UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG FALOAK (Sterculia sp. ) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculu. YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB Ni Nyoman Yuliani1. Jefrin Sambara2. Yasinta Setyarini3 ABSTRACT One native plant Indonesia are scattered in several regions, especially in the island of Timor NTT Province and has the potential to be developed into a medicinal plant that is Faloak (Sterculia sp. ) Research on the Test of Effect Antipyretic Ethanol Extract Skin Stem Faloak (Sterculia sp. ) In Mice White Males ( Mus musculu. strain Swiss webster aims to determine the antipyretic effect of the ethanol extract of the stem bark faloak and effective as an antipyretic dose in mice induced DPT-HB vaccine. Extracts prepared by maceration method using ethanol 96%. White male mice used were 20 birds and were divided into 5 groups. Each mice induced HB DPT vaccine at a dose of 0. 0013 mL / 20 g BB. The first group was given paracetamol as a positive control at a dose of 1. 3 mg / 20 g BB, the second group was given Na CMC as a negative control, and the three other groups faloak stem bark ethanol extract at a dose of 150 mg / kg, 300 mg / kg bw and 600 mg / kg. Temperature measurement is carried out for 3 hours with a 30 minute interval. Measurement data were statistically analyzed using One Way Anova and advanced test Post Hoc LSD showed that the ethanol extract of bark faloak with a dose of 150 mg / kg and 300 mg / kg have an activity comparable with paracetamol, while extracts of 600 mg / kg has a more optimal antipyretic activity of paracetamol at a dose of 1. 3 mg / 20 g BB. Keywords: Antipyretic, ethanol extract of bark Faloak, male white mice Latar Belakang masyarakat dan diwariskan secara Indonesia memiliki berbagai turun-temurun ke generasi berikutnya macam kekayaan alam, di antaranya Sejalan yang termasuk di dalamnya tanaman Pemanfaatan modern sekarang ini, obat-obatan tradisional juga diharapkan dapat tumbuh-tumbuhan *) Dosen Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Kupang 1208 JURNAL INFO KESEHATAN. VOL. NOMOR 2 DESEMBER 2016 berperan dalam usaha peningkatan dan senyawa inilah yang digunakan taraf kesehatan. sebagai antipiretik . enurun dema. Salah Hasil Indonesia yang dikenal dan tersebar dengan luas pada beberapa daerah tanaman yang mengandung flavonoid khususnya di pulau Timor Provinsi memiliki aktivitas antipiretik seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) serta daun petai (Novadyanti, 2. , daun sesewanua (Moot et al. , 2. , herba menjadi tanaman obat yaitu tanaman meniran (Syarifah, 2. , alga hijau Faloak (Sterculia Bagian (Rumengan et al. , 2. dan daun prasman (Kalay et al. , 2. tertentu adalah kulit pohon. Flavonoid Menurut Ranta . kulit Siklooksigenase berfungsi memicu pohon faloak dapat menyembuhkan penyakit tifus, maag, hepatitis, ginjal, prostaglandin berperan dalam proses lever, sakit pinggang dan rematik. Faloak Apabila prostaglandin tidak peluruh haid, pembersih darah setelah dihambat maka terjadi peningkatan suhu tubuh yang akan menyebabkan Pemanfaatan demam (Kalay et al. ,2. masyarakat yang cukup besar ini Demam dapat didefinisikan belum ditunjang oleh penelitian atau dengan suatu keadaan suhu tubuh di kajian-kajian ilmiah berkaitan dengan efek faloak sebagai bahan obat. peningkatan pusat pengatur suhu di Hasil Demam menunjukkan bahwa kulit batang (Siswadi. Flavonoid merupakan suatu senyawa metabolit memerangi . terhadap sekunder yang terdapat pada tanaman infeksi (Sodikin, 2. Ni Nyoman Yuliani1. Jefrin Sambara2. Yasinta Setyarini3. UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG 1209 FALOAK (Sterculia sp. ) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculu. YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB Dalam dengan menggunakan obat-obatan Tujuan Penelitian Untuk antipiretik ekstrak etanol kulit dilakukan suatu upaya penelitian, pengujian, dan pengembangan khasiat terhadap penurunan suhu rektum dan keamanan suatu tanaman obat. pada mencit putih jantan (Mus Untuk itu harus dilakukan uji klinis (Sterculia Untuk mengetahui dosis optimal tanaman obat tradisional sehingga ekstrak etanol kulit batang faloak dapat memberikan sumbangan untuk (Sterculia sp. ) terhadap penurunan bangsa dan dunia (Hembing, 2. suhu rektum pada mencit putih Sebagai jantan (Mus musculu. Manfaat Penelitian Bagi Masyarakat obat tradisional yang secara luas telah Memberikan digunakan oleh masyarakat, maka masyarakat tentang khasiat dari perlu dilakukan pengujian terhadap tanaman-tanaman tradisional yang (Sterculia sp. ) sebagai antipiretik. dipercaya memiliki khasiat dalam II. METODE PENELITIAN penyembuhan penyakit tertentu. Jenis Penelitian Rumusan Masalah Apakah ekstrak etanol kulit batang (Sterculia menurunkan suhu rektum pada mencit putih jantan (Mus musculu. ? Hipotesis Ekstrak etanol kulit batang faloak memiliki aktivitas antipiretik pada mencit putih jantan (Mus musclu. Jenis adalah jenis penelitian eksperimental dengan rancangan penelitian pretest dan post test. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian Penelitian laboratorium Farmakognosi dan laboratorium Farmakologi Jurusan 1210 JURNAL INFO KESEHATAN. VOL. NOMOR 2 DESEMBER 2016 Farmasi Politeknik Kesehatan Sampel Kemenkes Kupang. Sampel pada penelitian ini adalah Waktu penelitian ekstrak etanol kulit batang faloak Penelitian dilakukan pada bulan (Sterculia s. dengan dosis 150 juni-juli 2016 mg/Kg BB, 300 mg/Kg BB, dan Populasi. Sampel Teknik Sampel 600 mg/Kg BB. Teknik sampel Populasi Teknik sampel yang digunakan Dalam penelitian ini yang menjadi adalah purposif sampling, dengan populasi penelitian adalah ekstrak berdiameter minimal 30 cm. Faloak (Sterculia sp. Kerangka konsep Variabel Bebas Variabel Terikat Ekstrak etanol kulit batang faloak (Sterculia sp. ) dengan dosis 150 mg/Kg BB, 300 mg/Kg BB, dan 600 mg/Kg BB Aktivitas antipiretik ekstrak etanol kulit batang faloak (Sterculia sp. Variabel Pengganggu Adanya stres yang timbul pada mencit terhadap lingkungan tempat percobaan, umur, berat badan mencit, dan kualitas simplisia dan ekstrak yang diperoleh. Keterangan: = Variabel yang diteliti = Variabel yang tidak diteliti Gambar 2. Hubungan antar variabel Ni Nyoman Yuliani1. Jefrin Sambara2. Yasinta Setyarini3. UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG 1211 FALOAK (Sterculia sp. ) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculu. YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB Subjek penelitian Mencit Efek antipiretik adalah penurunan (Mus suhu rektum mencit yang dihitung musculu. galur Swiss Webster dari nilai rata-rata yang diukur tiap yang diinduksi vaksin DPT-HB 30 menit sampai pengukuran pada sebagai hewan coba dalam uji efek antipiretik ekstrak etanol kulit batang faloak. menggunakan termometer digital. Defenisi Operasional Alat dan Bahan Kulit batang faloak (Sterculia sp. Alat merupakan kulit batang faloak dari Alat pohon dengan diameter minimal penelitian ini antara lain kandang 30 cm dan diperoleh dari desa Nekamese, . , wadah maserasi, kain Kupang Nusa Tenggara Timur. flanel, beaker glass . rotary Ekstrak etanol kulit batang faloak evaporator, waterbath, gelas ukur (Sterculia sp. ) merupakan ekstrak . , dispo/spuit 1 cc . ne me. , kental yang diperoleh dengan cara sonde oral, termometer digital . , . , erlenmeyer . , dan tabung (Sterculia menggunakan metode maserasi, etanol 96%. Dosis ekstrak yang digunakan reaksi . Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain ekstrak adalah 150 mg/Kg BB, 300 mg/Kg BB, dan 600 mg/Kg BB (Sterculia sp. ) dengan dosis 150 Mencit merupakan mencit putih mg/Kg BB, 300 mg/Kg BB, dan jantan galur Swiss-Webster dengan mg/Kg BB, berat badan berkisar 20-25 gram vaksin DPT HB, aquadest. Na. serta dalam kondisi sehat. CMC 1%, etanol 96%. NaOH. HCl 1212 JURNAL INFO KESEHATAN. VOL. NOMOR 2 DESEMBER 2016 2N, reagen Bouchardat. FeCl3 1%, menempel pada daun dapat H2SO4 P. Kloroform. HCl P. benar-benar hilang, sehingga Prosedur Penelitian Pembuatan batang faloak (Sterculia sp. Pohon faloak (Sterculia sp. penelitian ini adalah pohon yang berdiameter minimal 30 Dengan mengacu pada baku ini, diharapkan zat ekstraktif yang terkandung dalam kulit Perajangan pengeringan dan penggilingan, dibersihkan kemudian dirajang. Pengeringan Kulit batang yang telah dirajang selanjutnya dikeringkan dalam suhu ruangan hingga kering. Kulit batang yang telah kering. Sortasi basah Kulit batang pohon faloak yang dilakukan pemilahan dengan cara memisahkan bahan baku tersebut dari kotoran lain yang melekat atau tercampur. Kulit bagian luar dipisahkan dari kulit bagian dalam untuk dibuang dengan cara dikikis. dibersihkan kemudian di cuci membersihkan kotoran yang masih melengket. Selanjutnya ditiriskan agar air yang masih partikel asing yang ikut selama proses pengeringan. Pembuatan serbuk Simplisia kulit batang yang telah kering diserbukkan dan Pengecilan Pencucian dengan air Sortasi kering telah terbentuk sempurna. Kulit Agar Persiapan bahan baku banyak yang terekstraksi. Ni Nyoman Yuliani1. Jefrin Sambara2. Yasinta Setyarini3. UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG 1213 FALOAK (Sterculia sp. ) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculu. YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB Pembuatan ekstrak kulit batang faloak (Sterculia sp. dicukupkan volumenya hingga 100 Pembuatan ekstrak kulit batang Penentuan dosis parasetamol Pembuatan larutan parasetamol metode maserasi. Sebanyak 500 Timbang 65 mg tablet parasetamol gram serbuk kulit batang faloak ditimbang lalu dimasukkan ke tambahkan Na CMC 1% ditambahkan etanol 96% sebanyak 3000 ml. Diamkan selama 5y24 kedalam labu 10 mL tambahkan jam dengan sesekali pengadukan. Na CMC 1% sampai 10 mL kocok Selanjutnya sari diserkai, ampas hingga homogen. diperas dan residu yang diperoleh Penentuan dosis ekstrak etanol direndam lagi dengan etanol 96% kulit batang faloak sebanyak 2000 mL selama 2y24 Dosis Setelah digunakan dalam penelitian ini adalah 150 mg/kg BB, 300 mg/kg penyaringan untuk memperoleh Filtrat diuapkan dengan rotary evaporator pada suhu A BB, dan 600 mg/kg BB. Identifikasi kandungan kimia Alkaloid 500C dan dipanaskan di atas Ditimbang 500 mg ekstrak waterbath hingga diperoleh ekstrak kental, tambahkan 1 ml HCl 2 N dan 9 ml air, panaskan diatas Pembuatan Na CMC 1% penangas air selama 2 menit. Ditimbang Na CMC 1 gram Pindahkan 3 tetes filtrat pada demi sedikit ke dalam 50 mL air kaca arloji, tambahkan 2 tetes panas . C) sambil diaduk hingga terbentuk larutan koloidal dan terbentuk endapan berwarna Jika coklat sampai hitam, maka ada 1214 JURNAL INFO KESEHATAN. VOL. NOMOR 2 DESEMBER 2016 kemungkinan terdapat alkaloid mL kloroform, dan 3 mL H2SO4 (Anonim, 1. Identifikasi Flavonoid Ekstrak kental sebanyak 0,1 g Uji menjadi merah (Gafur, 2. dilarutkan dalam 10 mL etanol Identifikasi saponin kemudian dibagi ke dalam tiga Ekstrak kental sebanyak 0,1 g tabung reaksi. Tabung pertama dilarutkan dengan air panas sebanyak 15 mL kemudian kontrol, tabung kedua, dan dipanaskan selama 5 menit. Selanjutnya berturut-turut ditambahkan NaOH, dan H2SO4 filtratnya diambil sebanyak 10 Warna pada masing- mL dan dimasukkan kedalam masing tabung dibandingkan dengan tabung kontrol, jika kemudian di kocok-kocok. Uji terjadi perubahan warna maka positif adanya saponin pada positif mengandung flavonoid (Gafur, 2. terbentuknya busa/buih (Gafur. Identifikasi steroid Larutan Uji bebas etanol ditambahkan 2 mL kloroform Pengujian bebas etanol dilakukan kemudian ditambahkan lagi 5 dengan cara ditimbang 100 mg tetes H2SO4 6 M. Uji positif ekstrak kental kulit batang Faloak, adanya steroid pada larutan ditambahkan 1 tetes H2SO4 pekat larutan menjadi coklat (Gafur. Ekstrak dikatakan bebas etanol bila tidak ada bau ester yang khas dari Identifikasi terpenoid Ekstrak ditambahkan 20 mL etanol, 2 Uji antipiretik pada mencit putih Ni Nyoman Yuliani1. Jefrin Sambara2. Yasinta Setyarini3. UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG 1215 FALOAK (Sterculia sp. ) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculu. YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB Mencit putih jantan dipuasakan A18 K3 diberi ekstrak diadaptasikan selama A 7 hari di sebanyak 150 mg/kg BB. K4 tempat penelitian. Kemudian sebanyak 300 mg/kg BB, dan mencit putih jantan sebanyak 20 K5 sebanyak 600 mg/kg BB. ekor dikelompokkan menjadi 5 30 menit setelah perlakuan, kelompok yaitu K1. K2. K3. K4 suhu rektum diukur lagi sampai dan K5 dengan cara acak, dan percobaan pada menit ke-150 masing-masing dengan interval waktu 30 menit. terdiri atas 4 ekor mencit putih Cara Pengolahan dan Analisis Hasil Tiap-tiap mencit sebelum diberi Data yang diperoleh nantinya akan perlakuan diukur suhu rektum sebelum disuntik vaksin dan 30 metode statistika yaitu uji anova dan menit setelah disuntik vaksin uji post hoc. Uji anova adalah uji yang DPT HB untuk mengetahui derajat peningkatan suhu tubuh perbedaan rata-rata dari kelompok setelah penyuntikan vaksin. perlakuan, dan uji post hoc adalah uji Mencit disuntik vaksin DPT HB dengan dosis sesuai konversi perbedaan mean dari masing-masing dosis secara intra muscular di kelompok perlakuan jika terdapat bagian paha. perbedaan yang signifikan pada uji anova dengan nilai =0,05. vaksin, ketika terjadi demam, masing-masing diberi perlakuan dengan cara i. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembuatan Ekstrak oral dalam bentuk larutan. Pembuatan ekstrak etanol kulit Faloak (Sterculia kontrol positif. K2 diberi Na menggunakan kulit batang Faloak CMC yang berasal dari Desa Nekamese, 1216 JURNAL INFO KESEHATAN. VOL. NOMOR 2 DESEMBER 2016 dengan kriteria pohon berdiameter untuk maserasi sebanyak 500 gram minimal 30 cm. Pembuatan simplisia dan diperoleh ekstrak sebanyak 15,36 dari kulit batang yang segar sebanyak gram sehingga rendemen ekstrak yang 5 Kg diperoleh kulit batang kering diperoleh adalah 3,072%. Penelitian sebanyak 2,4 Kg sehingga diperoleh rendemen simplisia 48%. Simplisia Siswadi . mendapatkan hasil rendemen ekstrak etanol kulit batang dihaluskan dan menghasilkan serbuk faloak (Sterculia quadrifid. sebesar sebanyak 1,5 Kg. 4,75% dengan menggunakan metode Pembuatan ekstrak etanol kulit penyarian yang sama yaitu maserasi batang Faloak menggunakan metode dan pelarut etanol 96%. maserasi dengan pelarut etanol 96%. Setelah Metode ini dipilih karena memiliki keunggulan, yakni pengerjaan dan kandungan kimia. Hasil identifikasi peralatan yang digunakan sederhana, kandungan kimia dari ekstrak etanol serta relatif mudah dan murah. Serbuk kulit batang Faloak dapat dilihat pada kulit batang Faloak yang digunakan tabel berikut: Tabel 1. Hasil identifikasi kimia ekstrak etanol kulit batang Faloak Identifikasi Alkaloid Hasil Larutan coklat . idak terbentuk endapan coklat sampai hita. Ekstrak etanol NaOH coklat keruh Ekstrak etanol H2SO4 coklat kehitaman Flavonoid Steroid Larutan coklat Terpenoid Larutan merah Saponin Larutan berbusa/berbuih Pustaka Terbentuk endapan coklat sampai hitam (Anonim, 1. Terjadi perubahan warna jika dibandingkan dengan tabung kontrol (Gafur. Perubahan warna larutan menjadi coklat (Gafur, 2. Perubahan warna larutan menjadi menrah (Gafur, 2. Terbentuk busa/ buih (Gafur, 2. Keterangan Negatif Positif Positif Positif Positif Sumber: Data Primer Penelitian, 2016 Dari tabel 1 diatas diketahui dalam ekstrak etanol kulit batang bahwa senyawa yang terkandung faloak adalah flavonoid, steroid. Ni Nyoman Yuliani1. Jefrin Sambara2. Yasinta Setyarini3. UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG 1217 FALOAK (Sterculia sp. ) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculu. YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB terpenoid dan saponin, sedangkan Farmakologi alkaloid menunjukkan hasil negatif. Poltekkes Kupang. Mencit putih Selain itu juga dilakukan uji Jurusan Farmasi jantan yang digunakan adalah mencit dengan bobot 20-25 g yang telah apakah ekstrak yang dihasilkan masih mengandung mengandung etanol atau tempat dilakukan penelitian selama 7 Ekstrak ditambahkan asam asetat dan asam sulfat pekat lalu menghindari efek stres yang timbul dipanaskan apabila tercium bau ester berarti ekstrak masih mengandung diberikan makanan dan minuman ad Dari hasil pengujian tidak Sebelum digunakan untuk tercium adanya bau ester sehingga penelitian mencit telah dipuasakan dapat disimpulkan bahwa ekstrak selama 18 jam dengan tetap diberikan tersebut sudah tidak mengandung Pada penelitian ini dilakukan Uji Antipiretik uji pendahuluan dengan tujuan untuk Penelitian tentang Uji Efek Antipiretik Ekstrak Kulit HB bekerja dalam tubuh hewan uji Batang Faloak ini menggunakan 20 dan kapan waktu terjadinya puncak Hasil uji pendahuluan dapat Etanol mengetahui berapa lama vaksin DPT- (Mus musculu. galur Swiss webster yang dilihat pada tabel berikut : Tabel 2. Suhu rektum mencit pada uji pendahuluan . C) Mencit Ke- 37,10 36,30 37,30 36,10 36,70 37,20 Sumber: Data Primer Penelitian, 2016 Dari hasil uji pendahuluan Menit ke90 38,30 38,20 34,10 37,00 35,50 36,20 36,60 36,60 diketahui bahwa puncak demam diberikan pada menit ke-30 setelah di terjadi pada menit ke-90 setelah di induksi vaksin. Semua perlakuan 1218 JURNAL INFO KESEHATAN. VOL. NOMOR 2 DESEMBER 2016 diberikan beberapa saat sebelum puncak demam terjadi dengan tujuan vaksin DPT-HB secara intramuskular untuk mengetahui efek dari tiap dibagian paha. Tiga puluh menit setelah diinduksi vaksin, suhu rektum demam disebabkan karena daya kerja kembali diukur untuk mengetahui ada vaksin yang sudah mulai menurun. tidaknya perubahan suhu setelah Sebelum diberi vaksin. DPT-HB, dilakukan pengukuran suhu Dari data hasil pengukuran kemudian dihitung rata-rata kenaikan mencit terhadap suhu normalnya. suhu rektum mencit, dapat dilihat Setelah dilakukan pengukuran suhu pada tabel 3 berikut: Tabel 3. Rata-rata kenaikan suhu rektum mencit . C) No. Kelompok Perlakuan Parasetamol Na. CMC Ekstrak 150 mg/Kg BB Ekstrak 300 mg/Kg BB Ekstrak 600 mg/Kg BB Jumlah rata-rata Sumber: Data primer penelitian, 2016 Sebelum 35,90 36,10 35,90 36,00 35,60 30 menit setelah diinduksi vaksin Rata-rata kenaikan suhu rektum mencit 1,00 1,00 0,80 0,90 1,20 0,98 36,90 37,10 36,70 36,90 36,80 Menurut Kalay et al . peningkatan suhu sebesar atau lebih dengan rata-rata peningkatan suhu dari 0,60C dapat dikategorikan telah mengalami demam. Berdasarkan data pada tabel 3 dapat dilihat bahwa mengalami demam yang cukup tinggi. 0,980C 0,60C, semua hewan uji yang mengalami Data pengukuran suhu rektum mencit dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. Rata-rata suhu rektum mencit per 30 menit . C) Menit Paracetamol Na. CMC Ekstrak 150 mg/Kg BB Ekstrak 300 mg/Kg BB Ekstrak 600 mg/Kg BB 35,90 36,10 35,90 36,03 35,60 36,93 37,13 36,70 36,93 36,83 36,90 37,10 36,76 36,30 36,96 Ni Nyoman Yuliani1. Jefrin Sambara2. Yasinta Setyarini3. UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG 1219 FALOAK (Sterculia sp. ) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculu. YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB 36,06 37,00 36,70 36,23 35,30 36,43 36,63 36,00 36,23 35,33 36,70 37,03 35,96 35,76 35,43 35,76 37,13 Sumber : Data primer penelitian, 2016 35,96 36,36 35,60 Tabel 4 di atas kemudian dibuat grafik untuk menggambarkan rata-rata suhu rektum masing-masing kelompok pada rentang waktu pengamatan. SUHU (AC) Paracetamol Na. CMC Ekstrak 150 mg Ekstrak 300 mg Ekstrak 600 mg MENIT KE- Gambar 3. Grafik rata-rata suhu rektum Untuk lebih memperjelas ada suhu setelah pemberian perlakuan tidaknya penurunan suhu, dilakukan pada titik tertentu. Penurunan suhu perhitungan it yang dihitung dari suhu 30 menit setelah diinduksi diperoleh adalah sebagai berikut: rata-rata vaksin DPT-HB dikurangi dengan Tabel 5. Rata-rata penurunan suhu rektum mencit . C) No. Kelompok Menit ke90-120 120-150 Parasetamol 0,03 0,90 0,50 0,23 1,17 Na CMC 0,03 0,13 0,50 0,10 0,00 1220 JURNAL INFO KESEHATAN. VOL. NOMOR 2 DESEMBER 2016 Ekstrak 150 mg/Kg BB -0,06 0,00 0,70 0,74 0,74 Ekstrak 300 mg/Kg BB 0,63 0,70 0,70 1,17 0,57 Ekstrak 600 mg/Kg BB -0,13 1,53 1,50 1,40 1,23 Penurunan suhu (AC) Sumber : Data primer penelitian, 2016 1 PCT 2 Na CMC 3 Ekstrak 150 mg 4 Ekstrak 300 mg 5 Ekstrak 600 mg Menit Ke- Gambar 4. Grafik rata-rata penurunan suhu rektum mencit . C) Dari perlakuan terjadi penurunan suhu histogram seperti pada gambar 4. mencit, berarti demam mulai turun. Histogram ini menunjukkan besarnya dengan kata lain efek antipiretiknya rata-rata penurunan suhu dari masing- masing kelompok perlakuan tiap waktu pengukuran. Data Penurunan pemberian perlakuan pada masingdiperoleh masing mencit tidak sama meskipun dalam satu kelompok perlakuan. penurunan suhu pada tiap kelompok Menurut Putra et al . penurunan yang bervariasi ini disebabkan oleh kenaikan suhu menunjukkan derajat banyak faktor yang mempengaruhi demam yang dialami masing-masing seperti hormon, lingkungan, kondisi Semakin tinggi kenaikan suhu lambung, dan dapat pula disebabkan berarti semakin tinggi derajat demam oleh faktor psikologis seperti stres yang dialami oleh mencit, demikian berulang pada rektum mencit. Tinggi Jika Ni Nyoman Yuliani1. Jefrin Sambara2. Yasinta Setyarini3. UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG 1221 FALOAK (Sterculia sp. ) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculu. YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB Pada tabel 5 dapat dilihat data berdistribusi normal. Kemudian dilanjutkan dengan uji one way anova, kelompok ekstrak 150 mg/Kg BB, dari hasil uji one way anova dapat 600 mg/Kg BB dan parasetamol tidak diketahui bahwa dari langsung terjadi pada menit ke-30 perlakuan memiliki nilai p<0,05, hal setelah diberi perlakuan, hal ini ini menunjukkan bahwa dalam tiap disebabkan karena efek pirogen dari kelompok perlakuan terdapat minimal vaksin DPT HB masih bekerja lebih satu kelompok mempunyai penurunan suhu rektum yang berbeda secara Dari tabel 5 juga dapat dilihat Sedangkan jika dilihat bahwa terjadi peningkatan suhu pada antara kelompok waktu diperoleh beberapa titik waktu setelah diberi nilai p>0,05, hal ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan secara parasetamol, ekstrak 300 mg/Kg BB bermakna penurunan suhu dan ekstrak 600 mg/Kg BB, hal ini terjadi tiap rentang waktu tertentu. disebabkan karena efek stres yang Setelah dilakukan uji one way dialami mencit akibat pengukuran anova, dilanjutkan dengan uji post berulang pada rektum mencit. Analisis Data Uji Analisis data hasil penelitian perbedaan bermakna tiap kelompok. menggunakan uji one way anova Uji post hoc yang digunakan adalah untuk mengetahui perbedaan mean uji LSD (Least Significant Differen. suhu dari tiap perlakuan dan suhu tiap Oleh karena kelompok perlakuan rentang waktu setelah mengalami bermakna maka kelompok inilah yang perhitungan disajikan pada lampiran akan dilanjutkan dengan uji post hoc LSD. Data hasil perhitungan uji post Data Dari hasil perhitungan uji normalitas diketahui nilai p> 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hoc LSD dapat dilihat pada lampiran 1222 JURNAL INFO KESEHATAN. VOL. NOMOR 2 DESEMBER 2016 Perhitungan statistik uji post =0,05 mulainya waktu penurunan suhu pada menunjukkan bahwa perbandingan gambar 4 kelompok parasetamol dan LSD signifikan, tetapi jika dilihat dari mg/Kg parasetamol dengan Na CMC dan mengalami penurunan suhu dari menit ekstrak 600 mg/Kg BB. Na CMC ke-30 setelah induksi, sedangkan dengan ketiga kelompok ekstrak, ekstrak 150 mg/Kg BB dengan menunjukkan efek antipiretik pada ekstrak 600 mg/Kg BB, adalah menit ke-90. Meskipun pada menit signifikan dengan nilai p<0,05 dan H0 Hal ini berarti ada perbedaan mengalami penurunan sebesar 0,63 bermakna efek antipiretik antara lebih besar dari penurunan suhu Sedangkan mg/Kg mg/Kg penurunan sebesar 0,03 akan tetapi pada menit ke-150 ekstrak 300 mg/Kg mg/Kg BB dan 300 mg/Kg BB. BB kembali mengalami kenaikan ekstrak 150 mg/Kg BB dan ekstrak 300 mg/Kg BB, ekstrak 300 mg/Kg mengalami penurunan sebesar 1,17. BB dan ekstrak 600 mg/Kg BB Hal ini menunjukkan bahwa pada menunjukkan hasil non signifikan menit ke-150 konsentrasi parasetamol dengan nilai p>0,05 dan H0 diterima. dalam plasma berada pada titik Hal ini mengandung arti bahwa tiap kelompok tersebut tidak terdapat Dari data uji post hoc LSD juga diketahui bahwa kelompok Na CMC memiliki efek yang berbeda bermakna Meskipun dengan keempat kelompok lainnya statistik menunjukkan bahwa antara karena Na CMC tidak memiliki kandungan senyawa yang berkhasiat ekstrak 150 mg/Kg BB dengan ekstrak 300 mg/Kg BB tidak memiliki sebagai antipiretik. Kelompok ekstrak 600 mg/Kg BB memiliki perbedaan bermakna Ni Nyoman Yuliani1. Jefrin Sambara2. Yasinta Setyarini3. UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG 1223 FALOAK (Sterculia sp. ) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculu. YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB dengan kelompok ekstrak 150 mg/Kg BB dan kelompok parasetamol, jika dilihat pada gambar 4, rata-rata Peneliti selanjutnya sebaiknya penurunan suhu ekstrak 600 mg/Kg menggunakan hewan uji yang BB lebih besar daripada kelompok parasetamol dan kelompok lainnya. pengolahan secara statistik Hal ini kemungkinan disebabkan dapat diperoleh data yang karena ekstrak pada dosis 600 mg/Kg lebih baik. Peneliti selanjutnya BB berada dalam konsentrasi yang lebih tinggi sehingga efek antipiretik metode yang berbeda serta yang ditimbulkan lebih besar dari dosis parasetamol yang lebih kelompok lainnya. efek antipiretik dari IV. SIMPULAN DAN SARAN batang Faloak. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit batang Perlu restrainer untuk kemudahan saat pengukuran suhu rektum faloak dengan dosis 150 mg/Kg BB, 300 mg/Kg BB, dan 600 mg/Kg DAFTAR PUSTAKA antipiretik dengan efek antipiretik terbaik didapat pada dosis 600 mg/Kg BB. Edisi IV. Departemen Kesehatan Saran Anonim. Farmakope Indonesia. Republik Indonesia. Jakarta. Pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan pemisahan --------. Materia Medika Indonesia. senyawa melalui fraksinasi Jilid VI. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta metabolit yang lebih berperan 1224 JURNAL INFO KESEHATAN. VOL. NOMOR 2 DESEMBER 2016 -------. Vaksin. Pedoman Pengelolaan Fakultas MIPA Universitas Negeri Departemen Gorontalo. Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. Hargono, -------. Farmakope Indonesia. Edisi Farouq. Sutarno, ,Pramono, ,Rahayu. Kementerian Kesehatan Republik ,Tanuatmadja. Indonesia. Jakarta. Sumarsono. Sediaan Galenik. Direktorat Ansel. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Jakarta. Universitas Indonesia Press. Jakarta. Kalay. ,Bodhi. , dan Yamlean. Uji Efek Antipiretik Ekstrak Biro Pusat Statistik Propinsi Nusa Etanol Daun Prasman (Eupatorium Nusa triplinerve Vah. Pada Tikus Jantan Tenggara Timur Dalam Angka Galur Wistar (Rattus norvegicus L) BPS NTT. Percetakan CV Yang Diinduksi Vaksin DPT HB. Natalia. Kupang. Program Studi Farmasi Universitas Tenggara Timur. Sam Ratulangi. Manado. Davey. Patrick. Medicine At a Glance. Penerbit Erlangga. Jakarta. Katzung. Farmakologi Dasar dan Klinik II. Edisi 8. Salemba Ermawati. Efek Antipiretik Medika. Jakarta. Ekstrak Daun Pare (Momordica charantia L) Pada Tikus Putih Lacy. Amstrong. Goldman. Jantan. Skripsi. Fakultas Kedokteran . Lance. ,2009-2010. Drug Universitas Information Handbook. Edisi XVi. Sebelas Maret. Surakarta. American Pharmacist Association. USA Gafur, ,Ishak, ,Bialangi,N. Isolasi dan Identifikasi Senyawa Moot. Bodhi. , dan Mongi. Flavonoid Dari Daun Jamblang. ,2013. Uji Efek Antipiretik Infusa Ni Nyoman Yuliani1. Jefrin Sambara2. Yasinta Setyarini3. UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG 1225 FALOAK (Sterculia sp. ) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculu. YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT-HB Daun Sesewanua (Clerodendron Anticendawan Zat Ekstraktif Faloak Vah. Terhadap Kelinci Jantan (Sterculia Yang Diinduksi Vaksin DPT HB. (Antifungal Activity Program Studi Farmasi Universitas (Sterculia Sam Ratulangi. Manado. Extractive. Fakultas Kedokteran Wallic. Faloak Wallic. Hewan Institut Pertanian Bogor. Novadyanti. Antiinflamasi Uji Aktivitas Antipiretik Rumengan. ,Mantiri. ,Kepel. Ekstrak Etanol Daun Petai (Parkia Billy. , dan Kepel C. Rene. ,2014. speciosa Hass. Pada Tikus Putih Kajian Antipiretik dan Antioksidan Jantan Dari Galur Wistar. Skripsi. Ekstrak Fakultas Kedokteran Universitas Boergesenia Tanjung Pura. Pontianak. Perikanan Universitas Putra. ,Rahmah. , dan Kusmiati. Alga Hijau Fakultas Ilmu Sam Kelautan Ratulangi. Manado. ,2015. Perbandingan Efektifitas Antipiretik Antara Ekstrak Etanol Setyowati. Konservasi Indonesia Kunyit Putih (Curcuma zedoaria Sebuah Potret Pengelolaan dan Ros. dengan Parasetamol pada Kebijakan. Tikus Departemen Kehutanan Indonesia. Model Kedokteran Demam. Fakultas Universitas Islam Bandung. PHKA Siswadi. Rendemen Ekstrak dan Flavonoid Ranta. Fabianus. Sifat Antimikroba Zat Ditjen Ekstraktif Pohon Total Kulit Batang Faloak (Sterculia quadrifida R. Faloak Pada Beberapa Kelas Diameter dan (Sterculia comosa Wallic. Tesis. Strata Ketinggian Tempat Tumbuh. Institut Pertanian Bogor. Fakultas Yogyakarta. Ranta. Nawawi. Pribadi. , dan Wasrin. Aktivitas Kehutanan UGM. 1226 JURNAL INFO KESEHATAN. VOL. NOMOR 2 DESEMBER 2016 Sodikin. Prinsip Perawatan Demam Pada Anak. Pustaka