Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 DOI http://dx. org/10. 36722/psn. [SN . Sistem Irigasi Tetes dan Indikasi Geografis Sebagai Upaya Penguatan Potensi Lokal Kopi Robusta Merapi Sleman di Yogyakarta Edy Sriyono1*. Dyah Permata Budi Asri2 Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Janabadra Hukum. Fakultas Hukum,Universitas Janabadra Jalan TR Mataram No. 55-57 Yogyakarta. Kode Pos 55231 Email Penulis Korespodensi: edysriyono@gmail. Abstrak Pengabdian ini dilakukan di Kabupaten Sleman yang memiliki potensi lokal Kopi Robusta Merapi, yang memiliki keunggulan baik dari kualitas maupun ciri khas rasa kopi yang light. Sebagai produk unggulan perlu upaya untuk menjaga dan melindungi produk tersebut sehingga dilakukan program Irigasi Tetes dan pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi. Mitra pengabdian adalah Kelompok Tani Tucangkem (Turi. Cangkringan dan Pake. yang merupakan nama kecamatan. Adanya permasalahan di bidang pengairan karena jauhnya lokasi sumber air, sehingga menyebabkan terbatasnya alokasi air untuk irigasi perkebunan tersebut, sehingga perlu dicarikan solusi untuk mengatasi masalah tersebut dan potensi klaim oleh negara lain untuk produk kopi yang diekspor ke ke luar negeri. Metode pelaksanannya adalah dengan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Irigasi Tetes dan Pendaftaran Indikasi Geografis. Hasil pengabdian adalah tersedia sistem irigasi tetes untuk kebun kopi dengan pemanfaatan air yang optimal dan efisien dengan biaya murah dan cara yang Selain itu Kopi Robusta Merapi Sleman juga mendapatkan perlindungan hukum dengan didaftarkan sebagai Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi Sleman kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Hasil Evaluasi irigasi tetes dilakukan setiap 1 bulan sekali dan evaluasi pendaftaran Indikasi Geografis dengan memantau progres Kata kunci: Irigasi Tetes. Kopi Robusta Merapi. Pengairan. Indikasi Geografis. Perlindungan Hukum iklim, unsur tanah, dan ketinggian tempat tumbuhnya Kopi Robusta Merapi di lereng Gunung Merapi. Kopi Robusta Merapi memiliki ciri khas dari cita rasanya yang disebabkan oleh faktor tanah disekitar perkebunan kopi yang banyak diselimuti oleh abu vulkanik Merapi. PENDAHULUAN Aktivitas vulkanik memberikan kesuburan bagi lahan di sekitarnya, akibat dari muntahan material pada saat erupsi Gunung Merapi, sehingga banyak menghasilkan unsur hara pada tanahnya yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitarnya salah satunya dengan menaman kopi yang menjadi unggulan di Kabupaten Sleman, yaitu Kopi Robusta Merapi. Kawasan yang paling banya memproduksi Kopi Robusta Merapi adalah di Kecamatan Cangkringan. Kecamatan Turi, dan Kecamatan Pakem. Kopi Robusta Merapi memiliki keistimewaan yang ditimbulkan dari kondisi geografis, baik dari Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Dan hampir semua kelompok tani mengeluhkan kesulitan irigasi untuk kebun kopi dikarenakan jauhnya sumber mata air, karena lokasi di pegunungan dimana sumber mata air di daerah kebun kopi lumayan jauh serta ditambah cuaca yang tidak menentu sehingga dapat berpotensi mengakibatkan proses tanam kopi mengalami kegagalan. Selain itu akibat dari banyaknya permintaan eksport biji kopi mengharuskan adanya perlindungan terhadap potensi lokal Kopi Robusta Merapi dari klaim negara asing. Sebagai gambaran di Indonesia, kopi adalah penghasil devisa terbesar keempat untuk Indonesia setelah minyak sawit, karet dan Menurut data dari Badan Pusat Statistik, pada tahun 2019 luas lahan perkebunan rakyat kopi sekitar 1,215 juta hektar meningkat dari tahun 2018 yaitu seluas 1,210 juta hektar. (Kustiari, 2. Karena potensi lokal Kopi Robusta Merapi saat ini telah menjanjikan keuntungan ekonomi baik bagi masyarakat sekitarnya maupun bagi daerah setempat di Kabupaten Sleman. Permasalahan mitra yaitu kesulitan dalam hal pengairan kebun kopi dimana sumber air cukup jauh, sehingga berpotensi akan menyebabkan tidak kebun kopinya pada masa-masa tertentu berpotensi kekeringan, dengan demikian akan mempengaruhi hasil panen baik dari aspek kualitas maupun kuantitas biji kopi. Sedangkan dari aspek pengelolaan terhadap potensi lokal masyarakat setempat maupun daerah setempat dimana selama ini mampu memberikan manfaat ekonomi yang cukup besar pada masyarakat sekitar maupun daerah tersebut, perlu ada perlindungan hukum terhadap produk tersebut, sehingga jika diekspor keluar negeri akan mendapatkan perlindungan hukum bahwa produk Kopi Robusta Merapi tersebut berasal dari Kabupaten Sleman yang memiliki keunggulan dan karakteristik dari aspek cita Solusi atas permasalahan mitra mengenai kesulitan irigasi adalah dengan melakukan sosialisasi dan pendampingan sistem pengairan drip irigasi dan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual Indikasi Geografis kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia di Jakarta. Sosialisasi dimaksudkan sebagai upaya untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan bagi kelompok tani kopi terhadap sistem irigasi tetes yang secara ilmiah terbukti lebih murah dan mudah dibanding dengan sistem irigasi lainnya. Gambar 1. Tanaman Kopi Robusta Merapi dengan Biji Kopi (Read Cher. Gambar 2. Produk Kopi Merapi Cita rasa yang khas ditunjukan dari hasil uji laboratarium Pusat Penelitian Kopi dan Coklat Jember yaitu memiliki cita rasa Brown Sugar. Milk Chocolaty. Rather Astrigent. Spicy. Grassy. Caramelly. Vanila. Honeyed. Greenish. (Pusat Penelitian Kopi dan Coklat, 2. Selain itu cita rasa Kopi Robusta Merapi ringan . atau ringan tidak kental, sehingga memiliki penggemar baik dari luar negeri maupun pasar domestik, dimana pada saat mengikuti pameran kopi dunia di Helsinki Finlandia Tahun 2018 lalu bahkan pemintaan ekspor dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Oleh karena itu, pada bulan September 2022 Pemerintah Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Kecamatan Cangkringan. Kecamatan Turi, dan Kecamatan Pakem sebagai Sentra Kopi, yang ditandai oleh Gerakan Menanam Kopi yang merupakan awal dari menghijaukan lereng Merapi sekaligus melakukan konservasi dan revegetasi tanaman sebagai upaya memperbaiki lahan yang rusak sebagai akibat panambangan pasir. Kondisi mitra yang merupakan Kelompok Tani yang terlibat dalam pengabdian ini yaitu Kelompok Tani Turi. Cangkringan dan Pakem yang memiliki anggota yang aktif sekitar 100 Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Sosialisasi terhadap pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual juga dilakukan dalam rangka pentingnya perlindungan terhadap produk yang merupakan potensi lokal yang dipengaruhi kondisi iklim dan geografis dengan melakukan pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi sebagai upaya untuk memberikan perlindungan Kekayaan Intelektual produk Karena Kopi Robusta Merapi merupakan jenis kekayaan intelektual yang berasal dari daerah tertentu yaitu Kabupaten Sleman, sehingga perlu adanya sistem untuk perlindungan hukumnya. Selain sosialisasi juga dilakukan pendampingan bagi kelompok tani untuk membuat sistem irigasi tetes bagi kebun kopi dan pendampingan untuk melakukan pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. dilaksanakan sosialisasi dilakukan di Joglo Kopi Madu Merapi Desa Wisata Pentingsari. Umbulharjo. Cangkringan Sleman dan Aula BAPPEDA Kabupaten Sleman, sedangkan tempat untuk pendampingan dilakukan di salah satu Kebun Kopi milik Kelompok Tani di Desa Wisata Pentingsari Cangringan Sleman seluas kurang lebih 1,1 Hektar meter persegi. Secara lebih rinci jadwal pengabdian tersaji dalam Tabel 1. Tabel 1. Jadwal Pengabdian Bulan Juli Agt Sept Persiapan Koordinasi Pembuatan Irigasi Tetes Sosialisasi Irigasi Tetes dan Indikasi Geografis Pembuatan Irigasi Tetes Uji Coba Irigasi Tetes Evaluasi dan Perbaikan Irigasi Tetes Pendaftaran Indikasi Geografis Pengumpulan data dan dokumen untuk pendaftaran Indikasu Geografis FGD dengan Pemkab Sleman dan Kelompok Tani Kopi Robusta Merapi Penyusunan Buku Deskripsi Untuk Persyaratan Pendaftaran Pendaftaran Indikasi Geografis Pembuatan Laporan Pengabdian Membuat artikel METODE Metode yang akan dilakukan dalam pengabdian ini terbagi menjadi dua, yaitu metode sosialisasi dan pendampingan kepada masyarakat petani kopi yang terbagi dalam beberapa kelompok tani yang ada di Kecamatan Cangkringan. Kecamatan Pakem. Kecamatan Turi, tahapan dan pelaksanaannya akan dijelaskan secara detail sebagai berikut: Waktu dan Tempat Pelaksanaan Waktu untuk melaksanakan pengabdian ini adalah 3 . bulan dari bulan Juli- September 2022, yang terbagi dalam dua kegiatan yaitu kegiatan sosialisasi kepada masyarakat 3 . minggu dan kegiatan pendampingan 9 . Kegiatan sosialisasi Irigasi Tetes dan Indikasi Geografis dilakukan kepada Kelompok Tani Kopi Merapi, sedangkan khusus untuk sosialisasi Indikasi Geografis juga dilakukan kepada OPD terkait di Pemerintah Kabupaten Sleman dalam rangka pengelolaan Kopi Robusta Merapi, yaitu. BAPPEDA. Dinas Pertanian. Dinas Perekonomian Pemerintah Kabupaten Sleman dan Bupati Sleman untuk memberikan pemahaman terhadap potensi daerah Kopi Robusta Merapi Sleman yang merupakan milik dari Kabupaten Sleman, sehingga perlu dijaga dan dilindungi secara hukum melalui perlindungan Hak Kekayaan Intelektual Indikasi Geografis. Tempat Alat dan Bahan Alat dan bahan yang digunakan untuk melaksanakan pengabdian ini baik Sistem Irigasi Tetes dan Indikasi Geografis akan dijelaskan dalam Tabel 2. Tabel 2. Daftar Alat-alat Bahan/Alat Pompa Air Spesifikasi/ Shimisu 125 Unit/Buah Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Bahan/Alat Tandon Air Terpal Pipa Utama Pipa Pembagi Pipa Lateral Emitter Spesifikasi/ 000 liter 3x3 meter Diameter Diameter A Diamater A Dripper Langkah Pelaksanaan Langkah-langkah yang dilakukan untuk kegiatan pembuatan sistem irigasi tetes : Sosialisasi dengan kelompok tani . Koordinasi antara tim dan masyarakat yang tergabung dengan kelompok tani . Membuat galian untuk menampung air seluas 3x3 meter persegi . Memasang alat pompa dan tandon air . Merakit pipa utama, pipa pembagi, dan pipa lateral yang ditempatkan pada permukaan tanah di sekitar tanaman kopi . Memasang emitter . Dilakukan uji coba pengairan ke seluruh tanaman kopi dengan mekanisme tetes . Evaluasi dan perbaikan Unit/Buah 50 meter 100 meter 300 meter 200 buah Langkah-langkah yang dilakukan untuk kegiatan pendaftaran Indikasi Geografis : Sosialisasi . FGD untuk mendapatkan data-data terkait Kopi Robusta Merapi . Membuat buku persyaratan Indikasi Geografis . Audiensi dengan Bupati Sleman terkait rencana pendaftaran Indikasi Geografis . Pengisian formulir pendaftaran Indikasi Geografis . Pendafaran https://ig. id/login Gambar 3. Pipa Lateral Target Pengabdian : Tersedia Sistem Irigasi Tetes pada kebun kopi Merapi seluas 1. 1 Ha dan dilakukannya pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi Sleman. Secara jelas program disajikan dalam Tabel Gambar 4. Emitter Tabel 3. Rincian Program Materi Pelaksanaan Irigasi Sosialisasi dan Tetes Pendampingan Irigasi Tetes Indikasi Geografis Gambar 5. Tandon Air Sosialisasi. FGD. Pendampingan Output Sistem Irigasi Tetes Kebun Kopi 1 ha Pembuat an Buku Persyarat Indikasi Geografi s sebagai Target Kebun kopi irigasi tetes dengan cara efisiensi air dan optimal Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 Materi Pelaksanaan Output dengan penggalian tandon air bawah seluas 3x3 Target HASIL DAN PEMBAHASAN Pembuatan Sistem Irigasi Tetes Pada Kebun Kopi Sistem irigasi yang banyak digunakan adalah irigasi curah di permukaan tanah. Irigasi ini membutuhkan air dalam jumlah banyak sedangkan tingkat efisiensi penggunaan airnya Pemanfaatan air irigasi yang ada masih belum optimal, karena sistim irigasi yang ada masih menggunakan sistem konvensional . istem sembor dan penggenanga. , yang sangat boros air. Pentingnya penghematan air irigasi masih belum sepenuhnya disadari oleh petani. Untuk mengatasi keterbatasan air, sistem irigasi tetes merupakan pilihan tepat dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air. (Hendri Yanto, 2. Menurut Hadiutomo (Hadiutomo, 2. Drip Irigasi atau irigasi tetes adalah metode pemberian air pada tanaman secara langsung, baik pada areal perakaran tanaman maupun pada permukaan tanah melalui tetesan secara kontinu dan perlahan. Efisiensi penggunaan air dengan sistem irigasi tetes dapat mencapai 80 - 95%. (Simonne, 2. Pemberian air pada irigasi tetes dilakukan dengan menggunakan alat aplikasi . pplicator, emission devic. yang dapat memberikan air dengan debit yang rendah dan frekuensi yang tinggi . ampir terus-meneru. disekitar perakaran tanaman. (Ridwan, 2. Sumber air yang ada di lokasi perkebunan cukup jauh jaraknya karena memang karakteristik kemiringan tanah yang ada di lereng Gunung Merapi, sehingga diperlukan teknik Irigasi Tetes pada kebun kopi. Program ini telah selesai dan telah dilakukan evaluasi serta perbaikan-perbaikan. Dan sebagai pilot project pembuatan irigasi tetes ini diberikan pada salah satu lahan kebun kopi milik kelompok tani seluas 1,1 Ha. Pembuatan sistem irigasi dimulai dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada Kelompok Tani Kopi Robusta Merapi untuk memberikan pengetahuan tentang Sistem Irigasi Tetes. Setelah itu dilakukan pendampingan pembuatan sistem irigasi tetes, yang dimulai Gambar 6. Pembuatan Galian Penampungan Air Tandon ini berfungsi untuk menampung air dari sumber air sebelum dipompa ke tower. Setelah itu memasang alat pompa dan tower untuk menampung air sebelum dialirkan ke irigasi tetes ke kebun kopi. Gambar 7. Pemasangan Tandon Air (Towe. Setelah itu merakit sistem irigasi tetes dengan bahan-bahan yang telah ada yaitu pipapipa dan emitter, dengan cara meletakkan sepanjang sisi-sisi tanaman kopi yang akan diairi dengan irigasi tetes. Setelah selesai maka dilakukan uji coba pengairan tersebut, dengan cara meneteskan air-air tepat pada bagian akar tanaman kopi, sehingga irigasi tetes ini akan memberikan hasil optimal untuk mengairi kebun kopi secara efisien dalam pemanfaatan air. Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 . Pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi Sleman Pentingnya perlindungan indikasi geografis karena berbagai kasus pelanggarannya yaitu Kopi Gayo dimana merek dagang tersebut di klaim oleh perusahaan Holland Coffee B. V asal Belanda sebagai pemegang hak. Sementara Kopi Gayo merupakan kopi khas Nanggroe Aceh Darusallam dan telah mendaftarkan secara internasional dengan nama Gayo Mountain Coffee. (Rahmatullah, 2. Indikasi Geografis (IG) merupakan salah satu HKI. Pengertian dari IG menurut Pasal 1 Angka 6 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/ atau produk karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik pada barang dan/ atau produk yang dihasilkan. (D. , 2. Perlindungan hukum terhadap berbagai macam produk IG di Indonesia harus dapat menjawab tantangan global yakni dengan memberikan aturan hukum yang memadai sehingga memberikan kepastian hukum terhadap produk asli Indonesia di luar negeri. (Rahmatullah. Wordpress, 2. Tuntutan adanya perlindungan terhadap IG adalah upaya untuk melindungi produk-produk masyarakat lokal dalam negeri karena merek yang dipakai oleh pelaku bisnis untuk memperkenalkan produk, biasanya menggunakan nama tempat atau lokasi geografis yang menjelaskan dari mana barang tersebut berasal. (Sasongko, 2. Langkah pertama untuk melakukan pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi Sleman yaitu melakukan sosialisasi dan FGD baik kepada Kelompok Tani Kopi Robusta Merapi Sleman maupun kepada Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mencari data-data yang diperlukan mengenai Kopi Robusta Merapi, setelah itu melakukan penyusunan Buku Deskripsi Indikasi Geografis Dalam buku Deskripsi Indikasi Geografis akan diuraikan halhal sebagai berikut : Pendahuluan . Pemohon . Nama Indikasi Geografis . Uraian karakteristik dan kualitas . Profil Cita rasa . Kondisi Umum . Kawasan Produksi . Sejarah dan Adat Istiadat Gambar 8. Pemasangan Pipa Utama Untuk Mengambil Aliran Air dari Tandon Gambar 9. Pemasangan Emitter Gambar 10. Instalasi Pipa Pembagi ke Pipa Lateral Gambar 11. Uji Coba Sistem Irigasi Tetes Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 . Metode Produksi dan Pengolahan . Metode Kontrol dan Kerunutan . Pelabelan . Penutup Setelah menyelesaikan Buku Deskripsi tersebut makan dilakukan audiensi kepada Bupati Sleman, untuk menyampaikan data-data tentang Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi sekaligus meminta klarifikasi jika ada data-data yang belum benar. Langkah terakhir adalah melakukan pendaftaran Indikasi Geografis kepada Kementerian Hukum dan HAM Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual. Gambar 15. Logo Resmi Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi . Evaluasi Program Dari pelaksanaan program pengabdian ini telah berhasil dilaksanakan sesuai dengan target yaitu tersedianya Sistem Irigasi Tetes pada kebun kopi seluas 1. 1 ha di Cangkringan Sleman. Dari hasil yang tercapai dari mitra Kelompok Tani Tucangkem sudah mendapatkan sistem pengairan untuk irigasi kebun kopi dengan cara yang murah, efisien namun optimal dengan sistem irigasi tetes. Selain itu Kelompok Tani Tucangkem dan Pemerintah Kabupaten Sleman juga memperoleh bukti pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual Komunal Indikasi Geografis yang telah didaftarkan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, sehingga target perlindungan hukum terhadap produk unggulan daerah Sleman Kopi Robusta Merapi Sleman tercapai. Perbandingan dengan hasil pengabdian masyarakat terdahulu mengenai Irigasi Tetes pernah ditulis oleh Ilham Mukhlisin, (Ilham Muhklisin, 2. dimana membahas masalah irigasi tetes pada masyarakat perumahan di Jember kekeringan, sehingga menyebabkan kekeringan Perbedaannya pengabdian ini adalah fokus pada irigasi tetes pada kebun kopi yang cukup luas, namun hemat biaya dan pengelolaan air yang optimal sehingga akan berimbas pada biaya produksi yang dapat Tulisan hasil pengabdian lain mengenai irigasi tetes adalah pengabdian mengenai irigasi untuk perkebunan kering (Nanda Novita, 2. yang membahas mengenai sistem irigasi tetes pada perkebunan kering. Perbedaanya dengan pengabdian ini adalah bahwa pada tulisan tersebut membahas sistem irigasi tetes pada perkebunan kering untuk penanaman cabai, jagung, singkong dan lain-lain terutama permasalahan pada pengairan di musim Sedangkan untuk pengabdian ini fokus pada kebun kopi dengan permasalahan utama Gambar 12. Sosialisasi Indikasi Geografis pada Kelompok Tani Kopi Merapi Gambar 13. FGD Dengan OPD Terkait Pemerintah Kabupaten Sleman dan Kelompok Tani Kopi di Aula BAPPEDA Kabupaten Sleman Gambar 14. Audiensi dengan Bupati Sleman Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat Ke Ae 2 Jakarta, 23 November 2022 jauhnya akses sumber air sehingga kesulitan dalam pengairannya. (Brassica Oleracea Var. Botrytis L. Subvar. Cauliflora D. Dalam Greenhouse. Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 3( . , 141-154. Ilham Muhklisin. Irigasi Tetes Homemade Penghemat Air Bagi Warga Perumahan Villa Bougenville Indah Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2. Kustiari. Perkembangan Pasar Kopi Dunia Dan Implikasinya Bagi Indonesia Market Development Of World Coffee And Its Implication For Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 25 . , 43 Ae 55. Nanda Novita. Pelatihan Perancangan Drip Irigation Sebagai Teknik Penyiraman Efektif Pada Lahan Kering. Integritas: Jurnal Pengabdian, 5. Pusat Penelitian Kopi dan Coklat. Hasil Uji Laboratorium Kopi Robusta Merapi. Jember: Pusat Penelitian Kopi dan Kokoa. Rahmatullah. Oktober . Wordpress. Retrieved Oktober 2020, from Perlindungan Indikasi Geografis Dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Melalui Ratifikasi Perjanjian Lisabon: com/2013/10/25/perlindunganindikasigeografis-dalam-hakkekayaanintelektual-hki-melalui-ratifikasi-perjanjianlisabon/ Rahmatullah. Perlindungan Indikasi Geografis Dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI) Melalui Ratifikasi Perjanjian Lisabon. Jurnal Cita Hukum, 1. , 306. Ridwan. Model Jaringan Irigasi Tetes Berbasis Bahan Lokal Untuk Pertanian Lahan Sempit. Jurnal Irigasi, 8. Sasongko. Indikasi Geografis: Sebuah Pengantar. Jakarta: Direktorat Jenderal HKI (DJHKI). Simonne. Principles and Practices of Irrigation Management for Vegetables. Florida: IFAS Extension. SIMPULAN DAN SARAN Simpulan terhadap kegiatan pengabdian masyarakat dengan program pendampingan Sistem Irigasi Tetes pada Kebun Kopi Merapi di Sleman memberikan manfaat khususnya bagi petani kopi terhadap permasalahan kesulitan irigasi kebun kopi karena jauhnya sumber air. Sehingga dengan sistem irigasi tetes ini, persoalan pengairan dapat terselesaikan dengan cara mudah, berbiaya murah, serta dapat memanfaatkan keterbatasan sumber daya air secara optimal dan efisien. Sedangkan untuk program pendaftaran Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi telah dilaksanakan sehingga potensi lokal Kopi Robusta Merapi, diakui sebagai produk unggulan lokal yang berasal dari Kabupaten Sleman, dan menjadikan produk tersebut mendapatkan perlindungan hukum, sehingga potensi untuk diklaim oleh negara lain di saat produk tersebut diekspor kecil. Saran dari program pengabdian ini adalah perlunya adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Sleman dalam mengelola dan berpaya menjaga produk unggulan daerahnya, khususnya untuk produk unggulan lainnya. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terimakasih ditujukan kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi dan Pemerintah Kabupaten Sleman, sehingga program pengabdian ini dapat diselenggarakan secara baik. DAFTAR PUSTAKA