RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Design and Development of the MosqPray Application Using Extreme Programming Method Satrio Mukti Prayoga1. Meriska Defriani2. Muhamad Agus Sunandar3 1,2,3 Teknik Informatika. Sekolah Tinggi Teknologi Wastukancana. Jalan Cikopak No. Kabupaten Purwakarta. Jawa Barat, 41151. Indonesia e-mail : satriomukti37@wastukancana. Abstract: Digital technology advancement has not been fully utilized to support timely prayer for Muslims, especially when traveling or in unfamiliar locations. Access to accurate prayer times and nearby mosque locations is crucial in such situations. This study aims to design and develop an Android application called MosqPray, which provides automatic prayer schedules based on the user's location and helps locate nearby mosques. The application is developed using the Extreme Programming (XP) method, which emphasizes short iterations and active user Observations of three similar apps revealed limited implementation of native mosque search features and several issues related to interface and advertisement distractions. MosqPray is built using Kotlin. Jetpack Compose, and integrated APIs including Aladhan. Google Places, and Maps SDK for Android. Blackbox testing conducted on 12 core features confirmed that all functions worked successfully and the app performed reliably on Android 0 and above. The application is deemed functional and effective in assisting Muslims to fulfill their prayer obligations on time, especially in new or unfamiliar environments. Keywords: MosqPray. Android. Prayer Schedule. Nearby Mosque. Google Maps API Abstrak: Kemajuan teknologi digital belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan ibadah salat secara tepat waktu, khususnya bagi umat Muslim yang sedang bepergian atau berada di lokasi yang tidak familiar. Padahal, ketersediaan informasi jadwal salat dan lokasi masjid sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi Android bernama MosqPray sebagai solusi berbasis lokasi untuk menyediakan informasi jadwal salat otomatis dan pencarian masjid Aplikasi ini dikembangkan menggunakan metode Extreme Programming (XP), yang mengutamakan iterasi pendek dan umpan balik pengguna secara aktif. Observasi terhadap tiga aplikasi serupa menunjukkan adanya keterbatasan fitur pencarian masjid secara native, serta kendala antarmuka dan iklan. Aplikasi MosqPray dibangun dengan bahasa Kotlin. Jetpack Compose, serta integrasi API seperti Aladhan. Google Places, dan Maps SDK for Android. Hasil pengujian Blackbox terhadap 12 fitur utama menunjukkan bahwa seluruh fungsi berjalan dengan baik dan stabil pada Android 8. 0 ke atas. Aplikasi ini dinilai layak digunakan serta dapat mendukung umat Muslim dalam memperoleh informasi ibadah secara akurat dan efisien, terutama di tempat baru. Kata kunci: MosqPray. Android. Jadwal Salat. Masjid Terdekat. Google Maps API PENDAHULUAN Kemajuan teknologi dan informasi yang pesat telah memudahkan masyarakat dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam mendukung ibadah umat muslim seperti salat (Akbar et al. , 2. Salat merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan tepat waktu, namun dalam kondisi tertentu, seperti bepergian atau berada di tempat yang belum dikenal, umat muslim kerap mengalami kesulitan mengetahui jadwal salat dan mencari masjid terdekat. RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Menurut data Direktorat Jenderal Bimas Islam, terdapat 303. 932 masjid di Indonesia pada tahun Jumlah ini dapat mendukung pelaksanaan salat, namun belum terintegrasi dalam sistem berbasis lokasi yang dapat memandu pengguna secara efektif. Oleh karena itu, diperlukan solusi teknologi untuk menyediakan informasi jadwal salat dan lokasi masjid secara akurat. Peneliti memanfaatkan teknologi Location-Based Services (LBS) dan API eksternal. Menurut Pranatawijaya . LBS adalah layanan yang menyediakan informasi berdasarkan lokasi Aplikasi MosqPray dirancang untuk perangkat Android dengan memanfaatkan Google Maps API. Google Places API, dan Aladhan API. Aplikasi ini menyediakan informasi jadwal salat berdasarkan lokasi, pencarian masjid terdekat, dan fitur penyimpanan lokasi masjid. Dengan MosqPray, diharapkan pengguna dapat menjalankan salat tepat waktu di mana pun mereka berada. KAJIAN PUSTAKA Berikut adalah kajian Pustaka yang digunakan dalam melakukan penelitian: Extreme Programming Gambar 1. Metode Extreme Programming Extreme Programming merupakan salah satu metode Agile yang banyak digunakan, dengan tahapan utama meliputi planning, design, coding, dan testing. Metode ini cocok untuk tim kecil hingga menengah serta dirancang untuk menghadapi kebutuhan sistem yang dinamis dan cepat Penelitian ini mengadopsi tahapan Extreme Programming sebagaimana ditampilkan pada Gambar 1 (Coyanda et al. , 2. UML (Unified Modelling Languag. Unified Modeling Language (UML) merupakan bahasa berbasis visual yang digunakan untuk memodelkan, menentukan spesifikasi, membangun, serta mendokumentasikan sistem dalam pengembangan perangkat lunak berbasis objek (Object-Oriente. UML bukan sekadar bahasa pemrograman visual, namun dapat diintegrasikan secara langsung dengan berbagai bahasa pemrograman seperti Java. C . Visual Basic, bahkan dengan basis data berorientasi objek (Sumirat et al. , 2. Usecase Diagram Use Case Diagram digunakan untuk menggambarkan interaksi antara aktor dan sistem. Diagram ini berfungsi untuk menunjukkan jenis-jenis interaksi yang dapat terjadi antara pengguna dan sistem. Sebagai langkah awal dalam proses pemodelan, diperlukan sebuah diagram yang mampu mengilustrasikan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh aktor serta respons yang diberikan oleh sistem, sebagaimana dijelaskan dalam use case diagram (Sumirat et al. , 2. RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Activity Diagram Activity diagram digunakan untuk memvisualisasikan alur kerja . atau rangkaian aktivitas dalam suatu sistem, proses bisnis, atau menu dalam perangkat lunak. Penting untuk dicatat bahwa diagram ini merepresentasikan aktivitas yang dilakukan oleh sistem, bukan tindakan dari aktor (Sukamto. Ariani, & M. Shalahuddin, 2013 dalam Suharni et al. , 2. Sequence Diagram Sequence diagram bertujuan utama untuk menggambarkan urutan peristiwa yang terjadi guna menghasilkan output tertentu. Selain itu, sequence diagram memiliki fungsi yang serupa dengan activity diagram, yaitu menggambarkan alur proses dari suatu aktivitas. Namun, sequence diagram mampu menyajikan aliran data secara lebih rinci, termasuk informasi mengenai data atau perilaku yang dikirim maupun diterima dalam interaksi antar komponen sistem (Sumirat et al. , 2. Class Diagram Class diagram adalah diagram struktural dalam UML yang menunjukkan struktur sistem, termasuk kelas, atribut, metode, dan relasi antar objek. Bersifat statis, diagram ini hanya menampilkan jenis hubungan antar kelas tanpa menggambarkan alur kejadian. Class diagram cocok digunakan dalam proyek berbasis object-oriented karena mudah dipahami (Sumirat et al. , 2. LBS (Location Based Servic. Location Based Service (LBS) adalah layanan yang menyampaikan informasi berdasarkan lokasi geografis pengguna secara real-time, dengan dukungan teknologi Geographic Information System (GIS). LBS terdiri dari dua komponen utama: Location Manager (API Map. untuk menampilkan dan mengelola peta, serta Location Providers (API Locatio. yang mendeteksi posisi perangkat menggunakan data GPS dan lokasi aktual. Sistem ini memungkinkan pelacakan posisi, pergerakan, dan kedekatan perangkat dengan lokasi tertentu (Pranatawijaya, 2. API (Application Programming Interfac. Application Programming Interface (API) adalah seperangkat aturan yang memungkinkan komunikasi antar aplikasi. Saat aplikasi dijalankan, permintaan dikirim ke server melalui API dan direspons dengan data yang diperlukan. API memudahkan pengembang dalam mengintegrasikan sistem dengan layanan atau sumber data lain tanpa perlu membangun dari awal (Tinambunan et al. Aladhan API Aladhan API adalah layanan yang menyediakan informasi waktu salat berdasarkan tanggal tertentu, dengan data yang dapat diakses melalui HTTP/HTTPS dalam format JSON. Meski praktis bagi pengembang, waktu salat yang ditampilkan bisa berbeda dengan jadwal resmi masjid atau otoritas lokal karena perbedaan metode perhitungan (Aladhan, 2. RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Places API Places API adalah layanan yang menyediakan data lokasi seperti tempat usaha dan titik penting melalui protokol HTTP. API ini memungkinkan pencarian lokasi berdasarkan teks, kategori, atau lokasi terdekat, serta dilengkapi fitur autocomplete untuk mempermudah input pengguna (Google. Maps SDK for Android Maps SDK for Android memungkinkan integrasi peta Google ke dalam aplikasi Android, termasuk Wear OS. SDK ini mendukung berbagai tampilan dan interaksi peta, serta memungkinkan penambahan elemen seperti marker dan poligon. Kompatibel dengan Kotlin dan Java. SDK ini juga menyediakan pustaka tambahan untuk fitur lanjutan (Google, 2025. Kotlin Kotlin adalah bahasa pemrograman open-source dengan pengetikan statis yang mendukung paradigma fungsional dan berorientasi objek. Mengadopsi konsep dari bahasa seperti Java dan C#. Kotlin dirancang sebagai evolusi dari berbagai bahasa sebelumnya. Kotlin tersedia dalam beberapa bentuk: Kotlin/JVM. Kotlin/JS, dan Kotlin/Native. Dikembangkan oleh Kotlin FoundationAi kolaborasi antara JetBrains dan GoogleAibahasa ini kini direkomendasikan secara resmi oleh Google untuk pengembangan aplikasi Android (Developer, 2025. Jetpack Compose Jetpack Compose adalah toolkit UI modern berbasis deklaratif yang mempermudah pengembangan antarmuka dengan Kotlin. Menggunakan pendekatan reaktif. Compose secara otomatis memperbarui UI saat data berubah, cukup dengan mendefinisikan tampilan melalui fungsi (Developer, 2025. METODE PENELITIAN Gambar 2 Kerangka Penelitian RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Observasi dilakukan dengan cara mencari aplikasi di Play Store yang sejenis dengan aplikasi MosqPray, aplikasi yang diobservasi yaitu Muslimmer oleh Vittenssi. Prayer Times - Qibla & Salah oleh ZeeDev Islam, dan Jadwal Sholat. Kiblat & Adzan oleh PT Dalfindo Cipta Karya. Ketiga aplikasi tersebut dipilih karena tidak terlalu kompleks dan memiliki fitur yang mirip dengan Aplikasi yang akan dibuat yaitu MosqPray. Hasil dari observasi kepada tiga aplikasi ditemukan beberapa kelemahan, dapat digambarkan pada gambar 3 berikut : Gambar 3 Hasil analisis observasi aplikasi Berdasarkan hasil observasi terhadap tiga aplikasi, ditemukan sejumlah kelemahan yang dapat menjadi peluang inovasi dalam pengembangan aplikasi MosqPray. Gambar 3 menunjukkan hubungan antara penyebab utama dan dampaknya terhadap keterbatasan fitur dalam aplikasi. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi teknologi, fitur aplikasi, dan desain antarmuka pengguna (UI/UX). Pertama, fitur pencarian masjid terdekat belum sepenuhnya diimplementasikan secara native. Hanya aplikasi Muslimmer yang menyediakan fitur ini, namun masih menggunakan WebView, sementara dua aplikasi lainnya belum menyediakannya. Kedua, keberadaan iklan yang mengganggu juga menjadi masalah. Muslimmer menampilkan terlalu banyak iklan pop-up yang mengurangi kenyamanan pengguna, meskipun dua aplikasi lainnya juga memiliki iklan, namun dalam jumlah yang lebih terbatas. Ketiga, dari sisi UI/UX. Muslimmer dirasa kurang optimal karena banyaknya iklan dan tombol pada halaman utama yang membingungkan, sedangkan dua aplikasi lainnya memiliki tampilan yang lebih sederhana dan ringan. Untuk mengatasi hal tersebut, pengembangan MosqPray menggunakan metode Extreme Programming (XP), sesuai dengan teori Kent Beck (Beck, 2. , yang menekankan fleksibilitas, kolaborasi intensif, dan pengembangan berbasis iterasi pendek. XP dinilai cocok dalam penelitian ini karena pengembangan dilakukan dalam lingkup kecil, dengan kebutuhan yang dapat berubah cepat selama iterasi. Extreme Programming (XP) adalah salah satu metode Agile yang dirancang untuk tim kecil hingga menengah, untuk menghadapi kebutuhan yang tidak pasti dan perubahan yang cepat. Metode RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. ini terdiri dari empat tahap utama: planning, design, coding, dan testing. Dalam penelitian ini. XP digunakan sebagai metode pengembangan perangkat lunak, seperti pada Gambar 1 (Coyanda. Ariati. Sunardi, & K. Ghazali, 2. Berikut penjelasan tiap tahap dalam metode XP : Planning Dilakukan analisis kebutuhan melalui observasi fitur aplikasi sejenis dan literatur. Fitur penting seperti deteksi lokasi otomatis, jadwal salat berbasis lokasi, serta pencarian masjid digunakan sebagai dasar pengembangan. Design Perancangan sistem dilakukan menggunakan pendekatan UML, seperti Use Case. Activity. Sequence, dan Class Diagram. Untuk perancangan UI digunakan Balsamiq sebagai alat bantu perancangan antarmuka berbasis prinsip user-centered design. Coding Implementasi kode dilakukan menggunakan Kotlin dan Jetpack Compose, yang sesuai dengan standar modern Android . API eksternal seperti Aladhan API dan Places API diintegrasikan menggunakan Retrofit. Testing Pengujian dilakukan dengan metode Blackbox Testing, yaitu menguji fungsi dari sisi pengguna tanpa melihat struktur kode. Evaluasi dilakukan berdasarkan kecocokan input-output sesuai dengan Sebagai bagian dari validasi kelayakan, dilakukan evaluasi terhadap seluruh fitur aplikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Berikut ini adalah Hasil dan Pembahasan dari penelitian: Planning Perencanaan didasarkan pada observasi terhadap tiga aplikasi serupa. Ditemukan bahwa fiturfitur seperti pencarian masjid, jadwal salat otomatis, dan pengingat salat sangat penting. Teori LBS (Location-Based Service. yang dijelaskan oleh Pranatawijaya . menjadi dasar pemanfaatan lokasi pengguna secara real-time. Design Pada tahap Design, sistem aplikasi MosqPray dirancang menggunakan Unified Modeling Language (UML), visual standar mendokumentasikan sistem berbasis objek (Sumirat et al. , 2. UML membantu pengembang menyusun representasi sistem secara terstruktur dan lintas bahasa pemrograman. Diagram yang digunakan meliputi: Use Case Diagram: menggambarkan interaksi antara pengguna dan sistem (Sumirat et al. , 2. Activity Diagram: memvisualisasikan alur kerja sistem (Sukamto et al. , 2013 dalam Suharni et , 2. RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Sequence Diagram: menunjukkan urutan interaksi antar objek secara rinci (Sumirat et al. , 2. Class Diagram: menggambarkan struktur kelas dan relasinya (Sumirat et al. , 2. Diagram tersebut ditampilkan pada Gambar 4. Gambar 5. Gambar 6, dan Gambar 7. Perancangan antarmuka pengguna (UI/UX) dibuat dengan Balsamiq, mengacu pada prinsip user-centered design agar navigasi aplikasi lebih sederhana dan mudah dipahami (Gambar . Gambar 4 Usecase Diagram aplikasi MosqPray Gambar 5 Activity Diagram mencari masjid terdekat Gambar 6 Sequence Diagram Mencari masjid terdekat RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Gambar 7 Class Diagram aplikasi MosqPray Gambar 8 Rancangan tampilan peta masjid terdekat Coding API Aladhan digunakan untuk mengambil data jadwal salat berdasarkan lokasi dan metode Integrasi dengan Places API digunakan untuk mendeteksi masjid terdekat, dan Maps SDK for Android untuk menampilkan peta. Pemrograman dilakukan dengan Jetpack Compose yang mendukung deklaratif dan reaktif UI. Endpoint yang digunakan untuk mendapatkan jadwal salat adalah https://api. com/v1/calendarByAddress/. , waktu salat ditentukan berdasarkan parameter lokasi . , tahun, metode perhitungan, serta mazhab. Pada gambar 9 merupakan kode implementasi endpoint menggunakan retrofit. Gambar 9 Implementasi Endpoint API Aladhan Pada gambar 10 menunjukkan implementasi tampilan peta masjid terdekat, menampilkan nama lokasi, marker masjid, dan tombol daftar masjid: RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Gambar 10 Implementasi tampilan peta masjid terdekat Testing Berikut tabel hasil pengujian aplikasi menggunakan metode Blackbox Testing: Fungsi Melihat jadwal Mengatur lokasi secara otomatis Skenario Pengujian Membuka aplikasi Memilih tombol AuDeteksi lokasi secara otomatisAy Mengatur lokasi secara Manual Mencari masjid Memilih tombol AuPilih lokasi ManualAy. Memasukkan nama lokasi dan memilih lokasi Memilih tombol navigasi AuPetaAy Menyimpan masjid favorit Melihat masjid Memilih tombol AuFavoritAy Memilih tombol AuDaftar MasjidAy Menyalakan notifikasi sholat Mengubah tema menekan tombol toggle notifikasi Memilih tombol AutemaAy, dan memilih tema Memilih tombol AuPerhitungan AsharAy, dan memilih metode Memilih tombol AuBagikanAy Mengubah perhitungan ashar Membagikan Output Kesimpulan Menampilkan jadwal salat Mendapatkan dan menyimpan lokasi pengguna dan jadwal salat Menyimpan lokasi pengguna dan jadwal salat Berhasil Mendapatkan lokasi pengguna dan masjid Menyimpan data masjid ke database Menampilkan daftar masjid Menjadwalkan notifikasi salat Mengganti tema Berhasil Menampilkan jadwal salat ashar sesuai metode yang dipilih Menampilkan opsi Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil RISTEC : Research in Information Systems and Technology Vol. 6 No. 1 Tahun. Melihat informasi Mendapatkan notifikasi salat Memilih tombol AuTentangAy Menunggu waktu salat tiba setelah Menampilkan informasi aplikasi Notifikasi muncul sesuai jadwal salat yang ada Berhasil Berhasil Dari total 12 fitur yang diuji, seluruh fitur berhasil dijalankan sesuai dengan fungsinya. Hasil ini menunjukkan bahwa aplikasi MosqPray telah memenuhi aspek fungsional dengan baik dan dapat digunakan sebagaimana mestinya oleh pengguna tanpa kendala pada fitur utama. Keberhasilan semua skenario pengujian menandakan bahwa sistem bekerja stabil dan sesuai dengan tujuan Release Aplikasi yang telah dibangun dan telah berhasil melalui tahap pengujian, aplikasi akan dirilis atau di publikasikan di Google Play Store, sehingga pengguna dapat mengunduh aplikasi dengan Aplikasi MosqPray dirilis di Google Play Store karena platform ini merupakan tempat distribusi aplikasi Android yang paling umum dan aman bagi banyak pengguna. KESIMPULAN DAN SARAN Pada penelitian ini telah berhasil dirancang dan dibangun aplikasi MosqPray berbasis Android menggunakan metode Extreme Programming, dengan bahasa pemrograman Kotlin. Jetpack Compose. Google Maps SDK for Android. API Places, dan API Aladhan, serta perancangan sistem menggunakan UML. Aplikasi ini menyediakan fitur utama berupa jadwal salat otomatis dan pencarian masjid terdekat berdasarkan lokasi pengguna. Hasil pengujian Blackbox menunjukkan bahwa seluruh fungsi berjalan sesuai harapan. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu umat Muslim dalam memperoleh informasi waktu salat dan lokasi masjid terdekat, terutama saat berada di lokasi baru. Untuk pengembangan lebih lanjut, disarankan penambahan fitur seperti pengingat salat dengan suara adzan yang dapat dikustomisasi, dukungan multiplatform, fitur login untuk menyimpan data favorit ke cloud, serta fitur tambahan seperti arah kiblat dan kalender hijriah. DAFTAR PUSTAKA