https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN TAPANULI SELATAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ISLAM: IMPLIKASI TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Rhama Lenasari Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan lsari@gmail. Zainal Efendi hsb Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan yes@gmail. Article History: Received: Agustus 30, 2025. Accepted: September 05, 2025. Published: Oktober 28, 2025. Keywords: Government Policy. Islamic Education. Public Understanding Abstract. This study discusses the policies of the South Tapanuli Regency Government in the field of Islamic education and their implications for improving the publicAos understanding of Islamic religious education. The problem addressed is how these policies are implemented and the extent of their influence on the communityAos comprehension of Islamic education. The research method used is qualitative with a case study approach, involving interviews, observations, and documentation as data collection Data analysis is conducted descriptively and qualitatively to provide an in-depth description of the policies and their impacts. The results show that the policies implemented by the South Tapanuli Regency Government have made a positive contribution to increasing public awareness and understanding of Islamic religious education. However, there are several obstacles in the implementation that require attention to optimize the effectiveness of the policies. conclusion, government policies play a strategic role in strengthening Islamic education and significantly influence the improvement of public understanding. Abstrak. Penelitian ini membahas kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam bidang pendidikan Islam serta implikasinya terhadap peningkatan pemahaman masyarakat tentang pendidikan agama Islam. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana kebijakan tersebut dijalankan dan sejauh mana pengaruhnya terhadap pemahaman masyarakat tentang pendidikan agama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan kebijakan dan dampaknya secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan agama Islam. Namun, terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaannya yang perlu mendapat perhatian agar efektivitas kebijakan dapat lebih optimal. Kesimpulannya, kebijakan pemerintah memiliki peran strategis dalam memperkuat pendidikan Islam dan 799 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Dalam Bidang Pendidikan Islam. | Rhama Lenasari. Zainal Efendi Hasibuan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman PENDAHULUAN Pendidikan Islam merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia, khususnya di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam seperti Kabupaten Tapanuli Selatan. (Apiyani, 2. Melalui pendidikan Islam, nilai-nilai agama dapat ditanamkan secara sistematis kepada masyarakat, sehingga dapat membentuk karakter yang berakhlak mulia dan berperan aktif dalam kehidupan (Bayu et al. , 2. Oleh sebab itu, peran pemerintah daerah dalam Islam memastikan kualitas pendidikan dan pemahaman masyarakat terhadap agama Islam dapat terus meningkat. Namun, dalam pelaksanaannya, pendidikan Islam di Kabupaten Tapanuli Selatan menghadapi berbagai tantangan. Salah satu permasalahan utama adalah belum meratanya akses masyarakat terhadap pendidikan agama yang berkualitas. (Mustafa & Pasaribu, 2. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, serta sumber daya pengajar yang belum memadai. Selain itu, metode pembelajaran yang digunakan di beberapa lembaga pendidikan Islam masih bersifat konvensional dan kurang interaktif, sehingga tidak mampu mendorong pemahaman yang mendalam dan kritis di kalangan peserta didik. (Nasor, n. Faktor lain yang memengaruhi rendahnya pemahaman masyarakat terhadap pendidikan agama Islam adalah kurang optimalnya sosialisasi dan implementasi kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. (Delima, n. Meskipun telah ada berbagai program pendidikan Islam yang diinisiasi, namun penyebarannya tidak merata dan belum menyentuh seluruh lapisan Selain itu, masih terdapat kendala dalam koordinasi antar instansi terkait yang mengelola pendidikan Islam, sehingga dampak kebijakan belum maksimal dirasakan oleh masyarakat. 800 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Perkembangan teknologi dan perubahan sosial budaya yang terjadi saat ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi pendidikan Islam di Tapanuli Selatan. Arus globalisasi dan kemajuan teknologi informasi membawa pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku masyarakat, terutama generasi muda. Informasi yang mereka terima sangat beragam, sehingga pendidikan Islam harus mampu memberikan pemahaman yang relevan dan adaptif agar ajaran agama tetap dipahami dengan benar dan tidak mengalami Selain itu, masalah kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan agama Islam juga menjadi perhatian. Tidak semua keluarga memberikan perhatian yang cukup terhadap pendidikan agama secara formal, sehingga pemahaman agama yang diperoleh anak-anak kadang hanya bersifat normatif dan kurang mendalam. itriani, n. ) Hal ini tentu menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam merancang kebijakan yang dapat menjangkau dan memberdayakan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pemahaman agama secara luas. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam permasalahan terkait kebijakan pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam bidang pendidikan Islam serta implikasinya terhadap peningkatan pemahaman masyarakat. Penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kebijakan yang diterapkan sudah efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta untuk mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan kebijakan tersebut. Melalui hasil penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi pendidikan Islam di Kabupaten Tapanuli Selatan, sehingga pemerintah dapat merumuskan strategi kebijakan yang lebih tepat dan inovatif. Dengan demikian, pemahaman masyarakat tentang pendidikan agama Islam dapat meningkat, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pembangunan karakter bangsa dan terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan berlandaskan nilai-nilai Islam. 801 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Dalam Bidang Pendidikan Islam. | Rhama Lenasari. Zainal Efendi Hasibuan METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus untuk menggali secara mendalam kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam bidang pendidikan Islam dan dampaknya terhadap pemahaman masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk memperoleh data yang kaya dan kontekstual mengenai pelaksanaan kebijakan. Sumber data utama terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pejabat pemerintah, guru pendidikan agama Islam, dan masyarakat sebagai pengguna kebijakan. Selain itu, observasi lapangan dilakukan untuk mengamati secara langsung proses implementasi kebijakan. Data sekunder meliputi dokumen resmi pemerintah, laporan terkait, dan literatur pendukung yang relevan. (Martono, 2. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tiga tahap utama: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi serta penarikan (Setiawan, 2. Tahap reduksi berfungsi menyaring informasi penting, penyajian data mengorganisasi dan menampilkan data secara sistematis, dan verifikasi menguji konsistensi data untuk menghasilkan kesimpulan yang valid. Metode ini memungkinkan pemahaman yang meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pendidikan agama Islam di Kabupaten Tapanuli Selatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian Kabupaten Selatan Tapanuli Pemerintah Islam pendidikan agama Islam. Berdasarkan analisis data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, ditemukan bahwa kebijakan pendidikan Islam yang diterapkan oleh pemerintah daerah telah memberikan dampak positif yang signifikan dalam memperkuat kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan agama Islam. 802 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Salah satu kebijakan utama yang diaplikasikan adalah pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang mengedepankan pendekatan kontekstual dan integratif. (Mudrikah & Susanti, 2. Kurikulum ini dirancang untuk menyesuaikan materi pendidikan dengan kondisi sosial budaya masyarakat lokal, sehingga pendidikan Islam tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Selatan, pengembangan kurikulum ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan pembelajaran yang relevan dan meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap pendidikan agama Islam. Hasil guru-guru Islam mengungkapkan bahwa perubahan kurikulum ini membawa pengaruh positif terhadap proses pembelajaran di kelas. Guru melaporkan bahwa siswa menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pelajaran, serta mampu mengaitkan materi agama dengan situasi kehidupan mereka sendiri. Tokoh masyarakat juga menilai bahwa kebijakan ini telah membuka ruang bagi keterlibatan masyarakat secara lebih luas dalam kegiatan pendidikan Islam, terutama melalui forum-forum diskusi dan majelis taklim yang semakin diminati. Meskipun demikian, pelaksanaan kebijakan ini menghadapi sejumlah kendala yang tidak bisa diabaikan. Salah satu masalah utama adalah keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten, khususnya guru pendidikan agama Islam yang memiliki kualifikasi dan pemahaman yang memadai untuk mengimplementasikan kurikulum baru secara efektif. Data Dinas Pendidikan menggunakan metode pembelajaran konvensional yang kurang mampu mendorong kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami materi agama. Kondisi ini berdampak pada efektivitas proses pembelajaran dan pada akhirnya memengaruhi hasil pemahaman siswa terhadap pendidikan agama Islam. Selain faktor sumber daya manusia, sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai juga menjadi kendala signifikan. (IPM et al. , 2. Beberapa sekolah dan madrasah di wilayah terpencil belum memiliki fasilitas 803 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Dalam Bidang Pendidikan Islam. | Rhama Lenasari. Zainal Efendi Hasibuan pembelajaran interaktif, dan akses teknologi informasi. (Mursida, n. ) Hal ini membuat kualitas pendidikan agama Islam menjadi tidak merata dan sulit dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di daerah pedesaan. Observasi lapangan yang dilakukan menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam program-program pendidikan Islam sangat dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan tingkat pendidikan sebelumnya. Masyarakat yang memiliki latar belakang ekonomi yang lebih baik cenderung lebih aktif mengikuti kegiatan pendidikan agama dan mengakses fasilitas yang disediakan pemerintah. Sebaliknya, masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah mengalami hambatan dalam mengakses pendidikan formal maupun non-formal, sehingga pemahaman mereka terhadap pendidikan agama Islam masih terbatas. Kebijakan pemerintah juga menaruh perhatian pada penguatan lembaga pendidikan non-formal seperti pesantren dan majelis taklim yang selama ini Islam (Hayatuddin, n. ) Dukungan berupa bantuan dana, pelatihan bagi pengelola, dan pengadaan bahan ajar diberikan untuk meningkatkan kualitas lembaga-lembaga tersebut. (M. Si et al. , 2. Hal ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pendidikan Islam serta memberikan alternatif bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal. Evaluasi kemajuan dalam aspek peningkatan pemahaman agama masyarakat, namun efektivitas pelaksanaan kebijakan masih perlu ditingkatkan. (Katayu, n. Diperlukan upaya lebih serius dalam peningkatan kualitas guru melalui pelatihan berkelanjutan dan penyediaan media pembelajaran yang inovatif serta mudah diakses. (Wa Ima, dkk, n. ) Selain itu, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat harus diperkuat agar kebijakan dapat berjalan dengan optimal dan manfaatnya dirasakan secara merata di seluruh wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan. 804 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3a047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. Pentingnya peran aktif masyarakat juga menjadi kunci keberhasilan program ini. Masyarakat yang sadar akan pentingnya pendidikan agama akan berperan sebagai mitra dalam mensukseskan kebijakan pemerintah dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan Islam secara berkelanjutan. (Ag & Pd, 2. Dengan demikian, kebijakan pemerintah tidak hanya menjadi program yang dijalankan secara administratif, tetapi juga menjadi gerakan sosial yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam bidang pendidikan Islam memiliki dampak positif yang cukup signifikan terhadap peningkatan pemahaman masyarakat. Namun demikian, keberhasilan kebijakan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah dalam mengatasi berbagai kendala, terutama yang berkaitan dengan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, rekomendasi strategis diajukan untuk memperbaiki aspek-aspek tersebut agar kebijakan pendidikan Islam dapat lebih efektif dan berkelanjutan. KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam bidang pendidikan Islam memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pendidikan agama Islam. Kebijakan tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap lembaga pendidikan Islam, baik formal seperti madrasah maupun non-formal seperti TPQ dan majelis taklim, serta melalui pelatihan dan peningkatan kapasitas guru agama. Program-program keagamaan yang didukung oleh pemerintah daerah juga ikut mendorong masyarakat untuk lebih memahami dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Meski demikian, pelaksanaan kebijakan tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan anggaran, kurangnya tenaga pendidikan, terutama di daerah terpencil. Meskipun begitu, secara umum 805 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 2 No. 3 Oktober 2025 Kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Dalam Bidang Pendidikan Islam. | Rhama Lenasari. Zainal Efendi Hasibuan kebijakan yang diterapkan sudah menunjukkan dampak positif terhadap peningkatan literasi keagamaan masyarakat. Dengan perencanaan yang lebih matang dan pelibatan semua pihak, terutama tokoh masyarakat dan lembaga keagamaan, kebijakan ini dapat lebih optimal dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Maka, peran aktif pemerintah daerah sangat diperlukan dalam menciptakan sistem pendidikan Islam yang berkualitas dan inklusif di Kabupaten Tapanuli Selatan. REFERENSI