Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 PENGARUH PROFITABILITY. LEVERAGE. DAN INSTITUTIONAL OWNERSHIPS TERHADAP FIRM VALUE PADA SEKTOR INFRASTRUCTURE PERIODE 2021-2023 Marshella Program Studi Profesi Akuntansi Universitas Tarumanagara 126231003@stu. Henryanto Wijaya Program Studi Profesi Akuntansi Universitas Tarumanagara henryantow@fe. ABSTRACT This purpose of this research is to gather empirical data on how profitability, leverage, and institutional ownership affect firm value in infrastructure companies that are listed between 2021 to 2023 on the Indonesia Stock Exchange. Purposive sampling wa used to choose and the sample of secondary data was gathered from 68 differend company. SPSS Statistics Version 29 and Microsoft Excel 202 were used for data analysis. Based on the t-test results, the impact of profitability and institutional ownership on firm value are found to be both positive and non-significant, whereas the impact of leverage on firm value is negatively and Keywords: Profitability. Leverage. Institutional Ownership. Firm Value ABSTRAK Tujuan penelitian ini ialah untuk mengumpulkan data empiris tentang pengaruh profitability, leverage, dan institutional ownership terhadap firm value pada perusahaan infrastruktur yang terdaftar antara tahun 2021 hingga 2023 di Bursa Efek Indonesia. Pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan sampel data sekunder dikumpulkan terdiri dari 68 perusahaan. Analisis data tersebut menggunakan SPSS Statistics Version 29 dan Microsoft Excel 2021. Berdasarkan hasil uji-t, pengaruh profitability dan institutional ownership berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap firm value, sedangkan leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap firm value. Kata kunci: Profitabilitas. Leverage. Kepemilikan Institutional. Nilai Perusahaan Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 PENDAHULUAN Suatu bisnis memiliki tujuan umum yaitu memaksimalkan keuntungan dalam meningkatkan nilai perusahaannya. Suatu organisasi perusahaan sebaiknya menilai kemampuannya dalam menciptakan laba, berserta dengan potensi prospek, pertumbuhan potensial, dan kemajuan yang telah dicapai. Arus kas bersih dari ketentuan investasi, perkembangan perusahaan, dan utang dalam membiayai modal bisnis merupakan salah satu cara yang dapat diperbaiki dan dimainkan. Standar dan tujuan telah diimplementasikan mengharuskan perusahaan mengevaluasi kinerjanya. Contohnya industri yang terdokumentasi di Bursa Efek Indonesia adalah industri pada bidang infrastructure. Perusahaan infrastructure berfokus pada pembangunan infrastruktur, tekonologi, informasi dan sarana utilitas lainnya dalam penyaluran energi maupun jasa kepada konsumen/ masyarakat luas Nilai suatu perusahaan dapat mencerminkan kinerja perusahaan dan menunjukkan prospek masa depan perusahaan tersebut. Umumnya investor menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan tinggi rendahnya nilai perusahaan tersebut sebelum menanamkan modalnya pada perusahaan. Menurut Kurniawan et al. nilai perusahaan merupakan salah satu indikator bagaimana sebuah pasar modal menilai sebuah perusahaan. Nilai perusahaan dapat memberikan gambaran yaitu pada penawaran dan permintaan yang tercermin pada harga saham pasar dan nilai jual sebuah perusahaan dari bisnis perusahaan yang beroperasi itu sendiri mencerminkan keadaan perusahaan tersebut (Steviana & Wijaya, 2. Upaya manajemen dapat dilakukan pada berbagai bidang yaitu arus kas bersih dari keputusan investasi, pertumbuhan, dan utang dalam membiayai modal bisnis. Suatu perusahaan akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan kinerjanya. Nilai perusahaan memiliki makna simbol yang aktratif pada persepsi berbagai pihak dari informasi tersebut. Semakin tinggi pertumbuhan profit perusahaan, semakin baik prospek masa depan perusahaan tersebut dan semakin tinggi nilai perusahaan tersebut maka investor akan sukarela menanamkan modalnya. Nilai perusahaan mengalami risiko penurunanan yang apabila nilai leverage-nya lebih tinggi Reviani & Wijaya . Faktor lainnya yang dapat meningkatkan nilai perusahaan adalah dengan kepemilikan institusional yang dimiliki oleh perusahaan atau badan lainnya dikarenakan mempunyai satu tujuan yang sama. Biasanya institusional tersebut akan menjaga dan mengawasi agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan pada perusahaan yang diinvestasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah profitabilitas, leverage dan kepemilikan institusional dapat mempengaruhi nilai perusahaan serta untuk meneliti penelitian yang dahulunya memiliki keterkaitan hubungan dengan variabel-variabel tersebut dari penelitian sebelumnya Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 Pada sebuah penelitian terkait pengaruh profitability, leverage dan institutional ownership terhadap firm value, adanya penemuan atas perbedaan populasi yang digunakan yaitu perusahaan infrastruktur yang terdaftar di BEI dan penelitian yang ada sebelumnya. Hal ini melahirkan adanya perbedaan kesenjangan antara hasil penelitian yang telah dilakukan Celah ini dapat dimanfaatkan oleh peneliti berikutnya dan urgensi untuk menjawab atas kesenjangan penelitian sebelumnya dan populasi yang berbeda atas variabel yang sama dalam penelitian tersebut. TELAAH LITERATUR Menurut teori sinyal, sinyal merupakan isyarat berupa menawarkan peran potensial untuk investor dengan mekanisme kredibel yaitu pembagian informasi ataupun pengumuman dalam mengambil keputusan. Investor dapat menafsirkan dan mengevaluasi pengumuman tersebut baik informasi positif dan negatif. Menurut teori Modigliani-Miller menyatakan bahwa struktur modal tidak relevan berdasarkan asumsi pembatasan tertentu pada nilai perusahaan yaitu berupa asimetri informasi antara manajemen dan pemegang saham (Eugene Brigham & Joel F. Houston, 2. Informasi yang dimiliki outsider akan berbeda dengan insider, sehingga menimbulkan kesenjangan informasi atas yang diperlukan. Menurut Djeni Indrajati & Dermawan . teori sinyal, investor haruslah mendapatkan informasi tentang laporan keuangan meelalui manajemen. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh emiten kepada pihak eksternal merupakan sinyal. Dua kemungkinan tanggapan terhadap sinyal tersebut akan diberikan oleh pihak eksternal yang bertindak sebagai investor: sinyal tersebut ditafsirkan sebagai berita baik atau berita buruk. Bisnis akan meningkatkan nilai perusahaan dengan mengirimkan sinyal-sinyal kepada pihak eksternal. Teori ini menjelaskan bahwa sebuah perusahaan harus memberikan kepada outsider berupa laporan keuangan untuk menjaga hubungan baik maupun menjaga dengan pihak eksternal sendiri (Wijaya et al. , 2. Hubungan antara profitability terhadap firm value Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dari operasinya disebut sebagai Menurut Kasmir . , rasio profitabilitas menunjukkan kapasitas manajemen mengelola perusahaan, yang terungkap dalam bentuk pendapatan atau laba dari penjualan. Perusahaan dengan laba yang tinggi akan diterima dengan baik pleh masyarakat dan meningkatkan nilai perusahaan serta return bagi investor. Firm value yang lebih tinggi cenderung memiliki bisnis perusahaan yang menguntungkan. Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 Menurut teori sinyal, tingkat laba yang tinggi menggambarkan perusahaan berjalan dengan baik serta mampu memperoleh laba yang besar, memberikan sinyal positif kepada para investornya. Hal ini memungkinkan perusahaan mampu menarik investor untuk berinvestasi dengan mengirimkan sinyal positif berupa keuntungan tersebut. Akibatnya, nilai perusahaan dapat meningkat dan harga saham dapat naik. Ini menunjukkan gagasan bahwa bisnis yang menguntungkan cenderung menarik investor. Profitability memiliki pengaruh hasil positif dan signifikan terhadap firm value, menurut penelitian yang dilakukan oleh Felix Juan & Wijaya Henryanto . Susesti & Wahyuningtyas . sedangkan penelitian Reviani & Wijaya . menunjukkan profitability memiliki hasil positif dan tidak signifikan. Namun, hasil penelitian yang Tania & Wijaya . menunjukkan bahwa profitability memiliki dampak negatif dan tidak signifikan pada firm value. Teori-teori penelitian ini dapat disusun sebagai berikut: Ha1: Profitability berpengaruh positif dan signifikan terhadap firm value. Hubungan antara leverage terhadap firm value Leverage menunjukan rasio antara modal dan utang yang dimiliki perusahaan, akibatnya dapat memberi tahu pendanaan yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan operasionalnya Ketika suatu bisnis dapat menginvestasikan uang pinjaman dan menggunakannya untuk proyek yang menguntungkan atau memiliki peluang pertumbuhan yang baik bagi bisnis, leverage dapat meningkatkan firm value. Van Horne et al. Authat capital structure is a mix or the proportion of companyAos permanent long-term financing company as indicated by debt, preferred stock equity, and common stockAy. Reviani & Wijaya . mengungkapkan penggunaan utang yang besar tidak baik karena akan membuat khawatir atas penurunan laba akibat dari biaya bunga yang diberikan oleh kreditur tersebut. Berdasarkan ungkapan tersebut, perusahaan dengan leverage yang tinggi akan menimbulkan persepsi keuangan perusahaan tidak berjalan dengan baik dan biaya atas utang akan membuat perusahaan terlikuidasi. Leverage berpengaruh positif dan signifikan terhadap firm value berdasarkan penelitian Setyabudi . dan Hasanudin et al. sedangkan penelitian Reviani & Wijaya . leverage berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap firm value. Namun, hasil penelitian yang dilakukan oleh Susesti & Wahyuningtyas . menunjukkan leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap firm value sedangkan Tania & Wijaya . Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 menunjukan bahwa leverage memiliki dampak negatif dan tidak signifikan terhadap firm Berikut ini adalah rumusan hipotesis penelitian atas leverage: Ha2: Leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap firm value. Hubungan antara institutional ownership terhadap firm value Pengukuran institutional ownership dengan membagi saham yang dimiliki oleh pemegang saham institusional yaitu saham yang dimiliki oleh badan, perusahaan lainnya dengan jumlah saham yang beredar. Menurut Pound . mengajukan hipotesis terkait hubungan antara kepemilikan institusional dan nilai perusahaan yaitu pengawasan dan kontrol yang efisien, konflik kepentingan, dan keselarasan strategis. Kepemilikan institusional yang tinggi memiliki kendali atas manajemen perusahaan dan akan dimonitor dengan baik dikarenakan mempunyai kesatuan yang sama sehingga nilai biaya kepentingan pihak akan mengecil (Micheal & Wijaya, 2. Teori sinyal ini menjelaskan bahwa informasi yang ada akan memberikan sinyal yang dapat menarik untuk memberikan reaksi Kepemilikan institusional mendorong manajemen perusahaan untuk lebih transparan sehingga pengelolaan perusahaan dapat optimal dan menghasilkan laba yang signifikan menurut Rahman et al. Hal ini sebagai pertanda bahwa perusahaan dengan saham kepemilikan institusional yang tinggi memiliki sinyal yang positif kepada investor lain dimana diawasi dan dimonitor serta transparan yaitu mengurangi konflik agensi yang menjadi sinyal baik bagi investor untuk perusahaan dimiliki sahamnya (Micheal & Wijaya, 2. Penelitian yang dilakukan Setyabudi . Setiyono & Devie . Rahman et al. Cristofel & Kurniawati . menunjukan bahwa institutional ownership memiliki hasil positif signifikan terhadap firm value. Sedangkan pada penelitian Firdausi et al. dan Micheal & Wijaya . memiliki hasil bahwa institutional ownership berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap firm value. Namun, hasil penelitian yang dilakukan oleh Yudistira I Gede Yoga et al. dan Suparlan . menunjukan bahwa institutional ownership tidak memiliki dampak signifikan terhadap firm value. Institutional ownership berpengaruh negatif dan signifikan terhadap firm value menurut penelitian Suriawinata & Nurmalita . Berikut ini adalah rumusan hipotesis penelitian atas institutional Ha3: Institutional Ownership berpengaruh terhadap firm value positif dan signifikan. Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 Gambar 1 Kerangka Pemikiran Sumber: Data diolah peneliti METODOLOGI PENELITIAN Perusahaan sektor infrastruture yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2021 hingga 2023 merupakan populasi yang diambil dalam penelitian ini. Purposive sampling merupakan metode pengambilan sampel. Jumlah seluruh sampel yang valid adalah 28 perusahaan. Kriteria berikut yang diterapkan pada penelitian ini dalam pengambilan sampel adalah: . Perusahaan sektor infrastructure yang masih go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2021-2023. Perusahaan sektor infrastructure yang tidak melakukan Delisting. Enlisting dan Initial Public Offering (IPO) terdaftar di Bursa Efek Indonesia, selama periode 2021-2023. Perusahaan sektor infrastructure yang belum menerbitkan laporan keuangan yang berakhir 31 Desember selama tahun 2021-2023. Perusahaan sektor infrastructure yang pelaporannya tidak menggunakan kurs Rupiah (IDR) dalam laporan keuangan selama tahun 2021-2023. Perusahaan sektor infrastructure yang mengalami kerugian dalam penyusunan laporan laba rugi dan laporan keuangan selama tahun Fokus utama dan variabel dependen penelitian ini ialah Firm Value. Price to book value (PBV), yakni peramater jeda harga saham per lembar perusahaan dengan nilai buku per lembar sahamnya, merupakan standar pengukuran firm value tersebut. Dalam penelitian ini, perbandingkan laba bersih setelah pajak dengan total modal dalam menentukan Return on Assets (ROA). ROA berfungsi sebagai ukuran seberapa menguntungkan organisasi memanfaatkan ataupun mengelelola asetnya. Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 Pengukuran leverage diukur dengan membandingkan jumlah utang perusahaan dengan ekuitasnya melalui penggunaan Debt to Equity Ratio. Rasio ini digunakan untuk menentukan proporsi perbandingan antara total utang dan ekuitas. Pengukuran nilai institutional ownership dalam penelitian ini ditetapkan sebagai besarnya pemegang saham dari pihak badan lainnya, semakin besar total kepemilikan institutional perusahaan lain maka semakin besar Institutional Ownership tersebut. Rasio ini digunakan untuk penentuan proporsi kepemilikan institusional perusahaan seberapa banyak dibandingkan dengan keseluruhan saham yang beredar. Tabel yang merangkum ringkasan operasional variabel di bawah ini: Tabel 1. Variabel operasional dan pengukuran Variabel Pengukuran Firm Value (Y) ycEyaAycO = Profitability (X. ROA = Leverage (X. Institutional Ownership (X. ycAycaycycoyceyc ycEycycnycayce ycyyceyc ycIEaycaycyce yaAycuycuyco ycOycaycoycyce ycyyceyc ycEaycaycyce ycAyceyc yaycuycaycuycoyce yayceycyceyc ycNycaycu ycNycuycycayco yaycycyceycyc ycNycuycycayco yayceycayc DER = ycNycuycycayco yaycycycnycyc KI = yaycuycycycnycycycycnycuycuycayco ycIEaycaycyceyc ycCycycycycycaycuyccycnycuyci ycIEaycaycyceyc Skala Rasio Rasio Rasio Rasio Sumber: Data diolah oleh peneliti HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Statistik Deskriptif Tabel 2 menunjukkan keseluruhan data yang digunakan sebanyak 62 sampel. Jumlah sampel berasal dari 24 perusahaan. Firm value (Y) ditaksir menerapkan price to book value (PBV) pada penelitian ini. Hasil pengujian di atas menunjukkan bahwa nilai rata-rata . nilai perusahaan (Y) adalah 1,0632. Nilai tertinggi atas firm value (Y) ialah 1,62 yang diperoleh pada tahun 2021 dari Perusahaan Telkom Indonesia (Perser. Tbk (TLKM). Nilai minimum atas firm value (Y) adalah sebesar 0,50 didapati pada tahun 2023 oleh PP Presisi Tbk. (PPRE). Nilai firm value (Y) memiliki standar deviasi sebesar 0,26397. Nilai standar deviasi lebih kecil dibandingkan nilai mean . ata-rat. mengisyaratkan data variabel terikat kurang bervariasi dan bersifat homogen. Berdasarkan tabel 2, variabel profitability (X. yaitu yang ditaksirkan memakai rumus return on assets (ROA). Hitungan pengujian tersebut Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 profitability (X. memiliki nilai rerata 0,2054. Nilai maksimum profitability (X. ialah 0,47 yang diperoleh pada tahun 2022 oleh perusahaan Cardig Aero Services Tbk. (CASS). Nilai terendah dari profitability (X. yakni sebesar 0,02 yang diperoleh tahun 2023 oleh perusahaan LCK Global Kedaton Tbk (LCKM). Profitability (X. memiliki nilai standar deviasi sebesar 0,09930. Variabel independen kedua (X. yakni leverage yang dihitung dan diaplikasikan debt to equity ratio (DER). Berlandaskan hasil pemeriksaan tabel, leverage (X. memegang nilai rerata 0,9840. Nilai maksimum dari leverage (X. ialah 1,88 yang diperoleh tahun 2022 oleh perusahaan Adhi Karya (Perser. Tbk (ADHI). Nilai terbawah leverage (X. sebesar 0,20 yang diperoleh tahun 2023 oleh LCK Global Kedaton Tbk (LCKM). Leverage (X. memiliki nilai standar deviasi yakni 0,42393. Variabel independen ketiga (X. yaitu institutional ownership yang dinilai menaplikasikan proporsi kepemilikan institusional perusahaan seberapa banyak dibandingkan dengan keseluruhan saham yang Atas hasil pengujian, institutional ownership (X. memiliki nilai rata-rata . 0,8414. Nilai maksimum dari institutional ownership (X. ialah sebesar 0,97 yang diperoleh dari perusahaan Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) pada tahun 2022. Nilai minimum institutional ownership (X. adalah sebesar 27,37 diperoleh oleh Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) pada tahun 2022. Institutional ownership (X. nilai standar deviasi sebesar 0,08236. Angka standard deviation yang lebih kecil dengan nilai rerata menandakan data yang dipakai semua variabel bebas bersifat homogen atau kurang bervariasi . Tabel 2. Hasil Uji Statistik Deskriptif Sumber: Data dianalis peneliti dengan program SPSS Statistics Version 29 Uji Multikolinearitas Dengan nilai tolerance sebesar 0,937 dan nilai VIF sebesar 1,067 variabel profitability (X. Variabel kedua leverage (X. didapati nilai tolerance sebesar 0,831 dan nilai VIF sebesar 1,203. Variabel ketiga institutional ownership (X. mempunyai nilai nominal tolerance sebesar 0,883 dan nilai VIF sebesar 1,133. Variabel memgang nilai Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 tolerance lebih dari 0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10 menunjukkan bahwa gejala multikolinearitas tidak ditemukan pada setiap variabel bebas . yang digunakan. Akibatnya, setiap variabel dapat dipakai untuk uji regresi linier berganda. Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Sumber: Data dianalis peneliti dengan program SPSS Statistics Version 29 Uji Autokorelasi Tiga variabel independen . dengan total sampel yang digunakan sebanyak 62 data . = . membentuk keseluruhan sampel yang digunakan dalam penelitian ini. Nilai batas atas d(U) diketahui sebesar 1,6918. Maka nilai 4 Ae 1,6918 . -d(U)) adalah sebesar 2,3082. Tabel 4 menampilkan nilai statistik Durbin-Watson, yaitu 2,136. Berlandaskan informasi tabel 4 dapat diambil disimpulkan 1,6918 < 2,136 < 2,3082 adalah sesuai premis Durbin Watson DU < DW < 4-DU. Temuan ini menunjukkan tidak ada masalah dengan autokorelasi antara variabel bebas atas penelitian ini. Tabel 4. Hasil Uji Autokorelasi Sumber: Data dianalis peneliti dengan program SPSS Statistics Version 29 Uji Heterokesdasitas Beralaskan tabel 5 terjadi bahwa nilai significance dari profitability (X. sebesar 0,203. Leverage (X. dengan nilai signfikansi 0,518. Institutional ownership (X. menyandang nilai signifikansi 0,602. Hitungan uji heteroskedastisitas menyatakan tiada variabel yang bernilai signifikan lebih kecil dari 0,05 atau 5%, dikonklusikan bahwa tiada masalah heteroskedastisitas. Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 Tabel 5. Hasil Uji Heterokesdastisitas Sumber: Data dianalis peneliti dengan program SPSS Statistics Version 29 Uji Regresi Linear Berganda Persamaan regresi atas penelitian ini dinyatakan sebagai berikut, dengan pertimbangan hasil uji regresi linier berganda yang ditunjukkan pada tabel di atas: Y = 995 0,613 (X. - 0,191 (X. 0,155 (X. Berlandaskan persamaan model regresi ini, diketahui bahwa nilai perusahaan (Y) adalah variabel terikat . dengan nilai konstanta positif sebesar 995. Nilai perusahaan (Y) adalah 995 satuan jika profitability (X. , leverage (X. , dan kepemilikan institusional (X. masing-masing sama nol. Untuk profitability (X. , nilai koefisien positif sejumlah 0,613, diartikan bahwa setiap penaikkan satu satuan profitability (X. akan menambahkan nilai perusahaan (Y) sebesar 0,613 dengan X1 dan X2 sebesar nol, begitu juga sebaliknya. Nilai koefisien negatif sebesar -0,191 untuk leverage (X. , yang bermakna setiap pertambahan satu satuan leverage (X. akan mengurangi firm value (Y) sebanyak 0,191 satuan, dengan dugaan profitability (X. dan institutional ownerships (X. dianggap memiliki nilai konstan. Sebaliknya, jika leverage (X. dikurangi satu satuan, nilai perusahaan (Y) akan meningkat yakni 0,191 satuan. Nilai koefisien positif sebesar 0,155 untuk institutional ownerships (X. dengan penambahan satu satuan X3 mengakibatkan firm value bertambah 0,191 asumsi X1 dan X2 sebesar nol, begitupun sebaliknya. Tabel 6 Hasil Uji Regresi Linear Berganda Sumber: Data dianalis peneliti dengan program SPSS Statistics Version 29 Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 Uji Koefisien Determinasi Hasil pada tabel 7 menunjukan nilai adjusted R square sebesar 15,5% atau 0,155, hal ini menunjukan bahwa variabel profitability (X. , leverage (X. , dan institutional ownerships (X. menyumbang sebesar 15,5% terhadap variabel firm value (Y). Sementara sisanya merupakan aspek lain di luar dari variabel yang diteliti dipengaruhi sebesar 84,5%. Tabel 7 Hasil Uji Koefisien Determinasi Sumber: Data dianalis peneliti dengan program SPSS Statistics Version 29 Uji F Nilai signifikansi sebesar 0,005 ditentukan pada uji F pada tabel 8. Dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima karena nilai significance kurang dari 0,05. Model regresi yang dipakai penelitian ini tepat dan variabel bebas yaitu profitability (X. , leverage (X. , institutional ownerships (X. terhadap firm value (Y) secara bersamaan berpengaruh Tabel 8. Hasil Uji F Sumber: Data dianalis peneliti dengan program SPSS Statistics Version 29 Uji t Berlandaskan hasil uji t pada tabel 9, disimpulkan bahwa dampak variabel independen yaitu profitability (X. , leverage (X. , dan institutional ownerships (X. atas variabel dependen firm value (Y) dengan rumus hipotesis sebagai berikut: Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 Dari hasil tabel 9 memiliki nilai significance lebih besar dari 0,05 pada variabel profitability (X. yaitu sebesar 0,063. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa firm value (Y) tidak berdampak secara signifikan oleh profitability (X. Nilai unstandardized coefficients pada variabel profitability (X. adalah sebesar 0,613 bermakna profitability (X. berpengaruh atas firm value (Y) secara positif dan tidak signifikan, yang berarti penolakan Ha1. Dari hasil tabel 9 memiliki nilai significance lebih kecil dari 0,05 pada variabel leverage (X. yaitu sebesar 0,021. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa firm value (Y) terdampak signifikan oleh leverage (X. Nilai unstandardized coefficients pada variabel leverage (X. adalah sebesar -0,191 bermakna leverage (X. berpengaruh atas firm value (Y) secara negatif dan signifikan, yang berarti Ha2 diterima. Dari hasil tabel 9 memiliki nilai significance lebih besar dari 0,05 pada variabel institutional ownerships (X. yaitu sebesar 0,700. Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa firm value (Y) tidak terpengaruh secara signifikan institutional ownerships (X. Nilai unstandardized coefficients pada institutional ownerships (X. adalah sebesar 0,155 bermakna institutional ownerships (X. berpengaruh terhadap firm value (Y) secara positif dan tidak signifikan, yang berarti Ha3 ditolak. Tabel 9. Hasil Uji T Sumber: Data dianalis peneliti dengan program SPSS Statistics Version 29 Hasil penelitian menandakan bahwa baik variabel independen maupun dependen menggenapi kondisi uji asumsi klasik seperti normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisitas, dan autokorelasi. Akibatnya, uji regresi linear berganda, uji koefisien determinasi . djusted R. , uji F, dan uji t dapat digunakan untuk melanjutkan penyelidikan ini. Hasil uji F mengungkapkan nilai signifikan sebesar 0,005 dirangkum bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Ini menunjukkan bahwa model regresi dipakai dalam penelitian ini memadai dan secara bersamaan berpengaruh terhadap firm value. Selain itu, hasil uji t, maka menyatakan bahwa Profitability (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap firm value Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 (Y) penelitian ini serupa pada penelitian Reviani & Wijaya . Leverage (X. berpengaruh negatif dan signifikan terhadap firm value (Y), hasil ini serupa dengan penelitian Susesti & Wahyuningtyas . Institutional ownership (X. berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap firm value (Y), hasil ini sejalan dengan penelitian Firdausi et al. Hasil profitability yang menunjukkan pengaruh positif merupakan pemberian sinyal yang tepat kepada investor yaitu dengan profitabilitas yang tinggi maka investor melihat bahwa firm value tesebut akan meningkat begitupun sebaliknya profitabilitas yang rendah menunjukkan firm value yang rendah. Investor akan melihat hasil . yang besar dari hasil investasi dari perusahaan tersebut dan memungkinkan mendapatkan dividen ataupun keberlangsungan usaha yang cukup jauh. Hasil leverage menandakan pengaruh negatif dimana pemberian sinyal kepada investor menunjukkan dengan utang yang tinggi akan menurunkan firm value begitupun juga sebaliknya. Investor memandang semakin banyaknya utang berarti perusahaan tersebut tidak mengelola keuangan dengan baik dan biaya utang yang tinggi yang akan menurunkan profit perusahaan. Hasil institutional ownership menunjukkan pengaruh positif yang memberikan sinyal kepada investor yaitu dengan kepemilikan institusional perusahaan yang tinggi maka investor akan melihat bahwa firm value akan meningkat dan begitupun sebaliknya dikarenakan pengawasan yang teliti dan transparansi yang diberikan oleh perusahaan tersebut. SIMPULAN Kesimpulan Penelitian ini berniat untuk memahami pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen berdasarkan teori dan penelitian sebelumnya. Variabel independen (Y) yakni firm value, sedangkan profitability (X. , leverage (X. , dan institutional ownership (X. yakni variabel dependen pada studi ini. Subyek penelitian ini berupa perusahaan yang tercatat di BEI bergerak di sektor infrastructure pada periode 2021-2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dan sumber data berupa laporan keuangan tahunan yang diakses melalui situs web resmi BEI, idx. Profitability (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap firm value (Y). Pembahasan studi ini serupa penelitian Reviani & Wijaya . Leverage (X. berpengaruh terhadap firm value (Y) secara negatif dan signifikan. Keadaan ini searah dengan penelitian Susesti & Wahyuningtyas . Institutional ownership (X. berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap firm value (Y). Perihal ini searah penelitian Firdausi et al. yang menyatakan institutional ownership. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan konklusi yang diambil, penelitian ini erat kaitannya Jurnal Bina Akuntansi. Bulan Juli 2024 Vol. 11 No. 2 Hal 114-129 dengan keterbatasan dan kelemahan sehingga perlu diperluas dan ditingkatkan lebih lanjut. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dan kesimpulan yang diambil, penelitian ini erat kaitannya dengan keterbatasan, kelemahan, dan kekurangan sehingga perlu dikembangkan dan ditingkatkan lebih lanjut. Keterbatasan yang pertama adalah sampel penelitian hanya mencakup periode tahun 2021 hingga 2023, sehingga penelitian cuma berfokus pada 3 tahun saja dan kurangnya waktu. Keterbatasan yang kedua ialah penelitian ini cuma memakai beberapa variabel independen yaitu profitability (X. , leverage (X. , dan institutional ownership (X. untuk variabel dependen firm value (Y). Beberapa rekomendasi sebaiknya dilakukan penulis berharap dapat membantu peneliti selanjutnya, mengingat keterbatasan penelitian ini yaitu hanya tiga periode waktu 2021Ae2023 dan keterbatasan waktu yang dibahas dalam penelitian ini. Oleh karena itu, diharapkan pada penelitian selanjutnya menggunakan periode penelitian yang lebih lama untuk mendapatkan data dengan lebih lengkap dan mendapati konsistensi pengaruh variabel independen terhadap nilai perusahaan. Diharapkan bagi para peneliti selanjutnya dapat mengeksplorasi lebih jauh nilai perusahaan. Peneliti diharapkan dapat melakukan penelitian dengan variasi lebih luas dan jumlah variabel independen yang lebih banyak untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Hal ini juga memberikan wawasan seberapa besar pengaruh variabel lain terhadap nilai perusahaan. Penelitian dapat dilakukan pada sektor lainnya yang terdaftar di BEI, seperti perbankan, pertambangan, real estate dan sektor lainnya DAFTAR PUSTAKA