PROSIDING SEMMAU 2021 PERSEBARAN MAPPING GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM (GIS) KAWASAN RAWAN BENCANA ALAM DI KABUPATEN ALOR Jose Augusto Duarte Guterres1. Ahmad Haidaroh2 Teknik Informatika STIKOM Artha Buana Kupang e-mail: agoesttiles@gmail. com1, haidaroh@yahoo. ABSTRACT Natural disasters are extraordinary phenomena that can cause casualties, material losses and environmental damage. This often happens in several areas in Indonesia. Alor Regency is one area that has the potential for natural disasters, this is because geologically the Alor Regency area in general has a high level of threat to various types of natural disasters including earthquakes, landslides, volcanic eruptions, extreme weather, drought, wind storm and fire. Problems that are often faced by people in Alor Regency who are affected by natural disasters include delays in early information on natural disasters and unequal access to assistance in handling the effects of natural disasters. Not only that, another problem that often arises is that both local and foreign tourists do not know the location points that are prone to natural disasters. Due to this, the researcher offers a Geographic Information System (GIS) Distribution Application for Natural Disaster Prone Areas using the V-Model system development method, with the hope that this application will help the Alor district government in this case with the Alor District Disaster Management Agency (BPBD) and the general public to find out information about the layout of areas prone to natural disasters in Alor Regency, so that the government can use it as a risk assessment for earthquakes in Alor Regency. East Nusa Tenggara, especially the routes for sending aid. Keywords : Geographic Information System. Patience. Natural Disaster PROSIDING SEMMAU 2021 PENDAHULUAN Menurut UU No 24 tahun 2007 bencana terdiri atas : bencana alam, bencana non-alam, dan bencana sosial yang masing-masing didefinisikan sebagai berikut . Bencana alam : bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabakan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor. Bencana nonalam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam, antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi dan wabah . Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antar kelompok atau antar komunitas masyarakat dan terror . Indonesia merupakan salah satu negara paling rawan bencana di dunia, seringkali dan tidak terduga, yaitu di antaranya gempa bumi, tsunami, tanah longsor, letusan gunung berapi, banjir, dan kekeringan . pada hari Selasa . /7/2. , pukul 40 WIB, bencana alam terjadi di Kabupaten Alor berupa Gempa bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,3. Menurut analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), episenter gempa bumi berlokasi di titik koordinat 8,11 Lintang Selatan (LS) dan 124,65 Bujur Timur (BT). Pusat gempa bumi tepatnya berada di laut dan berjarak 23 kilometer . dari arah Timur Laut Kabupaten Alor. Sementara BMKG menyebutkan, getaran gempa bumi dirasakan dalam skala intensitas II-i MMI di Teluk Mutiara dan i MMI di Kabola . Kabupaten Alor merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak di bagian timur laut. Kabupaten Alor terdiri dari tiga pulau besar dan enam pulau kecil yang saat ini ada penghuninya. Secara astronomis. Kabupaten Alor terletak antara : 1. Timur : 125A - 48A Bujur Timur 2. Barat : 123A - 48A Bujur Timur 3. Utara : 8A 6A Lintang Selatan 4. Selatan : 8A - 36A Lintang Selatan. Dengan luas wilayah 2. 866,64 km2 . Dengan kondisi pulau alor yang ber-pulau-pulau, maka informasi yang akan di terima oleh masyarakat lokal mengenai bencana alam masih tergolong Sebagian kecil masyarakat mengetahui informasi tentang bencana alam namun detail informasi tentang titik lokasi terjadinya bencana alam tidak diketahui dengan pasti, selain masyarakat lokal, wisatawan local maupun asing pun turut mengalami hal yang sama yaitu kurang mengetahui titik di pulau manakah terjadinya bencana alam. Untuk mengatasi kurangnya informasi tersebut maka perlu dibuat AuPersebaran Mapping Geographic Information System (GIS) Kawasan Rawan Bencana Alam khusus untuk Kabupaten Alor Nusa Tenggara TimurAy. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan bisa membantu masyarakat dan pemerintah kabupaten Alor dalam hal ini dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Alor untuk mengetahui informasi mengenai tata letak daerah rawan bencana alam di Kabupaten Alor, sehingga pemerintah dapat menggunakannya sebagai kajian resiko bencana gempa bumi di Kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur. Aplikasi GIS yang ditawakan ini dipadukan metode pengembangan Sistem, peneliti menggunakan metode v-model dimana metode ini memiliki tahapan-tahapan yang hampir sama dengan Waterfall, hanya saja pada model ini tahapan pengujian dirinci untuk masing-masing tahapan . TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan teoretis merupakan hasil dan informasi yang diperoleh dari hasil penelitian, eksperimen atau observasi terdahulu yang membenarkan suatu klaim empiris. Pada penelitian sebelumnya Menganalisis Ancaman Terhadap Bencana Banjir Dan Tanah Longsor Pada Wilayah Permukiman Di Kabupaten Jepara hasil analisa pemetaan ancaman bencana banjir pada wilayah permukiman dengan tingkat ancaman rendah sebesar 0,31%, menengah sebesar 98,01%, dan tinggi sebesar 1,68%. Pemetaan ancaman bencana tanah longsor pada wilayah permukiman dengan tingkat ancaman sangat rendah sebesar 0,6%, rendah sebesar 47,5%, sedang sebesar 51,5%, dan tinggi sebesar 0,4%. dengan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang merupakan salah satu teknologi yang membantu mengelola, menyimpan, melakukan pemrosesan, analisis dan menampilkan data terkait geografis dalam kaitannya berguna untuk memetakan daerah rawan bencana alam . serta memberikan informasi kepada pengguna mengenai titik-titik lokasi bencana . Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, persebaran berarti hal tersebar. tersebarnya barang dan jasa oleh penjual melalui aktivitas pemasaran. Prinsip dasar persebaran dilihat dari gejala atau fenomena geografi yang dapat berupa fenomena fisik atau fenomena sosial yang persebarannya tidak merata di permukaan Prinsip ini memandang bahwa setiap gejala dan fakta di permukaan bumi tersebar secara tidak merata antara satu wilayah dengan wilayah lainnya, dengan mengkaji dan menggambarkan berbagai persebaran fenomena biosfer maka dapat mengungkapkan PROSIDING SEMMAU 2021 hubungan antara fenomena satu dengan fenomena yang lainnya. Syarat untuk menganalisis dengan prinsip penyebaran berarti harus ada fenomena yang dikaji . pada penelitian tentang Kawasan Rawan Banjir dan Rekomendasi Tempat Evakuasi Menggunakan Data DEM dan Berdasarkan Jarak Terdekat menyatakan aplikasi yang di tawarkan memberikan informasi peta persebaran titik kawasan rawan banjir serta memberikan informasi terkini banjir yang sedang terjadi sehingga layak digunakan untuk memberikan informasi kawasan banjir . tahapan Requirements Spesification. Dalam Metode penelitian ini, peneliti menggunaka dua pendekatan Metode untuk menghasilkan sebuah informasi tentang bencana alam yaitu Metode Pengembangan Sistem dan metode pengumpulan data. Penjelasan metode pengumpulan data tertuang dalam tahapan-tahapan metode pengembangan Sistem yaitu V-Model. V-Model merupakan salah satu model SDLC yang dikembangkan dari model Waterfall dan memiliki tahapan-tahapan yang hampir sama dengan Waterfall, hanya saja pada model ini tahapan pengujian dirinci untuk masing-masing tahapan. V-Model pertama kali diusulkan oleh Paul Rook pada tahun 1980 dan dikenal dengan nama V-Model Tradisional. Proses Requirement Analysis. Specification. Architectural Design, dan Detail Design. Sedangkan dalam proses pengujian meliputi Acceptance Testing. Sistem Testing. Integration Testing, dan Units Testing. Di antara Develompment Activities dan Testing Activities terdapat proses penulisan kode. Alur tahapan pada VModel dapat dilihat pada Gambar 1. Analisa dan prosedur Pengumpulan data Poin pada bagian ini, peneliti merujuk pada metode pengembangan Sistem V-Model (Gambar . khususnya pada Analisis Kebutuhan Sistem Prosedur teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdapat beberapa teknik dalam mengumpulkan data yaitu observasi dan wawancara kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait rawan bencana alam serta studi Prosedur pengumpulan Data Observasi Obeservasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan langsung pada objek penelitian. Pada kejadian-kejadian terkait bencana alam serta mengamati sebaran informasi yang yang ada terkait persebaran lokasi-lokasi rawan bencana alam di kabupaten alor Wawancara Wawancara percakapan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih yaitu wawancara yang akan mengajukan pertanyaan dan orang memberikan jawaban atas pertanyaan yang akan diajukan. Pada tahapan ini peneliti menanyakan kepada warga kabupaten Alor yang berada di kota kupang apakah masyarakat tahu tentang titik-titik lokasi daerah rawan bencana alam serta pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait rawan bencana alam. Studi kepustakaan Pada bagian ini, peneliti menggunakan study kepustakaan berupa jurnal-jurnal yang relevan dengan tujuan penelitian peneliti, serta referensi-referensi lain seperti buku-buku maupun dokumen hasil observasi dan wawancara, sebagai bahan untuk menganalisis kebutuhan keseluruhan Sistem. METODE PENGEMBANGAN SISTEM Gambar 1. Metode pengembangan sistem V-Model. Analysis Perancangan Sistem Pada Gambar 2 merupakan diagram activity dari aplikasi Persebaran GIS Bencana ALama, pembahasan ini merujuk pada Gambar 1, metode pengembangan Sistem V-Model, tahapan Architectural Design dan Detailed Desig. Activity PROSIDING SEMMAU 2021 Diagram Aplikasi Persebaran GIS Bencana Alam Activity Diagram Gambar 2. Activity Digram Aplikasi Informasi Persebaran Bencana Alam Kab. Alor pada bagian Intergration Sistem, peneliti menghubungkan setiap bagian hasil coding dengan database. PHP dan Java, serta host Hasil dari tahapan Coding. Unit Testing, dan Integration Sistem dapat dilihat pada pembahasan di bawah ini . 1 Ae 3. Implementasi geografis kawasan rawan bencana alam. Tahap pengujian fungsionalitas ini merupakan tahap akhir dari pembuatan program sistem informasi. Tahap ini berguna untuk mengetahui sejauh mana aplikasi yang dibangun dapat memberi nilai tambah bagi kinerja yang sedang berjalan. Adapun hasil dan pembahasan sistem informasi geografis kawasan rawan bencana ala ini adalah sebagai berikut Arsitektus Sistem Halaman Menu Berita Gambar 5 halaman menu berita menampilkan informasi mengenai bencana alam gempa bumi yang pernah terjadi di kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur. Gambar 3. Arsitektus Sistem Aplikasi Informasi Persebaran Bencana Alam Kab. Alor Use Case Gambar 5 Tampilan Halaman Menu Berita Gambar 4. Use Case Diagram Digram Aplikasi Informasi Persebaran Bencana Alam Kab. Alor HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk hasil dan pembahasan, peneliti merujuk pada Gambar 1, metode pengembangan Sistem, tahapan Coding. Unit Testing dan Integration Sistem. Pada bagian Coding, peneliti menggunakan bahasa pemrograman Java dan PHP. Untuk unit testing, peneliti menguji coba hasil dari bahasa pemrograman dapat berjalan dengan baik ataupun tidak pada setiap bagian program yang sedang dikerjakan. Sedangkan Halaman Menu Galeri Gambar 6 halaman menu galeri menampilkan foto/gambar bencana alam yang perna terjadi di kabupaten Alor Nusa Tenggara Timur. PROSIDING SEMMAU 2021 Gambar 6. Tampilan Halaman Menu Galeri Halaman Menu Peta Gambar 7 halaman menu peta ini menampilkan 3 . jenis peta, user dapat memilih salah satu peta dengan cara mengklik sala satu peta tersebut. Pengujian Sistem Berikut adalah tabel pertanyaan dan hasil perhitungan yang diperoleh dari Hasil ini kemudian dianalisa dalam bentuk grafik untuk menampilkan nilai dari jawaban yang diberikan responden. Berikut ini adalah tabel pertanyaan dari aspek Interaksi Manusia dan Komputer Tabel 1. Daftar Pertanyaan dari Aspek Interaksi Manusia dan Komputer T K PERTANYAAN S S Apakah SIG bencana alam ini 0 1 6 bermanfaat untuk anda? Apakah SIG bencana alam ini 0 0 9 mudah dalam penggunaannya? Apakah SIG bencana alam ini 3 membantu anda dalam mengkaji 0 0 5 resiko dampak bencana alam? Menurut anda, apakah SIG bencana alam ini memberikan informasi kawasan rawan bencana alam yang Apakah SIG bencana alam ini 1 1 1 5 memberikan kemudahan dalam hal 5 3 1 8 informasi bencana? Apakah anda mudah mendapatkan 0 3 9 SIG bencana alam ini? Gambar 7. Tampilan Halaman Menu Peta Halaman Peta Bencana Alam Gempa Gambar 8 halaman peta ini menjelaskan tentang wilayah-wilayah rawan bencana alam gempa bumi, jika diklik akan tampil informasi yang meliputi kecamatan, desa, kekuatan gempa, jumlah korban jiwa dan jumlah rumah rusak. Gambar 9. Grafik Pertanyaan dari Aspek Interaksi Manusia dan Komputer Gambar 8. Tampilan Halaman Peta Bencana Gempa Bumi Dari gambar 9 terlihat bahwa ratarata dari 52 total responden yang menjawab pertanyaan pada aspek Interaksi Manusia Komputer, rata-rata menjawab setuju dan sangat setuju. Hal ini membuktikan bahwa hasil pengujian untuk PROSIDING SEMMAU 2021 apsek Interaksi Manusia dan Komputer adalah baik. Berikut adalah tabel pertanyaan dan hasil perhitungan yang diperoleh dari Hasil ini kemudian dianalisa dalam bentuk grafik untuk menampilkan nilai dari jawaban yang diberikan responden. Berikut ini adalah tabel pertanyaan dari aspek Fungsionalitas Aplikasi. Tabel 2. Daftar Pertanyaan dari Aspek Logika Fungsi Aplikasi T T K PERTANYAAN S S S S S Apakah Aplikas SIG bencana 0 0 1 alam ini berfungsi dengan Apakah fungsi menu profil 0 0 1 berjalan dengan baik? Apakah fungsi menu berita 0 0 0 berjalan dengan baik? Apakah fungsi menu galeri 0 0 0 dapat berjalan dengan baik? Apakah fungsi menu peta 0 0 1 berjalan dengan baik? Apakah fungsi menu kontak 0 0 0 berjalan dengan baik? responden dengan jumlah pertanyaan sebanyak 12 pertanyaan, dengan perincian 6 pertanyaan untuk aspek Interkasi Manusia dan Komputer dan 6 pertanyaan untuk aspek fungsionalitas aplikasi, responden yang menyatakan sangat tidak setuju (STS) sebanyak 1%, responden yang menyatakan tidak setuju (TS) sebanyak 5%, responden yang menyatakan kurang setuju (KS) sebanyak 12%, responden yang menyatakan setuju (S) sebanyak 56% dan reponden yang menyatakan sangat setuju (SS) sebanyak Dari hasil anlisa di atas dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini bermanfaat dari aspek Interaksi Manusia dan Komputer juga dari segi fungsional logika sistemnya. KESIMPULAN DAN SARAN KESIMPULAN Berdasarkan dilakukan oleh penulis mengenai perancangan dan pembangunan Sistem Informasi Geografis Kawasan Bencana Alam ini maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Sistem Informasi Geografis Kawasan Bencana Alam ini dapat membantu dan mempermudah pemerintah daerah kabupaten Alor sebagai kajian dampak bencana alam gempa bumi. Sistem Informasi Geografis Kawasan Bencana Alam mempermudah pemerintah dalam memberikan pertolongan pertama pada korban bencana dengan cepat dan tepat. Sistem Informasi Geografis Kawasan Bencana Alam sangat mudah di gunakan dan dapat dimana-mana sistim informasi ini berbasis web atau dapat digunakan secara online. SARAN Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dapat dikemukakan saran untuk pengembangan skripsi Sistem Informasi Geografis Kawasan Bencana Alam ini memperluas lokasi jalur evakuasi dan dikembangkan dalam aplikasi berbasis Android sehingga lebih mudah dan cepat diakses dimana saja serta Gambar 10. Grafik Pertanyaan dari Aspek Logika Fungsi Aplikasi Dari gambar 4. 8 terlihat bahwa rata-rata dari 52 total responden yang Fungsionalitas sistem, rata-rata responden menjawab setuju dan sangat setuju. Hal ini membuktikan bahwa hasil pengujian untuk apsek Fungsionalitas sistem informasi geografis bencana alam adalah baik. Dari hasil analisa kuesioner pengguna diatas ditemukan fakta bahwa dari 52 total PROSIDING SEMMAU 2021 Bencana Alam Masyarakat lebih waspada terhadap informasi peringatan dini. UCAPAN TERIMA KASIH