Hasil Penelitian Diserahkan: Maret 2026 / Direvisi: Juni 2026 / Diterima: Juni 2026 Spizaetus: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi p-ISSN: 2716-151X e-ISSN: 2722-869X Efektivitas Pemanfaatan Media Online terhadap Partisipasi Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial yang Berorientasi Lingkungan The Effectiveness of Using Online Media on Student Participation in Environmentally Oriented Social Activities Emanuel M. HanoAoe*. Erlin Fatima Halek. Antonius T. Ruron. Yeremias Binsasi Universitas Timor. Kefamenanu, 85612. Indonesia *Penulis Koresponden: emanuelmyhanoe@gmail. Abstrak. Kehadiran teknologi sebagai wujud dari pengembangan potensi sumber daya manusia terutama media sosial yang dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi, menyebarkan informasi. Mahasiswa sebagai agen perubahan, adalah kelompok yang paling rentan terhadap ketergantungan pada internet dan memanfaatkan media sosial sebagai alat utama untuk berkomunikasi, partisipasi dalam aksi sosial dan lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi mahasiswa dalam kegiatan sosial yang berorientasi lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan tahap reduksi, interpretasi dan verifikasi data. Hasil observasi terdapat isu yang ada di program studi Pendidikan Biologi pada bidang sains dan lingkungan mengalami penurunan dari segi kualitas. Keterlibatan mahasiswa dalam aksi sosial sebagai agen perubahan belum terlihat dalam mengatasi permasalahan lingkungan. Rendahnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan lingkungan di komunitas, seperti kegiatan konservasi, penanaman pohon, bersih lingkungan atau kampanye lingkungan karena kurangnya motivasi, interaksi sosial serta pemahaman tentang pembelajaran sains/lingkungan. Jenis kegiatan lingkungan yang diketahui oleh mahasiswa dan dipraktikkan dalam kegiatan organisasi atau kelompok seperti: pengelolaan sampah di perkotaan, penggunaan pestisida kimia, kekeringan dan sekolah ramah Media online yang digunakan oleh mahasiswa untuk sosialisasi kegiatan kampanye lingkungan seperti menggunakan Youtube. Instagram dan Facebook. Kata Kunci: media_sosial. kegiatan_sosial_lingkungan Abstract. The presence of technology as a manifestation of the development of human resource potential, especially social media that can be used to communicate, disseminate information. Students as agents of change, are the group most vulnerable to internet dependence and utilize social media as the main tool for communication, participation in social and environmental actions. The purpose of this study was to determine student participation in environmentally oriented social activities. The research method used a qualitative descriptive approach. Qualitative descriptive data analysis techniques with data reduction, interpretation and verification stages. The results of observations found problems in the Biology Education study program in the field of science and the environment experiencing a decline in terms of quality. Student involvement in social actions as agents of change has not been seen in overcoming environmental problems. The low participation of students in environmental activities in the community, such as conservation activities, tree planting, environmental cleanups or environmental campaigns due to lack of motivation, social interaction and understanding of science/environmental Types of environmental activities known by students and practiced in organizational or group activities such as: urban waste management, the use of chemical pesticides, drought and environmentally friendly schools. Online media used by students to socialize environmental campaign activities such as using YouTube. Instagram and Facebook. Keywords: social_media. socio_environmental_activities DOI: 10. 55241/spibio. Pendahuluan interaksi sosial, memperkaya komunikasi dengan teknik yang mudah diakses dan luas . Media sosial menjadi senjata baru bagi banyak bidang terutama dalam kampanye politik tahun 2024. Masyarakat dapat mengetahui aktivitas orang lain melalui media sosial sementara tidak pernah bertemu secara langsung dengan orang tersebut . Mahasiswa dianggap sebagai agen perubahan adalah mahasiswa yang dituntut agar memiliki kompetensi masa depan dalam berbagai bidang keilmuan . Salah satu kompetensi yang perlu dikuasai oleh mahasiswa adalah kompetensi dalam bidang literasi. Literasi yang harus dikuasai oleh mahasiswa salah satu di antaranya adalah literasi dasar yang berkaitan dengan aktivitas membaca dan menulis. Mahasiswa memanfaatkan media sosial sebagai alat utama untuk dalam berkomunikasi, berinteraksi, dan berbagi informasi, namun juga menghadirkan tantangan yang perlu dipahami secara Fenomena ini membawa dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk peran serta mahasiswa dalam masyarakat. Salah satu kendala utama bagi mahasiswa adalah potensi distraksi yang Penggunaan media sosial yang tidak terkontrol dapat berdampak negatif Mahasiswa cenderung terdistraksi oleh konten yang tidak relevan dengan menghambat pemahaman materi secara optimal . Media sosial sebagai alat utama untuk berkomunikasi, menyebarkan informasi, dan memobilisasi dukungan untuk inisiatif sosial dan untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang isu-isu penting, mengorganisir kampanye, dan mengajak partisipasi dalam aksi sosial . Setiap media sosial memiliki fitur-fitur yang relatif sama untuk berbagi pesan atau konten Sumber daya manusia (SDM) dapat diartikan sebagai potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan . Teknologi hadir sebagai wujud dari pengembangan potensi sumber daya Perkembangan zaman menuntut masyarakat untuk mengikuti kemajuan teknologi terutama media sosial yang dapat menyebarkan informasi, dan memobilisasi dukungan dengan pemanfaatan teknologi. Masyarakat menggunakan platform media sosial untuk menginformasikan tentang isuisu penting, mengorganisir kampanye, dan mengajak partisipasi dalam aksi sosial. Perkembangan multimedia memiliki masalah dan kendala yang masih dirasakan oleh masyarakat khususnya pendidikan untuk memanfaatkan media sosial di berbagai jenjang pendidikan baik formal maupun non formal. Permasalahan tersebut terutama berkaitan dengan kebijakan, infrastruktur jaringan dan konten, kesiapan dan kultur sumber daya manusia di lingkungan pendidikan. Media sosial adalah platform online berinteraksi satu sama lain. Platform ini dapat berupa situs web, aplikasi mobile, atau forum online yang memungkinkan pengguna untuk membuat profil berbagi konten . eperti teks, gambar, vide. , dan berinteraksi dengan pengguna lain melalui komentar dan pesan . Media sosial merupakan konten online yang mudah diakses dan terukur. Secara ringkas media sosial adalah alat untuk sehingga mahasiswa sangat membutuhkan peningkatan SDM dalam dunia kerja Berdasarkan hasil observasi terdapat isu/gagasan yang ada di program studi Pendidikan Biologi Universitas Timor terutama pada bidang Lingkungan yaitu rendahnya partisipasi mahasiswa dalam kegiatan lingkungan di komunitas, seperti kegiatan konservasi, penanaman pohon, kesadaran lingkungan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pemahaman dan partisipasi mahasiswa terhadap kegiatan sosial Peningkatan pemahaman mahasiswa terkait persoalan lingkungan pembelajaran dengan pemanfaatan media sosial sehingga dapat diimplementasi di masyarakat dengan tujuan terwujudnya pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan. Agar mencegah permasalahan lingkungan, perlu adanya sikap peduli lingkungan serta perilaku hidup bersih dan sehat. Penanaman pendidikan karakter dan peduli lingkungan dapat dilihat salah satu seperti Sekolah Budi Mulia Bogor yang telah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) . Metode Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-November 2025 yang berlokasi di program studi pendidikan Biologi Universitas Timor. Metode penelitian yang digunakan menggunakan metode kualitatif yang merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dan analisis. Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati pendekatannya diarahkan pada latar dan individu secara holistik . Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik komunikasi tidak langsung . dan teknik studi dokumen . embar kerja catata. serta wawancara. Teknik Analisis Data Teknik analisis data deskriptif kualitatif dengan tahap reduksi, interpretasi dan Tahapan pelaksanaan penelitian ini dibagi menjadi Pengumpulan data dan informasi awal tentang keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan aksi sosial. Melakukan identifikasi kegiatan yang berorientasi pada lingkungan dan media online yang Menyusun Format Rancangan kegiatan Peduli lingkungan dan jenis-jenis media online. Penerapan konsep kegiatan peduli lingkungan dengan pemanfaatan media online. Pendekatan Penelitian Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan bentuk Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan Biologi FKIP yang berjumlah 33 orang yang tergabung dalam dua kelas. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian bahwa penggunaan teknologi dalam masa transformasi digital, penggunaan media online saat ini peningkatan yang signifikan sebagai alternatif dalam komunikasi, pembelajaran dan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi mahasiswa yang berorientasi pada kegiatan peduli lingkungan dengan beberapa cakupan penting yang seperti aspek Hasil analisis menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengetahui konsep dan pengertian dari lingkungan dari total 33 mengetahui sebesar 20%. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa mengetahui konsep dan kegiatan dari Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Hasil analisis mengenai partisipasi mahasiswa pada tingkat pengetahuan pengertian yang berorientasi pada kegiatan sosial lingkungan. Tidak Paham Gambar 1. Presentasi Tingkat Pemahaman Mahasiswa Terkait Kegiatan Lingkungan Menurut . untuk mengetahui bagaimana mengakses dan mendapatkan informasi yang benar, maka perlu untuk menemukan, mengambil, menganalisis, dan menggunakan suatu informasi Pengetahuan menurut Notoatmodjo, dalam . bahwa hasil dari tahu dan terjadi setelah orang melakukan pengindraan Pengetahuan yang tercakup dalam domain kognitif mempunyai enam tingkatan yakni, tahu, memahami, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Pengetahuan perlu diimplementasikan dengan tindakan yang nyata. menjelaskan bahwa untuk mengetahui bagaimana mengakses dan mendapatkan informasi yang benar, maka perlu untuk menemukan, mengambil, menganalisis, dan menggunakan suatu informasi. Hasil ini sesuai dengan penelitian yang menunjukkan tingginya tingkat kepemilikan akun media sosial oleh mahasiswa, 100% mahasiswa memiliki akun media sosial dengan frekuensi akses ke media sosial setiap ada kesempatan Alasan mahasiswa menggunakan media sosial adalah untuk mencari atau mencari berita terbaru dan bersosialisasi, nongkrong atau berteman sebanyak 94,8%. Hasil penelitian . menunjukkan peran media sosial dalam perilaku pencarian informasi mahasiswa dalam menyikapi isu kesehatan sangat tinggi. Hal ini terlihat pada pemanfaatan media sosial di mana sebanyak 95. 7% memanfaatkan perkembangan isu kesehatan dengan berbagai jenis media sosial yang digunakan seperti Twitter. Line. Instagram. Youtube, dan Whatsapp. Media sosial berperan signifikan masyarakat di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia akademik. Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial sebagai sarana pembelajaran interaktif menjadi salah satu strategi yang potensial dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran di era digital. Media sosial tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga menjadi medium yang memungkinkan interaksi akademik lebih luas dan fleksibel . tentang keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan aksi sosial rendah, hal ini dikarenakan mahasiswa kurang terlibat dalam kegiatan aksi sosial yang dilakukan dilingkungannya sendiri maupun dalam cakupan luas. Tingkat keterlibatan sosial yang rendah adalah kondisi ketika partisipasi seseorang dalam kegiatan bermasyarakat, interaksi antarpribadi, atau kepekaan terhadap lingkungan sekitarnya sangat Hal ini sering memicu masalah seperti rasa kesepian, menurunnya kualitas hidup, dan hilangnya kepekaan sosial, terutama di kalangan generasi digital. Tingkat Keterlibatan Mahasiswa Pada tingkat keterlibatan mahasiswa mahasiswa yang berorientasi pada kegiatan lingkungan yang dilakukan di lingkungan sekolah sebanyak 25%, kegiatan di lingkungan komunitas atau kelompok sebanyak 20% dan tidak terlibat sebanyak 55%. Berdasarkan hasil wawancara bahwa mahasiswa secara umum mengetahui pengertian konsep lingkungan. Sedangkan tingkat pengetahuan mahasiswa tersebut Tdk melakukan Komunitas Sekolah/kampus Gambar 2. Tingkat keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan lingkungan Faktor mahasiswa dengan keterlibatannya dalam kegiatan lingkungan ini akibat terdapat faktor penghambat atau kendala bagi mahasiswa untuk berpartisipasi dalam upaya membangun komunikasi yang dapat keterbatasan waktu bagi mahasiswa karena jadwal yang padat dengan tuntutan akademik dan kegiatan lainnya sehingga Kegiatan seperti kampanye lingkungan melalui webinar ataupun seminar secara daring atau online dengan menampilkan pembicara atau narasumber dalam ahli lingkungan dapat memberikan wawasan mendalam dan dapat meningkatkan pengelolaan limbah, membuat dokumenter isu-isu lingkungan menjadi penting dan menginspirasi bagi kalangan mahasiswa. Kegiatan ini menjadi salah satu alternatif pengetahuan dan pengelaman jika memiliki keterbatasan waktu akibat aktivitas yang Menurut teori Lawrence Green yang ditulis Notoatmodjo dalam . faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku, antara lain: Faktor predisposisi . redisposing facto. , yang terwujud dalam pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, nilai-nilai dan sebagainya. Faktor pendukung . nabling facto. , yang terwujud dalam lingkungan fisik, tersedia atau tidak tersedianya fasilitas atau sarana kesehatan, misalnya puskesmas, obat-obatan, alat-alat steril, dan sebagainya. Faktor pendorong . einforcing facto. , yang terwujud dalam sikap dan perilaku petugas kesehatan atau petugas lain, yang merupakan kelompok referensi dari perilaku masyarakat. pembelajaran dituangkan dalam media poster yang dibuat oleh mahasiswa kemudian dipublikasikan menggunakan media sosial yang dimiliki oleh mahasiswa tersebut seperti yang ditunjukkan pada Hasil yang didapatkan dari pertanyaan atau kuesioner yang sama menunjukkan sikap mahasiswa terhadap kegiatan sosial lingkungan terlihat pada mahasiswa melakukan sosialisasi kegiatankegiatan lingkungan melalui media sosial yang dimiliki dan dipublikasikan pada media online. Efektivitas penggunaan media ini sangat bergantung pada kualitas koneksi internet, tanggapan dari pengajar, serta kesiapan mahasiswa dalam menggunakan teknologi tersebut. Konsep Sosialisasi dengan Media Sosial Hasil penelitian mengenai Partisipasi Mahasiswa yang berorientasi pada Lingkungan pembuatan konsep sosialisasi untuk lingkungan dengan media sosial yang sebanyak 48,5%, media Instagram. Sebanyak 33,3 %, media youtube sebanyak 45,5%, dan media lainnya sebanyak 33,3 % seperti pada gambar 3. Sosialisasi menindaklanjuti pendidikan lingkungan yang telah dipelajari oleh mahasiswa. Hasil Gambar 3. Konsep sosialisasi kegiatan lingkungan dengan media sosial Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa media yang dikembangkan oleh mahasiswa sudah beragam, tidak hanya terpaku pada satu jenis media saja. Media yang dikembangkan sudah mencakup teks, gambar yang semuanya terintegrasi dan media tersebut. Selanjutnya, menurut . responden memilih Instagram 23. 9% merupakan jejaring sosial untuk membagikan informasi dalam bentuk foto dan video dan mempunyai fitur yang dapat membuat foto menjadi lebih indah, lebih artistik dan menjadi lebih bagus. Sedangkan sebanyak 7% responden memilih YouTube sebagai salah satu media sosial adalah sebuah situs web video sharing . erbagi vide. yang popular di mana para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi video. Kemudian, dalam survei tersebut menyatakan bahwa terdapat tiga media sosial yang pengguna sering gunakan ialah Facebook . ,7%). Instagram . ,3%), dan Youtube . ,1%). Selain itu hasil penelitian akademik di Indonesia menerapkan media perpustakaan . ayanan, fasilitas dan koleksiny. dan untuk menyebarkan informasi . Penelitian yang dilakukan oleh . bahwa sumber informasi non cetak . merupakan sumber informasi yang paling banyak dimanfaatkan, sumber informasi non cetak . selalu menawarkan berbagai peluang akses baru mengikuti perkembangan teknologi. Kemampuan mengembangkan bahan ajar berbasis dibandingkan dengan data awal yang Hasil penelitian . bahwa rata-rata mahasiswa pernah menggunakan sosial media untuk mengembangkan bahan ajar, namun masih terbatas pada satu platform dan media pembelajaran saja. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa media yang dikembangkan oleh mahasiswa sudah beragam, tidak hanya terpaku pada satu Media dikembangkan sudah mencakup teks, gambar, video, info grafik, dan bagan yang semuanya terintegrasi dan dimasukkan dalam platform sosial media. Hal ini mahasiswa juga sudah meningkatkan dilihat dari jenis media yang mampu untuk Aktivitas penggunaan media sosial merupakan suatu aktivitas yang dapat mempengaruhi perilaku pengguna sosial media pada kalangan remaja khususnya mahasiswa kampus BSI . Gambar 4. Konsep promosi poster kegiatan lingkungan Efektivitas Penggunaan Media Sosial Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Biologi memiliki peningkatan yang positif baik dari segi lingkungan, konsep pembuatan poster dan cara sosialisasi kegiatan sosial lingkungan yang dipublikasikan pada media online yang dimiliki seperti pada Berdasarkan data analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan platform daring terbukti dapat membantu mahasiswa dalam kegiatan sosial lingkungan melalui media Perbandingan Sikap Mahasiswa PEMAHAMAN POSTER SOSIALISASI Gambar 5. Perbandingan sikap mahasiswa terkait dengan sosialisasi kegiatan Efektivitas keberhasilan komunikasi dalam konteks Efektivitas keseimbangan suatu sistem sosial pemanfaatan tenaga manusia. Efektivitas tercapai atau tidaknya tujuan yang Apabila hasil suatu tindakan semakin mencapai tujuan maka akan semakin efektif. Efektivitas dapat diukur dari kualitas hasil kerja, yang mencakup ketepatan waktu, efisiensi biaya, dan mutu hasil . Media sosial memberikan manfaat dan peluang bagi dunia pendidikan. Metode dan strategi dapat diaplikasikan Pemanfaatan media online sangat efektif dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa Platform digital bertindak sebagai katalisator yang mengubah kesadaran pasif menjadi aksi nyata, melalui kemudahan akses informasi, penyebaran kampanye yang masif, dan ajakan kolaboratif secara daring. Mahasiswa perkembangan zaman dengan kehadiran Hal-hal dikembangkan kaitannya dengan pola pembelajaran di era media-media sosial learning/pembelajaran berdasarkan rekan . kegiatan berdasarkan minat. kegiatan berdasarkan persahabatan . Melalui kampanye kesadaran yang kreatif menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan positif dan pengembangan keterampilan komunikasi akan membantu mahasiswa dalam menyampaikan informasi positif tentang kegiatan sosial lingkungan dengan lebih efektif dan mengadakan kolaborasi antar Simpulan dan Saran Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi sebagai sumber informasi belajar pada mahasiswa melalui kegiatan antara lain: mahasiswa yang mengetahui konsep dan pengertian dari lingkungan dari total 33 responden, yaitu menyatakan tidak mengetahui sebesar Tingkat mengenai partisipasi mahasiswa yang berorientasi pada kegiatan lingkungan yang dilakukan di lingkungan sekolah sebanyak 25%, kegiatan di lingkungan komunitas atau kelompok sebanyak 20% dan tidak terlibat sebanyak 55%. Media online dapat digunakan oleh mahasiswa untuk sosialisasi kegiatan kampanye lingkungan seperti media 48,5%. Instagram. Sebanyak 33,3 %, media memanfaatkan media sosial serta dapat memberikan informasi yang positif yang berkaitan dengan kreativitas dan disiplin ilmu yang dimiliki. youtube sebanyak 45,5%, dan media lainnya sebanyak 33,3 %. Mahasiswa berperan pentingnya dalam menjaga kelestarian lingkungan Daftar Pustaka