JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Vol. No. Maret 2025, pp. DOI: https://doi. org/10. 35313/jitel. p-ISSN: 2774-7972 e-ISSN: 2775-6696 Implementasi fuzzy Sugeno dalam penentuan status gizi dan kondisi kepala batita Nabila Laila Nirmala1*. Amalia Eka Rakhmania2. Rizky Ardiansyah3 Program Studi D-IV Jaringan Telekomunikasi Digital. Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Malang Program Studi D-i Teknik Telekomunikasi. Jurusan Teknik Elektro. Politeknik Negeri Malang Jl. Soekarno Hatta No. Malang 65141. Jawa Timur. Indonesia nabilalaila24@gmail. com, 2amaliaeka. rakhmania@polinema. id, 3rizkyardiansyah@polinema. ABSTRAK Kesehatan bayi di bawah tiga tahun . merupakan faktor penting dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang berkualitas. Batita yang sehat dengan asupan gizi yang cukup akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan optimal. Untuk meningkatkan pemantauan kesehatan batita, diperlukan perbaikan dalam penentuan status gizi serta deteksi dini kondisi kepala. Saat ini, pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala di masih dilakukan secara manual, yang berisiko menimbulkan ketidakakuratan data. Oleh karena itu, dikembangkan alat dan aplikasi otomatis yang mampu mengukur ketiga parameter tersebut secara bersamaan dan menampilkan hasilnya melalui LCD serta aplikasi mobile. Sistem ini menggunakan metode fuzzy Sugeno dalam menentukan status gizi dan kondisi kepala batita. Metode ini dipilih karena mampu menangani data yang bersifat tidak pasti atau samar, seperti variasi pertumbuhan batita yang dipengaruhi oleh banyak faktor. Fuzzy Sugeno dapat memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan metode yang lain karena mempertimbangkan berbagai parameter dan menghasilkan keputusan berbasis aturan logika yang lebih fleksibel. Pengujian sistem menunjukkan tingkat akurasi sebesar 90% dibandingkan dengan metode manual. Selain itu, berdasarkan kuisioner yang diisi oleh 22 responden, orang tua memberikan nilai rata-rata keseluruhan sebesar 85,4%, sedangkan kader Posyandu memberikan nilai rata-rata 97%. Hasil ini menunjukkan bahwa alat dan aplikasi yang dikembangkan sangat membantu dalam memantau kesehatan dan status gizi batita secara lebih efisien dan akurat. Kata kunci: batita, status gizi, kondisi kepala, fuzzy Sugeno ABSTRACT The health of toddlers under three years old is a crucial factor in shaping a high-quality future generation. A healthy toddler with adequate nutrition will experience optimal growth and development. To enhance the monitoring of toddler health, improvements are needed in determining nutritional status and early detection of head conditions. Currently, the measurement of height, weight, and head circumference at Integrated Health Service Post Dahlia 3 is still done manually, which poses a risk of inaccurate data collection. Therefore, an automated device and application have been developed to measure these three parameters simultaneously and display the results on an LCD screen and a mobile application. This system utilizes the fuzzy Sugeno method to determine toddlers' nutritional status and head condition. This method was chosen because it effectively handles uncertain or imprecise data, such as variations in toddler growth influenced by multiple factors. Fuzzy Sugeno provides more accurate results compared to other methods, as it considers multiple parameters and generates decisions based on more flexible rule-based logic. System testing demonstrated an accuracy rate of 90% compared to manual methods. Additionally, based on questionnaires completed by 22 respondents, parents provided an overall average rating of 85. 4%, while Integrated Health Service Post cadres gave an average rating of 97%. These results indicate that the developed device and application significantly assist in efficiently and accurately monitoring toddlers' health and nutritional status. Keywords: toddler, nutritional status, head condition, fuzzy Sugeno PENDAHULUAN Kesehatan bayi dibawah tiga tahun . menjadi kunci penting dalam membangun generasi penerus bangsa yang berkualitas. Anak-anak usia batita yang sehat dan mendapatkan asupan gizi yang cukup akan mengalami pertumbuhan yang optimal . Langkah untuk meningkatkan kesehatan batita adalah dengan memperbaiki status gizi dan deteksi dini terkait kondisi kepala batita . Pos Pelayanan Naskah diterima tanggal 30 Juli 2024, disetujui tanggal 3 Maret 2025 *E-mail korespondensi Nabila Laila Nirmala: Implementasi fuzzy Sugeno dalam penentuan A Vol. 5 No. 1 Maret 2025 Terpadu (Posyand. merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kesehatan dan gizi batita di Indonesia. Posyandu Dahlia 3 Desa Sidomulyo. Kecamatan Batu. Kota Batu adalah salah satu posyandu yang menjalankan program rutin setiap bulannya meliputi penimbangan, pencatatan, penyuluhan, serta pelayanan yang dapat dilakukan oleh kader. Posyandu juga memberikan edukasi bagi orang tua untuk meningkatkan pemahaman mereka mengenai pentingnya pemantauan kesehatan anak . Parameter tinggi badan dan berat badan memberikan gambaran status gizi, sedangkan lingkar kepala digunakan untuk mendeteksi dini kelainan pada otak yang dapat menghambat petumbuhan batita . Posyandu Dahlia 3 dilengkapi dengan alat timbangan digital untuk pengukuran berat badan. Namun, untuk alat pengukur tinggi badan dan alat pengukur lingkar kepala masih manual sehingga membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian agar nilai yang didapatkan tepat. Lalu data - data batita tersebut akan dicatat secara manual pada Kartu Menuju Sehat (KMS). KMS berisi kurva pertumbuhan, namun tidak semua orang tua memahami cara membaca kurva tersebut dengan baik. Selain itu. KMS hanya digunakan untuk menentukan salah satu status gizi batita yaitu berat badan berdasarkan umur batita tersebut sedangkan untuk mengetahui status gizi yang lain, petugas posyandu dan orang tua harus memiliki pengetahuan mengenai metode Z-score . Penelitian ini merujuk dari beberapa penelitian terdahulu dengan topik terkait status gizi dan kondisi kepala. Penelitian . membahas mengenai alat ukur yang dapat mengukur tinggi badan dan berat badan dalam satu alat sehingga diharapkan bisa mempercepat waktu proses penimbangan. Namun, terdapat kekurangan pada penelitian ini yaitu alat belum bisa untuk balita terlentang. Penelitian . membahas mengenai perancangan, pengujian dan analisis, alat ukur panjang dan berat badan balita untuk mengetahui kategori status gizi menggunakan Sensor HC SR04 dan loadcell. Namun, terdapat kekurangan pada penelitian ini yaitu peletakan beban tidak berada pada atas sensor loadcell sehingga pembacaan tidak presisi dan perlu adanya penambahan sensor loadcell. Penelitian . membahas mengenai pengujian aplikasi dalam memprediksi status gizi menggunakan logika fuzzy metode sugeno. Kekurangan dari penelitian ini adalah basis aturan yang terbentuk kurang sedikit kompleks. Penelitian . membahas mengenai deteksi berdasarkan usia, berat badan, dan tinggi badan dengan metode fuzzy logic dan aplikasi DSS. Kekurangan dari penelitian ini adalah pada tampilan aplikasi yang kurang menarik dan data yang dimasukkan terbatas. Perbedaan penelitian yang akan dibuat dengan penelitian yang di atas yaitu pada penelitian yang akan dibuat menggunakan 3 parameter pengukuran yaitu tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala yang akan dibuat pada satu alat. Selain itu, fuzzy Sugeno digunakan dalam menentukan status gizi dan kondisi kepala batita. Oleh karena itu, diperlukannya sebuah alat dan aplikasi yang dapat membantu menentukan status gizi dan kondisi kepala batita secara otomatis. Untuk alat tersebut dapat digunakan untuk mengukur nilai tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala secara bersamaan dalam satu alat. Sedangkan untuk aplikasinya, akan berisi data pertumbuhan, status gizi, dan kondisi kepala batita. Untuk pengukuran berat badan batita menggunakan sensor loadcell, sedangkan untuk mengukur tinggi badan dan lingkar kepala menggunakan sensor ultrasonik . Hasil pengukuran yang didapatkan nantinya akan ditampilkan pada LCD lalu akan ditampilkan di aplikasi. Dalam penentukan status gizi dan kondisi kepala batita menggunakan metode fuzzy Sugeno sehingga memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih fleksibel dan dapat mengatasi ketidakpastian dalam data . METODE PENELITIAN 1 Metode Fuzzy Sugeno Penelitian ini menggunakan metode fuzzy Sugeno untuk menentukan status gizi dan kondisi kepala Variabel berat, tinggi badan dan jenis kelamin menentukan status gizi sedangkan variabel umur dan lingkar kepala menentukan kondisi kepala. Metode ini digunakan karena yang lebih fleksibel dan dapat mengatasi ketidakpastian dalam data yang diperoleh . Berikut beberapa tahapan fuzzy untuk menentukan status gizi dan kondisi kepala: Fuzzifikasi Nilai diperoleh berdasarkan batas-batas himpunan yang telah ditentukan. Terdapat 2 variabel input dan 1 variabel output untuk penentuan status gizi. Sedangkan untuk penentuan kondisi kepala juga terdapat 2 variabel input dan 1 variabel output . JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Nabila Laila Nirmala: Implementasi fuzzy Sugeno dalam penentuan A Vol. 5 No. 1 Maret 2025 Gambar 1 menunjukkan proses fuzzifikasi status gizi terhadap 2 variabel input dan 1 variabel Variabel input terdapat Tinggi Badan dan Berat badan. Sedangkan untuk output terdapat status Tinggi badan terdiri dari sangat pendek, pendek, normal dan tinggi. Berat badan terdiri dari sangat kurang, kurang, normal, resiko berat badan berlebih. Sedangkan status gizi terdiri dari gizi buruk, gizi kurang, gizi baik, resiko gizi lebih, gizi lebih, obesitas . Status Gizi Obesitas Gizi Lebih Resiko Gizi Lebih Gizi Baik Gizi Kurang Gizi Buruk . Gambar 1. variabel input tinggi badan, . variabel input berat badan, . output status gizi Gambar 2 menunjukkan proses fuzzifikasi kondisi kepala terhadap 3 variabel input dan 1 variabel Variabel input terdapat umur, lingkar kepala laki-laki, dan lingkar kepala perempuan. Sedangkan untuk output terdapat Kondisi Kepala. Lingkar kepala terdiri dari kecil, sedang dan besar. Umur terdiri dari rendah, sedang dan tinggi. Sedangkan kondisi kepala terdiri dari mikrosefali, normal dan makrosefali . JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Nabila Laila Nirmala: Implementasi fuzzy Sugeno dalam penentuan A Vol. 5 No. 1 Maret 2025 . Kondisi Kepala Mikrosefali Normal Mikrosefali . Gambar 2. variabel input lingkar kepala laki-laki, . variabel input lingkar kepala perempuan, . variabel input umur, . output kondisi kepala Setelah pembentukan himpunan fuzzy, maka dilakukan pembentukan aturan fuzzy. Aturan dibentuk untuk menyatakan relasi antara input dan output. Pada metode Sugeno, fungsi yang digunakan adalah MIN . JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Nabila Laila Nirmala: Implementasi fuzzy Sugeno dalam penentuan A Vol. 5 No. 1 Maret 2025 Tabel 1. Aturan fuzzy untuk menentukan status gizi Variabel Berat Badan Sangat Kurang Kurang Normal Resiko Berat Badan Lebih Sangat Kurang Kurang Normal Resiko Berat Badan Lebih Sangat Kurang Kurang Normal Resiko Berat Badan Lebih Sangat Kurang Kurang Normal Resiko Berat Badan Lebih Tinggi Badan Sangat Pendek Sangat Pendek Sangat Pendek Sangat Pendek Pendek Pendek Pendek Pendek Normal Normal Normal Normal Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Status Gizi Gizi Buruk Gizi Kurang Gizi Kurang Obesitas Gizi Buruk Gizi Kurang Resiko Gizi Lebih Obesitas Gizi Buruk Gizi Kurang Gizi Baik Resiko Gizi Lebih Gizi Buruk Gizi Kurang Gizi Baik Gizi Lebih Rules Tabel 2. Aturan fuzzy untuk menetukan kondisi kepala Jenis Kelamin Perempuan Laki - Laki Variabel Umur Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Rendah Sedang Tinggi Lingkar Kepala Kecil Kecil Kecil Sedang Sedang Sedang Besar Besar Besar Kecil Kecil Kecil Sedang Sedang Sedang Besar Besar Besar Kondisi Kepala Rules Mikrosefali Mikrosefali Mikrosefali Normal Normal Normal Makrosefali Makrosefali Makrosefali Mikrosefali Mikrosefali Mikrosefali Normal Normal Normal Makrosefali Makrosefali Makrosefali Metode defuzzifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode rata-rata tertimbang (Weighted Averag. , sebagaimana ditunjukkan pada persamaan . Metode ini digunakan untuk mengubah hasil inferensi berupa nilai fuzzy menjadi nilai tegas yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan . ycOya = Oc. aycoycyEayc. ycu ycoycuycuycyceycoycyceycu Oc ycoycuycuycyceycoycyceycu Pada persamaan . WA merupakan nilai rata-rata tertimbang, alpha adalah derajat keanggotaan hasil dari proses inferensi fuzzy, dan konsekuen menyatakan nilai konsekuen atau nilai keluaran dari masingJITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Nabila Laila Nirmala: Implementasi fuzzy Sugeno dalam penentuan A Vol. 5 No. 1 Maret 2025 masing aturan fuzzy. Proses ini dilakukan dengan mengalikan setiap nilai alpha dengan nilai konsekuen yang bersesuaian, kemudian menjumlahkan seluruh hasil perkalian tersebut, dan membaginya dengan jumlah seluruh nilai alpha. Metode ini dipilih karena mampu memberikan representasi nilai akhir yang proporsional berdasarkan kontribusi masing-masing aturan fuzzy. 2 Perancangan Sistem Pada perancangan sistem terdapat diagram blok sistem, flowchart sistem, perancangan alat dan Gambar 3 menunjukkan diagram blok sistem, input sistem terdiri dari sensor ultrasonik, sensor loadcell, modul HX711 dan push button. Sensor ultrasonik digunakan untuk mengukur tinggi dan lingkar kepala batita dengan memanfaatkan pantulan gelombang ultrasonik. Sedangkan sensor loadcell digunakan untuk mengukur berat badan bayi. Push button digunakan untuk menekan tombol. Sebelum dikirimkan ke ESP 32 output loadcell akan dikuatkan oleh modul HX711. Data hasil pembacaan sensor ultrasonik dan loadcell diproses oleh ESP32. Penentuan status gizi dan kondisi kepala batita diproses menggunakan metode fuzzy. Hasil pembacaan sensor, status gizi, dan kondisi kepala akan ditampilkan di LCD. Ketika user menekan tombol Auambil dataAy pada aplikasi, maka ESP32 akan mengirimkan data melalui WiFi ke Firebase dan ditampilkan di aplikasi. Gambar 3. Diagram blok sistem penentuan status gizi dan kondisi kepala Gambar 4 adalah flowchart cara kerja sistem. Pertama-tama kader menyambungkan alat ke WiFi. Kader menentukan jenis kelamin dan umur batita Kader meletakkan bayi ke alat dengan posisi berbaring lalu memilih menu ambil data untuk mengambil data berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala. Data tertampil di LCD dan mengirimkan ke Firebase. Pada aplikasi, dimulai dengan orang tua memasukkan username dan password. Lalu klik Auambil dataAy di halaman aplikasi. Apabila data sudah benar lalu simpan data. Lalu akan menampilkan data dan grafik nilai BB. TB. LK. Setelah itu, terdapat kesimpulan status gizi dan kondisi kepala batita. JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Vol. 5 No. 1 Maret 2025 Nabila Laila Nirmala: Implementasi fuzzy Sugeno dalam penentuan A Gambar 4. Flowchart cara kerja sistem penentuan status gizi dan kondisi kepala Gambar 5 merupakan hasil dari desain alat pengukur tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala otomatis untuk batita. Alat dirancang menggunakan triplek berukuran 120 cm x 60 cm x 10 cm dengan ketebalan 5 mm yang dilapisi kain bludru dan busa. Dimana alat berbentuk segi delapan. Tiang penyangga sensor ultasonik berukuran 40 cm x 4 cm x 0,5 cm yang digunakan untuk mengukur lingkar bagian tengah yang terdapat kotak warna hitam mikrokontroler yang berisi ESP32. LCD 16 x2. LED 3 buah. HX711, dan push button 2 buah. Gambar 5. Alat pengukur tinggi badan, berat badan dan lingkar kepala Gambar 6 dan Gambar 7 merupakan hasil desain aplikasi yang digunakan untuk memantau status gizi dan kondisi kepala batita JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Nabila Laila Nirmala: Implementasi fuzzy Sugeno dalam penentuan A . Vol. 5 No. 1 Maret 2025 . Gambar 6. Tampilan login, . Tampilan ambil data, . Tampilan pendaftaran akun . JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Vol. 5 No. 1 Maret 2025 Nabila Laila Nirmala: Implementasi fuzzy Sugeno dalam penentuan A . Gambar 7. Tampilan grafik hasil pengukuran, . Tampilan kesimpulan status gizi dan kondisi kepala HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pengujian Sensor Loadcell Pada pengujian kinerja dan keakurasian sensor loadcell untuk pengukuran berat badan batita memiliki kemungkinan data galat pada setiap pengujian sensor. Pengujian sensor loadcell membandingkan antara timbangan dan sensor loadcell dengan parameter barber, laptop dan hp. Dari hasil perbandingan yang telah dilakukan, sensor loadcell menunjukan rata-rata persentase perbandingannya adalah 0,5 % dan rata -rata selisih galat 0,032 . 2 Pengujian Sensor Ultrasonik Pada pengujian kinerja dan keakurasian sensor ultrasonik dilakukan dengan membandingkan antara penggaris dan sensor ultrasonik. Dari hasil perbandingan yang telah dilakukan, sensor loadcell menunjukan rata-rata persentase perbandingannya adalah 0 % dan rata -rata selisih galat 0 . Tabel 3 adalah perbandingan nilai galat yang didapatkan pada pengujian yang telah dilakukan dengan referensi pada sensor ultrasonik dan sensor Loadcell. Tabel 3. Perbandingan Pengujiam Sensor dengan Referensi Jenis Sensor Sensor Ultrasonik Sensor Loadcell Nilai Galat Pengujian Referensi 1,23% 0,032% 0,82% 3 Pengujian Sistem Setelah dilakukan pengujian sensor terhadap referensi, langkah selanjutnya adalah melakukan pengujian sistem secara keseluruhan terhadap sejumlah data pengguna. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah sistem mampu menentukan status gizi dan kondisi kepala bayi dengan akurat berdasarkan data berat badan (BB), tinggi badan (TB), dan lingkar kepala (LK). Data yang diperoleh akan dibandingkan antara hasil perhitungan konvensional menggunakan rumus Z-score dan hasil keluaran dari sistem berbasis metode fuzzy Sugeno yang ditanamkan ke dalam aplikasi. Adapun hasil pengujian sistem ditampilkan pada Tabel 4. Tabel 4. Pengujian sistem fuzzy Sugeno JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Nabila Laila Nirmala: Implementasi fuzzy Sugeno dalam penentuan A Z-score 9,95 -0,9 -0,9 -1,6 0,09 -1,87 -2,1 0,67 -0,48 0,28 0,56 -1,4 -2,3 -0,09 0,78 1,12 -0,4 0,37 -1,14 -1,67 0,43 -0,5 -0,54 -0,45 -0,7 -1,12 -0,12 -0,37 -1,8 -2,71 -0,28 -0,71 -0,61 0,04 -1,2 -0,4 -0,85 -0,61 -0,73 -1,6 -0,44 -2,2 -1,4 -0,3 -9,4 0,67 -1,2 -1,3 -1,35 -2,9 -0,5 -1,09 -0,7 Hasil Perhitungan Kondisi Status Gizi Kepala Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Lebih Normal Beresiko Gizi Normal Lebih Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Normal Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Buruk Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Normal Normal Vol. 5 No. 1 Maret 2025 Hasil Fuzzy Sugeno Kondisi Status Gizi Kepala Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Resiko Gizi Lebih Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Kurang Normal Gizi Baik Normal Gizi Baik Normal Gizi Lebih Normal Beresiko Gizi Lebih Normal Gizi Baik Gizi Baik Gizi Baik Gizi Baik Normal Gizi Baik Gizi Baik Gizi Baik Resiko Gizi Lebih Gizi Baik Gizi Baik Gizi Baik Gizi Baik Gizi Baik Gizi Baik Gizi Baik Gizi Kurang Gizi Baik Gizi Baik Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Normal Berdasarkan Tabel 4, dari 30 data yang didapatkan memperoleh hasil apabila terdapat 3 data yang tidak sesuai. Untuk mengukur tingkat akurasinya menggunakan MAPE (Mean Absolute Percentage Erro. Berdasarkan hasil yang didapat, bahwa nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) yang diperoleh yaitu 10%. Sedangkan tingkat kebenaran dari hasil perhitungan tersebut adalah 90%. Sesuai tabel evaluasi prediksi pada jurnal . nilai 10 % termasuk pada penilaian akurasi prediksi tinggi sehingga dapat disimpulkan bahwa unjuk kerja sistem berhasil. Perbandingan pengujian status gizi yang telah dilakukan memperoleh nilai kebehasilan sebesar 90% sedangkan nilai keberhasilan pengujian dari referensi . memperoleh nilai 91%. Berdasarkan hasil kuisioner yang diisi oleh 22 orang tua dan 4 kader, diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata orang tua kurang memahami status gizi dan kondisi kepala batita, dengan skor sebesar 66,5%. Untuk pertanyaan umum terkait penggunaan alat dan aplikasi, orang tua memberikan rata-rata skor 4,27 atau 85,4%, yang menunjukkan bahwa alat dan aplikasi ini sangat mudah digunakan serta bermanfaat bagi mereka. Sementara itu, kader Posyandu memberikan rata-rata skor 4,85 atau 97% untuk aspek kemudahan penggunaan alat dan aplikasi, yang menunjukkan bahwa sistem ini sangat membantu dalam proses pengukuran serta pemantauan kesehatan batita. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pengujian implementasi fuzzy Sugeno dalam penentuan status gizi dan kondisi kepala batita, dapat disimpulkan bahwa perancangan alat ukur otomatis untuk berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala batita telah berhasil direalisasikan, memungkinkan kader Posyandu dan orang tua melihat hasil pengukuran melalui LCD. Implementasi metode fuzzy Sugeno pada 30 data dari Posyandu, dibandingkan dengan perhitungan manual, menunjukkan tingkat akurasi sebesar 90%, yang termasuk JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi. Elektronika, dan Listrik Tenag. Vol. 5 No. 1 Maret 2025 Nabila Laila Nirmala: Implementasi fuzzy Sugeno dalam penentuan A dalam kategori Akurasi Prediksi Tinggi, sehingga membuktikan keberhasilan sistem. Selain itu, status gizi dan kondisi kepala batita dapat diketahui melalui aplikasi Android, di mana hasil pengukuran berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala ditampilkan dalam bentuk grafik serta rekap data untuk memudahkan pemantauan. Penelitian selanjutnya dapat mengintegrasikan metode pembelajaran mesin untuk meningkatkan akurasi pengukuran. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penelitian ini, khususnya kepada keluarga, teman-teman, kampus saya yaitu Politeknik Negeri Malang dan Posyandu Dahlia 3 Desa Sidomulyo yang sangat membantu dalam menyelesaikan penelitian ini. REFERENSI