ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action MENGEMBANGKAN MOTORIK HALUS ANAK KEGIATAN MENIRU BENTUK MENGGUNAKAN PJBL. DEMONSTRASI DAN MEDIA KERTAS KOKORU Mita Andini1. Novitawati2 Univelrsitas Lambung Mangkurat1,2 e-mail: mita96488@gmail. com, novitawati@ulm. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan motorik halus anak dalam meniru bentuk. Hal ini dikarenakan pembelajaran yang disajikan cenderung monoton, terfokus pada kegiatan menulis, membaca, dan berhitung, sehingga mengabaikan perkembangan kemampuan motorik halus anak dalam meniru bentuk. Upaya pemecahan masalah ini menggunakan model Project Based Learning. Metode Demonstrasi, dan Media Kertas Kokoru. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, dan menganalisis peningkatan kemampuan motorik halus anak. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 17 anak kelompok B2 TK Negeri 1 Alalak. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan menggunakan tabel dan grafik. Indikator keberhasilan yaitu aktivitas guru mencapai AuSangat BaikAy. Aktivitas anak mencapai AuSangat AktifAy dan hasil perkembangan aspek motorik halus anak secara klasikal AuSemua Anak Berkembang Sangat BaikAy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa . Aktivitas guru pada pertemuan 1 berkriteria Aucukup baikAy, pertemuan 2 berkriteria AubaikAy, pertemuan 3 berkriteria Ausangat baikAy, dan pertemuan 4 berkriteria Ausangat baikAy. Aktivitas anak pada pertemuan 1 . %) berkriteria Ausemua anak tidak aktifAy, pada pertemuan 2 . %) berkriteria Ausebagian anak aktifAy, pada pertemuan 3 . %) berkriteria AuaktifAy dan pada pertemuan 4 . %) dan hasil perkembangan motorik halus anak pada pertemuan 1 . %), pada pertemuan 2 . %), pada pertemuan 3 . %) dan pada pertemuan 4 . %) anak berhasil berkembang dengan kriteria AuBerkembang Sesuai HarapanAy (KHS) dan Berkembang Sangat Baik (KHS). Disarankan untuk menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Proyek. Metode Demonstrasi dan Media Kertas Kokoru sebagai acuan pembelajaran yang efektif untuk mencapai hasil yang lebih baik pada perkembangan motorik halus anak dalam meniru bentuk. Kata Kunci: Media Kertas Kokoru. Demonstrasi. Project Based Learning ABSTRACT The problem in this study is the low fine motor skills of children in imitating shapes. This is because the learning presented tends to be monotonous, focused on writing, reading and counting activities, so that it ignores the development of children's fine motor skills in imitating Efforts to solve this problem are using the Project Based Learning model. Demonstration Method and Kokoru Paper Media. The purpose of this study is to describe teacher activities, analyze children's activities and analyze the improvement of children's fine motor skills. The approach to this research uses a qualitative approach with the type of Classroom Action Research (CAR) with 4 meetings. The subjects of this study were children in group B2 of TK Negeri 1 Alalak, totaling 17 children. Data analysis uses descriptive analysis using tables and graphs. Indicators of success are teacher activity reaching "Very Good". Children's activity reaching "Very Active" and the results of the development of children's fine motor aspects classically "All Children Develop Very Well". The results of the study showed that . Teacher activity at meeting 1 was the critelrion "quitel good", melelting 2 was thel critelrion "good", melelting 3 was thel critelrion "velry good", and melelting 4 was thel critelrion "velry good". Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action Childreln's activitiels melelting 1 . %) critelria "all childreln arel not activel, melelting 2 . %) critelria "Somel childreln arel activel", melelting 3 . %) critelria "activel" and melelting 4 . %) and thel relsults of childreln's finel motor delvellopmelnt melelting 1 . %), melelting 2 . %), melelting 3 . %) and melelting 4 . %) childreln succelssfully delvellopeld with thel critelria "Delvelloping According to ELxpelctations" (BSH) and Delvelloping Velry Wel (BSB). It is relcommelndeld to usel thel Projelct Baseld Lelarning Modell. Delmonstration Melthod and Kokoru Papelr Meldia as elffelctivel lelarning relfelrelncels in ordelr to relalizel thel relsults of childreln's finel motor delvellopmelnt in imitating belttelr shapels. Keywords: Kokoru Papelr Meldia. Delmonstration. Projelct Baseld Lelarning PENDAHULUAN Pendidikan merupakan upaya guru dalam meningkatkan kemampuan intelektual dan emosional anak sehingga memiliki kepribadian yang baik dan memiliki pengetahuan yang luas. Setiap orang dilahirkan dengan kapasitas dan kemampuan otak yang berbeda-beda. Maka dari itu pendidikan merupakan salah satu aspek penting yang dapat memaksimalkan hal tersebut. Pendidikan ialah investasi terpenting yang dilakukan orang tua bagi masa depan anaknya. Sejak lahir ke dunia, anak memiliki banyak potensi dan harapan untuk berhasil di kemudian hari. Pendidikan lah yang menjadi jembatan penghubung anak dengan masa depannya itu. (Sugiarto. Definisi anak usia dini yang dikemukakan oleh NAEYC (National Assosiation Education for Young Chlidre. adalah sekelompok individu yang berada pada rentang usia antara 0 Ae 8 tahun. Anak usia dini merupakan sekelompok manusia yang berada dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Pada usia tersebut para ahli menyebutnya sebagai masa emas (Golden Ag. yang hanya terjadi satu kali dalam perkembangan kehidupan manusia. Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini perlu diarahkan pada fisik, kognitif, sosiol emosional, bahasa, dan kreativitas yang seimbang sebagai peletak dasar yang tepat guna pembentukan pribadi yang utuh. Motorik Halus adalah sebuah gerakan yang menunjukan adanya kerja antara otot-otot yang sudah terkoordinasi dengan susunan saraf dan otak. Motorik halus ini harus dikembangkan dengan baik pada anak supaya anak dapat be rkembang dengan optimal karena dalam kegiatan sehari-hari kemampuan motorik sangat dibutuhkan. (Suryana, 2. Menurut Wisudayanti . , gerakan motorik halus mempunyai peranan yang sangat penting, motorik halus adalah gerakan yang hanya melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu yang dilakukan oleh otot-otot kecil saja. Oleh karena itu gerakian didalam motorik halus tidak membutuhkan tenaga akan tetapi membutuhkan koordinasi yang cermat serta teliti. Modell Projelct baseld lelarning melnurut Handayani & Sinaga . , yakni suatu modell pelmbel ajaran yang digunakan olelh guru yang dimana anak dituntut untuk mampu melrancang, melmelcahkan masalah, melmbuat kelputusan selrta memberikan kelselmpatan anak untuk melnghasilkan karya baru selhingga pelmbellajaran melnjadi belrmakna. Metode demonstrasi dalam proses pembelajaran merujuk pada pendekatan mengajar yang melibatkan praktik atau pertunjukan langsung kepada peserta didik. Penerapan metode demonstrasi bermanfaat dalam berbagai konteks pembelajaran, karena mampu memperkokoh minat belajar dan secara positif memengaruhi tingkat konsentrasi peserta didik (Elviana et al. , 2. Menurut Ely Yuliana dalam bukunya yang dikutip Khoirudin & Astuti . , menyatakan bahwa kokoru merupakan kertas tebal yang berwarna dan bergelombang (Colour Corrugted Pappe. dan kertas ini bisa digunting, digulung, ditempel menjadi aneka bentuk yang diinginkan. Berdasarkan hasil wawancara dan obse rvasi di TK Negeri 1 Alalak Kelompok B2 permasalahan terdapat pada motorik halus anak terutama dalam kegiatan meniru bentuk masih Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action Hal ini dibuktikan dengan data hasil observasi dan wawancara Pada tahun ajaran 2024/2025 bahwa di kelompok B2 TK Negeri 1 Alalak menunjukkan bahwa 12 anak dari total 17 anak motorik halus anak masih belum berkembang terutama dalam meniru bentuk. Selanjutnya dari hasil obseravsi dan hasil wawancara yang dilakukan, pada anak kelompok B2 di TK Negeri 1 Alalak disebabkan berbagai macam faktor, berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan dise babkan karena Adapun penyebab terjadinya permasalahan tersebut yaitu kurangnya kegiatan yang menstimulasi aspek motorik halus anak. Pembelajaran yang disajikan cenderung monoton terfokus pada kegiatan menulis, membaca dan berhitung, sehingga mengabaikan kegiatan pengembangan motorik halus anak dalam meniru bentuk, kemudian kurangnya variasi model pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam melaksanakan pembelajaran dikelas. Jadi dapat disimpulkan bahwa motorik halus anak dalam koordinasi mata dan tangan dalam kegiatan meniru bentuk. Oleh karena itu dilakukan penelitian Tindakan kelas B2 di TK Negeri 1 Alalak, agar perkembangan motorik halus anak dalam meniru bentuk sesuai dengan tingkat pencapaian kurikulum pembelajaran di TK dan Kemendikbud No 137 Tahun 2014. Apabila permasalahan tersebut tidak diatasi maka akan berdampak terutama pada permasalahan motorik halus anak dalam meniru bentuk tidak akan berkembang secara optimal. Selain itu anak akan mengalami kesulitan untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari yang mengharuskan adanya koordinasi antara tangan dan mata saat melakukan kegiatan tertentu dan juga akan mengalami gangguan perilaku seperti malas belajar dan kurang percaya diri. Mengatasi masalah yang perlu bagi seorang guru adalah menyiapkan pembelajaran yang membuat anak aktif dan menyenangkan bagi anak untuk menunjang keberhasilan mengajar. Pembelajaran yang menyenangkan dapat membangkitkan minat dan rasa ingin tahu anak menumbuhkan rangsangan kegiatan belajar, serta membawa pengaruh terhadap pembelajaran sehingga terjadi peningkatan perkembangan motorik halus anak. Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan dan penyebab terjadinya masalah pada anak tersebut, diperlukan solusi yang tepat untuk memecahkan permasalahan ini dengan menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dan Metode Demonstrasi dengan Media Kertas Kokoru. Alasan peneliti menggunakan model ini adalah agar mendorong keaktifan siswa dalam pembelajaran, menciptakan kondisi pembelajaran yang menyenangkan, membantu anak mengembangkan motorik halus dalam meniru bentuk dan membantu memusatkan perhatiannya serta memberikan sejumlah latihan guna meningkatkan pengalaman anak untuk anak kelompok B2 TK Negeri 1 Alalak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan meniru bentuk, menggunakan model Project Based Learning. Metode Demonstrasi, melalui kegiatan Kertas Kokoru. METODE PENELITIAN Penelitan ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Menurut Walidi. Saifullah & Tabrani dalam Fadli . , penelitian kualitatif adalah suatu prose s penelitian untuk memahami fenomena-fenomena manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran yang menyeluruh dan kompleks yang dapat disajikan dengan kata-kata, melaporkan pandangan terinci yang di peroleh dari sumber informan, serta dilakukan dalam latar setting yang ada. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas termasuk dalam kegiatan ilmiah, karena dalam Penelitian Tindakan Kelas selain peneliti melakukan aksi secara sistematis, mengumpulkan data, menganalisis data, dan akhirnya menarik kesimpulan sehingga dalam Penelitian Tindakan Kelas kebenaran yang ditemukan merupakan kebenaran yang bersifat ilmiah. (Warso, 2. Penelitian tindakan kelas ini Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action dilaksanakan pada kelompok B2 TK Negeri 1 Alalak, yang terletak di Jalan Purnama 29. Tata Mesjid, kec. Alalak. Kabupaten Barito Kuala. Kalimantan Selatan Kode Pos 70582. Subjek dari penelitian ini adalah anak kelompok B2 di TK Negeri 1 Alalak yang berjumlah 17 orang yang terdiri dari 10 orang anak perempuan dan 7 anak laki-laki. Teknik pengumpulan data terdiri antara lain, observasi aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil observasi perkembangan aspek motorik halus anak. Dalam perolehan data yang sudah terkumpul dari lembar observasi yang telah disediakan kemudian di analisis, yaitu di interprestasikan sehingga data tersebut memberikan informasi yang berarti dalam proses perbaikan kualitas pembelajaran. Untuk analisis data di penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis kualitatif deskriptif yang diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru, aktivitas anak, serta perkembangan aspek motorik halus dalam kegiatan meniru bentuk yang diolah secara naratif dan dijabarkan dengan tabel, grafik dan interpretasi dengan Untuk indikator keberhasilan yang diharapkan yaitu, pada aktivitas guru dikatakan berhasil apabila mencapai rentang skor 17-21 dengan kriteria AuBaikAy. Adapun aktivitas anak apabila mencapai rentang skor 13-16 dengan kriteria AuSangat AktifAy secara individual dan keberhasilan anak secara klasikal mencapai Ou82% dengan kriteria AuSangat AktifAy dan indikator keberhasilan aspek perkembangan motorik halus dalam meniru bentuk dikatakan berhasil apabila secara individual minimal mencapai skor 3 dengan kriteria Berkembang Sesuai Harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Sedangkan secara klasikal motorik halus anak dapat dikatakan berkembang apabila mencapai Ou82% anak minimal memperoleh skor 3 kriteria berkembang sesuai harapan (BSH). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan hasil temuan penelitian di lapangan menunjukan bahwa aktivitas guru dalam melaksanakan pembelajaran melalui model project based learning. Metode demonstrasi dan media kertas kokoru mengalami peningkatan di setiap pertemuannya, dapat dilihat pada Tabel 1. Hasil Aktivitas Guru Pertemuan Skor Persentase Kategori Pertemuan 1 Cukup Baik Pertemuan 2 Baik Pertemuan 3 Baik Pertemuan 4 Sangat Baik Pada tabel 1 menunjukkan bahwa adanya peningkatan dalam aktivitas guru. Dari tabel diatas dapat dilihat dengan jelas bahwa pada setiap pertemuan yang dilakukan mengalami kecenderungan peningkatan dengan baik. Hasil observasi aktivitas guru dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru pada se tiap pertemuannya terdapat peningkatan, dimana setiap pertemuannya menunjukkan adanya peningkatan jumlah skor yaitu pada pertemuan 1 mendapat skor 16 dengan kategori AuCukup BaikAy, pada pertemuan 2 menjadi 20 dengan kategori AuBaikAy, pada pertemuan 3 mendapat skor 24 dengan kategori AuBaikAy. Dan pada pertemuan 4 mendapat skor 26 dengan kategori AuSangat BaikAy. Peningkatan yang terjadi merupakan perbaikan yang dilakukan oleh guru pada setiap pertemuan dengan melihat kekurangan yang terjadi pada saat proses pembelajaran, sehingga dengan adanya melihat kekurangan tersebut guru melakukan perbaikan demi dan pada akhirnya guru mampu mencapai hasil yang diharapkan yaitu dengan mencapai kategori AuSangat BaikAy pada pertemuan 4. Hal tersebut terjadi karena dalam setiap pertemuannya guru selalu membuat refleksi sehingga dari Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action hasil refleksi, guru mengetahui kekurangan-kekurangan yang harus diatasi pada pertemuan Terjadinya peningkatan juga dikarenakan guru berperan tidak hanya sebagai model atau teladan bagi anak, akan tetapi guru mempunyai andil dalam menciptakan pembelajaran menyenangkan agar meningkatnya keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran (Novitawati et al. , 2. Aktivitas anak selalu mengalami peningkatan disetiap pertemuannya, hal tersebut dapat terlihat di tabel 2. Tabel 2. Hasil Aktivitas Anak Persentase Kategori (A SA) Kurang Aktif Cukup Aktif Aktif Sangat Aktif Pertemuan Pertemuan 1 Pertemuan 2 Pertemuan 3 Pertemuan 4 Dari tabel 2 dapat dilihat dengan jelas bahwa aktivitas anak pada setiap pertemuan yang dilakukan mengalami peningkatan dengan baik. Hasil observasi aktivitas anak dalam pertemuan ini pada setiap pertemuannya terdapat peningkatan, dimana setiap pertemuannya menunjukkan adanya peningkatan yaitu Pada pertemuan 1 yaitu Persentase 29% dengan kategori AuHampir Tidak Ada Anak AktifAo, pada pe rtemuan 2 menjadi 53% dengan kategori AuSebagian kecil Anak AktifAy, pada pertemuan 3 yaitu persentase 76% dengan kategori AuSebagian Anak AktifAy . Dan pada pertemuan 4 meningkat menjadi 94% dengan kategori AuSeluruh Anak AktifAy. Berdasarkan hal tersebut menunjukkan adanya peningkatan aktivitas anak karena adanya kualitas pembelajaran yang dilaksanakan guru. Dengan demikian guru harus mampu menjadi fasilitator yang mampu me nciptakan suasana belajar yang menyenangkan, sehingga anak antusias dalam mengikuti pembelajaran. (Metroyadi & Mardhiah, 2. Hasil capaian perkembangan aspek motorik halus dalam kegiatan meniru bentuk menggunakan model Project Based Learning, metode demonstrasi dan media kertas kokoru mengalami peningkatan disetiap pertemuannya, dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 3. Relkapitulasi Hasil Pelrkelmbangan Motorik Halus Anak Pertemuan Persentase Kategori Pertemuan 1 Cukup Baik Pertemuan 2 Baik Pertemuan 3 Baik Pertemuan 4 Sangat Baik Dari tabel 3 dapat dilihat delngan jellas bahwa aspelk motorik anak pada seltiap pelrtelmuan yang dilakukan melngalami pelningkatan delngan baik. Hasil obselrvasi pelrkelmbangan motorik halus anak dalam pelnellitian ini pada seltiap pelrtelmuannya telrdapat pelningkatan, dimana seltiap pelrtelmuannya melnunjukkan adanya pelningkatan yaitu Pada pelrtelmuan 1 yaitu pelrselntasel 18% dengan kategori AuBelum BerkembangAy, pada pertemuan 2 menjadi 47% dengan kategori AuMulai BerkembangAy, pada pertemuan 3 menjadi 76% dengan kategori AuBerkembang Sesuai HarapanAy, dan pada pertemuan 4 meningkat menjadi 94% dengan kategori AuBerkembang Sangat BaikAy. Berdasarkan uraian diatas dapat dilihat kecenderungan peningkatan seluruh aspek, sebagaimana terlihat pada gambar 1. Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action PII PIV Aktivitas Guru Aktivitas Anak Hasil Perkembangan Motorik Halus Anak Gambar 1. Analisis Peningkatan Seluruh Aspek Berdasarkan gambar grafik diketahui bahwa terjadi kecenderungan peningkatan aktivitas guru, aktivitas anak dan hasil perkembangan motorik halus, dalam pembelajaran menggunakan model Project Based Learning, metode Demonstrasi dan media Kertas Kokoru. Apabila aktivitas guru mengalami peningkatan atau kenaikan setelah melakukan perbaikan maka aktivitas anak dan hasil perkembangan motorik halus anak akan mengalami peningkatan secara signifikan. Pembahasan Aktivitas guru sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan guru selama proses Dalam proses pembelajaran, guru sebagai sumber belajar merupakan kunci utama atas keberhasilan anak didik sebagai pembelajar. Peran guru sangat penting karena berkaitan erat dengan penguasaan materi belajar atau kurikulum pada umumnya. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa terjadi peningkatan yang signifikan terhadap hasil aktivitas guru pada setiap pertemuannya. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan adanya model dan media yang digunakan, dapat membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran yang efektif. Suasana dan pembelajaran itu diarahkan agar peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya melalui aktifitas belajar yang lebih aplikatif (Nuraeni, 2. Hasil aktivitas anak dalam meningkat secara signifikan pada setiap pertemuannya. Dalam hal ini, anak berperan sebagai subjek atau pelaku utama dalam kegiatan belajar. Selama proses pembelajaran, anak diharapkan untuk aktif, me skipun guru juga tetap berperan penting. Kegiatan pembelajaran itu sendiri adalah suatu proses yang dirancang secara sistematis untuk mencapai hasil belajar yang efektif dan efisien. Jika proses ini didukung dengan pemilihan metode dan media yang tepat, hal tersebut dapat menjadi kunci kesuksesan dalam (Wajabula et al. , 2. Perkembangan motorik halus anak berdasarkan hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan. Perkembangan motorik mencakup perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Aktivitas seperti berlari, berjalan, dan melompat merupakan contoh gerakan yang melibatkan otot besar dan memerlukan energi yang cukup besar. Sementara itu, gerakan motorik halus, seperti melipat, memotong, dan meronce, melibatkan penggunaan otot kecil dan memerlukan koordinasi yang baik antara mata dan tangan. (Ariani et al. , 2. Menurut Handayani & Sinaga . Project Based Learning yakni suatu model Copyright . 2025 ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah ACTION : Jurnal Inovasi Hasil Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah Vol. 5 No. 3 Tahun 2025 E-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741 Online Journal System: https://jurnalp4i. com/index. php/action pembelajaran yang digunakan oleh guru yang dimana anak dituntut untuk merancang, memecahkan masalah, membuat keputusan serta memberikan kesempatan anak untuk menghasilkan suatu karya. Tujuan penggunaan model pembelajaran berbasis proyek ialah untuk merangsang kreativitas anak dan mengajarkan mereka untuk selalu berpikir kritis dalam mencari solusi masalah dan mengambil keputusan tentang masalah yang mereka hadapi. Metode demonstrasi menurut Moeslichatoen sebagaimana dikutip Supandi et al. , bahwa dapat dipergunakan untuk memenuhi dua fungsi. Pertama, dapat dipergunakan untuk memberikan ilustrasi dan menjelaskan informasi kepada anak. Kedua, metode demonstrasi dapat membantu meningkakan daya pikir anak terutama daya pikir anak dalam peningkatan kemampuan mengenal, mengingat, berfikir konfergen, dan berfikir evaluatif. Metode ini yang mendukung dalam peningkatan perkembangan motorik halus anak sehingga pembelajaran tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Kertas kokoru merupakan media kertas seperti kertas origami namun memiliki bentuk Berbeda dengan kertas origami yang tidak memiliki tekstur. Media Kertas Kokoru adalah dapat digunakan untuk berbagai bakat kreatif, antara lain menghiasi scarpbook, majalah dinding sekolah, membuat kartu, bingkai foto, dan de korasi, binatang, mainan, mobil, bangunan, dan benda lain dari kokoru sesuai imajinasimu (Dini Oftaviani et al. , 2. Hal ini juga menjadi salah satu aspek di mana media ini berperan penting dalam peningkatan perkembangan motorik halus anak. Berdasarkan hasil ini, dapat ditarik garis besar bahwa jika proses pembelajaran menggunakan model Project Based Learning. Metode Demonstrasi dan media Kertas Kokoru, maka aktivitas guru, aktivitas anak dan kemampuan motorik halus dalam kegiatan meniru bentuk menunjukan pada setiap pertemuannya semakin meningkat. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian Tindakan kelas melalui model Project Based Learning, metode Demonstrasi dan media Kertas Kokoru terjadi peningkatan disetiap pertemuannya. Hal ini dikarenakan aktivitas guru dalam mengembangkan aktivitas anak dan aspek motorik halus dalam kegiatan meniru bentuk menggunakan model Project Based Learning, metode Demonstrasi dan media Kertas Kokoru sudah terlaksana sesuai dengan Langkah-langkah yang ditetapkan dan berhasil mencapai indikator keberhasilan dan mencapai kategori Sangat Baik. Aktivitas anak mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya dengan mencapai kategori Seluruh Anak Aktif. Hasil perkembangan juga mengalami peningkatan pada setiap pertemuannya dengan mencapai kategori Berkembang Sangat Baik. Hal yang kedua yaitu partisipasi atau keterlibatan anak dalam kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk melatih motorik halus anak terutama dalam kegiatan meniru bentuk. Anak-anak tampak aktif mengikuti seluruh kegiatan yang telah dirancang, mampu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, kreatif, dan menantang bagi anak. Hal ini mendorong partisipasi aktif dan menigkatkan kemampuan anak dalam mengontrol Gerakan halus tangan serta meningkatkan daya imajinasi pemecahan masalah. DAFTAR PUSTAKA