Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume. 3 Nomor. 3 Mei 2025 e-ISSN : 3031-8343. p-ISSN : 3031-8351. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Available online at: https://journal. id/index. php/jbpai Strategi Efektif Pengelolaan Kelas untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Nailus Sabila Firdausiyah1*. Mufidatul Rosidah2. Nayla Samitha Ramadhani3. Muhammad Zaki Bahtiar4. Ahmad Aril Athok Illah5. MuAoalimin MuAoalimin6 1,2,3,4,5,6 Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Sidiq Jember,Indonesia Email : nailussabila03@gmail. Mufidatulrosidah8@gmail. com2, naylasamithaa@gmail. lajekooke@gmail. com4, ahmadaril662@gmail. com5, mualimin@uinkhas. Alamat: Jl. Mataram No. Karang Miuwo. Mangli. Kec. Kaliwates. Kabupaten Jember. Jawa Timur 68136 Korespondensi Penulis: nailussabila03@gmail. Abstract. Classroom management is a crucial aspect in creating a conducive learning environment, both in faceto-face and online learning. These articles discuss various classroom management strategies and approaches applied at various levels of education, from elementary school to college. Some of the main findings include: . The Importance of Planning and Organizing . Inhibiting Factors and Solutions . The Role of Teachers and the Learning Environment . Recommendations for Improvement Good classroom management not only improves the effectiveness of learning but also encourages active participation of students. Further research is needed to develop a classroom management model that is adaptive to technological developments and educational needs in the digital era. Keywords: Class management. Learning effectiveness. Classroom management strategies. Teacher roles. Abstrak. Manajemen kelas merupakan aspek krusial dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, baik dalam pembelajaran tatap muka maupun daring. Artikel-artikel ini membahas berbagai strategi dan pendekatan manajemen kelas yang diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan Beberapa temuan utama meliputi: . Pentingnya Perencanaan dan Pengorganisasian . Faktor Penghambat dan Solusi . Peran Guru dan Lingkungan Belajar . Rekomendasi untuk Peningkatan manajemen kelas yang baik tidak hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran tetapi juga mendorong partisipasi aktif siswa/mahasiswa. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan model manajemen kelas yang adaptif dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan di era digital. Kata kunci: Manajemen kelas. Efektivitas pembelajaran. Strategi pengelolaan kelas. Peran guru. LATAR BELAKANG Proses pembelajaran dan pengelolaan kelas merupakan dua aspek yang saling berkaitan dalam dunia pendidikan. Meskipun keduanya memiliki tujuan yang berbeda, keduanya saling memengaruhi dalam mencapai keberhasilan pembelajaran. Pembelajaran mencakup semua kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu, sementara pengelolaan kelas bertujuan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi optimal yang mendukung proses pembelajaran tersebut (Wiyani, 2. Pengelolaan kelas yang efektif dapat mengarahkan tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan, sehingga membutuhkan peran aktif dari berbagai pihak yang terlibat, terutama guru. Guru sebagai pengelola kelas memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, memungkinkan peserta didik untuk berekspresi dengan bebas, dan merasa senang dalam belajar. Selain itu, guru juga harus mampu mengatur lingkungan fisik kelas. Received: Maret 30, 2025. Revised: April 30, 2025. Accepted: Mei 23, 2025. Online Available : Mei 26, 2025. Strategi Efektif Pengelolaan Kelas untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar memahami kondisi peserta didik, dan membimbing mereka agar dapat mandiri dan inovatif dalam belajar. Tanpa upaya untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, proses pembelajaran tidak akan berkembang secara optimal. Pengelolaan kelas merupakan salah satu aspek yang paling rumit dalam proses pembelajaran, karena memerlukan berbagai keterampilan, pengalaman, dan sikap dari guru. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru memulai karirnya (Mulyadi, 2. Pengelolaan kelas yang baik dapat dilakukan melalui penataan fisik ruang kelas, membangun lingkungan yang kondusif, mengendalikan tingkah laku peserta didik, dan membangun komunikasi yang efektif. Dengan demikian, suasana belajar yang monoton dan tidak efektif dapat diminimalisir. Namun, kenyataannya, masih banyak guru yang mengalami kesulitan dalam mengelola kelas, terutama dalam menciptakan suasana belajar yang menarik dan menantang bagi peserta didik. Hal ini dapat berdampak pada kualitas pembelajaran yang tidak optimal dan tujuan pembelajaran yang tidak tercapai. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan kelas yang tepat untuk menciptakan suasana belajar yang efektif dan Berdasarkan pengamatan di SD Negeri 155/I Sungai Buluh, peneliti menemukan bahwa ruang kelas IV memiliki tata ruang yang baik dan nyaman, sehingga menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengelola kelas di sekolah dasar, khususnya di SD Negeri 155/I Sungai Buluh. Dengan mengetahui strategi yang efektif, diharapkan guru dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dan menciptakan suasana belajar yang lebih baik bagi peserta didik. KAJIAN TEORITIS Pengertian Pengelolaan Kelas Pengelolaan kelas merupakan upaya yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi optimal dalam proses pembelajaran. Menurut Wiyani . , pengelolaan kelas bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar proses pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Pengelolaan kelas tidak hanya mencakup penataan fisik ruang kelas, tetapi juga melibatkan pengaturan tingkah laku peserta didik, pembangunan komunikasi yang baik, dan penciptaan suasana belajar yang Manajemen kelas merupakan salah satu aspek krusial dalam proses pembelajaran yang memengaruhi efektivitas dan kualitas pendidikan. Dalam konteks pendidikan anak usia dini (PAUD), manajemen kelas yang baik dapat membantu mengantisipasi perilaku bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak (Anisah et al. , 2. Namun, di tingkat JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 MEI 2025 e-ISSN : 3031-8343. p-ISSN : 3031-8351. Hal. sekolah dasar, tantangan manajemen kelas seringkali terkait dengan penciptaan lingkungan fisik dan emosional yang kondusif untuk belajar, seperti pengaturan ruang kelas, sirkulasi udara, dan interaksi antara guru dan siswa (Faizhal Chan et al. , 2. Di perguruan tinggi, terutama dalam pembelajaran online, manajemen kelas menjadi lebih kompleks karena melibatkan pengaturan kelas hybrid, penilaian yang adil, dan komunikasi yang efektif antara dosen dan mahasiswa (Santie & Mesra, 2. Isu-isu ini menunjukkan bahwa manajemen kelas tidak hanya terbatas pada pengaturan fisik, tetapi juga mencakup aspek psikologis dan sosial yang memengaruhi proses belajar mengajar. Tujuan Pengelolaan Kelas Tujuan utama pengelolaan kelas adalah untuk menciptakan situasi dan kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik mengembangkan kemampuan mereka secara maksimal. Menurut Sardiman . , tujuan pengelolaan kelas meliputi: A Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang mendukung interaksi belajar mengajar. A Menghilangkan hambatan yang dapat mengganggu proses pembelajaran. A Menyediakan fasilitas dan perabot belajar yang mendukung kegiatan belajar peserta A Membina dan membimbing peserta didik sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, dan sifat individu mereka. Beberapa penelitian telah mengkaji berbagai aspek manajemen kelas. Misalnya, penelitian Anisah et al. menekankan pentingnya model manajemen kelas ramah anak untuk mengantisipasi bullying di PAUD, sementara Faizhal Chan et al. mengidentifikasi strategi guru dalam mengelola kelas di sekolah dasar, seperti penataan ruang kelas dan penggunaan media pembelajaran. Di tingkat perguruan tinggi. Santie dan Mesra . mengeksplorasi manajemen kelas hybrid dalam pembelajaran online, yang melibatkan perencanaan pembelajaran, pembagian kelas online dan offline, serta penilaian yang seimbang. Selain itu. Markus Oci . membahas pentingnya manajemen kelas dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, sementara Alfian Erwinsyah . menekankan peran manajemen kelas dalam meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar melalui pendekatan pluralistik dan penggunaan metode pembelajaran yang bervariasi. Kajian-kajian ini menunjukkan bahwa manajemen kelas memiliki peran sentral dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif di berbagai jenjang pendidikan. Strategi Efektif Pengelolaan Kelas untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Faktor Penghambat Pengelolaan Kelas Menurut Rohani Ahmad . , terdapat beberapa faktor yang dapat menghambat pengelolaan kelas, antara lain: A Faktor Guru: Tipe kepemimpinan guru yang otoriter, format pembelajaran yang monoton, dan kurangnya pemahaman guru tentang peserta didik. A Faktor Peserta Didik: Kurangnya kesadaran peserta didik dalam memenuhi tugas dan hak mereka sebagai anggota kelas. A Faktor Keluarga: Tingkah laku peserta didik di kelas sering kali mencerminkan keadaan keluarga mereka, terutama jika berasal dari keluarga yang kurang harmonis. A Faktor Fasilitas: Ketersediaan fasilitas yang tidak memadai, seperti ruang kelas yang terlalu kecil atau alat belajar yang tidak sesuai dengan jumlah peserta didik. Meskipun banyak penelitian telah membahas manajemen kelas, masih terdapat beberapa celah penelitian yang perlu diatasi. Pertama, sebagian besar penelitian fokus pada manajemen kelas di tingkat sekolah dasar dan PAUD, sementara penelitian tentang manajemen kelas di perguruan tinggi, terutama dalam konteks pembelajaran hybrid, masih terbatas (Santie & Mesra, 2. Kedua, penelitian yang ada seringkali hanya membahas aspek fisik atau psikologis secara terpisah, tanpa mengintegrasikan keduanya dalam satu kerangka analisis yang komprehensif. Ketiga, belum banyak penelitian yang mengeksplorasi peran teknologi dalam manajemen kelas, terutama dalam konteks pembelajaran online dan hybrid. Keempat, penelitian tentang manajemen kelas seringkali terbatas pada konteks lokal atau nasional, sehingga kurang memberikan perspektif global. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengisi celah-celah ini, dengan fokus pada integrasi aspek fisik, psikologis, dan teknologi dalam manajemen kelas, serta eksplorasi konteks yang lebih luas dan beragam. Strategi Pengelolaan Kelas Strategi pengelolaan kelas yang efektif melibatkan berbagai upaya untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. Menurut Djamarah dan Zain . , pengelolaan kelas mencakup penciptaan lingkungan belajar yang mendukung, pengaturan ruang kelas, dan pengendalian tingkah laku peserta didik. Beberapa strategi yang dapat dilakukan oleh guru antara lain: A Penataan Ruang Kelas: Mengatur tata letak meja, kursi, dan perabot kelas agar nyaman dan mendukung interaksi belajar. A Pembuatan Karya Siswa: Menghias kelas dengan karya siswa untuk menciptakan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap kelas. JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 MEI 2025 e-ISSN : 3031-8343. p-ISSN : 3031-8351. Hal. A Pengaturan Sirkulasi Udara: Memastikan ventilasi dan pencahayaan yang baik agar peserta didik merasa nyaman selama proses pembelajaran. A Rolling Tempat Duduk: Mengatur perpindahan tempat duduk siswa secara berkala untuk menghindari kejenuhan dan memastikan semua siswa mendapat perhatian yang sama Peran Guru sebagai Pengelola Kelas Guru memiliki peran sentral dalam pengelolaan kelas. Menurut Usman . , guru harus mampu menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal serta mengembalikan suasana belajar jika terjadi gangguan. Guru juga bertugas untuk memotivasi peserta didik, membimbing mereka dalam proses belajar, dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik. Pendekatan dalam Pengelolaan Kelas Pendekatan dalam pengelolaan kelas dapat dilakukan melalui berbagai metode, seperti pendekatan keterampilan, pendekatan komunikasi dua arah, dan pendekatan partisipatif. Menurut Riyanto . , variasi dalam metode pembelajaran dapat mencegah kejenuhan dan meningkatkan minat belajar peserta didik. Selain itu, guru juga dapat menggunakan pendekatan pluralistik yang menggabungkan berbagai metode untuk menciptakan suasana belajar yang dinamis dan menarik. Pentingnya Pengelolaan Kelas yang Efektif Pengelolaan kelas yang efektif sangat penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Menurut Redho Harsanto . , inovasi dalam strategi pengelolaan kelas dapat menciptakan suasana belajar yang baru dan bervariasi, sehingga peserta didik merasa tertantang dan termotivasi untuk belajar. Dengan pengelolaan kelas yang baik, tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal, dan peserta didik dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Menurut Sugiyono . , penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti kondisi objek yang alamiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengelola kelas di Sekolah Dasar secara mendalam dan holistik. Pendekatan kualitatif dipilih karena peneliti ingin memahami fenomena pengelolaan kelas dari sudut pandang guru dan peserta didik secara alami, tanpa intervensi dari peneliti. Strategi Efektif Pengelolaan Kelas untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: Wawancara: Wawancara dilakukan dengan wali kelas IV untuk mendapatkan informasi mendalam tentang strategi yang digunakan dalam pengelolaan kelas. Wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur, yang memungkinkan peneliti untuk menggali informasi secara fleksibel dan mendalam (Sugiyono, 2. Observasi: Observasi dilakukan untuk mengamati langsung kondisi fisik kelas, interaksi guru dengan peserta didik, serta suasana belajar yang tercipta di kelas IV. Observasi ini dilakukan secara nonpartisipan, di mana peneliti hanya mengamati tanpa terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran. Dokumentasi: Dokumentasi digunakan sebagai pelengkap data, berupa foto-foto kondisi kelas, hasil karya siswa, dan catatan-catatan penting selama proses observasi dan HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SD Negeri 155/I Sungai Buluh, khususnya di kelas IV, ditemukan bahwa strategi pengelolaan kelas yang diterapkan oleh wali kelas IV telah berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung proses pembelajaran. Berikut adalah hasil dan pembahasan dari penelitian tersebut: Hasil observasi menunjukkan bahwa ruang kelas IV memiliki tata ruang yang baik dan Meja dan kursi siswa diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan interaksi antara guru dan peserta didik. Selain itu, kelas dihiasi dengan karya siswa, seperti gambar dan tulisan, yang menciptakan rasa memiliki dan kebanggaan terhadap kelas. Menurut Djamarah dan Zain . , penataan ruang kelas yang baik dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pengaturan Tempat Duduk Wali kelas IV menerapkan strategi rolling tempat duduk, di mana siswa dipindahkan secara berkala untuk menghindari kejenuhan dan memastikan semua siswa mendapat perhatian yang sama. Siswa yang belum memahami materi pembelajaran ditempatkan di depan agar lebih fokus, sementara siswa yang sudah menguasai materi ditempatkan di belakang. Strategi ini sesuai dengan pendapat Usman . yang menyatakan bahwa pengaturan tempat duduk yang dinamis dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Kebersihan dan Keindahan Kelas Kebersihan kelas dijaga dengan baik melalui kerja sama antara guru dan siswa. Setiap siswa memiliki jadwal piket untuk membersihkan kelas, sehingga kelas selalu terlihat rapi dan JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 MEI 2025 e-ISSN : 3031-8343. p-ISSN : 3031-8351. Hal. Selain itu, kelas dihiasi dengan tanaman dan pot bunga di luar ruangan, yang menambah keindahan dan kenyamanan lingkungan belajar. Menurut Rohani . , lingkungan fisik yang bersih dan indah dapat mempengaruhi mood dan semangat belajar siswa. Tabel 1. mood dan semangat belajar siswa Peneliti Markus Oci Jurnal Jurnal Teruna Bhakti Judul Manajemen Kelas Manajemen Jurnal Kelas Alfian Manajemen Meningkatkan Erwinsyah Pendidikan Efektivitas Islam Proses Belajar Mengajar Kemampuan Mengelola Kelas Jurnal Mengantisipasi Anisah. Pendidikan Perilaku Sri Wulan. Anak Usia Bullying Hikmah Dini melalui Model Manajemen Kelas Ramah Anak Manajemen Kelas Dosen Pendidikan Sosiologi Yoseph Jurnal Unima dalam Pendidikan. Meningkatkan Santie. Sosial, dan Semangat Romi Budaya Belajar Mesra Mahasiswa Pembelajaran Online Faizhal Chan dkk. Strategi Guru International Dalam Journal of Mengelola Elementary Kelas Education Sekolah Dasar Hasil Temuan Manajemen kelas adalah keterampilan guru dalam menciptakan kondisi optimal pembelajaran melalui pengaturan waktu, kelompok, dan ruang Tujuannya tercapai jika guru mampu mengelola interaksi dan sumber daya kelas dengan Manajemen kelas adalah keterampilan guru dalam menciptakan kondisi optimal pembelajaran melalui pengaturan waktu, kelompok, dan ruang Tujuannya tercapai jika guru mampu mengelola interaksi dan sumber daya kelas dengan Implementasi manajemen kelas . erencanaan, pengarahan, pengaturan ruan. meningkatkan efektivitas pembelajaran. Faktor penghambat: kepemimpinan otoriter guru, fasilitas terbatas, dan kurangnya variasi metode mengajar. 60,8% guru memiliki kemampuan cukup baik dalam manajemen kelas, tetapi 64,3% masih kurang mampu mengantisipasi bullying. Model MKRA terbukti meningkatkan keterampilan calon guru dalam mengelola kelas . ari 50% menjadi 95% setelah intervens. Dosen menggunakan hybrid learning . abungan online-offlin. , kontrak perkuliahan jelas, dan komunikasi fleksibel untuk meningkatkan semangat belajar mahasiswa. Tantangan utama: kesenjangan akses teknologi dan konsistensi penerapan RPS. Guru kelas IV berhasil menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dengan tata ruang yang rapi Pengaturan sirkulasi udara dan kebersihan kelas Siswa dilibatkan dalam menjaga keindahan kelas dan aktif selama pembelajaran. Strategi Efektif Pengelolaan Kelas untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Pengaturan Sirkulasi Udara dan Pencahayaan Kelas IV memiliki ventilasi dan jendela yang memadai, sehingga sirkulasi udara dan pencahayaan alami dapat masuk dengan baik. Hal ini membuat siswa merasa nyaman dan tidak mudah lelah selama proses pembelajaran. Menurut Purnomo . , pengaturan sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Keaktifan dan kedisiplinan Siswa Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa kelas IV terlihat aktif, semangat, dan sopan selama proses pembelajaran. Mereka juga menunjukkan sikap saling menghargai dan membantu satu sama lain di luar jam pembelajaran. Menurut Sardiman . , keaktifan dan kedisiplinan siswa merupakan indikator keberhasilan pengelolaan kelas yang efektif. Peran Guru dalam Pengelolaan Kelas Wali kelas IV berperan aktif dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga memotivasi siswa, membimbing mereka dalam proses belajar, dan menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Menurut Usman . , peran guru sebagai pengelola kelas sangat penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. KESIMPULAN DAN SARAN Implementasi manajemen kelas meliputi perencanaan pembelajaran, pengarahan, pengaturan ruang kelas, komunikasi, dan kontrol untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif. Faktor penghambat manajemen kelas meliputi faktor guru . epemimpinan otoriter, metode monoton, kurangnya pemahaman sisw. , faktor peserta didik, faktor keluarga, dan faktor fasilitas. Usaha yang dapat dilakukan antara lain mempersiapkan tugas administratif, menggunakan metode dan media pembelajaran yang bervariasi, serta pendekatan pluralistik. Guru perlu meningkatkan keterampilan manajemen kelas melalui pelatihan dan pengembangan Sekolah harus menyediakan fasilitas yang memadai dan mendukung lingkungan belajar yang kondusif. Kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua diperlukan untuk mengatasi hambatan dalam manajemen kelas. Strategi pengelolaan kelas yang efektif meliputi penataan ruang kelas yang rapi, penggunaan karya siswa, pengaturan sirkulasi udara, dan keaktifan siswa dalam menjaga kebersihan kelas. Guru berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan. Guru perlu terus berinovasi dalam pengelolaan kelas, seperti memanfaatkan teknologi dan melibatkan siswa secara aktif. Sekolah sebaiknya memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 MEI 2025 e-ISSN : 3031-8343. p-ISSN : 3031-8351. Hal. pengelolaan kelas. Manajemen kelas dalam pembelajaran online meliputi perencanaan hybrid learning, penjelasan kontrak perkuliahan, pembagian kelas online-offline, kontrol pelaksanaan RPS, dan penyediaan instrumen penilaian yang seimbang. Komunikasi yang mudah antara dosen dan mahasiswa menjadi kunci keberhasilan pembelajaran online. Dosen perlu meningkatkan kreativitas dalam merancang pembelajaran hybrid yang inklusif dan adil bagi semua mahasiswa. Perguruan tinggi harus memastikan infrastruktur teknologi yang memadai untuk mendukung pembelajaran online. Manajemen kelas adalah keterampilan guru dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif melalui pengorganisasian fisik, sosio-emosional, dan disiplin kelas. Tujuan manajemen kelas adalah mencapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Guru perlu menguasai berbagai pendekatan manajemen kelas, seperti pendekatan modifikasi tingkah laku dan komunikasi efektif. Sekolah harus mendorong guru untuk terus mengembangkan keterampilan manajemen kelas melalui workshop atau pelatihan DAFTAR PUSTAKA