Journal of Public Sector Accounting and Management( JPSAM) Volume 01 Nomor 01 Tahun 2019 (Hal: 1-. https://ojs. id/index. php/jpsam ROLE OF LEADERSHIP IN IMPROVING PERFORMANCE OF EMPLOYEES IN THE OFFICE OF PUBLIC SERVICE PUBLISHERS OF ORIGIN OF PT. KAWASAN BERIKAT NUSANTARA JAKARTA Suhardoyo1 1 STMIK Nusa Mandiri Jakarta. Indonesia Suhardoyo. syo@bsi. INFO ARTIKEL ABSTRAK/ABSTRACT Histori Artikel : Tgl. Masuk : 11 November 2019 Tgl. Diterima : 1 Desember 2019 Tersedia Online : 31 Desember 2019 Keywords: Leaders and employees is one of the assets of the organization to achieve the goal, the good leadership will thus improve the performance of employees who indicated that the more likely the organization to achieve the goals that have been set. In this paper we will discuss about how to influence the leadership of the employee's performance in Office of Issuing Certificate of Origin PT. Nusantara Bonded Zone Jakarta? Based on the results of research and calculations using IBM SPSS statistic 23, the correlation coefficient for the variable performance has a positive and strong correlation is equal to 0,628 This shows that when the leadership style variable (X) increases, the variable employee performance (Y) will also increase. As a result of the test or ANOVA F can be seen significant relationship between variables Leadership (X) and variable employee performance (Y), there was a significant which is shown by the significance of 0000 is smaller than 0. 000 <0. So that the value of F leadership (X) is 21,482 with a significance level of 0. While F table at 95% confidence level ( = 0. with N = 35 degree of freedom (DF) of 22 is equal to 4. So that F> F table or 21,482> 4. 30 and a significance level of 0. 000 <0. showing that the effect of the independent variable is leadership (X) has a positive influence and significant impact on employee performance (Y). As a result of the calculation of R Square (R . 394 indicates that the independent variable leadership (X) has the effect of 40% on employee performance (Y), while the remaining 60% of the employees affected by other factors that are not in precise . Results of regression coefficient diporoleh simple equation Y = 24. 620 0,353X show constant of 24,620 means if there is no independent leadership (X) then the employee performance (Y) Office of Issuing Certificate of Origin PT. Nusantara Bonded Zone Jakarta of 24. While the regression coefficient of 0. 353 means that if there is an increase in leadership (X) per one unit of the employee's performance (Y) meningngkat of 0. Thus showing that the leadership (X) affects employee performance (Y) of Office the Issuing Certificate of Origin PT. Nusantara Bonded ZoneJakarta. Influence of Leadership, employee performance. Volume 1. No. 1 Ae Desember PENDAHULUAN Sumber Daya Manusia dalam organisasi saat ini adalah merupakan capital yang sangat penting. Sebagai keberhasilan organisasi dalam mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan dengan kualitas keahlian yang dimiliki oleh sumber daya tersebut. Namun saat ini perubahan lingkungan dan teknologi yang begitu cepat akan terus menuntut kemampuan dari sumber daya manusia untuk dapat menyesuiakan dengan tersebut secara cepat pula, dengan organisasi dan menyiapkan langkahlangkah yang perlu dilakukan guna p e r ubahan Menyirnak kenyataan diatas maka peran manajemen sumber daya manusia dalam organisasi tidak hanya sekedar administrative tetapi justru lebih mengarah pada bagaimana mampu mengembangkan potensi sumber daya agar menjadi kreatif dan Human Capital penggerak maju mundurnya organisasi. Seiring dengan persaingan yang semakin tajam karena perubahan teknologi yang cepat dan lingkungan yang begitu drastis pada setiap aspek maka setiap organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang mempunyai kompentensi agar dapat memberikan pelayanan yang prima dan bernilai. Dengan kata lain organisasi tidak . ustomer tetapi juga berorientasi pada nilai . ustomer valu. Dengan demikian tidak semata mata organisasi hanya mengejar pencapaian produktifitas kerja yang tinggi tetapi lebih dititik beratkan kepada tujuan yang lebih luas yaitu proses pencapaian kinerja tersebut. Sehingga diharapkan dengan kinerja mencerminkan kegiatan individu yang Kinerja suatu hasil dimana orang-orang dan sumber daya lain yang ada dalam bersama-sama membawa hasil akhir yang didasarkan pada tingkat mutu dan standar yang ditetapkan (Wibowo, 2. Konsekuensinya, organisasi memerlukan sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan kemampuan yang unik sesuai dengan visi dan misi organisasi. Dalam pengembangan Sumber Daya Manusia sat ini sebiknya lebih ditekankan dengan berbasis kompetensi sehingga dapat memberikan output dan outcomes yang sesuai dengan tujuan dan sasaran organisasi dengan standar kinerja yang telah ditetapkan. Kompentensi individu untuk melakukan tugas atau mengambil keputusan sesuai dengan dalam organisasi yang relevan dengan keahlian, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki (L. Mathis. Robert. Jackson, & John, 2. Kompetensi yang dimiliki karyawan organisasi dan mampu mendukung yang dilakukan Dengan kompentensi yang dimiliki individu dapat mendukung system kerja berdasarkan Manusia adalah sumber daya utama dalam Peruasahaan, dimana memiliki potensi dan kemampuan untuk menciptakan, berpikir, memiliki keahlian dan lain-lain yang sangat dibutuhkan dalam pencapaian tujuan. Sejalan dengan pernyataan (Winarno, 2. menyatakan Sumber Daya Manusia merupakan aset terpenting dalam sebuah perusahaan selain sumber capital lainnya seperti Manusia memiliki kemampuan yang berbeda yang dipengaruhi oleh pengalaman sehingga akan membedakan dengan sumber daya lainnya. Manusialah yang dapat menggerakkan sumber daya lain di dalam organisasi. Oleh karena itu suatu organisasi selalu berusaha agar Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) sumber daya manusia yang dimilikinya memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Manusia sebagai sumber daya yang potensial dengan kemampuan dan menggerakkan jalannya roda organisasi. Salah dipengaruhi oleh sistem pola hubungan yang terjadi, baik hubungan dengan sesama karyawan, hubungan dengan atasan bahkan hubungan dengan Setiap organisasi membutuhkan sumber daya manusia yang dijadikan sebagai aset utama untuk ditata dan kelola dengan baik supaya dapat Upaya kualitas dan kuantitas sumber daya manusia perlu terus dilakukan untuk menghadapi persaingan yang makin Melalui dituntut untuk bekerja sama dengan menempatkan diri sesuai posisinya untuk organisasi yang dikehendaki. Berhasil tidaknya suatu organisasi ditentukan oleh berbagai komponen didalamnya. Salah satu yang sangat penting menentukan keberhasilan organisasi adalah pengaruh Pemimpin sentral yang menjadi penentu keputusan dalam organisasi. Setiap organisasi membutuhkan seorang pemimpin yang bisa menkordinasikan dan mengelola semua sumber daya yang ada. Sehingga seorang pemimpin diberi beban tanggung kepemimpinannya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Pola hubungan yang terjadi antara atasan dan bawahan dapat menyebabkan pegawai merasa senang atau tidak senang bekerja pada divisi atau bagian dalam organisasi tersebut. Oleh karena itulah perlu dilakukan perencanaan dan pengelolan sumber daya manusia untuk mendapatkan orang yang tepat untuk menduduki jabatan yang tepat . he righ men in the right plac. Pengelolaan sumber daya manusia pada fungsi manajemen organisasi adalah adanya peranan seorang pemimpin dalam organisasi tersebut. Bagaimana seorang pemimpin dalam organisasi harus mampu mengelola dan mengarahkan serta membimbing segenap sumber daya yang ada dalam orgnaisasi untuk mencapai Sehingga apabila seseorang yang ditunjuk sebagai pemimpin atau diakui oleh pegawai sebagai seseorang yang pantas memimpin mereka, maka mereka akan dijadikan sebgai figure yang akan ditauladani dan diikuti oleh bawahannya dalam menjalankan organisasi tersebut. Cara dan pola tingkah laku pemimpin diartikan oleh bawahan sebagai gaya Seorang organisasi harus dapat menciptakan integrasi yang serasi dengan para bawahan, membina dan kerjasama, mengarahkan dan mendorong gairah kerja sehingga tercipta motivasi positif yang akan menimbulkan niat dan usaha dalam bekerja yang maksimal dengan didukung fasilitas perusahaan atau organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pada akhirnya Pemimpin dan pegawai mempunyai kontribusi yang sangat besar bagi tujuan organisasi. Pemimpin harus menempatkan perannya sehingga dapat mengorganisasikan pegawai untuk dapat melakukan produktivitasnya sehingga mampu mencapai kinerja yang lebih baik, dengan cara memberikan petunjuk, memberikan contoh dan memotivasinya. METODOLOGI PENELITIAN Indikator dari Variabel Variabel Independen . cU): Kepimimpinan Kepemimpinan adalah Suatu sikap yang dimiliki Pemimpin agar dapat pegawai untuk dapat bekerja sama melaksanakan kegiatan tertentu untuk mencapai tujuan organisasi, dengan indikator sebagai berikut: . Tidak kenal lelah . Menunjukkan inisiatif . Hasrat Volume 1. No. 1 Ae Desember . Kemampuan menerima tanggungjawab . Jujur dan tidak berkhianat . Konsisten antara ucapan dengan perbuatan . Percaya diri dalam memimpin . Tidak ragu-ragu dalam mengambil keputusan . Cerdas . Cerdas mengambil keputusan . Pengetahuan . Memahami Implikasi Keputusan . Energik dan penuh semangat . Suka bergaul, tegas dan menarik diri. Variabel Dependen (Y): Kinerja Pegawai Kinerja adalah Merupakan prestasi kerja yakni perbandingan antara hasil kerja yang secara nyata dengan standard melaksanakan tugasnya sebagai pegawai, dengan indikator sebagai berikut: . Bukti Kehadiran karyawan. Jujur perbuatan dan komunikasi kepada atasan maupun bawahan. Bertanggungjawab atas pekerjaan . Mengerjakan pekerjaan secara tepat waktu bahkan lebih cepat. Memiliki pekerjaan. Setia perusahaan. Ketataatan untuk tidak melanggar atau melawan atas pekerjaan yang telah diberikan . Bekerjasama antar sesama karyawan . Sikap dalam memimpin . Ide-ide atau pendapat kualitas suatu pekerjaan Pengumpulan Pengukuran Variabel penelitian Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survey yang digunakan untuk mendapatkan data dari tempat tertentu yang alamiah . ukan perlakuan dalam pengumpulan data, misalnya dengan mengedarkan kuisener. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan kuesiner, untuk mengukur pendapat responden dalam penelitian menggunakan skala likert. Menurut Riduwan (Riduwan, 2012, p. mengemukakan bahwaAuSkala Likert untuk mengukur pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan spesifik oleh peneliti Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel dan jawaban yang terkumpul dapat berupa pernyataan negatif maupun positif AoAo Skala Likert digunakan dengan lima menurut(Riduwan, 2012, p. Jawaban Sangat setuju diberi skor lima . Jawaban Setuju diberi skor empat . Jawaban ragu ragu diberi skor tiga . Jawaban Tidak setuju diberi skor dua . Jawaban Sangat tidak setuju diberi skor Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Menurut Sugiyono(Sugiyono. , 2014, Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempengaruhi kuantitas dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan Au populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Pada Kantor Pelayanan Penerbitan Surat Keterangan Asal PT. Kawasan Berikat Nusantara Jakarta Sampel Menurut Sugiyon. (Sugiyono. 2014, p. teknik pengambilan sampel acak sederhana . imple random samplin. adalah pengambilan suatu sampel dengan n elemen dipilih dari suatu populasi N elemen sedemikian rupa sehingga setiap mempunyai kesempatan yang sama ini berarti semua anggota populasi menjadi anggota dari kerangka sample. Sample diambil dengan menggunakan teknik pengambilan sample secara acak sederhana, yaitu teknik pengambilan sample secara probabilitas . robabilyty samplin. dimana semua anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi sample penelitian ini. Sampel berjumlah 35 orang pegawai pada Kantor Pelayanan Penerbitan Surat Keterangan Asal PT. Kawasan Berikat Nusantara Jakarta Uji Instrument Validitas dan Reliabilitas Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) Uji Validasi Menurut Sugiyono (Sugiyono. , 2014, Validasi adalah tingkat keandalah dan kesahihan alat ukur yang digunakan. Intrumen menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data itu valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur. Dengan demikian instrumen yang valid merupakan instrumen yang benar-benar tepat untuk mengukur apa yang hendak di Uji validasi digunakan rumus Korelasi Product Moment dalam (Arikunto, 2010, p. sebagai berikut: ycu(Oc ycUycU)Oe(Oc yc. (Oc y. ycycuyc = a Ooycu Oc ycu 2 Oe(Oc ycU)2 . Ooycu(Oc ycU 2Oe(Oc ycU) AA. Dimana : rxy = Koefisien Korelasi antara X dan Y Oc ycUycU = Jumlah perkalian anatara X dan Y Oc ycU = Jumlah dari variabel X Oc yc = Jumlah dari variabel Y Oc ycU2 = Jumlah kuadarat dari variable X Oc ycU 2 = Jumlah kuadarat dari variable Y n = Banyaknya Pasangan data X dan Dasar mengambil keputusan : Jika r hitung > r tabel , maka instrumen atau item pertanyaan berkorelasi . inyatakan vali. Jika r hitung < r tabel , maka instrument atau item pertanyaan tidak berkorelasi signifikan terhadap skor inyatakan tidak vali. Menurut Prayitno mengemukakan bahwa AuJika nilai positif dan r hitung Ou r tabel , item dapat dinyatakan valid, sedangkan jika r hitung O r tabel maka item dinyatakan tidak validAy Uji Reliabilitas Menurut Santoso dkk . mengemukan bahwa AuReabilitas adalah alat ukuran yang menunjukkan konsistensi dari alat ukur dalam mengukur gejala yang sama dilain kesempatanAy. Sedang Trihendri . mengemukakan bahwa AuUji validasi dapat dilakukan dengan menggunakan korelasi Mengkorelasikan pernyataan dengan nilai total pernyataanAy. Sedangkan Uji Reabilitas dapat dilakukan dengan Alpha CronbachAos , dengan rumus (Arikunto, 2010 :. OcOy2 yco ] . Oe 2yca ]a. coOe. Oyyc yc11 = [ Dimana : yc11 = Reliabilitas Instrumen = Banyaknya jumlah pertanyaan atau banyaknya soal Oc Oyyca = Jumlah varian butiran/item Oy2yc = Varian total Kuesiner dinyatakan reliable apabila nilai r hitung lebih besar dari r tabel . hitung > r tabel ) dan dinyatakan tidak reliable apabila r hitung lebih kecil dari r tabel . hitung< r tabe. dengan taraf signifikan 5% Konsep Dasar Perhitungan Uji Koefisien Korelasi Menurut Riduwan . Auuji koefisien korelasi atau uji Pearson Produck Moment adalah untuk mencari hubungan variabele bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) dan data berbentuk interval dan ratioAy. Digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan 2 variabel dan juga untuk mengetahui bentuk hubungan antara 2 variabel tersebut dengan hasil yang sifatnya kuantitatif. Kekuatan hubungan tersebut apakah erat, lemah ataupun tidak erat dan apakah bentuk hubungan tersebut korelasinya linear positif atau linear negatif. Dan dilambangkan dengan simbol AurAy. Rumus yang digunakan untuk menghitung Koefisien korelasi Sederhana adalah dengan menggunakan rumus Pearsont Produck Moment sebagai ycycuyc = ycu(Oc ycUycU)Oe(Oc yc. (Oc y. Ooycu Oc ycu 2 Oe(Oc ycU)2 . Ooycu(Oc ycU 2Oe(Oc ycU) a. Dimana : rxy = Koefisien Korelasi antara X dan Y Oc ycUycU = Jumlah perkalian antara X dan Oc ycU = Total Jumlah dari variabel X Oc yc = Total Jumlah dari variabel Y Oc ycU2 = Jumlah kuadarat dari Total Jumlah Oc ycU2 = Jumlah kuadarat dari Total Jumlah variable Y Volume 1. No. 1 Ae Desember n = Banyaknya Pasangan data X dan Menurut Sugiyono (Sugiyono. , 2014, p. untuk dapat memberikan penafsiran terhadap koefisien korelasi tersebut besar atau kecil, maka dapat perpedoman pada tabel beri Tabel 1 Tingkat Korelasi dan Kekuatan No Interval Korelasi Tingkat Hubungan 0,00 Ae 0,199 Sangat rendah 0,20 Ae 0,399 Rendah 0,40 Ae 0,599 Sedang 0,60 Ae 0,799 Kuat 80 Ae 1,00 Sangat Kuat Sumber : (Sugiyono. , 2014, p. Uji Koefisien Determinasi Menurut (Jonathan, 2012, p. koefisien determinasi digunakan untuk menghitung besarnya peranan atau pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung. Menurut (Riduwan, 2012, p. rumus untuk mengetahui uji koefisien determinasi adalah : KD = r 2 x 100% KD = Koefisien Determinasi r = Koefisien Korelasi Menurut (Jonathan, 2012, p. menyatakan bahwa besarnya angka perhitungan ANOVA yang akan digunakan untuk uji kelayakan model regresi dengan ketentuan bahwa angka probabilitas yang baik harus lebih kecil dari 0,005. Pengambilan keputusan penerimaan atau penolakan dengan membandingkan nilai Fhitung dengan nilai Ftabel. Dengan Kriteria sebagai berikut: Jika nilai probabilitas F hitung > F tabel , pada = 5% . , maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika nilai probabilitas F hitung < F tabel , pada = 5% . , maka H0 diterima dan Ha ditolak Uji Persaman Regresi Linear sederhana(Uji-. Menurut (Sugiyono, 2013, p. menyatakan persamaan regresi dapat digunakan untuk melakukan prediksi seberapa tinggi nilai variabel dependen bila nilai variabel independen dimanipulasi atau dirubah-rubah. Menurut(Riduwan, 2010, p. kegunaan uji regresi sederhana adalah untuk . (Y) bila variabel bebas (X) diketahui , dengan rumus sebagai berikut: Y = a bX a. Oc yeo(Ocyc yaOe Oc yeo Oc yeoyeo a. Ocycu 2Oe( Ocycu . Oc yeoyeoOe Oc yeo Oc yeoyeo b= Oc a. ycu 2Oe( Ocycu . Dimana : Y = Subyek variabel terikat yang X = Variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu untuk diprediksikan a = Nilai konstanta harga Y dan X =0 b = Nilai arah sebagai penentu prediksi yang menunjukan nilai peningkatan atau penurunan variabel. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Intrument Validitas dan Reliablitas Variabel (Uji-. Variabel Kepemimpinan (X) Case Processing Summary Untuk mengetahuai tentang jumlah data yang valid untuk proses dan data yang digunakan alat ukur case Processing Summary. Tabel 2. Case Processing Summary dapat diketahui bahwa data yang valid berjumlah 35 dengan presentase 100% dan tidak ada data yang Tabel 2 Case Processing summary Cases Valid Excluded Total Listwise deletion based on all variable in the procedure Dari hasil Tabel 3. Item- Total Statistics untuk melakukan uji Validitas variabel X diperoleh hasil sebagai berikut: Nilai rhitung variabel kepemimpinan (X) dengan N=35 adalah 0. 812 sedangkan r tabel adalah 0,344, maka terlihat nilai r hitung Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) . > r tabel . dengan demikian pernyataan kuisioner dinyatakan valid Tabel 3 Validitas Variabel X Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Varianceif Corrected ItemDeleted Item Deleted Total Correlatiaon CronbachAos Alpha if Item Deleted 61,91 17,316 61,89 61,83 17,316 61,91 61,91 X10 X11 61,91 17,316 X12 X13 61,86 X14 Tabel 4. Reliability Statistics dari hasil analisis dengan CronbachAoS Alpha menunjukkan bahwa nilai r hitung Variabel X = 0. 924 dengan r tabel sebesar 0. 334, dapat disimpulkan bahwa r hitung . > r tabel . , maka dikatakan data untuk variabel X adalah reliabel atau konsisten Tabel 4 Reliability Statistics CronbachAos N of items Alpha Kinerja Pegawai (Variabel Y) Tabel 5. Item- Total Statistics untuk melakukan uji Validitas variabel Y diperoleh hasil sebagai berikut: Nilai r hitung variabel Kinerja Pegawai (Y) dengan N=35 adalah 0. 334 sedangkan r hitung adalah 0,812, maka terlihat Nilai r hitung . > r tabel . dengan demikian pernyataan kuisioner dinyatakan valid. Volume 1. No. Ae Desember Tabel 5 Validitas Variabel Y Item-Total Statistics Corrected Item-Total CronbachAos Alpha if Item Scale Mean if Scale Variance if Item Deleted Item Deleted Correlatiaon Deleted 43,29 5,504 43,34 5,114 43,40 5,365 Y10 43,23 5,534 Tabel 5. Reliability Statistic dari hasil analisis dengan CronbachAoS Alpha menunjukkan bahwa nilai r hitung Variabel Kinerja pegawai (Y) = 0. 824 dengan r tabel 334, diperoleh r hitung . > r tabel . , maka dikatakan data untuk variabel Y adalah reliabel atau konsisten. Tabel 5 Reliability Statistics CronbachAos N of items Alpha Kepemimpinan Kinerja Pegawai Analisis Variabel Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Uji Koefisien Korelasi Digunakan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara variabel kepemimpinan(X) dan variabel kinerja pegawai (Y) serta seberapa besar hitungan dan interpretasi kedua variabel tersebut. Berdasarkan korelasi menggunakan IBM SPSS 23 diperoleh data sebagai berikut: Tabel 6. Correlations Kepemimpian Kinerja Pegawai (Y) (X) Pearson Corelation Sig. -taile. PearsonCorelation Sig. -taile. Sumber : Hasil jawaban diolah dengan Program Komputer SPSS ** Correlation is significant at the 0. 01 level. -taile. Dari tabel 6 . orrelations ) terdapat nilai interpretasi dari kedua variabel adalah 628 dan sesuai tabel tingkat korelasi dan kekuatan hubungan terletak 60 Ae 0. 799 yang menunjukan bahwa terdapat hubungan atau korelasi yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa apabila (X) meningkat , maka variabel kinerja pegawai (Y) juga akan meningkat. Sedangkan Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) dilihat dari signifikansi hubungan antara model mempunyai pengaruh terhadap variabel Kepemimpinan(X) dan variabel variabel terikat kinerjaPegawai(Y). kinerja pegawai(Y) terdapat hubungan yang sangat signifikan. Yaitu ditunjukkan dengan signifikansi sebesar 0. 000 yang lebih kecil dari 0. 000<0. Uji Koefisien Determinasi Uji Uji-F atau ANOVA Uji-F menunjukkan apakah variabel bebas kepemimpinan(X) yang dimasukkan dalam Tabel 7 (Uji-F) ANOVA Sum of Model Means Square Regression Residual Total Sig 000. a Predictors: (Constan. Kepemimpinan(X ) b Dependent Variable: Kinerja pegawai (Y) pegawai (Y) Pada Kantor Pelayanan Penerbitan Surat Keterangan Asal PT. Tabel 7 diperoleh nilai Fhitung variabel Kawasan Berikat Nusantara Jakarta kepemimpinan (X) adalah 21. 482 dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan F tabel pada tingkat kepercayaan 95% ( = 0,. N=35 dengan degre of freedom(DF) sebesar 22 adalah sebesar 4. Sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut: Fhitung > Ftabel atau 21. 482 > 4. dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen yaitu variabel kepemimpinan (X) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel Pengujian Koefisien Determinasi (R) Pengujian dengan menggunakan uji koefisien determinasi (R) melihat besarnya kepemimpinan (X ) terhadap variabel terikat kinerja pegawai (Y) . Nilainya adalah 0-1. Semakin mendekati nol berarti model tidak baik atau variasi model dalam menjelaskan dengan sangat terbatas, sebaliknya semakin mendekati satu maka suatu model akan semakin baik. Tabel 8 Model Summary Std. Error Model 628. Adjusted Square R Square Change Statistics R Square Estimate Dari tabel 8, diperoleh nilai R Square . cI 2 ) sebesar 0. 394 menunjukkan bahwa variable bebas kepemimpinan (X ) mempunyai pengaruh sebesar 39,40% terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Pelayanan Penerbitan Surat Keterangan Asal PT. Kawasan Berikat Nusantara Jakarta, sedangkan selebihnya sebesar 60% kinerja pegawai dipengaruhi oleh F Change Sig F Change faktor lain yang tidak di teliti meliputi faktor organisasi, faktor individu dan faktor Uji Persaman Regresi (Uji-. Persamaan regresi digunakan, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan naik atau turunnya variabel dependen , bila variabel Volume 1. No. Ae Desember independen sebagai faktor prediktor diubah-ubah (Sugiyono. , 2. Analisis persamaan regresi dalam penelitian ini menggunakan program IBM SPSS Statististics 23 (Priyatno, 2. pada tabel berikut. Tabel 9. Coefficients Model Unstandardized Standardized Coeficients Sig. Stad Error . 5,081 Kepemimpinan Beta Dependent Variable: Kinerja Pegawai (Y) Berdasarkan dalam Tabel 9 maka diperoleh hasil regresi linear sederhana sebagai berikut: Y = 24. Dari hasil estimasi parameter persamaan regresi linear sederhana yang telah diperoleh, dapat diinterpretasikan sebagai Konstanta bernilai 24. 620 artinya jika tidak ada variabel bebas kepemimpinan (X ) maka faktor Kinerja pegawai (Y) pada Kantor Pelayanan Penerbitan Surat Keterangan Asal PT. Kawasan Berikat Nusantara Jakarta sebesar 24,620. Variabel Kepemimpinan (X) bertanda positif terhadap Kinerja pegawai pada Kantor Pelayanan Penerbitan Surat Keterangan Asal PT. Kawasan Berikat Nusantara Jakarta (Y) dengan koefisien regresi sebesar 0. 353 artinya apabila peningkatan variabel gaya kepemimpinan setiap satu satuan maka kinerja pegawai pada Kantor Pelayanan Penerbitan Surat Keterangan Asal PT. Kawasan Berikat Nusantara Jakarta (Y) Hal ini menunjukkan bahwa faktor kepemimpinan mempengaruhi kinerja Dari tabel 9 , hasil Uji t yaitu Pengujian yang dilakukan untuk menguji kepemimpinan (X) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat kinerja pegawai(Y), dengan Oy = 0. degre of freedom (DF) = 33 dan t tabel = 682 , maka diperoleh t hitung . > t tabel. artinya variabel kepemimpinan (X) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel kinerja pada Kantor Pelayanan Penerbitan Surat Keterangan Asal PT. Kawasan Berikat Nusantara Jakarta. KESIMPULAN Hasil perhitungan correlations nilai interpretasi dari kedua variabel adalah sebesar 0. 628 dan sesuai tabel tingkat korelasi dan kekuatan hubungan terletak antara 0. 60 Ae 0. yang menunjukan bahwa terdapat hubungan atau korelasi yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa apabila variabel kepemimpinan (X) meningkat , maka variabel kinerja pegawai (Y) juga akan Sedangkan dilihat dari signifikansi hubungan antara variabel Kepemimpinan(X) dan variabel kinerja pegawai Y) terdapat hubungan yang sangat signifikan, dengan ditunjukkan dengan signifikansi sebesar 0. 000 yang lebih kecil dari 0. 000<0. 005 ). Hasil uji Anova atau uji F test diperoleh niali F hitung sebesar 21. Sedangkan Ftabel sebesar 4. 30 dengan N=35 dan = 5% menunjukkan bahwa Fhitung > Ftabel dan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05, menunjukkan bahwa pengaruh variabel independen yaitu variabel kepemimpinan (X) mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel pegawai (Y). Dengan demikain Ho ditolak dan Ha diterima. Journal of Public Sector Accounting and Management (JPSAM) Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: CV. Alfabeta. IMPLIKASI DAN KETERBATASAN Dari determinasi diperoleh nilai R Square (R. 394 menunjukkan bahwa variable bebas kepemimpinan (X ) mempunyai pengaruh sebesar 39,40% terhadap kinerja pegawai (Y) pada Kantor Pelayanan Penerbitan Surat Keterangan Asal PT. Kawasan Berikat Nusantara Jakarta, sedangkan selebihnya sebesar 60% kinerja pegawai dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak di teliti meliputi faktor organisasi, faktor individu dan faktor REFERENCES