ALIH WAHANA DONGENG KE KOMIK DARING (WEBTOON) THE ADAPTATION OF FAIRY TALES TO COMICS ON LINE (WEBTOON) Windy Mulia Jayanti dan Ahmad Bahtiar UIN Syarif Hidayatullah Jalan Ir. Djuanda No. Ciputat. Tangerang Selatan. Banten Telepon . 74711537 Faksimile . 7491821 bahtiar@uinjkt. (Makalah diterima tanggal 7 April 2020AiDisetujui tanggal 30 November 2. Abstrak: Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana alih wahana dongeng ke dongeng ke dalam kartun dalam bentuk webtoon . omik darin. Data yang digunakan adalah dongeng klasik Bawang Putih Bawang Merah dan Timun Emas serta webtoon Mera Puti Emas karya Kathrinna Rakhmavika. Webtoon Mera Puti Emas dipilih karena cerita tersebut menggabungkan tokoh-tokoh dalam dongeng klasik Bawang Putih Bawang Merah dan Timun Emas. Oleh karena itu, tulisan kualitatif ini menggunakan metode karakteristik tokoh untuk mengungkapkan alih wahana tersebut. Temuan itulisan ini adalah alih wahana yang ditunjukkan mencakup nama-nama tokoh-tokoh dalam dongeng klasik tersebut berganti sehingga karakter mereka pun berubah meskipun dengan kadar yang berbeda. Perubahan lainnya ialah hadirnya tokoh-tokoh baru yang memengaruhi jalan cerita serta memunculnya nilai-nilai baru yang tidak terdapat dalam dongeng klasik Kata Kunci: dongeng. Cerita Bawang Putih Bawang Merah. Cerita Timun Emas, webtoon. Mera Puti Emas Abstract: This paper aims to see how the adaptation of fairy tales from fairy tales into comics in the form of webtoon . nline comic. The data used are the classic tales of Bawang Putih Bawang Merah and Timun Emas and the webtoon Mera Puti Emas by Kathrinna Rakhmavika. Webtoon Mera Puti Emas was chosen because it combines characters in the classic fairy tale Bawang Putih Bawang Merah and Timun Emas. Therefore, this qualitative paper uses the character characteristic method to reveal the The findings of this paper are that the adaptations shown include the names of the characters in the classic fairy tales, so that their characters change, although with different degrees. Another change is the presence of new characters who influence the storyline and the emergence of new values that are not contained in the classic fairy tales. Keywords: fairy tales. Bawang Putih Bawang Merah story. Timun Emas story, webtoon. Mera Puti Emas Alih Wahana Dongeng Ke Komik Daring (Webtoo. (Windy Mulia Jayanur dk. PENDAHULUAN Layanan gratis ini merupakan Perkembangan Teknologi Informasi (TI) sebuah wahana baru bagi komikus untuk menunjukan karya mereka, baik komikus Bentuk baru maupun profesional. Bentuk bacaan bacaan terbaru tersebut adalah webtoon, komik dalam bentuk daring yang terdapat dengan jumlah peminat sekitar enam juta di telepon genggam (HP). Generasi muda saat ini menggunakan webtoon atau dibanding negara lain. Berbagai macam webcomic dalam menikmati komik atau genre disuguhkan seperti bacaan bergambar tersebut. Sebelumnya, horor, komedi, dan lain-lain. Saat ini, komik biasanya berbaris di rak toko buku cerita webtoon umumnya cerita bergenre dan terbit setiap bulannya, sekarang romantis, khususnya cerita dari negeri komik dibaca melalui ponsel dan terbit asal komik ini. setiap pekan. Sejak kali pertama muncul Indonesia sejak April 2015 dan merupakan Di tengah dominasi cerita romantis, dimunculkan di Korea Selatan, webtoon salah satu yang menarik perhatian langsung mendapatkan tempat tersendiri penulis adalah Mera Puti Emas karya bagi pembaca komik di berbagai belahan Kathrinna Rakhmavika. Komik tersebut Istilah yang terdiri atas dua kata bercerita mengenai petualangan tiga web dan kartun tersebut muncul pertama orang remaja, kali di harian Hankyoreh Agustus 2000. Beberapa tanggapan di kolom komentar Kartun ini dipublikasikan melalui web dalam web menunjukan ketertarikannya dengan berbagai fitur yang disediakan. pada komik ini. Komik ini merupakan Mera. Puti, dan Emas. salah satu alih wahana dua cerita dongeng klasik produk Line, perusahaan pengembang yakni Bawang Putih Bawang Merah dan aplikasi pesan, yang diliris Juni 2011 Timun Emas dan menggabungkan para pada sistem iOS dan Android. Setelah tokohnya. Bawang Merah. Bawang Putih, sukses. Line masuk dalam sistem operasi dan Timun Emas dalam satu cerita. Bentuk bacaan ini BlackBerry kemudian pada perangkat Kita dapat menemukan sebuah keunikan di dalam cerita ini, karena cerita Line ini berani memperlihatkan sisi baik yang berkembang dengan manusia dan menampilkan hal yang pengguna lebih dari 6,2 juta setiap sensitif dengan sudut pandang yang Mac Perusahaan Webtoon Windows Alih Wahana Dongeng Ke Komik Daring (Webtoon. (Windy Mulia Jayanur dk. Khatrinna memperlihatkan sisi seperti disampaikan Nyoman Kutha lain manusia yang menunjukkan bahwa Ratna, kehidupan terpenuhi dengan kebaikan masyarakat, makna serta nilai-nilainya dan bukan dengan kejahatan. berkembang apabila dimanfaatkan oleh tokoh-tokoh masyarakat . 0 : . Melalui kisah petualang dan kesatria berbeda dengan ini, diberikan sebuah pandangan dan karakter sebelumnya pada dongeng- gambaran baru mengenai kehidupan yang dongeng klasik. Berkat itu, cerita Mera dapat membantu meningkatkan karakter Puti Emas berhasil meraih dua miliar pembaca, khususnya pembaca generasi lebih pengunjung semenjak diluncurkan Kajian terhadap dongeng klasik hingga sekarang. Alih wahana teks di Indonesia sudah sering dilakukan. Cerita Calon yang menjadi sumber penelitian ini Arang yang berasal dari Jawa dan Bali, beberapa kali ditulis ulang seperti seperti dan Nilai-nilai Moral dalam Dongeng Cerita Calon Arang (Pramodya Ananta Frau Holle dan Bawang Merah Bawang Toer, 1. Calon Arang: Perempuan Putih: Kajian Sastra BandinganAy yang Korban Patriarki (Toety Herati, 2. Galau Putri Calon Arang (Femy Syarani, perbedaan perwatakan Frau Holle dan 2. , dan Janda dari Jirah (Cok dongeng Bawang Merah Bawang Putih Sawitri, 2. serta nilai-nilai moral dalam kedua Selain bentuk novel, "Perbandingan Perwatakan cerita ini juga difilmkan dan diperankan dongeng itu dalam teater (Hidayati, 2. lainnya ialah "Dongeng Timun Emas Tulisan (Indonesi. dan dongeng Sanmai No bagaimana alih wahana dongeng klasik Ofuda (Laily, 2. Tulisan (Jepan. Studi Komparatif Struktur Cerita dan Latar Budaya". tokoh-tokoh Kajian ini mengungkapkan struktur dongeng Bawang Putih Bawang Merah cerita dongeng Timun Emas dan dongeng dan Timun Emas. Selain itu, juga untuk Sanmai no Ofuda, unsur-unsur budaya dilihat bagaimana alih wahana tersebut kedua dongeng tersebut serta persamaan memberikan sebuah nilai baru yang dapat dan perbedaannya (Rahmah, 2. diimplementasikan dan dipertanyakan JURNAL ByOBASAN. Vol. No. Edisi Desember 2020: 201Ai215 Fokus kedua kajian tersebut pada perbandingan antara dongeng Indonesia tokoh-tokohnya nilai-nilai terdapat di dalamnya. dan luar negeri. Selain melihat persamaan dan perbedaannya, juga dilihat budaya di KAJIAN TEORI antara kedua dongeng tersebut. Selain itu. Sebagai bahan kajian, dongeng terbagi terdapat kajian dongeng dalam jurnal dalam dua jenis yaitu dongeng klasik dan Titin Satiartin Pembagian AuTransformasi Teks Cerita Rakyat ke didasarkan pada waktu kemunculannya. dalam Bentuk Cerita Bergambar sebagai Dongeng klasik adalah dongeng yang telah Model Pembelajaran ApresiatifAy. Tulisan muncul sejak zaman dahulu yang diwarisi tersebut menjelaskan alih wahana teks secara turun temurun lewat tradisi lisan yaitu dari cerita rakyat menjadi cerita (Nurgiyantoro, 2013: . Dongeng yang bergambar untuk pembelajaran membaca selama ini kita kenal, yang pengarangnya Strategi yang digunakan dalam anonim, serta tidak diketahui kapan dan di tulisan ini adalah campuran kualitatif- mana pembuatannya kuantitatif desain eksploratori sekuensial. kategori ini. Beberapa dongeng tersebut Simpulan tulisan ini adalah kemampuan adalah Bawang Merah Bawang Putih, membaca apresiatif dapat ditingkatkan Timun Emas. Ande-ande Lumut. Kancil dengan menggunakan transformasi teks Mencuri Ketimun dan lain-lain. Sementara cerita rakyat menjadi cerita bergambar itu, dongeng luar adalah Cinderella. Puteri (Sartiatin, 2016 : . Salju dan Tujuh Kurcaci. Raja Midas, dan masuk ke dalam Persamaan dua tulisan pertama Kisah Aladin dan Lampu Ajaib. Untuk adalah objek yang dikaji sedangkan dapat dinikmati lebih luas, dongeng- perbedaannya adalah pembanding yang dongeng tersebut ditulis kembali dan digunakan yaitu dongeng luar negeri. Nama tertulis dalam buku Tulisan ketiga menggunakan alih wahana tersebut bukanlah pengarangnya tetapi teks dongeng ke dalam cerita bergambar penulis ulang atau pengumpulnya. Dongeng modern adalah dongeng penulis ingin melihat bagaimana alih yang sengaja ditulis untuk maksud wahana dongeng klasik dengan dongeng bercerita dan agar tulisannya itu dibaca modern . melalui perubahan oleh orang lain. Jadi, dongeng modern sebagai bahan ajar. Dalam kajian sengaja ditulis sebagai salah satu bentuk Alih Wahana Dongeng Ke Komik Daring (Webtoon. (Windy Mulia Jayanur dk. tentu menuntut penyesuaian berulang kali ditunjukkan pengarang, penerbit, kota serta perbedaan dan persamaan dapat penerbit, dan tahun (Nurgiyantoro, 2013: menjadi bahan studi yang penting dalam Pada dongeng modern kita bisa mengetahui secara pasti siapa penulisnya penokohan, dan latar dapat dibanding- hal ini tentu berbeda dengan dongeng bandingkan untuk mengusut ideologi apa klasik yang bersifat anonim. Contoh yang ada di balik perubahan-perubahan dongeng modern adalah webtoon yang tersebut (Damono, 2009: . menjadi objek tulisan ini yaitu Mera. Melalui metode Puti. Emas Kathrinna Rakhmavika. Adegan, telling dan showing, diketahui karakter seorang tokoh pada cerita fiksi. Pada metode Dalam dunia sastra sendiri, kita telling diidentifikasi melalui nama tokoh, mengenal istilah alih wahana. Alih karakteristik, dan penampilan tokoh. wahana adalah perubahan dari satu jenis Sementara itu, pada metode showing kesenian ke jenis kesenian lain. Wahana diidentifikasi melalui dialog, situasi yang berarti kendaraan, jadi alih wahana adalah ada saat percakapan, kualitas mental proses peralihan dari satu jenis kendaraan tokoh serta tindakan dari tokoh itu sendiri ke jenis kendaraan lainnya. Wahana (Minderof, 2011: . diartikan juga sebagai medium yang dipergunakan untuk mengungkapkan. METODE mencapai atau memamerkan gagasan Tulisan ini menggunakan metode atau perasaan (Damono, 2018 : . Ciri Perubahan bentuk sastra dongeng Perubahan mewarnai sifat dan bentuk laporannya, karena itu disusun dalam bentuk narasi mengakibatkan perubahan lainnya dalam dan mendalam untuk menunjukan ciri cerita begitu pula perubahan dari dongeng naturalistik yang penuh nilai otentik menjadi komik. Saat membaca dongeng (Syarifudin dan Sedarmanti, 2011 : . gambaran mengenai seorang tokoh akan Metode kualitatif digunakan untuk berbeda-beda pada tiap pembaca tetapi dalam komik kita sudah diberi gambaran Proses dan makna lebih ditonjolkan membayangkan lagi. Proses semacam itu . erspektif subje. dalam tulisan JURNAL ByOBASAN. Vol. No. Edisi Desember 2020: 201Ai215 (Emzir, 2. Oleh karena itu, dalam analisis atau interpretasi bahan tertulis kajian kualitatif tidak menekankan pada berdasarkan konteksnya (Zainal, 2011: generalisasi tetapi lebih menekankan pada Dokumen yang dimaksud adalah makna (Sugiyono, 2014 : . segala catatan baik berbentuk catatan Sumber . kualitatif dalam kajian sastra adalah karya elektronik . (Sarosa, 2012: . atau naskah, sedangkan sebagai data atau dapat juga berupa buku teks, esai, formal adalah kata, kalimat, dan wacana surat kabar, novel, artikel, majalah, buku (Ratna, 2010: . Untuk itu, sumber data resep, pidato politik, iklan, gambar nyata tulisan ini adalah dongeng Bawang dan isi setiap jenis komunikasi visual Merah Bawang Putih yang diambil dari dapat dianalisis dengan berbagai cara buku 100 Cerita Rakyat Nusantara (Gunawan, 2013 : . dan Timun Emas yang Langkah yang dilakukan dalam diambil dari buku Dongeng dan Cerita kajian ini, pertama membaca sumber- Rakyat Nusantara Paling Melegenda sumber data kemudian (Restiyani, 2. serta webtoon Mera Puti tokoh dan karakternya pada masing- Emas (Rakmavika, 2. Dalam masing dongeng serta webtoons Mera analisis data, penulis menggunakan kode Puti Emas. Terakhir, menggunakan data untuk masing-masing dongeng. Kode tersebut untuk menganalisis bagaimana yang digunakan adalah dongeng I untuk alih wahana kedua bentuk cerita tersebut. (Dian, 2. dongeng Bawang Putih Bawang Merah, dongeng II untuk dongeng Timun Emas. PEMBAHASAN DAN PAPARAN dan dongeng i untuk webtoon Mera DATA Puti Emas. Pada bagian ini, diperlihatkan perlihatkan Teknik pengumpulan data dalam perubahan yang terjadi dari dongeng kajian ini ini adalah studi dokumentasi klasik ke dalam webtoon. Salah satu yang merupakan metode pengumpulan data kualitatif dengan melihat atau tersebut adalah karakter tokoh. Dalam menganalisis dokumen-dokumen yang memahami karakterisasi tokoh, penulis dibuat oleh subjek sendiri atau oleh orang menggunakan metode langsung dan tidak lain tentang subjek (Herdiansyah, 2012 : Karakterisasi ini dilakukan agar Studi ini menitikberatkan pada Alih Wahana Dongeng Ke Komik Daring (Webtoon. (Windy Mulia Jayanur dk. dapat melihat perubahan seperti apa yang dalam webtoon bukanlah saudara tiri terjadi pada dongeng I. II, dan i. yang saling membenci melainkan saudara Nama Bawang Merah dan Bawang yang saling menjaga dan menguatkan Putih digunakan pada dongeng I. Nama satu sama lain. Mereka adalah anak-anak itu digunakan dengan sebuah tujuan yang saling membantu. Sementara itu, tertentu yaitu untuk mempertajam watak AuEmasAy pada dongeng i melambangkan Pada Bawang Putih, kita melihat penggunaan nama AuPutihAy bertujuan menegakan kebenaran. Emas menjadi untuk menggambarkan kebaikan hati si Bawang Putih. Selain itu, nama AuMerahAy Emas tidak lagi merujuk pada kecantikan diberikan kepada Bawang Merah untuk tetapi merupakan perjuangan melawan memperlihatkan kebencian dan kejahatan dalam mengalahkan Buto Ijo. yang ada di dalam diri Bawang Merah. Hal lain yang harus diperhatikan Melalui nama AuBawangAy kita juga adalah tampilan tokoh. Pada dongeng I Dalam kesamaan ini mereka penampilan fisik Bawang Merah dan tetap berbeda. Bawang Putih hanya terdapat sebuah Timun Emas diberikan kepada ilustrasi si tokoh dongeng. Keduanya tokoh pada dongeng II tentu dengan digambarkan sebagai wanita dewasa yang maksud dan tujuan tertentu. Nama timun diberikan karena dia berasal dari sebuah Bawang Putih banyak diperlihatkan timun ajaib. Penambahan nama AuEmasAy ekspresi sedih dan sedikit tersenyum tentu juga memiliki tujuan. Tujuannya sedangkan saudaranya dengan adalah untuk memperlihatkan kecantikan wajah yang terlihat angkuh. Ilustrasi ini Emas tentu menyesuaikan dengan karakter si merupakan seorang gadis yang cantik tokoh yaitu Bawang Putih yang baik hati Sebuah perubahan terjadi pada dan Bawang Merah yang jahat. Timun Dalam dongeng i, ditemukan sosok Mera. Puti Di dongeng II, kita melihat sosok dan Emas. Makna di balik kata AuPutiAy emas yang cantik jelita. Pada dongeng i berarti kepolosan. Makna di balik kata diperlihatkan sosok Emas yang tegas dan AuMeraAy berarti keberanian. Hal ini kuat, hal ini ada pada gambar 2, 3, dan 4. menunjukkan bahwa Mera dan Puti di Ketiga gambar itu menunjukkan sosok JURNAL ByOBASAN. Vol. No. Edisi Desember 2020: 201Ai215 Emas. Mera dan Puti. Pada gambar itu tanpa cela sedangkan Bawang Merah Emas terlihat sebagai seorang gadis kecil sebagai tokoh yang jahat, serakah, dan yang berpenampilan sederhana dengan semena-mena. Selain itu. Bawang Merah kemben, rambut panjang, dan banyak terus menerus mengeluh sepanjang jalan bekas luka di tubuhnya. Bekas luka ini memperkuat karakternya sebagai seorang dilakukannya tentu berbeda dari yang Mera dilakukan Bawang Putih. Bawang Putih digambarkan sebagai gadis kecil dengan menolong nenek dengan sepenuh hati dan rambut ikal panjang, garis wajahnya tegas tanpa pamrih, ia juga tidak mengeluh dan kuat. Puti digambarkan sebagai gadis meski tugas yang diembannya sangat kecil berambut pendek yang garis Di dongeng II ada banyak deskripsi wajahnya memperlihatkan kecerian dan mengenai Mbok Srini daripada Timun kepolosan seorang gadis kecil. Perbedaan Emas. Di dongeng i, sosok Timun paling dominan antara Mera dan Puti Emas sebagai seorang gadis yang baik adalah bentuk rambutnya. hati dan cantik jelita. Pada Dongeng i Selanjutnya. Selain Apa perlu diamati. Dongeng I, cerita dimulai menggunakan metode tidak langsung dari pada metode langsung. Pada dongeng i. Bawang Putih yang tenang. Kehidupan penggambaran karakter banyak dilakukan Bawang melalui gambar daripada dengan kata- Putih perubahan saat ibu dan kakak tirinya berbuat semena-mena dan tidak adil kepada Bawang Putih. Terdapat perbedaan antara karakter Bawang Putih di dongeng I. II, dan i dilihat dari tetap menjadi gadis yang baik dan tegar penggunaan nama. Pada dongeng I, nama serta tetap patuh kepada ibu dan kakak Bawang Merah dan Bawang Putih Saat bertemu nenek tua, menegaskan karakter mereka sebagai bersedia menolong nenek tua dengan yang jahat dan yang baik. Pada dongeng Akhir cerita. Bawang Merah dan i, nama Mera dan Putih melambangkan ibunya serakah sehingga menuai hasil keberanian dan kepolosan. Pada dongeng dari perbuatannya. II, kita melihat Emas sebagai lambang Sejak awal, karakter Bawang Putih kecantikan tetapi pada dongeng i emas dijelaskan sebagai tokoh yang baik dan melambangkan usaha dan kerja keras. Alih Wahana Dongeng Ke Komik Daring (Webtoon. (Windy Mulia Jayanur dk. Dalam gambar-gambar Dialog tersebut Bawang Merah dan Bawang Putih dan ketulusan hati Bawang Putih dalam Timun menolong si nenek. Hal tersebut berbeda Emas wanita dewasa sedangkam Mera. Puti, dengan sikap dan Emas digambarkan sebagai anak bertemu dengan nenek pembawa labu itu. Kedua kita menggunakan metode tidak langsung atau showing. Hal yang diperhatikan pada metode ini adalah dialog, jati diri tokoh yang dituju oleh saudara tirinya ketika "Ini. Mana yang kau pilih? Yang besar atau yang kecil?" Tanpa menjawab. Bawang Merah merebut labu yang besar dan segera berlari pulang (Dian, 2014: . Dialog penutur, kualitas mental para tokoh, dan bahwa perasaan tanpa pamrih yang dimiliki yang terakhir adalah karakteristik melalui Bawang Putih saat menolong nenek. tindakan tokoh. Dongeng I memiliki Sedangkan, sangat berbeda dari Bawang Putih, ia tidak menentukan jalannya cerita, di antaranya tulus dan justru bersikap kasar kepada ketika nenek meminta Bawang Putih Hal ini menegaskan karakter membantunya membawa keranjang. Bawang Putih sebagai tokoh putih dan Bawang Merah Bawang Merah sebagai tokoh hitam. "Kau boleh mengambilnya kembali, tapi ada syaratnya. Kau harus membantuku membawa keranjangku ini. Bahuku terasa pegal memanggulnyaAy (Dian, 2014: . Pada dongeng II terdapat pula beberapa dialog penting yang menentukan jalanya cerita. Di antaranya adalah saat Dialog itu dapat mengubah jalannya cerita jika Bawang Putih menolak membawakan keranjang nenek. Ia membantu nenek itu tanpa mengeluh sedikit pun. Karena sikapnya itu, ia ditawari nenek itu untuk mengambil labu yang dibawanya. "Pilihlah kau mau yang besar atau yang kecil?" "Kami hanya tinggal Labu ini cukup untuk kami Tak perlu labu yang besar (Dian, 2014: . raksasa menemui Mbok Srini, dialog tersebut sebagai berikut. "Hahahaha, aku akan memberikanmu seorang anak, tapi dengan satu syarat. "Ba. baiklah apa syaratnya?" "Kau harus berikan anak itu lagi padaku setelah berumur enam tahun untuk kusantap. Mbok Sirni menyetujui syarat itu (Restiyani, 2014 : . Mbok Sirni menyetujui syarat dari raksasa sehingga ia dapat memiliki Timun Emas. Ceritanya akan menjadi JURNAL ByOBASAN. Vol. No. Edisi Desember 2020: 201Ai215 berbeda jika Mbok Srini menolak syarat Berdasarkan gambar di atas, terlihat Mbok Srini beralasan, "Hai raksasa. Timun Emas belum pantas kau makan, tubuhnya masih Kembalilah dua tahun lagi, tubuhnya akan besar dan matang, akan enak untuk disantap. "Baiklah aku akan kembali dua tahun lagiAy (Restiyani, 2014 : . ketegasan serta kebijaksanaan Mera. Kecerobohan Puti yang hanya membeli kerupuk mengakibatkan mereka harus menahan lapar lebih lama, tetapi Mera Dialog tersebut merupakan penentu berhasil menyikapi kesalahan yang dibuat jalan cerita pada dongeng II. Jika Puti dengan bijaksana, ia memutuskan raksasa bersikeras untuk menyantap bahwa mereka harus selalu berbagi dan Timun Emas pada saat itu jalan ceritanya tentu akan berbeda. Dialog Begitu pula saat mengetahui bahwa Emas telah menyelamatkan Puti. Mera yang kecerdasan dari Mbok Srini. Mbok Srini bijaksana memutuskan untuk membalas budi kepada Emas. Mera mengajarkan Timun Emas bersama-sama. bagaimana caranya berterima kasih dan dengan mengelabui raksasa. membalas budi. Hal ini tentu sangat beberapa dialog yang memperkuat berbeda dengan sosok Bawang Merah karakter dari masing-masing tokoh serta yang ada di dongeng I. Pada dongeng i, menentukan jalanya cerita. Perhatikan gambar berikut. Gambar 1 Mera dan Puti Berbagi Makanan Begitu pula dengan Emas, berikut keadilan dan kemauan untuk berjuang melawan raksasa. Gambar 3 Emas Memperlihatkan Harapannya Gambar 2 Mera dan Puti Berterimakasih pada Emas Alih Wahana Dongeng Ke Komik Daring (Webtoon. (Windy Mulia Jayanur dk. Gambar 4 Emas Menentukan Pilihan Kedua, kita melihat jati diri tokoh yang dituju oleh penutur. Maksudnya adalah tuturan yang diucapkan tokoh tertentu tentang tokoh lainnya. Pada dongeng I dan II, tidak ada tokoh yang menuturkan mengenai Bawang Merah. Bawang Putih atau Timun Emas. Hal ini banyak ditemukan di dongeng i. Perhatikan gambar berikut. Dialog tersebut memperlihatkan Emas Gambar 5 Gosip yang dilakukan Penduduk Desa eksistensi dirinya dan bagaimana dia akan menghadapi segala masalah di masa Emas sebagai seorang kesatria, ketika ada orang-orang yang meminta pertolongan Pada gambar 5, terlihat penduduk desa padanya, ia kembali mempertanyakan yang membicarakan keluarga Puti dan keputusannya untuk hidup sebagai gadis Emas. Pada dialog tersebut, dapat Emas diketahui bahwa terdapat misteri dalam memutuskan untuk tetap menjadi seorang keluarga Mera dan Puti. Tidak ada yang tau pasti apa yang terjadi pada orang tau Pada Dongeng i memperkuat karakter Mera dan Puti. Adanya perbedaan ini para tokohnya melalui dialog yang bertujuan untuk memperkuat karakter mereka ucapkan. Mera yang bijaksana mera dan Puti. Dengan merasakan dan tegas terlihat dari dialognya, begitu pula Puti yang ceroboh dan polos. Hal ini membantu Mera dan Puti untuk menjadi tentu sangat berbeda dengan yang ada lebih kuat dan bergantung satu sama lain. pada dongeng I dan II. Tidak terlihat Gambar 6 Puti Menyemangati Emas ketamakan dari Bawang Merah dan kepatuhan Bawang Putih. Kita juga tidak melihat sikap pasif Timun Emas pada Emas. JURNAL ByOBASAN. Vol. No. Edisi Desember 2020: 201Ai215 mampu bersikap tegas dan teguh pada Gambar di atas memperlihatkan Puti berusaha membela Emas saat mendengar warga desa yang menolak kehadiran Emas. Puti menyampaikan pendapat mengenai Emas langsung di depan Emas. Mera. Sukma. Dialog menegaskan bahwa Emas memiliki hati yang baik dan Puti memiliki hati yang Pada gambar 1 dan gambar 2 menunjukkan bahwa Mera juga memiliki mengatasi masalah yang ditimbulkan adiknya dengan bijaksana, ia juga berhasil menghibur Puti dan mengurangi rasa bersalah Puti. Pada gambar 6 Puti Gambar 7 Atik Membicarakan Emas Mera Puti memperlihatkan bahwa dirinya mampu sikapnya yang polos dan naif. Melalui kepolosanya juga. Puti memperlihatkan sebuah pentingnya sebuah kepercayaan dan bagaimana kepercayaan membantu Pada gambar 7 terlihat Atik dan Uwik kita menolong sesama. Ia bersedia yang sedang berbicara mengenai Emas. berteman dan membantu Emas terlepas Mereka bertemu dengan Emas saat pergi dari latar belakang Emas yang adalah ke hutan untuk mencuci pakaian. Mereka setengah raksasa. Ia membantu Emas yang merasa takut kepada Emas tetapi menumbuhkan rasa percaya diri dalam kemudian bersimpati atas apa yang menimpa Emas. Berbeda dengan orang anak-anak empati mereka kepada Emas. Keempat. Karakteristik dimaksud adalah memahami tingkah laku Ketiga, kualitas mental para tokoh. tokoh dalam alur cerita, serta memahami motivasi tokoh dalam melakukan suatu menunjukan bahwa Emas pada dongeng Pada dongeng I. Bawang i merupakan tokoh yang perpikiran Merah menghanyutkan kain milik ibu Emas yang merasa khawatir Saat itu, ia bertemu dengan nenek pada keadaan sekitarnya kemudian berani dan dimintai tolong. Bawang Putih mengkritik dirinya sendiri. Ia juga membantu nenek karena merasa kasihan Pada Alih Wahana Dongeng Ke Komik Daring (Webtoon. (Windy Mulia Jayanur dk. dan tidak tega melihat nenek membawa Srini-lah yang mendatangi Buto Ijo. Dia barang berat. Karena ketulusannya itu, juga membesarkan Emas sebagai kesatria Bawang untuk nantinya melwan Buto Ijo. Putih mengeluh saat membantu nenek. Begitu Maka, dilihat karakterisasi melalui pula saat Bawang Putih diminta memilih dialog dan melalui tindakan para tokoh labu karena menolong tanpa rasa pamrih. pada dongeng Bawang Putih memilih labu yang kecil memiliki sifat serakah, jahat, dan semena- dan bukan yang besar. Berbeda dengan sifat Mera yang I. Bawang Merah Bawang Merah memiliki motif dan ada pada dongeng i. Mera memiliki tindakan yang berbeda dengan Bawang sifat bijaksana dan tegas. Pada dongeng I. Putih. Tindakan yang diambil Bawang Bawang Putih bersifat penurut sedangkan Merah berlandaskan pada rasa serakah Puti pada dongeng i memiliki sifat yang dimilikinya. Bawang Merah ingin polos dan ceroboh. ceroboh tetapi dapat membuat keputusan didapatkan saudara tirinya. Oleh karena sendiri sedangkan pada dongeng II itu, meskipun membantu nenek. Bawang Timun Emas merupakan tokoh yang Merah banyak mengeluh sepanjang sangat pasif dan tidak banyak membuat Berbeda dengan Emas yang menyelesaikan tugas yang didapatkan ada pada dongeng i, dia bersifat dan langsung meminta balasan. Ia juga pemberani, kuat, dan berani memutuskan langsung mengambil labu yang besar dan meninggalkan nenek sendirian. Bawang Merah hanya menginginkan Bawang Putih Seperti yang sudah disampaikan yang ada dalam labu itu, tidak untuk penokohan dan latar dapat dibanding- bersimpati pada nenek. bandingkan untuk mengusut ideologi apa Motif kelahiran Timun Emas juga yang ada di balik perubahan-perubahan berbeda antara dongeng II dan dongeng Pada dongeng I. II, dan i i. Pada dongeng II Mbok Srini yang terdapat perbedaan merasa kesepian didatangi Buto Ijo dan Penulis dongeng i tentu memiliki mendapatkan Timun Emas. Timun Emas pemikiran dan ideologi tersendiri yang pun harus lari dari Buto Ijo karena takut ingin disampaikan kepada pembaca. akan dimakan. Pada dongeng i Mbok Salah satu ideologi tersebut adalah yang signifikan. JURNAL ByOBASAN. Vol. No. Edisi Desember 2020: 201Ai215 menghilangkan stereotip lama melalui terlibat konflik dalam webtoon menjadi sosok Mera. Puti, dan Emas. Penulis dua sahabat yang saling membantu dongeng i memunculkan pahlawan baru sedangkan Timun Emas menjadi seorang untuk anak-anak Indonesia. ksatria yang mengalahkan Buto Ijo Dongeng i memperlihatkan sebuah . nilai-nilai yang berbeda dari dongeng I Selain itu, terdapat pula perubahan dan II. Stereotip yang ada pada dongeng I tokoh yang awalnya tidak ada pada dan II dikubur dan tidak lagi nampak dongeng I dan II menjadi ada pada pada di dongeng i. Salah satu nilai yang dongeng i yaitu. Sukma. Ito. Atik, ditanamkan di dongeng i adalah semua penduduk desa, bandit, dan raksasa. orang memiliki potensi untuk menjadi Keberadaan tokoh baru ini memiliki peran dan fungsinya masing-masing. seseorang, setiap orang pada dasarnya Bandit dan raksasa berperan untuk dapat menjadi orang baik. Hal ini terlihat meningkatkan keinginan Emas untuk dari bagaimana Emas dan Sukma yang bertahan sebagai kesatria. Penduduk desa memiliki latar belakang sebagai setengah juga merupakan motif dari kelahiran Emas. Atik dan Ito memiliki peran yaitu manusia serta bagaimana Puti dan Mera memperlihatkan kepolosan anak-anak yang tidak memiliki hubungan darah dan perbedaannya dengan orang dewasa. Begitu pula dengan Sukma, ia mencoba Terlepas membantu yang lain setelah melihat Emas meskipun keturunan raksasa tetapi hidup sebagai ksatria yang menolong SIMPULAN Berdasarkan Hal itu disimpulkan bahwa tokoh-tokoh dongeng berpikir, dia juga dapat menjadi seperti klasik Bawang Merah Bawah Putih dan Emas. Timun Emas mengalami perubahan ketika dimunculkan pada weebtoon Mera Puti Emas. Nama Bawang Merah dan Bawang Putih menjadi Mera dan Puti. Timun Emas menjadi Emas. Bawang Merah dan Bawang Putih yang biasa Alih Wahana Dongeng Ke Komik Daring (Webtoon. (Windy Mulia Jayanur dk. DAFTAR PUSTAKA