INSANtek Ae Jurnal Inovasi dan Sains Teknik Elektro Volume 6 No. 1 Mei 2025 E-ISSN: 2722-547X Implementasi Penyortiran Buah Tomat Berdasarkan Tingkat Kematangan Menggunakan Sensor Warna TCS3200 Berbasis Arduino Uno Muhammad Hermansyah1. Denny Irawan2* Universitas Muhammadiyah Gresik e-mail: hermansyahmuh5@gmail. com, 2den2mas@umg. Abstrak - Sebagai salah satu buah yang paling banyak dikonsumsi, tomat sering dianggap sebagai sayuran di bawah kategori pertanian. Mengingat tomat adalah komoditas yang sering ditanam untuk tujuan komersial, baik petani maupun pengolah makanan perlu mempertimbangkan kualitas. Sensor warna TCS3200 digunakan untuk secara otomatis menentukan tingkat kematangan tomat. Intensitas cahaya merah, hijau, dan biru (RGB) nantinya dapat diukur oleh sensor ini dihubungkan dengan tingkat kematangan tomat. Dengan bantuan sensor TCS3200 untuk deteksi warna, mikrokontroler Arduino Uno, motor servo untuk pergerakan tomat, motor DC, dan driver L298N yang berfungsi untuk menggerakkan ban berjalan yang akan menjadi lintasan tomat, penelitian ini bertujuan untuk merancang pemilahan tomat berdasarkan tingkat kematangan. Sensor inframerah akan menghitung jumlah tomat yang telah disortir secara kolektif, dan hasil pembacaan akan tertampil pada monitoring LCD 20x4 beserta tingkat kematangan buah serta waktu. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam proses sortir tomat secara otomatis dan mengurangi kesalahan yang disebabkan oleh penilaian manual. Kata Kunci: Tomat. Sensor TCS3200. Arduino Uno Abstract - As one of the most widely consumed fruits, tomatoes are often classified as vegetables under agricultural Considering that tomatoes are commonly cultivated for commercial purposes, both farmers and food processors need to ensure their quality. The TCS3200 color sensor is used to automatically determine the ripeness level of tomatoes. The intensity of red, green, and blue (RGB) light measured by this sensor is correlated with the tomatoAos ripeness stage. With the support of the TCS3200 sensor for color detection, an Arduino Uno microcontroller, a servo motor for tomato movement, a DC motor, and an L298N driver used to operate a conveyor belt that serves as the tomatoAos path, this research aims to design a system for sorting tomatoes based on ripeness An infrared sensor will count the total number of tomatoes that have been sorted, and the readings will be displayed on a 20x4 LCD monitor along with the fruitAos ripeness level and timestamp. This system is expected to improve the efficiency of the tomato sorting process and reduce errors caused by manual assessment. Keywords: Tomato. TCS3200 Sensor. Arduino Uno PENDAHULUAN Perkembangan teknologi yang cepat di era globalisasi kontemporer telah sangat membantu kemajuan dalam berbagai aspek kehidupan. Manusia harus selalu menggunakan teknologi untuk membantu mereka melakukan pekerjaan dan kemajuan teknologi selalu diikuti dengan kemajuan sumber daya manusia. Perkembangan sumber daya manusia mengiringi perkembangan teknologi dan penerapan teknologi pertanian baik sebelum dan sesudah panen sangat penting untuk menghasilkan makanan yang memadai dalam hal kualitas dan (Danuri, 2. Tomat adalah salah satu buah yang paling popular, yang sangat populer dan sering dianggap sebagai sayuran dalam kategori tanaman. Sebagai tanaman yang sering dibudayakan secara komersial, merupakan pertimbangan penting bagi petani dan pembuat makanan. Kualitas tomat biasanya ditentukan berdasarkan beberapa faktor, seperti ukuran, warna, bentuk, dan tingkat kematangan adalah beberapa variabel yang biasanya digunakan untuk menilai kualitas tomat. Tomat kaya akan vitamin dan senyawa anti penyakit dan juga bebas kolesterol, rendah kalori dan lemak, serta merupakan sumber protein dan serat yang sehat. Klasifikasi dan pemilihan tomat dalam skala besar sering kali sulit dilakukan karena volume produksi yang tinggi memerlukan metode otomatis yang cepat dan tepat. (S. Ristiyana. Mailidarni. Basuki. Sari. Lahati, 2. Sensor warna TCS3200 adalah salah satu contoh perkembangan teknologi yang memungkinkan penggunaan sensor warna untuk memilah buah tomat menentukan tingkat kematangan secara otomatis. Penyortiran merupakan kegiatan salah satu dari rangkaian proses produksi dan distribusi seperti contoh proses This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. INSANtek Ae Jurnal Inovasi dan Sains Teknik Elektro. Volume 6 No. 1 Mei 2025 E-ISSN: 2722-547X pemisahan barang atau benda berdasarkan klasifikasi tertentu. Tujuan penelitian ini menggunakan sensor TCS3200. Sensor TCS3200 yang dapat mengukur intensitas cahaya dalam warna merah, hijau, dan biru (RGB) dan terhubung dengan pematangan tomat digunakan dalam penelitian ini. Arduino Uno memiliki kekuatan pemrosesan untuk mengoperasikan sensor dan menangani data yang dikumpulkan, arduino uno dipilih sebagai mikrokontroler dalam sistem ini. (Hadirawati. Putri Lukman. Bakhtiar. Pongsamma, 2. Dalam penelitian ini penulis bertujuan untuk merancang perlengkapan berupa alat penyortir buah tomat sesuai dengan tingkat kematangannya dengan sensor TCS3200 sebagai sensor pendeteksi warna, arduino uno sebagai mikrokontroler utama, motor servo sebagai alat penyeleksi tomatnya, sensor inframerah akan menghitung jumlah penyortiran, serta LCD display menampilkan hasil jumlah tomat keseluruan yang telah disortir. Sistem ini beroperasi dengan mendeteksi nilai RGB dan massa tomat. Setelah kedua parameter tersebut diketahui, salah satu dari dua motor servo pada konveyor akan diaktifkan untuk mendorong tomat menuju wadah penampungan yang sesuai dengan kriteria yang terdeteksi. Informasi hasil pembacaan, termasuk tingkat kematangan dan massa buah, akan ditampilkan pada LCD 20x4. METODE PENELITIAN Perencanaan Sistem Pada tahap ini dilakukan pengujian sistem penyortiran tomat berdasarkan warna atau tingkat kematangannya dengan membaca nilai RGB (Red. Green. Blu. menggunakan sensor warna TCS3200. Sistem penyortiran ini mampu mengelompokkan tomat sesuai dengan klasifikasi kematangan, yaitu mentah, setengah matang, dan Sensor TCS3200 akan mendeteksi nilai RGB dari setiap tomat, lalu motor servo akan mengarahkan tomat ke tempat yang sesuai. Informasi tingkat kematangan serta nilai RGB masing-masing tomat akan ditampilkan pada layar LCD. Perancangan Blok Diagram Sistem Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 1. Diagram Blok Sistem Pada tahap ini dilakukan perancangan sistem dengan menggunakan Arduino Uno sebagai mikrokontroler utama yang berperan dalam memproses data yang diterima dari sensor. Arduino akan mengendalikan keluaran sistem berdasarkan data yang masuk. Sensor TCS3200 digunakan sebagai input untuk mendeteksi nilai RGB pada buah tomat. Setelah nilai RGB terdeteksi, motor servo akan diaktifkan untuk menyortir tomat sesuai perintah klasifikasi tingkat kematangannya. Selanjutnya motor DC akan terhubung dengan Driver L298N berfungsi untuk menggerakkan belt konveyor yang akan menjadi lintasan tomat. Buah tomat dideteksi dengan sensor TCS3200 akan melewati konveyor yang telah berjalan, lalu motor servo 1 akan memilah buah tomat ke tempat penampung 1 jika tomat mempunyai klasifikasi yang sudah matang, kemudian motor servo 2 akan memilah buah tomat ke tempat penampung 2 jika tomat mempunyai klasifikasi setengah matang, jika tomat yang tidak matang maka tomat akan langsung ke tempat penampung 3 tanpa adanya penggerak motor servo, dan proses selanjutnya tiap klasifikasi pada tomat akan dihitung oleh sensor inframerah sesuai dengan warnanya dan pengelompokannya yang selanjutnya akan ditampilkan informasi berupa tingkat kematangan buah tomat pada LCD display. http://jurnal. id/index. php/insantek INSANtek Ae Jurnal Inovasi dan Sains Teknik Elektro. Volume 6 No. 1 Mei 2025 E-ISSN: 2722-547X Perancangan Desain Hardware D Desain perangkat keras ini dibuat dengan mempertimbangkan penggunaan dan penataan komponenkomponen yang akan digunakan. Penempatan setiap komponen dirancang secara optimal agar mendukung kinerja sistem secara efisien. Ilustrasi tata letak tersebut ditampilkan pada Gambar 2 di bawah ini. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 2. Perancangan Secara Hardware Perancangan Proses Sistem Kerja Pada tahap ini akan dijelaskan sebagai berikut terdapat alur sebuah sistem dari cara kerja alat yang telah digambarakan melalui Gambar 3 dibawah. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 3. Flowchart Proses Kerja Sistem Keterangan : Mulai (Star. Sensor TCS3200 mendeteksi tomat Konveyor sudah berjalan sebelumnya Lengan servo akan bergerak untuk memlah tomat sesuai dengan tingkat kematangan Sensor inframerah akan menghitung jumlah tomat yang telah disortir http://jurnal. id/index. php/insantek INSANtek Ae Jurnal Inovasi dan Sains Teknik Elektro. Volume 6 No. 1 Mei 2025 E-ISSN: 2722-547X Hasil perhitungan keseluruan akan ditampilkan melalui LCD Selesai Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 4. Desain Gambar Perancangan Karakteristik RGB Sensor TCS3200 Karakiteristik sensor TCS 3200 merupakan sistem pembacaan sensor yang meliputi pembacaan Nilai RGB data dari suatu kualitas kematangan buah tomat. Untuk pembacaan buah tomat menggunakan sensor TCS3200 dapat dilihat pada tabel berikut ini. (Andrian. Y, 2. Tabel 1. Karakteristik RGB Mentah Setengah Matang Matang Sumber: Hasil Penelitian . HASIL DAN PEMBAHASAN http://jurnal. id/index. php/insantek INSANtek Ae Jurnal Inovasi dan Sains Teknik Elektro. Volume 6 No. 1 Mei 2025 E-ISSN: 2722-547X Pada tahap pengujian alat, dilakukan evaluasi terhadap sistem penyortiran tomat berdasarkan tingkat Sistem ini mampu mengklasifikasikan tomat ke dalam tiga kategori: mentah, setengah matang, dan matang. Nilai RGB dari buah tomat dibaca oleh sensor TCS3200, kemudian motor servo mengarahkan tomat sesuai hasil klasifikasi. Selain itu, sensor inframerah menghitung jumlah tomat yang telah disortir, dan seluruh informasi hasil pengujian ditampilkan pada layar LCD. Pengujian Sensor TCS3200 Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 5. Sensor TCS3200 Nilai RGB buah tomat diproses menggunakan Sensor TCS3200 untuk menentukan nilai kualitas kematangan buah tomat. Tabel 2. Hasil Pengujian Sensor TCS3200 Kualitas Kematangan Mentah Mentah Setengah Mateng Setengah Mateng Matang Matang Sumber: Hasil Penelitian . Sensor TCS3200 secara efektif mampu membedakan tingkat kematangan tomat berdasarkan variasi nilai RGB. Pola perubahan warna dari hijau, oranye, merah terbaca jelas melalui peningkatan nilai R dan penurunan nilai G. Sistem ini layak digunakan untuk klasifikasi otomatis kematangan buah tomat, baik dalam skala laboratorium maupun industri pascapanen. Pengambilan dan Analisis Pengujian Keseluruhan Tahap ini akan dilakukan pengujian secara keseluruan dengan menggunakan sensor TCS3200 dan sensor inframerah, dalam penelitian Rancang Bangun Penerapan Sortir Buah Tomat Menggunakan TCS3200 http://jurnal. id/index. php/insantek INSANtek Ae Jurnal Inovasi dan Sains Teknik Elektro. Volume 6 No. 1 Mei 2025 E-ISSN: 2722-547X Berbasis Arduino Uno, dan mikrokontroller arduino sebagai otak sistem kerja, maka hasil keseluruan sortir akan dikalkulasi dan ditampilkan melalui Lcd. Tabel 3. Hasil Pengujian Warna Tomat Jenis Warna Tomat Sukses Gagal Akurasi Error Hijau *** Hijau *** Orange *** Orange *** Merah *** Merah *** Sumber: Hasil Penelitian . Sistem klasifikasi tingkat kematangan buah tomat yang berbasis sensor TCS3200 terbukti menunjukkan kinerja yang sangat efektif dan andal. Dalam pengujian yang telah dilakukan, sistem ini mampu mencapai tingkat akurasi hingga 100%, yang menunjukkan bahwa metode pendeteksian warna yang digunakan sangat tepat dalam mengidentifikasi tingkat kematangan suatu buah tomat. Keakuratan ini menegaskan bahwa sensor TCS3200 memiliki kapabilitas yang tinggi dalam membedakan variasi warna pada permukaan tomat yang merepresentasikan tahapan kematangannya, mulai dari mentah hingga matang sempurna. Dengan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa komponen sensor TCS3200 ini sangat layak untuk diimplementasikan dalam proses pascapanen, khususnya dalam tahap pemilahan dan sortasi buah tomat. Penggunaan sensor ini akan membantu mempercepat proses klasifikasi, mengurangi risiko kesalahan manusia dalam penilaian visual, serta meningkatkan efisiensi dan konsistensi dalam pemilahan hasil panen. Selain itu, integrasi sistem ini ke dalam alat sortasi otomatis berpotensi besar untuk diterapkan di sektor pertanian modern guna menunjang proses distribusi yang lebih tepat sasaran dan menjaga kualitas produk pertanian sebelum sampai ke konsumen. KESIMPULAN Berdasarkan hasil dari penelitian yang telah dilakukan serta pembuatan alat yang telah dirancang, dapat disimpulkan bahwa penggunaan sensor TCS3200 menunjukkan performa yang sangat baik dalam hal akurasi, konsistensi, dan keandalannya dalam mendeteksi tingkat kematangan buah tomat melalui identifikasi warna. Sensor ini mampu membedakan warna dengan tepat, sehingga memungkinkan sistem untuk mengklasifikasikan buah tomat sesuai tingkat kematangannya. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam skala lebih luas, khususnya dalam bidang pertanian modern dan pengolahan hasil panen. Dengan keberhasilan ini, sistem yang telah dirancang sangat layak untuk terus dikembangkan menjadi sebuah alat sortasi otomatis yang lebih canggih dan efisien. Pengembangan lebih lanjut akan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi ketergantungan terhadap tenaga manusia, serta memperbaiki tingkat akurasi dalam proses sortasi Dengan demikian, alat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas hasil panen, efisiensi waktu, serta mendukung pertanian yang lebih modern dan berbasis teknologi. REFERENSI