JIEP: Journal of Islamic Education Papua Vol. 3 No. 2 Januari 2026 e-ISSN 3021-7180 Menyelami Dimensi Spiritual melalui Ibadah Salat: Studi Persepsi terhadap Peserta Didik Jenjang Sekolah Menengah Pertama di Lembang Ali Anhar SyiAobul Huda1. Aghnia2. Abid Nurhuda3. Dena Sri Anugrah4. Hamdi5. Walid InAoam Ahmad6. Gilang Muhammad Fajresi7 1SMP Negeri 3 Lembang, 2Universitas Pendidikan Indonesia, 3Universitas PTIQ Jakarta, 4Universitas Garut, 5UIN Palangakaraya, 6UIN Sunan Ampel, 7STIES Saleh Budiman E-mail: alianhar99@upi. edu1, aghnia@upi. edu2, abidnurhuda123@gmail. denasrianugrah@upi. edu4, hamdi. pasca2410160289@iain-palangkaraya. walidinamahmad@gmail. com6, gilangfaresi@gmail. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan terhadap kecenderungan menurunnya kesadaran dan pemaknaan ibadah salat di kalangan peserta didik jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian bertujuan mengkaji pemahaman peserta didik mengenai makna spiritual ibadah salat, pengalaman spiritual yang dirasakan, peran lingkungan, serta implikasi pemahaman tersebut terhadap praktik ibadah salat dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan metode studi lapangan, data primer diperoleh melalui jawaban kuesioner dari 134 responden, sedangkan data sekunder berasal dari literatur yang relevan, adapun analisis data menggunakan teknik deskriptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki tingkat pemahaman tinggi terhadap makna spiritual ibadah salat . ,80%), pengalaman spiritual sangat tinggi . %), peran lingkungan sangat tinggi . %), serta implikasi pemahaman terhadap praktik ibadah salat yang juga berada pada kategori sangat tinggi . %). Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan pembiasaan ibadah salat dalam pembentukan akhlak peserta didik, meskipun penelitian ini masih terbatas pada aspek perspektif dan belum mengkaji implementasi praktik secara Kata Kunci: Lembang. Salat. Sekolah Menengah Pertama. Spiritual Abstract. This study was motivated by concerns about the declining awareness and meaning of prayer among junior high school students The study aims to examine students' understanding of the spiritual meaning of prayer, their spiritual experiences, the role of the environment, and the implications of this understanding on the practice of prayer in daily The study uses a quantitative design with a field study method, with primary data obtained through questionnaire responses from 134 respondents, while secondary data came from relevant literature. Data analysis used descriptive techniques. The findings indicate that students have a high level of understanding of the spiritual meaning of prayer . 80%), very high spiritual experiences . %), a very high role of the environment . %), http://e-journal. id/index. php/jiep Ali Anhar SyiAobul Huda, dkk: Menyelami Dimensi Spiritual melaluiA and the implications of this understanding on prayer practices in daily life . %). This study emphasizes prayer practices, which was also in the very high category . %). This research emphasizes the importance of strengthening the habit of prayer in shaping students' character, although this research is still limited to the perspective aspect and has not examined the implementation of practice directly. Keywords: Junior High School. Lembang. Prayer. Spiritual A2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). Pendahuluan Islam merupakan salah satu di antara banyaknya agama . yang berkembang di dunia. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan berdasarkan laporan yang dikeluarkan oleh Pew Research Center . berdasarkan hasil analisis yang mereka lakukan prediksi akumulasi penduduk dunia yang memeluk agama Islam mulai dari rentang Tahun 2010-2030 sebanyak 2. 000 (Dua Miliar Seratus Sembilan Puluh Juta Seratus Empat Puluh Lima Rib. orang dimana perkembangan berdasarkan grafik yang mereka buat sebesar 2,3% kenaikannya dari total seluruh dunia. Adapun dalam lingkup ke-Indonesiaan berdasarkan data Ditjen Dukcapil Kemendagri terdapat sebanyak 286,69 juta penduduk Indonesia pada semester I 2025 yang mayoritas beragama Islam atau sebesar 87,13% (Databoks, 2. Melihat kuantitas tersebut. Islam dapat dikatakan mayoritas menjadi anutan penduduk dunia & Indonesia berkat beberapa hal antara lain karakteristik daripada Islam itu sendiri yaitu agama tauhid . , universal, seimbang, komprehensif, menekankan pada dimensi akhlak, berorientasi pada dimensi ibadah, rasional, dan bersifat Rahmatan lil'alamiin (Ebrahimi et al. , 2021. Haynes, 2021. Malik, 2. Selain dari pada itu, perkembangan Islam yang pesat juga didukung oleh Baginda Nabi Muhammad Shalauallahu'alaihi Wassalam sebagai figur sentral dan contoh teladan bukan hanya untuk muslim secara khusus namun juga bagi sekalian alam (Abdelbanat & Matlab, 2024. Khan, 2021. Kubarev, 2. dengan contoh nyatanya seorang penulis Michael H. Hart pada Tahun 1978 menempatkannya sebagai tokoh yang paling berpengaruh di dunia pada nomor urutan ke-1 dalam bukunya yang berjudul "The 100: A Ranking of the Most Influential Persons in History" (Hart, 1. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 3 No 2 Januari 2026 Islam merupakan agama yang secara kebahasaan berasal dari akar kata Arab aslama yang bermakna berserah diri, tunduk, dan membawa kedamaian (Nasr, 2013. Patel, 2. , sedangkan secara istilah dipahami sebagai ajaran ilahi yang diturunkan Allah Swt. kepada Nabi Muhammad Saw. untuk menjadi pedoman hidup manusia dalam mengatur hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta secara menyeluruh (Ahmed, 2015. Denny, 2015. Williams, 2. Para pakarpun turut mengemukakan pandangannya mengenai Islam dimana Yusuf Al-Qardhawi memandang Islam sebagai sistem kehidupan yang utuh (Azizah & Elhady, 2024. Lestari et al. , 2022. Prabowo & Jamilah, 2. Al-Ghazali menekankan bahwa Islam merupakan integrasi antara dimensi lahiriah dan batiniah (Fikri, 2022. Hamdi et al. , 2. , adapun Ibnu Taimiyah berpendapat bahwa Islam yaitu kepatuhan total kepada kehendak Allah (Azizah bin Has, 2021. Syaikhon, 2. , sedangkan Fazlur Rahman melihat Islam sebagai sistem nilai moral dan sosial yang bertujuan mewujudkan keadilan dan kemaslahatan umat manusia (Damsyik, 2013. Panjwani, 2012. Widayani, 2. Secara historis. Islam lahir pada abad ke-7 M di Jazirah Arab melalui proses pewahyuan kepada Nabi Muhammad Saw. (Akhavi, 2003. KarsiN, 2. , kemudian pada tahap awal menekankan peneguhan tauhid dan pembinaan moral (Ahmad, 2017. Hussain, 2. , lalu berkembang menjadi tatanan sosial yang komprehensif setelah hijrah ke Madinah dan terus meluas ke berbagai wilayah dunia melalui dakwah, pendidikan, serta interaksi budaya (Husna et al. Ismail, 2. Ajaran Islam mencakup unsur keimanan sebagai fondasi keyakinan (Supriatna, 2. , syariat sebagai pedoman perilaku dan hukum (Ridwan. Hd, et al. , serta akhlak sebagai manifestasi nilai-nilai etis dalam kehidupan (Hafiz et al. Hamali, 2. Selain itu. Islam dibangun dengan ragam dimensi antara lain meliputi dimensi teologis, ritual, moral, sosial, dan spiritual (Qomar, 2022. Ridwan. Meilinda, et al. , 2. Dalam Islam, salat menempati posisi yang sangat sentral sebagai ibadah pokok yang diwajibkan lima kali sehari (Armanda et al. , 2025. Firdaus, 2. , diakui secara universal sebagai salah satu dari Rukun Islam sekaligus instrumen utama kebaktian dan hubungan hamba dengan Allah Swt. (Arafah Utari et al. , 2025. Satra et al. , 2. ia bukan sekadar ritual formal, tetapi merupakan praktik yang mengintegrasikan aspek moral dan spiritual secara terus menerus dalam kehidupan seorang Muslim (Burniat & Sassi, 2025. Sariningsih et al. , 2. Ritual salat secara etimologis berasal dari akar kata Arab yang http://e-journal. id/index. php/jiep Ali Anhar SyiAobul Huda, dkk: Menyelami Dimensi Spiritual melaluiA berarti AudoaAy atau Auhubungan langsung dengan Tuhan" (Farina, 2020. Syafirin, 2. , sedangkan secara terminologis didefinisikan sebagai tindakan ibadah yang terdiri atas rangkaian bacaan yang dimulai takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam yang mencerminkan kepatuhan dan penghambaan total kepada Allah Swt. dan merupakan bentuk nyata peneguhan tauhid dalam aktivitas harian umat Islam (Khairia et al. , 2025. Taher et al. , 2. Dalam kajian para pakar, salat dipandang tidak hanya sebagai kewajiban ritual tetapi juga sebagai titik fokus dalam pembentukan karakter insan muslim (Akmir et al. , 2024. Mudjib, 2. Aiyang mengkaitkan dimensi lahiriyah . iqh, gerakan, bacaa. (Rohayana & Rohman, 2022. Talawi, 2. , dan batiniah . husyuAo, keikhlasan, kesadaran spiritua. (Khairina et al. , 2025. Syahidaturrahma et al. , 2. Ai serta sebagai mekanisme pembinaan moral dan identitas yang berkelanjutan . azkiyah dan self-formatio. (Sopyani, 2020. Zarrina binti SaAoari & Omar, 2. Dari pembahasan mengenai ibadah salat tersebut dapat dipahami bahwa ia termasuk dalam dimensi spiritual, dimensi spiritual merupakan satu aspek nilai kehidupan yang berkaitan dengan penelusuran makna, orientasi nilai, dan hubungan individu dengan ilahi yang mempengaruhi kehidupan secara holistik (Paal et al. , 2024. Ramezani et al. , 2016. Ross. ye Waug. , 1. Secara lebih rinci, dimensi-dimensi spiritual antara lain terdiri dari hubungan dengan pencipta (Hablum min Alla. , nilai-nilai moral, pengalaman religius, serta perilaku keagamaan yang diukur secara multidimensional (Baharuddin & Ismail, 2015. Dasti & Sitwat, 2014. Hamizam & Abdollah, 2. Dimensi spiritual tersebut dapat meliputi berbagai bidang termasuk pada bidang pendidikan dengan subjek utama yaitu peserta didik. Secara khusus, peserta didik jenjang sekolah menengah pertama (SMP) ditinjau dari psikologi ialah individu pada fase perkembangan early adolescence (A12Ae15 tahu. dengan ditandai perubahan daya nalar, sosial, dan emosional yang sangat erat dengan masa pengembaraan pencarian identitas (Zixi et al. , 2. Karakteristik peserta didik jenjang SMP tersebut antara lain berkembangnya kemampuan berpikir secara abstrak, peka terhadap normal sosial, dan kuat akan dorongan pencarian makna (Lipscomb et al. , 2017. Sulkifli, 2. Pada konteks spiritual yakni ibadah salat dipandang sebagai strategi krusial dalam memperkuat akhlak karimah dengan penginternalisasian nilai displin, tanggungjawab, dan kesadaran moral sehingga http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 3 No 2 Januari 2026 berimplikasi terbentuknya karakter mulia peserta didik yang holistik dan integral (Kristiana et al. , 2025. Laelasari et al. , 2. Satu peribahasa Indonesia: Bagai pungguk merindukan bulan realitas di lapangan strategi penerapan ibadah salat dalam menumbuhkan akhlak karimah peserta didik menemui rintangannya. Tercatat terdapat beberapa problematika yang dihadapi antara lain rendahnya kepahaman konseptual, motivasi, dan dukungan lingkungan yang belum optimal dalam mendukung penerapan praktik ibadah salat tepat waktu baik secara umum terlebih dalam konteks peserta didik (Abdillah & Syafei, 2020. Larasatun et al. Susanti & Rahmatika, 2. Upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi problem tersebut pada konteks pendidikan dan pembelajaran antara lain yaitu peran aktif Guru Agama secara khusus dan segenap Guru-guru lainnya membimbing peserta didik dalam peribadatan ibadah salat (Karlina, 2. , keteladanan guru (Huda, 2. , dan kolaborasi pentaheliks antara sekolah, orangtua, dan lingkungan masyarakat dalam mendorong perwujudan upaya tersebut (Huda & Fahrudin, 2. Beberapa penelitian terdahulu diidentifikasi sebagai bentuk nyata dalam penguatan kepahaman peserta didik akan kebernilaian ibadah salat antara lain pertama penelitian yang dilakukan oleh Syamsidar . mengenai peran Guru PAI dalam meningkatkan kualitas ibadah salat peserta didik di SMPN 1 Arungkeke Kabupaten Jeneponto yaitu dengan memberikan pengajaran akan pentingnya ibadah salat, pemberian motivasi, dan monitoring pelaksanaan ibadah salat secara intensif. penelitian yang dilakukan oleh Rusli, dkk . mengungkap bahwa keteladanan Guru PAI yang konsisten serta komit dalam pengajaran termasuk ibadah salat di SMPIT Insan Cendikia Makassar berperan signifkan terhadap pembentukan moralitas peserta didik. ketiga, penelitian yang dilakukan oleh Moh. Yasin . memaparkan bahwa pengelolaan kegiatan ibadah peserta didik dalam meningkatkan kecerdasan spiritual di SMPN 14 Palu yang dibina secara efektif dan kolaboratif menunjukkan keefiktifannya berkat kerjasama bukan hanya pihak sekolah tapi juga dengan orangtua. dan keempat, penelitian yang dilakukan oleh Abrar, dkk . mengungkap bahwa 4 program keagaaman salah satunya penerapan ibadah salat kepada peserta didik di SMP Muhammadiyah 8 Batu memberikan dampak signifikan sebesar 44,67% terhadap pembentukan akhlak peserta didik. http://e-journal. id/index. php/jiep Ali Anhar SyiAobul Huda, dkk: Menyelami Dimensi Spiritual melaluiA Dari beberapa penelitian terdahulu tersebut dalam penelitian ini memiliki variabel yang sama yaitu aspek peribadatan ibadah salat sebagai dimensi spiritual dengan metode yang sama juga yaitu studi lapangan, adapun tawaran kebaruan dan pembeda yang hendak diberikan oleh penelitian ini oleh peneliti adalah penelaahan jajak pendapat mengenai pemahaman akan pentingnya ibadah salat dari peserta didik pada kelas 7 di SMP Negeri 3 Lembang yang membedakan dengan penelitian-penelitian Penelitian yang dilakukan dipandu oleh rumusan masalah antara lain: . Bagaimana profil SMP Negeri 3 Lembang dan Peserta Didiknya?, . Bagaimana pemahaman peserta didik SMP Negeri 3 Lembang tentang makna spiritual ibadah salat?, . Bagaimana pengalaman spiritual yang dirasakan oleh peserta didik SMP Negeri 3 Lembang dalam pelaksanaan ibadah salat?, . Bagaimana peran lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membentuk pemahaman peserta didik SMP Negeri 3 Lembang tentang ibadah salat?, dan . Bagaimana implikasi pemahaman peserta didik di SMP Negeri 3 Lembang terhadap praktik ibadah salat dalam kehidupan sehari-hari?. Adapun penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengeksplorasi pandangan peserta didik sebagai subjek pendidikan kaitannya menelusuri pemahaman mereka dalam memahami ajaran agamanya yaitu melalui praktik ibadah salat dalam kehidupan & aktivitas sehari-hari. Metode Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada 28 September 2025 di SMP Negeri 3 Lembang dengan menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif. Penelitian pengalaman spiritual, peran lingkungan, serta implikasi pemahaman peserta didik terhadap praktik ibadah salat. Data utama diperoleh melalui kuesioner terstruktur yang disebarkan kepada responden untuk menghasilkan data numerik yang objektif dan Pertanyaan terbuka dalam kuesioner serta hasil observasi digunakan sebagai data kualitatif pendukung guna memperkuat interpretasi dan memberi konteks terhadap temuan kuantitatif, sesuai desain kuantitatif dengan fungsi penjelas kualitatif dalam kerangka metodologis yang konsisten dan sistematis teoritis (Foster, 2024. Vassos et al. Weyant, 2. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 3 No 2 Januari 2026 Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik persentase, yaitu membandingkan skor perolehan responden dengan skor maksimal untuk memperoleh gambaran tingkat kecenderungan data. Teknik persentase dipilih karena mampu menyajikan hasil penelitian secara ringkas, komunikatif, dan mudah ditafsirkan dalam studi deskriptif berbasis survei. Data kualitatif dianalisis secara terbatas dan digunakan sebagai pendukung interpretasi, bukan sebagai fokus utama Integrasi data kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian ini bertujuan meningkatkan ketepatan penafsiran temuan serta memperkuat validitas deskriptif hasil penelitian tanpa mengubah karakter utama penelitian sebagai studi kuantitatif deskriptif (Engelbrecht & Savolainen, 2018. Ross & Onwuegbuzie, 2010. Shekhar et al. , 2. Secara spesifik, metode yang dipergunakan dalam penelitian ini ialah studi lapangan . ield researc. yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan pengumpulan data secara langsung di lokasi terjadinya fenomena guna mendapatkan pemahaman yang orginial dan kontekstual (Nilsen et al. , 2025. Rossetti, 2. Sudi lapangan tersebut dilaksanakan terhadap sebanyak 134 orang peserta didik . dari total sebanyak 366 secara keseluruhan pada kelas 7A, 7B, 7C, dan 7D. Instrumen penelitian yang dipergunakan antara lain kuesioner dengan Google Form. Observasi, dan Pedoman Tingkat Kepahaman Peserta Didik terhadap Ibadah Salat. Data primer yaitu berupa sebanyak 134 jawaban dari kuesioner melalui Google Form yang disediakan dan disebar melalui Grup Whatsapp Kelas dan data sekunder antara lain terdiri dari Buku. Artikel Jurnal & Prosiding. Makalah. Skripsi. Disertasi. Laporan Penelitian Dokumentasi, dan Sumber internet valid untuk pada tahapan berikutnya dianalisis lebih lanjut. Adapun kuesioner melalui Google Form yang dibuat dan disebarkan tersebut terdiri dari beberapa pertanyaan sebagaimana dapat terlihat pada tabel 1, dan pedoman tingkat kepahaman peserta didik terhadap ibadah salat dapat terlihat pada tabel 2 dengan detail sebagai berikut: Tabel 1. Kuesioner mengenai Ibadah Salat (Kuesioner diakses melalui tautan: https://bit. ly/TugasPAIBab3Kelas72. Soal Pertanyaan Menurut Ananda. Apakah melaksanakan Ibadah Solat tanpa dilakukannya Wudhu terlebih dahulu sebelumnya. Solatnya Sah? Mengapa demikian? Berikan Alasannya! Apa yang Ananda ketahui tentang Salat? Ada berapa waktu dan jumlah rakaat ibadah salat dalam 1 hari? Sebutkan! http://e-journal. id/index. php/jiep Ali Anhar SyiAobul Huda, dkk: Menyelami Dimensi Spiritual melaluiA Termasuk rukun Apakah ibadah salat itu? Sebutkan rukun keberapanya! Tolong berikan jawaban secara jujur. Berapakali Ananda melaksanakan Ibadah Salat dalam 1 harinya?! Apakah di rumah. Ananda selalu diingatkan Salat oleh Orangtua? (Berikan Jawaban yang Jujur!) Apa yang terjadi bila Ananda di rumah tidak Salat oleh Orangtua? Apa yang terjadi, menurut Ananda, bila seseorang tidak melaksanakan Salat padahal ia mengaku sebagai orang Islam dan Muslim? Jelaskan! Tolong tuliskan . oleh memakai Bahasa Arab/Lati. Niat Solat Subuh berjamaah di Masjid! dan Berapakah Jumlah Rakaatnya? Menurut Ananda. Apakah Salat itu penting? Mengapa? Jelaskan! Tabel 2. Pedoman Tingkat Pendapat Pemahaman Peserta Didik tentang Ibadah Salat Variabel Aspek yang Dinilai Memahami tujuan salat Pemahaman Makna Salat Pengalaman Spiritual Ibadah Salat Pengetahuan Penghayatan Rentang Skor Indikator Persentase Tingkat (%) Pemahaman dan 1,00 Ae 1,80 0Ae20 Sangat Rendah Mengetahui kedudukan salat 1,81 Ae 2,60 dalam Islam 21Ae40 Rendah Menjelaskan manfaat salat bagi 2,61 Ae 3,40 41Ae60 Sedang Menyadari 3,41 Ae 4,20 61Ae80 Tinggi Menginternalisasi salat 4,21 Ae 5,00 dalam hidup 81Ae100 Sangat Tinggi Merasakan ketenangan saat 1,00 Ae 1,80 0Ae20 Sangat Rendah Kekhusyukan 1,00 Ae 1,80 21Ae40 Rendah Kedekatan dengan Allah 1,81 Ae 2,60 41Ae60 Sedang Konsistensi 2,61 Ae 3,40 61Ae80 Tinggi Transformasi diri 3,41 Ae 4,20 81Ae100 Sangat Tinggi http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 3 No 2 Januari 2026 Variabel Peran Lingkungan Membentuk Pemahaman Ibadah Salat Aspek yang Dinilai Lingkungan Implikasi Pendapat Peserta Sikap Didik Pelaksanaan Ibadah Salat Rentang Skor Indikator Persentase Tingkat (%) Pemahaman Dorongan 4,21 Ae 5,00 teladan orang tua 0Ae20 Sangat Rendah Lingkungan 1,00 Ae 1,80 21Ae40 Rendah Lingkungan sosial 1,00 Ae 1,80 41Ae60 Sedang Budaya religius 1,81 Ae 2,60 61Ae80 Tinggi Sinergi 2,61 Ae 3,40 81Ae100 Sangat Tinggi Kesadaran 3,41 Ae 4,20 0Ae20 Sangat Rendah Konsistensi 4,21 Ae 5,00 21Ae40 Rendah Kedisiplinan 1,00 Ae 1,80 41Ae60 Sedang Pengaruh moral 1,00 Ae 1,80 61Ae80 Tinggi Akhlak karimah 1,81 Ae 2,60 81Ae100 Sangat Tinggi Sumber: Nieminen, 2025 (Diadaptasi kembali oleh Penelit. Lebih rinci, alur . penelitian yang dilakukan dengan metode studi lapangan ini dapat terlihat pada gambar 1 berikut: Penentuan Penetapan lokasi & subjek Penyusunan Pengembangan Pengumpulan data di Pencatatan & organisasi data Penganalisisan data secara Pemeriksaan keabsahan data Penarikan kesimpulan dan Penyusunan laporan hasil Gambar 1. Tahapan Penelitian dengan Metode Studi Lapangan (Myller et al. , 2. http://e-journal. id/index. php/jiep Ali Anhar SyiAobul Huda, dkk: Menyelami Dimensi Spiritual melaluiA Hasil dan Pembahasan Profil SMP Negeri 3 Lembang dan Peserta Didiknya Gambar 2. Letak Geografis SMP Negeri 3 Lembang SMP Negeri 3 Lembang merupakan satuan pendidikan menengah pertama negeri yang berlokasi di Jalan Raya Lembang. Desa Jayagiri. Kecamatan Lembang. Kabupaten Bandung Barat. Jawa Barat dengan titik koordinat 6A48'56. 5"S 107A36'44. 3"E (Maps Google, 2. dan berada pada kawasan yang relatif strategis karena dekat dengan pusat aktivitas masyarakat serta mudah diakses dari berbagai arah. Sekolah tersebut didirikan pada tahun 1965 dan hingga kini berperan sebagai lembaga pendidikan formal yang melayani kebutuhan pendidikan remaja tingkat SMP di wilayah Lembang dan sekitarnya. Lingkungan geografisnya yang sejuk dan kondusif turut mendukung proses pembelajaran yang nyaman. Dalam perkembangannya. SMP Negeri 3 Lembang telah menyesuaikan penyelenggaraan pendidikan dengan kebijakan kurikulum nasional yang Dari sisi sarana prasarana, sekolah ini memiliki fasilitas pendukung pembelajaran seperti ruang kelas, perpustakaan, ruang bimbingan konseling, ruang guru, masjid, kolam renang, kantin, lapang dom, dan lainnya. Adapun dari sisi SDM tenaga pendidik di SMP Negeri 3 Lembang tersebut terdiri sebanyak 60 Guru Mata Pelajaran sebagaimana yang dapat dilihat pada tabel 3 dan 10 Tenaga Kependidikan. Sedangkan untuk pimpinan dari SMP Negeri 3 Lembang tersebut ialah Bapak H. Kusnadi. Pd. Pd. (SMPN 3 Lembang, 2025. Zekolah, 2. Tabel 3. Data SDM Pendidik di SMP Negeri 3 Lembang Mata Pelajaran PAI/BP Nama Guru Ani Nuryani. Ag. Pd. Ika Hastikah. Pd. Ali Anhar Syi'bul Huda. Pd. http://e-journal. id/index. php/jiep KODE GURU JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 3 No 2 Januari 2026 PKn/Pendidikan Pancasila Bahasa Indonesia Bahasa Inggris Matematika IPA IPS PJOK Seni Budaya Prakarya Sutiana. Pd. Sri Yusma Eka. Pd. Siti Retnawati. Pd. Hj. Siti Rodiah. Pd. Hj. Erna Herlina. Pd. Ati Rumiati. Pd. Martha Fauzia. Pd. Kori Kurniasih. Pd. Karlina Verani Rusmana. Pd. Dian Mardiansyah. Pd. Hj. Ipa Syaripah Amini. Pd. Asep Rahmat. Pd. Gr. Hj. Yuni Parwitasari. Pd. Wahyudin. Pd. Asep Triana. Pd. Deden Sudrajat. Pd. Bagus Ahmad Fafthudin. Pd. Hj. Listiati. Pd. Sutia Rukianti. Pd. Ira Nurjanah. Pd. Hares R. Pd. Sri Sutrianti. Pd. Heni Rohaeni. Pd. Hj. Ela Maelasari. Pd. Elis Rosmalina. Pd. Dwi Fatwati Rahayu. Pd. Evi Junia Nurhayati. Pd. Hilman Panji Firdaus. Pd. Hj. Siti Wahyuni. Pd. Hj. Rosmini Herdiati. Pd. Enung Rini Riani. Pd. Sany Nuraeni Rahayu. Pd. Yani Wiartiningsih. Pd. Nani Suryani. Pd. Dadang Kurnia. Pd. Asep Hasanudin. Pd. Ineng Yuli Yulianti. Pd. Arfiandi Gumilar. Pd. Asep Suryana. Pd. Eli Marliah Komara. Pd. Tika Nira Darkony. Pd. Pendi Supendi. Pd. Siti Aisyah. Pd. http://e-journal. id/index. php/jiep Ali Anhar SyiAobul Huda, dkk: Menyelami Dimensi Spiritual melaluiA Asep Suryana. Pd. Eli Marliah Komara. Pd. Tika Nira Darkony. Pd. Evi Nopianti Gantika. Pd. Bahasa Sunda Tsany Nurfajriani. Pd. Wahyudiana. Pd. Asep Triana. Pd. Ira Nurjanah. Informatika Dian Mardiansyah. Pd. Lutfi Fauzi Hasan. Pd. Agil Dwikanda. Or. Wahyudin. Pd. BP/BK Desy Susianti. Psi. Nunie Widieani Yanuar. Pd. Sumber: Wakasek Kurikulum SMP Negeri 3 Lembang Tahun 2025 Adapun dari sisi peserta didik sebagai pembelajar yang berada di lingkungan SMP Negeri 3 Lembang untuk Tahun Pelajaran 2025-2026 mulai dari Kelas 7, 8, dan 9 total secara keseluruhan ialah sebanyak 1. 366 peserta didik. Dengan detail sebagai berikut: Tabel 4. Komposisi Peserta Didik di SMP Negeri 3 Lembang Kelas 7-9 Kelas Jumlah Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 Total Sumber: Wakasek Kurikulum SMP Negeri 3 Lembang Tahun 2025 Adapun dari sisi komposisi dengan genre jenis kelamin antara peserta didik lakilaki dan perempuan dari total 1. 367 tersebut dapat dilihat detailnya sebagai berikut: Tabel 5. Komposisi Peserta Didik di SMP Negeri 3 Lembang Kelas 7-9 berdasarkan Gender Perempuan Kelas Laki-laki Kelas 7 Kelas 8 Kelas 9 Jumlah http://e-journal. id/index. php/jiep Total JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 3 No 2 Januari 2026 Sumber: Wakasek Kurikulum SMP Negeri 3 Lembang Tahun 2025 Total keseluruhan peserta didik sebanyak 1. 366 orang pada tahun pelajaran 20252026 di SMP Negeri 3 Lembang tersebut dalam penelitian ini merupakan bagian dari populasi yang adapun sampel penelitian yang diambil/dipakai ialah peserta didik pada Kelas 7 sebanyak 481 orang yang apabila digambarkan perandingannya ialah sebagai 134 Peserta Didik Kelas 7 (Sampe. Peserta Didik Kelas 7-9 (Populas. Gambar 3. Populasi dan Sampel Penelitian Secara spesifik, total 134 peserta didik kelas 7 yang menjadi sampel dalam penelitian ini terdiri dari peserta didik dari Kelas 7A sebanyak 28 orang. Kelas 7B sebanyak 34 orang. Kelas 7C sebanyak 35 orang, dan Kelas 7D sebanyak 37 orang yang lebih lanjut akan diuraikan pada bagian-bagian berikutnya untuk dieksplorasi tingkat kepahaman mereka yang menyasar kepada varibael akan makna pentingnya ibadah salat, pengalaman spiritual ibadah salat, peran lingkungan membentuk pemahaman peserta didik dalam ibadah salat, dan implikasi pendapat peserta didik terhadap pelaksanaan ibadah salat. http://e-journal. id/index. php/jiep Ali Anhar SyiAobul Huda, dkk: Menyelami Dimensi Spiritual melaluiA Pemahaman Peserta Didik SMP Negeri 3 Lembang tentang Makna Spiritual Ibadah Salat Temuan kedua dalam penelitian ini ialah berupaya untuk mengeksplorasi pendapat pemahaman peserta didik akan makna pentingnya ibadah salat dengan diberikannya kuesioner yang berisikan beberapa pertanyaan seputaran berkaitan dengan makna ibadah salat. Adapun hasil daripada tingkat pendapat kepahaman mereka mengenai makna ibadah salat sebagai variabel pertama penelitian dapat dilihat sebagai Tabel 6. Tingkat Pendapat Kepahaman Peserta Didik mengenai Makna Spiritual Ibadah Salat Jumlah Pertanyaan Prosentase Tingkat Variabel Skor Item Soal Nomor (%) Kepahaman Pertanyaan Sangat Tinggi Tinggi Pemahaman Makna Salat Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sedang Total Prosentase Tingkat Pendapat Kepahaman 75,80% Tinggi Item Soal 1, 2, 3, 4, dan 9 Keterangan: Pengolahan Data Oleh Peneliti Sendiri Berdasarkan tabel 6 di atas diketahui bahwa tingkat pendapat kepahaman peserta didik terhadap makna akan ibadah salat sebagai dimensi spritual mendapatkan perolehan skor total sebanyak 2. 660 dengan total prosentase yang didapat ialah sebesar 397% yang kemudian dihitung sebagai berikut: 397/500 (Prosentase Maksima. x 100 sehingga hasil yang didapatkan ialah sebanyak 75,80%. Item-tem soal nomor 1, 2, 3, 4, dan 9 erat kaitannya dengan pertanyaan yang membutuhkan pemahaman, mengetahui, menyebutkan, dan memahami dalam ranah koginitif pada Taksonomi Bloom. Pentingnya memahami ibadah utamanya salat bagi diri peserta didik ialah menolong mereka dalam mempraktikan ritual dengan benar, juga memperkuat kesadaran spiritual, pembentukan sikap disiplin, dan harapannya terwujud peserta didik yang berakhlak karimah (Dixon & Oakhill, 2024. Hopwood et al. , 2025. Keimasi et al. , 2. Beberapa strategi yang dapat dipergunakan untuk memahamkan peserta didik akan kebermaknaan ibadah salat secara benar antara lain dengan praktik secara langsung, pelibatan peserta didik mempraktikannya dalam aktivitas sehari-hari, serta monitoring dan evaluasi intensif (Afifah et al. , 2025. Ernawati & Hafizin, 2025. Gustina et al. , 2. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 3 No 2 Januari 2026 Pengalaman Spiritual yang dirasakan oleh Peserta Didik SMP Negeri 3 Lembang dalam Pelaksanaan Ibadah Salat Temuan ketiga dalam penelitian ini ialah upaya untuk mengeksplorasi pendapat pengalaman peserta didik dalam mempraktikan ibadah salat dengan diberikannya kuesioner yang berisikan pertanyaan seputaran berkaitan dengan pengalaman mempraktikan ibadah salat. Adapun hasil daripada tingkat pendapat mengenai pengalaman mereka dalam ibadah salat sebagai variabel kedua penelitian dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 7. Tingkat Pendapat Pengalaman Peserta Didik dalam Mempraktikan Ibadah Salat Jumlah Pertanyaan Prosentase Tingkat Variabel Skor Item Soal Nomor (%) Kepahaman Pertanyaan Pengalaman Spiritual Ibadah Salat Total Prosentase Tingkat Pendapat Pengalaman Item Soal 5 Keterangan: Pengolahan Data Oleh Peneliti Sendiri Sangat Tinggi Sangat Tinggi Berdasarkan tabel 7 di atas diketahui bahwa tingkat pendapat pengalaman peserta didik terhadap praktik ibadah salat sebagai dimensi spritual mendapatkan perolehan skor total sebanyak 577 dengan total prosentase yang didapat ialah sebesar 86% yang kemudian dihitung sebagai berikut: 86/100 (Prosentase Maksima. x 100 sehingga hasil yang didapatkan ialah sebanyak 86%. Item-tem soal nomor 5 erat kaitannya dengan pertanyaan yang menyasar kepada ranah psikomotrik dalam pandangan Taksonomi Bloom di mana memandang bahwa peserta didik mencoba dan membiasakan praktik ibadah salat dalam aktivitas keseharian. Pengalaman peserta didik dalam mempraktikan ibadan salat dalam aktvitas kehidupan sehari-hari sangatlah bermanfaat dalam membantu mereka dalam pengelolaan waktu yang disiplin dan teratur, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengamalan ajaran agama, dan menguatkan serta menstabilkan keseimbangan emosional diri (Chanifah et al. , 2021. Kohn et al. , 2025. Soules & del Nido, 2. Beberapa penelitian lain mengungkap bahwa pengamalan praktik ibadah salat dalam kehidupan sehari-hari bagi peserta didik sangat membantu dalam menjaga keteraturan fisik, mental, dan spiritual (Fitriati & Haris, 2. Peserta didik yang konsisten dan komitmen dalam ibadah salat berjamaah secara http://e-journal. id/index. php/jiep Ali Anhar SyiAobul Huda, dkk: Menyelami Dimensi Spiritual melaluiA ketersinambungan menunjukkan karakater religius yang kuat (Oktaviani et al. , 2. Strategi yang dapat dilakukan dalam penguatan pengamalan praktik ibadah salat dilakukan dengan menguatkan materi dan mengaitkannya dengan realitas diri peserta didik, monitoring, dan pelaporan pelaksanaan kegiatan ibadah salat (Nasruddin & Mahardhika, 2. Peran Lingkungan Sekolah. Keluarga, dan Masyarakat dalam Membentuk Pemahaman Peserta Didik SMP Negeri 3 Lembang tentang Ibadah Salat Temuan keempat dalam penelitian ini ialah upaya untuk menggali pendapat peran daripada lingkungan peserta didik dalam mempraktikan ibadah salat dengan diberikannya kuesioner yang berisikan pertanyaan seputaran berkaitan dengan peran lingkungan dalam mempraktikan ibadah salat. Adapun hasil daripada tingkat pendapat peran lingkungan mempengaruhi dalam ibadah salat sebagai variabel ketiga penelitian dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 8. Tingkat Pendapat Peran Lingkungan Peserta Didik dalam Ibadah Salat Variabel Pertanyaan Soal Nomor Jumlah Prosentase Skor Item (%) Pertanyaan Peran Lingkungan dalam Membentuk Pemahaman Ibadah Salat Total Prosentase Tingkat Pendapat Peran Lingkungan Item Soal 6 dan 7 Keterangan: Pengolahan Data Oleh Peneliti Sendiri Tingkat Kepahaman Sangat Tinggi Tinggi Sangat Tinggi Berdasarkan tabel 8 di atas diketahui bahwa tingkat pendapat peran lingkungan peserta didik terhadap praktik ibadah salat sebagai dimensi spritual mendapatkan perolehan skor total sebanyak 1. 102 dengan total prosentase yang didapat ialah sebesar 82% yang kemudian dihitung sebagai berikut: 164/200 (Prosentase Maksima. x 100 sehingga hasil yang didapatkan ialah sebanyak 82%. Item-tem soal nomor 6 dan 7 erat kaitannya dengan pertanyaan yang menyasar kepada ranah afektif dalam pandangan Taksonomi Bloom di mana memandang bahwa peran lingkungan mempengaruhi dan mengorganisasikan peserta didik dalam praktik ibadah salat dalam aktivitas keseharian. Peran dari berbagai lingkungan dalam mendukung pengalaman peserta didik dalam mengamalkan praktik ibadah salat pada aktivitas kehidupan sehari-hari dapat memberikan dampak yang baik dalam keteraturan ibadah, pembentukan identitas http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 3 No 2 Januari 2026 spiritual, hubungan sosial yang positif, dan penguatan nilai moral serta akhlak peserta didik dengan sokongan dari setiap lingkungan sehingga mengakar dan tertanam pada diri mereka akan pentingnya ibadah salat (Hicks, 2. Pengaruh lingkungan sangat berperan bagi penguatan pengalaman pengamalan praktik ibadah salat peserta didik, temuan penelitian ini berselaras dengan hasil kajian lain yang menyatakan bahwa dukungan fasilitas yang memadai dan kebijakan keagamaan yang mendukung dapat menciptakan keteraturan ibadah salat peserta didik, hal lainnya bahwa lingkungan sekolah, partisipasi aktif dalam kegiatan keagamaan, dan interaksi peserta didik dengan guru memberikan dampak positif sehingga terciptanya sikap religiusitas, perilaku dan ketaatan peserta didik dalam menjalankan ibadah salat (Balika, 2024. Haidir et al. , 2023. Sonia, 2. Implikasi Pemahaman Peserta Didik di SMP Negeri 3 Lembang terhadap Praktik Ibadah Salat dalam Kehidupan Sehari-hari Temuan kelima terakhir dalam penelitian ini ialah upaya untuk memahami sekaligus menggali implikasi dari pendapat pemahaman peserta didik di SMP Negeri 3 Lembang terhadap praktik ibadah salat dalam sehari-hari. Penggalian tersebut sama yaitu diberikannya kuesioner yang berisikan pertanyaan seputaran berkaitan dengan implikasi pemahaman mereka terhadap praktik ibadah salat dalam keseharian. Adapun hasil daripada implikasi dari pendapat pemahaman peserta didik di SMP Negeri 3 Lembang terhadap praktik ibadah salat dalam sehari-hari sebagai berikut: Tabel 9. Implikasi Pendapat Pemahaman Peserta Didik di SMP Negeri 3 Lembang terhadap Praktik Ibadah Salat dalam Kehidupan Sehari-hari Jumlah Pertanyaan Prosentase Tingkat Variabel Skor Item Soal Nomor (%) Kepahaman Pertanyaan Implikasi Pendapat Sangat Tinggi Peserta Didik terhadap Tinggi Pelaksanaan Ibadah Salat Total Prosentase Tingkat Pendapat Implikasi Pemahaman Peserta Didik terhadap Praktik Sangat Tinggi Ibadah Salat Item Soal 8 dan 10 Keterangan: Pengolahan Data Oleh Peneliti Sendiri Berdasarkan tabel 9 di atas diketahui bahwa tingkat pendapat implikasi pemahaman peserta didik di SMPN Negeri 3 Lembang terhadap praktik ibadah salat dalam keseharian mendapatkan perolehan skor total sebanyak 1. 140 dengan total http://e-journal. id/index. php/jiep Ali Anhar SyiAobul Huda, dkk: Menyelami Dimensi Spiritual melaluiA prosentase yang didapat ialah sebesar 85% yang kemudian dihitung sebagai berikut: 170/200 (Prosentase Maksima. x 100 sehingga hasil yang didapatkan ialah sebanyak Item-tem soal nomor 8 dan 10 erat kaitannya dengan pertanyaan yang menyasar kepada ranah afektif dalam pandangan Taksonomi Bloom di mana memandang bahwa implikasi dari pemahaman mengenai makna ibadah salat yang diterapkan dalam aktivitas kehidupan sehari-hari ialah semakin menginternalisasikan dan menerima dengan penuh kesadaran diri untuk giat menjalankan ibadah salat ke erah istiqamah sebagai bentuk komitmen diri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemahaman peserta didik terkait ibadah salat berdampak nyata dalam praktik sehari-hari mereka. Studi di SMPN 2 Minas menemukan bahwa peningkatan pemahaman tata cara salat melalui metode demonstrasi meningkatkan keterampilan praktik salat siswa secara signifikan, yang berimplikasi pada konsistensi pelaksanaan ibadah mereka setelah pembelajaran (Dewi et al. , 2. Penelitian lain di MTs JamAoiyyah Muhammadiyah Tanjung Pura menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual yang mengaitkan salat dengan pengalaman nyata siswa memungkinkan mereka lebih memahami dan menerapkan gerakan serta bacaan salat secara benar (Taufiqurrahman et al. , 2. Sementara itu, penelitian tentang pengaruh hasil belajar PAI di SMP Al Imam Metro Kibang membuktikan bahwa pemahaman yang baik terhadap materi salat berkorelasi positif dengan peningkatan praktik ibadah salat di kehidupan sehari-hari, menunjukkan hubungan antara pemahaman konseptual dan praktik ibadah yang konsisten (Aisyah. Kesimpulan Penelitian ini menyimpulkan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang tinggi terhadap makna spiritual ibadah salat, yang tercermin dari tingkat pemahaman konseptual, pengalaman spiritual, serta implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Pengalaman spiritual peserta didik berada pada kategori sangat tinggi, menunjukkan bahwa salat tidak hanya dipahami secara kognitif, tetapi juga dirasakan secara batiniah. Selain itu, peran lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat terbukti sangat berpengaruh dalam membentuk dan memperkuat pemahaman peserta didik terhadap ibadah salat. Pemahaman tersebut berimplikasi positif pada praktik ibadah salat yang lebih sadar, konsisten, dan berorientasi pada pembentukan akhlak. Temuan ini http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 3 No 2 Januari 2026 menegaskan bahwa penguatan pemahaman, dukungan lingkungan, dan pembiasaan ibadah salat merupakan faktor penting dalam pengembangan dimensi spiritual peserta didik, meskipun penelitian ini masih terbatas pada aspek persepsi dan belum mengkaji implementasi praktik secara langsung. Daftar Pustaka