Madani : Indonesian Journal Of Civil Society Vol. No. Agustus 2022, pp. p-ISSN: 2686-2301, e-ISSN: 2686-035X. DOI: 10. 35970/madani. Pendampingan Penguatan Komite Pembelajaran 3 AuMerancang dan Memandu RefleksiAy Program Sekolah Penggerak di Kabupaten Soppeng Rahma Ashari Hamzah Program Studi PGSD. Universitas Islam Makassar. Indonesia Email: rahmaasharihamzah. dty@uim-makassar. INFORMASI ARTIKEL ABSTRAK Data artikel: Abstract- The Mentoring Activities for Strengthening the Learning Committee 3 focuses on designing and guiding reflection activities, which are part of the mentoring activities carried out by expert trainers at the Motivating School Program in Soppeng Regency to provide a better understanding of the implementation of an independent curriculum in the learning process. Expert trainers are here as facilitators who facilitate the strengthening of the learning committee 3 where the participants are the learning committee . chool supervisors, principals, and teacher representatives who have attended training on the implementation of Activating School learning at the national leve. , and those who attend this activity are assisted schools. Expert trainers for this Motivating School Program which consists of 4 schools, namely SMA Negeri 5 Soppeng. SMP Muhammadiyah Lajoa. SMP Negeri 1 Watansoppeng, and SMP Negeri 1 Marioriwawo. This activity was held in the form of a workshop, the agenda of activities starting from the opening. guided selflearning: learning from experience. guided self-learning preparation facilitates reflection. moderation plan for the reflection session. identification of challenges in building a culture of reflection. alternative solutions to challenges in building a culture of reflection: designing and guiding reflection. learning committee good practices. learning committee and the last one is closing. This activity has an impact on participants in understanding the essence of reflection, the benefits of doing reflection, preparation before facilitating a reflection session, various strategies/methods in reflection, preparation of a moderation plan for reflection sessions, and identification of challenges that may occur in building a culture of reflection. In addition. Participants also gain skills in formulating key reflection questions in a positive atmosphere . he purpose of their developmen. and can arrange a moderation plan for reflection sessions. Naskah masuk, 26 Mei 2022 Direvisi, 9 Juli 2022 Diterima, 15 Juli 2022 Kata Kunci: Learning Committee Mentoring 3 Designing and Guiding Reflections Motivating School Abstrak- Kegiatan Pendampingan Penguatan Komite Pembelajaran 3 menitikberatkan pada kegiatan merancang dan memandu refleksiAy merupakan bagian dari kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh pelatih ahli pada Program Sekolah Penggerak di Kabupaten Soppeng untuk memberikan https://ejournal. id/index. php/madani Madani : Indonesian Journal Of Civil Society Vol. No. Agustus 2022, pp. p-ISSN: 2686-2301, e-ISSN: 2686-035X. DOI: 10. 35970/madani. Programs pemahaman lebih mengenai pengimplementasian kurikulum merdeka dalam proses pembelajaran. Pelatih ahli disini sebagai fasilitator yang memfasilitasi kegiatan penguatan komite pembelajaran 3 ini dimana pesertanya adalah komite pembelajaran . engawas sekolah, kepala sekolah, dan perwakilan guru yang pernah mengikuti pelatihan implementasi pembelajaran Sekolah Penggerak di tingkat nasiona. , dan yang hadir pada kegiatan ini adalah sekolah dampingan pelatih ahli untuk Program Sekolah Penggerak ini yaitu terdiri dari 4 sekolah yaitu SMA Negeri 5 Soppeng. SMP Muhammadiyah Lajoa. SMP Negeri 1 Watansoppeng, dan SMP Negeri 1 Marioriwawo. Kegiatan ini digelar dalam bentuk lokakarya, agenda kegiatan dimulai dari pembukaan. pembelajaran mandiri terbimbing: belajar dari pengalaman. umpan balik pembelajaran mandiri terbimbing. memfasilitasi refleksi. menyusun rencana moderasi sesi identifikasi tantangan dalam membangun budaya merumuskan solusi alternatif tantangan dalam budaya refleksi. refleksi: merancang dan memandu refleksi. berbagi praktik baik komite pembelajaran. refleksi komite pembelajaran. dan yang terakhir adalah Kegiatan ini berdampak pada peserta dalam memahami esensi refleksi, manfaat melakukan refleksi, persiapan sebelum memfasilitasi sesi refleksi, ragam strategi/metode dalam refleksi, penyusunan rencana moderasi untuk sesi refleksi, dan identifikasi tantangan yang mungkin terjadi dalam membangun budaya refleksi. Selain itu. Peserta juga mendapatkan keterampilan dalam menyusun pertanyaan kunci refleksi dalam atmosfer yang positif . ujuan pengembanganny. , dan dapat menyusun rencana moderasi sesi refleksi. Korespondensi: Rahma Ashari Hamzah Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Islam Makassar Jl. Perintis Kemerdekaan Km 9 No. 29 Tamalanrea. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia PENDAHULUAN Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi melakulan berbagai upaya untuk peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melahirkan Program Sekolah Penggerak. Program Sekolah Penggerak adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila (Patilima, 2. Program sekolah penggerak merupakan salah satu upaya oleh pemerintah untuk melakukan transformasi masing-masing untuk https://ejournal. id/index. php/madani peningkatan mutu pembelajaran di satuan pendidikan dan terjadinya pengembangan hasil belajar murid secara holistik dalam perwujudan Profil Pelajar Pancasila (Fatonah Universitas Ibn Khaldun Bgoor Jl Sholeh Iskandar Raya Km et al. Baik pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru semuanya memiliki peranan penting dalam meningkatkan hasil belajar di kelas. Ujung tombak dalam pembelajaran adalah guru itu sendiri sehingga guru perlu meningkatkan kompetensinya agar dapat merancang proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik muridnya sehingga terjadi peningkatan hasil belajar murid. Upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui Pendampingan yang dilakukan Madani : Indonesian Journal Of Civil Society Vol. No. Agustus 2022, pp. p-ISSN: 2686-2301, e-ISSN: 2686-035X. DOI: 10. 35970/madani. oleh pelatih ahli kepada sekolah sasarannya pada Program Sekolah Penggerak diantaranya lokakarya, penguatan komite pembelajaran, pendampingan individu . , dan pendampingan individu (Pokja Manajemen Operasiona. PMO level sekolah maka kegiatan ini sangat perlu dilaksanakan untuk meingkatkan kompetensi para pendidik agar dapat mengimplementasikan setiap kegiatan Program Sekolah Penggerak ini. Setiap sekolah sasaran pada Program Sekolah Penggerak ini diharapkan terjadi peningkatan capaian hasil belajar siswa. Hasil belajar adalah Aukompetensi atau kemampuan tertentu baik kognitif, afektif maupun psikomotorik yang dicapai atau dikuasai peserta didik setelah mengikuti proses belajar mengajarAy(Kunandar, 2. Selain itu, sekolah penggerak dapat menjadi penggerak dan pengimbas bagi sekolah-sekolah lain, menjadi contoh dan inspirasi bagi kepala sekolah dan guru. Gambaran akhir dari program sekolah penggerak ini secara umum hasil belajar akan di atas level yang diharapkan, menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan menyenangkan, selain itu pembelajaran juga berpusat pada murid. Pembelajaran berpusat pada siswa . tudent centere. adalah Auproses belajar mengajar berdasarkan kebutuhan dan minat anakAy (Hamalik, 2. Program sekolah penggerak terdiri dari kegiatan intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan projek penguatan profil pelajar pancasila yang disesuaikan dengan profil pelajar pancasila, diantaranya beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, dan mandiri. Penerapan profil pelajar pancasila dalam pembelajaran di sekolah didasarkan pada prinsip pembelajaran, bahwa proses pembelajaran yang mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik. Hal ini sesuai dengan konsep belajar bahwa Aulearning is defined as a change in oneAos abilities, attitudes, beliefs, knowledge, and/or skillsAy (LIM, 2. Dari definisi tersebut jelas bahwa dalam belajar terdapat adanya proses dan hasil yang terlihat, jika dalam diri seseorang terjadi perubahan baik dari aspek kognitifnya, https://ejournal. id/index. php/madani psikomotoriknya, dan afektifnya maka orang itu dikatakan telah mengalami kegitan belajar. Berdasarkan jenis kegiatan pendampingan yang dilakukan oleh pelatih ahli kepada sekolah sasaran diantaranya lokakarya, penguatan komite pembelajaran, pendampingan individu . , dan pendampingan individu (Pokja Manajemen Operasiona. PMO level sekolah maka kegiatan ini sangat perlu dilaksanakan untuk meingkatkan mengimplementasikan setiap kegiatan yang dilaksanakan di sekolah penggerak ini. Pelatihan menjadi salah satu upaya dalam mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten dan berkualitas. Menurut (Noe, 2. AuTraining refers to aplanned effort by a company to facilitate employees learning of job-related competencies, knowledge, skills, and behaviors by employeesAy. Dapat dikatakan bahwa, pelatihan adalah salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kompetensi dan kemampuan pendidik yang merupakan ujung tombak pendidikan sehingga mampu memberikan layanan yang maksimal kepada murid yang disesuaikan kebutuhan dan karakteristik murid itu sendiri. Berdasarkan Modul Refleksi Program Sekolah Penggerak (Dan & Refleksi, 2. Refleksi merupakan kebiasaan untuk secara sadar memperhatikan pikiran, emosi, keputusan, dan perilaku yang sudah dilakukan dimana dimulai dari kesadaran diri akan kebutuhan pengembangan diri, yang tujuannya mengambil pelajaran yang bermakna dari pengalaman yang nantinya ditindaklanjuti untuk perbaikan dan pengembangan ke depannya. Refleksi merupakan bagian penting dari proses pembelajaran Aoexperiantal learningAo atau pembelajaraan berbasis pengalaman (Kolb, 1. Refleksi merupakan salah satu pilar penting dalam pembelajaran yang berwatak konstruktivis, karena mengembangkan kesadaran meta-kognitif (Savery & Duffy, 1. Refleksi dilakukan dalam proses pembelajaran untuk melihat kembali proses pembelajaran yang telah dilakukan secara lebih detail (Abdi, 2. Berdasarkan pendapat di atas, refleksi adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran yang Tujuan dari kegiatan ini adalah peserta memahami esensi refleksi, manfaat melakukan refleksi, persiapan sebelum memfasilitasi sesi refleksi, ragam strategi/metode dalam refleksi. Madani : Indonesian Journal Of Civil Society Vol. No. Agustus 2022, pp. p-ISSN: 2686-2301, e-ISSN: 2686-035X. DOI: 10. 35970/madani. penyusunan rencana moderasi untuk sesi refleksi, dan identifikasi tantangan yang mungkin terjadi dalam membangun budaya Peserta juga diharapkan dapat terampil dalam menyusun pertanyaan kunci refleksi dalam atmosfer yang positif . ujuan pengembanganny. , dan dapat menyusun rencana moderasi sesi refleksi. METODE PELAKSANAAN Pengabdian ini dilaksanakan di Hotel Grand Saota Jl. Tujuh Wali-Wali. Lalabata Rilau. Lalabata. Kabupaten Soppeng. Pengabdian ini berbentuk pendampingan dan Yang menjadi peserta pada kegiatan pendampingan komite pembelajaran 3 ini adalah pengawas sekolah, kepala sekolah, dan perwakilan guru yang pernah mengikuti pelatihan implementasi pembelajaran Sekolah Penggerak di tingkat nasional yang merupakan sekolah dampingan pelatih ahli dengan 1 sekolah jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 3 sekolah jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Jumlah peserta yang hadir pada kegiatan ini adalah 20 dimana 4 orang pengawas sekolah, 4 orang kepala sekolah, dan 12 orang perwakilan guru. Peserta lokakarya yang hadir seperti pada tabel berikut No. mengenai AuMerancang dan Memandu RefleksiAy dimana peserta difasilitasi untuk dapat memahami esensi refleksi, manfaat melakukan refleksi, persiapan sebelum memfasilitasi sesi refleksi, ragam strategi/metode dalam refleksi, penyusunan rencana moderasi untuk sesi refleksi, dan identifikasi tantangan yang mungkin terjadi dalam membangun budaya refleksi. Adapun agenda kegiatan yang dilaksanakan pada lokakarya adalah dari pembukaan. pembelajaran mandiri terbimbing: belajar dari umpan balik pembelajaran mandiri persiapan memfasilitasi refleksi. menyusun rencana moderasi sesi refleksi. identifikasi tantangan dalam membangun budaya merumuskan solusi alternatif tantangan dalam membangun budaya refleksi. merancang dan memandu refleksi. berbagi praktik baik komite pembelajaran. refleksi komite dan yang terakhir adalah ini seperti pada tabel berikut: Tabel 1. Data Peserta Lokakarya Peserta Lokakarya SMP SMA Jumlah Jumlah Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Senin tanggal 25 April 2022 pukul 08. WITA-pukul 15. 30 WITA. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk lokakarya atau pendampingan, penulis memaparkan materi refleksi, melakukan tanya jawab, dan melakukan pembimbingan tentang cara melakukan refleksi pembelajaran. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan penulis adalah memandu kegiatan untuk melakukan refleksi pembelajaran. Pelaksanaan dilakukan dengan menggunakan metode lokakarya atau pendampingan secara langsung oleh pelatih ahli dalam hal ini penulis sendiri. Materi yang disampaikan dalam kegiatan pendampingan ini adalah https://ejournal. id/index. php/madani Gambar 1. Agenda Kegiatan Lokakarya Kegiatan pendampingan penguatan komite pendampingan Program Sekolah penggerak dengan memberikan pemahaman kepada komite pembelajaran sehingga kegiatan yang sudah direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga terjadi peningkatan mutu pendidikan di setiap satuan pendidikan. Indikator keberhasilan dalam kegiatan ini adalah dimana peserta yang hadir mampu memetakan dan menyusun pertanyaan kunci refleksi dalam atmosfer yang positif, peserta mampu menyusun rencana moderasi sesi refleksi, dan peserta mampu mengidentifikasi tantangan yang mungkin terjadi Madani : Indonesian Journal Of Civil Society Vol. No. Agustus 2022, pp. p-ISSN: 2686-2301, e-ISSN: 2686-035X. DOI: 10. 35970/madani. dalam membangun budaya refleksi. Pada agenda awal kegiatan yaitu pembukaan, aktivitas yang dilakukan peserta yaitu pembukaan dilanjutkan berdoa bersama setelah itu perkenalan pelatih ahli, ice breaking, penyampaian tujuan penguatan kesepakatan kelas untuk kegiatan ini. sebelumnya pada pembelajaran materi terbimbing dan yang dibahas dikelompok masing-masing mengenai 4 topik yaitu topik fasilitasi yang efektif dan reflektif, topik tips persiapan memandu refleksi, topik metode refleksi, dan topik tips menyusun pertanyaan kunci refleksi dalam atmosfer yang positif kemudian peserta menuangkan hasil diskusinya pada kertas palano dan kertas flip chart dan setelah itu peserta mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya dan memberikan umpan balik hasil diskusi. Gambar 2. Sesi Perkenalan dan Pembukaan Kegiatan oleh Pelatih Ahli Agenda selanjutnya setelah pembukaan adalah pembelajaran mandiri terbimbing: belajar dari pengalaman dimana peserta pertanyaan reflektif dalam lembar kerja (LK. selanjutnya membaca ringkasan materi yang telah dibagian oleh pelatih ahli dalam google drive yang materinya mengenai jurnal refleksi diri dan peningkatan profesionalisme guru dan setelah itu mengerjakan kembali pertanyaan reflektif pada lembar kerja 2 (LK. Gambar 4. Pelatih Ahli Mengamati Kelompok Berdiskusi Sesuai dengan Topik yang Dibahas Dalam Kelompoknya Masing-masing Agenda selanjutnya adalah menyusun rencana moderasi sesi refleksi dimana aktivitas mengelompokkan peserta lagi menjadi 4 kelompok yang beranggotakan 5 orang, kemudian peserta berdiskusi dalam kelompoknya mengenai bagaimana mengidentifikasi peserta, bagaimana mengidentifikasi tujuan refleksi, bagaimana mengidentifikasi waktu dan durasi, bagaimana menentukan metode yang digunakan dalam refleksi, bagaimana menyusun pertanyaan kunci refleksi dalam atmosfer yang positif kemudian peserta menuangkan hasil diskusinya pada kertas plano dan kertas flip chart dan setelah itu peserta mempresentasikan hasil diskusi kelompok dan memberikan umpan balik hasil diskusi. Gambar 3. Peserta Pendampingan Komite Pembelajaran Mengerjakan Lembar Kerja Reflektif Agenda selanjutnya adalah persiapan memfasilitasi refleksi dimana pelatih ahli mengelompokkan peserta menjadi 4 kelompok yang beranggotakan 5 orang, kemudian peserta berdiskusi dalam kelompoknya mengenai materi yang sudah dipelajari https://ejournal. id/index. php/madani Gambar 5. Presentasi Hasil oleh Setiap Kelompok Madani : Indonesian Journal Of Civil Society Vol. No. Agustus 2022, pp. p-ISSN: 2686-2301, e-ISSN: 2686-035X. DOI: 10. 35970/madani. Agenda selanjutnya adalah identifikasi tantangan dalam membangun budaya refleksi dimana pelatih ahli memberikan kepada setiap peserta kertas sticky notes dan meminta setiap peserta untuk menuliskan tantangan-tantangan yang pernah ditemui dalam membangun budaya refleksi. Kemudian pelatih ahli memfasilitasi peserta untuk mengkategorikan tantangan-tantangan yang sudah dituliskan peserta ke dalam tantangan eksternal maupun internal dan meminta peserta untuk menempelkan sticky notes tersebut kepada kertas plano yang sudah disediakan. Gambar 6. Setiap Peserta Menempelkan Sticky Notes pada Kertas Plano Sesuai Tantangannya Agenda selanjutnya adalah merumuskan solusi alternatif dari tantangan yang sudah mengelompoknya peserta ke dalam 3 kelompok besar dan peserta berdiskusi dan berkolaborasi mencari solusi alternatif untuk mengatasi tantangan-tantangan yang telah Selanjutnya mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya diminta untuk mengungkapkan 5 hal penting yang harus diperhatikan sebelum dan ketika memfasilitasi sesi refleksi dan pelatih ahli memberikan kesempatan 3 peserta perwakilan unsur guru, unsur kepala sekolah, dan unsur pengawas sekolah untuk berbagi hal penting yang harus diperhatikan sebelum dan ketika memfasilitasi sesi refleksi. Agenda selanjutnya adalah berbagi praktik baik komite pembelajaran dimana pelatih ahli menampilkan slide dan peserta diminta untuk bercerita mengenai praktik baik yang telah dilaksanakan serta pelatih ahli memandu 5W 1H atas praktik baik yang diungkapkan oleh peserta mulai dari kegiatan yang dilakukan, situasinya seperti apa, peran peserta ketika mengikuti kegiatan tersebut, dan hasil yang dicapai dalam kegiatan tersebut. Kemudian pelatih ahli memberikan kesempatan kepada beberapa peserta untuk bercerita mengenai praktik baik tersebut. Agenda selanjutnya adalah refleksi komite pembelajaran pelatih ahli meminta peserta untuk menjawab pertanyaan dari tanyangan slide dimana didapatkan dan nantinya apa yang akan dilakukan kedepannya dalam pembelajaran terkait materi merancang dan memandu refleksi. Kemudian pelatih ahli memberikan kesempatan kepada 3 peserta perwakilan unsur guru, unsur kepala sekolah, dan unsur pengawas sekolah untuk berbagi hasil refleksi sesi hari ini. Gambar 8. Pelatih Ahli Memfasilitasi Peserta untuk Berbagi Cerita Hasil Refleksi Kegiatan yang Dilakukan Gambar 7. Perwakilan Peserta Setiap Kelompok Mempresentasikan Hasil Diskusinya Masingmasing Agenda selanjutnya adalah refleksi merancang dan memandu refleksi dimana pelatih ahli menampilkan slide dan peserta https://ejournal. id/index. php/madani Agenda terakhir adalah penutup dimana pelatih ahli memberikan link di group whatsapp agar peserta mengisi google form mengenai evaluasi penguatan komite pembelajaran dan pelatih ahli mengapresiasi antusias semua peserta dalam mengikuti kegiatan. Pelatih ahli menutup pembelajaran secara resmi dan meminta perwakilan peserta untuk memimpin doy penutup. Madani : Indonesian Journal Of Civil Society Vol. No. Agustus 2022, pp. p-ISSN: 2686-2301, e-ISSN: 2686-035X. DOI: 10. 35970/madani. Tak lupa kegiatan ditutup dengan foto bersama peserta kegiatan. pendampingan penguatan komite pembelajaran ini sehingga dapat berjalan lancar dan kepada pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru yang pendampingan penguatan komite pembelajaran ini. DAFTAR PUSTAKA Gambar 9. Pelatih Ahli Foto Bersama dengan Peserta Kegiatan Pendampingan Penguatan Komite Pembelajaran Setelah penguatan komite pembelajaran ini, para peserta yang terdiri dari unsur guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah menjadi semakin paham mengenai cara merancang dan memandu refleksi dan nantinya setelah kegiatan ini para peserta mengimbaskan ke guru lain melalui pelatihan internal sekolah ataupun In House Training agar guru lain yang tidak mengikuti kegiatan ini lebih paham mengenai cara memandu dan merancang refleksi dalam pembelajaran. KESIMPULAN Kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dapat menambah kemampuan dan pemahaman refleksi peserta. Hal tersebut dapat dilihat dari pemaparan masing-masing melakukan refleksi pembelajaran. Indikator keberhasilan dalam kegiatan ini juga terpenuhi karena guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah yang hadir mampu memetakan dan menyusun pertanyaan kunci refleksi dalam atmosfer yang positif, mampu menyusun rencana moderasi sesi refleksi, dan terakhir mampu mengidentifikasi tantangan yang mungkin terjadi dalam membangun budaya UCAPAN TERIMA KASIH