Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x - x Volume 1. No. Desember 2021 DAMPAK PENERAPAN MANAJEMEN PROYEJ TERHADAP KEBERHASILAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI DI SULAWESI UTARA Yessy C. Pandeiroth1 Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado e-mail : yessypandeiroth@unima. Moh. Fachruddin Suharto2 Fakultas Teknik Universitas Negeri Manado e-mail : fachruddinsuharto@unima. ABSTRAK Keberhasilan pelaksanaan proyek sudah sangat luas dibahas dalam berbagai literatur. Berbagai diskusi yang juga berfokus pada perkembangan pemahaman keberhasilan proyek, identifikasi kriteria keberhasilan dan faktor-faktor kritis terhadap keberhasilan proyek semakin banyak ditemui. Faktor-faktor kritis menjadi penentu meningkatnya potensi untuk mencapai keberhasilan proyek, sedangkan keberhasilan proyek dapat dievaluasi dengan bantuan kriteria keberhasilan. Beragam literatur dan pelatihan yang tersedia tentang manajemen proyek, namun teori yang ada gagal untuk memberikan keberhasilan proyek yang konsisten. Oleh karena itu, dibutuhkan analisis bagaimana menerapkan metodologi atau teori manajemen proyek untuk mencapai keberhasilan pelaksanaan proyek. Kegiatan penelitian ini ditujukan untuk mengetahui tingkat kepuasan pelaksana pekerjaan konstruksi, stekeholder proyek konstruksi terhadap keberhasilan pelaksanaan proyek, serta pengaruh gaya kepemimpinan menejer proyek terhadap keberhasilan proyek. Pengumpulan data dilakukan kuantitatif dengan menggunakan survei kuesioner terstruktur antara praktisi yang terlibat dalam proyek konstruksi. Berdasarkan analisis perhitungan nilai customer satisfaction Index (CSI) digunakan untuk analisis data dari penilaian kontraktor terhadap keberhasilan pelaksanaan proyek ialah sebesar 80,56 % , nilai ini menunjukkan tingkat kepuasan berada pada level puas. Pada saat survei, mayoritas . %%) proyek masih dalam pelaksanaan Ae pantau dan fase kontrol, sehingga diragukan bahwa keberhasilan pelaksanaan proyek mempengaruhi peringkat kepuasan stakeholder. Berdasarkan respon dari 30 responden diperoleh data kurang dari setengah responden menggambarkan bahwa pemimpin memiliki pengaruh. hasil ini menunjukkan bahwa pemimpin tidak harus memiliki wawasan yang luas. Hasil dari tanggapan responden terhadap keterlibatan menejer secara efektif dan pengaruhnya terhadap keberhasilan proyek adalah kurang dari 50% setuju. Hal ini mengindikasikan bahwa keberhasilan pelaksanaan proyek tidak terlalu bergantung pada efektifitas seorang menejer proyek. 16 responden mengklaim bahwa 100-50% pelaksanaan proyek berhasil. 9 responden mengklaim bahwa 49-30% proyek telah berhasil dilaksanakan. 5 responden menyatakan bahwa 29-0% keberhasilan pelaksanaan proyek oleh tim pelaksana. Hal ini mengindikasikan bahwa semua responden sepenuhnya sadar lingkungan yang selalu berubah dan terkadang kiriman berada di luar kendali tim proyek, yaitu implementasi/peningkatan system. Kata kunci: Proyek Konstruksi. Kontraktor, menejer proyek. Kepuasan (Dampak Penerapan Manajemen Proyek Terhadap Keberhasilan Penyelesaian Proyek Konstruksi di Sulawesi Utar. Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x-x Volume 2. No 1 Desember PENDAHULUAN Dekade empat tahun dari tahun 2015-2019. Kabinet Presiden Joko Widodo dan wakil presiden Jusuf Kalla memberi prioritas pada pembangunan infrastruktur diantara program prioritas Subsidi dari belanja produktif dialihkan pada pembangunan infrastrukrur, dana kesehatan, serta program Pendidikan, hal ini dimulai sejak tahun 2015. Tahun 2014 dianggarkan untuk infrastruktur Rp. 155 triliun dan pada tahun 2018 anggaran untuk infrastruktur menjadi Rp. 410 triliun. Infrastruktur masih menjadi kebutuhan dari masyarakat Indonesia pada umumnya. Pemerintahan Jokowi-Kalla menargetkan peningkatan daya saing negara Indonesia menduduki posisi ke -40. Dan ditahun 2019 pemerintahan Indonesia memberi konsentrasi pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) tapi juga tetap berfokus pada peningkatan penyelengaraan Infrastruktur . ementrian keuangan RI, 2. Pengendalian proyek pada industri konstruksi bertujuan untuk memastikan tepat waktu dalam penyelesaian, yang diberengi dengan kesesuaian anggaran dengan rencana serta tujuan proyek lainnya. Dan kadangkala menjadi situasi yang rumit dialami oleh seorang proyek menejer. Seorang menejer proyek secara berkelanjutan melakukan pengukuran kemajuan pelaksanaan, evaluasi rencana secara berkala dan perlu adanya Tindakan korektif disaat tertentu. erzner dalam Yokubu adisa alawale, 2. Pelaporan terhadap lambatnya progress proyek sering menciptakan konflik diantara pihak pelaksana proyek dalam suatu pekerjaan konstruksi (Solis, 2. Hal ini memicu adanya kerugian dari pihak pemilik tapi juga berdampak pada pihak pelaksana dalam hal ini kontraktor Kejadian ini berakibat adanya perdebatan perihal sumber masalah dan berpengaruh pada kontraktro pelaksana dan owner itu sendiri (Proboyo,2. Mengelolah proyek akan berhasil sejalan dengan efektifitas dari fungsi manajemen hai ini sesuai pendapat dari wulfram Ervianto . , dan ketidakberhasilan penyelenggaraan proyek pada umumnya diukur dari kemunduran Pengontrolan sumber daya tenaga kerja, peralatan, dan metode pada proses konstruksi adalah fokus penting dan utama dari pihak pelaksana/kontraktor (Sudipta, 2. Proyek pada pelaksanaannya memerlukan metode dan teknik yang tepat sehingga dapat menunjang keberhasilan suatu proyek. Penyelenggaran proyek yang tepat akan menentukan keberhasilan proyek. Pada kenyataan dilapangan ada masih ada saja pelaksanaan proyek yang bermasalah. Penerapan manajemen proyek diharapkan dapat mengontrol pelaksanaan proyek sehinnga tetap pada jalurnyya. Koskela, at al . memberi pendapat hingga saat ini belum ada nilai tambah terukur dengan menerapkan praktek terbaik manajemen proyek berdasarkan bahwa konsep manajemen proyek kontemporer tidak memiliki landasan teoritis dan berdasarkan teori sempit dan implisit yang mengatur pengembangan lebih jauh. Manajemen proyek tradisional, menyebabkan masalh yang ditimbulkan sendiri yang mempengaruhi kinerja proyek secara negative atau lebih buruk, bahkan menyebabkan proyek gagal. Meskipun banyak literatur manajemen proyek yang tersedia, pertanyaan kompleks tentang kontribusi keberhasilan manajemen proyek tetap tidak Sampai batas waktu tertentu, hingga suatu batas waktu tertentu, hal keberhasilan proyek secara umum mencapai kesepakatan, sedangkan yang lainnya masih memiliki ketidaksepakatan yang massif, sehingga hal ini tampaknya para peneliti dan praktisi gagal untuk menyetujui (Dampak Penerapan Manajemen Proyek Terhadap Keberhasilan Penyelesaian Proyek Konstruksi di Sulawesi Utar. Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x-x Volume 2. No 1 Desember pengaruh manajemen proyek terhadap keberhasilan proyek dan banyak hal yang perlu diteliti lebih lanjut. KAJIAN LITERATUR Pengertian Proyek dan Manajemen Proyek Memahami konsep proyek telah berkembang pesat dalam beberapa dekade Untuk waktu yang lama, proyek dianggap sebagai tugas yang unik (Olsen 1. Lundin dan Syderholm . menyadari pada pertengahan 90-an bahwa proyek adalah organisasi sementara. (Gyryg 2. mendefinisikannya sebagai berikut: '. proyek adalah kegiatan satu kali, kompleks, dan rangkaian kegiatan unik yang dilakukan. Proyek memiliki karakteristik dan aturan khusus dibandingkan dengan pekerjaan operasional (J. Turner, 2. Proyek itu unik dan menuntut penilaian yang khas. Oleh karena itu, tampaknya sulit untuk menerapkan metodologi manajemen statis yang mampu berhasil mengelola proyek pada tingkat yang konsisten sebagai "unik", "tujuan tertentu" dan proyek individu "tujuan" menunjuk ke arah membidik target yang bergerak. Manajemen proyek modern diperkenalkan selama proyek Manhattan pada awal 50an (H. Kerzner, 1. Manajemen dalam implentrasi pada proyek adalah kesatuan dari proses perencanaan, dilanjutkan pada tahapan pelaksanaan. Tindakan pengendalian serta pengkoordinasian proyek sejak awal . ahap gagasa. sampai akhir dari tahapan proyek dimana ada jaminan keterlaksanaan proyek sesuai waktu rencan, dana proyek yang tepat, juga kesusuian mutu proyek (Wulfram, 2. Dan juga Nancy Mingus dalam tulisannya tahun 2004 berpendapat manajemen proyek merupakan implementasi suatu pengetahuan, ketrampilan/keahlian, penggunaan alat, juga pemiliahan Teknik yang bertujuan untuk terpenuhinya bahkan melebihi harapan stakeholder proyek. METODE Pada bagian metode berisikan proses pelaksnaan penelitian yang terdiri dari: . perancangan penelitian. adapah populasi serta jumlah sampel . teknik pengumpulan data dan pengembangan instrumen. teknik analisis data. Pada jenis penlitian yang ada peralatan dan bahan, maka penting menuliskan spesifikasi dari peralatan, serta spesifikasi Yang dimaksukan dengan spesifikasi dari perlalatan adalah kecanggihan alat dan untuk spesifikasi bahan adalah jeni/macam bahan pakai . Penelitian kualitatif seperti jenis penelitian etnografi, bentuk fenomenologi, jenis penelitian studi kasus,serta lainnya, penting untuk menambahkan kehadiran dari peneliti, subjek suatu penelitian, juga pemberi informasi yaitu informan, dan juga metode penggalian data penelitian, mencantumkan lokasi dan jangka waktu penelitian serta menguraikan keabsahan hasil penelitaan yang dilakukan. Keberhasilan Proyek Pemahaman tentang keberhasilan proyek telah berkembang selama beberapa dekade, dan proses sudah ini sesuai dengan pemahaman konsep proyek dan pengelolaan (Dampak Penerapan Manajemen Proyek Terhadap Keberhasilan Penyelesaian Proyek Konstruksi di Sulawesi Utar. Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x-x Volume 2. No 1 Desember Pada awalnya, makalah tentang keberhasilan proyek berfokus pada segitiga proyek klasik . aktu, biaya, kualita. Kemudian, ini ditingkatkan dengan mempertimbangkan pemangku kepentingan kepuasan dan aspek strategis klien. Perkembangan ini membutuhkan pertimbangan hubungan timbal balik di antara komponen keberhasilan proyek: kriteria keberhasilan danfaktor penentu keberhasilan (Judgev Ae Myller 2005. Myszyros 2. Penerapan manajemen proyek untuk keberhasilan proyek memiliki tujuan akhir yaitu mencapai konsistensi dalam keberhasilan proyek. Namun tidak ada definisi keberhasilan proyek yang disepakati bahkan hanya memperumit pencapaiannya. Tabel 1. Kriteria kesuksesan proyek Sumber : (Westhuizen. D dan Fitsgerald E, 2005 Hubungan antara Manajemen Proyek dan Keberhasilan proyek Penerepan manajemen proyek dikombinasi dengan beberapa faktor akan mempengaruhi keberhasilan proyek dan tidak semua alat, pemilihan teknik manajemen proyek akan berpengaruh langsung terhadap kesuksesan pelaksanaan proyek (Dampak Penerapan Manajemen Proyek Terhadap Keberhasilan Penyelesaian Proyek Konstruksi di Sulawesi Utar. Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x-x Volume 2. No 1 Desember Tabel 2 Faktor-faktor keberhasilan proyek Sumber : (Ashley dkk. Nguyen dkk. Rohaniyati 2009. Toor dkk. Literatur kontemporer mengacu pada manajemen proyek praktik, sebagai kombinasi konsep, proses, alat dan teknik. Penerapan manajemen tradisional yang menitik beratkan pada segitiga ketergantungan yang tampaknya sudah ketinggal zaman, tapi masih merupakan ukuran yang disepakati secara luas untuk kesuksesan penerapan manajemen Dan dalam perkembangan membutuhkan pertimbangan hubungan timbal balik di antara komponen keberhasilan proyek: kriteria keberhasilan dan faktor penentu keberhasilan (Judgev Ae Myller 2005. Myszyros 2. Gaya Kepemimpinan Menejer Proyek Sejajar dengan pengetahuan yang diperlukan dari manajer proyek maka dari sembilan identifikasi faktor penentu keberhasilan menejer proyek maka gaya kepemimpinan merupakan sangat penting (Yang et al. Pada tahun 60-an, pendekatan gaya kepemimpinan adalah berfokus pada hubungan manajer proyek terhadap pelaksanaan (Dampak Penerapan Manajemen Proyek Terhadap Keberhasilan Penyelesaian Proyek Konstruksi di Sulawesi Utar. Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x-x Volume 2. No 1 Desember rencana dan pengelolaan anggota tim (Fiedler 1. Ide ini kemudian ditingkatkan, misalnya oleh gaya kepemimpinan demokratis, diktator, karismatik, atau gaya kepemimpinan berdasarkan konteks proyek (Blaskovics 2014. Turner 2. Myller dan Turner . memberikan gambaran yang komprehensif tentang gaya kepemimpinan, dan mengidentifikasi dalam kategori berikut: A Kepemimpinan berdasarkan sifat: manajer proyek harus memiliki karakteristik kepribadian tertentu . eperti kepercayaan dir. , yang diperlukan untuk mengelola dengan sukses. A Kepemimpinan berdasarkan perilaku atau gaya: proyek yang berbeda memerlukan gaya kepemimpinan yang berbeda. Karena itu, manajer proyek harus menggunakan atribut tersebut dan sejauh itu yang diperlukan untuk proyek yang diberikan . eperti pemberdayaa. A Kepemimpinan berdasarkan kontinjensi: sangat penting untuk mengidentifikasi karakteristik proyek dan manajer proyek harus beradaptasi dengan ini. A Kepemimpinan berdasarkan karisma atau visi: terdiri dari dua kategori. Pertama kategori menekankan pentingnya karakteristik pribadi dan memimpin dengan Yang kedua menekankan pentingnya mewujudkan rencana melalui bonus dan reaksi terhadap penyimpangan. A Kepemimpinan berdasarkan kecerdasan emosional: kecerdasan emosional adalah kunci untuk keberhasilan proyek, sehingga manajer proyek harus menerapkannya selama proyek. A Kepemimpinan berdasarkan kompetensi: manajer proyek harus memiliki kompetensi . isalnya kompetensi emosiona. untuk mencapai keberhasilan TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN Penelitian ini memiliki tujuan mengetahui tingkat kepuasan pelaksana proyek konstruksi, stakeholder terhadap keberhasilan proyek, untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan meneger proyek terhadap keberhasilan proyek dan Manfaat penelitian dapat memberikan sumbangsi khususnya bagi pelaksana jasa konstruksi dan akademisi dalam hal ini program studi teknik sipil. METODE Tahapan Penelitian Penelitian dilaksanakan bertahap yaitu: Tahap survey Tahap studi pustaka Tahap pengumpulan data primer dan data sekunder Tahap mengnalisis data Penutup kesimpulan dan saran (Dampak Penerapan Manajemen Proyek Terhadap Keberhasilan Penyelesaian Proyek Konstruksi di Sulawesi Utar. Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x-x Volume 2. No 1 Desember Gambar 1 : Diagaram bagan alir Gambar 1. Alur Penelitian Pemilihan metode kuantitatif berupa survey untuk mengumpulkan data dan informasi dari sampel terpilih, dan dilanjutkan dengan wawancara yang adalah bentuk dari penelitian Tujuan wawancara adalah memaksimalkan kesesuaian makna yang ada pada kueseioner dan penyelidikan lanjut atas masalah yang diteliti . lawale at al, 2. Alat Penelitian. Responden dan metode sampling Pada penelitian ini data di peroleh melalui kuesioner. Kuesioner yang digunakan berjenis close Ended Dichotomy Question berskala likert, yang berfungsi pada pengukuran pendapat, juga sikap, dan berbagai persepsi dari sekelompok juga perorangan terhadap symptom atau fakta peristiwa yang dialami. Bobot skor sebagai berikut: (Dampak Penerapan Manajemen Proyek Terhadap Keberhasilan Penyelesaian Proyek Konstruksi di Sulawesi Utar. Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x-x Volume 2. No 1 Desember Tabel 3. Penilaian Bobot Skor Jawaban Sumber : Fitrina. Responden Pada penelitian ini responden adalah pelaksana, stakehorder dari pekerjaan jalan di kabupatan minahasa dan proyek penataan pekerjaan bangunan gedung di kota manado Uji Kepuasan Kontraktor dan kepuasan Stakeholder Pengujian kepuasan menggunakan : Metode Indeks kepuasan pelanggan. (CSI. Penggunaan CSI untuk memperoleh ukuran kepuasan pelanggan-customer yang memiliki sifat kontinu. Dimana ada 4 langkah yaitu : Penentuan Mean Importance Score (MIS. Mean satisfaction score (MSS). Nilai diperoleh dari rerata tingkat kepentingan dan kinerja tiap responden. Rumus menentukan MIS dan MSS yaitu: Menghitung weight factor. (WF. ), bobot dari presentase (Dampak Penerapan Manajemen Proyek Terhadap Keberhasilan Penyelesaian Proyek Konstruksi di Sulawesi Utar. Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x-x Volume 2. No 1 Desember Perhitungan Weighting. Score. Perhitungan bobot perkalian antara Weighting. Factor. dengan rata-rata tingkat kepuasan MSS Perhitungan CSI. Pada umumnya skala intepretasi kepuasan yang digunakan adalah skala nol sampai satu atau dari nol sampai seratus Nilai intepretasi kepuasana berskala satu hingga lima dengan nilai indek serta korelasi terhadap nilai kepuasan diuraikan pada tabel 4: Tabel 4 : Nilai Kepuasan Sumber : Fitriana. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan analisis perhitungan nilai customer satisfaction Index (CSI) pada pengelolaan data pada penelitian yang dilaksanakan, penilaian kontraktor terhadap keberhasilan pelaksanaan proyek ialah sebesar 80,56 % , nilai ini menunjukkan tingkat kepuasan berada pada level puas. Pada saat survei, mayoritas . %%) proyek masih dalam pelaksanaan Ae pantau dan fase kontrol, sehinnga diragukan bahwa keberhasilan pelaksanaan proyek mempengaruhi peringkat kepuasan stake holder. Berdasarkan respon dari 30 responden diperoleh data kurang dari setengah responden menggambarkan bahwa pemimpin memiliki pengaruh. hasil ini menunjukkan (Dampak Penerapan Manajemen Proyek Terhadap Keberhasilan Penyelesaian Proyek Konstruksi di Sulawesi Utar. Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x-x Volume 2. No 1 Desember bahwa pemimpin tidak harus memiliki wawasan yang luas. Hasil dari tanggapan responden terhadap keterlibatan menejer secara efektif dan pengaruhnya terhadap keberhasilan proyek adalah kurang dari 50% setuju. Hal ini mengindikasikan bahwa keberhasilan pelaksanaan proyek tidak terlalu bergantung pada efektifitas seorang menejer 16 responden mengklaim bahwa 100-50% pelaksanaan proyek berhasil. responden mengklaim bahwa 49-30% proyek telah berhasil dilaksanakan. 5 responden menyatakan bahwa 29-0% keberhasilan pelaksanaan proyek oleh tim pelaksana. Hal ini mengindikasikan bahwa semua responden sepenuhnya sadar lingkungan yang selalu berubah dan terkadang kiriman berada di luar kendali tim proyek, implementasi/peningkatan sistem, dan segera. PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan : Berdasarkan analisis perhitungan nilai customer satisfaction Index (CSI) pada pengelolaan data yang telah dilakukan, penilaian kontraktor terhadap keberhasilan pelaksanaan proyek ialah sebesar 80,56 % , nilai ini menunjukkan tingkat kepuasan berada pada level puas. Pada saat survei, mayoritas . %%) proyek masih dalam pelaksanaan Ae pantau dan fase kontrol, sehinnga diragukan bahwa keberhasilan pelaksanaan proyek mempengaruhi peringkat kepuasan stake holder. keberhasilan pelaksanaan proyek tidak terlalu bergantung pada efektifitas seorang menejer proyek. Semua responden sepenuhnya sadar lingkungan yang selalu berubah dan terkadang kiriman berada di luar kendali tim proyek, yaitu implementasi/peningkatan sistem, dan segera Saran Atas dasar kesimpulan seperti tersebut diatas, maka dapat diajurkan saran-saran sebagai berikut: Perlu adanyan kajian tentang tingkat kepuasan terhadap pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek Penelitian lebih lanjut tentang faktor lainnya dari menejer proyek/tim proyek yang berdampak pada keberhasilan pelaksanaan proyek. (Dampak Penerapan Manajemen Proyek Terhadap Keberhasilan Penyelesaian Proyek Konstruksi di Sulawesi Utar. Jurnal Ilmiah DeSciArs ISSN x-x Volume 2. No 1 Desember DAFTAR PUSTAKA