JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 PENGARUH PENGELOLAAN KELAS DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA John Boanerges Harefa1. Bezisokhi Laoli2. Wahyutra Adilman Telaumbanua3. Yearning Harefa4 Jalan Yos Sudarso No. 118 E/S Gunungsitoli. Kec. Gunungsitoli. Sumatera Utara. Indonesia Sur-el Koresponden : johnharefa896@gmail. com1, bezisokhilaoli@gmail. wahyutelaumbanua@gmail. com3, yearninghrf@gmail. Article info ABSTRACT Article history: Received: 12-08-2025 Revised : 24-08-2025 Accepted: 13-09-2025 Many teachers still face obstacles in managing their classes well, resulting in low student learning interest. This study aims to determine the effect of classroom management in the teaching and learning process on student learning interest at BNKP Luzamanu Private Junior High School. This study uses a quantitative Data collection techniques are carried out through questionnaires that have been tested for validity and reliability. Data analysis is carried out using a simple linear regression test with the help of SPSS. The results of the study indicate that there is a significant influence between classroom management on student learning interest with a calculated t value of = 4. 790 > t table = 2. 101 at a significance level of 5%. Thus, it can be concluded that the better the classroom management carried out by teachers, the higher the student's learning interest. Keywords: Classroom Management. Teaching and Learning Process. Student Learning Interest. ABSTRAK Kata Kunci: Pengelolaan Kelas. Prose Belajar Mengajar. Minat Belajar Siswa. Masih banyak guru yang menghadapi kendala dalam mengelola kelas dengan baik, sehingga berdampak pada rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengelolaan kelas dalam proses belajar mengajar terhadap minat belajar siswa di SMP Swasta BNKP Luzamanu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan dengan uji regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pengelolaan kelas terhadap minat belajar siswa dengan nilai t hitung sebesar = 4,790 > t tabel = 2,101 pada taraf signifikansi 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin baik pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru, maka semakin tinggi pula minat belajar siswa. Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Darma. John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 PENDAHULUAN Keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. Dalam konteks ini, pengelolaan kelas memainkan peran yang sangat penting sebagai salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran. Pengelolaan kelas yang efektif mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, memotivasi siswa untuk terlibat aktif, dan pada akhirnya meningkatkan minat belajar mereka, (Mutiaramses dkk. , 2. Pengelolaan kelas mencakup berbagai aspek, seperti penataan fisik ruang kelas, pengaturan kegiatan belajar mengajar, serta pembentukan suasana kelas yang positif, (Siahaan dkk. , 2. Tidak hanya itu, pengelolaan kelas juga melibatkan aspek psikologis dan sosial yang bertujuan mendukung interaksi yang baik antara guru dan siswa, (Rahma & Mufidah, 2. Pengelolaan kelas merupakan suatu upaya yang harus dilakukan oleh guru sebagai pendidik untuk mencapai tujuan pembelajaran, (Prihantini & Rustini, 2. Hal ini mencakup perencanaan, pengaturan, pemanfaatan berbagai sumber materi serta fasilitas pembelajaran dengan sebaik-baiknya agar tercipta proses pembelajaran yang berkualitas dan efektif bagi peserta didik, (Wati dkk. , 2. Hal ini secara signifikan meningkatkan motivasi belajar siswa dan mendorong keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran, (Hetharion, 2. Keterampilan guru dalam mengelola kelas merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi minat belajar siswa. Menurut Habbah dkk. , pengelolaan kelas yang efektif mencakup pengaturan fisik ruang kelas, pengelolaan waktu, interaksi sosial dan emosional antara guru dan siswa, serta penerapan disiplin yang konsisten. Ketika semua aspek ini berjalan dengan baik, siswa akan merasa nyaman dan lebih termotivasi untuk belajar. Masfufah dkk. , . menambahkan bahwa kelas yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan membuat mereka lebih antusias dalam mengikuti proses Namun, berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SMP Swasta BNKP Luzamanu, ditemukan bahwa pengelolaan kelas di sekolah ini masih menghadapi beberapa kendala yang dapat memengaruhi minat belajar siswa. Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi pengaturan lingkungan fisik, interaksi guru dan siswa, penerapan disiplin kelas, serta pengelolaan waktu pembelajaran. Lingkungan fisik kelas memainkan peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman. Hasil observasi menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar kelas memiliki pencahayaan dan ventilasi yang cukup baik, masih terdapat kendala seperti penataan meja dan kursi yang kurang fleksibel. Hal ini menyebabkan interaksi antara guru dan siswa menjadi terbatas, serta mengurangi kemungkinan penerapan metode pembelajaran yang lebih variatif. Selain lingkungan fisik, interaksi guru dan siswa juga berperan besar dalam membangun minat belajar (Atika & Andriati, 2. Hasil observasi menunjukkan bahwa dalam beberapa kelas, metode pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah satu arah. Hal ini menyebabkan siswa kurang memiliki kesempatan untuk berdiskusi atau bertanya, sehingga mereka menjadi pasif dalam pembelajaran. Aspek disiplin dalam kelas juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi minat belajar siswa. Observasi awal menunjukkan bahwa beberapa siswa sering datang terlambat ke kelas, kurang disiplin dalam mengerjakan tugas, serta mudah terdistraksi selama pembelajaran. Beberapa guru telah menerapkan aturan kelas, tetapi dalam praktiknya. John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 masih ditemukan ketidak-konsistenan dalam penegakannya. Selain faktor fisik, interaksi, dan disiplin, pengelolaan waktu dalam kelas juga menjadi kendala yang dapat memengaruhi minat belajar siswa. Beberapa guru menghabiskan terlalu banyak waktu untuk menjelaskan teori tanpa memberikan kesempatan bagi siswa untuk berlatih atau berdiskusi. Hal ini menyebabkan siswa kesulitan memahami materi karena kurangnya keterlibatan langsung dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi awal, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas di SMP Swasta BNKP Luzamanu memiliki beberapa aspek yang berjalan dengan baik, tetapi masih terdapat beberapa kendala yang dapat memengaruhi minat belajar siswa. Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti, terdapat relevansi dengan penelitian terdahulu yang telah dilakukan, diantaranya penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Nurbaiti dkk. , . dengan judul AuHubungan Pengelolaan Kelas Daring dan Minat Belajar dengan Hasil Belajar IPA Kelas IV Sekolah Dasar. Ay Penelitian ini dilatarbelakangi oleh situasi pembelajaran yang berubah pasca-surat edaran pelaksanaan pembelajaran daring . erutama sejak 2. , di mana guru dan sekolah harus cepat menata pengelolaan kelas dalam platform daring agar proses pembelajaran tetap kondusif. peneliti menyatakan ada indikasi bahwa pengelolaan kelas daring yang kurang efektif dapat menurunkan minat dan hasil belajar siswa sehingga perlu dianalisis hubungan keduanya pada pembelajaran IPA di tingkat SD. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan kelas daring berhubungan dengan minat belajar siswa dan bagaimana kedua variabel tersebut berkontribusi terhadap hasil belajar IPA kelas IV. Metode yang digunakan berupa studi kuantitatif korelasional dengan instrumen kuesioner untuk mengukur aspek pengelolaan kelas daring . isalnya keteraturan, interaksi, pengaturan tuga. dan skala minat belajar, serta nilai hasil belajar sebagai variabel outcome. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara kualitas pengelolaan kelas daring dan minat belajar siswa. pengelolaan kelas daring yang lebih terstruktur dan interaktif dikaitkan dengan minat belajar yang lebih tinggi, dan kombinasi pengelolaan kelas daring dan minat belajar berpengaruh pada peningkatan hasil belajar IPA Ai peneliti merekomendasikan peningkatan kapasitas guru dalam manajemen kelas daring serta desain aktivitas daring yang melibatkan siswa lebih aktif untuk menaikkan minat dan hasil Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Azizah dkk. dengan judul AuTransforming Classroom Management as the Key to Increasing Student Learning Interest. Ay Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat belajar siswa di MTs At-Taufiq Bogem Grogol Jombang yang dibuktikan dari data awalAi 72,4 % siswa merasa suasana kelas kurang mendukung partisipasi aktif, dan hanya 45,6 % siswa mencapai KKM pada semester sebelumnyaAimenjadi perhatian serius yang memicu kebutuhan intervensi sistematis melalui manajemen kelas inovatif. Tujuan penelitian dirumuskan untuk mendeskripsikan model pengelolaan kelas integratif yang berorientasi pada peningkatan minat belajar siswa, dengan pendekatan sosialkonstruktivis dan teori determinasi diri, serta merancang instrumen pengukuran minat belajar kontekstual dan model implementasi manajemen kelas khusus untuk institusi madrasah Islam. Metode yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi non-partisipan, wawancara terstruktur, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 penelitian menunjukkan bahwa manajemen kelas yang diterapkan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi mampu meningkatkan minat belajar siswa yang sebelumnya rendah. siswa mulai menunjukkan keingintahuan lebih tinggi, memilih aktivitas menyenangkan, dan lebih aktif berupaya meraih hal yang mereka Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan manajemen kelas integratif yang menggabungkan aspek fisik . usunan ruang dan kebersiha. , motivasi, variasi metode, dan dukungan evaluatif efektif meningkatkan minat belajar siswa pada konteks madrasah. Selain itu, model tersebut diharapkan dapat diterapkan lebih luas dalam sistem pendidikan nasional, khususnya di sekolah/madrasah dengan budaya serupa. Penelitian terdahulu selanjutnya dilakukan oleh Sutikno dkk. dengan judul AuPeran Pengelolaan Kelas dalam Meningkatkan Minat Belajar Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Siswa Kelas VII A SMP Metta Maitreya Pekanbaru. Ay Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan awal bahwa sepuluh siswa di kelas VII A belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), dan banyak yang menunjukkan rendahnya minat belajar terhadap Pendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti, sehingga menimbulkan kebutuhan untuk mengeksplorasi peran pengelolaan kelas dalam meningkatkan minat tersebut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan kelas berkontribusi pada peningkatan minat belajar siswa di kelas tersebut, dengan fokus pada praktik pengelolaan yang mencakup pemberian kuis, penciptaan suasana belajar yang nyaman, penggunaan fasilitas sekolah, pengaktifan siswa dalam kegiatan belajar, dan pemberian kesempatan bagi siswa untuk berinteraksi. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan wawancara, serta menggunakan analisis triangulasi untuk menguatkan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang dilakukan guru dengan strategi-strategi seperti kuis interaktif, suasana belajar kondusif, pemanfaatan fasilitas sekolah, keterlibatan siswa aktif, serta kesempatan interaksi berperan signifikan dalam meningkatkan minat belajar siswa terhadap mata pelajaran Secara khusus, pendekatan ini berhasil menumbuhkan antusiasme, keterlibatan, dan motivasi siswa yang sebelumnya rendah Ketiga penelitian terdahulu memiliki kesamaan dengan penelitian yang sedang dilakukan oleh peneliti, yaitu sama-sama menyoroti pengaruh atau peran pengelolaan kelas terhadap peningkatan minat belajar siswa, meskipun berbeda pada konteks mata pelajaran dan jenjang pendidikan. Penelitian Nurbaiti dkk. berfokus pada hubungan pengelolaan kelas daring dengan minat dan hasil belajar IPA di SD, sedangkan penelitian Azizah dkk. menitikberatkan pada transformasi pengelolaan kelas untuk meningkatkan minat belajar siswa di madrasah, dan penelitian Sutikno dkk. mengkaji peran pengelolaan kelas dalam meningkatkan minat belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Buddha di SMP. Perbedaan utamanya terletak pada pendekatan . aring vs. tatap muk. , mata pelajaran yang diteliti, serta metode yang digunakan, sementara penelitian peneliti saat ini fokus pada pengaruh pengelolaan kelas dalam proses belajar mengajar secara umum terhadap minat belajar siswa, tanpa dibatasi pada satu mata pelajaran atau model pembelajaran John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dengan pendekatan Menurut Kusumastuti dkk. , metode penelitian kuantitatif adalah penelitian dengan alat untuk olah data menggunakan statistik, oleh karena itu data yang diperoleh dan hasil yang didapatkan berupa Penelitian kuantitatif sangat menekankan pada hasil yang objektif, melalui penyebaran kuesioner data bisa diperoleh dengan objektif dan diuji menggunakan proses validitas dan reliabilitas. Lokasi penelitian yang dilakukan oleh peneliti di SMP Swasta BNKP Luzamanu. Variabel Penelitian Menurut Hafizah dkk. , variabel bebas merupakan variabel yang dapat mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya variabel dependen . Sedangkan variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen . Penelitian ini menggunakan dua variabel yaitu variabel independen . dan variabel dependen . AoPengelolaan kelasAo sebagai variabel bebas (X) dan Aominat belajarAo sebagai variabel terikat (Y). Menurut Swarjana & Skm . , populasi dalam penelitian adalah keseluruhan sumber data atau subjek penelitian atau sumber-sumber yang menjadi tempat akan diperoleh data. Populasi umum dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dan guru yang ada di SMP Swasta BNKP Luzamanu, dengan rincian guru 20 orang dan siswa 200 orang. Menurut Hildawati dkk. , sampel merupakan sebagian dari populasi penelitian yang dijadikan wakil untuk diteliti. Sampel diambil untuk memperoleh gambaran karakteristik populasi secara representatif. Menurut (Arikunto, 2. menyatakan bahwa apabila jumlah populasi kurang dari 100 orang, maka seluruh populasi dapat dijadikan sampel . Namun, apabila jumlah populasi lebih dari 100 orang, maka pengambilan sampel dapat dilakukan sebesar 1015% atau 2025% dari total populasi, tergantung pada kebutuhan dan efisiensi penelitian. Berdasarkan pendapat tersebut, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling proporsional dengan persentase sampel sebesar 10% dari jumlah populasi siswa. Penentuan jumlah sampel siswa dihitung menggunakan rumus sebagai berikut. ycAycUycE Sumber : Arikunto . Keterangan: n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi P = Persentase Sampel yang diambil John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 Berdasarkan rumus tersebut, jumlah sampel siswa dalam penelitian ini dihitung sebagai berikut. n = 200 ycU 100 = 20 Dengan demikian, jumlah sampel siswa yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 orang siswa. Selain siswa, penelitian ini juga melibatkan 20 orang guru sebagai responden. Sampel guru dan sampel siswa tidak digabung dalam satu dataset, melainkan dianalisis secara terpisah sesuai dengan peran dan variabel penelitian masing-masing. Data guru digunakan untuk mengukur variabel Pengelolaan Kelas sebagai variabel bebas, sedangkan data siswa digunakan untuk mengukur variabel Minat Belajar sebagai variabel terikat, sehingga analisis regresi dilakukan pada masing-masing kelompok data yang memiliki pasangan variabel X dan Y yang Instrumen Penelitian dan Indikator Tindakan Instrumen penelitian merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data dari objek Instrumen dalam penelitian kuantitatif sangat berpengaruh karena dengan menggunakan instrumen yang tepat akan dapat mengukur variabel yang akan diamati oleh peneliti (Iswahyudi dkk. , 2. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan kuesioner . Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan metode yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data yang diperlukan dalam menjawab permasalahan penelitian. Pada penelitian ini, teknik pengumpulan data menggunakan data primer yang diperoleh melalui angket . Angket yang digunakan dalam penelitian ini berbentuk angket tertutup, di mana setiap butir pernyataan telah disertai dengan alternatif jawaban yang harus dipilih oleh responden. Angket disusun menggunakan skala Likert dengan lima pilihan jawaban, yaitu sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, dan sangat tidak setuju. Penelitian ini menggunakan dua jenis angket, yaitu angket pengelolaan kelas (Variabel X) dan angket minat belajar (Variabel Y). Masing-masing angket terdiri dari 20 butir pernyataan, sehingga total keseluruhan butir pernyataan yang digunakan adalah 40 butir. Angket tersebut diisi oleh 20 responden siswa. Penyusunan butir angket dilakukan berdasarkan kisi-kisi instrumen yang mengacu pada indikator masing-masing variabel. Angket pengelolaan kelas disusun berdasarkan indikator : pengaturan ruang kelas, pengelolaan waktu, pengendalian perilaku siswa, dan penciptaan iklim belajar yang kondusif, sedangkan angket minat belajar disusun berdasarkan indikator: perasaan senang, perhatian, ketertarikan, dan keterlibatan siswa dalam Kisi-kisi instrumen digunakan untuk memastikan bahwa setiap indikator variabel terwakili secara proporsional dalam butir pernyataan angket. Teknik Analisis Data Teknik analisis data merupakan cara atau proses yang digunakan untuk mengolah dan menginterpretasikan data yang telah dikumpulkan, sehingga dapat ditarik kesimpulan yang sesuai dengan tujuan penelitian (Handayani, 2. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji koefisien korelasi, uji koefisien determinan, analisis regresi linear sederhana, dan John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 uji parsial . ji-t statisti. Dalam penelitian ini, uji validitas yang akan digunakan oleh peneliti adalah menyangkut butir soal atau item angket yang dilaksanakan dengan melihat besarnya koefisien korelasi. Untuk mengetahui tingkat validitas item dengan angka kasar, digunakan rumus Product Moment : ycycuyc = ycA. cUycU)Oe . cU). cU) Oo. cU 2 )Oe. cU)2 }. cU 2 )Oe . cU)2 } . Sumber: Arikunto . Keterangan : r xy = Koefisien korelasi . -hitun. = Banyaknya responden = Jumlah skor dalam distribusi X ycU = Jumlah skor dalam distribusi Y ycU 2 = Jumlah Kuadrat dalam skor distribusi X ycU 2 = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y ycUycU = Jumlah hasil perkalian masing-masing skor dari X dan Y Nilai rhitung diperoleh melalui pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25 dengan teknik Bivariate Correlation (Pearso. , yaitu dengan mengkorelasikan skor masing-masing item pernyataan dengan skor total variabel. Hasil nilai rhitung kemudian dibandingkan dengan nilai rtabel pada taraf signifikansi 5% ( = 0,. dengan derajat kebebasan . = N Ae 2. Suatu butir pernyataan dinyatakan valid apabila nilai rhitung>rtabel, dan dinyatakan tidak valid apabila nilai rhitung < rtabel . Reliabilitas merupakan tingkat ketetapan atau keajegan suatu instrumen dalam mengukur variabel Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila digunakan berulang kali pada subjek yang sama akan menghasilkan data yang relatif konsisten. Pengujian reliabilitas instrumen dalam penelitian ini dilakukan menggunakan teknik belah dua . plit-hal. dengan rumus SpearmanAeBrown. Pembagian butir instrumen dilakukan dengan cara membagi item pernyataan menjadi dua kelompok berdasarkan nomor ganjil dan genap, sehingga masing-masing belahan memiliki karakteristik yang relatif seimbang. Rumus reliabilitas SpearmanAe Brown yang digunakan adalah sebagai berikut: 2 y yc1 1 yc11= . yc11 ) . Sumber: Arikunto. Keterangan : yc11 yc11 = Reliabilitas instrumen = Korelasi antara dua belahan instrumen Jika yc11 Ou 0,60 instrumen dinyatakan reliabel Jika yc11 O 0,60 instrumen dinyatakan tidak reliabel Nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh kemudian diinterpretasikan dengan kriteria bahwa instrumen dinyatakan reliabel apabila nilai yc11 Ou0,60, dan dinyatakan tidak reliabel apabila nilai yc11 <0,60. Kriteria ini John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 mengacu pada pendapat Nunnally . yang menyatakan bahwa koefisien reliabilitas sebesar 0,60 atau lebih dapat diterima untuk penelitian eksploratif. Uji koefisien korelasi digunakan untuk mengetahui tingkat hubungan antara dua variabel, yaitu Aopengelolaan kelasAo (Variabel X) dan Aominat belajarAo (Variabel Y). Dalam penelitian ini, digunakan rumus Korelasi Pearson Product Moment sebagai berikut. ycycuyc = ycA. cUycU)Oe . cU). cU) . Oo. cU 2 )Oe. cU)}. cU 2 )Oe . cU)2 } Sumber: Arikunto . Keterangan: r xy = Koefisien korelasi N = Banyaknya responden X = Jumlah skor dalam distribusi X ycU = Jumlah skor dalam distribusi Y ycU 2 = Jumlah Kuadrat dalam skor distribusi X ycU 2 = Jumlah kuadrat dalam skor distribusi Y ycUycU = Jumlah hasil perkalian masing-masing skor dari X dan Y Koefisien determinasi merupakan ukuran yang menyatakan besarnya kontribusi atau pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat yang dinyatakan dalam bentuk persentase (%). Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar variabel bebas mampu menjelaskan variasi perubahan pada variabel terikat. Rumus koefisien determinasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: yaya = ycycuyc 2 y 100% . Sumber: Sugiyono . Keterangan: KD = Koefisien Determinasi rxy = koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh satu variabel bebas terhadap satu variabel terikat. Model persamaan regresi linear sederhana yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Y = bX Sumber: Sugiyono . Keterangan: = Variabel Terikat = Konstanta = Koefisien dari variabel X = Variabel Bebas . Nilai a dan b dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : yca= (Oc ycU)( Oc ycu(Oc ycU. Oe ( Oc Oe ( Oc ycU)( Oc ycU) ycUycU) . John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 yca= ycu(Oc ycUycU ) Oe (Oc ycu(Oc ycU)(Oc ycU. Oe ( Oc ycU) ycU )2 . Sumber: Sugiyono . Keterangan : X = Nilai variabel bebas Y = Nilai variabel terikat n = Banyaknya data . Berdasarkan hasil analisis regresi linear sederhana, diperoleh persamaan regresi: Y = a 0,723X Nilai koefisien regresi sebesar 0,723 menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan pengelolaan kelas akan meningkatkan minat belajar siswa sebesar 0,723 satuan, dengan asumsi variabel lain dianggap konstan. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan kelas berpengaruh positif terhadap minat belajar siswa. Uji-t pada dasarnya digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh suatu variabel bebas . secara parsial terhadap variabel terikat. Uji-t dilakukan terhadap koefisien regresi untuk mengetahui apakah pengaruh variabel bebas tersebut signifikan secara statistik. Rumus uji-t untuk koefisien regresi adalah sebagai berikut: t = ycIya Keterangan : = Nilai Statistik uji t = Koefisien regresi ycIyayca = Standar error dari koefisien regresi Pengujian signifikansi koefisien regresi dalam penelitian ini dilakukan menggunakan program SPSS, sehingga dasar pengambilan keputusan didasarkan pada nilai signifikansi (Sig. ) yang dihasilkan oleh output SPSS. Kriteria pengujian hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut: a Jika nilai Sig. < 0,05, maka HCa diterima, yang berarti variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. a Jika nilai Sig. Ou 0,05, maka HCA diterima, yang berarti variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Berdasarkan hasil uji-t menggunakan SPSS, diperoleh nilai signifikansi (Sig. ) sebesar < 0,001. Karena nilai Sig. < 0,05, maka HCa diterima, yang berarti pengelolaan kelas berpengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini menggunakan dua jenis angket yang berbeda, yaitu angket pengelolaan kelas . ariabel X) dan angket minat belajar (Variabel Y). Masing-masing angket terdiri dari 20 item pernyataan dan diisi oleh John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 20 responden untuk tiap jenis angket. Dalam perhitungan validitas, derajat kebebasan . ditentukan dengan rumus df = n Ae 2, dimana n = 20, sehingga df = 18. Berdasarkan rtabel pada taraf signifikansi 5%, nilai rtabel untuk df = 18 adalah sebesar 0,444. Dengan demikian, setiap item pernyataan pada angket pengelolaan kelas maupun angket minat belajar siswa dikatakan valid apabila nilai rhitung > rtabel . Setelah semua nilai rhitung diperoleh, dilakukan perbandingan dengan nilai rtabel. Berdasarkan hasil perbandingan tersebut, diketahui bahwa semua item pernyataan untuk angket pengelolaan kelas (Variabel X) dan angket minat belajar siswa (Variabel Y) memiliki nilai rhitung yang lebih besar dari nilai rtabel . Oleh karena itu, seluruh item pernyataan pada kedua angket dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai instrumen penelitian. Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas instrumen menggunakan teknik belah dua . plit-hal. dengan rumus SpearmanAeBrown, diperoleh nilai reliabilitas angket pengelolaan kelas (Variabel X) sebesar 0,769 dan angket minat belajar (Variabel Y) sebesar 0,823. Karena kedua nilai koefisien reliabilitas tersebut lebih besar dari 0,60, maka kedua instrumen dinyatakan reliabel. Selanjutnya, berdasarkan hasil perhitungan uji koefisien korelasi Pearson Product Moment, diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar r_xy = 0,748. Berdasarkan pedoman interpretasi koefisien korelasi, nilai tersebut berada pada rentang 0,600Ae0,799 yang menunjukkan tingkat hubungan kuat antara variabel pengelolaan kelas (Variabel X) dan minat belajar siswa (Variabel Y). Untuk mengetahui signifikansi hubungan tersebut secara statistik, dilakukan uji signifikansi korelasi dengan uji-t, menggunakan rumus sebagai berikut: yc = ycOoycuOe2 Oo1Oeyc 2 Sumber : Sugiyono . Keterangan: yc = nilai t hitung yc = koefisien korelasi ycu = jumlah sampel Berdasarkan perhitungan tersebut, dengan nilai r = 0,748 dan jumlah sampel n = 20, diperoleh nilai thitung = 4,78. Nilai thitung kemudian dibandingkan dengan nilai ttabel pada taraf signifikansi 5% ( = 0,. dengan derajat kebebasan . = n Ae 2 = 18, yaitu sebesar 2,101. Karena nilai thitung > ttabel . ,78 > 2,. , maka dapat disimpulkan bahwa korelasi antara pengelolaan kelas dan minat belajar siswa signifikan secara statistik. Dengan demikian, terdapat hubungan yang kuat dan signifikan antara pengelolaan kelas (Variabel X) terhadap minat belajar siswa (Variabel Y) Berdasarkan perhitungan koefisien determinan, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas memberikan kontribusi sebesar 55,95% terhadap minat belajar, sedangkan sisanya sebesar 44,05% dipengaruhi oleh faktor lain di luar pengelolaan kelas. Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel X (Pengelolaan Kela. terhadap Variabel Y (Minat Belajar Sisw. Penelitian ini menggunakan dua jenis angket, yaitu angket pengelolaan kelas dan angket minat belajar. Masing-masing angket diisi oleh 20 responden. Berdasarkan perhitungan, dapat diperoleh persamaan regresinya sebagai John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 Y = bX Y = 24,33 0,723X Berikut adalah garis persamaan regresi Y = 24,33 0,723X Garis Persamaan Regresi Gambar 1. Persamaan Regresi Y=24,33 0,723X Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah variabel Pengelolaan Kelas (X) berpengaruh terhadap Minat Belajar Siswa (Y). Dasar pengambilan keputusan yaitu, jika t hitung > t tabel maka terdapat pengaruh yang signifikan anatara pengelolaan kelas terhadap minat belajar siswa, sebaliknya jika t hitung < t tabel maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengelolaan kelas terhadap minat belajar siswa. Memformulasikan Hipotesa Ha = Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengelolaan kelas dalam proses belajar-mengajar terhadap minat belajar siswa di SMP Swasta BNKP Luzamanu. Menentukan Level of significant 5% . = 0,. dan derajat kebebasan . = n-2 Berdasarkan jumlah pasangan data sebanyak 20, maka diperoleh derajat kebebasan . = 20-2 = 18, maka nilai t tabel yang diperoleh dari tabel distribusi t adalah 2,101. Nilai ini akan digunakan sebagai dasar pembanding terhadap nilai t hitung dalam pengujian hipotesis. Hasil uji t . oefisien regres. menggunakan SPSS Berdasarkan hasil perhitungan data yang dilakukan oleh peneliti menggunakan SPSS diperoleh hasil Output uji t dari SPSS sebagai berikut: John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 Tabel 1. Hasil Output Uji t Antara Pengelolaan Kelas Terhadap Minat Belajar Siswa Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error Standardized Coefficients Beta Sig. Pengelolaan Kelas Dependent Variable: Minat Belajar siswa Sumber: Output analisis regresi linear sederhana menggunakan program SPSS versi 25 Pembahasan Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh bahwa pengelolaan kelas memiliki pengaruh yang signifikan terhadap minat belajar siswa. Hal ini ditunjukkan melalui nilai koefisien korelasi . sebesar 0,748, yang termasuk dalam kategori kuat. Artinya, terdapat hubungan yang kuat antara pengelolaan kelas dan minat belajar siswa. Semakin baik guru mengelola kelas, maka minat belajar siswa juga cenderung Selanjutnya melalui perhitungan koefisien determinasi diperoleh nilai sebesar 55,95%, (Halaman . yang berarti bahwa pengelolaan kelas memberikan kontribusi sebesar 55,95% terhadap peningkatan minat belajar siswa. Sedangkan sisanya, yaitu sebesar 44,05%, dipengaruhi oleh faktor lain di luar pengelolaan kelas, seperti lingkungan keluarga, motivasi pribadi siswa, metode pembelajaran, maupun dukungan teman sebaya. Analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa persamaan regresi yang diperoleh adalah: Y = 24,33 0,723X (Halaman . Berdasarkan persamaan tersebut, dapat ditafsirkan bahwa jika tidak ada upaya pengelolaan kelas (X = . , maka minat belajar siswa (Y) berada pada angka 24,33. Sementara itu, setiap peningkatan 1 satuan dalam pengelolaan kelas akan meningkatkan minat belajar siswa sebesar 0,723 satuan. Uji signifikansi terhadap koefisien regresi menghasilkan nilai t-hitung sebesar = 4,790 > t tabel = 2,101 . ada taraf signifikansi 5% dan df = . (Halaman . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengaruh pengelolaan kelas terhadap minat belajar siswa adalah signifikan secara statistik. Hasil ini mendukung teori-teori sebelumnya, seperti yang dikemukakan oleh (Yumna dkk. , 2. bahwa suasana kelas yang tertib, teratur, dan kondusif mampu meningkatkan perhatian dan semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Menurut B pengelolaan kelas merupakan serangkaian upaya terencana dan terorganisasi yang dilakukan guru untuk menciptakan, memelihara, dan mengatur lingkungan belajar yang kondusif sehingga mampu menumbuhkan dorongan internal maupun eksternal siswa untuk belajar secara aktif dan berkesinambungan, (Khoiriyah dkk. , 2. Sejalan dengan konsep pembelajaran, (Yenni dkk. , 2. mengatakan bahwa pengelolaan kelas yang baik juga memanfaatkan variasi metode, media, dan strategi pembelajaran untuk menyesuaikan dengan karakteristik, minat, dan kemampuan siswa, sehingga mereka merasa tertantang namun tetap percaya diri. Kondisi ini mendorong motivasi intrinsik, mengurangi gangguan belajar, serta membantu siswa lebih fokus pada tujuan pembelajaran. Selain itu, penelitian ini sejalan dengan temuan-temuan terdahulu yang menunjukkan bahwa pengelolaan kelas yang efektif berkontribusi besar terhadap iklim belajar yang positif. John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 Dengan demikian, hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran guru dalam mengelola kelas secara profesional dan sistematis untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan minat siswa. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi guru dalam manajemen kelas perlu menjadi perhatian serius bagi lembaga pendidikan dan pembuat kebijakan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai AuPengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar Terhadap Minat Belajar Siswa di SMP Swasta BNKP LuzamanuAy dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas memiliki hubungan yang kuat dan positif terhadap minat belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,748, yang tergolong dalam kategori kuat. Artinya, semakin baik guru dalam mengelola kelas, semakin tinggi pula minat siswa untuk mengikuti proses pembelajaran. Pengelolaan kelas memberikan kontribusi sebesar 55,95% terhadap minat belajar siswa, sementara sisanya sebesar 44,05% dipengaruhi oleh faktor lain di luar pengelolaan kelas. Ini menunjukkan bahwa pengelolaan kelas merupakan faktor penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi minat belajar siswa. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 24,33 0,723X Koefisien regresi positif menandakan bahwa setiap peningkatan dalam pengelolaan kelas akan diikuti dengan peningkatan minat belajar siswa. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai t-hitung lebih besar dari t-tabel, sehingga koefisien regresi tersebut signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas berpengaruh secara signifikan terhadap minat belajar siswa, baik secara teori maupun berdasarkan analisis data Berdasarkan kesimpulan tersebut, maka peneliti memberikan beberapa saran, diantaranya diharapkan para guru dapat terus meningkatkan kemampuan dalam mengelola kelas, baik dari aspek pengaturan fisik, pengendalian perilaku, maupun menciptakan interaksi yang kondusif. Guru juga disarankan untuk lebih responsif terhadap dinamika kelas guna menjaga fokus dan motivasi belajar siswa. Kemudian lembaga sekolah sebaiknya menyediakan pelatihan rutin bagi guru dalam hal manajemen kelas dan strategi pembelajaran aktif, guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang nyaman dan memadai secara sarana dan prasarana. Selain itu disarankan agar peneliti selanjutnya memperhatikan pentingnya penciptaan iklim belajar yang kondusif dalam menumbuhkan minat belajar siswa. Iklim belajar yang kondusif mencakup lingkungan yang aman, tenang dan mendukung dimana siswa merasa nyaman secara fisik maupun psikologis untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. John Boanerges Harefa. Bezisokhi Laoli. Wahyutra Adilman Telaumbanua, dan Yearning Harefa (Pengaruh Pengelolaan Kelas dalam Proses Belajar Mengajar terhadap Minat Belajar Sisw. JURNAL ILMIAH BINA EDUKASI ISSN 1979-8598 E-ISSN: 2655-8378 http://journal. id/index. php/jurnalbinaedukasi Vol. No. Desember 2025, 119 Ae 133 DAFTAR PUSTAKA