JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) p-ISSN : 2808-8786 . VOL 5. No. Oktober 2025, pp. 160 - 172 e-ISSN : 2798-1355 . http://journal. id/index. php/dinamika DOI : https://doi. org/10. 51903/dinamika. Peran Influencer Marketing. Brand Awareness Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Lipcream Wardah Wida Desi Arika Pramesti1. Diana Aqmala2. Ana Kadarningsih3. Linda Ayu Oktoriza4 1,2,3,4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Dian Nuswantoro. Semarang Jl. Imam Bonjol No. Pendrikan Kidul. Kec. Semarang Tengah. Kota Semarang. Jawa Tengah 50131 Email : arikapramesti82@gmail. com1, diana. aqmala@gmail. com2, ana_kadarningsih@yahoo. okt@dsn. ARTICLE INFO Article history: Received 31 Juli 2025 Recived in revised form 28 Agustus 2025 Accepted 13 September 2025 Available online 30 Oktober 2025 ABSTRACT This research investigates the impact of influencer marketing, brand awareness, and product quality on consumers' decisions to purchase Wardah lip cream. Employing a quantitative method, data was gathered through an online questionnaire filled out by 100 participants who are actual users of the product. The data was then analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through the SmartPLS 4 software. Based on the analysis, influencer marketing was found to have a positive and statistically significant effect on purchase decisions. In contrast, brand awareness did not demonstrate a meaningful influence in this context. Among the variables studied, product quality emerged as the most influential and statistically significant factor, indicating that consumers prioritize product performance when deciding to make a purchase. The model's explanatory power is shown by an R-square value of 0. 645, meaning 5% of the variation in purchasing decisions can be explained by the three variables combined. Furthermore, the QA Predict score of 0. 620 indicates that the model is highly predictive and reliable in understanding consumer behavior. Overall, product quality plays a crucial role in shaping consumer choices regarding Wardah lip cream, surpassing the effects of brand familiarity or promotional efforts through influencers. Keywords: Influencer Marketing. Brand Awareness. Product Quality Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis seberapa besar pengaruh influencer marketing, brand awareness, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian konsumen pada produk lip cream merek Wardah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran Received 31 Juli, 2025. Revised 28 Agustus, 2025. Accepted 13 September, 2025 p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 kuesioner secara online kepada 100 orang responden yang merupakan pengguna lip cream Wardah. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui aplikasi SmartPLS 4. Hasil analisis menunjukkan bahwa influencer marketing memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, artinya strategi promosi melalui influencer mampu memengaruhi perilaku konsumen. Namun, variabel brand awareness tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan, yang berarti pengenalan terhadap merek Wardah belum cukup kuat dalam memengaruhi keputusan pembelian. Di sisi lain, kualitas produk terbukti menjadi faktor yang paling besar dan signifikan dalam mempengaruhi konsumen dalam membuat keputusan pembelian. Nilai R-square sebesar 0,645 mengindikasikan bahwa ketiga variabel tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 64,5% dari variasi keputusan pembelian. Selain itu, nilai QA Predict sebesar 0,620 juga menunjukkan bahwa model ini memiliki kemampuan prediktif yang baik terhadap perilaku pembelian konsumen. Kata Kunci: Influencer Marketing. Brand Awareness. Kualitas Produk. PENDAHULUAN Perkembangan industri kecantikan di Indonesia selalu mengalami peningkatan, terutama dengan adanya berbagai merek lokal yang semakin menarik minat konsumen. Salah satu merek kosmetik lokal yang populer adalah Wardah, yang terkenal dengan produk halalnya dan ramah lingkungan. Produk lipcream. Wardah menjadi salah satu produk yang banyak diminati oleh konsumen karena kualitasnya dan keberhasilan strategi dalam menguasai pasar (Yolanda & Raharja, 2. Wardah sebagai pelopor merek kosmetik halal di Indonesia, memiliki posisi kuat dalam industri ini dan dikenal luas oleh konsumen. Salah satu produknya yang cukup menonjol adalah Wardah Exclusive Matte Lip Cream, yang dipasarkan sebagai lip cream halal dengan kualitas tinggi, harga terjangkau, serta formula tahan lama. Namun demikian, dalam beberapa tahun terakhir terjadi penurunan posisi Wardah dalam Top Brand Index, dari 33,5% pada tahun 2020 menjadi hanya 22,4% pada 2024, yang menandakan adanya pergeseran loyalitas konsumen serta peningkatan persaingan dari merek-merek lain seperti Maybelline dan Make Over. Pemilihan lipcream Wardah sebagai objek penelitian dilatarbelakangi oleh sejumlah isu strategis yang selaras dengan perkembangan pemasaran produk kosmetik saat ini. Di tengah menjamurnya merek lokal dan global seperti Emina. Implora. Somethinc, hingga Maybelline. Wardah dihadapkan pada tantangan untuk menjaga loyalitas pelanggan terhadap produk lipcream mereka. Walaupun memiliki kekuatan merek yang cukup tinggi, kesadaran merek . rand awarenes. belum tentu berbanding lurus dengan keputusan pembelian, terutama jika tidak disertai dengan strategi promosi yang efektif dan relevan di era digital (Janah & Soebiantoro, 2. Di sisi lain, pendekatan influencer marketing yang digunakan Wardah dinilai masih kurang konsisten dibandingkan kompetitor yang lebih agresif membangun konten dan keterlibatan dengan Efektivitas influencer marketing sangat ditentukan oleh kepercayaan, daya tarik, serta kedekatan emosional antara influencer dan pengikutnya, yang secara langsung memengaruhi niat beli konsumen di media sosial (Handayani & Asih 2. Selain aspek promosi dan merek, faktor kualitas juga menjadi Meskipun lipcream Wardah telah dikenal sebagai produk aman, halal, dan terjangkau, beberapa konsumen masih menyampaikan keluhan mengenai ketahanan warna dan tekstur yang kurang nyaman saat digunakan dalam waktu lama menyatakan bahwa kualitas seperti daya tahan, kenyamanan, dan kesesuaian produk dengan klaim yang ditawarkan merupakan elemen penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian kosmetik lokal (Putri & Lestari . Oleh karena itu, mengkaji pengaruh influencer marketing, brand awareness, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian lipcream Wardah menjadi penting, mengingat kompetisi industri kecantikan yang semakin ketat dan dinamis. Strategi pemasaran, terutama influencer marketing memiliki pengaruh dan citra yang kuat di kalangan pengikut mereka dan telah menjadi salah satu elemen penting dalam pemasaran di era digital (Fauziah & Aminah, 2. Influencer marketing memiliki kemampuan untuk mengiring opini publik dan mempengaruhi konsumsi audiensnya, kredibilitas, popualritas dan kepercayaan terhadap influencer berkontribusi terhadap efektivitas startegi pemasaran (Handayani & Susanti, 2. Influencer mempunyai peran yang dapat membantu konsumen untuk mendapatkan informasi mengenai produk (Angger & Andarini, 2. Dengan memasarkan produk melalui foto atau video dan menggandeng influencer guna memperkenalkan produk pada publik. Wardah mengajak Amanda Rawles. Dewi Sandra dan Dinda Hauw untuk bekerja sama dan meningkatkan kesadaran merek(Ulfa & Mariah, 2. Influencer marketing memiliki pengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian produk kosmetik melalui Instagram (Handayani & Asih 2. Peran Influencer Marketing. Brand Awareness dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Lipcream Wardah (Wida Desi Arika Pramest. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Brand awareness memiliki peran yang penting dalam membangun hubungan dan kepercayaan pelanggan pada suatu produk serta mempunyai peran penting dalam aspek pemasaran(Cahyani dkk. , 2. Keputusan konsumen untuk membeli barang atau jasa dipengaruhi secara signifikan oleh kesadaran merek, yang diukur dengan menilai seberapa banyak pelanggan di pasar yang mampu mengingat atau mengidentifikasi suatu merek (Kurniawan dkk. , 2. Selain itu, faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian ialah kualitas produk. Kualitas produk merupakan faktor penting yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kualitas produk didefinisikan sebagai kemampuan produk untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan(Apriani & Bahrun, 2. Keputusan pembelian dipengaruhi oleh persepsi kualitas dan perencanaan yang baik diperlukan untuk menghasilkan produk berkualitas(Nani Idawati Syamsir, 2. Dengan kualitas yang bagus wardah berhasil mempertahankan konsumennya agar cepat dalam mengambil keputusan pembelian. Banyak produk yang dikeluarkan oleh wardah dan berhasil menarik konsumen agar cepat mengambil keputusan pembelian produk terutama pada produk lip cream yang di tawarkan dengan bagai jenis pilihan warna dan berhasil menempati urutan pertama pada Top Brand Indeks pada tahun 2020. Beberapa brand lip cream yang tergolong sebagai top brand pada tahun 2020- 2024 pada tabel 1 berikut: Tabel 1. Top Brand Award 2024 Nama Brand Inez 3,80 Make Over 2,80 Maybelline 6,10 11,60 15,80 19,30 19,30 Pixy 5,40 5,60 2,80 3,60 4,10 Wardah 33,50 31,90 27,20 26,00 22,40 Sumber: Top Brand Index tahun 2024 ( Top Brand-award. Mengacu pada data Top Brand Award 2024, tampak bahwa merek lip cream Wardah mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Jika pada tahun 2020 Wardah berhasil meraih pangsa pasar sebesar 33,50%, angka tersebut terus mengalami penurunan setiap tahunnya hingga menyentuh 22,40% di tahun 2024. Hal ini menunjukkan adanya melemahnya dominasi Wardah dalam industri kosmetik, khususnya pada segmen produk perawatan wajah. Sebaliknya, merek lip cream Maybelline mencatatkan pertumbuhan yang konsisten, dengan peningkatan dari 6,10% di tahun 2020 menjadi 19,30% di tahun 2023, dan berhasil mempertahankan posisi tersebut hingga 2024. Hal ini menggambarkan keberhasilan Maybelline dalam mengukuhkan eksistensinya sebagai kompetitor utama bagi Wardah, yang kemungkinan besar didukung oleh strategi pemasaran digital dan inovasi produk yang efektif. Di sisi lain. Pixy menunjukkan pola pergerakan yang fluktuatif, dari 5,40% pada 2020 menjadi 4,10% pada 2024, sementara brand lokal seperti Inez dan Make Over mulai menunjukkan eksistensi di tahun 2024 dengan pencapaian masing-masing 3,80% dan 2,80%. Ini dapat menjadi indikasi bahwa brand-brand baru mulai mendapatkan tempat di hati konsumen dan membentuk kompetisi baru dalam pasar kosmetik lokal. Secara keseluruhan, kondisi ini mencerminkan bahwa meskipun Wardah masih berada di jajaran atas, kekuatan pasarnya mulai terkikis oleh persaingan yang semakin kompetitif, baik dari merek internasional seperti Maybelline maupun dari brand lokal yang sedang berkembang. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis dalam bentuk inovasi produk dan penguatan keterikatan merek agar Wardah tetap mampu mempertahankan relevansi dan loyalitas konsumennya di tengah dinamika pasar yang semakin kompleks. Dari penelitian terhadulu yang membahas influencer marketing terdapat beberapa indikator yaitu Trustworthiness (Dapat dipercay. Expertise (Keahlia. Attractiveness (Daya Tari. Respect (Penghargaa. indikator tersebut akan digunakan dalam penelitian ini (Handayani & Susanti, 2024. Variabel selanjutnya yang di gunakan ialah Brand Awareness. Terdapat beberapa idikator, ialah Level top of mind . emampuan mengingat mere. , recall . onsumen dapat mengingat mere. , recognition . onsumen mengenali mere. Beberapa indikator tersebut yang nantinya akan digunakan pada penelitian ini (Pratama & Rakhman, 2. Variabel yang tak kalah penting dalam memberikan pengaruh akan keputusan pembelian ialah kulitas Ada beberapa indikator yang dapat digunakan untuk menganalisis suatu produk yaitu Performace (Kinerj. Features (Fitur tambaha. Reliability (Reliabilita. Confermance to Specification (Kesesuaian dengan spesifikas. Durability (Daya taha. , dan Desain (Satria & Anggrainie, 2. Pada penelitian yang dilakukan, keputusan pembelian adalah proses ketika seseorang memutuskan produk atau merek apa yang ingin ia beli. Keputusan pembelian terjadi saat konsumen sudah yakin dengan JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 pilihannya dan siap melakukan transaksi, baik dengan membayar langsung maupun berkomitmen untuk membayar demi mendapatkan hak atas barang atau jasa tersebut, terdapat beberapa indikator keputusan yaitu keputusan tentang jenis poduk, keputusan tentang merek, dan keputusan tentang jumlah produk (Ningsi & Ekowati, 2. Variabel pada penelitian ini ialah influencer marketing, brand awareness dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian. Menggunakan influencer atau orang yang memiliki pengaruh pada penggemarnya dengan menggunakan media sosial sebagai platform untuk promosi. Influencer marketing utamanya berusaha mencapai pasar yang diinginkan dengan menyebarkan pesan merek melalui influencer media sosial (Astika Febianti V. Z & Dian Arisanti, 2. Penelitian sebelumnya mengenai influencer marketing berpengaruh signifikan pada keputusan pembelian produk menurut dari (Lestiyani & Purwanto, 2. Selanjutnya strategi influencer marketing yang diterapkan oleh Somethinc tidak hanya memengaruhi citra merek, tetapi juga turut berkontribusi terhadap keputusan pembelian konsumen (Yasinta & Nainggolan, 2. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa influencer marketing memberikan dampak positif dan signifikan terhadap keputusan Di dukung penelitian yang memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembeli produk Skintific (Yanti & Lu, 2. H1: Influencer marketing berpengaruh terhadap keputusan pembelian Variabel selanjutnya yang digunakan ialan brand awareness yang enjadi salah satu faktor keputusan pembelian suatu produk. Brand awarenss adalah kemampuan pelanggan untuk mengidentifikasi merek dalam situasi tertentu, bisa dengan cara pengenalan merek, popularitas dan pengetahuan suatu merek (Yasinta & Nainggolan, 2. Penelitian yang menjelaskan bahwa brand awareness memberikan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian (Fadilah dkk. , 2. Kemudian penelitian terhadap konsumen skincare di Semarang, brand awareness memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian produk skincare (Febriyanti & Fajri, 2. Pada studi yang menjelaskan bahwa brand awareness memiliki peran penting dan mempengaruhi konsumen dalam mempengaruhi keputusan pembelian scarlett whitening (Johnson dkk. , 2. H2: Brand awareness berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian Variabel kualitas produk menjadi penunjang utama dalam mengambil keputusan pembelian. Pemasar menggunakan kualitas produk sebagai salah satu alat utama dalam strategi mereka. Kualitas menjadi faktor penting yang menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu produk (Eltonia & Hayuningtias, 2. Penelitian yang dilakukan oleh (Sutrisno dkk. , 2. menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh signifikan pada kputusan pembelian. H3: Kualitas produk berpengaruh terhadap keputusan pembelian Dari pendahuluan di atas maka kerangka pemikiran yang di susun dalam penelitian ini, kerangka penelitian sebagai berikut: Gambar 1 : Kerangka Berpikir TINJAUAN PUSTAKA Influencer Marketing Peran Influencer Marketing. Brand Awareness dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Lipcream Wardah (Wida Desi Arika Pramest. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Influencer marketing merupakan strategi pemasaran yang melibatkan individu berpengaruh di media sosial untuk memperkenalkan dan merekomendasikan produk kepada audiensnya. Dalam konteks digital saat ini, karakteristik seperti kepercayaan, keahlian, dan daya tarik influencer terbukti memiliki pengaruh kuat terhadap minat beli konsumen (Chen et al. , 2. Di Indonesia, penelitian oleh Hadi. Sutanto, dan Sofwan . menyatakan bahwa kepercayaan dan daya tarik influencer mampu meningkatkan brand engagement yang kemudian mendorong keputusan pembelian. Temuan lain menunjukkan bahwa influencer marketing juga berdampak langsung terhadap kepuasan pelanggan melalui keputusan pembelian sebagai variabel mediasi (Hasan. Wahyuni, & Herawati, 2. Brand Awareness Brand awareness atau kesadaran merek merupakan kemampuan konsumen untuk mengenali dan mengingat suatu merek dalam kategori produk tertentu. Kesadaran ini penting sebagai langkah awal yang memengaruhi persepsi konsumen terhadap merek, dan pada akhirnya berdampak pada keputusan pembelian. Meskipun tidak secara eksplisit berdiri sendiri dalam beberapa studi, kesadaran merek memiliki hubungan erat dengan brand engagement, di mana paparan influencer di media sosial dapat membangun keterikatan konsumen terhadap merek (Hadi et al. , 2. Kualitas Produk Kualitas produk merujuk pada sejauh mana suatu produk mampu memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan, baik dari aspek fungsional, estetika, maupun daya tahannya. Produk dengan kualitas tinggi cenderung meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen, serta memengaruhi keputusan pembelian secara signifikan (Hasan et al. , 2. Dalam konteks bisnis lokal, kualitas produk menjadi salah satu variabel kunci dalam menjaga loyalitas konsumen dan menciptakan keunggulan bersaing. Keputusan pembelian Keputusan pembelian adalah proses di mana konsumen melalui berbagai tahapan mulai dari mengenali kebutuhan, mencari informasi, mengevaluasi alternatif, hingga mengambil keputusan untuk membeli produk Proses ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti persepsi, pengalaman, dan eksposur terhadap promosi atau rekomendasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan pembelian dapat dimediasi oleh faktor-faktor seperti kualitas produk dan efektivitas influencer marketing, yang secara bersama-sama meningkatkan kepuasan pelanggan (Hadi et al. , 2025. Hasan et al. , 2. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif. Untuk mengumpulkan data primer, peneliti menggunakan angket dalam bentuk kuesioner online yang dibuat melalui Google Form. Kuesioner tersebut kemudian dibagikan kepada pengguna lip cream Wardah melalui berbagai media sosial, seperti WhatsApp. Instagram, dan Telegram. Dengan kriteria perempuan, berusia minimal 17 tahun yang telah menggunakan produk Lip Cream Wardah Penentuan jumlah sampel didasarkan pada rumus yang dikemukakan oleh Hair . , di mana jumlah responden ideal berkisar antara 5 hingga 10x jumlah indikator atau pertanyaan dalam kuesioner. Karena dalam penelitian ini terdapat 16 pertanyaan, maka jumlah minimum sampel yang diperlukan adalah 160 orang . Hasil responden yang di peroleh melalui kuisioner berjumlah 207 responden, dengan 200 jumlah responden yang memenuhi kriteria pengujian dan 7 di antaranya jumlah responden yang tidak memenuhi Sehingga jumlah respon yang sesuai dengan kriteria dan akan di teliti sejumlah 200 responden. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Konvergen JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Gambar 2. Model Struktural Sumber: Hasil Penelitian . Suatu indikator dikatakan valid apabila loading factor suatu indicator bernilai positif dan lebih besar dari 0,7 dan nilai AVE lebih dari 0,5 ini (Hair et al. ,). Nilai loading factor menunjukkan bobot dari setiap indikator/item sebagai pengukur dari masing-masing variabel. Indikator dengan loading factor besar menunjukkan bahwa indikator tersebut sebagai pengukur variabel yang terkuat . Berikut dapat dilihat nilai loading factor pada tabel dibawah ini Tabel 2. Hasil Uji Loading Factor Loading Variabel Item AVE Factor Influencer Marketing X1. 0,730 0,548 X1. 0,750 X1. 0,724 X1. 0,758 Brand Awareness X2. 0,869 0,721 X2. 0,879 X2. 0,798 Kualitas Produk X3. 0,816 0,609 X3. 0,815 X3. 0,771 X3. 0,743 X3. 0,778 X3. 0,755 Keputusan Pembelian Y1. 0,833 0,656 Y1. 0,837 Y1. 0,757 Sumber: Penelitian . Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari tabel diatas diketahui bahwa nilai loading factor yang dihasilkan masing-masing indicator lebih dari 0,7 dan nilai AVE lebih dari 0,5. Dengan demikian indikator-indikator tersebut dinyatakan tidak valid sebagai pengukur variabel latennya Uji Validitas Discriminant Validitas discriminant bertujuan untuk memastikan bahwa setiap variabel dalam model benar benar berbeda satu sama lain. Cara menilainya adalah dengan melihat apakah indikator indikator lebih kuat berkaitan dengan variabelnya sendiri dibandingkan dengan variabel lain, melalui nilai cross loading dan Peran Influencer Marketing. Brand Awareness dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Lipcream Wardah (Wida Desi Arika Pramest. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Fornell-Larcker. Jika nilai-nilainya di atas 0,7, maka dianggap sudah memenuhi syarat validitas diskriminan yang baik Uji Fornell-Larcker Variable Brand Awareness Tabel 3. Hasil Uji Fornell-Larcker Brand Influencer Keputusan Awareness Marketing Pembelian 0,849 Influencer Marketing 0,582 0,741 Keputusan Pembelian 0,631 0,629 0,810 Kualitas Produk 0,745 0,672 Sumber: peneliti . 0,698 Kualitas Produk 0,780 Uji Cross Loading Tabel 4. Uji Cross Loading Influencer Keputusan Kualitas Item Marketing Pembelian Produk X1. 0,730 0,435 0,556 X1. 0,750 0,473 0,491 X1. 0,724 0,463 0,412 X1. 0,758 0,490 0,534 X2. 0,505 0,540 0,632 X2. 0,520 0,534 0,631 X2. 0,455 0,533 0,635 X3. 0,550 0,547 0,816 X3. 0,556 0,606 0,815 X3. 0,490 0,519 0,771 X3. 0,458 0,515 0,743 X3. 0,529 0,542 0,778 X3. 0,556 0,530 0,755 Y1. 0,534 0,833 0,635 Y1. 0,526 0,837 0,581 Y1. 0,464 0,757 0,462 Sumber: Penelitian . Berdasarkan Tabel 2, setiap konstruk memiliki nilai akar kuadrat AVE yang lebih tinggi dibandingkan korelasinya dengan konstruk lain, menunjukkan terpenuhinya validitas diskriminan. Misalnya, nilai Brand Awareness . lebih tinggi daripada korelasinya dengan Influencer Marketing. Keputusan Pembelian, dan Kualitas Produk. Hal serupa terlihat pada konstruk lainnya, seperti Influencer Marketing . Keputusan Pembelian . , dan Kualitas Produk . Tabel 3 menunjukkan bahwa setiap indikator memiliki nilai loading tertinggi pada konstruk yang diukurnya. Contohnya, indikator X1. 1AeX1. 4 paling tinggi pada Influencer Marketing. X2. 1AeX2. 3 pada Brand Awareness. X3. 1AeX3. 6 pada Kualitas Produk, dan Y1. 1AeY1. 3 pada Keputusan Pembelian. Ini menguatkan bahwa masing-masing indikator mengukur konstruknya secara tepat. Secara keseluruhan, kedua tabel menunjukkan bahwa model memenuhi validitas diskriminan melalui uji Fornell-Larcker dan cross loading. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas diukur menggunakan nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability. Suatu konstruk dianggap reliabel jika nilai Composite Reliability-nya lebih dari 0,7, dan nilai CronbachAos Alpha juga disarankan berada di atas 0,7. Berikut ini adalah nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability yang ditampilkan pada Tabel berikut: Tabel 4: Uji Reliabilitas Cronbach's Composite Variable Alpha Reliability Brand Awareness 0,806 0,886 Brand Awareness 0,489 0,383 0,387 0,467 0,869 0,879 0,798 0,649 0,699 0,585 0,528 0,515 0,498 0,573 0,539 0,402 JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 Influencer Marketing 0,726 0,829 Keputusan Pembelian 0,739 0,851 Kualitas Produk 0,871 0,903 e-ISSN : 2798-1355 Sumber: Penilitian . Dari tabel di atas, terlihat bahwa semua variabel dalam penelitian ini memiliki nilai composite reliability dan CronbachAos Alpha di atas 0,7. Artinya, setiap variabel sudah memenuhi kriteria reliabilitas yang baik. Dengan demikian, variabel dalam penelitian ini dinyatakan reliabel, sehingga analisis dapat dilanjutkan ke tahap evaluasi goodness of fit melalui inner model. Uji Heterotrait-monotrait ratio ( HTMT ) Uji validitas terakhir dilakukan dengan melihat nilai Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT). Agar suatu model dinyatakan lolos uji validitas diskriminan, nilai HTMT-nya harus kurang dari 0,9. Tabel 5: Uji HTMT Brand Influencer Keputusan Kualitas Variable Awareness Marketing Pembelian Produk Brand Awareness Influencer Marketing 0,762 Keputusan Pembelian 0,808 Kualitas Produk 0,886 0,855 0,845 0,859 Sumber: Penelitian . Berdasarkan Tabel diatas, seluruh nilai Heterotrait-Monotrait Ratio (HTMT) berada di bawah 0,9. Hal ini menunjukkan bahwa model penelitian yang melibatkan keempat variabel tersebut sudah memenuhi kriteria validitas dan dinyatakan valid. Hasil Evaluasi Model Struktural ( Inner Model ) langkah selanjutnya dengan melakukan uji inner model. Pengujian inner model atau model structural dilakukan untuk melihat hubungan antara konstruk, nilai signifikansi dan R-square dari model penelitian. R Square (R. Variabel Keputusan Pembelian Tabel 6: R Square R-Square 0,552 R-Square Adjusted 0,545 Sumber: Penelitian . Berdasarkan tabel 4. 14 diatas menunjukkan nilai R-Square dari variabel Keputusan Pembelian sebesar 0,552, nilai tersebut artinya bahwa variabel Keputusan Pembelian dapat dijelaskan dengan variabel bebas sebesar 55,2% dan sisanya 44,8% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Uji Predictive Relevance (Q. Predictive relevance merupakan uji untuk menilai seberapa baik model dapat memprediksi nilai observasi, yang dilakukan melalui prosedur blindfolding dengan melihat nilai Q-Square. Jika nilai Q-Square > 0, maka model dianggap memiliki kemampuan prediksi yang baik. Sebaliknya, jika Q-Square < 0, prediksi model dinilai kurang baik. Q-Square sendiri mengukur sejauh mana model struktural dan estimasi parameternya mampu menghasilkan nilai observasi yang akurat. Peran Influencer Marketing. Brand Awareness dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Lipcream Wardah (Wida Desi Arika Pramest. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Gambar 3 Predictive Relevance Sumber: Penelitian 2025 Berdasarkan Gambar diatas maka dapat disimpulkan pada tabel dibawah ini: Tabel 7: Uji Predictive Relevance (Q. QA (=1Variabel Keterangan SSE/SSO) Memiliki nilai predictive Keputusan Pembelian 0,340 Sumber: Penelitian . Berdasarkan data yang disajikan pada tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai Q square pada variabel dependen > 0. Dengan melihat pada nilai tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memiliki nilai observasi yang baik/bagus karena nilai Q square > 0 . Hasil Pengujian Hipotesis Pengujian model struktural bertujuan untuk menjelaskan hubungan antar variabel dalam penelitian. Proses ini dilakukan menggunakan software PLS, dengan mengacu pada output berupa gambar maupun nilai pada path coefficients. Hipotesis diuji secara langsung berdasarkan kriteria: jika p-value < 0,05 dan T-statistik > 1,960, maka terdapat pengaruh signifikan antara variabel eksogen dan endogen. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai pengujian hipotesis: Gambar 3 Pengujian Hipotesis JURNAL MANAJEMEN SOSIAL EKONOMI (DINAMIKA) Vol. No. Oktober 2025, pp. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 Sumber Penelitian . Tabel 8:Pengujian Hipotesis Original Standard Sample mean (M) (O) (STDEV) Influencer Marketing-> Keputusan Pembelian Brand Awareness -> Keputusan Pembelian Kualitas Produk -> Keputusan Pembelian (|O/STDEV|) P values Sumber: Penelitian . Dalam PLS, pengujian statistik terhadap hubungan antar variabel dilakukan melalui simulasi dengan metode bootstrapping pada data sampel. Adapun hasil analisis bootstrapping adalah sebagai berikut: Pengaruh Influencer Marketing terhadap Keputusan Pembelian ditunjukkan oleh nilai koefisien sebesar 0,263 dengan nilai t-statistik 3,659 dan p-value 0,000. Karena nilai t lebih besar dari 1,96 dan p-value lebih kecil dari 0,05, maka hubungan ini signifikan Pengaruh Brand Awareness terhadap Keputusan Pembelian memiliki koefisien pengaruh sebesar 0,202, dengan t-statistik sebesar 2,509 dan p-value 0,012, yang juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Pengaruh Kualitas Produk terhadap Keputusan Pembelian. dengan koefisien sebesar 0,371, t-statistik 4,244, dan p-value 0,000. Ketiga hasil ini mengindikasikan bahwa semua variabel memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan Kualitas Produk menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi keputusan konsumen Pembahasan Hasil analisis menunjukkan bahwa influencer marketing memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian dengan nilai koefisien sebesar 0,263. Nilai t-statistik sebesar 3,659, yang melebihi batas kritis 1,96, dan p-value sebesar 0,000, yang terletak di bawah ambang signifikansi 0,05, menegaskan bahwa pengaruh influencer marketing terhadap keputusan pembelian konsumen bersifat signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peningkatan efektivitas strategi influencer marketing akan diikuti oleh peningkatan keputusan pembelian produk oleh konsumen. Artinya, semakin efektif strategi pemasaran melalui influencer, maka semakin tinggi pula peluang konsumen untuk membeli produk lipcream Wardah. Penelitian serupa yang dilakukan oleh (Nabilah & Anggrainie, 2. menyatakan bahwa Influencer Marketing menjadi salah satu faktor pendorong keputusan pembelian produk kecantikan dikarenakan influencer dapat memberikan pengaruh pada pengikutnya. Lebih lanjut, (Khairunnisa & Astuti 2. meneliti brand skincare lokal dan menyimpulkan bahwa nilai informasi . erceived information valu. serta keterikatan emosional yang dihasilkan influencer meningkatkan dan memicu keputusan pembelian. Hasil analisis menunjukkan bahwa Brand Awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian, dengan nilai koefisien sebesar 0,202, t-statistik 2,509, dan p-value 0,012. Nilai t yang lebih besar dari 1,96 dan p-value yang lebih kecil dari 0,05 mengindikasikan bahwa pengaruh tersebut signifikan secara statistik. Artinya, semakin tinggi tingkat kesadaran konsumen terhadap suatu merekAibaik dari kemampuan mengingat . , mengenali . , maupun mengasosiasikan merek dengan kualitas dan citra tertentu semakin besar kemungkinan konsumen untuk memilih dan membeli produk Temuan ini selaras dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa brand awareness membantu menciptakan persepsi positif dan rasa percaya konsumen sehingga mengurangi keraguan dalam pengambilan keputusan pembelian (Harifin & Paramita, 2. Berdasarkan hasil pengujian, variabel Kualitas Produk memiliki koefisien pengaruh sebesar 0,371, nilai t- statistic sebesar 4,244, dan p-value 0,000. Nilai t-statistic yang lebih besar dari 1,96 serta p-value yang lebih kecil dari 0,05 menunjukkan bahwa pengaruh variabel ini terhadap keputusan pembelian bersifat positif dan signifikan. Artinya, semakin tinggi kualitas produk yang dirasakan konsumen meliputi aspek daya tahan, keamanan, kenyamanan penggunaan, hingga kesesuaian dengan klaim produk semakin besar kemungkinan Peran Influencer Marketing. Brand Awareness dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Lipcream Wardah (Wida Desi Arika Pramest. p-ISSN : 2808-8786 e-ISSN : 2798-1355 konsumen memutuskan untuk membeli. Hasil ini juga menunjukkan bahwa Kualitas Produk merupakan faktor yang paling dominan dibandingkan variabel lainnya dalam memengaruhi keputusan pembelian. Dominasi ini dapat dijelaskan karena kualitas produk yang baik tidak hanya meningkatkan kepuasan, tetapi juga membangun kepercayaan konsumen terhadap merek, sehingga mendorong pembelian berulang. Temuan ini sejalan dengan penelitian oleh Nuraini & Sari . yang menemukan bahwa kualitas produk berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian kosmetik Wardah, serta riset oleh (Fatimah & Fitriani 2. yang menunjukkan bahwa kualitas produk berperan penting dalam menciptakan loyalitas konsumen pada merek kosmetik lokal. Temuan ini menegaskan bahwa konsumen sangat menekankan aspekaspek seperti daya tahan, performa, serta kesesuaian produk terhadap harapan mereka saat membuat keputusan pembelian. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh(Handayani & Susanti, 2. , yang menemukan bahwa kualitas produk memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kosmetik di kalangan konsumen muda. Penelitian yang dilakuakan oleh (Rahmawati et al. , 2. menunjukkan bahwa konsumen cenderung memilih produk yang tidak hanya memenuhi ekspektasi mereka, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam hal kualitas dan performa (Rahmawati et al. , 2. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel penelitianAiinfluencer marketing, brand awareness, dan kualitas produkAiterbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Influencer marketing memberikan peran penting melalui daya tarik yang efektif dalam meningkatkan minat beli, sementara brand awareness berkontribusi dalam memperkuat memori konsumen terhadap merek yang pada akhirnya mendorong terjadinya pembelian. Di sisi lain, kualitas produk muncul sebagai variabel paling dominan dengan pengaruh terbesar, menandakan bahwa kesesuaian produk dengan spesifikasi yang dijanjikan menjadi faktor utama dalam menentukan keputusan pembelian. Temuan ini menggarisbawahi bahwa keberhasilan strategi pemasaran produk kosmetik tidak hanya ditentukan oleh promosi dan eksposur merek, tetapi juga oleh konsistensi kualitas produk yang ditawarkan kepada konsumen. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat sejumlah aspek penting yang perlu diperkuat untuk mendorong peningkatan keputusan pembelian konsumen. Pada variabel influencer marketing, faktor daya tarik influencer terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap minat beli, sehingga pemilihan influencer perlu memperhatikan kesesuaian citra dengan karakter merek serta keterkaitannya dengan segmen pasar sasaran. Pada variabel brand awareness, kemampuan konsumen untuk mengingat merek memberikan kontribusi positif terhadap keputusan pembelian, sehingga diperlukan strategi komunikasi pemasaran yang berfokus pada peningkatan visibilitas merek melalui media dan saluran promosi yang tepat. Selanjutnya, pada variabel kualitas produk, kesesuaian produk dengan spesifikasi yang ditawarkan menjadi elemen kunci dalam membangun kepercayaan dan kepuasan konsumen, sehingga perusahaan perlu menjaga konsistensi kualitas yang diberikan. Terakhir, pada variabel keputusan pembelian, peningkatan jumlah produk yang dibeli konsumen dapat diupayakan melalui penerapan strategi promosi, penawaran paket bundling, maupun program loyalitas yang mampu mendorong pembelian dalam jumlah lebih besar. DAFTAR PUSTAKA