Volume 1 Nomor 1 Februari 2021 DAMPAK MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA AKAN BAHAYA DARI NARKOBA UNTUK MENEKAN JUMLAH PENGGUNA NARKOBA DI KALANGAN PELAJAR Ris ki RamadhanA. Tika Dedy Pras tyoA. Muga Linggar FamukhitA STKIP PGRI Pacitan1,2,3 Email: Ramadhanris ki816@g ma il. Kuliah. didiet@gmail. co m, mugalinggar@gmail. ABSTRAK Tujuan dari diadakanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui s eberapa efektif media audio video dalam penyampaian s uatu hal yang berkaitan dengan bahaya dari penyalahgunaan narkoba pada kalangan pelajar ditinjau dari upaya menghindarkan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian des kriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah 30 pelajar us ia jenjang SMA/Sederajat di des a Jatigunung dengan rentang usia 16-19 tahun. Sedangkan metode pengumpulan datanya adalah pengamatan pros es pembelajaran, kuis ioner s erta wawancara ters truktur. Dari penelitian yang telah dilakukan. Maka didapatkan kes impulan bahwa: . Media audio vis ual merupakan media yang efektif digunakan dalam pembelajaran. dimana M edia ini dapat menciptakan s uas ana yang s antai dan menyenangkan namun mate ri tetap mudah diterima pelajar, s ehingga materi dapat diterima dengan baik dan mudah oleh pelajar. Dengan memanfaatkan media audio vis ual terjadi peningkatan pengetahuan pada pelajar akan bahaya dari narkoba. Dan dengan didukung vis ualis as i materi bahaya narkoba, terjadi pola pikir terhadap pelajar bahwa perlunya proteks i diri pada mereka terhadap bahaya dari penyalahgunaan narkoba. Kata Kunci: Pembelajaran. Narkoba. Media Audio Vis ual. Pelajar Ris ki Ramadan. The Impact of Audio Visual Media on Adolescent Knowledge of the Dangers of Drugs to Reduce the Number of Drug Users Among Students S1-Thes is . Pacitan: STKIP PGRI Pacitan, 2020 The purpos e of this res earch is to find out how effective the audio video media in delivering a matter related to the dangers of drug abus e viewed from efforts to avoid drug abus e among s tudents . This res earch us es a qualitative des criptive res earch approach. The res earch s ubjects were 30 high s chool / equivalent s tudents in Jatigunung village with an age range of 16-19 years . While the data collection methods are obs ervation of the learning proces s , ques tionnaires and s tructured interviews . From the res earch that has been done. So it can be concluded that: . Audio vis ual media is an effective media us ed in learning. Where this media can create a relaxed and pleas ant atmos phere, but the material is s till eas ily accepted by s tudents. So that the material can be receive d well and eas ily by s tudents. By utilizing audio-vis ual media there is an improvement in s tudents ' knowledge of the dangers of drugs. And s upported by vis ualization of the dangers of drugs , there is a minds et towards s tudents that they need to protect thems elves agains t the dangers of drug abus e. Keywor ds : Learning. Drugs . Audio Vis ual Media. Students JPPI (Jurnal Proyeksi Pendidikan Informatik. Volume 1 Nomor 1 Februari 2021 PENDAHULUAN Remaja berasal dari kata latin adolensence yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah mencakup kematangan arti yang luas lagi yang Pasa tidak mempunyai tempat yang jelas karena tidak termasuk golongan anak tetapi tidak juga golongan dewasa atau tua. Seperti yang dikemukakan oleh Calon . alam Monks, dkk 1. bahwa masa remaja menunjukkan dengan jelas sifat transisi atau peralihan karena remaja belum memperoleh status dewasa dan tidak lagi memiliki status anak. Masa remaja sebagai usia bermasalah karena ketidakmampuannya untuk mengatasi sendiri masalahnya menurut cara yang mereka yakni, banyak remaja akhirnya menemuka n bahwa penyelesaiannya tidak selalu sesuai dengan harapan mereka (Hurlock. Kenakalan remaja adalah perilaku yang menyimpang norma yang dilakukan oleh remaja dan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Jika lingkungan kurang kondusif dan sifat kepribadian kurang baik maka akan menimbulkan perilaku kenakalan remaja. Kenakalan remaja pada setiap generasi berbeda karena pengaruh lingkungan kebudayaan dan sikap mental masyarakat itu sendiri. Kenakalan remaja di masa sekarang ini sudah semakin membahayakan. Perkosaan, obat-obat terlarang kerap terjadi dimana-mana. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN). Heru Winarko, ungkap data terbaru penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Berdasarkan hasil survey penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika pada 13 ibu kota provinsi, yang dilakukan BNN bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, angka prevalens i penyalahgunaan Narkoba setahun pakai pada kelompok pelajar sebanyak 3,21% atau setara dengan 2. 492 orang. Sementara angka prevalensi setahun pakai di kalangan pekerja sebesar 2,1% atau setara dengan 1. 037 orang. Tentu hal diatas sangat miris, dimana jumlah presentase penggunaan narkoba di kalangan pelajar justru menunjukka n angka yang lebih tinggi. Dimana remaja yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa justru terjerat oleh narkoba. Dan sudah pasti perlu dilakukan upaya pencegahan terhadap dampak penyalahgunaan narkoba yang marak terjadi di kalangan pelajar tersebut. JPPI (Jurnal Proyeksi Pendidikan Informatik. Volume 1 Nomor 1 Februari 2021 Salah satu upaya untuk menghindarkan dampak negatif dan penyalahgunaa n narkoba di kalangan pelajar adalah dengan memberikan pembelajaran pada mereka akan bahaya dari narkoba dengan media yang saat ini tengah berkembang dengan sangat pesat yaitu media audio visual. Sangat banyak manfaat atau keuntunga n yang mampu didapat dari penggunaan media pembelajaran film dan video jika diterapkan dalam pembelajaran. Dalam buku Media Pembelajaran (Arsyad, 2013: Beberapa kelebihan yang dimiliki oleh media audio visual diantaranya yaitu, . dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari audiens ketika mereka membaca, berdiskusi, berpraktik, dan lain-lain, . dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang- ulang jika dipandang perlu, . menanamkan sikap dan segi-segi afektif, . Film dan video yang mengandung nilainilai positif dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok siswa, . dapat menyaj ika n peristiwa yang berbahaya bila dilihat secara langsung, . dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kelompok kecil, kelompok heterogen, maupun Dengan kelebihan tersebut diharapkan dengan menggunakan mediashort video, kita dapat menyajikan bahaya narkoba secara nyata kepada generasi muda dan dapat menumbuhkan rasa waspada kepada diri mereka sehingga dapat memupus jarinan narkoba pada generasi muda. Dari pemaparan latar belakang diatas maka ditemukanlah rumusan masalah yaitu bagaimana media audio visual mempengaruhi pengetahuan remaja akan bahaya narkoba ditinjau dari upaya menghindarkan dampak negatif dari dampak penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Dengan tujuan yaitu untuk mengetahui seberapa efektif media audio video dalam penyampaian suatu hal yang berkaitan dengan bahaya dari penyalahgunaa n narkoba pada kalangan pelajar. TINJAUAN PUSTAKA Hakikat pengetahuan Pengetahuan adalah hasil dari tidak tahu yang terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan ini melalui panca indera manusia yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Namun JPPI (Jurnal Proyeksi Pendidikan Informatik. Volume 1 Nomor 1 Februari 2021 besar pengetahuan dan pendengaran (Notoatmodjo, 2. Menurut Notoatmodjo . , pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif ada enam tingkatan yaitu . Tahu (Kno. , tahu diartikan sebagi mengingat suatu materi yang telah dipelajari Termasuk dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali . terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang telah dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Memahami (Comprehensio. , diartikan sebagi suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasi materi tersebut secara benar. Aplikasi (Aplicatiao. , diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi dan kondisi rill . Analisis (Analysi. , analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi ke dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam struktur organisasi tersebut, dan masih ada kaitannya satu sama lain. bagian-bagian kedalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain, sintesis merupakan suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang sudah ada. evaluasi (Evaluatio. , evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau obyek. Hakikat Model dan Metode Pembelajaran Konsep pembelajaran menurut Corey (Sagala, 2010:. adalah Aysuatu proses dimana lingkungan seseorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi-kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu, pembelajaran merupakan subset khusus dari pendidikanAy. Lingkungan belajar hendaknya dikelola dengan baik karena pembelajaran memilik i peranan penting dalam pendidikan. Sejalan dengan pendapat Sagala . 0: . bahwa pembelajaran adalah Aymembelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama keberhasilan pendidikanAy. Sedangkan metode pembelajaran menurut Djamarah, . 6: . Aysuatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkanAo. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru agar penggunaanya bervariasi sesuai yang ingin dicapai setelah pengajaran berakhir. Dari uraian tersebut dapat didefinisikan bahwa model dan metode pembelajaran adalah suatu usaha sistematis dalam proses pembelajaran yang didalamnya meliput i strategi, teknik, metode, bahan ajar serta media yang bertujuan untuk mencapai dari tujuan suatu pembelajaran. Sedangkan metode pembelajaran yaitu tahapan-tahapan yang digunakan oleh pendidik terhadap peserta didik dalam suatu proses pembelajaran untuk tercapainya proses pembelajaran yang diterapkan sesuai dengan materi dan JPPI (Jurnal Proyeksi Pendidikan Informatik. Volume 1 Nomor 1 Februari 2021 mekanis me metode pembelajaran. Manfaat media audio visual dalam pembelajaran Media audio visual merupakan salah satu jenis media pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Asyhar . 1: . mendefinisikan bahwa media audio visual adalah jenis media yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dengan melibatkan pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses atau kegiatan. Jumasa, dkk. 6: . menjelaskan manfaat dari video bahwa. Aualat bantu audio visual dapat meningkatkan perhatian dan motivasi siswa karena melalui alat bantu ini kedua mata dan telinga siswa menjadi aktif. )Ay. Sedangkan Kemp . alam Sukiman 2012: . menyatakan media video dapat menyajikan informasi menggambarkan suatu proses dan tepat mengajarkan keterampilan, menyingkat dan mengembangkan waktu serta dapat mempengaruhi sikap. Hal ini dipengaruhi oleh ketertarikan minat, dimana tayangan yang ditampilkan oleh media video dapat menarik gairah rangsang . seseorang untuk menyimak lebih dalam. Azhar Arsyad . alam Sukiman, 2012: . mengura ika n kelebihan video yaitu . Video dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari peserta didik ketika mereka membaca, berdiskusi, berpraktik, dan lain-lain . Video dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang- ula ng jika dipandang perlu, . Di samping mendorong dan meningkatkan motivasi, film dan video menanamkan sikap dan segi-segi afektif lainnya, . Video mengandung nilai-nilai positif dapat mengundang pemikiran dan pembahasan dalam kelompok peserta didik, . Video dapat menyajikan peristiwa yang berbahaya bila dilihat secara langsung seperti lahar gunung berapi atau binatang buas. Video dapat ditunjukkan kepada kelompok besar atau kelompok kecil, kelompok yang heterogen, maupun perorangan, . Dengan kemampuan dan teknik pengambilan gambar, film dalam kecepatan normal memakan waktu satu minggu dapat ditampilkan dalam satu atau dua menit. Penyebab Kenakalan Remaja Ulah para remaja yang masih dalam tarap pencarian jati diri sering sekali mengus ik ketenangan orang lain. Kenakalan-kenakalan ringan yang mengganggu ketentraman lingkungan sekitar seperti sering keluar malam dan menghabiskan waktunya hanya untuk hura-hura seperti minum- minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang, berkelahi, berjudi, dan lain-lainnya itu akan merugikan dirinya sendiri, keluarga, dan orang lain yang ada disekitarnya. Cukup banyak faktor yang melatar belakangi terjadinya kenakalan remaja. Berbagai faktor yang ada tersebut dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor JPPI (Jurnal Proyeksi Pendidikan Informatik. Volume 1 Nomor 1 Februari 2021 Beberapa factor internal yang mempengaruhi yaitu krisis identitas serta control diri yang lemah. Sedangkan factor eksternal adalah kurangnya kasih sayang orang tua, kebutuhan fisik dan psikis remaja yang tidak terpenuhi, tidak dapatnya pelatihan fisik dan mental untuk kehidupan normal serta kurangnya ilmu agama pada diri mereka. METODOLOGI PENELITIAN Dalam penelitian kali ini, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dalam pengumpulan Penelitian kualitatif adalah penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena peristiwan, aktivitas, sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang, secara individual maupun kelompok. Beberapa deskripsi digunakan untuk menemukan prinsip-prinsip dan penjelasan yang mengarah pada penarikan kesimpulan. Menurut sukmadinata . Tempat. Waktu dan Subjek Penelitian Penelitian ini dilakukan di desa jatigunung dengan rentan waktu penelitian bulan Februari hingga April 2020 dengan subjek pelajar tingkat SMA/sederejat yang mana mereka dalam usia 16-19 tahun yang berjumlah 30 orang. Analisis Data Analisis data kualitatif menurut Sugiyono . 5: . adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan pola hubunga n tertentu atau menjadi hipotesis. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman. Miles dan huberman (Sugiyono, 2015: . mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian Dari hasil wawancara tahap pertama semua responden mengatakan bahwa mereka telah mengetahui narkoba. Namun, masih dalam skala yang sempit, yaitu hanya mengetahui bahwa narkoba itu merupakan barang berbahaya dan dapat merusak tubuh. Hal ini mengacu pada pertanyaan butir pertama serta kedua yang mayoritas responden memberikan jawaban Ausudah tahu tapi Cuma sedikitAy. Hal ini juga sejalan dengan hasil data yang diperoleh dari kuisioner, yang mana dengan 3 poin JPPI (Jurnal Proyeksi Pendidikan Informatik. Volume 1 Nomor 1 Februari 2021 pertanyaan yang menjadi kunci pengukur keberhasilan pembelajaran audio visual diperoleh data bahwa dari 30 responden yang menyatakan respon positif sebanyak 97,66% dan yang menyatakan respon negatif atau ragu-ragu sebanyak 2,33%. Jadi data hasil penyebaran angket . menyatakan bahwa media audio visual memberika n dampak signifikan terhadap pengetahuan remaja akan bahaya dari narkoba yang ditinjau dari upaya menghindarkan dampak negatif dari narkoba di kalangan pelajar. Pembahasan Seperti menurut Sugiyono teknik pengumpulan . 3 : . triangulasi teknik berarti penelit i data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data darisumber yang sama. Peneliti menggunakan proses pembelajaran, wawancara mendala m serta kuisioner untuk mendapatkan data dari responden. Dari pemaparan diatas, hasil penelitian yang didapatkan bahwa wawancara dengan responden didapatkan bahwa mayoritas dari mereka berpendapat bahwa pasca melakukan proses pembelajaran menggunakan media audio visual mereka mendapat pengetahua n baru dari hasil pembelajaran serta menyatakan bahwa narkoba merupakan barang yang berbahaya dan patut dihindari. Sedangkan data hasil kuisioner juga menunjukka n prosentase positif sebesar 97,66% dan hasil negatif sebesar 2,33% dan hasil ini semakin diperkuat dengan proses pembelajaran yang mana pelajar sangat antusias serta terjadi interaksi yang intens antara responden yang berperan sebagai pelajar dan peneliti sebagai Dengan dapat disimpulkan memberikan dampak terhadap pelajar perihal pengetahuan remaja dari bahaya narkoba ditinjau dari upaya menghindarkan dampak negatif dari dampak penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. SIMPULAN Dari penelitian yang telah dilakukan dengan melakukan pembelajaran, wawancara serta kuisioner kepada 30 pelajar usia SMA/Sederajat di desa Jatigunung. Maka penelit i . Media audio visual merupakan media yang efektif digunakan dalam pembelajaran. Dimana media ini dapat menciptakan suasana yang santai dan JPPI (Jurnal Proyeksi Pendidikan Informatik. Volume 1 Nomor 1 Februari 2021 menyenangkan namun materi tetap mudah diterima pelajar. Sehingga materi dapat diterima dengan baik dan mudah oleh pelajar. Dengan memanfaatkan media audio visual terjadi peningkatan pengetahuan pada pelajar akan bahaya dari narkoba. Dan dengan didukung visualisasi materi bahaya narkoba, terjadi pola pikir terhadap pelajar bahwa perlunya proteksi diri pada mereka terhadap bahaya dari penyalahgunaan narkoba. Daftar Pustaka