DARMA CENDEKIA e-ISSN 2963-167X Vol. No. Desember 2024, hlm. http://w. com/index. php/darmacendekia/index DOI: https://doi. org/10. 60012/dc. SOSIALISASI PENGGUNAAN ETNOMATEMATIKA GUNA MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA Diah Oga Nusantari1*. Ihwan Zulkarnain2. Nurhayati3 Universitas Indraprasta PGRI1,2,3 diahnusantari@unindra. Irvan_arie@yahoo. com2, nurhaypdg@gmail. Kata Kunci: Etnomatematika. pemahaman Konsep Abstrak: Proses pembelajaran matematika membutuhkan pendekatan yang inovatif dan kreatif untuk memastikan siswa dapat memahami konsep yang diajarkan dengan lebih baik, terutama ketika materi dikaitkan dengan situasi kehidupan sehari-hari. Etnomatematika adalah cabang ilmu yang mempelajari adaptasi matematika dalam konteks budaya tertentu, serta bagaimana hubungan antara budaya dan matematika dapat dieksplorasi. Tujuan dari kegiatan Etnomatematika dalam pembelajaran matematika agar dapat membantu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika. Kegiatan tersebut dilakukan di SMK YAPPA. Depok. Jawa Barat, dengan melibatkan mahasiswa dan dosen dari Program Studi Pendidikan Matematika. Sebagai calon pendidik, mahasiswa pendidikan matematika diharapkan mampu mengatasi tantangan yang dihadapi siswa dalam memahami konsep matematika. Salah satu upaya untuk menjawab tantangan tersebut adalah dengan menerapkan konsep Etnomatematika yang telah dipelajari selama perkuliahan. Diharapkan pendekatan ini dapat menjadi solusi efektif untuk membantu siswa mengatasi kesulitan dalam belajar matematika di sekolah Keyword: Ethnomathematics. Conceptual understanding. Abstract: Innovation in the approach to learning mathematics is very necessary. The approach will be more easily accepted if it is related to the daily life of our culture. Ethnomathematics is a science used to understand how mathematics is adapted from a culture and functions to express the relationship between culture and mathematics. The purpose of this community service activity is to introduce the Ethnomathematics approach to mathematics subjects so that it is expected to improve students' understanding of mathematical concepts. The activity was held at SMK YAPPA Depok. West Java. Community service activities involved students and lecturers of the Mathematics Education Study Program. Mathematics education students as prospective mathematics teachers must be able to find solutions to students' difficulties in understanding mathematical concepts. One way is to apply the Ethnomathematics course obtained in The approach using Ethnomathematics is expected to be a solution to the problems that occur in students at schoo. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Diah Oga Nusantari. Ihwan Zulkarnain. Nurhayati Sosialisasi Penggunaan Etnomatematika Guna Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Diserahkan: 19-11-2024 Direvisi: 27-12-2024 Diterima: 30-12-2024 PENDAHULUAN Matematika merupakan salah satu pengetahuan dasar yang paling penting dalam Namun, mata pelajaran ini masih sering dianggap sulit dan rumit, sehingga banyak siswa yang cenderung menghindarinya (Cecilia Pardosi et al. , 2023. Febriyanti & Gera, 2. Padahal, tanpa disadari, konsep matematika sering diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Rahmawati & Muchlian, 2019. Sulistyani et , 2. Sejak zaman dahulu, nenek moyang kita telah menggunakan perhitungan untuk menentukan weton, membangun rumah, memilih hari baik, dan sebagainya (Harahap et al. , 2. Bishop (Hardianti, 2. menjelaskan bahwa "Matematika merupakan bentuk budaya. " Sebagai bentuk budaya, matematika sebenarnya telah terintegrasi dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat (Zaenuri & Dwidayanti. Agustin et al. , 2. Dalam kaitannya dengan budaya, di Indonesia sendiri, konsep-konsep matematika telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat. Misalnya, teorema sisa, modulo, dan kesesuaian modulus digunakan dalam budaya Primbon oleh masyarakat Jawa untuk menentukan pasangan pernikahan (Utami et al. , 2. Dengan demikian, matematika sebenarnya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu Siswa perlu memahami bagaimana konsep matematika berkembang dalam budaya agar mereka semakin menyadari bahwa matematika merupakan bagian integral dari kehidupan mereka. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran matematika berbasis budaya untuk membantu siswa mengenal dan menyukai matematika secara lebih mendalam. Ilmu yang menjadi penghubung antara budaya dan pendidikan matematika dikenal sebagai etnomatematika (Fitroh & Hikmawati. Zulaekhoh & Hakim, 2021. Wikaningtyas et al. , 2. Istilah etnomatematika berasal dari bahasa Inggris ethnomathematics, yang disintesis dari kata Yunani ethne yang berarti budaya dalam konteks luas, mathema yang berarti mengetahui, memahami, menjelaskan, dan melaksanakan aktivitas seperti mengukur, mengkodekan, memodelkan, serta mengklarifikasi, dan techne, yang kemudian berubah menjadi tics, yang bermakna teknik (Hardiarti, 2017. Surat, 2018. Destrianti. Dosinaeng et al. , 2020. Nova & Putra, 2. Etnomatematika adalah ilmu yang digunakan untuk memahami bagaimana matematika diadaptasi dari budaya dan berfungsi untuk mengekspresikan hubungan antara budaya dan matematika (Marsigit & Hardiarti, 2. Dengan pembelajaran yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari, pemahaman konsep matematika menjadi lebih mudah bagi Salah satu konsep matematika yang dapat diperkenalkan melalui etnomatematika adalah pengenalan satu pemahaman konsep pada materi segitiga dan segiempat (Turmuzi et al. , 2. Bentuk-bentuk segitiga dan segiempat juga sudah akrab dalam kehidupan budaya indonesia, misalnya pada betuk bangunan tradisional (Alditia & Nurmawanti, 2. Terdapat beberapa letak kesulitan siswa dalam memahami konsep segitiga dan segiempat, salah satunya adalah siswa kurang memahami permasalahan nyata dengan menggunakan segitiga dan segiempat dalam kehidupan sehari-hari (Ernawati, 2. Setiap siswa terlebih dahulu harus memiliki pemahaman konsep matematis. Pemahaman adalah sebuah keterampilan dalam menyerap dan menafsirkan suatu konsep matematika kemudian mengaitkannya Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Diah Oga Nusantari. Ihwan Zulkarnain. Nurhayati Sosialisasi Penggunaan Etnomatematika Guna Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa terhadap berbagai konsep serta mampu menyatakannya kembali kedalam bentuk matematis sehingga pengetahuan itu dapat diaplikasikan pada masalah sehari-hari (Sengkey et al. , 2. Melalui Etnomatematika, contoh bentuk-bentuk bangun datar dalam kehidupan sehari-hari dapat terlihat sehingga diharapkan akan membuat siswa lebih tertarik mempelajari matematika. Kegiatan pengenalan etnomatematika dilaksanakan melalui kolaborasi antara dosen dan mahasiswa pendidikan matematika di Universitas Indraprasta PGRI. Jakarta, sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat yang diadakan di SMK Yappa. Depok. Jawa Barat. Etnomatematika merupakan salah satu mata kuliah pilihan yang ditawarkan dalam program studi pendidikan matematika di Universitas Indraprasta PGRI. Sebagai program studi yang memiliki visi untuk menghasilkan guru matematika yang kompeten, mahasiswa dan dosen pendidikan matematika diwajibkan menguasai berbagai pendekatan pembelajaran, salah satunya adalah pendekatan berbasis etnomatematika METODE Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat oleh dosen dan mahasiswa dilakukan melalui pendampingan pembelajaran matematika berbasis etnomatematika menggunakan pendekatan penelitian aksi partisipatif (PAR). Menurut Stephen & McTaggart Robin . alam Wulantina et al. , 2. PAR adalah tindakan layanan yang dihasilkan dari proses layanan dengan tahapan yang mencakup persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi. Berikut adalah tahapan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis PAR: Tahap Persiapan: Tim Pengabdian kepada Masyarakat melakukan survei dan diskusi dengan mitra, yaitu kepala sekolah dan guru matematika di SMK YAPPA. Depok. Jawa Barat. Tahap Pelaksanaan: Kegiatan dilaksanakan untuk siswa kelas X SMK YAPPA dengan menyampaikan materi etnomatematika yang mengaitkan rumah adat Betawi dengan konsep matematika, seperti pelajaran segitiga dan segiempat dalam materi bangun datar. Tahap Evaluasi: Penilaian dilakukan untuk menentukan keberhasilan kegiatan ini melalui pemantauan kehadiran peserta selama mengikuti sesi pendampingan dan permainan edukatif. Permainan ini dirancang untuk mengukur antusiasme peserta, dengan indikator seperti respons, perhatian, konsentrasi, dan kesadaran untuk berpartisipasi secara aktif (Afdhal & Sugiman, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran matematika memerlukan pendekatan inovatif untuk mencapai hasil belajar yang efektif, terutama dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa. Sebagai calon guru matematika, salah satu pendekatan yang ditawarkan oleh program studi Pendidikan Matematika di Universitas Indraprasta PGRI adalah pendekatan Etnomatematika. Pendekatan ini menggunakan materi yang berkaitan erat dengan budaya yang sudah kita kenal. Oleh karena itu. Etnomatematika menjadi metode pembelajaran matematika yang mampu menghubungkan konsep matematika dengan budaya dalam kehidupan sehari-hari. Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Diah Oga Nusantari. Ihwan Zulkarnain. Nurhayati Sosialisasi Penggunaan Etnomatematika Guna Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Sesuai dengan Langkah-langkah PAR maka tahap pelaksanaan pengabdian Masyarakat adalah sebagai berikut: Persiapan Pada tahap ini, tim pengabdian masyarakat melakukan survei dan analisis kebutuhan bersama mitra melalui diskusi untuk memperoleh informasi dari kepala sekolah dan guru, khususnya guru matematika. Siswa di sekolah menengah kejuruan jarang menerima pelajaran yang berkaitan langsung dengan matematika. Berdasarkan pandangan para guru matematika, sebagian besar siswa menganggap matematika bukan mata pelajaran yang penting. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang menarik untuk memperkenalkan matematika dengan cara yang relevan dengan kehidupan sehari-hari mereka. Dalam tahap ini, tim pengabdian masyarakat juga menyiapkan materi sesuai dengan kebutuhan. Materi yang diberikan kepada siswa meliputi konsep bangun datar yang dihubungkan dengan budaya Betawi melalui Rumah Adat Si Pitung. Pelaksanaan Pelaksanaan pengenalan etnomatematika untuk materi geometri datar dilakukan dengan menggabungkan dua kelas. Pada tahap awal, sebagai pengantar, siswa diminta untuk mengungkapkan perasaan mereka terkait pembelajaran matematika di kelas. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kurang memiliki minat terhadap mata pelajaran matematika. Pada kesempatan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat juga memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya memahami konsep yang benar dalam belajar matematika, agar mereka tidak merasa kesulitan saat menghadapi pembelajaran matematika di tingkat Tahap ini bertujuan untuk mengatasi kesalahan konseptual yang sering terjadi pada siswa. Dari kegiatan ini, diperoleh gambaran mengenai kesalahan konseptual yang dialami siswa, yang dapat dijadikan bahan evaluasi oleh guru dalam pembelajaran selanjutnya. Berdasarkan kegiatan ini, ditemukan pula beberapa faktor penyebab kesulitan siswa dalam belajar matematika, di antaranya adalah kurangnya pemahaman terhadap konsep matematika, yang menyebabkan kesulitan dalam menerima materi lanjutan. Akibatnya, siswa menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit dan menakutkan. Sebagai solusi, tim Pengabdian kepada Masyarakat menawarkan pendekatan dengan mengaitkan materi matematika dengan budaya lokal melalui Rumah Adat Betawi. Bagian kedua dari tahap pelaksanaan adalah memperkenalkan materi geometri ruang, khususnya segitiga dan segiempat, dengan menggunakan bentukbentuk yang terdapat pada Rumah Adat Betawi Gambar 1 Macam-macam segitiga Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Diah Oga Nusantari. Ihwan Zulkarnain. Nurhayati Sosialisasi Penggunaan Etnomatematika Guna Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Gambar 2 Macam-macam segiempat Sebagian besar siswa menyebutkan jenis-jenis segitiga dan segiempat yang ditampilkan pada gambar. Untuk membuat pembelajaran lebih menarik, diperkenalkan bentuk Rumah Si Pitung, yaitu rumah tradisional khas Betawi yang memiliki bentuk segitiga dan segiempat pada atap serta dindingnya. Rumah Si Pitung memiliki kaitan erat dengan budaya khas Betawi, baik dari segi penamaan, bentuk bangunan, maupun filosofi yang tercermin dalam aspek arsitekturnya. Rumah Si Pitung merupakan salah satu bentuk budaya lokal yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan dari leluhur masyarakat sekitar, baik dalam hal bentuk maupun fungsi rumah tradisional tersebut. Gambar 3 Rumah Adat Betawi Si Pitung Melalui gambar Rumah Adat Betawi Si Pitung, siswa diperkenalkan pada bentuk bangunan yang mengandung nilai-nilai etnomatematika. Setelah itu, siswa diminta untuk mengidentifikasi bagian-bagian bangunan yang berbentuk segitiga serta menjelaskan rumus untuk menghitung luas segitiga dan segiempat berdasarkan gambar tersebut. Secara struktur. Rumah Adat Si Pitung memiliki tiang-tiang penyangga yang membuatnya berbentuk rumah panggung. Hal ini menunjukkan adaptasi masyarakat Betawi terhadap potensi banjir akibat pasang surut air laut yang sering terjadi di masa lampau. Bagian-bagian utama dari Rumah Adat Si Pitung yang diperkenalkan kepada siswa mencakup elemen-elemen arsitektur tradisionalnya. Gambar 4 Atap Bangunan Rumah Adat Betawi Si Pitung yang dapat menunjukan konsep bangun datar untuk segitiga Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Diah Oga Nusantari. Ihwan Zulkarnain. Nurhayati Sosialisasi Penggunaan Etnomatematika Guna Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Gambar 5 Atap Bangunan Rumah Adat Betawi Si Pitung yang dapat menunjukan konsep bangun datar untuk trapesium Gambar 6 Atap Bangunan Rumah Adat Betawi Si Pitung yang dapat menunjukan konsep bangun datar untuk belah ketupat Gambar 7 Atap Bangunan Rumah Adat Betawi Si Pitung yang dapat menunjukan konsep bangun datar untuk segitiga sama kaki Gambar 8 Atap Bangunan Rumah Adat Betawi Si Pitung yang dapat menunjukan konsep bangun datar untuk segitiga sama sisi Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Diah Oga Nusantari. Ihwan Zulkarnain. Nurhayati Sosialisasi Penggunaan Etnomatematika Guna Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Evaluasi Pada tahap evaluasi, siswa diberikan permainan untuk mengukur sejauh mana mereka memahami materi yang telah disampaikan oleh tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Unindra. Proses evaluasi ini dilakukan bersama oleh tim dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, dan masing-masing kelompok diberikan gambar bangunan tradisional Betawi selain Rumah Adat Si Pitung. Selanjutnya, setiap kelompok diminta untuk menandai bagian-bagian rumah yang memiliki bentuk datar dan menuliskan rumus luas yang diminta. Kelompok yang memberikan jawaban paling banyak dan benar diberikan hadiah. Tingkat antusiasme siswa diukur melalui keinginan mereka untuk menjawab, dengan 90% dari kelompok siswa yang berpartisipasi berhasil menyelesaikan permainan dengan jawaban yang lengkap. Kegiatan evaluasi bertujuan untuk menilai keberhasilan aktivitas ini dengan memantau kehadiran peserta dalam mengikuti sesi pendampingan. Setelah evaluasi selesai, langkah berikutnya adalah refleksi terhadap pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat. Refleksi ini dilakukan setelah semua tahapanAimulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasiAidiselesaikan. Tujuan dari refleksi ini adalah untuk memahami apa yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan. Aktivitas refleksi mencakup pembuatan ringkasan materi dan tinjauan terhadap metode pembelajaran yang digunakan. Salah satu hal yang perlu dikembangkan lebih lanjut adalah mencari elemen budaya yang lebih luas untuk dihubungkan dengan Elemen tersebut tidak hanya terbatas pada materi bangun ruang atau bentuk bangunan tradisional, karena budaya Betawi memiliki beragam warisan budaya, seperti kuliner dan permainan tradisional anak Betawi, yang juga bisa dieksplorasi lebih lanjut. Gambar 6 Dokumentasi setelah kegiatan pengabdian masyarakat Darma Cendekia is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Darma Cendekia Vol. 3 No. 2 Desember 2024 hlm. Diah Oga Nusantari. Ihwan Zulkarnain. Nurhayati Sosialisasi Penggunaan Etnomatematika Guna Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa SIMPULAN Simpulan yang dapat diambil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah bahwa pengenalan materi matematika berbasis etnomatematika untuk siswa sekolah menengah kejuruan telah berhasil dilaksanakan. Siswa mendapatkan pengalaman belajar matematika melalui pendekatan yang erat kaitannya dengan budaya seharihari mereka, sehingga matematika tidak lagi terasa sebagai mata pelajaran yang sulit Bagi mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini, mereka memperoleh wawasan tentang bagaimana penerapan konsep dari mata kuliah Etnomatematika dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika. Sementara itu, bagi dosen program studi pendidikan matematika, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkenalkan mata kuliah Etnomatematika yang merupakan salah satu mata kuliah pilihan yang ditawarkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika. Universitas Indraprasta PGRI. Jakarta. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada pimpinan Universitas Indraprasta yang telah memberikan izin, pimpinan LPPM Universitas Indraprasta yang membantu dalam proses administrasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan kepada kepala sekolah SMK YAPPA Depok yang telah memberikan izin untuk kami melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta semua pihak yang telah membantu terlaksananya kegiatan pengabdian kepada masyarakat. REFERENSI