- ABSTRAK Kehamilan merupakan fase penting yang membutuhkan perhatian khusus terhadap kesehatan ibu dan janin. Berbagai komplikasi seperti preeklamsia, perdarahan, diabetes gestasional, dan infeksi dapat mengancam keselamatan ibu maupun bayi. Oleh karena itu, identifikasi bahaya kehamilan serta strategi perawatannya menjadi aspek penting dalam upaya pencegahan komplikasi dan penurunan angka kesakitan serta kematian maternal. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan menelaah artikel ilmiah, jurnal, dan laporan penelitian yang dipublikasikan antara tahun 2018Ae2024 melalui database PubMed. Google Scholar, dan ScienceDirect. Kriteria inklusi mencakup publikasi berbahasa Indonesia dan Inggris yang membahas bahaya kehamilan serta strategi perawatan. Analisis dilakukan dengan mengekstraksi informasi terkait jenis bahaya kehamilan, faktor risiko, dan intervensi perawatan yang efektif. Hasil telaah menunjukkan bahwa bahaya kehamilan paling sering meliputi preeklamsia, perdarahan antepartum, anemia, diabetes gestasional, dan infeksi. Faktor risiko utama antara lain usia ibu, riwayat obstetri, status gizi, dan penyakit penyerta. Strategi perawatan efektif meliputi deteksi dini melalui ANC . ntenatal car. , edukasi gizi, pengendalian penyakit penyerta, manajemen medis sesuai kondisi, serta pendampingan psikososial. Literature review ini menegaskan pentingnya perawatan terintegrasi yang melibatkan tenaga kesehatan, keluarga, dan Implementasi perawatan berbasis bukti dapat mengurangi risiko komplikasi kehamilan, meningkatkan kesehatan ibu, serta mendukung keberhasilan persalinan yang aman. Kata kunci: bahaya dalam kehamilan, ibu hamil, edukasi, intervensi ABSTRACT Pregnancy is a crucial phase that requires special attention to the health of the mother and fetus. Various complications such as preeclampsia, bleeding, gestational diabetes, and infections can threaten the safety of both the mother and the baby. Therefore, identifying pregnancy hazards and their treatment strategies are crucial aspects in preventing complications and reducing maternal morbidity and mortality. This study used a literature review approach by examining scientific articles, journals, and research reports published between 2018 and 2024 through the PubMed. Google Scholar, and ScienceDirect databases. Inclusion criteria included Indonesian and English-language publications discussing pregnancy hazards and treatment strategies. The analysis was conducted by extracting information related to the types of pregnancy hazards, risk factors, and effective treatment interventions. The review results showed that the most common pregnancy hazards include preeclampsia, antepartum hemorrhage, anemia, gestational diabetes, and infections. The main risk factors include maternal age, obstetric history, nutritional status, and comorbidities. Effective treatment strategies include early detection through antenatal care (ANC), nutrition education, control of comorbidities, appropriate medical management, and psychosocial support. This literature review emphasizes the importance of integrated care involving healthcare professionals, families, and the community. Implementing evidence-based care can reduce the risk of pregnancy complications, improve maternal health, and support a safe delivery. Keywords: pregnancy hazards, pregnant women, education, intervention PENDAHULUAN Kehamilan merupakan proses fisiologis yang dialami setiap wanita dalam masa reproduksinya (Prawirohardjo, 2. Namun, meskipun kehamilan adalah suatu kondisi normal, tetap terdapat risiko terjadinya komplikasi yang dapat mengancam kesehatan ibu maupun janin (Kemenkes RI, 2. Kondisi ini dikenal dengan istilah bahaya kehamilan . regnancy danger sign. yang apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menimbulkan morbiditas maupun mortalitas pada ibu dan bayi (WHO, 2. Tanda bahaya kehamilan seperti perdarahan, sakit kepala hebat, penglihatan kabur, nyeri perut hebat, bengkak pada wajah dan tangan, serta gerakan janin yang berkurang sering kali tidak disadari atau dianggap sepele oleh sebagian ibu hamil (Adventist & Retnowati, 2. Kurangnya pengetahuan, keterlambatan pengambilan keputusan, serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko komplikasi kehamilan (Kusumawati & Hartati. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu di negara berkembang adalah keterlambatan penanganan tanda bahaya kehamilan (WHO, 2. Indonesia, angka kematian ibu (AKI) masih menjadi masalah serius, di mana sebagian besar kematian disebabkan oleh perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, dan komplikasi lainnya yang sebenarnya dapat dicegah melalui deteksi dini dan perawatan yang tepat (Kemenkes RI, 2. Perawatan terhadap bahaya kehamilan mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif (Manuaba, 2. Peran tenaga kesehatan, khususnya bidan dan perawat, sangat penting dalam memberikan edukasi mengenai tanda bahaya, memantau kondisi ibu secara berkala, serta melakukan rujukan bila ditemukan gejala yang berisiko (Susilowati & Fitriani, 2. Dengan demikian, deteksi dini dan perawatan yang cepat dapat mencegah terjadinya komplikasi serius (WHO, 2. Selain itu, keterlibatan keluarga juga memiliki peran yang signifikan dalam mendukung ibu hamil (Kusumawati & Hartati. Dukungan keluarga dalam mengenali tanda bahaya, mengambil keputusan rujukan, serta memberikan perawatan sehari-hari membantu tercapainya keselamatan ibu dan bayi (Adventist & Retnowati, 2. Edukasi yang komprehensif kepada ibu hamil dan keluarga perlu ditingkatkan agar kesadaran terhadap bahaya kehamilan semakin tinggi (Kemenkes RI, 2. Oleh karena itu, perawatan bahaya kehamilan menjadi hal yang sangat penting dalam upaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu (WHO, 2. Dengan pengetahuan yang baik, dukungan keluarga, serta pelayanan kesehatan yang responsif, diharapkan setiap ibu hamil dapat melewati masa kehamilan dengan sehat dan selamat hingga proses persalinan (Kemenkes RI, 2. METODE DAN BAHAN Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan tujuan untuk mensintesis hasil-hasil penelitian sebelumnya terkait perawatan bahaya kehamilan pada ibu Pendekatan ini dipilih karena mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai praktik, tantangan, serta upaya peningkatan perawatan ibu hamil yang berisiko. Proses pencarian literatur dilakukan melalui basis data elektronik seperti PubMed. ScienceDirect. Google Scholar, dan ProQuest, dengan rentang tahun publikasi 2016Ae2024 agar sesuai dengan perkembangan terkini dalam bidang kesehatan maternal. Kata kunci yang digunakan antara lain: "pregnancy danger signs", "maternal care", "antenatal care", "complication prevention in pregnancy", dan "perawatan ibu hamil risiko tinggi". Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah artikel yang: Dipublikasikan dalam jurnal nasional maupun internasional yang terindeks. Menyajikan data tentang bahaya kehamilan . eperti perdarahan, preeklampsia, infeksi, anemia, atau komplikasi lai. serta intervensi atau perawatan yang diberikan. Menggunakan desain penelitian kualitatif, kuantitatif, atau mixed methods. Ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Sedangkan kriteria eksklusi adalah: Artikel yang hanya berupa opini, editorial, atau laporan kasus tunggal. Artikel yang tidak tersedia dalam bentuk full text. Penelitian yang tidak relevan dengan perawatan bahaya kehamilan. Proses menggunakan metode PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyse. untuk memastikan transparansi dan kejelasan dalam pelaporan. Tahapan seleksi mencakup identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, hingga inklusi artikel akhir. Data dari artikel yang terpilih diekstraksi menggunakan tabel sintesis yang memuat: nama penulis, tahun publikasi, lokasi penelitian, desain penelitian, jumlah responden, fokus perawatan bahaya kehamilan, dan hasil utama. Analisis dilakukan dengan metode tematik, temuan-temuan penelitian ke dalam tema-tema besar seperti: edukasi tanda bahaya kehamilan, peran tenaga kesehatan, intervensi berbasis komunitas, serta faktor penghambat dan pendukung dalam HASIL DAN PEMBAHASAN Perawatan bahaya kehamilan pada ibu hamil terbukti memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan keselamatan ibu dan janin (WHO, 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa deteksi dini serta penatalaksanaan yang tepat dapat menurunkan angka komplikasi selama kehamilan, persalinan, maupun masa nifas (Kemenkes RI, 2. Upaya perawatan ini mencakup aspek edukasi, pemeriksaan antenatal, monitoring intensif, dukungan keluarga, hingga sistem rujukan yang efektif (Susilowati & Fitriani, 2. Edukasi Tanda Bahaya Kehamilan Edukasi tentang tanda bahaya kehamilan merupakan langkah awal yang krusial untuk meningkatkan kewaspadaan ibu terhadap kondisi yang berisiko tinggi. Gejala seperti perdarahan, nyeri kepala hebat, penglihatan kabur, bengkak pada wajah dan tangan, serta penurunan gerakan janin sering kali menjadi pertanda komplikasi serius (Adventist & Retnowati, 2. Banyak ibu hamil belum tanda-tanda keterlambatan mencari pertolongan medis masih sering terjadi (Kusumawati & Hartati. Peningkatan pengetahuan ibu melalui menurunkan risiko komplikasi kehamilan. Edukasi tidak hanya diberikan kepada ibu, tetapi juga kepada keluarga agar pengambilan keputusan medis lebih cepat dan tepat. Pendekatan ini sesuai dengan three delays model, yang menekankan bahwa keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kematian ibu (WHO, 2019. Sari & Wahyuni. Dengan pemahaman yang baik, ibu dan keluarga dapat lebih waspada terhadap perubahan kondisi kehamilan dan segera mengambil langkah medis yang diperlukan. Edukasi yang melibatkan keluarga juga memperkuat dukungan sosial sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan secara tepat waktu, mengurangi risiko komplikasi serius dan meningkatkan keselamatan ibu serta janin (WHO, 2. Pemeriksaan Antenatal Care (ANC) Pemeriksaan ANC adalah salah satu strategi utama dalam mendeteksi komplikasi kehamilan sejak dini, termasuk anemia, hipertensi, preeklampsia, dan gangguan pertumbuhan janin (Kemenkes RI, 2. Kunjungan rutin memungkinkan tenaga kesehatan melakukan skrining dan memberikan intervensi preventif sesuai kondisi ibu. Penelitian menunjukkan bahwa ibu yang melakukan ANC minimal empat kali selama kehamilan memiliki risiko komplikasi lebih rendah dibandingkan ibu yang jarang melakukan pemeriksaan (Sari & Wahyuni. WHO delapan kunjungan ANC agar pemantauan lebih optimal dan skrining komplikasi dapat dilakukan secara menyeluruh (WHO, 2. Kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi, konseling, dan pengingat jadwal pemeriksaan Dengan demikian. ANC tidak hanya berfungsi sebagai pemeriksaan fisik, tetapi juga sebagai media peningkatan kesadaran ibu tentang kesehatan kehamilan. Namun, kepatuhan ibu terhadap jadwal ANC masih menjadi tantangan di banyak daerah karena faktor ekonomi, keterbatasan akses, dan kurangnya pemahaman (Kemenkes RI, 2. Oleh karena itu, penguatan layanan ANC berbasis komunitas menjadi penting agar lebih banyak ibu hamil dapat terlayani, dan intervensi preventif dapat dilakukan secara merata, sehingga risiko komplikasi dapat Monitoring dan Pendampingan oleh Tenaga Kesehatan Pendampingan intensif oleh tenaga kesehatan memberikan rasa aman bagi ibu hamil sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap perawatan (Susilowati & Fitriani. Pemantauan rutin memungkinkan tenaga kesehatan mendeteksi perubahan kondisi ibu, misalnya kenaikan tekanan darah atau tandatanda preeklampsia, sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat (WHO, 2. Monitoring berkesinambungan juga menurunkan keterlambatan deteksi tanda bahaya dan mempercepat tindakan rujukan ketika diperlukan (Kemenkes RI, 2. Selain aspek klinis, pendampingan ini juga meningkatkan kepercayaan ibu terhadap tenaga kesehatan, sehingga mereka lebih kooperatif dalam menjalani pemeriksaan dan pengobatan (Adventist & Retnowati, 2. Peran bidan sangat sentral dalam konteks pelayanan primer karena mereka menjadi garda terdepan dalam pemantauan ibu hamil. Dengan pendampingan yang baik, tenaga kesehatan dapat mendukung ibu secara menyeluruh, baik secara fisik maupun psikologis, sehingga keselamatan ibu dan janin lebih terjamin. Dukungan Keluarga Dukungan keluarga menjadi faktor penentu keberhasilan perawatan bahaya kehamilan (Kusumawati & Hartati, 2. Ibu yang menerima dukungan emosional, finansial, dan praktis dari suami atau keluarga lebih patuh menjalani pemeriksaan dan mengikuti anjuran medis (Adventist & Retnowati, 2. Keluarga yang memahami tanda bahaya juga dapat membantu ibu mengambil keputusan cepat ketika gejala muncul, sehingga keterlambatan penanganan dapat dihindari (Sari & Wahyuni. Peran suami sangat penting karena ikut berpartisipasi dalam pengambilan keputusan medis, menyiapkan biaya, dan memberikan dukungan moral (Kemenkes RI, 2. Dukungan ini membuat ibu merasa lebih aman dan termotivasi untuk menjalani pemeriksaan serta pengobatan secara rutin. Pendekatan berbasis keluarga juga meningkatkan efektivitas program kesehatan ibu karena kehamilan bukanlah proses yang dapat dijalani sendirian. Edukasi dan dukungan keluarga membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi ibu hamil, sehingga risiko keselamatan ibu serta janin lebih terjamin (WHO, 2. Sistem Rujukan Sistem rujukan yang cepat dan tepat sangat penting dalam menangani komplikasi berat seperti eklampsia, perdarahan postpartum, dan infeksi (WHO, 2. Dengan sistem yang terintegrasi, ibu hamil yang mengalami tanda bahaya dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap untuk penanganan optimal (Kemenkes RI, 2. Bukti menunjukkan bahwa negara dengan sistem rujukan maternal baik memiliki angka kematian ibu lebih rendah dibanding negara yang sistemnya kurang optimal (WHO, 2. Namun, hambatan seperti keterlambatan transportasi, biaya, dan koordinasi antar fasilitas kesehatan sering kali menjadi kendala (Sari & Wahyuni, 2. Oleh karena itu, penguatan jejaring rujukan maternal dan neonatal harus menjadi prioritas pemerintah pusat maupun daerah agar akses terhadap layanan darurat lebih cepat dan efektif. Pemanfaatan telemedicine, dapat mendukung percepatan rujukan dan komunikasi antar tenaga kesehatan (WHO, 2. Dengan sistem rujukan yang handal, penanganan komplikasi dilakukan tepat waktu, sehingga risiko morbiditas dan mortalitas ibu hamil dapat diminimalkan secara KESIMPULAN Berdasarkan hasil literatur review, dapat disimpulkan bahwa perawatan terhadap bahaya kehamilan pada ibu hamil sangat penting untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu maupun janin. Bahaya kehamilan yang sering terjadi, seperti perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, dan anemia, dapat dicegah maupun dikurangi risikonya melalui deteksi dini, pemeriksaan antenatal care (ANC) yang teratur, serta peningkatan pengetahuan ibu mengenai tanda bahaya kehamilan. Peran tenaga kesehatan, terutama bidan dan perawat, juga menjadi faktor kunci dalam memberikan edukasi, konseling, serta rujukan cepat bila ditemukan kondisi berisiko. Dengan demikian, upaya peningkatan perawatan dan pemantauan ibu hamil secara komprehensif dapat memberikan dampak positif dalam menjaga kesehatan ibu dan janin serta mencegah komplikasi yang lebih serius. DAFTAR PUSTAKA