Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio PERSEPSI SISWA KELAS X SMK DOLOPO KABUPATEN MADIUN TERHADAP PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PJOK DI SEKOLAH Mohammad Abdurrofi SMK Dolopo Kabupaten Madiun e-mail: fadhi. rofi@gmail. ABSTRAK Persepsi siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran penjas di sekolah perlu dilakukan Tujuan penelitian ini yaitu ingin mengetahui tingkat persepsi siswa kelas X SMK Dolopo Kabupaten Madiun terhadap pelaksanaan pembelajaran PJOK di Sekolah. Diharapkan dari hasil penelitian ini dapat memberikan informasi data tingkat persepsi siswa x SMK Dolopo Kabupaten Madiun yang juga merupakan siswa baru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif melalui metode survei dengan menggunakan intrumen angket. Populasi penelitian ini yaitu siswa kelas X SMK Dolopo Kabupaten Madiun yang berjumlah 80. Sedangkan sampel diambi 50% dari total populasi. Data yagn telah diperooleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan menggunakan persentase. Hasil penelitian menggambarkan bahwa, tingkat persepsi siswa kelas X SMK Dolopo Kabupaten Madiun terhadap pelaksanaan pembelajaran PJOK dalam kategori Baik. Hal tersebut nampak pada hasil pengolahan data yaitu sebanyak 9 siswa dengan nilai persentase kategori Sangat Baik sebesar 22,5% dan sebanyak 31 siswa yang masuk dalam kategori Baik dengan nilai persentase sebesar 77,5%. Tidak ada siswa yan masuk dalam kategori Sedang mapun Kurang Baik. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata persepsi siswa kelas X dalam kategori Baik. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh faktor ekssternal dan internal. Kata Kunci: Tingkat Persepsi. PJOK. Siswa Kelas X ABSTRACT Students' perceptions of the implementation of Physical Education learning in schools need to be researched. The purpose of this study was to determine the level of perceptions of grade X students of SMK Dolopo. Madiun Regency on the implementation of PJOK learning in It is hoped that the results of this study can provide information on the perceptual level data of students at SMK Dolopo. Madiun Regency who are also new students. This research is a descriptive study through a survey method using a questionnaire instrument. The population of this study were 80 grade students of SMK Dolopo Madiun Regency, while the sample was taken 50% of the total population. The data obtained were analyzed using descriptive statistics using percentages. The results illustrate that, the level of perception of class X SMK Dolopo Madiun Regency towards the implementation of PJOK learning is in the Good category. This can be seen in the results of data processing, namely as many as 9 students with a percentage Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio value of the Very Good category of 22. 5% and as many as 31 students who were included in the Good category with a percentage value of 77. There are no students who fall into the Medium or Poor category. Based on the research results, it can be concluded that the average perception of class X students is in the Good category. This perception is influenced by external and internal factors. Keywords: Perception Level. PJOK. Class X Students Pendahuluan Sebagai lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah bersama masyarakat, penyelenggaraan sekolah bertujuan untuk membina generasi bangsa khususnya dalam bidang pendidikan. Sebagai wadah keberlangsungan pendidikan, peran penting yang tidak dapat diabaikan yaitu kualitas guru. Kinerja guru menjadi dalam proses pembelajaran tidak habis untuk selalu dikaji secara ilmiah. Kinerja guru merupakan hasil yang dicapai oleh guru terkait dengan kegiatan berlajar Sejalan dengan hal tersebut. UU Sisdiknas BAB XI Pasal 39 disebutkan bahwa guru mempunyai tugas untuk merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil belajar, melakukan bimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masayarakat. Guru sebagai pelaksana pendidikan sudah sepantasnya memiliki kinerja yang berkualitas agar tujuan pendidikan tercapai, tidak terkecuali guru pendidikan jasmani di sekolah. Guru pendidikan jasmani memiliki peran besar dalam proses perkembangan peserta didik di sekolah. Dimana guru pendidikan jasmani juga mengemban amanah untuk terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Pendidikan jasmani sendiri merupakan pendidikan melalui aktivitas jasmani dalam rangka mencapai tujuan yang telah dirumuskan dalam ranah psikomotorik, afektif, dan kognitif (Sukintaka, 2001: . Untuk pembelajaran menjadi faktor pemicu agar siswa selalu termotivasi di setiap kegiatan Untuk itu, diperlukan keterampilan guru dalam memotivasi siswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio dan menanamkan kepedulian akan pembelajaran penjas di sekolah. Rasa kepedulian tersebut dapat timbul jika siswa memiliki persepsi yang positif terhadap pembelajaran penjas. Sering kali di sekolah, siswa menganggap bahwa pendidikan jasmani hanya sekedar matapelajaran yang harus diikuti, akan tetapi tidak memaknai secara dalam dampak pendidikan jasmani bagi perkembangan dirinya. Anggapan lain yang sering muncul bahwa, pendidikan jasmani sering kali dominan pada fisik sehingga membuat mereka enggan untuk mengikuti dikarenakan dampak yang dirasakan kurang disuakai siswa seperti kelelahan, berkeringat ataupun karena kelelahan cenderung rasa kantuk yang dirasakan. Persepsi siswa yang sempit dalam memaknai pendidikan jasmani tentu dapat Miftah Toha menjelaskan bahwa, persepsi pada dasarnya proses koqnitif yang dialami oleh setiap orang dalam memahami informasi tentang linggannya. Senada dengan pendapat tersebut. Fleming dan Levie . alam Muhaimin, 2008: . menjelaskan persepsi sebaai suatu proses yang bersifat kompleks yang menyebabkan orang dapat menerima atau meringkas informasi yang diperoleh dari lingkungannya. Artinya, dari pendapat di atas menggambarkan persepsi menjadi awal dari proses pembelajaran, dimana ketika siswa menerima stimulus atau rangsangan. Persepsi pada diri seseorang dalam proses pembentukannya tentu sangatlah kompleks dan tidak berlangsung begitu saja. Bimo Walgito . 3: . berpendapat bahwa apa yang ada dalam diri manusia akan mempengaruhi dalam pembentukan persepsi . Seangkan pandangan Sugiarto . menjelaskan bahwa adanya perbedaan persepsi seseorang dipengaruhi oleh pengetahuan, kebutuhan, kesenangan, dan pola hidup. Pandangan dari beberapa pakar tersebut menjelaskan bahwa, persepsi dipengaruhi oleh beberapa faktor, khususnya faktor internal atau dari dalam dirinya. Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Secara lebih rinci, beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi menurut David Krech dan Richard S . alam Jalaluddin Rahmat 2001:. terbagi menjadi dua faktor, yaitu faktor fungsional dan faktor struktural. Faktor fungsional berasal kebutuhan, pengalaman masa lalu dan hal-hal yang termasuk apa yang kita sebut sebgai faktor personal. Faktor fungsional sebagai penentu yaitu obyek-obyek yang memenuhi tujuan individu yang melakukan persepsi. Sedangkan faktor struktural, faktor-faktor yang berasal semata-mata dari sifat stimulus fisik terhadap efek-efek yang ditimbulkan pada sistem saraf individu. Faktor-faktor struktural yang menentukan persepsi menurut teori Gestalt bila kita ingin memenuhi suatau peristiwa, kita dapat meneliti faktor-faktor yang terpisah tetapi memadangnya dalam hubungan keseluruhan. Sedangkan tinggi rendahnya individu untuk memberi perhatian pada stimulus dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal meliputi kebiasaan, minat, emosi, dan keadaan biologis. Sedangkan faktor eksternal meliputi intensitas, kebaruan, gerkaan, dan pengulangan stimulus. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Awang Yulianto . menyimpulkan bahwa rata-rata persepsi siswa terhadap Penjasorkes di SMA dan SMK di Mempawah Timur Kabupaten Pontianak dalam kategori sedang. Hasil penelitian tersebut menyarankan pada guru agar meningkatkan motivasi siswa khususnya Penjaorkes. Sejalan Muhammad Kharis . melakukan penelitian serupa terkait persepsi siswa terhadap pembelajaran penjas menyimpulkan bahwa, persepsi siswa terhadap pembelajaran penjas dalam kategori positif. Hal tersebut dipengaruhi oleh peran guru dalam menyusun metode pembelajaran penjas bervariatif dan inovatif. berdasarkan hasil penelitian tersebut, dalam penelitian ini juga akan fokus pada persepsi siswa Kelas X SMK Dolopo Kabupaten Madiun terhadap pelaksanaan pembelajaran PJOK di sekolah. Penelitian ini perlu dilakukan dalam rangka mengetahui bagaimana tingkat persepsi siswa kelas X yang merupakan siswa baru Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio di SMK Dolopo Kabupaten Madiun. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, guru selanjutnya dapat memiliki data sehingga dalam menyusun rancangan pembelajaran sesuai dengan karakteristik siswa tersebut. Metode Penelitian Penelitian yang dilakukan termasuk jenis penelitian deskritif, yaitu merupakan penelitian yang bermaksud memaparkan atau menggambarkan sesuatu hal, misalnya keadaan, kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan, dan lain-lain (Suharsimi Arikunto, 2010: . Intrumen untuk memperoleh data menggunakan angket jenis Angket kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepaa responden untuk dijawab (Sugiono, 2010: . Dalam penelitian ini, intrumen angket yang digunakan diadosi dari penelitian yang dilakukan oleh Rio Taovan . Hal ini didasarkan karena kesamaan pada fokus penelitian yang dilakukan. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMK Dolopo Kabupaten Madiun yang terdiri dari 4 kelas masing-masing 20 siswa sehingga total 80 Siswa. Sedangkan sampel dalam penelitian ini yaitu 50% dari jumlah populasi. Sedangkan teknis analisis data yang digunakan yaitu statistik deskriptif yang dituangkan alam bentuk persentase mengacu rumusan Anas Sudijono . 2: . Hasil dan Pembahasan Hasil analisis data yang dilakukan untuk mengetahui persepsi siswa kelas X SMK Dolopo kabupaten Madiun melibatkan responden sebanyak 40 siswa. Gambaran hasil analisis statistik deskripsi tingkat persepsi siswa kelas X dapat dilihat pada tabel berikut ini. Tabel 1. Statistik Deskriptif Tingkat Persepsi Kelas X Mean Median Mode Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 Std. Deviasi Range Minimum Maksimum e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio 4,68 Tabel 1. Hasil statistik deskriptif tingkat persepsi kelas X menunjukkan bahwa skor rata-rata 100,2, nilai median sebesar 100,5, nilai mode 101, dan nilai standar deviasi 4,68. Sedangkan skor tertinggi sebesar 114 dan skor terendah yaitu 91. Dari hasil data tersebut dapat dilihat nilai persentase sebagai berikut. Tabel 2. Kategori Tingkat Persepsi Siswa Kelas X Kategori Sangat Baik Baik Sedang Kurang Frekuensi Persentase 22,5 % 77,5 % Dari tabel di atas dapat diketahui tingkat persepsi siswa kelas X yang masuk dalam kategori Sangat Baik sebanyak 9 siswa dengan nilai persentase 22,5%. Sedangkan siswa yang masuk dalam kategori Baik sebanyak 31 siswa dengan nilai persentase sebesar 77,5%. Selanjutnya tidak ada siswa yang masuk dalam kategori Sedang maupun Kurang. Jika ditampilkan dalam bentuk grafik, maka dapat dilihat pada gambar grafik 1 berikut ini. Tingkat Persepsi Kurang Baik Sedang Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Baik Sangat Baik Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Gambar 1. Diagram Batang Tingkat Persepsi Siswa Kelas X Berdasarkan hasil analisis data yaang telah dilakukan, maka dapat dikatan bahwa rata-rata persepsi siswa kelas x terhadap pembelajaran PJOK di sekolah masuk dalam kategori Sangat Baik sebesar 22,5% dan siswa yang masuk dalam kategori Baik sebesar 77,5%. Tingkat persepsi siswa kelas X SMK Dolopo Kabupaten Madiun pada dasarnya dipengruhi faktor eksternal dan internal. Sedana dengan hasil tersebut. Suharman . 5: . berpendapat bahwa persepsi merupakan suatu proses menginterpretasikan atau menafsirkan informasi yang diperoleh melalui sistem alat indera manusia. Jika dihubungkan dengan kondisi siswa kelas X SMK Dolopo Kabupaten Madiun, pada dasarnya, kecenderungan tingkat persepsi siswa lebih dipengaruhi oleh faktor dari dalam. Berkaitn dengan keterkaitan antara persepsi terhadap pendidikan jasmani. Wuest dan Bucher (Sukintaka, 2001: . berpendapat bahwa tujuan pendidikan jasmani yaitu untuk memperbaiki kerja dan peningkatan pengembangan manusia melalui media aktivitas jasmani. Sejalan dengan pendapat tersebut, siswa kelas X SMK Dolopo Kabupaten Madiun memiliki potensi pendukung untuk memperbaiki dikembangkan, khususnya melalui pembelajaran penjas. Siswa kelas X menjadikan pembelajaran penjas sebagai faktor pendukung untuk memperoleh prestasi yang Guru PJOK dapat menjadi fasilitator dalam mengawal siswa mencapai tujuan pembelajaran, mengingat bahwa guru merupakan seseorang yag rutin menyampikan pengetahuan dan keterampilan intelektual mapun motorik kepada siswanya (Nadisah, 1. Kesimpulan dan Saran Pendidikan Kepelatihan Olahraga Unipa Surabaya Jurnal Buana Pedagogi Olahraga Vol: 1. No: 1. Maret 2021 e-ISSN: x-x http://jurnal. id/index. php/bio Berdarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, maka kesimpulan yang dapat diambil yaitu persepsi siswa kelas X SMK Dolopo Kabupaten Madiun dalam kategori Baik. Hal tersebut dapat dilihat nilai persentase kategori Sangat Baik sebesar 22,5% dan siswa yang masuk dalam kategori Baik sebesar 77,5%. Tidak ada siswa yan masuk dalam kategori Sedang mapun Kurang Baik. Dari kesimpulan terebut menunjukkan bahwa persepsi siswa kelas X SMK Dolopo Kabupaten Madiun terhadap pembelajaran dalam kategori Baik. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor eksternal dan internal. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman untuk selalu berinovasi agar siswa dapat termotivasi dalam mengikuti pelaksanaan pembelajaran PJOK di sekolah. Jika persepsi siswa dalam kategori Baik maka diharapkan tujuan pembelajaran dapat Selanjutnya, untuk melengkapi ulasan terkait persepsi siswa, peneliti lain dapat mengambil indikator-indikator yang mempengaruhi peningkatan persepsi siswa dalam mengikuti pembelajaran penjas. Sehingga dengan harapan semakin banyak penelitian yang dilakukan maka semakin lengkap kajian terhadap persepsi siswa yang dirasa penting dalam rangka mencapai tujuan pendidikan, khususnya pendidikan jasmani di Sekolah. Daftar Pustaka