Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 8. No 2. Novenber 2024 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: 10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Sosialisasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga Untuk Pupuk Cair Pada Dawis Gajah Birowo KEL Mangunharjo Kec Tembalang Kota Semarang Arum Ambarsari1. Ais Septiono2. Muhammad Reza Pahlevi3* Prodi Manajemen. Universitas Muhammadiyah Semarang. Semarang. Indonesia Prodi S1 Ilmu Gizi. Universitas Muhammadiyah Semarang. Semarang. Indonesia *Korespondensi : arum. ambarsari@unimus. Abstrak Pengelolaan sampah di wilayah Dawis Gajahbirowo Kelurahan Mnagunharjo Kecamatan Tembalang Kota Semarang yang selama ini telah dilakukan adalah baru memilah sampah organik dan non-organik. Sampah non-organik seperti kertas dan plastik selama ini dikumpulkan dan dijual kepada para pengepul sampah, sedangkan untuk sampah organik belum dikelola lebih lanjut. Selam ini sampah organik baru dikumpulkan dan dibawa ke Tempat Penampungan Akhir untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir oleh mobil pengangkut sampah yang hadir setiap seminggu sekali dan sering tidak terjadwal secara rutin. Hal ini menyebabkan munculnya bau busuk dari sampah rumah tangga tersebut. Sosialisasi Pengolahan limah rumah tangga menjadi salah satu alternative solusi untuk mengurangi bau busuk sekaligus untuk bias meningkatkan nilai manfaat dari sampah rumah tangga tersebut. Sosialsiasi ini berdayung sambbut dengan program pemerintah Kota semarang dalam menguatkan ketahanan pangan warga salah satuny adalah warga diwajibkan menanam cabe dan lidahbuaya. Harapannya hasil pengelolaan sampah rumah tangga ini bias dimanfaatkan untuk menyiram tanaman tesebut sehingga mengurangi anggaran warga untuk membeli Kata kunci: Sampah Rumah Tangga. Pupuk Organik. Abstract Waste management in the Dawis Gajahbirowo area. Mnagunharjo Village. Tembalang District. Semarang City, which has been carried out so far, is only sorting organic and non-organic waste. Non-organic waste such as paper and plastic has been collected and sold to waste collectors, while organic waste has not been further managed. This dive the organic waste is collected and taken to the Final Shelter to be taken to the final disposal site by garbage trucks that are present once a week and often not scheduled on a regular basis. This causes the appearance of a foul smell from the household waste. Socialization of household waste treatment is one of the alternative solutions to reduce bad odors as well as to increase the value of the benefits of household waste. This socialization rowed in conjunction with the Semarang City government's program in strengthening the food security of residents, one of which is that residents are required to plant chili and aloevera. It is hoped that the results of this household waste management can be used to water the plants, thereby reducing the residents' budget to buy fertilizer. Keywords: Household Waste. Organic Fertilizer. Submit: Oktober 2024 Diterima: Oktober 2024 Publis: November 2024 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Pengelolaan Sampah membutuhkan perhatian yang serius, karena apabila tidak dikelola dengan baik maka akan menimbulkan pencemaran udara, pencemaran air dan juga akan menganggu kesehatan lingkungan. Demikian juga dengan pengelolaan sampah rumah tangga di lingkungan Dawis Gajah Birowo perlu dikelola dengan baik, hal ini disebabkan selama ini pengelolaan sampah yang telah dilakukan di lokasi ini hanya sebatas pada peneglompokan sampah organik dan sampah non-organik. Untuk sampah nonorganik dikumpulkan dan dijual kepada pengepul sampah, sedangkan sampah organik hanya ditampung menunggu dibawa mobil ketempat penampungan sampah kemudian dilanjutkan dibawa ke tempat pembuangan akhir. Proses tunggu sampah menuju ke lokasi pembuangan akhir ini bisa memunculkan gangguan seperti munculnya bau yang kurang sedap. Seharusnya, sampah an-organik maupun sampah organik harus dikelola atau diolah Lingkungan. Rasyid M . menyatakan bahwa daur ulang sampah organik dan sampah organik sangat bermanfaat untuk mewujudkan lingkungan yang sehat. Pengolahan sampah organik memiliki manfaat salah satunya adalah mengurangi pencemaran udara. Mardwita . menyatakan bahwa pebolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk cair dan kompos juga dapat meningkatkan tingkat pendapatan warga, apalagi dewasa ini banyak petani modern yang lebih memilih menggunakan pupuk organik dari pada pupuk buatan. Sukamto . menyatakan bahwa sampai hari ini baru 16% dari penduduk Indonesia yang mau mengolah sampah Rumah Tangganya. Kebijakan Pemerintah Kota Semarang menciptakan ketahanan pangan, oleh sebab itu maka apabila sampah organik masyarakat dapat mendapatkan perlakuan diolah, tentunya hasilnya akan dapat mendukung program tersebut. Karena sampah organik dapat dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai pupuk cair dan juga Ayub S Pratama . 9: . Vol. 8 No. November 2024 meyatakan bahwa unsur hara makro yang dibutuhkan oleh tanaman meliputi unsur Nitrogen (N). Fosfor (P). Kalium (K),Sulfur (S). Calsium (C. , dan Magnesium (M. Unsur-unsur tersebut bisa diperoleh dari pupuk cair olahan seperti yang disampaikan Thoyib Nur penelitiannya yang menyatakan bahwa penambahan EM4 dalam Proses pembuatan pupuk cair akanmempengaruhi proses pembentukan kandungan N. K, dan C pada pupuk cair tesebut. Fatma f . menyatakan bahwa pengolahan sampah dengan menggunakan aktifator EM4 akan dapat mempercepat proses pembusukan atau fermentasi. Oleh sebab itu kegiatan sosialisasi dan demontrasi pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk cair sangat urgen untuk dilakukan. Budy wiryono . dalam penelitiannya menyatakan bahwa pengetahuan tentang Teknik pengelolaan sampah organik sangat mengetahui dan mempraktikan secara langsung Teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar. Dalam kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di wilayah Dawis Gajah Birowo mengkombinasikan hasil penelitian Nunik dan Arin. Kegiatan pengolahan sampah Fermentasi, akan tetapi agar kerjanya lebih cepat maka proses fermentasi tersebut dibantu dengan ditambah EM4. Kegiatan sosialisasi dan demontrasi pengolahan sampah rumah tangga ini menjadi sebuah solusi yang paling tepat untuk mengurangi polusi udara di sekitar rumah yang disebabkan karena sampah rumah tangga yang menumpuk dan tidak rutin diangkut oleh mobil pengangkut di wilayah Dawis Gajah Birowo. Lilik Pranata . kegiatan sosialisasi dan Demontrasi Pengelolaan sampah dapat meningkatkan pengetahuan warga. Sherly nindya . menyatakan bahwa kegiatan pelatihan pengolahan sampah masih terbukti efektif untuk menanggulangi lingkungan. METODE PELAKSANAAN Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Pengabdian menggunakan metode sosialisasi sekaligus demonstrasi proses pembuatan Pupuk cair dengan menggunakan limbah rumah dengan subyek pengabdian adalah ibu-ibu anggota Dawis Gajah Birowo yang berlokasi di Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang Kota Semarang Jawa Tengah. Sebelum sosialisasi dan demontrasi angota dawis gajah birowo diberi instrument observasi pre-tes terlebih dahulu, isi dari pre-tes adalah sejumlah pertanyaan mengenai pengelolaan sampah organik. Setelah mengikuti sosialisasi dan demontrasi, anggota Dawis Gajahbirowo kembali diberi angket yang sama dengan angket pre-test unuk menilai efektifitas dari kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan tersebut. Secara terperinci metode yang masyarakat ini meliputi beberapa tahapan 1 Tahap Persiapan Sebelum melaksanakan sosialisasi dan demontrasi, terlebih dahulu ppersiapan alat yang akan digunakan untuk demontrasi proses pengolahan sampah rumah tangga. Adapun alat yang disiapkan antara lain adalah: Sampah rumah tangga . isa-sisa Ember bertutup yang sudah diberi kran dibagian bawahnya Cairan EM4. Pisau atau gunting. 2 Tahap pelaksanaan Tahap pengabdian masyarakat ini diawali dengan kegiatan sosialisasi mengenai manfaat sampah rumah tangga. Dalam kegiatan sosialisasi ini disampaikan manfaat pengolahan limbah sampah rumah tangga dan juga aplikasinya dari hasil pengolahan tersebut. Kegiatan sosioalisasi ini dilaksanakan dalam kegiatan pertemuan PKK yang salah satu anggotanya adalah dawis gajah birowo. Melalui kegiatan sosialisai ini kemudian pertemuan Dawis Gajah Birowo selanjutnya diharapkan ibu-ibu sudah Vol. 8 No. November 2024 tangganya untuk berikutnya akan diberi demontrasi dalam mengolah limbah rumah tangga tersebut. Kebetulan pertemuan dawis Gajah Birowo di minggu berikutnya setelah pertemuan PKK. Gambar 2. 1 Sosialisasi pengolahan limbah rumah tangga Pada pertemuan kegiatan dawis Gajah Birowo, dilanjutkan dengan demontrasi pembuatan atau pengolahan sampah organik oleh praktisi pengolah sampah organik. Dalam acara ini, kami mengundang praktisi pengolah limbah sampah organik yaitu Bapak Ismanto. Beliau menjelaskan bahwa langkah dalam mengolah sampah rumah tangga adalah sebagai berikut: Sampah Rumah Tangga Ember EM4 Pupuk Cair dan Kompos Gambar 2. 2 Langkah Pengolahan sampah rumah tangga Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Tidak anggota dawis yang mengolah limbah rumah Sampah Rumah tangga bisa dimasukkan ke dalam ember setiap hari, sembari digunakan untuk sesekali membuka dan mennutup ember. Selang kurang lebih dua minggu, pupuk cair sudah bias Apabila sampah rumah tangga di dominasi oleh kulit buah dan sayuran maka pupuk cair akan mengandung enzim perangsang buah dan bunga. Apabila sampah rumah tangga beragam terdiri atas sisa nasi, sisa sayur, kulit buah dan segala bentuk sampah yang dapat terurai maka pupuk cair yang dihasilkan akan sangat bagus untuk perangsang tumbuh akar data tersebut yang disampaikan oleh naras umber dalam kegiatan demontrasi. 3 Tahap evaluasi Tahap setelah dua minggu berselang. Vol. 8 No. November 2024 Beberapa anggota dawis mengolah llimha rumah tangganya demontrasi yang KESIMPULAN Kegiatan sosialisai dan demontrasi pengolahan limbah organic yang berasal dari sampah dapur dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi pupuk cair dan kompos. Disamping mengurangi bau yang kurang sedap pengolahan sampah limbah rumah tangga ini juga sekaligus mampu mendukung Program Pemerintah Kota Semarang yaitu mendukung program ketahanan pangan dengan menmanfaatkan pupuk cair dan kompos untuk menyuburkan tanaman warga. UCAPAN TERIMA KASIH (Jika ad. Ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada LPPM Universitas Muhammadiyah Semarang yang telah memberikan support dana dalam penlaksanaan Pengabdian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pre-test dan post test yang diperoleh dalam kegiatan pengabdian ini diperoleh data sebagai Tabel 3. Perbedaan Sikap Warga Sebelum dan Setelah Kegiatan Sebelum Setelah Sosialisasi Sosialisasi Perhatian Warga hanya mengolah sampah organik yang berasal dai An- limbah organik yang tangga . memilliki nilai plastik, kaleng. Anggota dawis Anggota dawis sampah organik pengolahan limbah rumah limbah organik menimbukan bau dengan bantuan bau EM4 akan muncul. DAFTAR PUSTAKA