Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra P-ISSN: 1978-8800. E-ISSN: 2614-3127 http://journal. um-surabaya. id/index. php/Stilistika/index Vol. 15 No. Juli 2022, hal 227-238 ANALISIS BAHASA KASAR YANG DITIRUKAN ANAK REMAJA DARI MEDIA SOSIAL TIKTOK DI DESA MOJOARUM KECAMATAN GONDANG KABUPATEN TULUNGAGUNG ANALYSIS OF ABUSIVE LANGUAGE IMITATED BY ADOLESCENTS FROM TIKTOK SOCIAL MEDIA IN MOJOARUM VILLAGE. GONDANG DISTRICT. TULUNGAGUNG REGENCY Rahmad Setyo Jadmiko1*. Rian Damariswara2 PGSD. Universitas Bhinneka PGRI. Indonesia1. PGSD. Universitas Nusantara PGRI Kediri. Indonesia2 jmico1987@gmail. com1, riandamar08@unpkediri. *penulis korespondensi Info Artikel ABSTRAK Sejarah artikel: Diterima: 2 Mei 2022 Direvisi: 15 Juni 2022 Disetujui: 28 Juli 2022 Selama masa pandemi, eksistensi aplikasi Tiktok semakin kuat. Aplikasi Tiktok mempermudah para konten kreator pemula untuk membuat video singkat yang menarik perhatian. Banyak isi dari video tersebut yang berisi ujaran-ujaran tidak pantas, salah satunya bahasa kasar. Anak remaja yang melihat isi konten tersebut, tentu saja belum bisa mempertimbangkan apakah ujaran tersebut layak jika diucapkan di khalayak umum. Banyak dari mereka menirukan bahasa kasar dari konten aplikasi Tiktok. Fokus penelitian ini adalah, mengetahui jenis-jenis bahasa kasar apa saja yang mereka tirukan dari konten aplikasi Tiktok. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan subjek sekumpulan anak remaja di Desa Mojoarum. Kecamatan Gondang. Kabupaten Tulungagung. Dari hasil penelitian, banyak ditemukan jenis-jenis bahasa kasar yang mereka ucapkan. Jenis bahasa kasar tersebut dapat digolongkan menjadi lima jenis yaitu kondisi, nama hewan, makhluk astral, sebuah objek, dan bagian organ tubuh Mereka mengaku bahwa, dari konten Tiktok mereka menirukan dan ikut memviralkan ujaran-ujaran bahasa kasar tersebut. Anak-anak remaja tersebut mengaku wajar dan lumrah jika mengucapkan bahasa kasar Kata kunci: aplikasi Tiktok, anak remaja, bahasa kasar Article Info ABSTRACT Article history: Received: 2 May 2022 Revised: 15 June 2022 Accepted: 28 July 2022 During the pandemic, the existence of the Tiktok application is getting The Tiktok app makes it easy for beginner content creators to create short, eye-catching videos. Many of the contents of the video contain inappropriate utterances, one of which is abusive language. Teenagers who see the contents of the content, certainly, cannot consider whether the utterance is appropriate if it is uttered in the general public. Many of them imitate the abusive language of the content in the Tiktok application. The focus of this research is to find out what types of abusive language which they imitate from the content of the Tiktok application. The type of this research is qualitative, with the subject of a teenager group in Mojoarum Village. Gondang District. Tulungagung Regency. Based on the the study results, many types of abusive language were found. This type of abusive language can be classified into five types, namely conditions, names of animals, astral beings, an object, and parts of the human body. They admitted that, from their Tiktok content, they imitated and took part in the viral utterances of the abusive language. The teenagers admitted that it was natural and normal for them to say abusive language. Copyright A 2022. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra DOI: http://dx. org/10. 30651/st. Keyword: Tiktok app, teenager, abusive Jadmiko. Damariswara/Analisis Bahasa KasarA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. Juli 2022 Hal 227-238 PENDAHULUAN Perkembangan memunculkan berbagai kemudahan dalam bidang teknologi komunikasi membuat pola kehidupan masyarakat teknologi-teknologi (Wulandari, 2. Teknologi tersebut mengakibatkan munculnya media sosial yang mudah diakses, media sosial tidak hanya dapat di akses di perangkat komputer, tetapi dengan adanya aplikasi di smartphone atau mengakses media sosial secara mobile sehingga dapat diakses kapanpun dan di manapun (Susilowati, 2. Banyak platform maupun aplikasi yang menyediakan dukungan pembuatan video dengan hal menarik pada pengguna smartphone. Salah satu media sosial yang viral saat ini adalah aplikasi Tiktok. Aplikasi Tiktok adalah sebuah jaringan sosial dan platform video musik yang berasal dari Cina dan diluncurkan pada September 2016. Aplikasi ini adalah aplikasi pembuatan video pendek dengan didukung musik, yang sangat digemari oleh orang banyak termasuk orang dewasa dan anak-anak dibawah umur (Marini. Tiktok sebenarnya apikasi yang penggunanya, melalui fitur video dan musik dengan durasi waktu hanya sekitar 1 menitan atau lebih sederhananya adalah sebuah platform sosial video pendek yang dipadukan dengan musik. Tiktok juga sudah terdaftar di playstore yang mana playstore sendiri juga sebagai aplikasi fasilitas google yang memudahkan pengguna gawai untuk mengases atau medownload aplikasi-aplikasi lainnya sepeti Tiktok (Aji, 2. dalam (Amil et , 2. Aplikasi Tiktok mempunyai algoritma yang sangat tidak terproteksi untuk jenjang umur. Beberapa konten mengandung ucapan-ucapan yang tidak pantas dikonsumsi oleh anak kecil hingga remaja. Aplikasi Tiktok juga mempunyai efek viral yang luar biasa, ucapan atau jargon jorok sering viral dalam waktu yang cepat. Keviralan Tiktok itulah yang mengawatirkan jika diterima oleh anak kecil (Kusyani. Kondisi sosial anak remaja di masa pandemi beralih ke kebiasaan melihat tontonan Tiktok. Kebiasaan melihat Tiktok bisa berdurasi 2 hingga 3 jam sehari. Kebiasaan tersebut setara dengan durasi belajar mereka ketika Menurut (Wulandari, 2. media sosial mempunyai pengaruh terhadap individu, yang menjadi permasalahannya adalah seberapa besar dan kuat pengaruh media pada individu, hal ini dapat dilihat dari bagaimana menggunakan media sosial termasuk dalam mengutarakan pendapat atau gagasan dalam pikirannya. Aplikasi Tiktok tidak hanya menimbulkan dampak negatif bagi anak remaja, namun juga ada dampak positif, diantaranya dalam pola pikir anak yaitu mampu membantu anak dalam mengasah skill editing vidio untuk meningkatkan kemampuan otak kanan anak selama dalam pengawasan yang baik (Bagus Prianbodo, 2. dalam (Lia. Suriana, & Sarah, 2. Perkembangan psikologis anak juga dapat dipengaruhi dari tontonan yang dia terima, seperti dalam (Istati, 2. tentang perkembangan psikologi yang Aspek perkembangan psikologis yang ditelaah meliputi aspek perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik anak, dan bisa dipengaruhi dari apa yang mereka Jadmiko. Damariswara/Analisis Bahasa KasarA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. Juli 2022 Hal 227-238 Perkembangan kalangan anak remaja saat ini sangat Para remaja kurang mampu memilih pilihan kata ketika berada di tempat umum. Bahasa menurut (Octorina. Karwinati, & Aeni, 2. merupakan alat komunikasi yang digunakan dalam kehidupan seharihari, termasuk dalam media sosial. Pengaruh viral seperti aplikasi Tiktok menerima dan mengikuti apa saja yang ada di media sosial. Saat ini banyak konten video di media sosial yang menggunakan bahasa kasar dan tidak pantas di konsumsi untuk anak remaja. Fenomena tersebut dikhawatirkan dapat membuat dampak negatif terhadap perkembangan bahasa mereka dan menjadikan kebiasaan untuk dijadikan bahasa sehari-hari. Menurut (Robiah, 2. fungsi bahasa secara tradisional adalah sebagai alat komunikasi verbal untuk menyatakan pemikiran dan perasaan penuturnya Penggunaan bahasa memerlukan penyesuian situasi dan Secara psikologis, manusia tentunya pernah berada dalam kondisi emosi atau Dalam kondisi tersebut seseorang cenderung menggunakan bahasa-bahasa kasar atau biasa disebut Dalam berbahasa tentunya kita memilih pilihan kata dan diksi yang sesuai dengan norma di masyarakat. Jangan sampai tuturan kurang sopan digunakan untuk komunikasi seharihari. Pengucapan bahasa kurang sopan juga ditemukan dari anak remaja di daerah Tulungagung. Tuturan yang kurang sopan, bisa memungkinkan lawan bicara akan tersinggung dikarenakan pemakaian bahasa yang kurang tepat pada situasi dan kondisi Fenomena yang terjadi adalah banyak anak remaja di Desa Mojoarum. Kecamatan Gondang. Kabupaten Tulungagung yang terpengaruh media sosial Tiktok untuk mengucapkan bahasa-bahasa kotor. Hal tersebut jelas mereka sebagai generasi penerus. Bahasa (Adisastrajaya, 2. dalam (Latif Muslim. Supriatna, & Indriani Putri Utami, 2. bahasa kasar adalah bahasa yang tidak pantas di ucapkan karena tidak baik bagi aturan yang ada di suatu lingkungan berbahasa. Bahasa mengandung kata-kata kasar atau ungkapan kasar atau kotor, baik dalam konteks lelucon, pelecehan seksual, atau memaki seseorang. Bahasa kasar seringkali berujung pada ujaran dilarang di ruang publik seperti jejaring sosial (Tjahyanti, 2. Bahasa kasar adalah bentuk bahasa yang dianggap kurang baku dan rendah. Bahasa kasar adalah bentuk bahasa yang tidak sesuai dengan tempat dan konteks sehingga dapat melukai perasaan pihak tertentu. Bahasa yang kasar juga akan menimbulkan perasaan tidak enak jika digunakan terhadap orang lain (Rachmat Winata F, 2. Bahasa kasar akan bisa dimaklumi dan disewajarkan jika dalam konteks pembicaraan tertutup. Pembicaraan tertutup melibatkan para penutur yang sudah saling memahami satu dengan yang lain. Pengucapan bahasa jorok juga berlaku searang, misalkan terjadi antara penutur yang dominan ke penutur yang kurang dominan, misalkan ulama yang sedang ceramah di depan jemaAoah, atasan kepada bawahan, dan lain sebagainya. Penggunaan bahasa kasar tersebut tentunya mempunyai tujuan dan fungsi yang berbeda-beda. Jadmiko. Damariswara/Analisis Bahasa KasarA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. Juli 2022 Hal 227-238 Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa menjadi pendeteksi dini tentang apa yang sebenarnya terjadi di lingkungan remaja. Bahasa yang diajarkan kepada anak harus mengandung nilai-nilai kebaikan yang perkembangan karakter pada anak. (Rohullah, 2. Kebiasaan mereka melihat media sosial Tiktok membawa perkembangan bahasanya. Penerimaan bahasa kasar dan perilaku menirukan bahasa tersebut bisa menjadi kebiasaan jangka panjang. Menurut (Nugrahani, 2. penggunaan bahasa dalam media sosial mempunyai implikasi terhadap pembentukan karakter bangsa. Dari sini juga akan terdeteksi jenis-jenis bahasa kasar apa saja yang sering diucapkan oleh para remaja, khususnya remaja yang berada di lingkungan Desa Mojoarum. Kecamatan Gondang. Kabupaten Tulungagung. Kemudian dari temuan tersebut, bisa menjadi bahan pengawasan serta kontrol kepada generasi remaja. METODE Jenis penelitian ini adalah Menjadikan peneliti sebagai instrumen utama. Pertama kali dilakukan observasi di lingkungan remaja Desa Mojoarum, dan dari hasil observasi ditemukan para pemuda menghabiskan waktu untuk menonton aplikasi Tiktok. Kemudian didapati konten yang mereka tonton mengandung unsur bahasa kasar. Untuk mengambil data penelitian, digunakan teknik berupa wawancara dan observasi Menurut Esterberg dalam Sugiyono . wawancara adalah pertemuan yang dilakukan oleh dua orang untuk bertukar informasi mupun suatu ide dengan cara tanya jawab, sehingga dapat dikerucutkan menjadi sebuah kesimpulan atau makna dalam Observasi digunakan dalam penelitian ini untuk mengambil data jenis bahasa kasar yang mereka ucapkan. Observasi ialah kegiatan mengamati, yang diikuti dengan pencatatan yang berurut, terdiri dari beberapa unsur yang muncul dalam beberapa fenomena yang terjadi didalam objek yang sedang diteliti menurut Nawawi dan Martini (Edra, 2. dalam (Rahastine. Mayasari, & Sasmita. Peneliti dikarenakan, untuk mencari data yang mengarah ke hal penyimpangan perilaku berbahasa kasar, diperlukan cara yang tersembunyi, sehingga instrumen wawancara dan observasi yang dipilih untuk digunakan. Wawancara yang dilakukan juga dengan cara tidak terstruktur dan Diharapkan dengan cara tersebut, didapati data yang lebih valid dan tidak mengada-ada dari subjek yang diteliti. Hal tersebut selaras dengan apa yang dituturkan oleh (Muhammad, 2. yaitu tentang instrumen dalam penelitian bahasa. Meneliti bahasa diperlukan ketekunan ditentukan dari benar tidaknya peneliti memberikan instrumen (Mahsun. Subjek yang diteliti berjumlah sepuluh anak remaja di desa Mojoarum. Kecamatan Gondang. Kabupaten Tulungagung. Anak remaja tersebut dipilih dari beberapa anak, dan mereka memiliki intensitas lebih dalam menggunakan aplikasi Tiktok. Letak Tulungagung, mengakibatkan peneliti menggunakan Bahasa Jawa dalam melakukan wawncara tidak tersruktur, agar terlihat lebih lumrah dan bisa diterima dengan baik oleh subjek Jadmiko. Damariswara/Analisis Bahasa KasarA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. Juli 2022 Hal 227-238 HASIL DAN PEMBAHASAN Subjek berjumalah sepuluh remaja, mereka adalah diambil dari beberapa kelompok yang memang berkumpul di warungwarung kopi Desa Mojoarum. Sebelum diwawancarai dan diobservasi, mereka terlebih dahulu ditanyai tentang durasi No. Nama FBR MSM NAS Tiktok. Ditemukan sebanyak sepuluh remaja dari kumpulan warung kopi yang berbeda-beda. Berikut data subjek penelitian yang disajikan peneliti dalam tabel berikut. Tabel 1. Subjek Penelitian Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Laki-laki Bahasa kasar yang diucapkan anak-anak di Desa Mojoarum sangat Dapat menjadi lima jenis bahasa kasar yang diucapkan oleh mereka. Kelima bentuk bahasa kasar tersebut adalah kondisi, hewan, makluk astral, sebuah objek, dan bagian tubuh. Berikut penjelasan lebih lanjut mengenai jenis-jenis rujukan kata kasar/kotor dalam bahasa Indonesia (Ibrohim dan Indra Budi, 2. dalam artikel tersebut (Tjahyanti, 2. : . Kondisi. Kata-kata yang mengungkapkan kondisi yang tidak menyenangkan dalam percakapan biasanya digunakan sebagai kata-kata Secara umum ada tiga hal yang dapat atau mungkin berhubungan menyenangkan ini, yaitu gangguan kurangnya modernisasi, cacat fisik, kondisi di mana seseorang tidak memiliki etika, kondisi yang tidak Usia 12 Tahun 14 Tahun 12 Tahun 12 Tahun 12 Tahun 12 Tahun 14 Tahun 15 tahun 12 Tahun 14 Tahun Kelas direstui oleh Tuhan atau agama, dan kondisi yang berkaitan dengan keadaan yang tidak menguntungkan. Hewan. Tidak semua binatang bisa digunakan sebagai kata-kata kasar. Kata binatang yang digunakan untuk menghina biasanya merujuk pada sifat buruk tertentu, yang menjijikkan bagi sebagian orang, menjijikkan dan dilarang dalam agama tertentu, menjengkelkan, parasit, sehat, dan . Makhluk astral. Mereka semua adalah makhluk astral yang . Sebuah Objek. Sama seperti binatang dan makhluk astral, benda yang biasanya digunakan sebagai kata kasar didasarkan pada sifat buruknya, seperti bau yang tidak sedap, kotor dan usang, dan suara yang . Bagian tubuh. Bagian tubuh yang digunakan sebagai kata kasar biasanya berkaitan erat dengan organ seksual. Bagian tubuh lain yang Jadmiko. Damariswara/Analisis Bahasa KasarA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. Juli 2022 Hal 227-238 sering digunakan dalam makian adalah Teknik pengambilan data secara observasi dilakukan untuk memperoleh data mengenai bentuk bahasa kasar anak remaja di Desa Mojoarum Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung. Observasi kepada anak-anak di Desa Mojoarum yang berjumlah 10 anak sebagai subjek Peneliti pengamatan secara langsung kepada subjek , dan mencatat seluruh bentuk tuturan bahasa kasar yang mereka Penelitian ini dilakukan secara rinci mencatat setiap hal yang diamati selam penelitian berlangsung. Hasil seluruhnya telah terlampir. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan oleh peneliti, diperoleh data tabel berikut berikut. Tabel 2. Hasil Observasi Jenis Bahasa Kasar N INDI O KA TOR FBR NAMA MSM NAS 1 Kondi pernah pernah pernah pernah pernah pernah pernah pernah pernah pernah mengucap mengu mengu mengu mengu mengu mengu mengu mengu mengu kan kata capkan capkan capkan capkan capkan capkan capkan capkan capkan kata kasar kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata . ampus, kasar goblo. , . , . , . , . , . oblok, . , . ampus, . ekok, . oblok, mendh. , saat banc. Banc. Banc. , mengumpa mengum mengum mengum mengum saat mengum saat t ataupun pat mengum pat mengum mengum mengum mengolok- ataupun ataupun ataupun ataupun pat ataupun pat olok teman mengo mengo mengo mengo ataupun mengo ataupun ataupun ataupun lawan tutur lok-olok lok-olok lok-olok lok-olok mengo lok-olok mengo mengo mengo lok-olok teman lok-olok lok-olok lok-olok 2 He pernah pernah pernah pernah pernah pernah pernah pernah pernah wan mengum mengum mengum mengum mengum mengum mengum mengum mengum mengum pat dengan pat kata kata dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan dengan kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata kata . njing, as. njing, . su, . teman saat as. pada emosi dan teman mengacung saat kang jari emosi. tengah saat emosi dan 3 Mak tidak pernah tidak pernah pernah pernah pernah pernah pernah menggu pernah pernah menggu menggu menggu menggu Astral mengguna menggu menggu nakan menggu menggu nakan kan kata nakan tentangg kasar tentangg tentangg tentang tentang Jadmiko. Damariswara/Analisis Bahasa KasarA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. Juli 2022 Hal 227-238 N INDI O KA TOR FBR NAMA MSM NAS tentang tentang saat tentang tentang makhluk makhluk makhluk makhluk makhluk makhluk memang makhluk makhluk astral seperti seperti seperti seperti Tuyul Tuyul Tuyul iblis saat memang memang memang pat 4 Sebu tidak pernah tidak pernah pernah pernah pernah menggun pernah pernah pernah pernah objek mengguna menggun menggun menggun menggun akan kata menggun menggun menggun menggun kan kata akan kata akan kata akan kata akan kata kasar akan kata akan kata akan kata akan kata . tentang untuk sebuah mengolo 5 Bagi pernah pernah pernah pernah pernah pernah pernah pernah pernah pernah mengum mengum mengum mengum mengum mengum mengum mengum mengum mengum Tubuh pat pat . ilit, pat . atamu, (Raim. atamu, . ontol, . ndhasm u, raimu, bathukmu . , raimu. Dari data yang diperoleh melalui instrumen observasi dan wawancara, dapat digolongkan jenisjenis bahasa kasar yang diucapkan oleh para subjek, seperti pemaparan berikut Kondisi Salah satu bentuk bahasa kasar yang ada di kalangan anak remaja pengonsumsi Tiktok di Desa Mojoarum adalah bentuk kondisi. Kondisi adalah kata keadaan tidak menyenangkan. Bentuk-bentuk kondisi tersebut dapat dipastikan merugikan lawan tuturnya. Sehingga, yang pelaku pengucap bahasa kasar diposisikan lebih baik, daripada yang diolok-olok. Goblok dan mendho adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Goblok dan mendho yang berarti bodoh atau tidak mampu mempunyai nilai yang buruk. Kata goblok dan mendho tetap diucapkan oleh mereka untuk merendahkan lawan Mereka beranggapan biasa mengucapkan kata goblok dan mendho kepada lawan tuturnya. Mampus adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Mampus yang berati meninggal atau mati mempunyai nilai yang buruk. Kata mampus tetap diucapkan oleh mereka untuk merendahkan lawan tuturnya. Bejat adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Bejat yang mempunyai arti mesum, penyimpangan seksual yang mempunyai nilai buruk. Mereka beranggapan biasa mengucapkan kata bejat pada lawan tuturnya. Pekok adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Pekok yang berarti bodoh atau tidak mampu mempunyai nilai yang buruk. Kata pekok tetap diucapkan oleh mereka untuk merendahkan lawan Mereka beranggapan biasa Jadmiko. Damariswara/Analisis Bahasa KasarA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. Juli 2022 Hal 227-238 mengucapkan kata goblok kepada lawan tuturnya. Banci adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Kata Banci yang memiliki artian laki-laki setengah pria mempunyai nilai yang buruk jika diucapkan kepada lawan tutur yang merupakan laki-laki tulen. Kata banci tetap diucapkan kepada lawan tutur untuk merendahkan. Hewan Salah satu bentuk bahasa kasar yang ada di kalangan anak remaja pengonsumsi Tiktok di Desa Mojoarum adalah bentuk hewan. Hewan adalah macam-macam jenis hewan. Bentukbentuk jenis hewan tersebut dapat dipastikan merugikan lawan tuturnya. Sehingga, yang pelaku pengucap bahasa kasar diposisikan lebih baik, daripada yang diolok-olok, sehingga lawan bicara tidak senang dan marah. Babi dan celeng adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Babi dan celeng mempunyai makna arti yang tidak baik. Kata babi dan celeng sendiri dikatakan tidak baik karena memiliki asumsi hewan haram. Tidak tepat jika diucapkan kepada lawan tutur. Anjing adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Anjing mempunyai makna arti yang tidak baik. Kata anjing memiliki arti yang sama dengan babi. Dikatakan tidak baik karena memiliki asumsi hewan haram. Tidak tepat jika diucapkan kepada lawan tutur. Asu adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Asu mempunyai makna arti yang tidak baik. Kata asu sendiri dikatakan tidak baik karena memiliki asumsi hewan haram. Tidak tepat jika diucapkan kepada lawan tutur. Hanya saja kata asu merupakan bahasa jawa sesuai dengan bahasa di lingkungan. Jaran adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Mereka penggunaan kat jaran ini diucapkan kepada teman yang suka merengek. Kata jaran sendiri dikatakan tidak baik jikat diucapkan kepada lawan tutur waktu berkomunikasi. Makhluk Astral Salah satu bentuk bahasa kasar yang ada di kalangan anak remaja pengonsumsi Tiktok di Desa Mojoarum adalah makluk astral. Makluk astral adalah macam-macam jenis hantu. Bentuk-bentuk hantu tersebut dapat dipastikan merugikan lawan tuturnya. Pelaku pengucap bahasa kasar diposisikan lebih baik, daripada yang diolok-olok. Tuyul adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Tuyul mempunyai makna arti suka mencuri atau maling yang tidak tepat jika diucapkan kepada lawan tutur jika itu tidak benar. Kata tuyulmempunyai nilai buruk jika sering diucapkan kepada lawan tutur. Kata tuyul mempunyai kontek juga nama panggilan lawan tutur ataupun lawan tutur berpostur kecil seperti tuyul. Iblis adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak saat kesal dengan teman. Penggunaan kata yang tidak tepat jika diucapkan kepada lawan tutur jika itu tidak benar. Kata iblis mempunyai nilai buruk jika sering diucapkan kepada lawan tutur. Kata Sebuah Objek Salah satu bentuk bahasa kasar yang ada di kalangan anak remaja pengonsumsi Tiktok di Desa Mojoarum adalah sebuah objek. Sebuah objek Jadmiko. Damariswara/Analisis Bahasa KasarA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. Juli 2022 Hal 227-238 adalah benda-benda yang biasanya digunakan sebagai kata-kata kasar didasarkan pada karakteristik buruk. Bentuk-bentuk benda tersebut dapat dipastikan merugikan lawan tuturnya. Sehingga, yang pelaku pengucap bahasa kasar diposisikan lebih baik, daripada yang diolok-olok. Bathang adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Bathang makna arti yang tidak baik. Kata bathang sendiri dikatakan tidak baik karena memiliki asumsi bangkai, tidak Hanya saja kata asu merupakan bahasa jawa sesuai dengan bahasa di Penggunaan kataa batang ini mungkin di dasari lawan tutur yang diolok-olok mempunyai bau tidak Tai adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Tai sendiri mempunyai makna arti yang sama dengan kata Bagian tubuh Salah satu bentuk bahasa kasar yang ada di kalangan anak remaja pengonsumsi Tiktok di Desa Mojoarum adalah anggota tubuh. Anggota tubuh adalah macam-macam anggota tubuh. Jenis-jenis anggota tubuh tersebut dapat dipastikan merugikan lawan tuturnya karena tidak sopan dan bisa membuat lawan bicara tidak tidak Konthol, silit, dan jembut adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Kata-kata mempunyai makna arti yang tidak baik. Kata konthol, silit, dan jembut dikatakan tidak baik karena memiliki organ vital manusia atau seksualitas yang tidak tepat dan tidak sopan jika diucapkan kepada lawan tutur. Raimu adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Kata tersebut mempunyai makna arti yang tidak baik. Kata raimu dikatakan tidak baik karena memiliki asumsi lawan bicara tidak berwajah rupawan yang tidak sopan jika diucapkan kepada lawan tutur. Sehingga membuat lawan tutur merasa tidak senang dan marah. Matamu adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Kata tersebut m empunyai makna arti yang tidak baik. Kata matamu dikatakan tidak baik karena memiliki asumsi lawan bicara tidak memliki penglihatan yang tidak bagus, jika diucapkan kepada lawan tutur. Penggunaan kata ini dianggap mencela dan kurang sopan. Dhengkulmu adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Kata tersebut mempunyai makna arti yang tidak baik. Kata dhengkulmu dikatakan tidak baik karena memiliki asumsi lawan bicara tidak berpikir memakai otak, melainkan lutut. Penggunaan kata ini dianggap mencela dan kurang Endhasmu dan bathukmu adalah salah satu bentuk kata dari bahasa kasar yang digunakan oleh anak-anak. Kata tersebut mempunyai makna arti yang tidak baik. Kata endhasmu dan bathukmu dikatakan tidak baik karena memiliki asumsi lawan bicara dalam bertindak tidak berpikir memakai otak yang berada di kepala. Penggunaan kata ini dianggap mencela dan kurang Dalam tuturan mereka selaku memikirkan apa yang mereka ucapkan. Pada memikirkan apa yang diucapkan (Triningsih. Dari wawancara diperoleh bahwa 6 subjek pemilihan bahasa kasar yang mereka ucapkan, mereka hanya menirukan dari Jadmiko. Damariswara/Analisis Bahasa KasarA Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 15 No. Juli 2022 Hal 227-238 Tiktok. Sebanyak 4 subjek mengatakan bahwa mereka memilih kata dalam berkata kotor atau kasar, namun dengan acuan apa yang mereka lihat di Tiktok. Dapat disimpulkan bahwa mereka mendapatkan pengaruh dari tontonan Tiktok. Penutur alahkah baiknya memilih pilihan kata sesuai kondisi (Keraf, kenyataanya, mereka para subjek tidak memikirkan hal sejauh. Mereka bisa dikatakan kurang memiliki etika dalam percakapan sesama teman. Dari hasil wawncara kepada sepuluh subjek, semua menunjukkan bahwa durasi mereka menonton Tiktok lebih dari dua jam dalam sehari. Melebihi waktu yang mereka gunakan dalam Hal tersebut berdampak kepada pengaruh bahasa mereka yang digunakan dalam pergaulan dengan Mereka diwawancarai menganggap hal tersebut lumrah dan wajar. Hal tersebut tentu berdampak buruk jika dilakukan terus dikemukakan (Rachmat Winata F, penggunaan kata kasar, menempatkan pada tempatnya, melihat situasi dan kondisi dan mengetahui bahwa kata kasar tidak baik meski dengan alasan Pengaruh Tiktok juga selaras terhadap perkembangan anak, termasuk kepengaruhan Tiktok selaras dengan (Marini, 2. media sosial Tiktok berpengaruh terhadap prestasi belajar peserta didik di SMPN 1 Gunung Sugih Kab. Lampung Tengah. Bedanya dalam penelitian tersebut adalah bentuk Kabupaten Tulungagung banyak yang meniru bahasa-bahasa kasar yang ada di aplikasi Tiktok. Mereka sering mengucapkan kata-kata kotor, yang bisa dibagi menjadi lima jenis yaitu kondisi, nama hewan, makhluk astral, sebuah objek, dan organ tubuh Anak-anak remaja tersebut tidak paham jenis-jenis kata kasar Mereka hanya mengucap di kala emosi dan bercanda. Mereka juga tidak paham bahwa kata tersebut sangat tidak baik jika sering diucapkan, meskipun dalam konteks pertemanan dan bercanda, sebab tentunya ada pihak luar yang pasti tidak sengaja Perilaku mereka luput dari Bisa dimungkinkan akan berperngaruh pada perkembangan afektif mereka. Menurut PENUTUP Hasil membuktikan, anak-anak remaja di Desa Mojoarum. Kecamatan Gondang. Istati. Perkembangan Psikologi Anak Di Kelas IV SDN Kebun Bunga 6 Banjarmasin. Tarbiyah Islamiyah, 6. , 110Ae (Sukanti, 2. perkembangan afekfektif berhubungan dengan emosi seperti perasaan, nilai, apresiasi, motivasi dan Jika dibiarkan lama-lama, maka menimbulkan degradasi bahasa dan moral Pentingnya pengawasan orang tua. DAFTAR PUSTAKA