Strategi Pengembangan Agrowisata Saung Padi Kito dalam Mendukung Peningkatan Ekonomi Lokal di Kelurahan Teluk Dawan. Kecamatan Muara Sabak Barat. Rika Futri Aryanti 1. Firdaus 2 1 Program Studi Ilmu Pemerintahan. Universitas Nurdin Hamzah. Jl. Kol. Abunjani. Kota Jambi. Jambi. Indonesia 2,3 Program Studi Ilmu Pemerintahan. Universitas Nurdin Hamzah. Jl. Kol. Abunjani. Kota Jambi. Jambi. Indonesia Corresponding Author: rikafutriaryanti@gmail. https://doi. org/10. 18196/jgpp. Article Info Article History. Received: x-xx-xx Revised: x-xx-xx Accepted: x-xx-xx Abstract: This study aims to formulate a development strategy for Saung Padi Kito Agrotourism in Teluk Dawan Village. This agro-tourism has great potential in improving the local economy through the utilization of natural resources and local agricultural culture, however, there are various challenges in its management, including limited facilities, promotion, and community participation. The research method used was SWOT analysis (Strengths, weaknesses. Opportunities. Threat. to identify internal and external factors affecting the development of this agritourism. Data were collected through observation, interviews and documentation. Sustainable tourism is the concept of tourism development and management that aims to meet the needs of tourists and there are 3 aspects in sustainable tourism, namely: environmental, social, economic. The results showed that Saung Padi Kito agrotourism has strengths in the form of unique local culture and natural beauty, but also faces weaknesses in the aspects of management and supporting facilities. Based on the results of the analysis, the suggested development strategy includes increasing community involvement in agritourism management. The implementation of this strategy is expected to increase the competitiveness of Saung Padi Kito as a leading agro-tourism destination in the Teluk Dawan Area. Keyword: sustainable tourism, local tourism, agro tourism, community. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan Agrowisata Saung Padi Kito di Kelurahan Teluk Dawan. Agrowisata ini memiliki potensi besar dalam meningkatkan perekonomian lokal melalui pemanfaatan sumber daya alam dan budaya pertanian setempat. Namun, terdapat berbagai tantangan dalam pengelolaannya, termasuk keterbatasan fasilitas, promosi, dan partisipasi masyrakat. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis SWOT (Strengths, weaknesses. Opportunities. Threat. untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan agrowisata ini. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pariwisata berkelanjutan adalah konsep pengembangan dan pengelolaan pariwisata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan wisatawan dan ada 3 aspek dalam pariwisata berkelanjutan, yaitu: lingkungan, sosial, ekonomi. Hasil penelitian menujukan bahwa agrowisata Saung Padi Kito memiliki kekuatan berupa keunikan budaya lokal dan keindahan alam, namun juga menghadapi kelemahan dalam aspek manajemen dan fasilitas pendukung. Berdasarkan hasil analisis, strategi pengembangan yang di sarankan meliputi peningkatan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Implementasi strategi ini di harapkan dapat meningkatkan daya saing Saung Padi Kito sebagai destinasi agrowisata unggulan di Kawasan Teluk Dawan. Kata Kunci: pariwisata berkelanjutan, pariwisata lokal, agro wisata, masyarakat . PENDAHULUAN Ketika sektor pariwisata Indonesia masih dalam tahap awal dan tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan daya saing negara, sebagian besar sumberdaya negara digunakan untuk mengembangkan Bali. Jawa. Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan (Pamulardi, 2. Namun, ekspansi tersebut berlangsung sangat cepat karena, selain minyak dan gas, industri pariwisata dinobatkan sebagai penghasil devisa terbesar di dunia. Dalam dunia yang ideal, pariwisata akan memberikan dampak positif pada kualitas hidup dan kesejahteraan penduduk setempat, serta pada lingkungan dan ekonomi, sekaligus mengurangi dampak samping negatif apa Industri pariwisata suatu destinasi tumbuh secara stabil dari waktu ke waktu, tidak sekaligus. Beberapa faktor eksternal, termasuk kekuatan pasar, politik, ekonomi makro, keadaan setempat, sumber daya dalam pengelolaan aset, dan dukungan publik dan swasta, dapat memengaruhi seberapa cepat proses tersebut berjalan (Harwadi et , 2. Persiapan yang matang merupakan kunci keberhasilan pertumbuhan industri Pemerintah, dalam perannya sebagai direktur dan pengawas, tidak hanya mengakui perlunya perencanaan yang baik, tetapi juga sektor swasta, yang menghadapi persaingan yang semakin ketat dan memahami bahwa keberhasilan industri ini terkait dengan faktor lingkungan yang lebih besar, dengan dukungan dari berbagai pihak. Elemen utama yang berkontribusi terhadap kekritisan pariwisata saat ini adalah kejenuhan dan maraknya aktivitas manusia. Sekarang cukup jelas bahwa aktivitas wisata, yang sebelumnya dianggap sebagai kebutuhan tambahan bagi masyarakat tertentu, telah berkembang menjadi tuntutan penting. Ini karena bepergian meningkatkan energi, kegembiraan, dan kesehatan fisik seseorang. Dengan kekayaan sumber daya alam dan satwa liar yang beragam. Indonesia berada pada posisi utama untuk menampung wisatawan dari seluruh dunia. Ada potensi besar bagi industri pariwisata di Indonesia untuk berkembang karena sumber daya alam yang beragam dan pemandangan yang menakjubkan (Harwadi et , 2. Pengelolaan tempat dan objek wisata, bersama dengan bisnis lain yang terkait dengan bidang ini, dikenal sebagai industri pariwisata. Sebaliknya, objek dan daya tarik agrowisata menjadi fokus pariwisata, yang mencakup kunjungan permanen dan Istilah "agrowisata" menggambarkan jenis pariwisata tertentu yang memanfaatkan lahan pertanian untuk menarik pengunjung. Tujuannya meliputi peningkatan pengetahuan pertanian, menciptakan peluang rekreasi, dan mendorong kolaborasi bisnis. Pariwisata pertanian, atau agrowisata, adalah praktik mempromosikan produk dan layanan pertanian kepada masyarakat umum melalui perencanaan bisnis yang strategis (Putri et al. , 2. Berdasarkan data yang diperoleh dari tinjauan agrowisata yang ada di Provinsi Jambi memiliki 5 . agrowisata yang dapat dikunjungi, yaitu: Agrowisata Nanas Tangkit yang terletak di Jl. Gotong royong. Tangkit Baru. Sungai Gelam. Kab. Muara Jambi. Kampung wisata Agrowisata Anggur yang terletak di Pakuan Baru. Kecamatan Jambi Selatan. Kota Jambi. Taman Agrowisata Sungai Bujang yang terletak di Jl. Simpang Pete Kabupaten Batanghari. Agrowisata Buah Mampun Baru yang terletak di Jl. Poros. Mampun Baru, kecamatan Pemenang Bar. Kabupaten Merangin dan Destinasi Agrowisata Intan Jumantan yang terletak di Kelurahan Rano. Kecamatan Muara Sabak Barat. Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Angka-angka yang ditampilkan di atas dengan jelas menunjukkan perkembangan pesat dan tingginya permintaan agrowisata di Provinsi Jambi. Kota ini memenuhi tujuannya untuk mendapatkan udara bersih, pemandangan alam yang menakjubkan, proses pertanian tradisional, dan produk pertanianAiproduk yang menarik secara geografis dan dengan sendirinya. Bagian penting dari pengembangan pariwisata daerah adalah pertanian atau perkebunan dalam agrowisata. Agrowisata lebih dari sekadar bisnis yang melayani keinginan wisatawan akan area luar ruangan yang indah dan udara bersih. Agrowisata harus dilihat sebagai platform untuk mempromosikan produk, mendidik khalayak, dan menciptakan peluang untuk diversifikasi berbasis inovasi produk. Oleh karena itu, sangat penting untuk memiliki pengawasan dan arahan yang berkelanjutan dalam bentuk pengembangan keterampilan dan pelatihan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa suatu daerah dapat sepenuhnya memperoleh manfaat dari pengembangan agrowisata, yang pada gilirannya menguntungkan petani, desa, dan pelaku dalam industri pertanian dan pariwisata berkelanjutan. Pakaian, makanan, dan tempat tinggal bukan lagi satusatunya kebutuhan manusia di dunia saat ini. Berbagai tuntutan, seperti kebutuhan akan kesehatan, keamanan, dan hiburan, termasuk dalam kategori keinginan ini. zaman modern, kebutuhan akan jarak fisik untuk memenuhi kebutuhan hiburan masyarakat telah dihilangkan, sehingga hiburan dapat dinikmati oleh semua orang. Sektor pariwisata tumbuh seiring dengan peningkatan ruang publik dan transportasi. Dalam upaya menciptakan destinasi wisata yang sukses, kerja sama pemerintah sangat penting. Pembagian dan distribusi ruang sesuai kebutuhan harus diamanatkan oleh pemerintah untuk mengatur pemanfaatan ruang. Agar setiap orang terbagi secara adil dalam hal ruang wisata, terapkan pengelolaan yang proporsional terhadap berbagai kepentingan. Agrowisata Saung Padi Kito dapat ditemukan di Desa Teluk Dawan. Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kabupaten Muara Sabak Barat. Untuk mendiversifikasi usahanya dan memanfaatkan tempat wisata secara maksimal, masyarakat Teluk Dawan mengelola agrowisata ini, yang dimungkinkan oleh adanya kondisi atmosfer yang sejuk. Perusahaan pertanian termasuk agrowisata, yang bertujuan untuk mengubah kawasan hortikultura dan pertanian menjadi hotspot wisata yang menjual produk pertanian untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, kegiatannya tidak menghambat pengelolaan pertanian, tetapi justru menambah pendapatan masyarakat setempat. Terletak di Desa Teluk Dawan. Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pengembangan agrowisata Saung Padi Kito menjadi objek wisata yang digemari. Ibu Wildyanti Romi, anggota PKK Kabupaten Tanjung Jabung Timur, membuka agrowisata ini. Meski tanggal pasti peresmiannya masih belum jelas . Januari 2. , lokasinya yang mudah diakses dan memiliki suasana alam yang asri pasti akan diminati pengunjung. Saung Padi Kito merupakan agrowisata yang juga memiliki fasilitas rekreasi seperti spot foto, taman bermain, dan area bersantai bersama Tempat bersantap, bersantai di tengah alam, dan menginap bagi mereka yang gemar berlama-lama merupakan fasilitas yang dapat dinikmati warga Desa Teluk Dawan. Kondisi ini mendorong warga Teluk Dawan untuk menjadikan pertanian mereka sebagai usaha agrowisata, bukan sekadar objek wisata. Padahal, kondisi yang tidak terduga merupakan faktor yang sangat penting dalam pengembangan agrowisata di Desa Teluk Dawan, karena kondisi tersebut menjadi pendorong tidak langsung bagi penduduk setempat untuk mengembangkan usaha pertanian mereka. Perlu diingat bahwa tidak ada seorang pun yang secara sadar bertekad untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Selain mengarahkan pembangunan, pemerintah juga harus memberdayakan, memelihara, dan menegakkan peraturan perundang-undangan untuk mendorong atau memajukan sektor-sektor pendukung yang berkontribusi terhadap pengembangan industri Koordinasi, pemasaran . ermasuk promos. , pengendalian harga untuk komponen tertentu, pengaturan jaringan distribusi, dan penyediaan informasi merupakan bagian dari hal tersebut. Studi ini menggunakan konsep Pariwisata berkelanjutan dengan strategi perencanaan dari United Nation World Tourism Organization (UN-WTO) dalam dokumen rencana Strategis Pariwisata Berkelanjutan dan Green job untuk Indonesia (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesi. Pariwisata berkelanjutan adalah pariwisata yang memperhitungkan secara penuh dampak lingkungan, social, dan ekonomi sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengunjung, industry . , lingkungan dan komunitas tuan rumah. Berdasarkan Pengertian dari UNWTO maka dapat diketahui bahwa Pariwisata berkelanjutan memberikan dampak pada aspek Ekonomi. Sosial, dan Lingkungan. Prinsip dari pengembangan pariwisata berkelanjutan dinyatakan dengan penggunaan secara optimal sumberdaya alam dan budaya dalam kerangka keseimbangan dan menyongkong pengembangan perekonomian nasional secara Menyediakan kesan khusus bagi turis disatu sisi, dan disisi lain meningkatkan kualitas kehidupan penduduk lokal. Hal tersebut bisa dicapai dengan kerjasama permanen antara pemerintah, sektor swasta dan penduduk lokal. Pariwisata berkelanjutan adalah industry yang diusahakan menekan dampak negative pada lingkungan dan budaya lokal, dengan membantu meningkatkan pendapat, pekerja, dan konservasi ekosistem setempat. Hal ini merupakan pariwisata bertanggungjawab yang sensitive terhadap nilai-nilai ekologi dan budaya seperti Menurut Sunarta . , pariwisata berkelanjutan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan masa sekarang tanpa membahayakan kemampuan generasi mendatang untuk memenuhi kebutuhanya, ada dua indikator yang menjadi tolak ukur dalam melihat suatu pembangunan itu berkelanjutan atau tidak yaitu analisis dampak lingkungan dan partisipasi publik. ISSN: 2460-0164 . , 2549-7669 (Onlin. Vol 1. No 1 . : Page no: 184-194 METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di Dersa Teluk Dawan Kercamatan Muara Sabak Barat Kaburpatern Tanjung Jabung Timur pada 20 Meri sampai dengan 20 Agustus 2024. Sumber data primer berasal dari hasil wawancara terhadap 10 informan, sedangkan data sekunder diperoleh dari berita di media dan data-data lain yang terkait. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Agrowisata Saung Padi Kito harus mempertimbangkan empat dimensi utama, yaitu aspek lingkungan, sosial, ekonomi, dan kebutuhan wisatawan. Keempat dimensi tersebut menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengembangan agrowisata yang berkelanjutan di Kelurahan Teluk Dawan. Aspek Lingkungan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Hasil observasi lapangan menunjukkan bahwa kawasan Saung Padi Kito berada pada lingkungan agraris yang produktif dan memiliki potensi ekologis tinggi untuk dikembangkan sebagai destinasi agrowisata. Namun demikian, pelestarian ekologi harus menjadi prioritas utama agar praktik wisata tidak menimbulkan degradasi lahan, pencemaran air, maupun penurunan keanekaragaman hayati. Wawancara dengan Kepala Desa Teluk Dawan. Bapak Wahyu Setiawan . Juni 2. , menegaskan pentingnya pendekatan berbasis konservasi dalam pengembangan agrowisata: AuPengembangan Saung Padi Kito harus dimulai dari peningkatan edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan, reboisasi pada lahan kosong, serta pengembangan ekowisata yang melibatkan masyarakat lokal untuk menjaga budaya dan kelestarian alam. Ay Selain itu, praktik pertanian berkelanjutan seperti penggunaan pupuk organik, rotasi tanaman, dan pengelolaan air yang efisien perlu diterapkan. Hal ini sejalan dengan pandangan Bapak Sunarno. SP. Si selaku Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Tanjung Jabung Timur . Juni 2. , yang menjelaskan bahwa pemerintah telah mendorong pertanian berkelanjutan melalui penyediaan bantuan benih, pupuk, serta alat pengolahan padi. Pengelolaan limbah juga menjadi perhatian penting. Berdasarkan wawancara dengan petani setempat. Bapak Sumirat . Juni 2. , diketahui bahwa pengolahan limbah pertanian dilakukan melalui pemilahan bahan organik dan pembuatan kompos yang dapat mengembalikan kesuburan Hal ini terbukti efektif dalam mengurangi dampak lingkungan negatif dan mendukung siklus pertanian berkelanjutan. Temuan ini konsisten dengan pendapat Zakiyyatul Miskiyah . dan Dwi . yang menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus dilakukan secara sistematis untuk menjamin keberlanjutan ekologi. Selain itu. Arwati . menegaskan bahwa sistem pertanian berkelanjutan merupakan upaya etis untuk menjaga kualitas lingkungan dan kesejahteraan petani. Aspek Sosial dan Keterlibatan Masyarakat Lokal Keterlibatan masyarakat lokal menjadi faktor kunci dalam keberhasilan Agrowisata Saung Padi Kito. Masyarakat tidak hanya berperan sebagai tenaga kerja tetapi juga sebagai pemilik pengetahuan lokal yang mampu memperkaya pengalaman wisatawan. Ibu Atik Srimulyani . Juli 2. , sebagai pemilik lahan sekaligus warga sekitar, menyatakan bahwa pengembangan agrowisata memerlukan kolaborasi multipihak: AuPartisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam perencanaan dan pelaksanaan kegiatan agrowisata. Kolaborasi dengan pemerintah dan sektor swasta juga penting dalam penyediaan dukungan sumber daya. Ay Selain pelestarian lingkungan, keberadaan agrowisata juga berpotensi mempertahankan warisan budaya lokal. Hal ini ditegaskan oleh Ibu Suryani, warga Kelurahan Teluk Dawan, yang berharap agar praktik budaya tradisional tetap dilestarikan di tengah modernisasi. 1 | Rika Futri Aryanti1. Firdaus 2 Strategi Pengembangan Agrowisata Saung Padi Kito di Kelurahan Teluk Dawan. Kecamatan Muara Sabak Barat. Kabupaten Tanjung Jabung Timur Vol 1. No 1 . : Page no: 184-194 Aspek Ekonomi dan Peluang Pemberdayaan Hasil penelitian mengindikasikan bahwa Agrowisata Saung Padi Kito mampu menciptakan peluang lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Menurut Bapak Asmadi. Pd . Juli 2. , sektor agrowisata menyediakan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan keterampilan baru melalui pelatihan, dukungan usaha lokal, dan kerja sama dengan pengelola Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Bapak Zekki Zulkarnaen . Juni 2. , menyatakan bahwa pengembangan agrowisata akan memberikan nilai tambah ekonomi melalui diversifikasi pendapatan, promosi produk lokal, dan peningkatan daya tarik daerah. Selain itu, perbaikan infrastruktur seperti jalan, fasilitas umum, dan sanitasi turut menjadi faktor pendukung penting dalam meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan. Kebutuhan dan Preferensi Wisatawan Berdasarkan interaksi langsung dengan pengunjung, terdapat beberapa aspek yang menjadi kebutuhan wisatawan, yaitu: aksesibilitas yang mudah, . fasilitas dasar yang layak . oilet, gazebo, tempat sampa. , . aktivitas wisata interaktif . enanam dan memanen pad. , . kuliner berbasis hasil pertanian lokal, dan . kenyamanan serta keamanan selama berada di lokasi. Pemenuhan kebutuhan-kebutuhan ini akan menentukan kualitas pengalaman wisata dan tingkat kunjungan ulang wisatawan. KESIMPULAN Pengembangan Agrowisata Saung Padi Kito memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal, mendukung pelestarian lingkungan, dan memperkuat identitas budaya masyarakat. Namun keberhasilan pengelolaan agrowisata sangat bergantung Praktik pertanian berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan. Keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam seluruh tahapan pengembangan. Kolaborasi strategis antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Penyediaan fasilitas wisata yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pengunjung. Dengan strategi yang tepat dan kolaboratif. Saung Padi Kito dapat berkembang menjadi model agrowisata berbasis pemberdayaan masyarakat dan keberlanjutan ekologis. PENGAKUAN Terima kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam studi yang dilakukan ini. Tanpa kontribusi banyak pihak tentu studi ini tidak dapat mencapai seperti yang ada ini. REFERENSI