Analisis Wacana Kritis Berita Kriminal Pada RAKYAT BENGKULU. COM (Studi Berita Kriminal Oknum Polisi Cabuli Remaja Putr. Rena Lupita . Sapta Sari . Yanto . 1,2,. Universitas Dehasen Bengkulu Email: . renalupita02@gmail. ARTICLE HISTORY Received . Mei 2. Revised . Juni 2. Accepted . Juni 2. KEYWORDS Critical Discourse. News. Crime News. RakyatBengkulu. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Berita merupakan sebuah informasi terbaru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi. Berita biasanya disajikan melalui bentuk cetak, siaran, internet atau dari mulut kemulut kepada orang ketiga dan orang banyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis wacana kritis berita krimanal pada Rakyat Bengkulu. Com (Studi Berita Kriminal Oknum Polisi Cabuli Remaja Putr. , penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Dengan hasil penelitian ini menunjukan analisis wacana kritis berita krimanal pada Rakyat Bengkulu. Com (Studi Berita Kriminal Oknum Polisi Cabuli Remaja Putr. bahwa Dalam analisis teks berita kriminal Rakyat Bengkulu. Com, terlihat bahwa teks tersebut mencerminkan kasus dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang oknum polisi dan seorang perempuan. Dari analisis ini, ditemukan bahwa berita tersebut menggambarkan situasi kasus, kronologi peristiwa, langkah penyelidikan, dan permintaan korban untuk pertanggungjawaban. Selanjutnya, dalam analisis kewacanaan . , diperlihatkan bahwa media massa memiliki pertimbangan ideologis dan rutinitas kerja jurnalis dalam menentukan bagaimana suatu berita disajikan. Dalam konteks berita Rakyat Bengkulu. Com, aspek kewacanaan ini mencakup produksi, penyebaran, dan konsumsi berita yang memengaruhi pemahaman dan reaksi pembaca terhadap kasus tersebut. Terakhir, dalam analisis sosial budaya . , ditemukan bahwa kasus ini memiliki dimensi situasional, institusional, dan sosial yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan korban, tanggung jawab institusi polisi, dan isuisu sosial yang lebih luas. Ini menunjukkan peran media dalam membentuk opini dan merespons isu-isu sosial dan hukum yang relevan. ABSTRACT News is the latest information or information about something that is happening. News is usually presented through print, broadcast, internet or by word of mouth to third parties and the general public. This research aims to find out and analyze the critical discourse of kriminal news on Rakyat Bengkulu. Com (Study of Kriminal News by Police Officers Cabuli Young Wome. , this research is qualitative research. The results of this research show a critical discourse analysis of kriminal news on Rakyat Bengkulu. Com (Study of Kriminal News by Police Officers Obscuring Young Wome. that in the analysis of the kriminal news text on Rakyat Bengkulu. Com, it can be seen that the text reflects a case of alleged immoral acts involving a police officer and a woman. From this analysis, it was found that the news described the case situation, chronology of events, investigation steps, and the victim's request for accountability. Furthermore, in discursive . analysis, it is shown that the mass media has ideological considerations and journalists' work routines in determining how news is presented. the context of the Rakyat Bengkulu. Com news, this discursive aspect includes the production, dissemination and consumption of news which influences readers' understanding and reactions to the case. Finally, in socio-cultural . analysis, it was found that this case had situational, institutional and social dimensions that influenced various aspects of the victim's life, the responsibilities of the police institution and broader social issues. This shows the role of the media in shaping opinions and responding to relevant social and legal issues. PENDAHULUAN Kehadiran media massa merupakan pengembangan suatu kegiatan yang sudah lama berangsung dalam dunia diplomasi dan di lingkungan dunia usaha. Media massa pada masa awal ditandai oleh wujud yang tetap, bersifat komersial . ijual secara beba. , memiliki beragam tujuan . emberi informasi, mencatat, menyajikan hiburan, dan desas-desu. , bersifat umum dan terbuka. Awasiah . , menyatakan media massa dapat dianggap sebagai indikator kemajuan bangsa. Negara-negara maju dicirikan oleh banyak dan beragamnya media massa, serta keterlibatan masyarakat dengan media Saat ini para konsumen . sangat mudah untuk mendapatkan informasi dari media . etakAenon ceta. , karena media mengemas setiap informasi . erita, hiburan, iklan, dan sebagainy. dengan menampilkan hal-hal yang dapat membuat para konsumennya mengikuti perilaku atau pun gaya yang mereka tampilkan, baik itu hal positif maupun negatif. Jurnal Professional. Vol. 11 No. 1 Juni 2024 page: 437Ae 450 | 437 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X Berita merupakan salah satu informasi terbaru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang Berita biasanya disajikan melalui cetak, siaran, internet atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga dan orang banyak. Berita selalu meliputi berbagai topik atau masalah yang ada di lapisan Berita adalah laporan tentang peristiwa atau pendapat yang memiliki nilai penting dan menarik bagi sebagian besar khalayak, masih baru dan dipublikasikan secara langsung melalui media massa periodik (Wahyudi via Sulprapto, 2010: . Sementara itu menurut Charley . ia Romli, 2003: . , berita adalah laporan terperinci dari suatu peristiwa atau kejadian yang faktual, penting, dan menarik bagi sebagian besar pembaca, serta mengandung kepentingan aktual. Di dalam berita selalu terdapat wacana yang dirangkai melalui kalimat dan membentuk sejumlah Sulaiman dkk. 9: . mengatakan bahwa wacana adalah satuan bahasa terlengkap yang dinyatakan secara lisan seperti ceramah, pidato, dialog, dan khotbah atau secara tertulis seperti novel, cerpen, surat, artikel, dan dokumen tertulis yang dilihat dari struktur lahirnya atau dari segi bentuk keseluruhan, saling terkait dan dari struktur batinnya . ari segi makn. Hal ini dijelaskan oleh Kridalaksana . 9: . menyatakan bahwa wacana adalah satuan bahasa terlengkap, dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. Sementara itu Darma . 4: . menjelaskan bahwa wacana adalah urutan pernyataan atau rangkaian pernyataan yang dinyatakan secara lisan atau tulisan dan memiliki hubungan makna antar-satuan bahasanya serta terkait konteks. Wacana menurut Roger Fowler . ia Elriyanto, 2011: . adalah komunikasi lisan atau tulisan yang dilihat dari sudut pandang kepercayaan, nilai, dan kategori, yang termasuk di dalamnya adalah pandangan dunia, suatu organisasi atau representasi dari pengalaman. Dengan kesatuan makna, wacana dapat dilihat sebagai suatu selatan yang utuh, karena setiap bagian saling berhubungan satu sama lain secara padu. Wacana menurut Chaelr . 3: . merupakan satuan bahasa yang lengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. Kridalaksana . 8: . menyatakan bahwa wacana merupakan satuan terlengkap dalam hierarki gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana ini direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh . ovel, artikel, dan lain-lai. Analisis wacana kritis menurut Darma . 9: . merupakan suatu upaya atau proses peluangraian untuk memperoleh penjelasan dari suatu teks . ealitas sosia. yang mau atau sedang dilakukan oleh seseorang yang cenderung memiliki tujuan tertentu untuk memperoleh apa yang Dengan kata lain, wacana kritis digunakan untuk mengkritik dan mengungkapkan hubungan antara bahasa dan realita sosial dan politik. Wacana juga digunakan untuk mendeskripsikan suatu selatan, menerjemahkan, dan menganalisis berita sosial dan politik yang disajikan melalui teks. Wacana tidak hanya dilihat dari aspek kebahasaannya saja, tetapi juga bagaimana hubungan antara bahasa dengan konteks tertentu, termasuk di dalamnya tujuan tertentu dari suatu selatan berita sosial dan politik. Salah satu topik yang ada dalam surat kabar adalah berita. Berita muncul dari suatu kegiatan yang terkam dalam benak manusia untuk disebarluaskan kepada manusia lain untuk memajukan komunikasi Menurut Aditya . 3: . , berita yang muncul dalam benak manusia itu bukan sekadar laporan peristiwa, tetapi lebih kepada sesuatu yang diserap setelah peristiwa itu terjadi. Dengan kata lain, bahwa kesadaran masyarakat akan berita-berita tentang peristiwa yang terjadi adalah akibat dari tulisan berita yang ada di media massa. Rakyat Bengkulu. com sebagai media andalan informasi dan publikasi, merupakan salah satu anak perusahaan Rakyat Bengkulu Media Group (RBMG). Rakyat Bengkulu. com adalah media online dengan penyajian informasi dan publikasi berita yang terupdate dan terpercaya. Berkat proses dan respons positif dari masyarakat khususnya masyarakat Provinsi Bengkulu, saat ini traffic pengunjung websitenya cukup tinggi. Awalnya Rakyat Bengkulu. com didirikan untuk mendukung publikasi dari Rakyat Bengkulu dengan nama perusahaan PT. Selmarak Bengkulu Permai, agar jangkauannya menjadi lebih luas. Namun, seiring perkembangan zaman dan era digitalisasi yang semakin pesat, maka pada 17 Februari 2018 Rakyat Bengkulu. com menjadi perusahaan tersendiri yakni PT. Rakyat Bengkulu Digital Media. Rakyat Bengkulu. com atau dikenal juga dengan sebutan RB Online merupakan jaringan media nasional dengan domain utama di swa. id yang dimiliki oleh Dahlan Iskan. Khusus untuk penyebaran informasi. Rakyat Bengkulu memiliki banyak kolom seperti kolom utama, kolom borgol, kolom metropolis, kolom militer, kolom probis, dan kolom all sport. Dengan adanya kolom-kolom tersebut dapat diamati penggunaan konjungsi, dari beberapa kolom yang ada di dalam Rakyat Bengkulu, kolom utama menjadi kolom yang banyak dibaca oleh masyarakat, karena menyajikan berita kriminal dan politik yang terjadi setiap harinya di Provinsi Bengkulu dan nasional, berita kriminal yang ditulis dalam Rakyat Bengkulu masuk pada kolom borgol, pada kolom ini mulai berita berkaitan dengan kriminal yang terjadi di Provinsi Bengkulu. Penelitian masalah kriminologi dalam studi kejahatan menempati posisi yang sangat penting dan menentukan karena tanpa penelitian tidak mungkin ada perkembangan teori, aliran, dan doktrin yang senantiasa berusaha menjawab dan memecahkan masalah kriminalitas. Berita online yang populer di dunia dengan sirkulasi yang besar umumnya termasuk dalam kategori berita online yang banyak 438 | Rena Lupita. Sapta Sari. Yanto. Analisis Wacana Kritis Berita Kriminal . menyiarkan berita kekerasan, kriminal, dan seks. Pemantauan berita-berita kriminal tidak lain karena publik suka dengan berita-berita tersebut. Para wartawan yang meliput bidang kejahatan adalah dengan memberitakan sehingga masyarakat umum dapat dirangsang untuk ikut serta memberangi kejahatan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menganalisis wacana berita kriminal Rakyat Bengkulu. Com sebagai salah satu surat kabar terbit di Kota Bengkulu yang mulai berkembang dilihat dari oplah penjualan yang meningkat setiap tahunnya. Rakyat Bengkulu. Com cukup berkembang pesat. Hal ini tentu akan menarik sekali karena visi dan misi atau ideologi media itu dipengaruhi oleh orang-orang yang ada di dalam media tersebut. Hal inilah yang menjadi alasan peneliti memilih Rakyat Bengkulu. Com sebagai subjek penelitian. Selain itu juga untuk memberi masukan agar berita kriminal yang ada di berita tersebut menjadi lebih baik guna memperjelas dan mempermudah pembaca dalam mendeskripsikan wacana sehingga menjadi ilmu pengetahuan bagi mereka. Berdasarkan masalah yang ditemukan oleh penulis, yaitu penyampaian pemberitaan yang ditampilkan di dalam sebuah teks melalui penggunaan kata atau kalimat yang dipakai sehingga aktor ditampilkan secara buruk dengan ditemukan penggunaan kalimat aktif, verba, dan tanpa anak kalimat dalam berita kriminal di Rakyat Bengkulu. Com. LANDASAN TEORI Analisis Wacana Istilah wacana berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna Auucapan atau tuturanAy. Wacana dipadankan dengan istilah discourse dalam bahasa Inggris dan le discours dalam bahasa Prancis. Kata tersebut berasal dari bahasa Yunani disoursus yang bermakna Auberlari ke sana ke mariAy (Sudaryat, 2009: Di dalam Dictionnaire de Linguistique . , le discours diartikan sebagai Auune unity ygale ou supyrieure y la phrase. il est constituy par une suite formant un message ayant un commencement et une clytureAy. Wacana adalah kesatuan yang tatarannya lebih tinggi atau sama dengan kalimat, terdiri atas rangkaian yang membentuk pesan, memiliki awal dan akhir. Hal tersebut hampir sama seperti yang diungkapkan oleh Carlson bahwa wacana merupakan rentangan ujaran yang berkesinambungan (Carlson dalam Tarigan, 2009: . Dalam pengertian khusus menurut ilmu tata bahasa modern, wacana diartikan sebagai tout ynoncy supyrieur y la phrase, considyry du point de vue des rygles d'enchaynement des suites de phrases. Yang dimaksud dengan wacana adalah sejumlah ujaran yang tatarannya lebih tinggi daripada kalimat, berdasarkan sudut pandang aturan rangkaian kalimat yang saling berkaitan (Dictionnaire de Linguistique, 1973: . Kridalaksana . 8: . mendefinisikan wacana sebagai satuan bahasa terlengkap. hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana ini direalisasikan dalam bentuk karangan yang utuh . ovel, buku seri ensiklopedia, dan sebagainy. , paragraf, kalimat atau kata yang membawa amanat yang lengkap. Menurut Alwi . 3: . , wacana adalah rentetan kalimat yang berkaitan yang menghubungkan proposisi yang satu dengan lainnya dalam kesatuan makna. Sejalan dengan Alwi. Delesel . alam Tarigan, 2009: . mendefinisikan wacana sebagai seperangkat proposisi yang saling berhubungan untuk menghasilkan rasa kepadulan atau rasa kohesi bagi penyimak atau pembaca. Tarigan . 9: . menyebutkan ada delapan unsur penting yang terdapat dalam wacana, yaitu . satuan bahasa, . terlengkap dan terbesar/tertinggi, . di atas kalimat/klausa, . teratur/rapi/rasa koherensi, . lisan dan tulis, . awal dan akhir yang nyata. Menurut Maingueneau . 8: 38-. , terdapat delapan ciri penting wacana, yaitu . une organisation au-dely de la phrase Aoorganisasi di atas kalimatAo, . orienty AoterarahAo, . une forme dAoaction Aobentuk tindakanAo, . interactif AointeraktifAo, . contextualisy AokontekstualAo, . pris en charge par un sujet Aodidukung oleh subjekAo, . rygi par des normes Aodiatur oleh normaAo, . pris dans un interdiscours Aobagian dalam interdiskursusAo. Berdasarkan ciri pertama yang disebutkan oleh Maingueneau, wacana dapat dipahami sebagai sebuah satuan bahasa tertinggi dan berada pada tingkatan di atas kalimat. Satuan bahasa tersebut dapat dikatakan sebagai sebuah wacana jika memiliki makna tertentu. Meskipun merupakan satuan bahasa terbesar, wacana tidak harus diwujudkan dalam rangkaian kata yang sangat panjang. Wacana juga dapat terwujud dalam sebuah kalimat tunggal seperti pada peribahasa atau kalimat larangan, misalnya AuNe pas fumerAy Aodilarang merokokAo. Meskipun kalimat larangan AuNe pas fumerAy tersebut sangat pendek, namun ia membawa sebuah pesan atau makna yang jelas (Maingueneau, 1998: . Seperti yang diungkapkan oleh Mulyana . 5: . , bahwa dalam analisis wacana, kata atau kalimat yang berposisi sebagai wacana disyaratkan memiliki kelengkapan makna, informasi, dan konteks tuturan yang jelas dan mendukung. Selain sebagai satuan bahasa terbesar, wacana juga merupakan satuan bahasa yang terarah. Yang dimaksud dengan terarah adalah wacana mengikuti tujuan dari pembicara atau melibatkan topik Wacana melibatkan topik tunggal karena ia merupakan sebuah urutan yang linier atau urutan Jurnal Professional. Vol. 11 No. 1 Juni 2024 page: 437Ae 450 | 439 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X yang lurus. Dalam prosesnya, wacana sering mengubah arah tujuannya namun kembali lagi pada tujuan awalnya (Maingueneau, 1998: 38-. Wacana merupakan salah satu bentuk tindakan, yaitu tindakan komunikasi. Semua bentuk ujaran merupakan bentuk dari tindakan seperti janji, interogasi, nasihat, dan sebagainya. Ciri wacana yang keempat menurut Maingueneau adalah interaktif. Wacana disebut interaktif karena melibatkan dua pihak. Wujud interaksi ini lebih mudah dilihat dalam wacana lisan seperti dalam percakapan dua orang. Dalam wacana tulis, interaksi terjadi antara penulis dan pembaca (Maingueneau, 1998: . Seperti yang disampaikan oleh Arifin & Rani . 0: . bahwa apapun bentuk wacananya, diasumsikan adanya penyapa . dan pesapa . Dalam wacana lisan, penyapa adalah pembicara sedangkan pesapa adalah pendengar. Dalam wacana tulis, penyapa adalah penulis sedangkan pembaca sebagai pesapa. Dalam sebuah wacana harus ada unsur pesapa dan penyapa. Tanpa adanya kedua unsur itu tidak akan terbentuk suatu wacana. Wacana bersifat kontekstual. Sebuah ujaran yang sama namun memiliki konteks yang berbeda akan menghasilkan dua wacana yang berbeda. Sebagai contoh adalah dua orang yang saling bercakapcakap dalam status percakapan antar teman atau antar orang yang berstatus sama, setelah beberapa menit kemudian dapat menempatkan mereka dalam status yang berbeda seperti antara dokter dan Ciri berikutnya yaitu wacana didukung oleh subjek, hal ini berarti bahwa wacana selalu berkaitan dengan subjek. Biasanya subjek muncul sebagai sumber acuan baik personal, temporal atau Secara khusus, subjek menentukan siapa yang bertanggung jawab terhadap apa yang diujarkan (Maingueneau, 1998: 40-. Berdasarkan berbagai pendapat tentang pengertian wacana di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa wacana adalah sebuah bentuk tindakan komunikasi interaktif yang dapat dilakukan baik secara lisan atau tertulis. Wacana selalu melibatkan dua pihak yaitu penyapa dan pesapa. Wacana merupakan organisasi bahasa tertinggi yang lebih besar atau di atas kalimat. Wacana dapat terwujud dalam bentuk kalimat-kalimat yang banyak dan panjang, namun juga dapat sangat pendek berupa kalimat tunggal yang memiliki makna dan konteks. Wacana sangat berkaitan dengan konteks yang melingkupinya. Wacana yang baik haruslah memiliki kohesi dan koherensi yang tinggi agar menjadi wacana yang utuh dan Selain itu, wacana juga harus memiliki awal dan akhir yang nyata. Dalam pengertian yang lebih sederhana, wacana berarti cara objek atau ide diperbincangkan secara terbuka kepada publik sehingga menimbulkan pemahaman tertentu yang tersebar luas. Kleden menyebutkan wacana sebagai Auucapan di mana seseorang pembicara menyampaikan sesuatu tentang sesuatu kepada pendengarAy (Kleden, 1997: . Wacana selalu mengandalkan pembicara/penulis, apa yang dibicarakan, dan pendengar/pembaca. Bahasa merupakan mediasi dalam proses ini. Wacana itu sendiri seperti dikatakan Tarigan, mencakup keempat tujuan penggunaan bahasa, yaitu Auekspresi diri sendiri, eksposisi, sastra, dan persuasiAy (Tarigan dalam Sobur, 2009: . Semantik Semantik adalah bagian dari struktur bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan dan dengan struktur makna suatu wicara. Makna adalah maksud pembicaraan, pengaruh satuan bahasa dalam pemahaman persepsi, serta perilaku manusia atau kelompok (Kridalaksana, 2001: 1. Makna kata merupakan bidang kajian yang dibahas dalam ilmu semantik. Berbagai jenis makna kata dikaji dalam ilmu semantik. Makna konotatif adalah salah satu jenis makna yang ada dalam kajian semantik. Makna konotatif merupakan makna yang bukan sebenarnya. Makna konotatif terdapat dalam sebuah Pendapat lain dikemukakan oleh Chaer . 9: . yang menyatakan bahwa dalam semantik yang dibicarakan adalah hubungan antara kata dengan konsep atau makna dari kata tersebut, serta benda atau hal-hal yang dirujuk oleh makna itu yang berada di luar bahasa. Makna dari sebuah kata, ungkapan atau wacana ditentukan oleh konteks yang ada. Menurut Tarigan . 5: . semantik menelaah lambang-lambang atau tanda-tanda yang menyatakan makna, hubungan makna yang satu dengan yang lain, dan pengaruhnya terhadap manusia dan masyarakat. Jadi, semantik senantiasa berhubungan dengan makna yang dipakai oleh masyarakat Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa semantik adalah ilmu yang menelaah lambang-lambang atau tanda-tanda yang menyatakan makna, hubungan makna yang satu dengan yang lain, serta hubungan antara kata dengan konsep atau makna dari kata tersebut. Analisis Wacana Menurut Darma . 4: . Analisis Wacana Kritis (AWK) adalah sebuah upaya atau proses . untuk memberi penjelasan dari sebuah teks . ealitas sosia. yang mau atau sedang dikaji oleh seseorang atau kelompok dominan yang kecenderungannya mempunyai. Oleh karena itu, analisis 440 | Rena Lupita. Sapta Sari. Yanto. Analisis Wacana Kritis Berita Kriminal . yang terbentuk nantinya didasari itu harus didasari pula bahwa di balik wacana itu terdapat makna dan citra yang diinginkan serta kepentingan yang sedang diperjuangkan. Menurut Badara . 2: . Analisis Wacana Kritis yaitu suatu pengkajian secara mendalam yang berusaha mengungkap kegiatan, pandangan, dan identitas berdasarkan bahasa yang digunakan dalam Berita Berita secara umum diartikan sebagai informasi baru bagi masyarakat. Berita mengandung sesuatu yang baru bagi penerimanya. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan W. Poerwadarminta . 6: . , dijelaskan bahwa berita diartikan sebagai kabar atau warta dan memberitakan berarti mengabarkan atau mewartakan. Secara umum, berita selalu berhubungan dengan informasi yang baru dirasakan oleh si penerima berita itu. Sedangkan menurut Wikipedia, berita adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Berita berasal dari bahasa Sanskerta, yakni vrit yang dalam bahasa Inggris disebut writ, arti sebenarnya adalah ada atau Sebagian ada yang menyebutnya vritta, artinya kejadian atau yang telah terjadi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa berita adalah laporan tentang fakta atau ide yang terkini, yang dipilih staf redaksi atau harian untuk disiarkan, yang dapat menarik perhatian pembaca, entah karena luar biasa, pentingnya atau akibatnya, entah pula karena mencakup segi human interest seperti humor, emosi, dan ketegangan. Metode Analisis Jenis penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena secara mendalam. Penelitian kualitatif ini dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian, misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain sebagainya. Secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Metode kualitatif menurut Sugiyono dalam bukunya Memahami Penelitian Kualitatif tahun 2007 adalah metode penelitian yang berdasarkan pada paradigma post-positivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah . ebagai lawannya adalah eksperime. di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi . , analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna pada generalisasi. Dikatakan pula oleh Herdiansyah . bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian dengan konteks dan setting apa adanya atau alamiah . Biarkan setting tersebut apa adanya, karena tugas dari peneliti hanya "memotret" dan menjabarkan suatu fenomena. Menurut Moleong . , dalam penelitian kualitatif hal yang harus diperhatikan adalah masalah dan fokus penelitian. Fokus memberikan batasan dalam studi dan batasan dalam pengumpulan data, sehingga dengan batasan ini peneliti akan fokus memahami masalah-masalah yang menjadi tujuan penelitian. Karena itu, menurut Moleong, fokus penelitian dimaksudkan untuk membatasi studi kualitatif, sekaligus membatasi penelitian guna memilih mana data yang relevan dan mana data yang tidak relevan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil data penelitian ini terdapat hal yang telah diuraikan oleh peneliti mengenai cara kerja Norman Fairclough, yaitu Analisis Teks (Mikrostruktura. yang berhubungan dengan kohesi dan koherensi, tata bahasa, dan diksi. Analisis Praktik Produksi Teks (Mesostruktura. merupakan dimensi yang berhubungan dengan proses produksi teks, penyebaran teks dan konsumsi teks, misalnya pola kerja, bagan kerja, dan rutinitas saat menghasilkan berita. Analisis Praktik Sosial Budaya (Makrostruktura. yang berhubungan dengan situasional, institusional, dan sosial. Dalam penelitian ini peneliti melihat sejumlah teks berita kriminal tentang analisis wacana kritis berita kriminal yang termulai di dalam media online Rakyat Bengkulu. Com untuk mengembangkan gagasannya dalam wacana. Dimensi Tekstual Jurnal Professional. Vol. 11 No. 1 Juni 2024 page: 437Ae 450 | 441 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X Teks berita di atas adalah sebuah berita yang melaporkan tentang seorang korban dugaan pelanggaran oleh seorang oknum polisi dan dampak psikologis serta sosialnya. Untuk analisis linguistik, kita dapat memeriksa kosakata, semantik, dan tata kalimat dalam teks ini. Tabel 1 Analisis Teks Berita 1 Dibully. Korban Pencabulan Oknum Polisi Berhenti Sekolah Kosa kata Semantik Tata Kalimat AuDibul ly": Kata ini meruljulk pada Teks ini menggambarkan Teks ini mengalami kesalahan tindakan pelyiksaan verbal atau dugaan pelecehan yang tata kalimat dalam bahasa intimidasi yang dialami olelh dialami oleh seorang remaja Indonesia perempuan . sia 14 tahu. Pembelajaran berisi beberapa oleh seorang anggota polisi. kutipan dan pernyataan dari Pelecehan ini menyebabkan sumber-sumber yang terlibat, korban mengalami tekanan seperti ayah korban. "Oknulm Polisi": Mengacu pada anggota kepolisian, dalam konteks ini, yang mel alukan tindakan pencabulan Selama setahun terakhir, sekolahnya karena tekanan dan intimidasi dari temantemannya "Pellakor," singkatan dari "pelakor lakilaki Ini Teks informasi secara kronologis, korban berhenti sekolah dan mengapa ini terjadi. "Belrhelnti Menggambarkan Ayah mengungkapkan bahwa istri dan anaknya telah meminta ulang untuk pendidikan dan studi, meskipun anaknya sebelumnya telah berhenti sekolah selama setahun. Secara keseluruhan, teks ini menyajikan laporan berita yang mengandung informasi pelecehan dan dampaknya terhadap korban, termasuk Teks ini juga menyoroti masalah seperti . dialami oleh korban sebagai hasil dari situasi ini. Selkolah": Berdasarkan Tabel 1 dalam laporan ini, terungkap bahwa seorang remaja pelajar . sia 14 tahu. mengalami kekerasan pencabulan oleh seorang anggota polisi, yang menyebabkan tekanan psikologis berkepanjangan dan absennya selama setahun dari sekolah. Ayah korban juga menyatakan bahwa istri dan anaknya meminta bantuan untuk melanjutkan pendidikan, meskipun anaknya telah absen sekolah. Dalam konteks ini, korban juga menghadapi perundungan, yang mencerminkan dampak sosial yang lebih luas dari situasi tersebut. 442 | Rena Lupita. Sapta Sari. Yanto. Analisis Wacana Kritis Berita Kriminal . Tabel 2 Analisis Teks Berita 2 Oknum Polisi Cabul. Kapolres Tinggal Sidang Kosa kata Semantik Tata Kalimat Oknum: Melakukan tindakan Berita ini Berita ini didukung dengan terhadap seorang individu yang menggambarkan merupakan anggota kepolisian, dugaan tindakan "Oknum Polisi Cabul. Kapolres namun pelakuannya dipertanyakan. melanggar oleh seorang Tinggal Sidang," anggota polisi terhadap memperlihatkan seorang wanita (DM) subjek dan inti cerita. (Kumban. Cabul : Melakukan tindakan yang tidak senonoh atau tidak patut yang dilakukan oleh seseorang. Berita mencerminkan adanya oksinom polisi (Aipda SM) dengan keluarga Berita ini diikuti dengan jelas, peristiwa dan penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kapolres: Kepala Kepolisian Resort, posisi kepemimpinan dalam polisi. HR, DM, melaporkan kejadian ini ke Bid Propam Polda Bengkulu Kalimat-kalimat dalam berita secara kronologis, dimulai dari dugaan tindakan melanggar hingga upaya pelaporan ke Bid Propam Polda Bengkulu. Sidang: Proses hukum yang pemeriksaan atas perilaku anggota kepolisian yang dipertanyakan. Terdapat WhatsApp (WA), fotofoto, dan video sebagai bukti yang diserahkan Kalimat-kalimat dalam berita secara kronologis, dimulai dari dugaan tindakan melanggar hingga upaya pelaporan ke Bid Propam Polda Bengkulu Mencabul i: Melakukan terhadap seseorang. Ada indikasi bahwa oksinom polisi awalnya mendekati anak HR. Berita ini juga mencakup pernyataan dari beberapa pihak yang terlibat dalam kasus ini, seperti HR dan Kapolres Seluma Dulgaan: Surat pernyataan bahwa suatu tindakan mungkin telah terjadi, tetapi belum terbukti. Keluarga korban juga melaporkan bahwa anak mereka telah diculik oleh ibunya. Ada kekhususan langsung dalam berita yang memperluas pemahaman langsung tentang perasaan dan kekhawatiran orang-orang yang terlibat. Berdasarkan tabel di atas, artikel ini menggambarkan kejadian tindakan pelanggaran oleh seorang anggota polisi terhadap seorang wanita dan anaknya, dengan polisi tersebut awalnya berselingkuh dengan istri wanita tersebut sebelum mendekati anaknya. Artikel ini juga menyajikan informasi kronologis, laporan dari Bidang Propam Polda Belngkulu, bukti berupa pesan WhatsApp, foto-foto, dan video, serta kutipan langsung dari pihak terlibat seperti HR dan Kapolres Seluma, yang mencerminkan adanya indikasi pelanggaran dalam hubungan tersebut. Meskipun masih dalam tahap penyelidikan, artikel ini memberikan gambaran yang jelas tentang kasus yang sedang diselidiki. Jurnal Professional. Vol. 11 No. 1 Juni 2024 page: 437Ae 450 | 443 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X Tabel 3 Analisis Teks berita 3 Perempuan Ini Ngaku Dihamili Oknum Polisi Kosa kata Semantik Tata Kalimat "Perempulan Kabupaten Berita ini Berita ini memiliki struktur Bengkulu Utara inisial BI" - menggambarkan insiden naratif yang jelas, dimulai Menunjukkan identitas perempulan yang melibatkan seorang dengan pengenalan tentang yang menjadi fokus berita. nisial BI) dari pelaku . nisial BI) dan latar Kabulpaten Bengkulu belakangnya. Utara menjadi korban tindak asusila oleh seorang Polres Bengkulu Utara. "Diduga menjadi korban asusila" - Pihak kepolisian. Berita kemudian menjelaskan mengindikasikan bahwa pelaku khususnya Kabid Humas insiden yang melibatkan BI diduga menjadi korban tindakan Polda Bengkulu, telah dan oknum polisi di sebuah informasi hotel pada bulan Juli asusila ini dan sedang melakukan penyelidikan terhadap oknum polisi "Oknum polisi yang bertugas di Masih tahap Peliputan dilanjutkan dengan Polres Bengkulu Utara" - merujuk pengecekan silang dan pernyataan dari Kabid Humas pada petugas yang merupakan penyelidikan lebih lanjut Polda Bengkulu. Kombes Pol seorang polisi yang bertugas di untuk memverifikasi Suldarno, yang menyatakan wilayah terkait. kebenaran laporan di bahwa kasus ini sedang yang dalam proses penyelidikan sedang berlangsung. dan pengecekan silang. "Terhimpun" - menyiratkan bahwa Jika terbukti, pelaku akan Berita informasi ini telah terkumpul atau menghadapi sanksi menyampaikan bahwa jika disiplin dan mungkin juga pelaku terbukti bersalah, akan proses hukum pidana. ada sanksi disiplin dan proses hukum pidana "Peristiwa itu" - merujuk pada Korban insiden yang sedang dibahas. tanggung jawab kepada "Pertanggungjawaban" mengacu Peristiwa tersebut terjadi pada permintaan korban agar di sebuah hotel di Kota pelaku bertanggung jawab atas Bengkulu pada bulan Juli Berdasarkan tabel 5. 3, terlihat bahwa perempuan asal Kabulpaten Belingkulu Utara dengan inisial BI telah menjadi korban tindakan asusila oleh seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Belingkulu Utara. Kasus asusila ini sedang dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian, dengan informasi yang telah terhimpun. Korban mengaku hamil dan menuntut pertanggungjawaban dari pelaku. Jika terbukti bersalah, pelaku akan menghadapi sanksi disiplin dan proses hukum pidana. Peristiwa ini terjadi di sebuah hotel di Kota Belingkulu pada Juli 2021. Dimensi Kewacanaan (Mesostruktura. Dimensi kewacanaan . dapat ditandai melalui struktur apa yang digunakan dalam penyebaran teks, bagaimana struktur penulisan teks, serta konsistensi analisis dalam dimensi kewacanaan pada berita kriminal di Rakyat Belingkulu. Com sebagai berikut: Analisis Dimensi Kewacanaan Berita "Dibully. Korban Pencabulan Oknum Polisi Berhenti Sekolah": 444 | Rena Lupita. Sapta Sari. Yanto. Analisis Wacana Kritis Berita Kriminal . Proses pelaporan dimulai dengan pengumpulan informasi oleh seorang jurnalis atau reporter mengenai dugaan pencabulan oleh seorang anggota polisi terhadap seorang remaja dan dampaknya terhadap korban serta keluarganya. Selanjutnya, berdasarkan informasi yang terkumpul, jurnalis menulis berita yang mencakup latar belakang kejadian, kronologi, pendapat orang-orang yang terlibat, dan informasi terkait lainnya. Sebelum diterbitkan, artikel kemungkinan akan melalui proses penyuntingan dan koreksi guna memastikan akurasi, kejelasan, serta kepatuhan terhadap norma-norma jurnalistik. Proses Penyebaran Teks: Penerbitan Berita: Berita ini kemudian dipublikasikan di situs web "Rakyat Belingkulu. Com. " Ini merupakan langkah penyebaran pertama yang membuat berita tersebut tersedia untuk masyarakat luas. Penggunaan Media Sosial: Selain itu, berita ini dapat dibagikan melalui platform media sosial seperti Facebook. Twitter, atau WhatsApp oleh pihak berita, pembaca, atau pihak lain yang tertarik. Proses Konsultasi Teks: Pembaca Berita: Berita ini akan diakses oleh pembaca yang tertarik melalui platform berita online atau melalui tautan yang dibagikan di media sosial. Pembaca akan membaca artikel tersebut untuk memahami kasus dugaan pencabulan oleh seorang polisi dan dampaknya terhadap korban. Respons dan Komentar: Pembaca akan memberikan respons terhadap berita ini melalui komentar di situs web berita atau di media sosial. Misalnya, mereka mungkin mengutuk keras kejadian ini dan menyampaikan simpati kepada keluarga korban serta harapan untuk penyelesaian yang adil. Mereka juga dapat berbagi informasi lebih lanjut kepada teman-teman atau keluarga mereka, yang akan memperluas proses penyebaran teks kepada lebih banyak orang. Dengan demikian, berita yang diterbitkan ini merupakan contoh dari banyak cerita yang melibatkan isu sosial dan hukum yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat Analisis dimensi kewajaran berita "Oknum Polisi Cabul. Kapolres: Tinggal Sidang" Proses Produksi Naskah Berita: Pelengkap Informasi: Proses dimulai dengan pengumpulan informasi tentang kejadian yang akan dijadikan berita. Dalam kasus ini, informasi diperoleh melalui berbagai sumber, seperti saksi, keluarga terlibat, polisi, dan mungkin warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut. Penulisan Berita: Informasi yang telah dikumpulkan kemudian diorganisir menjadi sebuah berita. Berita ini mencakup detail kejadian, nama-nama orang yang terlibat, lokasi, tanggal, dan fakta-fakta penting Verifikasi Informasi: Penting untuk melakukan verifikasi terhadap kebenaran informasi sebelum berita dipublikasikan. Dalam kasus ini, bukti seperti pesan WhatsApp, foto, dan video digunakan untuk mendukung laporan. Penyelesaian Naskah Berita: Setelah verifikasi, naskah berita ditulis dengan format yang biasa, termasuk judul yang menarik dan pembagian informasi sesuai urutannya. Judul berita ini adalah "Oknum Polisi Cabul. Kapolres: Tinggal Sidang. Proses Konsultasi Naskah Berita: Publikasi: Naskah berita ini kemungkinan akan diterbitkan di situs web Rakyat Belangkulu. Com atau platform media lainnya. Akses oleh Pembaca:. Akses oleh Pembaca: Setelah diterbitkan, berita ini dapat diakses oleh berbagai pembaca, termasuk warga lokal dan masyarakat umum, melalui situs web, media sosial, atau media cetak jika Respon Masyarakat: Berita ini kemungkinan akan menarik perhatian masyarakat lokal dan mungkin memicu perdebatan, kekhawatiran, atau tindakan lebih lanjut terkait kasus yang dilaporkan. Tindak Lanjut: Pihak berwenang, seperti Polda Belangkulu dan Propam Polda Belangkulu, akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan ini. Kapolres sendiri telah mengkonfirmasi bahwa anggotanya yang terlibat akan menghadapi sidang disiplin. Jurnal Professional. Vol. 11 No. 1 Juni 2024 page: 437Ae 450 | 445 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X Analisis dimensi kewajaran berita "Perempuan Ini Ngaku Dihamili Oknum Polisi" Produksi Berita: Berita ini diproduksi oleh Rakyat Belangkulu. Com, sebuah sumber berita lokal. Dalam konteks produksi berita, berita ini menyampaikan informasi tentang dugaan tindakan asusila yang dilakukan oleh seorang anggota polisi terhadap seorang gadis remaja dari Kabupaten Belangkulu Utara dengan inisial BI. Kabid Humas Polda Belangkulu. Kombes Pol Suldarno, memberikan pernyataan terkait perkembangan kasus ini. Berita ini tampaknya bertujuan untuk memberitahukan masyarakat tentang perkembangan kasus ini dan upaya penegakan hukum yang sedang dilakukan. Penyebaran Berita: Berita ini diterbitkan di situs Rakyat Belangkulu. Com, yang kemungkinan besar memiliki pembaca Namun, dalam era digital, berita ini dapat dengan cepat disebarkan melalui media sosial dan platform berita online lainnya, sehingga mencapai lebih banyak pembaca. Konsultasi Berita: Berita ini menarik perhatian pembaca dengan mengungkapkan dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang anggota polisi. Konsultasi berita ini dapat menghasilkan beberapa tanggapan dan pemahaman yang beragam dari pembaca: Beberapa pembaca mungkin merasa marah dan prihatin dengan tindakan yang dilaporkan dan menuntut Orang lain mungkin tertarik untuk mengikuti perkembangan lebih lanjut dalam penyelidikan dan proses hukum untuk memastikan keadilan. Sebagian pembaca mungkin mempertanyakan keakuratan informasi yang disampaikan, menekankan pentingnya penegakan hukum yang adil. Analisis ini menggambarkan bagaimana berita ini mencerminkan praktik sosial-budaya dalam konteks situasional, institusional, dan sosial yang relevan dengan kasus dugaan pelecehan oleh anggota polisi dan dampaknya terhadap korban dan keluarganya. Analisis sosial budaya berita Oknum Polisi Cabul. Kapolres: "Tinggal Sidang" Pada dimensi ini terdapat Tiga level analisis sosio-kultural praktikal ini antara lain: Situasional . Kejadian Pencabulan: Kejadian ini melibatkan seorang oknum polisi (Aipda SM) yang diduga melakukan pencabulan terhadap seorang ibu (DM) dan anak perempuan yang berstatus sebagai anak kandung dari istri DM (Kumban. Kejadian ini telah terungkap sejak awal April lalu. Pelapor dan Pelaku: HR, suami DM dan ayah Kumbang, melaporkan dugaan pencabulan ini ke Bid Propam Polda Bengkulu setelah mendapat informasi dari tetangga dan mengkonfirmasi hal tersebut kepada anaknya. Dugaan pencabulan tersebut juga melibatkan hubungan asmara antara Aipda SM dan istri HR. Bukti dan Tindak Lanjut: Polda Bengkulu telah menerima bukti berupa pesan WhatsApp, foto-foto, dan video yang mengarah pada asusila. Namun, perkembangan penyelidikan belum diketahui, dan HR meminta Polda Bengkulu untuk melanjutkan laporannya. Status HR: HR adalah sopir truk yang sering meninggalkan rumah untuk mengantar barang ke Pulau Jawa, sehingga sering tidak berada di rumah. Hal ini mungkin mempengaruhi pengawasan terhadap keluarganya. Institusional . Polisi sebagai Institusi: Kasus ini melibatkan seorang oknum polisi, yang dapat mempengaruhi citra Polri secara keseluruhan. Tindakan hukum yang diambil oleh Polri akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap penegakan hukum dan integritas anggota kepolisian. Bidang Propam Polda Bengkulu: Bidang Propam Polri bertanggung jawab untuk menyelidiki tindakan disiplin yang dilakukan oleh anggota kepolisian. Dalam konteks ini, mereka harus menyelidiki dugaan pencabulan oleh Aipda SM dan hubungannya dengan istri HR. Kapolres Seluma: Kapolres menyatakan bahwa anggotanya yang dilaporkan akan diadili secara disiplin, menguatkan komitmen Polri untuk melanjutkan kasus ini secara internal. Sosial . Dampak Sosial: Kasus pencabulan yang melibatkan seorang polisi terhadap seorang ibu dan anak perempuan memiliki dampak sosial yang signifikan. Ini dapat menciptakan ketidakpercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dan meningkatkan kekhawatiran tentang keamanan 446 | Rena Lupita. Sapta Sari. Yanto. Analisis Wacana Kritis Berita Kriminal . Keterbatasan Pengawasan: Keterbatasan pengawasan oleh HR terhadap keluarganya, yang disebabkan oleh pekerjaannya sebagai sopir truk, mungkin memungkinkan situasi tersebut terjadi tanpa segera terdeteksi. Perlindungan Anak: Kasus ini juga menekankan pentingnya perlindungan anak-anak dari pelecehan seksual. Kumbang, anak yang menjadi korban, membutuhkan dukungan dan perlindungan lebih lanjut. Percaya Masyarakat terhadap Hukum: Respons Polda Bengkulu terhadap laporan HR akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dan kemampuan institusi hukum untuk menjaga integritas anggotanya. Berdasarkan penjelasan di atas, situasional: Kasus ini melibatkan dugaan pencabulan oleh seorang oknum polisi terhadap seorang ibu dan anak perempuan. Dugaan pencabulan tersebut juga melibatkan hubungan asmara antara oknum polisi dan istri korban. Penyelidikan kasus ini masih dalam pengembangan, dan ada keterbatasan pengawasan terhadap keluarga korban. Kesimpulan situasional menekankan seriusnya kasus ini dan perlunya tindak lanjut oleh pihak berwenang. Institusional: Kasus ini memiliki implikasi terhadap institusi kepolisian (Polr. , karena melibatkan seorang anggota polisi. Tindakan yang diambil oleh Polri akan mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap penegakan hukum dan integritas anggota kepolisian. Bidang Propam Polri bertanggung jawab untuk menyelidiki tindakan disiplin anggota kepolisian, sementara Kapolres menegaskan komitmen Polri untuk melanjutkan kasus ini secara internal. Sosial: Kasus ini memiliki dampak sosial yang besar, seperti meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap kepolisian, kekhawatiran terhadap keamanan keluarga, dan pentingnya perlindungan anak-anak dari pelecehan seksual. Keterbatasan pengawasan keluarga korban dan respons Polda Bengkulu akan mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum dan penegakan hukum. Kesimpulan sosial menekankan pentingnya perlindungan anak-anak, kepercayaan masyarakat terhadap hukum, dan dampak negatif kasus ini terhadap masyarakat. Analisis sosial budaya berita "Perempuan Ini Ngaku Dihamili Oknum Polisi" Situasional Lokasi Kejadian: Peristiwa terjadi di sebuah hotel di Kota Bengkulu pada Juli 2021. Lokasi ini menjadi penting karena merupakan tempat terjadinya asusila. Oknum Polisi: Faktor situasional mencakup identitas pelaku, yang merupakan seorang oknum Statusnya sebagai seorang pelanggar hukum memperumit situasi karena ia seharusnya bertanggung jawab untuk menjaga keadilan dan hukum. Institusional Polres Bengkulu Utara: Keterlibatan seorang oknum polisi mengindikasikan keterlibatan sebuah institusi, yaitu Polres Bengkulu Utara. Institusi ini harus bertanggung jawab dalam menyelidiki dan menindak pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Propam: Propam adalah singkatan dari "Kepala Kepolisian Daerah" yang muncul pada institusi internal kepolisian yang bertanggung jawab untuk mengawasi perilaku etis dan profesionalisme Sedang melakukan pemeriksaan terhadap oknum tersebut. Ini merupakan bagian dari upaya institusional untuk menjaga akuntabilitas dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat Sosial Pengaduan Korban: Pengaduan inisial BI merupakan korban asusila. Ini mencerminkan masalah sosial yang lebih luas terkait perlindungan perempuan dan kekerasan gender. Perlindungan terhadap hak-hak perempuan dan perlindungan dari kekerasan adalah isu sosial yang sangat Reaksi Masyarakat: Berita ini mungkin telah memicu reaksi masyarakat, termasuk perasaan empati terhadap korban dan juga tuntutan untuk keadilan. Ini adalah contoh bagaimana isu-isu sosial seperti kekerasan gender dapat menggerakkan masyarakat untuk bertindak. Hukum dan Akuntabilitas: Tanggapan terhadap peristiwa ini mencakup penegakan hukum terhadap pelaku, yang mencerminkan upaya untuk menjaga keadilan sosial dan akuntabilitas dalam masyarakat. Berdasarkan penjelasan di atas, bahwa isu sosial yang muncul dari kasus pemerkosaan inisial BI sebagai korban asusila mencerminkan kompleksitas masalah perlindungan pemerkosaan dan kekerasan Berita ini tidak hanya membangkitkan empati dalam masyarakat terhadap korban, tetapi juga menyoroti kebutuhan akan tindakan konkret dalam melindungi hak-hak korban pemerkosaan. Respons Jurnal Professional. Vol. 11 No. 1 Juni 2024 page: 437Ae 450 | 447 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X masyarakat yang melibatkan tuntutan untuk keadilan mencerminkan kesadaran akan pentingnya menanggapi isu-isu sosial seperti kekerasan gender. Selain itu, langkah-langkah hukum dan akuntabilitas terhadap pelaku menunjukkan upaya untuk menjaga keadilan sosial dan memberikan contoh bahwa kejahatan semacam ini tidak akan dibiarkan tanpa pertanggungjawaban. Keseluruhannya, peristiwa ini mencerminkan hubungan yang kompleks antara isu-isu sosial, empati masyarakat, dan langkah-langkah konkret dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil. Pembahasan Dimensi Tekstual Dalam menganalisis teks, peneliti menganalisis secara linguistik dengan melihat kosakata, tata bahasa, semantik, dan bagaimana antarkata atau kalimat digabung sehingga membentuk pengertian. Elemen-elemen yang dianalisis tersebut dipakai untuk melihat tiga unsur, yaitu ideational, relasi teks, dan identitas teks. Tahap ulasan teks memuat pembahasan mengenai layout, judul, sub-judul, unit-unit yang terstruktur pada berita kriminal tersebut, topik yang dibahas, dan hubungan topik-topik yang ada pada Pada tahap ulasan teks, layout pada berita kriminal yang diposting oleh RakyatBengkulu. menonjolkan judul dengan membiaskan korban dan secara tidak langsung memberi label pelaku berdasarkan tempat kejadian tindak pelecehan seksual yang dapat dilihat dengan adanya spoiler di bawah judul artikel. Judul diberikan oleh RakyatBengkulu. com mewakili isi cerita yang dikirimkan oleh penyintas selanjutnya dikategorikan berdasarkan masing-masing sektor pekerjaan sebagai pembentuk awal wacana. Unit-unit yang terstruktur pada setiap artikel merepresentasikan kejadian tindak pelecehan seksual yang dialami penyintas, dengan topik yang diangkat oleh RakyatBengkulu. com pada keempat artikel adalah penekanan terhadap adanya relasi kekuasaan yang menyebabkan terjadinya tindak pidana pemerkosaan yang dialami oleh anak-anak. Pada tiga berita kriminal di RakyatBengkulu. com bahwa berita-berita tersebut mencerminkan kasus dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang oknum polisi dan seorang perempuan. Beritaberita ini menggambarkan berbagai aspek kasus ini, termasuk identitas korban, kronologi peristiwa, langkah-langkah penyelidikan, dan potensi konsekuensi hukum yang mungkin dihadapi oleh pelaku jika terbukti bersalah. Berita-berita ini juga mencakup perasaan dan permintaan korban untuk mendapatkan pertanggungjawaban atas peristiwa yang dialaminya. Dalam model Fairclough, teks di sini dianalisis secara linguistik, dengan melihat kosakata, semantik, dan tata kalimat. Ia juga memasukkan koherensi dan kohesifitas, bagaimana antarkata atau kalimat tersebut digabung sehingga membentuk pengertian. Semua elemen yang dianalisis tersebut dipakai untuk melihat tiga masalah berikut. Pertama, ideational yang merujuk pada representasi tertentu yang ingin ditampilkan dalam teks, yang umumnya membawa muatan ideologis tertentu. Pada kosakata berita kriminal di RakyatBengkulu. com bahwa kalimat-kalimat pada kosakata berita menggambarkan sebuah situasi di mana seorang perempuan dari Kabupaten Bengkulu Utara dengan inisial BI diduga menjadi korban tindakan asusila oleh seorang oknum polisi yang bertugas di Polres Bengkulu Utara. Informasi tersebut telah terhimpun, dan peristiwa ini menjadi fokus berita. Korban menuntut pertanggungjawaban dari pelaku atas perbuatannya. Kesimpulan dari kosakata tersebut adalah adanya dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang perempuan dan seorang polisi yang bertugas di wilayah tersebut, dengan permintaan korban agar pelaku bertanggung jawab atas tindakannya. Selanjutnya, semantik dari berita kriminal RakyatBengkulu. com bahwa berita berhubungan dengan tindakan cabul yang melibatkan anggota polisi terhadap wanita atau remaja perempuan. Tindakan cabul ini telah menimbulkan dampak serius, seperti tekanan psikologis, perlindungan, dan dalam salah satu kasus, kehamilan. Terdapat juga unsur pengkhianatan dalam hubungan antara oknum polisi dan keluarga korban. Semua kasus ini sedang diselidiki oleh pihak berwenang, dan jika terbukti, pelaku mungkin akan menghadapi sanksi disiplin dan proses hukum pidana. Selanjutnya tata kalimat dari berita RakyatBengkulu. com bahwa: Tata Kalimat Pertama: Teks berita mengikuti tata kalimat bahasa Indonesia yang umum. Teks memberikan kutipan dan pernyataan dari sumber-sumber yang terlibat dalam dugaan pencabulan. Informasi disajikan secara kronologis, menjelaskan alasan korban berhenti sekolah dan dampaknya. Teks menyoroti perundungan . yang dialami oleh korban sebagai hasil dari situasi ini. Tata Kalimat Kedua: Berita dibuka dengan judul yang memberikan gambaran subjek dan inti cerita. Berita disusun dengan jelas, menggambarkan urutan peristiwa dan penyelidikan. Informasi disajikan secara kronologis, dimulai dari dugaan tindakan mencabuli hingga upaya laporan ke Bid Propam Polda Bengkulu. Pemberitaan mencakup pernyataan dari beberapa pihak yang terlibat dalam kasus. 448 | Rena Lupita. Sapta Sari. Yanto. Analisis Wacana Kritis Berita Kriminal . Tata Kalimat Ketiga: Berita memiliki struktur naratif yang jelas. Berita dimulai dengan perkenalan tentang perempuan . nisial BI) dan latar belakangnya. Insiden yang melibatkan BI dan oknum polisi Pemberitaan mencakup pernyataan dari Kabid Humas Polda Bengkulu tentang proses penyelidikan dan crosscheck. Berita mengakhiri dengan menyampaikan potensi sanksi jika pelaku terbukti bersalah. Fairclough juga mengatakan bahwa representasi dalam teks berita dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu . kosakata, yang meliputi asosiasi dan metafora. tata bahasa, yang meliputi: bentuk proses dan partisipan. Bentuk proses meliputi: proses tindakan, peristiwa, keadaan dan mental. Partisipan meliputi: partisipan sebagai pelaku, partisipan sebagai korban, dan partisipan nominal. Kombinasi anak kalimat atau koherensi lokal, yang meliputi elaborasi, perpanjangan tambahan, perpanjangan kontras, perpanjangan pilihan, dan mempertinggi. Rangkaian antar kalimat atau penonjolan bagian yang dianggap penting dalam teks berita. Berdasarkan apa yang diungkapkan Fairclough tersebut bisa dikatakan berita kriminal RakyatBengkulu. com juga memuat aspek representasi dalam teks berita. Dimensi Kewacanaan (Mesostruktura. Media memiliki beberapa pertimbangan untuk menyiarkan atau tidaknya suatu peristiwa, di antaranya yaitu: Ideologis: Dalam faktor ini pertimbangan ideologis media massa biasanya ditentukan oleh latar belakang pendiri atau pemilik media massa tersebut. Baik itu agama, ataupun nilai-nilai yang dihayati, seperti nilai kemanusiaan, kebangsaan, dan politik. Rutin: Selain ideologi, cara kerja jurnalis menjadi pertimbangan terbitnya berita. Kerutinan media yang dimaksud merupakan kebiasaan sebuah media dalam mengemas sebuah berita. Dapat diartikan juga sebagai sesuatu yang sudah terpola, sudah dipraktikkan oleh pekerja media, dan terjadi secara berulang-ulang. Misalnya, seorang jurnalis dalam menulis sebuah berita harus sesuai dengan aturan yang telah ditentukan oleh tim redaksi tempatnya bekerja. Atau dalam peliputan sebuah foto, seorang fotografer harus mengambil gambar sesuai dengan angle atau sudut pandang yang telah ditentukan Hal tersebut sangat memengaruhi isi dari berita yang akan disampaikan, tentunya sesuai prosedur yang diinginkan oleh media tersebut. Pada berita RakyatBengkulu. com bahwa dimensi kewacanaan berita ini merupakan contoh dari proses produksi, penyebaran, dan konsumsi berita yang melibatkan isu sosial dan hukum penting. Proses produksi berita melibatkan pengumpulan informasi, penulisan berita, penyuntingan, dan verifikasi informasi sebelum publikasi. Berita ini diterbitkan di situs RakyatBengkulu. com dan dapat diakses oleh berbagai pembaca, memicu beragam reaksi dan pemahaman terkait dengan kasus dugaan tindakan asusila oleh seorang anggota polisi terhadap seorang remaja. Beberapa pembaca merasa marah dan prihatin, sementara yang lain menunggu perkembangan lebih lanjut dalam penyelidikan. Ini mencerminkan peran penting media dalam memberikan informasi dan mendorong pembaca untuk membentuk opini dan merespons isu-isu sosial dan hukum yang relevan. Dimensi Praktis Sosial-Budaya Pada tahap analisis sosial budaya. Fairclough membagi tiga level yaitu ada situasional, institusional dan sosial. Asumsi dari analisis ini merupakan hasil dari praktik wacana yang dibuat. Berikut analisis sosial budaya terhadap berita kriminal RakyatBengkulu. Situasional: Kasus ini melibatkan kejadian di lokasi tertentu, melibatkan oknum polisi sebagai pelaku, dan situasi ini memengaruhi berbagai aspek kehidupan korban. Poin situasional menekankan pentingnya pemahaman konteks dan suasana di sekitar kejadian. Institusional: Kasus ini mencerminkan keterlibatan dan tanggung jawab institusi Polres Bengkulu Utara dan Propam dalam menangani kasus yang melibatkan salah satu anggotanya. Ini mencerminkan bagaimana institusi dapat memengaruhi penanganan kasus dan citra aparat Sosial: Kasus ini mencerminkan isu-isu sosial yang lebih luas, seperti perlindungan perempuan, reaksi masyarakat terhadap kekerasan gender, dan pentingnya hukum dan akuntabilitas dalam menjaga keadilan sosial. Poin sosial menyoroti bagaimana kasus seperti ini dapat memicu perubahan sosial dan respons masyarakat terhadap isu-isu penting. Jurnal Professional. Vol. 11 No. 1 Juni 2024 page: 437Ae 450 | 449 p-ISSN 2407-2087 e-ISSN 2722-371X KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Adapun kesimpulan penelitian ini penulis menggunakan teori Norman Fairclough yaitu analisis teks, dimensi kewacanaan, dan dimensi sosial budaya bahwa berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan sebagai berikut: Analisis wacana kritis berita kriminal pada Rakyat Bengkulu. Com terlihat bahwa teks tersebut mencerminkan kasus dugaan tindakan asusila yang melibatkan seorang oknum polisi dan seorang Analisis linguistik menyoroti kosakata, tata bahasa, semantik, dan tata kalimat dalam teks. Dari analisis ini, ditemukan bahwa berita tersebut menggambarkan situasi kasus, kronologi peristiwa, langkah penyelidikan, dan permintaan korban untuk pertanggungjawaban. Dimensi kewacanaan . memperlihatkan bahwa media massa memiliki pertimbangan ideologis dan rutinitas kerja jurnalis dalam menentukan bagaimana suatu berita disajikan. Dalam konteks berita Rakyat Bengkulu. Com, aspek kewacanaan ini mencakup produksi, penyebaran, dan konsumsi berita yang memengaruhi pemahaman dan reaksi pembaca terhadap kasus tersebut. Dimensi sosial budaya . ditemukan bahwa kasus ini memiliki dimensi situasional, institusional, dan sosial yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan korban, tanggung jawab institusi polisi, dan isu-isu sosial yang lebih luas. Ini menunjukkan peran media dalam membentuk opini dan merespons isu-isu sosial dan hukum yang relevan. Saran Adapun saran dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Kepada masyarakat diharapkan selalu bersikap kritis saat membaca teks berita agar tidak mudah terpengaruh oleh wacana yang dikonstruksi media. Penelitian selanjutnya baik meneliti untuk menggunakan bahasa yang netral dan tidak bias dalam melaporkan kasus-kasus sensitif seperti tindakan asusila. DAFTAR PUSTAKA