Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Volume 3. Nomor 3. Juni 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. DOI: https://doi. org/10. 61132/jbpai. Available online at: https://journal. id/index. php/jbpai Penciptaan Manusia dalam Al-QurAoan dan Ilmu Embriologi: Tafsir Ilmi Ihyaudin1*. Wulan Octaviani Putri2. Indah Ramadhani Priyono3. Andi Rosa4 Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Indonesia Email : ihyaudin@uinbanten. id 1, wulanocatviani@gmail. com 2, indahramadhani795@gmail. com 3, rosa@uinbnten. Alamat: Jl. Syech Nawawi Al-Bantani Kp. Andamui Kel. Sukawana Kec. Curug Kota Serang Korespondensi penulis: ihyaudin@uinbanten. Abstract. The QurAoan contains a wealth of information and regulations regarding the Essence and purpose of the creation of the universe, including the process of human Creation. It describes several stages of human development starting from the prenatal Phase, namely the nutfah . perm dro. , alaqah . clinging clo. , mudghah . chewed-like Lump of fles. , izam . ormation of bone. , and khalqan akhar . he formation of a complete Human In interpreting these stages. Ar-Razi applies a philosophical approach, while Hamka employs a scientific approach in their interpretations of Surah al-MuAominun verses 12-14. The main issue explored in this study is how the two exegetes interpret QurAoan Surah al-MuAominun verses 12-14 concerning the process of human This research Is qualitative, employing a library research approach and a comparative method between Mafatih al-Ghayb and Tafsir al-Azhar. Data collection is conducted through Documentation techniques, which involve gathering relevant written or recorded Documents. The findings conclude that although both scholars present similar theories. They adopt different approaches. Ar-Razi interprets these verses as referring to the creation Of Prophet Adam and his descendants, whereas Hamka interprets them as describing the general process of human creation . he offspring of Ada. Keywords:Human Creation. Comparative. Interpretation. Abstrak. Al-QurAoan berisi berbagai informasi dan aturan seputar esensi serta makna Penciptaan dunia, termasuk proses pembentukan manusia. Dalam al-QurAoan, terdapat beberapa tahap perkembangan manusia, yang dimulai dari fase prenatal, yaitu fase nufah . ir sperm. Aoalaqah . umpalan dara. , mudgah . umpalan dagin. , izAm . embentukan Tulan. , hingga kholqon Akhor . embentukan janin yang sempurn. Ar-RAzi dalam Penafsirannya menggunakan pendekatan filosofis, sementara Hamka mengedepankan Pendekatan ilmiah dalam menafsirkan surat al-MuAominn ayat 12-14. Isu yang diteliti dalam Kajian ini adalah bagaimana kedua mufasir tersebut menginterpretasikan Q. al-MuAominn Ayat 12-14 mengenai proses penciptaan manusia. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan Pendekatan pustaka dan menerapkan metode komparatif antara tafsir MafAtih al-Ghaib dan Tafsir al-AzhAr. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumentasi, yaitu Mengumpulkan dokumendokumen tertulis atau tersimpan yang relevan. Temuan Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun keduanya mengemukakan teori yang mirip. Pendekatan yang digunakan berbeda. Ar-RAzi menafsirkan ayat tersebut dengan merujuk Pada penciptaan Nabi Adam dan keturunannya, sedangkan Hamka memahami itu sebagai Penciptaan manusia secara umum sebagai keturunan Nabi Adam. Kata kunci: Penciptaan Manusia. Komparatif. Penafsiran. LATAR BELAKANG Al-QurAoan sebagai kitab suci umat Islam tidak hanya mengandung ajaran-ajaran spiritual dan moral, tetapi juga menyimpan petunjuk-petunjuk ilmiah yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern. Salah satu tema yang menarik untuk dikaji dari sudut pandang ilmiah adalah penciptaan manusia. Dalam beberapa ayat, seperti Q. Al-MuAominun ayat 12Ae14. Al-Hajj ayat 5, dan Q. As-Sajdah ayat 7Ae9. Al-QurAoan menggambarkan proses penciptaan manusia secara bertahap, mulai dari nutfah . etetes air man. Aoalaqah Received: Mei 16, 2025. Revised: Mei 31, 2025. Accepted: Juni 14, 2025. Published: Juni 21, 2025 Penciptaan Manusia dalam Al-QurAoan dan Ilmu Embriologi: Tafsir Ilmi . egumpal dara. , hingga menjadi mudghah . egumpal dagin. yang kemudian diberi ruh dan dibentuk dengan sempurna. Deskripsi ini mengandung makna yang dalam, dan ketika dikaji dengan pendekatan tafsir ilmiAiyakni metode penafsiran ayat-ayat Al-QurAoan dengan bantuan temuan-temuan ilmiah modernAiakan tampak bahwa uraian Al-QurAoan tersebut memiliki korelasi yang signifikan dengan temuan-temuan dalam ilmu embriologi, yakni cabang biologi yang mempelajari perkembangan embrio dari pembuahan hingga kelahiran. Embriologi modern mengungkapkan bahwa proses perkembangan janin dalam rahim berlangsung secara bertahap dan sistematis, sebagaimana yang digambarkan dalam Al-QurAoan berabad-abad yang lalu sebelum teknologi mikroskop ditemukan. Hal ini menimbulkan kekaguman sekaligus menjadi bukti akan kemukjizatan Al-QurAoan, bahwa wahyu ilahi telah mengungkapkan proses penciptaan manusia secara ilmiah jauh sebelum ilmu pengetahuan berkembang seperti sekarang. Kajian ini menjadi penting tidak hanya untuk memperkuat keimanan terhadap kebenaran Al-QurAoan, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa tidak ada pertentangan antara wahyu dan akal, antara agama dan sains. Oleh karena itu, kajian tentang AuPenciptaan Manusia dalam AlQurAoan dan Ilmu EmbriologiAy melalui pendekatan tafsir ilmi merupakan kontribusi penting dalam upaya integrasi antara ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan modern. KAJIAN TEORITIS Kajian teoritis merupakan dasar konseptual yang membingkai penelitian agar memiliki landasan ilmiah dan metodologis yang kuat. Dalam konteks penelitian tentang penciptaan manusia dalam Al-QurAoan dan ilmu embriologi, terdapat beberapa teori dan pendekatan utama yang menjadi landasan analisis, yaitu: Tafsir Ilmi Tafsir ilmi adalah metode penafsiran Al-QurAoan dengan pendekatan ilmu pengetahuan Tafsir ini bertujuan untuk mengungkapkan dimensi ilmiah yang terkandung dalam ayat-ayat Al-QurAoan dengan menggunakan temuan empiris dari ilmu pengetahuan sebagai alat Menurut Al-Zarqani, tafsir ilmi menunjukkan bahwa Al-QurAoan dapat berdialog dengan perkembangan zaman dan membuktikan kemukjizatannya melalui kesesuaian dengan fakta Dalam konteks penciptaan manusia, tafsir ilmi mencoba menjelaskan istilah-istilah seperti nutfah. Aoalaqah, dan mudghah dengan membandingkannya terhadap tahapan perkembangan embrio dalam rahim berdasarkan ilmu biologi dan kedokteran modern. JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 JUNI 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Ilmu Embriologi Embriologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari perkembangan embrio sejak pembuahan hingga kelahiran. Ilmu ini menjelaskan bahwa proses perkembangan manusia dimulai dari penyatuan sel sperma dan ovum . , yang kemudian mengalami pembelahan sel, pembentukan lapisan embrionik, dan diferensiasi organ. Tahapan ini secara rinci dapat dijelaskan dalam terminologi medis seperti morula, blastula, gastrula, dan fetus. Menurut Keith L. Moore, seorang ahli anatomi dan embriologi, beberapa deskripsi dalam Al-QurAoan mengenai perkembangan embrio sangat akurat dan sesuai dengan pengetahuan medis modern, bahkan menginspirasi peneliti Barat untuk lebih jauh meneliti hubungan antara teks keagamaan dan sains. Integrasi Islam dan Sains Kajian ini juga diletakkan dalam kerangka integrasi antara ilmu agama . dan ilmu empiris . Pendekatan ini memandang bahwa tidak ada pertentangan antara Al-QurAoan dan sains, karena keduanya berasal dari sumber yang sama, yakni Allah. Wahyu memberikan petunjuk hakiki, sedangkan sains memberikan penjelasan teknis terhadap fenomena ciptaanNya. Integrasi ini menjadi penting dalam rangka menunjukkan bahwa Al-QurAoan bukan hanya kitab petunjuk moral, tetapi juga mengandung isyarat ilmiah yang mampu merangsang perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang biologi dan kedokteran. METODE PENELITIAN Metode penelitian merujuk pada cara atau prosedur ilmiah untuk mengumpulkan Data yang akan dianalisa dalam sebuah penelitian. Proses ini dilakukan dengan pendekatan Yang sistematis, empiris, dan rasional . Dalam studi ini, digunakan metode yang dijelaskan dalam berikut ini: Jenis Penelitian Studi ini menerapkan penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian pustaka. Penelitian pustaka bergantung pada sumber data dari bahan tertulis seperti buku, dokumen. Naskah, foto, dan materi lain yang relevan dengan isu yang sedang dianalisis. Data yang Dikumpulkan diperoleh melalui kajian pustaka, dengan penekanan pada pandangan alQurAoan mengenai proses penciptaan manusia. Penciptaan Manusia dalam Al-QurAoan dan Ilmu Embriologi: Tafsir Ilmi Sumber Data Data dalam penelitian ini diambil dari berbagai literatur yang berhubungan dengan Topik yang diteliti. Sumber-sumber data ini dikelompokkan menjadi dua kategori utama: Data Primer Data primer adalah sumber yang memberikan informasi secara langsung kepada Peneliti. Dalam penelitian ini, sumber data primer mencakup Al-QurAoan beserta Terjemahannya. Kitab Tafsir Mafatih al-Ghaib oleh Ar-RAzi, dan Kitab Tafsir Al-Azhar oleh Buya Hamka. Data Sekunder Data sekunder adalah informasi yang diperoleh secara tidak langsung, biasanya Berasal dari sumber yang tidak asli namun relevan dengan penelitian. Karya-karya Imam Fakhruddin Ar-RAzi. Buya Hamka, serta penulis lainnya yang membahas tentang proses Penciptaan manusia dalam bentuk buku, artikel, dan jurnal dapat dikategorikan sebagai data Sekunder dalam penelitian ini. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti untuk Mengumpulkan informasi dan fakta penting bagi penelitian. Teknik ini disesuaikan dengan Metode penelitian yang dipilih. Mengingat penelitian ini adalah jenis library research, teknik Yang digunakan adalah dokumentasi. Dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan menggunakan dokumen tertulis Atau Peneliti mengumpulkan serta menelaah beragam dokumen sebagai sumber data, seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, skripsi, tesis, serta sumber dari internet yang Berkaitan dengan proses penciptaan manusia. Teknik Analisis Data Teknik analisis data adalah metodenya untuk menyederhanakan data agar lebih Mudah dipahami dan diinterpretasikan. Dalam penelitian ini, teknik yang digunakan bersifat Deskriptif-komparatif, yang bertujuan untuk menampilkan proses penciptaan manusia Menurut Imam Fakhr al-Din al-Razi dalam tafsir Mafatih al-Ghaib dan Hamka dalam tafsir AlAzhar. Peneliti juga menggunakan metode komparatif, atau yang dikenal sebagai metode Muqarran, yang melibatkan perbandingan beberapa elemen dalam menafsirkan ayat-ayat AlQurAoan, di antaranya: . membandingkan teks atau redaksi dari ayat-ayat yang memiliki Kesamaan dalam konteks. membandingkan ayat Al-QurAoan dengan hadis Nabi SAW yang Terlihat bertentangan. membandingkan pandangan mufassir dalam penafsiran ayatAyat Al-QurAoan. JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 JUNI 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Dari penjelasan tersebut, dapat dilihat bahwa ruang lingkup metode ini cukup luas Karena tidak hanya berfokus pada pemahaman ayat Al-QurAoan tetapi juga mencakup hadis Dan pandangan mufassir. Metode komparatif bertujuan untuk menganalisis kesamaan dan Perbedaan di antara ayat atau hadis yang diteliti. Comparasi antar mufassir melibatkan Berbagai aspek, baik dari segi makna ayat maupun hubungan antar ayat atau surat lainnya. Perbandingan pandangan para mufassir terhadap satu ayat dilakukan untuk memahami Seberapa dalam mereka menginterpretasikan ayat tersebut, baik dari aspek kesamaan Maupun Apabila terdapat perbedaan pandangan, peneliti akan menyelidiki Faktor atau alasan yang menjadi latar belakangnya. Selanjutnya, peneliti akan menarik Kesimpulan sebagai respons terhadap pertanyaan yang diajukan, sehingga dapat Menghasilkan pemahaman yang terarah dan menyeluruh. Pengecekan Validitas Data Penelitian merupakan kegiatan ilmiah yang memerlukan ketelitian dan keakuratan. Dengan mengikuti prinsip-prinsip ilmiah yang valid. Dalam penelitian kualitatif, salah satu Cara untuk mempertanggungjawabkan penelitian yang dilaksanakan adalah melalui verifikasi Validitas data, yang mencakup pembuktian kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan Konfirmabilitas. Dalam kajian ini, agar data yang diperoleh memenuhi standar validitas atau Kebenaran sesuai dengan langkah-langkah tersebut, peneliti mengaplikasikan tujuh metode. Termasuk perpanjangan keterlibatan, observasi yang teliti, triangulasi, penelaahan informan. Kelengkapan referensi, dan diskusi dengan rekan Untuk memastikan validitas data, peneliti menggunakan dua metode, yaitu Pemeriksaan kelengkapan referensi dan diskusi dengan rekan sejawat. Pemeriksaan Kelengkapan referensi dilakukan dengan mengumpulkan berbagai sumber data, seperti Bukubuku dan artikel ilmiah yang relevan dengan tema penelitian. Jika dirasa perlu, peneliti Akan terus melakukan pencarian untuk referensi tambahan guna memastikan bahwa data Tersebut Dengan memastikan kelengkapan referensi, peneliti berharap dapat Memberikan penjelasan yang lebih menyeluruh mengenai data yang sudah dikumpulkan. Sehingga hasil penelitian bisa dipastikan keabsahannya. Di samping itu, diskusi dengan rekan sejawat juga dilaksanakan untuk mendapatkan Tambahan perspektif dan memperluas wawasan. Lewat diskusi ini, peneliti dapat Memperoleh pandangan yang lebih luas dan menguji hipotesis yang ada. Metode ini penting Untuk menjaga keterbukaan dan kejujuran selama proses penelitian, serta untuk memastikan Keabsahan dan kebenaran data yang telah dikumpulkan. Penciptaan Manusia dalam Al-QurAoan dan Ilmu Embriologi: Tafsir Ilmi HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ilmiah sangat membutuhkan kerangka teori agar dapat memberikan solusi Terhadap masalah yang muncul dan untuk mengenali objek yang akan diteliti. Dalam Konteks ini, penelitian ini menggunakan teori Tafsir AoIlmi (Sains Moder. Tafsir AoIlmi Merupakan penafsiran al-QurAoan dengan pendekatan ilmu pengetahuan, yang merupakan Salah satu aspek ajaran al-QurAoan. Oleh karena itu, tafsir Aoilmi mencakup usaha atau ijtihad Seorang mufassir untuk menemukan hubungan antara ayat-ayat kauniyah dalam al-QurAoan Dan penemuan ilmiah Proses Penciptaan Manusia dalam Al-MuAominyn Ayat 12-14 . Pengertian Proses Handayaningrat menjelaskan bahwa proses adalah rangkaian aktivitas yang dimulai Dari penetapan objek hingga pencapaian tujuan. Dalam Al-QurAoan, khususnya Surah AlMuAominyn ayat 12-14, terdapat beberapa langkah yang menjelaskan bagaimana manusia Diciptakan. Fase Tanah Allah SWT menyatakan dalam Al-QurAoan bahwa manusia diciptakan dari tanah liat. Sebagaimana yang dijelaskan di ayat-ayat sebelumnya. Tanah liat itu selanjutnya menjadi Tanah kering, dan setelahnya. Allah SWT meniupkan roh ke dalamnya, sehingga lahirlah Manusia pertama, yaitu Adam. Pada ayat ke-12 dalam Surah Al-MuAominyn, terdapat dua pendapat di kalangan ulama Tentang arti kata Auinsan. Ay Pendapat pertama menyatakan bahwa AuinsanAy merujuk kepada Adam, menurut mazhab Salman al-Farizi dan Ibnu Abbas dalam riwayat Qatadah. Sedangkan pendapat kedua menafsirkan AuinsanAy sebagai keturunan Adam, dan AusulalahAy Diartikan sebagai nutfah . ir man. yang berasal dari tanah, menurut pandangan Abu Shaleh Dari Ibnu Abbas. Ada pula pandangan lain yang menghubungkan AusulalahAy dengan sperma Pria dan ovum wanita, keduanya yang diperoleh dari makanan yang juga berasal dari tanah. Ketiga pandangan tentang maksud ayat tersebut menunjukkan kesesuaian dengannya. Sesuai dengan proses penciptaan manusia yang diuraikan dalam Al-QurAoan di Surah Al-MuAominyn ayat 12. JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 JUNI 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. Dalam proses penciptaan manusia dengan tanah liat. Al-QurAoan menjelaskan berbagai Makna mengenai jenis-jenis tanah yang dipakai, antara lain: Al-QurAoan menyebutkan bahwa Adam diciptakan dari Aumin turabAy . ari tana. , yang Merupakan langkah pertama dalam proses penciptaan. Di ayat lain, disebutkan bahwa Adam diciptakan dari Aumin thinAy . ari tana. , yang Menunjukkan adanya penggabungan antara tanah dan air. Ada juga penjelasan bahwa Adam diciptakan dari tanah yang lebih mirip dengan lumpur Hitam, yang merupakan tanah yang sudah terpengaruh oleh udara. Dalam ayat lainnya, disebutkan bahwa Adam diciptakan dari Aumin thin lazibAy . ari tanah Lia. , yang menunjukkan bahwa tanah itu sudah siap untuk dibentuk dan digunakan dalam Proses penciptaan. Dia juga diciptakan dari Aumin shalshalin min hamaAo masnunAy . anah liat kering dari Lumpur hita. , yang berarti tanah tersebut sudah mengalami kekeringan. Juga diciptakan dari Aumin shalshalin kal fakharAy . anah kering mirip tembika. , yang Menunjukan bahwa tanah itu telah melalui fase pembakaran sehingga serupa dengan Tembikar atau tanah yang sudah dipanaskan. Semua tahap penciptaan tersebut, yang melibatkan berbagai jenis tanah, diakhiri dengan Peniupan roh oleh Allah SWT ke dalam ciptaan-Nya. Parafrase ini memberikan penjelasan yang lebih mudah dipahami mengenai berbagai Jenis tanah yang digunakan dalam penciptaan manusia menurut Al-QurAoan. Dengan cara ini, ciptaan-Nya pun menjadi sempurna. Tahap Nutfah Secara linguistik, istilah nutfah berarti setetes cairan. Dalam al-QurAoan, istilah nutfah Memiliki banyak makna yang saling berhubungan, seperti nutfah laki-laki . ir mani pri. Nutfah wanita . el telur wanit. , dan nutfah amsyaj . abungan dari nutfah pria dan nutfah Wanit. Dalam al-QurAoan, kata nutfah muncul sebanyak 12 kali. Jenis kelamin anak yang lahir Lebih dipengaruhi oleh sperma dari pria yang membuahi sel telur. Jika sperma mengandung Kromosom X, maka anak yang lahir akan berjenis kelamin perempuan. Sementara itu, jika Sperma mengandung kromosom Y, maka anak yang lahir akan berjenis kelamin laki-laki. Dalam surat al-MuAominun ayat 13, al-QurAoan menjelaskan bahwa kata AutsummaAy Mengaitkan proses penciptaan manusia yang pertama dengan penciptaan yang kedua. Jadi. Nutfah yang dimaksud dalam ayat ini adalah nutfah amsyaj, yaitu kombinasi dari nutfah pria Dan nutfah wanita. Penciptaan Manusia dalam Al-QurAoan dan Ilmu Embriologi: Tafsir Ilmi Nutfah Yang berasal dari saluran sperma atau yang dalam ilmu embriologi disebut tubulus Seminiferus, terkumpul di lokasi tertentu, yaitu epididimis. Tempat ini berfungsi sebagai Area untuk memindahkan nutfah yang berfungsi sebagai perenang dari tempat asalnya. Saluran Proses perjalanan nutfah melalui saluran sperma memakan waktu sekitar Tiga minggu. Namun, nutfah ini diambil dari epididimis yang jarang berfungsi untuk Membuahi sel telur. Nutfah pria dan wanita sangat penting untuk kelangsungan generasi di Masa depan. Dalam ayat tersebut, dijelaskan bahwa rahim adalah tempat yang kuat. Memberikan dukungan yang tinggi untuk stabilitas janin, baik pada awal maupun akhir Kehamilan. Alaqah AoAlaqah menandakan gumpalan darah yang melekat pada dinding rahim, yang dikenal Sebagai embrio. Ketika embrio menempel pada dinding rahim, terbentuklah struktur yang Rumit. Pada saat ini, proses penetrasi lapisan asam pada dinding rahim terjadi, dan embrio Memproduksi enzim yang membantu menggeser selaput rahim untuk memperkuat Pelekatan tersebut, sehingga embrio dapat tertanam dengan baik. Mudghah Istilah AumudghahAy dalam bahasa Arab merujuk pada gumpalan yang mirip dengan Permen karet yang dikunyah. Pada tahap ini, yang berlangsung pada minggu keempat, janin Dalam rahim mulai dapat dikenali. Pembentukan anggota tubuh dimulai pada hari ke dua Puluh dengan bentuk gumpalan daging kecil, yang merupakan tahap awal perkembangan Fisik janin. Dalam AuLa Naissance DAoun EnfantAy, disebutkan bahwa pada minggu keempat. Perkembangan fisik janin sudah mulai tampak lebih jelas. Fase ini dikenal sebagai tahap Mudghah . embentukan jani. Tulang-Belulang Gumpalan daging yang menyerupai permen karet yang dikunyah berkembang Menjadi sistem kerangka yang kemudian diiringi dengan pertumbuhan otot. Beberapa ahli Tafsir percaya bahwa perubahan setelah tahap mudghah ini terjadi dengan cepat. Pada Minggu kelima, proses pembentukan dan pertumbuhan tulang mulai terjadi. Pada minggu ini, perkembangan anggota tubuh dan indera bagian dalam juga mulai terlihat. Sementara Itu, pada minggu keenam, pembentukan bagian belakang berlangsung lebih cepat Dibandingkan dengan bagian perut, dan pada tahap ini, bentuk mata, hidung, bibir, serta Jantung mulai muncul. Proses Pada perkembangan janin masih belum mencapai panjang dua Puluh milimeter, tetapi anggota JBPAI Ae VOLUME. 3 NOMOR. 3 JUNI 2025 e-ISSN: 3031-8343. p-ISSN: 3031-8351. Hal. tubuhnya sudah mulai terbentuk. Wajah janin juga sudah Tampak dengan jelas meskipun beratnya kurang dari empat gram. Definisi Penciptaan Menurut Rohendi . , penciptaan mengacu pada kemampuan pikiran untuk Menghasilkan sesuatu yang segar dan kreatif. Dalam QS. Al-MuAominun ayat 12, istilah AukhalaqaAy yang berasal dari akar kata Aukhalaqa, yakhluqu, khalqanAy mengartikan penciptaan. Yang mencakup proses pengadaan atau penciptaan itu sendiri. Definisi Manusia Al-QurAoan serta hadis memberikan banyak penjelasan tentang manusia, meliputi Berbagai aspek kemanusiaan, bahkan inti dari pandangan agama. Al-QurAoan memakai Berbagai istilah untuk mendeskripsikan manusia, seperti al-Insan, al-Basyar, dan an-Nas. Bergantung pada perspektif yang diambil. Istilah AubasyarAy berasal dari akar kata yang pada Awalnya berarti tampak jelas dan indah. Dari akar yang sama, muncul kata Aubasyarah,Ay yang Berarti kulit. Manusia dinamakan basyar karena kulitnya terlihat jelas dan berbeda dari Makhluk lain yang tertutupi bulu. Secara fisik, basyar menggambarkan manusia yang dapat Dilihat, makan, berjalan, dan berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Dalam alQurAoan. Istilah basyar disebutkan sebanyak 35 kali, termasuk dalam surat Al-Anbiya: 2-3. Al-Kahfi: 110. Ibrahim: 10. Hud: 26, dan lainnya. Basyar merepresentasikan manusia hanya dari aspek fisik atau biologis. Dalam Konteks ini, manusia tidak jauh berbeda dari hewan, sebab keduanya memiliki kebutuhan Untuk makan, minum, tidur, sakit, dan mati. Dalam beberapa situasi, manusia bahkan dapat Menunjukkan sifat yang lebih buruk dan kejam dibandingkan hewan. Istilah AuinsanAy berasal Dari akar kata Auuns,Ay yang berarti ramah atau jinak, sedangkan lawannya. Aujahil,Ay berarti Kasar atau tidak mengetahui. Dari sudut pandang al-QurAoan, manusia adalah makhluk yang terus mengalami Perkembangan dan perubahan, bukan hanya sekadar makhluk liar yang tampak harmonis. Konsep ini bisa dijelaskan dengan kata nasiya . atau nasa-yanusu . , yang Mencerminkan sifat manusia yang selalu berupaya mencapai kesempurnaan. Dalam al-QurAoan, manusia disebut naas, yang menandakan posisinya sebagai makhluk sosial yang Hidup dalam masyarakat, serta menunjukkan berbagai sikap terhadap Tuhan. Penciptaan Manusia dalam Al-QurAoan dan Ilmu Embriologi: Tafsir Ilmi KESIMPULAN Analisis ilmiah terhadap ayat-ayat dalam Surah Al-MuAominun . Ae. mengaitkan Penjelasan al-QurAoan mengenai penciptaan manusia dengan penemuan dalam bidang Embriologi saat ini. Dalam ayat-ayat tersebut, al-QurAoan menjelaskan tahap penciptaan Manusia dari Auair maniAy hingga menjadi Ausegumpal darahAy dan Ausegumpal daging,Ay yang Kemudian berkembang menjadi sosok manusia yang sempurna. Analisis ilmiah ini Menunjukkan adanya kesesuaian antara penjelasan al-QurAoan dan tahapan-tahapan yang Dikenal dalam ilmu embriologi, yang mengilustrasikan perkembangan janin di dalam rahim Secara bertahap. Oleh karena itu, penelitian ini mengindikasikan adanya keselarasan antara Wahyu Tuhan dalam al-QurAoan dan pengetahuan ilmiah saat ini, yang semakin menegaskan Bahwa al-QurAoan merupakan sumber pengetahuan yang relevan dan sejalan dengan Kemajuan ilmu pengetahuan. Ucapan Terima Kasih