis . re-test dan post-tes. Hasil Media website dinyatakan "Sangat Layak" dengan skor validasi 95%. Hasil efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan nilai rata-rata posttest . dari pre-test . , dengan skor Normalized Gain (N-Gai. 0,51 . ategori "Sedang"). Angket respon siswa juga menunjukkan respon positif, dengan rata-rata 82,57% ("Efektif"). Implikasi Media ini, yang memiliki fitur inovatif seperti kalkulator statistik dan analisis data upload Excel, berfungsi sebagai scaffolding yang efektif untuk PBL, mendorong siswa melakukan analisis data secara mandiri, dan membantu pergeseran 73,9% siswa dari kategori kemampuan "Sangat Rendah". Kata Kunci: Statistika. Problem-Based Learning. Media Pembelajaran. Website Edukasi. Pemahaman Matematis Abstract Statistics is often considered difficult by high school students because the learning approach tends to be theoretical and less interactive, resulting in students' low mathematical understanding of concepts such as mean, median, and mode. This study aims to develop educational website-based learning media with a Problem-Based Learning (PBL) approach to improve students' mathematical understanding. The research method uses the Research and Development (R&D) model with the adoption of the ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. The research subjects were grade XI students of Imelda Private High School Medan who were divided into an experimental class . sing PBL website medi. and a control class . onventional metho. Data were collected through validation sheets, student response questionnaires, and mathematical understanding tests . re-test and post-tes. The results of the website media were declared "Very Feasible" with a validation score of 95%. The effectiveness results showed a significant increase in the average post-test score . from the pre-test . , with a Normalized Gain (N-Gai. score of 0. ategory "Medium"). The student response questionnaire also showed a positive response, with an average of 82. 57% ("Effective"). Implications This media, which has innovative features such as a statistical calculator and Excel upload data analysis, serves as an effective scaffold for PBL, encouraging students to conduct data analysis independently, and helping shift 73. 9% of students from the "Very Low" ability category. Keywords: Statistics. Problem-Based Learning. Learning Media. Educational Website. Mathematical Understanding This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2026 by Author | 174 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 174-181, Rival Ananda Gisty, et al. PENDAHULUAN Matematika merupakan ilmu yang memiliki peran sangat penting dalam dunia pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Hal ini tercermin dari kewajiban mempelajari matematika di setiap jenjang pendidikan. Menurut Ruseffendi, matematika muncul dari proses berpikir yang melibatkan ide-ide, hasil, serta evaluasi. Pada awalnya, konsep-konsep matematika lahir dari pengalaman nyata, karena matematika digunakan dalam berbagai aktivitas manusia. Meski sering dianggap sulit, matematika tetap menjadi ilmu yang esensial untuk dikuasai karena keterkaitannya dengan berbagai kegiatan manusia dan pembelajaran di sekolah (U. Aripin dkk, 2. Matematika merupakan ilmu fundamental yang wajib dipelajari di setiap jenjang pendidikan dan memiliki peran krusial dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun esensial, matematika sering dianggap sulit. Salah satu materi yang kerap menjadi tantangan bagi siswa adalah statistika. Statistika deskriptif merupakan salah satu materi penting dalam pembelajaran matematika di jenjang SMA karena berkaitan langsung dengan kemampuan siswa dalam mengolah dan memahami data. Dalam kehidupan sehari-hari, siswa dihadapkan pada berbagai informasi berupa data yang perlu diinterpretasikan, seperti grafik pertumbuhan penduduk, tabel hasil survei, hingga diagram hasil ujian. Statistika deskriptif membantu siswa untuk memahami bagaimana data dikumpulkan, disusun, dan disajikan dalam bentuk yang Menurut Wibowo. statistika deskriptif meliputi ukuran pemusatan . ean, median, dan modu. , ukuran penyebaran . angkauan, simpangan bak. , serta penyajian data dalam bentuk tabel dan diagram. Oleh karena itu, kemampuan memahami statistika deskriptif tidak hanya penting dalam matematika, tetapi juga mendukung literasi data dalam berbagai disiplin ilmu. Materi ini memiliki relevansi tinggi dengan kehidupan nyata, namun konsep-konsep dasarnya seperti mean, median, dan modus seringkali sulit dipahami karena penyampaian materi di kelas cenderung terlalu teoritis dan kurang interaktif. Akibatnya, siswa mengalami kesulitan membedakan konsep-konsep tersebut dan gagal memahami situasi praktis di mana masing-masing konsep harus digunakan, yang berkontribusi pada rendahnya kemampuan pemahaman matematis siswa secara keseluruhan. Pemahaman matematis merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki siswa dalam proses belajar matematika. Pemahaman ini tidak hanya mencakup kemampuan menghafal rumus atau prosedur, tetapi juga meliputi pemahaman konsep secara mendalam, kemampuan menghubungkan antar konsep, dan menerapkan konsep tersebut dalam berbagai situasi. National Council of Teachers of Mathematics (NCTM, 2. menyebutkan bahwa pemahaman matematis ditandai dengan kemampuan representasi, koneksi, komunikasi, penalaran, dan pemecahan masalah. Siswa yang memiliki pemahaman matematis yang baik mampu menjelaskan alasan di balik suatu prosedur, menemukan hubungan antara satu konsep dengan konsep lainnya, dan menggunakan strategi yang sesuai dalam menyelesaikan persoalan. Oleh karena itu, dalam pembelajaran matematika, fokus tidak hanya pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir siswa. Rendahnya pemahaman matematis ini seringkali berakar pada model pembelajaran konvensional yang masih terpusat pada guru . eacher-centere. , di mana siswa kurang dilibatkan secara aktif dalam proses penemuan konsep. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan pergeseran menuju pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa . tudent-centere. Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 175 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 174-181, Rival Ananda Gisty, et al. Salah satu pendekatan yang terbukti efektif adalah Problem-Based Learning (PBL). PBL adalah strategi pembelajaran yang menempatkan masalah dunia nyata sebagai titik awal proses belajar, mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Dalam konteks matematika. PBL memungkinkan siswa membangun pemahaman konsep secara bermakna dengan menghadapi konteks nyata yang Penelitian terdahulu dominan berpendapat bahwa siswa sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep statistik deskriptif karena kurangnya minat dan motivasi siswa yang disebabkan oleh kurangnya ketersediaan media pembelajaran. Untuk mendukung implementasi PBL secara optimal, diperlukan media pembelajaran yang dapat menjembatani konsep abstrak statistika dengan aplikasi praktis. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah memberikan dampak besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan media pembelajaran yang lebih modern dan interaktif. Salah satu inovasi yang berkembang pesat adalah media pembelajaran berbasis website edukasi. Website edukasi adalah platform digital yang dirancang untuk menyajikan materi pelajaran, latihan soal, dan fitur interaktif lainnya yang mendukung proses pembelajaran secara daring. Keunggulan media ini terletak pada aksesibilitasnya yang tinggi dapat diakses kapan saja dan di mana saja selama terkoneksi dengan internet. Menurut Arsyad . , media digital mampu menjembatani konsep abstrak menjadi lebih konkret melalui visualisasi, animasi, dan interaktivitas yang tidak dimiliki media cetak konvensional. Dengan demikian, penggunaan website sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses belajar siswa. Perkembangan teknologi informasi menawarkan solusi melalui media pembelajaran berbasis website edukasi. Website edukasi memiliki keunggulan aksesibilitas tinggi . apat diakses kapan saja dan di mana saj. , serta kemampuan menyajikan materi secara interaktif melalui elemen multimedia. Penggunaan media digital terbukti mampu meningkatkan minat belajar siswa dan membantu mereka memahami materi dengan lebih Meskipun beberapa penelitian telah mengembangkan media pembelajaran statistika, tinjauan terhadap media yang ada menunjukkan bahwa kebanyakan hanya berfokus pada penyajian materi secara pasif dan tidak menyediakan fitur fungsional bagi siswa untuk mengolah data secara mandiri. Kebaruan utama . dalam penelitian ini adalah pengembangan website edukasi yang tidak hanya menyajikan materi, tetapi juga berfungsi sebagai alat analisis data. Media ini dilengkapi dengan fitur "kalkulator statistika" dan "analisis data" yang memungkinkan siswa untuk mengunggah . data mereka sendiri . alam format Exce. dan menganalisisnya secara otomatis. Fitur ini dirancang untuk secara langsung mendukung pendekatan PBL, di mana siswa dapat mengumpulkan data dari masalah nyata dan langsung menganalisisnya menggunakan media yang sama, sejalan dengan temuan Kurniawati and Rafsanjani . Berdasarkan latar belakang dan celah penelitian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk . merancang dan mengembangkan media pembelajaran statistika deskriptif berbasis website edukasi dengan pendekatan PBL, dan . menguji kelayakan serta efektivitas media tersebut dalam meningkatkan pemahaman matematis siswa SMA. Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 176 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 174-181, Rival Ananda Gisty, et al. METODE Penelitian ini dilakukan di SMA Swasta Imelda Medan di Jalan Bilal No. Pulo Brayan Darat I. Kec. Medan Timur. Kota Medan Prov. Sumatera Utara. Penelitian ini akan dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian ini yaitu kelas XI SMA Swasta Imelda Medan. Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D), yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mengembangkan dan memvalidasi suatu produk pendidikan. Model pengembangan yang diadopsi adalah model ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. , yang dipilih karena langkah-langkahnya dianggap rasional dan lengkap untuk pengembangan sistem Tahap Analysis dilakukan melalui wawancara dan observasi di SMA Swasta Imelda Medan, yang mengidentifikasi masalah utama: siswa kesulitan memahami statistika karena pembelajaran mengandalkan media konvensional dan materi dianggap tidak relevan. Tahap Design mencakup perancangan arsitektur website, desain antarmuka, dan penentuan fitur-fitur utama, termasuk kalkulator statistik dan fitur analisis data. Tahap Development melibatkan pengembangan teknis website menggunakan R-Studio, diikuti dengan validasi oleh ahli materi dan ahli media, dan revisi produk berdasarkan masukan validator. Tahap Implementation dilakukan di SMA Swasta Imelda Medan dengan melibatkan siswa kelas XI, yang dibagi menjadi kelas eksperimen . enggunakan media website edukasi PBL) dan kelas kontrol . enggunakan metode pembelajaran konvensiona. Tahap Evaluation dilakukan untuk mengukur kualitas dan dampak produk. Penelitian ini berlokasi di SMA Swasta Imelda Medan, dengan subjek penelitian siswa kelas XI dan objek penelitian adalah efektivitas media pembelajaran website edukasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer. Dara Primer mencakup lembar validasi untuk kelayakan, angket respon siswa untuk kepraktisan, dan tes pemahaman matematis . re-test dan post-tes. untuk efektivitas. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. data kualitatif dari validator dianalisis untuk perbaikan produk, dan data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif persentase . cE = ycu y 100%) ycA untuk kelayakan. Efektivitas media dalam meningkatkan pemahaman matematis dianalisis menggunakan Normalized Gain (N-Gai. dari skor pre-test dan post-test. HASIL PENELITIAN Penelitian ini menghasilkan produk media pembelajaran statistika deskriptif berbasis website edukasi dengan pendekatan PBL, yang dikembangkan menggunakan R-Studio dan dapat diakses secara daring. Website ini dilengkapi dengan fitur Materi. Latihan Soal. Kalkulator Statistik . emungkinkan input manual dat. Referensi Video, dan fitur Analisis Data . ebaruan utama yang memungkinkan upload file Excel untuk analisis otomati. yang dirangkum pada Tabel 1. Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 177 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 174-181, Rival Ananda Gisty, et al. Tabel 1. Fitur Website Pembelajaran Statistika Fitur Deskripsi Materi Ringkasan materi statistika deskriptif yang disajikan secara sistematis. Latihan Soal Kumpulan soal interaktif untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi. Kalkulator Statistik Fitur interaktif yang memungkinkan siswa memasukkan data secara manual untuk menghitung ukuran pemusatan . ean, median, modu. Referensi Video Kumpulan tautan video pembelajaran terkait statistika untuk memperkaya pemahaman siswa. Analisis Data Fitur kebaruan utama yang memungkinkan siswa mengunggah . file data . isalnya, dalam format Exce. untuk dianalisis secara otomatis oleh Detail Peneliti Halaman informasi mengenai tim pengembang media. Keberadaan fitur-fitur tersebut menunjukkan bahwa media pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai sarana penyampaian informasi, tetapi juga sebagai alat bantu eksplorasi dan pemecahan masalah. Secara khusus, fitur Analisis Data menjadi kebaruan utama dalam penelitian ini karena memungkinkan siswa mengunggah data nyata dalam format Excel dan melakukan analisis statistika secara otomatis. Fitur ini secara langsung mendukung karakteristik PBL, yaitu penggunaan masalah kontekstual dan data autentik sebagai titik awal Sebelum diimplementasikan dalam pembelajaran, media pembelajaran divalidasi oleh ahli materi dan ahli media untuk memastikan kelayakan dari berbagai aspek. Validasi tahap pertama menghasilkan beberapa masukan terkait tata letak antarmuka dan kejelasan visual, yang selanjutnya digunakan sebagai dasar revisi produk. Setelah dilakukan perbaikan, media kembali divalidasi pada tahap kedua dan memperoleh skor total 76 dari skor maksimum 80, yang setara dengan persentase kelayakan sebesar 95%. Berdasarkan kriteria interpretasi kelayakan, nilai tersebut termasuk dalam kategori AuSangat LayakAy atau AuSangat ValidAy. Hasil ini mengindikasikan bahwa media pembelajaran telah memenuhi standar kualitas dari aspek isi materi, tampilan visual, kebahasaan, serta interaktivitas, sehingga layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran statistika di tingkat SMA. Selanjutnya implementasi dilakukan pada 23 siswa kelas XI. Hasil implementasi dievaluasi dari dua aspek: kepraktisan . espon sisw. dan efektivitas . eningkatan pemahaman matemati. Kepraktisan media diukur melalui angket respon siswa. Hasil analisis angket menunjukkan bahwa rata-rata respon siswa mencapai 82,57%, yang berada pada kategori AuEfektifAy. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa dapat menggunakan media dengan baik dan merasa terbantu dalam proses pembelajaran. Analisis lebih mendalam berdasarkan indikator angket menunjukkan hasil yang lebih kuat. Indikator Respon Positif memperoleh nilai 95,56%, indikator Perasaan Baru sebesar 93,34%, dan indikator Perasaan Berminat sebesar 92,23%. Rata-rata ketiga indikator tersebut mencapai 93,8%, yang termasuk dalam kategori AuSangat EfektifAy. Hasil ini mengindikasikan bahwa media pembelajaran mampu meningkatkan minat belajar siswa, menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dari pembelajaran konvensional, serta menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan. Temuan ini sejalan dengan karakteristik pembelajaran berbasis PBL yang menekankan Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 178 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 174-181, Rival Ananda Gisty, et al. keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar. Efektivitas media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman matematis siswa diukur melalui perbandingan skor pre-test . ebelum perlakua. dan post-test. etelah perlakua. Data kuantitatif hasil tes tersebut disajikan pada Tabel 2. Tabel 2. Perbandingan Hasil Pre-test dan Post-test Pemahaman Matematis Siswa Statistik Pre-test Post-test Jumlah Siswa (N) Nilai Rata-rata (Mea. Skor Terendah Skor Tertinggi Data pada Tabel 2 menunjukkan peningkatan nilai rata-rata yang signifikan, dari 26,26 pada pre-test menjadi 63,91 pada post-test. Selain itu, skor terendah meningkat dari 0 menjadi 42, dan skor tertinggi meningkat dari 49 menjadi 88, yang menunjukkan perbaikan kemampuan siswa secara menyeluruh, baik pada kelompok kemampuan rendah maupun Untuk mengukur tingkat peningkatan pemahaman matematis secara lebih akurat, dilakukan analisis Normalized Gain (N-Gai. Hasil perhitungan menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,51, yang menurut kriteria Hake . termasuk dalam kategori AuSedangAy. Meskipun berada pada kategori sedang, nilai ini menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan memberikan kontribusi positif dan bermakna terhadap peningkatan pemahaman matematis siswa. Perubahan distribusi tingkat kemampuan siswa semakin memperkuat temuan tersebut. Pada pre-test, 100% siswa berada pada kategori kemampuan AuSangat RendahAy. Setelah implementasi media pembelajaran, hanya 26,1% siswa yang masih berada pada kategori tersebut, sementara 73,9% siswa mengalami peningkatan ke kategori AuRendahAy. AuSedangAy. AuTinggiAy, hingga AuSangat TinggiAy. Perubahan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis website edukasi dengan pendekatan PBL tidak hanya meningkatkan nilai rata-rata siswa, tetapi juga berperan dalam menggeser distribusi kemampuan siswa ke arah yang lebih Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran statistika deskriptif berbasis website edukasi dengan pendekatan PBL valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan pemahaman matematis siswa SMA. Integrasi teknologi digital dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan siswa, sehingga media ini berpotensi menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran statistika di sekolah menengah. PEMBAHASAN Temuan utama penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis website edukasi yang dikembangkan terbukti valid, praktis, dan cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman matematis siswa pada materi statistika deskriptif. Hasil validasi 95% ("Sangat Layak") menunjukkan bahwa media ini solid dari segi desain instruksional dan teknis. Namun, temuan yang lebih penting adalah data efektivitas. Peningkatan nilai rata-rata post-test menjadi 63,91 dari 26,26, dengan N-Gain 0,51 . ategori "Sedang"), merupakan bukti kuantitatif bahwa Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 179 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 174-181, Rival Ananda Gisty, et al. intervensi berhasil. Meskipun N-Gain "Sedang" menunjukkan masih ada ruang untuk perbaikan, peningkatan ini sangat substansial secara praktis. Pergeseran 73,9% siswa keluar dari kategori "Sangat Rendah" mengindikasikan bahwa media ini berhasil membantu mayoritas siswa melampaui ambang batas pemahaman awal mereka. Keberhasilan ini dapat diatribusikan pada dua faktor utama yang saling bersinergi: pendekatan pedagogis (PBL) dan fitur teknologis . Pertama, pendekatan Problem-Based Learning (PBL) mengubah dinamika kelas dari pasif menjadi Sejalan dengan Hmelo-Silver . PBL mendorong siswa untuk terlibat dalam penyelidikan berbasis masalah, yang merangsang kemampuan berpikir kritis. Siswa tidak lagi hanya menerima rumus, tetapi ditantang untuk "menemukan konsep" melalui penyelesaian Kedua, website edukasi ini berfungsi sebagai scaffolding . yang efektif untuk PBL. Di sinilah letak kontribusi kebaruan penelitian ini. Fitur "Kalkulator Statistik" dan "Analisis Data (Exce. " memberdayakan siswa untuk "melakukan" statistika, bukan hanya "mempelajari" statistika. Ketika siswa dihadapkan pada masalah PBL, mereka dapat mengumpulkan data nyata, mengunggahnya ke website, dan mendapatkan hasil analisis secara instan. Ini menjembatani kesenjangan antara teori abstrak . umus mean di buk. dan aplikasi konkret . enganalisis data survei mereka sendir. Pengalaman ini memindahkan pemahaman siswa dari sekadar prosedural . enghafal rumu. menjadi konseptual dan . emahami "mengapa" "apa Tingginya respon positif siswa . ,57% hingga 93,8%) juga berperan penting. Media ini berhasil mengatasi masalah "kurangnya minat" yang diidentifikasi pada tahap Ketika siswa merasa berminat dan mendapatkan pengalaman belajar baru yang interaktif, motivasi intrinsik mereka meningkat, yang pada gilirannya mendukung hasil belajar kognitif yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis website edukasi dengan pendekatan PBL memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman matematis siswa. Peningkatan nilai rata-rata dari pre-test ke post-test menunjukkan bahwa siswa tidak hanya memahami materi secara prosedural, tetapi juga mulai mampu membangun pemahaman konseptual secara lebih mendalam. Pendekatan ProblemBased Learning berperan penting dalam mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam Siswa tidak hanya menerima informasi dari guru, tetapi juga menemukan konsep melalui penyelesaian masalah, berdiskusi, dan menguji pemahaman secara mandiri. Hal ini sejalan dengan pendapat Hmelo-Silver . yang menyatakan bahwa PBL meningkatkan kemampuan berpikir kritis melalui penyelidikan berbasis masalah. Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat temuan peneliti sebelumnya bahwa penggunaan media digital interaktif berbasis website dapat meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa. Produk media yang dikembangkan bukan hanya menambah variasi pembelajaran, tetapi juga mampu menjembatani kesenjangan pemahaman matematis siswa pada materi statistika deskriptif. Open Access: https://ejournal. org/index. php/jp | 180 Jurnal Polinomial. Volume 5 Issue 1 . , pp. 174-181, Rival Ananda Gisty, et al. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat ditarik beberapa simpulan. Pertama, media pembelajaran berbasis website edukasi dengan pendekatan Problem-Based Learning telah berhasil dikembangkan menggunakan model ADDIE dan dinyatakan "Sangat Layak" . aliditas 95%) oleh ahli materi dan ahli media. Kedua, media ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman matematis siswa SMA Swasta Imelda Medan pada materi statistika deskriptif. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan signifikan nilai rata-rata siswa dari 26,26 . re-tes. menjadi 63,91 . ost-tes. , dengan perolehan Normalized Gain (N-Gai. sebesar 0,51 . ategori "Sedang"). Ketiga, media ini dinilai sangat praktis dan positif oleh siswa . espon 82,57%), karena berhasil meningkatkan minat dan memberikan pengalaman belajar yang interaktif melalui fitur-fitur baru seperti kalkulator statistik dan analisis data berbasis unggahan file. Berdasarkan temuan ini, disarankan agar guru matematika memanfaatkan media ini sebagai alternatif pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan mendukung kemandirian belajar siswa untuk mengatasi kesulitan belajar statistika. Perlu dilakukan pelatihan atau sosialisasi kepada guru-guru agar lebih siap mengintergrasikan media pembelajaran digital dalam kegiatan belajar mengajar. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan untuk melakukan pengembangan lebih lanjut, seperti mengintegrasikan fitur forum diskusi atau menguji efektivitas media ini pada populasi yang lebih luas dan jenjang pendidikan yang DAFTAR PUSTAKA