Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 MENINGKATKAN KETRAMPILAN DAN MENGUKUR KEPUASAN GURU/INSTRUKTUR DI SMK JALASENA PADA PELATIHAN AUTOCAD 3D DI FAKULTAS TEKNOLOGI KELAUTAN UNSADA Shanty Manullang*. Rizky Irvana1. Augustinus Pusaka K1. Teknik Perkapalan. Fakultas Teknologi Kelautan. Universitas Darma Persada Korespondensi/E-mail: Shanty_manullang@ftk. Artikel Info Abstract Keywords : AutoCAD, teacher training, evaluation, technical skills, vocational education. This community service program aimed to improve the technical skills of teachers and instructors at SMK P. Jalasena in using AutoCAD 3D software. The training was conducted using a hands-on approach involving presentations, tutorials, and interactive discussions. Evaluation was carried out by assigning a drawing task to participants and recording the completion time. The results showed that the fastest completion time was 60 minutes and the slowest was 75 minutes, with an average of 68. Additionally, pre-test and post-test results indicated a significant improvement in participantsAo understanding of the Most participants expressed high satisfaction with the training content, teaching methods, and facilities. Therefore, this training proved effective in enhancing the technical competence of vocational teachers/instructors in using AutoCAD 3D, which positively contributes to the quality of their teaching. Article History: Received: 02/07/2025 Revised:20/07/2025 Accepted:28/07/2025 Available Online:30/07/2025 PENDAHULUAN Dalam dunia pendidikan, peningkatan sumber daya pembelajaran di sekolah. Pembelajaran adalah proses interaksi pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar yang berlangsung dalam suatu lingkungan belajar . Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus memiliki hard skill dan soft skill. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki peran strategis dalam pendidikan vokasional, yang bertujuan untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan teknis dan pengetahuan praktis agar siap berkompetisi di dunia kerja. Salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah melalui kementrian pendidikan dan kebudayaan adalah program AuSMK BisaAy. Melalui program AuSMK BisaAy pemerintah lulusan SMK di Indonesia masih dipandang kurang berkompeten oleh dunia usaha. Perihal tersebut menjadi tantangan pemerintah. Pemerintah harus menciptakan tenaga terdidik yang berkompeten agar peserta didik . iswa dan sisw. bisa bersaing di dunia industri, maupun pasar bebas Asia pasifik. Ketrampilan yang banyak diharapkan dapat menciptakan tenaga tenaga kerja siap pakai. Salah satu program keahlian yang sangat dibutuhkan oleh industri saat ini adalah bidang teknik, seperti Teknik Gambar Bangunan. Teknik Mesin. Teknik Otomotif, dan Teknik Elektronika. Dalam bidangbidang tersebut, keterampilan dalam menggunakan perangkat lunak desain komputer (CAD) seperti AutoCAD sangat penting. AutoCAD telah menjadi standar industri untuk pembuatan desain teknis, baik dalam bentuk gambar 2D maupun model 3D. Hal ini disebabkan oleh kemampuan AutoCAD untuk menghasilkan desain yang akurat, efisien, dan sesuai Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 dengan standar internasional yang diperlukan dalam proyek-proyek besar seperti konstruksi bangunan, desain mesin, dan perancangan produk . Namun, meskipun AutoCAD adalah perangkat lunak yang sangat penting, banyak guru yang mengajar di SMK, terutama dalam bidang teknik, yang belum sepenuhnya menguasai penggunaan AutoCAD dengan baik. Sebagian besar guru/instruktur di SMK Jalasena masih terbatas pada pengetahuan dasar AutoCAD dan belum sepenuhnya memahami fiturfitur canggih yang dapat mempermudah proses pembuatan gambar teknik yang kompleks. Hal ini menjadi tantangan besar dalam upaya untuk meningkatkan kualitas pengajaran di SMK, terutama karena teknologi CAD semakin menjadi alat yang sangat diperlukan oleh dunia industri . Keadaan ini menjadi perhatian utama, karena guru yang belum menguasai perangkat lunak seperti AutoCAD tentu akan kesulitan dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan tersebut kepada Selain itu, keterampilan ini sangat penting untuk mempersiapkan siswa agar siap bekerja di industri, di mana kemampuan mengoperasikan perangkat lunak desain seperti AutoCAD sering kali menjadi salah satu persyaratan utama bagi pekerja di bidang teknik . Menurut hasil penelitian sebelumnya . , banyak program pelatihan yang berfokus pada peningkatan keterampilan guru dalam teknologi komputer, namun belum banyak yang memberikan penekanan khusus pada aplikasi AutoCAD, meskipun AutoCAD adalah alat yang sangat relevan dan dibutuhkan dalam banyak sektor industri. Pelatihan yang berfokus pada peningkatan keterampilan praktis dalam menggunakan perangkat lunak ini sangat penting, karena tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga memperkaya kualitas pembelajaran yang diberikan kepada siswa. Keterampilan yang diperoleh guru dalam penggunaan AutoCAD tidak hanya berdampak pada pemahaman teori dasar, tetapi juga dapat memberikan pelajaran berbasis proyek yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Oleh karena itu, penting bagi SMK P. Jalasena untuk meningkatkan Guru-guru/Instruktur menggunakan AutoCAD agar mereka dapat mengajarkan keterampilan ini kepada siswa dengan lebih baik. Guru yang terampil dalam AutoCAD akan Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di dunia kerja . Sebagai langkah awal untuk mengatasi masalah ini, kegiatan pengabdian masyarakat ini difokuskan pada pelatihan penggunaan AutoCAD bagi guruguru/Instruktur SMK P. Jalasena. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis para guru-guru/Instruktur dalam menggunakan AutoCAD, mulai dari penguasaan fitur dasar hingga Dengan guruguru/Instruktur diharapkan mampu mengajarkan keterampilan AutoCAD kepada siswa secara lebih efektif dan menyeluruh. Dalam jangka panjang, diharapkan keterampilan yang diperoleh guruguru/Instruktur ini dapat meningkatkan kualitas pengajaran, serta membekali siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja yang semakin berbasis pada teknologi digital dan perangkat lunak desain . METODE Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah pelatihan berbasis praktik dengan pendekatan hands-on training. Pelatihan ini dirancang agar para guru/Instruktur pemahaman teoritis tentang AutoCAD, tetapi juga dapat langsung mengaplikasikan materi yang Pelatihan Teori dan Praktik Pelatihan dibagi menjadi dua bagian utama: teori dan praktik. Pelatihan Teori: Pada sesi ini, peserta diberikan pemahaman dasar mengenai konsep-konsep penting dalam AutoCAD, seperti antarmuka pengguna . ser interfac. , pembuatan objek dasar . ine, circle, ar. , dan pengaturan gambar teknik . imensi, layer, annotatio. Pelatihan Praktik: Setelah memahami dasardasar teori, peserta diajak untuk langsung mengoperasikan AutoCAD dengan membuat gambar 3D sederhana, selanjutnya dilatih untuk menggunakan tools yang lebih kompleks seperti extrude dan sweep untuk pembuatan objek 3D . Setiap peserta diberikan kesempatan untuk mengerjakan tugas dengan bimbingan instruktur, sehingga mereka dapat memecahkan masalah Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 yang dihadapi. Ada 3 intrsuktur yang mendampingi selain Dosen. Instruktur berasal mahasiswa semester 4, dimana mereka sudah mendapatkan matakuliah untuk membekali mereka yaitu Desain dan AutoCAD selain itu ,kegiatan ini jua dapat meningkatkan Pendampingan dan Umpan Balik Setelah pelatihan utama, peserta diberikan tugas praktik yang berfokus pada pembuatan desain teknik yang akan digunakan dalam materi ajar mereka. Setiap peserta diberikan Modul dalam bentuk file yang dapat diunduh pada tautan geogle drive yang linknya sudah diberika ketika awal pelatihan. Pada sesi pendampingan, instruktur memberikan umpan balik langsung terhadap pekerjaan peserta, memberikan solusi terhadap masalah yang dihadapi, dan memberikan tips untuk meningkatkan efisiensi penggunaan AutoCAD dalam pembelajaran . Sessi ini dirasakan sangat bermanfaat untuk melatih kemampuan peserta dalam memahami dan mengerjakan soal-soal latihan dari modul yang telah Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 keterampilan teknis secara signifikan. ) Pada penelitian selanjutnya . dari hasil pemahaman hasil uji pre-test dan post-test didapatkan nilai 35% menjadi 65% setelah diadakan pengenalan dan pelatihan AutoCAD. Pelatihan berbasis praktik dalam penggunaan perangkat lunak desain seperti AutoCAD meningkatkan keterampilan peserta secara signifikan. Peserta yang terlibat langsung dalam tugas-tugas praktis merasa lebih percaya diri dalam menggunakan perangkat lunak tersebut setelah mengikuti pelatihan . Grafik 1. Hasil Pre-test Peserta HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini diadakan di Laboratorium Desain Komputer yang berada di Fakultas Teknologi Kelautan di kampus, dengan total peserta sebanyak 9 orang yang meliputi guru dan instruktur dari SMK P. Jalasena. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program pengabdian yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Peningkatan Kemampuan Guru Menggunakan AutoCAD Berdasarkan hasil pre-test dan post-test yang dilakukan pada awal dan akhir pelatihan, terdapat peningkatan yang signifikan dalam kemampuan Nilai rata-rata peserta sebelum pelatihan adalah 57,4 dan setelah pelatihan meningkat menjadi 78, 8. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan AutoCAD, sesuai dengan hasil penelitian . , yang mengungkapkan bahwa pelatihan berbasis praktik dapat meningkatkan Grafik 2. Hasil Post-test Peserta Tingkat Kepuasan Peserta Pelatihan Dari hasil angket evaluasi yang diisi oleh peserta setelah pelatihan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas peserta merasa sangat puas dengan pelatihan yang diberikan. Berikut adalah hasil survei kepuasan peserta: Kualitas Materi Pelatihan: 70% peserta menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan peserta. Ini menunjukkan banwa Modul yang dipakai mudah dimenggerti oleh setiap peserta. Oleh karena itu Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 diperlukan modul pembelajaran yang dapat membantu para peserta untuk belajar mandiri dan memahami pelajaran sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing. Materi pelajaran yang dikemas dalam bentuk modul memungkinkan peserta pelatihan dapat belajar lebih cepat Efektivitas Metode Pengajaran: 85% peserta merasa bahwa metode pengajaran berbasis praktik sangat membantu mereka dalam memahami penggunaan AutoCAD. Metode pengajaran yang melibatkan pembuatan desain dengan AutoCAD membantu mereka memahami lebih dalam tentang fitur perangkat lunak tersebut dan memberi mereka kepercayaan diri untuk mengajarkannya kepada siswa. Keterampilan Pengajaran Instruktur: 95% peserta merasa bahwa instruktur memiliki keterampilan yang sangat baik dalam menyampaikan materi dan menjawab pertanyaan peserta. Instruktur yang mampu memberikan pendampingan langsung dan menjelaskan fitur-fitur AutoCAD secara jelas meningkatkan kepuasan peserta . Metode pengajaran yang menyediakan kesempatan untuk diskusi dan tanya jawab juga meningkatkan kepuasan karena peserta merasa didengarkan dan diperhatikan dalam proses belajar. Fasilitas Pelatihan: Fasilitas pelatihan adalah salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kepuasan peserta pelatihan, khususnya dalam konteks pelatihan teknis seperti pelatihan AutoCAD bagi guru-guru SMK. Fasilitas yang memadai tidak hanya mencakup perangkat keras seperti komputer atau perangkat lunak yang sesuai, tetapi juga mencakup aspek lain seperti ruang pelatihan, koneksi internet, dan dukungan Dalam pelatihan AutoCAD, keberadaan fasilitas yang optimal akan meningkatkan kualitas pelatihan dan kepuasan peserta. Pada penelitiannya "Pengaruh Fasilitas Pelatihan Terhadap Kepuasan Peserta Pelatihan" menyatakan bahwa fasilitas yang memadai, seperti komputer yang sesuai dengan spesifikasi perangkat lunak dan koneksi internet yang Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 lancar, memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan peserta pelatihan. Peserta yang menggunakan fasilitas yang memadai merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam menguasai materi yang diberikan. Hasil angket menunjukkan 90% peserta menyatakan bahwa fasilitas yang disediakan sangat memadai. Grafik 3. Hasil Angket Kepuasan Peserta Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan keterampilan peserta, tetapi juga sangat memuaskan mereka dalam hal penyampaian materi dan kualitas pengajaran . Kepuasan peserta ini sangat penting karena dapat mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh ke dalam pengajaran di kelas. Penerapan AutoCAD dalam Pembelajaran Setelah guru/Instruktur yang melaporkan bahwa mereka merasa lebih percaya diri dalam mengajarkan AutoCAD kepada siswa. Salah satu guru mengatakan, "Pelatihan ini membantu saya memahami cara menggunakan AutoCAD dengan lebih efisien. " Sebagian guru juga merencanakan untuk mengintegrasikan penggunaan AutoCAD dalam modul pembelajaran mereka dan memberikan tugas berbasis proyek menggunakan AutoCAD . Tantangan dalam Implementasi Meskipun pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan para guru, beberapa tantangan tetap ada, terutama terkait dengan keterbatasan fasilitas di SMK P. Jalasena. Pihak sekolah saat ini hanya menyediakan Laptop untuk kebutuhan administrsai saja sehingga tidak cukup kuat untuk menginstal AutoCAD yang menjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran berbasis teknologi . Oleh karena Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 itu, rekomendasi dari pelatihan ini adalah agar pihak sekolah menyediakan fasilitas dan infrastruktur laboratorium komputer untuk mendukung penggunaan AutoCAD secara maksimal. Kontribusi terhadap Kualitas Pengajaran Pelatihan AutoCAD ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis guru, tetapi juga berdampak pada peningkatan kualitas pengajaran di kelas. Dengan keterampilan yang lebih baik, guru dapat mengajarkan materi secara lebih interaktif dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri, yang pada gilirannya akan memperbaiki kualitas pendidikan di SMK. Seperti yang dijelaskan . , peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan teknologi dapat mempercepat adopsi teknologi dalam pengajaran dan mempersiapkan siswa dengan keterampilan yang dibutuhkan di pasar tenaga kerja. KESIMPULAN Pelatihan AutoCAD 3D yang diberikan kepada guru dan instruktur SMK P. Jalasena berhasil meningkatkan keterampilan teknis mereka dalam menggunakan perangkat lunak tersebut. Kegiatan pelatihan berbasis praktik memungkinkan peserta untuk langsung mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai post-test dibandingkan pre-test, serta tingginya tingkat kepuasan peserta terhadap materi, metode pengajaran, dan fasilitas. Meskipun masih terdapat kendala dalam ketersediaan fasilitas di sekolah, hasil pelatihan menunjukkan bahwa kompetensi guru memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pengajaran dan kesiapan siswa menghadapi dunia industri berbasis teknologi. Diharapkan pihak sekolah dapat mendukung dengan menyediakan fasilitas pendukung agar pelatihan ini dapat diimplementasikan secara optimal di lingkungan REFERENSI