Jurnal Ekonomi dan Bisnis. Vol. 9 No. 2 Maret 2022 P - ISSN : 2503-4413 E - ISSN : 2654-5837. Hal 212 Ae 223 PENGARUH FAKTOR KOMUNIKASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP PENCAIRAN DANA APBN DENGAN PENGGUNAAN KARTU KREDIT PEMERINTAH MELALUI KINERJA APARATUR SEBAGAI VARIBEL INTERVENING (STUDI PADA SATUAN KERJA KEMENDIKBUDRISTEK) I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya APK APBN pada Kemendikbudristek. Asesor LSP3 BNSP adiyadnya@gmail. Articel Info Article History : Received 24 February - 2022 Accepted 24 March - 2022 Available Online 30 March 2022 Abstract This study aims to determine the effect of communication factors and organizational commitment . ork unit. on the disbursement of APBN funds using government credit cards through the performance of the apparatus as an intervening variable . tudy in the Ministry of Education. Culture. Research, and Technolog. The research approach used in this research is a quantitative approach. Quantitative research methods aim to test the established This type of research is causal effect research. Causal effect research is research that aims to determine the relationship or influence between two or more variables. The exact number of the population is not known. Respondents in this study were 100 people in the work unit within the Secretariat General of the Ministry of Education. Culture. Research, and Technology with respondents spread across Jakarta. Medan. Palembang. Bandung. Yogyakarta. Semarang. Surabaya. Denpasar. Makassar. Padang. Banjarmasin. Aceh. Jayapura and Gorontalo. The data in this study were obtained by distributing the G-Form questionnaire given to the WhatsApp group. The data analysis used a Structural Equation Model (SEM) approach with the help of smart PLS applications. The results of the study show that, . Organizational Communication Affects the Disbursement of State Budget Funds with the use of government credit cards. Organizational commitment affects the disbursement of APBN funds by using government credit cards. Organizational Communication Affects Apparatus Performance. Organizational Commitment Affects Apparatus Performance. Apparatus performance affects the disbursement of APBN funds by using government credit cards. Apparatus Performance is able to mediate the relationship of Organizational Communication to the Disbursement of APBN funds by using government credit cards and . Apparatus Performance is able to mediate the relationship of Organizational Commitment to the Disbursement of APBN funds with the use of government credit It is recommended that each division be able to understand their respective duties and responsibilities related to the readiness of documents to be submitted for submission of APBN funds. Keywords : Communication. Organizational Commitment. APBN. Credit Card. Kemendikbudristek Pendidikan. Kemendikbudristek. Kemenag. BRIN, dan melalui Transfer Keuangan ke Daerah (Saputra, 2. Seiring dengan perkembangan tren penggunaan teknologi sebagai alat bayar transaksi elektronik atau non tunai saat ini turut mendorong berkembangnya modernisasi, salah satunya pada bagian pelaksanaan anggaran. Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) telah digaungkan sejak untuk mekanisme pembayaran Uang Persediaan (UP) operasional yang tidak mungkin dilakukan melalui mekanisme pembayaran LS seperti pembelian Alat Tulis Kantor (ATK), konsumsi rapat, perjalanan dinas, serta biaya pemeliharaan yang nilainya tidak lebih dari Rp50juta per rekanan. Hal ini sesuai dengan penjelasan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI Nomor 50 Tahun 2018 dan ketentuan mengenai tata cara pembayarannya pada Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 196/PMK. 05/2018. Dilihat dari nilainya juga. Besaran UP KKP sebesar 40% dari besaran UP dengan Batasan belanja . Rp50juta untuk setiap kartu kredit dalam 1 . UP yang diajukan berupa . UP Tunai, adalah UP yang diberikan dalam bentuk uang tunai kepada Bendahara Pengeluaran/BPP melalui rekening Bendahara Pengeluaran/BPP yang sumber dananya berasal dari rupiah murni. Kartu Kredit Pemerintah, adalah uang muka kerja yang diberikan dalam bentuk batasan belanja . kredit kepada Bendahara Pengeluaran/BPP yang penggunaannya dilakukan dengan kartu kredit pemerintah untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari Satker atau membiayai pengeluaran yang menurut sifat dan tujuannya tidak mungkin dilakukan melalui mekanisme Pembayaran LS yang sumber dananya berasal dari rupiah murni. Kepercayaan yang diberikan pemerintah untuk mengelola dana terhadap Kemendikbudristek diperngaruhi oleh banyak hal, salah satunya adalah komitmen organisasi yang ada dalam lingkungan Kemendikbudristek(Kemal et al. , 2. Untuk menghasilkan kinerja organisasi yang maksimal diperlukan nilai, komitmen, dan kerjasama yang sinergis diantara para pimpinan dan seluruh staf sebagai suatu keluarga yang utuh (Luo & Shenkar. Keberhasilan suatu organisasi adalah merupakan keberhasilan sebagai suatu tim, dimana masing-masing unsur di dalamnya mengambil peran dan tanggung jawab (Warrick, 2. Tingginya komitmen organisasional dari karyawan akan mendorong karyawan untuk bertanggung jawab dan memberikan tenaga yang lebih dalam mendukung keberhasilan dan PENDAHULUAN Agenda Indonesia berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) ketiga . adalah memantapkan pembangunan secara menyeluruh dengan menekankan pembangunan keunggulan kompetitif perekonomian berbasis pada Sumber Daya Alam (SDA) yang tersedia. SDM yang berkualitas, serta kemampuan Iptek (Anik Puji Rahayu & Lambang Subagiyo, 2. sesuai Rencana Strategis (Renstr. tahun 20152019 (Initiative, 2. Analisis Capaian Kinerja . erformance resul. diperbandingkan dengan Perjanjian Kinerja . erformance agreemen. sebagai tolok ukur keberhasilan organisasi, yang memungkinkan diidentifikasinya sejumlah celah kinerja . erformance ga. sebagai perbaikan kinerja di masa mendatang (Alosani et al. , 2. Berdasarkan laporan Kemendikbudristek tahun 2021, diketahui bahwa hamper seluruh Indikator Kinerja Sasaran Strategis berhasil dicapai oleh Kemendikbudristek. Secara umum target berhasil dipenuhi, bahkan terdapat capaian yang melebihi target yang telah ditentukan, walaupun beberapa indikator kinerja masih harus menunggu hasil capaian dari instansi terkait (Jimad et al. , 2. Sumber: Laporan Kinerja Kemendikbudristek Kinerja kemendikbudristek tahun 2021 menunjukkan perbaikan dari tahun sebelumnya. Hal ini ditunjukkan dari rata-rata 23 ikss, yang sekaligus sebagai iku, yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja mendikbudristek tercapai sebesar 101,92%. Selain itu, serapan anggaran kemendikbudristek tahun 2021 yang digunakan untuk membiayai program dan kegiatan tercapai sebesar 95,42%, dengan efisiensi sebesar 4,94%. Diketahui bahwa. Pemerintah masih merupakan penyedia dana terbesar dan juga pelaku Kemendikbudristek sedangkan sektor swasta masih sangat terbatas peranannya, baik sebagai pelaku apalagi sebagai penyedia dana. Pemerintah Rp542,8T untuk anggaran (Hanaysha, 2. Keberhasilan atau tercapainya suatu tujuan dari organisasi tidak bisa terlepas dari hasil kerja seluruh komponen sumber daya manusia (SDM) yang terdapat pada organisasi Dalam pencapaian tujuan tersebut, organisasi harus mempunyai karyawan yang produktif dan dapat bekerja secara konsisten terhadap suatu organisasi atau perusahaan tersebut. Tingkat konsisten karyawan dalam bekerja menjadi hal yang sangat penting dan diperlukan oleh semua organisasi di dunia (Pawirosumarto. Setyadi, et al. , 2. Penelitian oleh Dewi et al. , . ditemukan bahwa komitmen organisasi mampu memperkuat kompetensi SDM pada penyerapan anggaran Pemerintah Kabupaten Tabanan. Dalam Kemendikbudristek juga senantiasa menerapkan komunikasi efektif antar divisinya. Komunikasi merupakan faktor penting dalam menjalankan suatu aktivitas (Prokopenko et al. , 2. Penelitian oleh Sumaraw et al. , . menemukan bahwa komunikasi organisasi menujang kegiatan pelayanan publik DI PT. TASPEN (PERSERO) CABANG MANADO. Hasil serupa juga ditemukan oleh Efendi & Kurniatun, . Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran umum efektivitas implementasi Renstra UPI, intellectual capital dan komunikasi organisasi berada pada kategori tinggi. Secara parsial, intellectual capital dan komunikasi organisasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap efektivitas implementasi Renstra UPI. Dengan adanya suatu komunikasi, aktiviotas apapun dapat terjadi bai kantar individu, antar kelompok maupun antar organisasi, baik organisasi formal maupun informal (White et al. Besaran dana APBN, menjadikan kemenkeu RI menerapkan kebijakan baru per 1 Juli Kementerian Keuangan menerapkan kebijakan baru dalam pembayaran APBN yaitu penggunaan kartu kredit (Kurniati et al. , 2. Salah satu inspirasi kebijakan kartu kredit muncul beberapa tahun lalu ketika rombongan Presiden RI melakukan lawatan ke luar negeri dan perlu membawa uang kas yang jumlahnya banyak untuk membayar keperluan dinas selama di manca Saat ini terdapat lebih kurang 22 ribu satuan kerja pengguna APBN di seluruh Indonesia yang masing-masing memiliki satu bendahara pengeluaran (Al Amjad, 2. ada beberapa risiko bahwa uang yang dipegang bendahara digunakan untuk hal-hal selain keperluan dinas Risiko Risiko penggelapan . misalnya fiktif dengan kwitansi bodong. Risiko lain terjadi jika uang persediaan dipakai untuk menalangi keperluan pribadi bendahara atau pegawai lain (Farhan, 2. Selama ini, kemendikbudristek selalu melakukan pengelolaan dana yang baik. Disamping program kemendikbudristek yang sangat vital, kejelasan dana menjadi salah satu alas an pemerintah memberikan kepercayaan terhadap KEMENDIKBUDRISTEK. Hubungan semakin signifikan Ketika didukung oleh adanya kinerja aparatur yang baik. Kinerja aparatur pemerintah yang baik sangat dibutuhkan untuk mencapai suatu tujuan dalam organisasi pemerintahan dan melaksanakan kegiatan pembangunan(Christensen et al. , 2. Profesionalisme para pegawai saat bekerja sangat penting agar kinerjanya maksimal dan memuaskan sesuai dengan harapan yang diinginkan oleh masyarakat. Berdasarkan jabaran tersebut, penelitian ini dibuat untuk mengetahui pengaruh faktor komunikasi dan komitmen atuan kerj. terhadap pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah melalui kinerja aparatur sebagai varibel tudi pada satuan Satuan kerja di Sekretariat Jenderal Kemendikbudristek TINJAUAN PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS Komunikasi Organisasi Komunikasi organisasi adalah komunikasi yang dilakukan dalam sebuah organisasi atau perusahaan, baik yang dilakukan oleh bahawan kepada bawahan, atau atasan dengan atasan, atau bahkan bawahan kepada atasan (Tanner & Otto. Dan ciri-ciri komunikasi organisasi antara lain adanya struktur yang jelas serta adanya batasanbatasan yang dipahami masing-masing anggota perusahaan. menurut Briandana & Irfan, . bahwa komunikasi organisasi adalah proses dalam menciptakan dan saling menukar pesan di dalam satu jaringan hubungan yang saling bergantung satu sama lain untuk menangani lingkungan yang tidak pasti atau selalu berubahubah dengan konsep berikut: Proses: Sebuah organisasi merupakan sebuah sistem terbuka menciptakan dan saling menukar pesan di antara anggotanya secara Karena gejala menciptakan dan menukar informasi ini berjalan terus-menerus dan tidak ada henti-hentinya maka dikatakan sebagai suatu proses. Pesan: merupakan susuan simbol yang penuh arti tentang orang, objek, kejadian yang dihasilkan oleh interaksi dengan orang. Suatu komunikasi akan efektif bila pesan yang dikirimkan itu diartikan sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si pengirim. Dalam komunikasi organisasi mempelajari ciptaan dan pertukaran pesan dalam seluruh organisasi. Pesan dalam organisasi ini dapat dilihat berhubungan dengan bahasa, penerima yang dimaksud, metode difusi dan arus tujuan dari Jaringan: Suatu mencakup hanya dua orang, beberapa orang, atau keseluruhan organisasi. Hakikat dan luas dari jaringan ini dipengaruhi oleh banyak faktor antara lain, hubungan peranan, arah dan arus pesan, hakikat seri dari arus pesan, dan isi dari pesan. Keadaan Saling Tergantung: Hal ini telah menjadi sifat dari suatu organisasi yang merupakan suatu sistem terbuka. Bila suatu bagian dari organisasi mengalami gangguan maka akan berpengaruh kepada bagian lainnya dan mungkin juga kepada seluruh sistem Begitu juga halnya dengan jaringan komunikasi dalam suatu organisasi saling Implikasinya, bila pimpinan membuat suatu keputusan dia harus memperhitungkan implikasi keputusan itu terhadap organisasinya secara menyeluruh. Hubungan: Organisasi merupakan suatu sistem terbuka, sistem kehidupan sosial maka untuk berfungsinya bagian-bagian itu terletak pada tangan manusia. Dengan kata-kata lain jaringan melalui mana jalannya pesan dalam suatu organisasi dihubungkan oleh manusia. Oleh karena itu hubungan manusia dalam organisasi yang memfokuskan kepada tingkah laku komunikasi dari orang-orang yang terlibat dalam suatu hubungan perlu dipelajari. Sikap, skil, moral dari seorang pengawas misalnya hubungan yang bersifat organisasi. Lingkungan: Yang lingkungan adalah semua totalitas secara fisik dan faktor sosial yang diperhitungkan dalam pembuatan keputusan mengenai individu dalam suatu sistem. Lingkungan dapat dibedakan atas lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Yang termasuk lingkungan internal adalah personalia . , staf, golongan fungsional dari organisasi, dan komponen organisasi lainnya seperti tujuan, produk, dan sebagainya. Sedangkan organisasi adalah langganan, leveransir, saingan dan teknologi Komitmen Organisasi Komitmen organisasi adalah kondisi dimana karyawan sangat tertarik terhadap tujuan, nilai-nilai, dan sasaran organisasinya (Yahaya & Ebrahim, 2. Lebih lanjut, komitmen organisasi artinya lebih dari sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai organisasi dan kesediaan untuk mengusahakan tingkat upaya yang tinggi bagi kepentingan organisasi demi pencapaian tujuan (Tomy Fitrio et al. , 2. Adapun dimensi dan indicator untuk mengukur Komitmen organisasi adalah (Mathis & Jackson. Tabel 1. Dimensi Indikator Komitmen Organisasi Dimensi Komitmen Afektif Komitmen berkelanjutran Komitmen Normatif Indikator Kenyamanan Keterlibatan pekerjaan Kepuasan gaji Kebutuhan untuk bertahan Kerugian Loyalitas Kesediaan Kesadaran akan bekerja Pencairan Dana APBN Sistem penganggaran di Indonesia tercermin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurut Julfikar, . AuAPBN adalah rencana tahunan keuangan pemerintahan yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang berisi daftar sistematis dan terperinci atas rencana penerimaan dan pengeluaran negara selama satu tahun anggaran . JanuariAe31 Desembe. dan ditetapkan dengan UndangUndang serta dilaksanakan secara terbuka dan sebesar-besar kemakmuran rakyatAy. APBN terdiri dari pendapatan negara dan hibah, belanja negara, dan pembiayaan adalah merupakan instrumen utama kebijakan fiskal untuk mengarahkan perekonomian nasional dan menstimulus pertumbuhan ekonomi sehingga besarnya penyerapan akan berdampak pada semakin besarnya daya dorong terhadap pertumbuhan (Zhongming, 2. Rasio realisasi penyerapan belanja Kementerian atau Lembaga terhadap pagu anggaran belanja merupakan suatu bentuk indikator efektivitas belanja negara (Hutama & Yudianto, 2. Menurut (Nugroho, 2. Pencairan dana APBN dapat diukur berdasarkan faktor berikut: Faktor Perencanaan Faktor Peraturan Faktor SDM Faktor Teknis Faktor kendala Koordinasi Faktor pengadaan Barang Kinerja Aparatur Aparat sering diartikan sebagai pegawai negeri atau pegawai negara atau seperangkat sistem yang digunakan oleh penguasa/pemerintah untuk mengelola kekuasaannya atau semua perangkat yang digunakan oleh pemerintah pemerintah untuk menerapkan kekuasaan pada masyarakat (Ali et al. , 2. Kinerja Aparatur adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. pemerintah merupakan seseorang yang digaji oleh pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugas pemerintahan dengan berdasarkan ketentuan yang berlaku(Rantesalu et al. , 2. Dengan demikian dalam melaksanakan tugas-tugasnya tersebut harus dilandasi dengan rasa tanggung jawab, agar tercipta kualitas kinerja yang baik dan optimal serta dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat pada umumnya. Yang dimaksud aparatur pemerintah dalam penelitian ini adalah para pegawai negeri sipil yang ditugaskan atau menduduki jabatan perbendaharaan di lingkungan Setjen Kemendikbudristek. Pengukuran kinerja dikemukakan (Goshu & Kitaw, 2. yaitu sebagai Kualitas kerja Kuantitas Kerja Ketepatan Waktu Tingkat Kehadiran Kemampuan bekerjasama H1: Komunikasi Organisasi Mempengaruhi Pencairan Dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah H2: Komitmen Organisasi mempengaruhi pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah H3: Komunikasi Organisasi Mempengaruhi Kinerja Aparatur H4: Komitmen Organisasi Mempengaruhi Kinerja Aparatur H5: Kinerja Aparatur mempengaruhi Pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit Pengaruh tidak langsung H6: Kinerja Aparatur mampu memediasi hubungan Komunikasi Organisasi terhadap Pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah H7: Kinerja Aparatur mampu memediasi hubungan Komitmen organisasi terhadap Pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah Jenis penelitian ini adalah penelitian causal effect. Penelitian causal effect yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara dua variabel atau lebih. Metode kuantitatif berupa angka-angka yang berasal dari pengukuran dengan menggunakan skala pada variabel-variabel yang ada dalam penelitian. Adapun skala dalam penelitian ini menggunakan skla likert . -4-3-2-. Jumlah populasi belum diketahui secara pasti. Responden dalam penelitian ini adalah 100 orang pada Satuan kerja di Sekretariat Jenderal Kemendikbudristek wilayah i dengan responden yang tersebar di Medan. Palembang. Bandung. Yogyakarta. Semarang. Surabaya. Denpasar. Makassar. Padang. Banjarmasin. Aceh. Jayapura dan Gorontalo. Data pada penelitian ini diperoleh dengan menyebar kuesioner G-Form yang diberikan pada grup WhatsApp. Analisis data yang digunakan pendekatan struktural Equation Model (SEM) berbantuan aplikasi smart PLS (Civelek. Tahapan analisis data dalam penelitian ini METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Kerangka hipotesa dalam penelitian ini adalah Komunikasi Organisasi (X. H 6 Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Analisis Outer Model Uji Validitas dan Reliabilitas Uji Validitas dan reloabilitas dilakukan untuk memastikan bahwa measurement yang digunakan layak untuk dijadikan pengukuran . alid dan Pengujian validitas dan reliabilitas dapat dilihat dari : Convergent Validity adalah indikator yang dinilai berdasarkan korelasi antara item score/component score dengan construct score, yang dapat dilihat dari standardized loading faktor yang mana menggambarkan besarnya korelasi antar setiap item pengukuran Pencairan Dana APBN (Y) Komitmen Organisasi (X. Pengaruh Langsung . dengan konstraknya. Ukuran refleksif individual dikatakan tinggi jika berkorelasi > 0. Discriminant Validity merupakan model pengukuran dengan refleksif indicator dinilai berdasarkan crossloading pengukuran dengan membandingkan nilai squareroot of average (AVE). Instrumen dinyatakan valid apabila memiliki skor AVE >0. Composite reliability merupakan indikator untuk mengukur suatu konstruk yang dapat dilihat pada view latent variable coefficients. Dalam pengukuran tersebut apabila nilai yang dicapai adalah > 0,70 maka dapat dikatakan bahwa konstruk tersebut memiliki reliabilitas yang tinggi. CronbachAos Alpha merupakan uji reliabilitas yang dilakukan memperkuat hasil dari composite reliability. Suatu variabel dapat dinyatakan reliabel apabila memiliki nilai cronbachAos alpha > 0,7. Uji validitas digunakan untuk mengukur validitas atau validitas kuesioner. Dalam penelitian ini, validitas konvergen dan AVE digunakan untuk menguji validitas. Jika nilai AVE > 0,05 dan nilai beban eksternal (> 0,. , instrumen dinyatakan Adapun penjabaran gambar di atas, dapat dilihat dalam table berikut. Tabel 3. Hasil Analisa outer model Variabel Komunikasi Organisasi (X. Tabel 2. Pengujian Instrumen Uji Instrumen Uji Validitas Uji Reliabilitas Uji yang digunakan Convergent Validity AVE Cronbach Alpha Composite Relibility Komitmen Organisasi (X. Uji R Square R-square untuk konstruk dependen digunakan untuk menilai pengaruh variabel laten independen tertentu terhadap variabel laten dependen yang menunjukkan presentasi besaran Kinerja Aparatur Pencairan Dana APBN (Y) Analisa Inner Model Analisis Inner Model atau yang biasa disebut dengan Model Struktural ini digunakan untuk memprediksi hubungan kausal antar variabel yang diuji dalam model. Analisa inner model dalam pengujian menggunakan Smart PLS dilakukan dengan melakukan pengujian hipotesis Dalam pengujian hipotesa dapat dilihat dari nilai tstatistik dan nilai probabilitas. Untuk pengujian hipotesis yaitu dengan menggunakan nilai statistik maka untuk alpha 5% nilai t-statistik yang digunakan adalah 1,96, sedangkan skor beta digunakan untuk mengetahui arah pengaruh hubungan antar varoabel. Adapun kriteria penerimaan/penolakan hipotesa adalah Ha= t-statistik > 1,98 dengan skor p-values < 0,05. H0= t-statistik <1. 98 dengan skor p-values>0. Indikator AVE X1. X1. X1. X1. X1. X1. X2. X2. X2. X2. X2. X2. X2. Z1. Z1. Z1. Z1. Z1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. Y1. 0,621 0,591 0,579 0,584 Outer Loading 0,788 0,811 0,830 0,711 0,791 0,794 0,742 0,683 0,806 0,832 0,722 0,773 0,825 0,734 0,837 0,761 0,734 0,731 0,732 0,777 0,759 0,764 0,765 0,787 Ket Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Hasil Uji Reliabilitas Pada penelitian yang dilakukan ini digunakan 2 jenis uji reliabilitas diantaranya yaitu uji Cronbach Alpha dan Uji Composite Reliability. Uji reliabilitas dengan Cronbach Alpha mengukur keandalan terendah . atas bawa. Jika nilai cronbach alpha data > 0,7 maka data dinyatakan Pada saat yang sama, reliabilitas komposit mengukur nilai reliabilitas aktual dari variabel. Jika skor reliabilitas komprehensif data >0,7, data dinyatakan sangat reliabel. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel HASIL PEMBAHASAN Hasil Analisa Outer Model Uji Validitas Kinerja (M) Aparatur Cronbach' s Alpha 0,817 Composite Reliability 0,873 Keterangan Reliabel Komitmen Organisasi (X. Komunikasi Organisasi (X. Pencairan Dana APBN (Y) 0,900 0,920 Reliabel 0,878 0,908 Reliabel 0,857 0,894 Reliabel Hasil Uji Koefisien determinasi R2 Uji R-Square dipilih dalam penelitian ini untuk mengukur sejauh mana variabel endogen mendapat pengaruh dari variabel lain. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan program smartPLS, didapatkan nilai R-Square sebagai Tabel 5. Hasil uji R-Square Variabel Kinerja Aparatur Pencairan Dana APBN Hipotesa R Square 0,854 0,913 H1 Komunikasi Organisasi Mempengaruhi Pencairan Dana APBN H2 Komitmen Organisasi dana APBN H3 Komitmen Organisasi Mempengaruhi Kinerja Aparatur H4 Komunikasi Organisasi Mempengaruhi Kinerja Aparatur H5 Kinerja Aparatur Pencairan dana APBN H6 Kinerja Aparatur mampu Komunikasi Organisasi terhadap Pencairan dana APBN H7 Kinerja Aparatur mampu Komitmen terhadap Pencairan dana APBN R Square Adjusted 0,851 0,910 Keterangan Values 0,284 0,000 Hipotesis Diterima 0,307 0,000 Hipotesis Diterima 0,371 0,000 Hipotesis Diterima 0,584 0,000 Hipotesis Diterima 0,403 0,000 Hipotesis Diterima 0,150 0,008 Hipotesis Diterima 0,235 0,000 Hipotesis Diterima Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh skor R2 untuk Kinerja Aparatur sebesar 0. 854 yang artinya Kinerja Aparatur dipengaruhi oleh Komunikasi dan komitmen organisasi sebesar 85,4% dan14,6% yang lain dipengaruhi oleh variabel yang belum dijelaskan dalam penelitian Adapun Skor R2 untuk Pencairan Dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah (Y) adalah sebesar 91. 3% yang artinya Kinerja AparatuR. Komitmen Organisasi, dan Komunikasi Organisasi mempengaruhi Kepuasan sebesar 3% dan 8. 7% yang lain dipengaruhi oleh variabel yang belum dijelaskan dalam penelitian Analisa Inner Model Hasil Analisa Inner Model Perbendaharaan dan Anggaran Negar. diharapkan dapat mengefektifkan proses pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit Hubungan yang harmonis diantara para pegawai disebabkan oleh adanya komunikasi timbal balik yang baik. Dengan adanya komunikasi yang baik, visi misi dalam Lembaga kemendikbudristek dapat dicapai dengan baik, begitu pula sebaliknya, kurangnya atau tidak adanya komunikasi diantara para pegawai dapat Disebutkan oleh (Clark, 2. koordinasi menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit Koordinasi dapat berjalan lancar apabila antar sesame anggota Kemendikbudristek mampu mengembangkan komunikasi yang baik. Komitmen Organisasi pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah Berdasarkan hasil pengujian, diketahuai bahwa skor p value < 0. 05 dengan nilai beta positif yang artinya baiknya komitmen organisasi yang semakin baik akan mempengaruhi efektifitas pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah. Hasil penelitian ini sebagaimana temuan (Sopandi, 2. Komitmen Organisasi mempengaruhi pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu Komitmen menjadikan setiap anggota organisasi merasa senang dan bangga bekerja untuk atau menjadi Komitmen organisasi yang tinggi menghasilkan performa kerja, rendahnya tingkat absen dan rendahnya tingkat keluar-masuk . Pegawai yang berkomitmen tinggi akan memiliki produktivitas yang tinggi (Yu et al. , 2. Komitmen organisasi mendorong para Kemendikbudristek mempertahankan pekerjaannya dan menunjukan Pembahasan Komunikasi Organisasi pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah Berdasarkan hasil pengujian, diketahuai bahwa skor p value < 0. 05 dengan nilai beta positif yang menunjukkan bahwa, baiknya mempengaruhi efektifitas pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah. Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan Utami & Pernamasari, . bahwa, komunikasi yang baik diantara pegawai kemendikbudristek akan mempengaruhi efisiensi pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah. Proses yang berbelit-belit, waktu yang lama dan tidak modern dianggap sebagai penyebab kementerian lembaga kesulitan dalam proses pengajuan tagihan. Perubahan sistem dalam proses SPAN (Sistem hasil yang seharusnya. Dengan produktivitas yang baik, hambatan dalam proses pengajuan dana APBN dapat mudah tertatasi sebab seluruh pihak saling berkontribusi. Kelengkapan dokumen SPM dapat mudah diselesaikan oleh para pegawai Kemendikbudristek efektifitas pencairan dana. termasuk di Kemendikbudristek (Qudrat & Aji. Dengan komunikasi yang baik, pesan yang dimaksud dapat dipahami yang mempengaruhi suksesnya program kemendikbudristek. Kinerja Aparatur mempengaruhi Pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit Berdasarkan hasil pengujian, diketahuai bahwa skor p value < 0. 05 dengan nilai beta positif yang artinya baiknya Kinerja Aparatur akan mempengaruhi pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah. Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan(Widyantoko et , 2. Kinerja aparatur merupakan salah satu hal penting dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab di lingkungan Kemendikbudrostek. Dengan adanya kinerja, akan diketahui sejauh mana kemampuan pegawai dalam melaksanakan tugasnya (Pawirosumarto. Sarjana, et al. Perencanaan anggaran keuangan di Kemenristekditi menjadi salah satu hal yang Pada praktiknya, banyak syarat yang harus dilengkapi untuk memudahkan proses pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit Terdapat 8 langkah dengan 7 syarat yang harus dipenuhi dalam proses pencaiaran dana. Banyaknya syarat ini menuntut para aparatur untuk dapat melakukan kinerja yang sebaik mungkin sehingga proses pencairan dapat lebih efisien sebab persyaratan pencairan dana dapat diselesaikan dengan baik oleh para staff Kemendikbudristek. Komitmen Organisasi Mempengaruhi Kinerja Aparatur Berdasarkan hasil pengujian, diketahuai bahwa skor p value < 0. 05 dengan nilai beta positif yang artinya komitmen organisasi yang semakin baik akan meningkatkan kinerja aparatur. Hasil penelitian ini sebagaimana temuan penelitian Febrina & Syamsir, . Bahwa komitmen organisasi mampu mempengaruhi kinerja aparatur. Komitmen merupakan keyakinan dan dukungan yang kuat terhadap nilai dan sasaran yang ingin dicapai oleh organisasi. Komitmen Organisasi yang tinggi dalam lingkungan Kemendibudristek, akan mempengaruhi situasi kerja yang professional (Indarti et al. , 2. Dengan memiliki komitmen yang tinggi maka pegawai akan melaksanakan tugas atau pekerjaanya dengan tertib dan lancar sehingga hasil kerjanya . akan meningkat serta akan berdampak pula pada Kemendibudristek. Komunikasi Organisasi Mempengaruhi Kinerja Aparatur Berdasarkan hasil pengujian, diketahuai bahwa skor p value < 0. 05 dengan nilai beta positif yang artinya baiknya komunikasi organisasi akan mempengaruhi kinerja aparatur. Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan Zainurossalamia et al. , . Bahwa, komunikasi organisasi berpengaruh terhadap kinerja aparatur. Organisasi terbentuk karena adanya kesamaan tujuan yang dimiliki tiap staffnya. Para pegawai yang bekerja di Kemendikbudristek memilki alasan bekerja yang beragam. komunikasi yang terjalin dalam lingkungan Kemendikbuidristek sangat menunjang aktivitas kerja para staff. Interakasi antara staff satu dengan yang lainnya, memberikan motivasi kepada staff pada saat bekerja dan mampu menciptakan hubungan baik antara atasan dan bawahab. Apabila ada hal yang tidak dimengerti atau adanya kesalahpahaman akibat tidak terciptanya komunikasi organisasi yang baik, maka dapat memicu terjadinya hambatan dalam proses penyelesaian pekerjaan. Jika hal ini terjadi, maka dapat timbul kesalahan yang berpengaruh pada hasil kerjanya. Oleh karena itu komunikasi organisasi merupakan hal yang begitu krussial dalam lingkuangan pekerjaan Kinerja Aparatur hubungan Komunikasi Organisasi terhadap Pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah Berdasarkan hasil pengujian, diketahuai bahwa skor p value < 0. 05 dengan nilai beta positif yang artinya Kinerja Aparatur mampu memediasi hubungan Komunikasi Organisasi terhadap Pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah. Komunikasi yang terjalin dengan baik akan memudahkan Kemendikbudristek (Kardiyem. Saputri, 2. Semua informasi penting terkait proses pencairan dana harus dikomunikasikan antar sesama divisi yang berwenang, setiap divisi serta penanggung jawan patut berkomunikasi secara efektif dengan bawahannya untuk mencapai tujuan tim. Koordinasi tidak mungkin dilakukan tanpa komunikasi tertulis dan lisan (Sciarelli et al. , 2. Dengan komunikasi yang baik, masing masing pegawai akan mengetahui tugas dan tanggung jawabnya, sehingga tercipta efisiensi penyelesaian persyaratan pencairan dana. Hubungan antara komunikasi organisasi terhadap proses pencaiaran dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah akan semakin signifikan Ketika masing masing pegawai di kemendikbudristek dapat memberikan kinerja yang optimal. Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan A. bahwa kinerja pegawai mampu memediasi hubungan komunikasi organisasi terhadap proses pencairan dana. tanggung jawabnya masing masing berkaitan dengan kesiapan dokumen yang akan diajukan untuk pengajuan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah. Untuk peneliti selanjutnya, disarankan untuk menggunakan variable yang relevan yang kemungkinan mempengaruhi proses pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah. Kinerja Aparatur hubungan Komitmen organisasi terhadap Pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah Berdasarkan hasil pengujian, diketahuai bahwa skor p value < 0. 05 dengan nilai beta positif yang artinya Kinerja Aparatur mampu memediasi hubungan komitmen Organisasi terhadap Pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit pemerintah. Membangun komitmen organisasional menjadi aspek penting yang diperhatikan oleh Staf Kemendikbudristek karena dengan adanya komitmen organisasional maka staff tersebut akan memiliki kedekatan terhadap organisasi yang direfleksikan dalam bentuk kekuatan, keterlibatan dan kesetiaan staff terhadap pekerjaannya. Komitmen yang tinggi membuat staff di lingkungan Kemendikbudrostek menjadi lebih setia dan bekerja keras untuk mencapai tujuan Lembaga (Nurjanah et al. , 2. Komitmen ini akan memberi kepuasan dalam pekerjaan yang didukung oleh timbal balik yang diberikan Kemendikbudristek. Dengan adanya komitmen organisasi, para ataff akan memiliki kesadaran untuk menyelesaikan tugasnya, sebagaimana menyempurnakan syarat pencairan dana APBN dengan penggunaan kartu kredit Hubungan antara komitmen organisasi akan semakin signifikan Ketika para pegawai memberikan kinerja yang baik. Hasil penelitian ini sesuai dengan temuan Sungu et al. , . Almutairi, . , dan Asrar-ul-Haq et al. , . REFERENSI