Plagiarism Checker X Originality Report Similarity Found: 24% Date: Friday. July 11, 2025 Statistics: 503 words Plagiarized / 2091 Total words Remarks: Medium Plagiarism Detected - Your Document needs Selective Improvement. ------------------------------------------------------------------------------------------PENGARUH AKTIVITAS FISIK. PARITAS DAN USIA TERHADAP RUPTURE PERINIUM DI TPMB SARI MEILINA Intiyaswati1. Dianita P2 STIKes William Booth Surabaya. Jl. Cimanuk No 20 Surabaya Email : intiyaswati21@gmail. com Abstrak Pendahuluan : Rupture Perineum merupakan robekan yang terjadi pada perineum pada saat persalinan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah pengaruh dari aktivitas fisik, paritas dan usia terhadap rupture perineum di TPMB Sari Meilina. Metode : Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre eksperimen one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post partum di TPMB Sari Meilina dengan teknik non probability sampling diperoleh sampel 20 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi untuk mengetahui aktifitas fisik dan data sekunder dari buku register laporan persalinan untuk mengetahui usia, paritas, dan kejadian rupture perineum. Variabel independen dalam penelitian ini adalah aktivitas fisik, paritas, usia sedangkan Variabel dependen dalam penelitian ini adalah intensitas ruptureperineum. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi a = 0,05. Hasil : Hasil uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxson diketahui bahwa besarnya nilai p-value 0,000 lebih kecil dari nilai a = 0,05 (. 000 < 0,. sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh aktivitas fisik, paritas, usia terhadap rupture perineum di TPMB Sari Meilina. Menurut hasil perhitungan dalam uji wilcoxon signed rank test terdapat kolom tingkatan yaitu mean rank dan sum of rank sserta kategori negative ranks ,positive ranks, dan ties. Dalam penelitian ini, didapatkan hasil jumlah dari negative ranks adalah 19a yang berarti terdapat 19 responden yangada pengaruh terhadap aktivitas fisik, paritas dan usia terhadap rupture perineum. Pada kategori positive ranks menunjukkan nilai 0b yang artinya tidak ada pengaruh terjadinya rupture perineum. Diskusi :pertugas kesehatan mampu meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Kata Kunci :Aktivitas Fisik. Paritas. Usia. Rupture Perinium PENDAHULUAN Ruptur perineum dapat terjadi saat kepala dan bahu dilahirkan. Kejadian ruptur perineum akan meningkat jika bayi dilahirkan terlalu cepat dan tidak Jalin kerjasama dengan ibu dan menggunakan perasat manual yang tepat dapat mengatur kecepatan kelahiran bayi dan mencegah terjadinya laserasi. Kerjasama akan sangat bermanfaat saat kepala bayi pada diameter 5-6 cm tengah membuka vulva . karena pengendalian kecepatan dan pengaturan diameter kepala saat melewati introitus dan perineum dapat kemungkinan terjadinya ruptur (Asuhan Persalinan Normal, 2. Ruptur perineum dibagi menjadi empat yaitu Derajat 1 hanya pada kulit perineum, komisura posterior dan mukosa vagina yang robek, . idak perlu dijahit jika tidak ada perdarahan dan aposisi luka bai. , derajat 2 pada Mukosa vagina, komisura posterior, kulit perineum, otot perineum . ahit menggunakan teknik penjahitan jeluju. , derajat 3 pada mukosa vagina, komisura posterior, kulit perineum,otot sfingter ani, derajat 4 pada Mukosa vagina, komisura posterior, kulit perineum,otot perineum, otot sfingter ani, dinding depan (Asuhan Persalinan Normal, 2. Dari studi pendahuluan yang dilakukan di TPMB Sari Meilina didapatkan data tentang kejadian ruptur perineum yaitu berdasarkan usia menunjukkan bahwa ibu bersalin dengan ruptur perineum yang berumur =35 tahun yaitu sejumlah 40 . 89%) dan yang berumur >35 tahun yaitu sejumlah 5 . 11%). Oleh Karena itu Oleh karena itu maka penulis tertarik untuk mengetahui lebih lanjut pengaruh aktivitas fisik, paritas, usia terhadap rupture perineum di TPMB Sari Meilina. METODE PENELITIAN Penelitian ini termasuk penelitian inferensial dan cara yang digunakan pengumpukandata termasuk observasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu post partum di TPMB Sari Meilina dilakukan pada tanggal Maret Ae Juli HASIL PENELITIAN Disribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Aktivitas Fisik (Mobilisasi Din. Table 1 Distribusi Frekuensi Responden Berdasarkan Aktivitas Fisisk (Mobilisasi Din. di TPMB Sari Meilina Mobilisasi Dini _Frekuensi _Persentase (%) _ _Dilakukan _4 _20 _ _Tidak Dilakukan Kadang- Kadang _14 2 _70 10 _ _Total _20 _100 _ _(Sumber : Data Primer 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari tabel 1 dapat diinterpretasikan bahwa pada seluruh responden tidak melakukan mobilisasi dini pada kejadian rupture perineum yaitu sebanyak 14 . %) responden. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Paritas Tabel 2 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Paritas di TPMB Sari Meilina Paritas _Frekuensi _Persentase (%) _ _Primipara _13 _65 _ _Multipara _7 _35 _ _Grandepara _0 _0 _ _Total _20 _100 _ _(Sumber : Data Primer 2. Berdasarkan tabel 2 di atas dapat diinterpretasikan yaitu sebagian besar . %) responden berjumlah 13 orang merupakan Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Tabel 3 Distributsi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Usia di TPMB Sari Meilina Usia _Frekuensi _Persentase (%) _ _<20 Tahun _1 _5 _ _20-35 Tahun _16 _80 _ _>35 Tahun _3 _15 _ _Total _20 _100 _ _(Sumber : Data Primer 2. Berdasarkan tabel 3 di atas dapat diinterpretasikan yaitu hampir seluruhnya . %) responden berjumlah 16 orang berusia 20-35 tahun. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Berdasarkan Kejadian Ruptur Perineum Tabel 4 Distribusi frekuensi kejadian rupture perineum di TPMB Sari Meilina No. _Rupture perineum _Jumlah _Prosentase (%) _ _1. _Ruptur perineum Tidak Ruptur Perineum _14 6 _70 30 _ _ _Jumlah _20 _100 _ _Dari tabel 3 dapat dijelaskan bahwa dari 20persalinan normal sebagian besar yaitu 14 . %) terjadi rupture perineum. Analisis Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Rupture Perineum Tabel 5 Pengeruh Aktivitas Fisik terhadap Kejadian Rupture Perineum di TPMB Sari Meilina Aktivitas Fisik _Kejadian rupture perineum _ Jumlah _ _ _Rupture perineum _Tidak rupture perineum _ _ _ _? _% _? _% _? _% _ _Dilakukan Tidak Dilakukan Kadang Ae Kadang _3 10 1 _ 75 71,43 50 _1 4 1 _25 28,57 50 _4 14 2 _100 100 100 _ _Jumlah _14 _70 _6 _30 _20 _100 _ _ Berdasarkan tabel 5 dapat dijelaskan bahwa dari 20 persalinan normal terdapat 14 ibu yang melahirkan dengan tidak melakukan aktivitas fisik dan sebagian besar 10 . ,43%) terjadi rupture perineum. Analisis Pengaruh Paritas Terhadap Kejadian Rupture Perineum Table 6 Pengeruh Paritas terhadap Kejadian Rupture Perineum di TPMB Sari Meilina Paritas _Kejadian rupture perineum _ Jumlah _ _ _Rupture perineum _Tidak rupture perineum _ _ _ _? _% _? _% _? _% _ _Primi Multipara Grandepara _11 3 0 _84,62 42,86 0 _2 4 0 _15,38 57,14 0 _13 7 0 _100 100 100 _ _Jumlah _14 _70 _6 _30 _20 _100 _ _ Berdasarkan tabel 6 dapat dijelaskan bahwa dari 20 persalinan normal terdapat 13 ibu yang melahirkan anak pertama (Prim. dan sebagian besar 11 . ,62%) terjadi rupture perineum Analisis Pengaruh UsiaTerhadap Kejadian Rupture Perineum Tabel 7 Pengeruh Usia terhadap Kejadian Rupture Perineum di TPMB Sari Meilina Usia _Kejadian rupture perineum _ Jumlah _ _ _Rupture perineum _Tidak rupture perineum _ _ _ _? _% _? _% _? _% _ _<20 tahun 20-35 tahun >35 tahun _1 12 1 _ 100 75 33,33 _0 4 2 _0 25 66,67 _1 16 3 _100 100 100 _ _Jumlah _14 _70 _6 _30 _20 _100 _ _ Berdasarkan tabel 7 dapat dijelaskan bahwa dari 20 persalinan normal terdapat 16 ibu yang berusia 20 Ae 35 tahun dan sebagian besar 12 . %) terjadi rupture perineum. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxson diketahui bahwa besarnya nilai p-value 0,000 lebih kecil dari nilai a = 0,05 (. 000 < 0,. sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh aktivitas fisik, paritas, usia terhadap rupture perineum di TPMB Sari Meilina. Menurut hasil perhitungan dalam uji wilcoxon signed rank test terdapat kolom tingkatan yaitu mean rank dan sum of rank sserta kategori negative ranks, positive ranks, dan ties. Dalam penelitian ini, didapatkan hasil jumlah dari negative ranks adalah 19a yang berarti terdapat 19 responden yangada pengaruh terhadap aktivitas fisik, paritas dan usia terhadap rupture perineum. Pada kategori positive ranks menunjukkan nilai 0b yang artinya tidak ada pengaruh terjadinya rupture perineum PEMBAHASAN Mengidentifikasi kejadian Rupture Perineum di TPMB Sari Meilina Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 4 dapat dinterpretasikan bahwa kejadian rupture perineum di TPMB Sari Meilina sebesar 14 . %) . dari 20 persalinan normal . Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak angka kejadian rupture perineum di TPMB Sari Meilina. Hal ini harus segera di evaluasi dikarenakan menurut Ariyanti . terdapat bahaya yang terjadi pada kejadian rupture perineum jika tidak segera ditangani yaitu terjadinya perdarahan, perdarahan pada rupture perineum dapat menjadi hebat khususnya pada rupture derajat dua dan tiga. Infeksi karena laserasi perineum dekat dengan anus maka mudah sekali terkena kontaminasi feses sehingga mudah sekali terjadinya infeksi. Disparenia itu terjadi karena luka tidak segera menyatu sehingga timbul jaringan parut. Karena jaringan parut yang terbentuk itu dapat meyebabkan nyeri selama berhubungan Menganalisa Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Rupture Perineum Berdasarkan data yang diperoleh pada tabel 5 bahwa dari 20 persalinan normal terdapat 14 ribu yang melahirkan tidak melakukan aktivitas fisik dan 10 . ,43 %) diantaranya terjadi rupture perineum. Mobilisasi Dini adalah kemampuan seseorang untuk berjalan bangkit, berdiri dan kembali ke tempat tidur, kursi, kloset duduk, dan sebagainya disamping kemampuan menggerakan ektremitas atas. (Suparyanto, 2. Seseorang yang tidak melakukan mobilisasi selama kehamilannya akan berdampak terjadinya rupture perineum hal ini dikarenakan otot-otot pada perineum kaku sehingga disaat peregangan pada proses persalinan perineum tidak dapat meregang secara sempurna. Ini juga bisa menjadi penyebab lamanya proses persalinan. Selain itu mobilisasi dini adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kesembuhan luka post partum serta dapat mengurangi resiko komplikasi (Mubarak, 2. Mobilisasi dni sangat penting dalam percepatan hari rawat dan mengurangi resiko-resiko karena tirah baring lama seperti kekakuan/penegangan otot-otot di seluruh tubuh dan sirkulasi. Mobilisasi pada post partum salah satunya adalah perubahan gerak dan posisi. Ini harus diterangkan kepada penderita atau keluarga yang menunggu, agar mengerti pentingnya mobilisasi dini berkesinambungan akan dapat membantu pengaliran darah ke seluruh tubuh, sehingga tubuh mampu menghasilkan zat pembakar dan pembangun yang membantu proses penyembuhan luka dengan mobilisasi miring ke kiri dan ke kanan, duduk, latihan pernapasan, belajar berjalan dan kemudian berjalan sendiri (Hidayat, 2. Analisis Pengaruh Paritas Terhadap Kejadian Rupture Perineum Hasil uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxson diketahui bahwa besarnya nilai p-value0,000lebih kecil dari nilai a = 0,05 (. 000 < 0,. sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh paritas terhadap kejadian rupture perineum di TPMB Sari Meilina Secara teoritis paritas merupakan salah satu faktor terjadinya rupture perineum. Dimana robekan perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang pada persalinan berikutya. Umumnya pada primipara karena elastisitas jaringan dasar panggul masih kurang, sehingga dapat menyebabkan rupture perineum. Sedangkan wanita grande multipara merupakan salah satu faktor pendorong terjadinya ruptur perineumyang disebabkan oleh penurunan elastisitas jalan lahir dan persalinan yang cepat pada wanita grande Analisis Pengaruh UsiaTerhadap Kejadian Rupture Perineum Hasil uji statistik dengan menggunakan uji wilcoxson diketahui bahwa besarnya nilai p-value0,000lebih kecil dari nilai a = 0,05 (. 000 < 0,. sehingga H0 ditolak dan H1 diterima, artinya ada pengaruh paritas terhadap kejadian rupture perineum di TPMB Sari Meilina. Umur merupakan usia individu yang terhitung saat dilahirkan sampai saat berulang tahun (Hurlock, 1. Pada ibu yang berumur kurang dari 15 . tahun, belum dicapai cukup kematangan fisik, mental, dan fungsi sosial dari calon ibu dan bayi yang akan dilahirkan. Sedangkan pada ibu dengan usia ( 35 tahun perubahan yang terjadi oleh karena proses menjadi tua dari jaringan alat reproduksi dan jalan lahir cenderung akan berakibat buruk pada proses kehamilan dan persalinannya. (USU Digital Library, 2. Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa semakin muda seorang ibu melahirkan maka semakin besar risko terjadinya rupture perineum. Hal ini dikarenakan sistem reproduksi yang belum matang sempurna. Sehingga sangat rentan terjadinya komplikasi Ae komplikasi selama kehamilan dan persalinan. Tidak hanya umur yang muda, umur yang sudah terlalu tua yaitu >35 tahun juga mempunyai komplikasi Ae komplikasi yang bisa terjadi selama kehamilan dan persalinan karena alat reproduksi pada seorang ibu mengalami kemunduran pada fungsinya. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian aktivitas fisik selama kehamilan trimester akhir jika tidak dilakukan akan berakibat pada mudahnya terjadi rupture perineum. Umur kurang dari 15 . , belum dicapai cakup kematangan fisik, mental, dan fungsi sosial dari calon ibu dan bayi yang akan dilahirkan. Saran