Jurnal KESMAS. Vol. No. Juli 2019 HUBUNGAN ANTARA PENGAWASAN ATASAN DAN PENGETAHUAN DENGAN TINDAKAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) PADA PERAWAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) MARIA WALANDA MARAMIS KABUPATEN MINAHASA UTARA Marchela Debora Maramis*. Diana. Doda*. Budi T. Ratag* *Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado ABSTRAK Tenaga kerja berisiko tinggi terinfeksi penyakit yang dapat mengancam keselamatannya saat Perawat merupakan tenaga kerja yang lebih banyak kontak langsung dengan pasien oleh karena itu perawat harus menerapkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan Standart Operating Procedure (SOP) untuk menghindari terjadinya infeksi saat bekerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara pengawasan atasan dan pengetahuan dengan tindakan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada perawat di rumah sakit umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Penelitian ini merupakan survey analitik dengan pendekatan cross-sectional . otong lintan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April - Mei 2019. Populasi pada penelitian ini adalah semua perawat yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara berjumlah 64 orang perawat. Analisis Bivariat menggunakan uji Spearman rank c = 0,05 tingkat kemaknaan Hubungan antara pengawasan atasan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri didapatkan nilai probabilitas pvalue = 0,005 dan r = 0,346. Hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri di dapatkan nilai probabilitas pvalue = 0. dan r =0,491. Terdapat hubungan antara pengawasan atasan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri pada perawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Kata Kunci :Pengawasan Atasan. Pengetahuan. Tindakan penggunaan APD ABSTRACK Workers are at high risk of contacting with infection diseases that can threaten their safety at Nurses are worelikely to have direct contact with patients, there for they need to utilised the Personal Protective Equipment (PPE) in accordance with the Standard Operating Procedure (SOP) to avoid infection at work. This research was conducted to determine the relationship between supervisor supervision and knowledge of PPE with the act of using PPE on nurses at the Regional General Hospital Maria Walanda Maramis. North Minahasa Regency. This research was an analytical survey with a cross-sectional study design. This research was conducted in April to May 2019. Population in this research was 64 nurses in the Regional General Hospital Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Bivariate analysis used Spearman Rank Test . = 0. CI 95%). Correlation between supervision with the action of used personal protective equipment . probability values obtained that pvalue=0. 005 and r=0. Correlation between knowledge with the action of used PPE probability values obtained that pvalue=0. 000 and r=0. The conclusion that there are correlation between supervision with the action of used PPE and there are correlation between knowledge with the action of used PPE in nurses to the Regional General Hospital Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Keywords : Supervision. Knowledge. The Action Of Using Personal Protective Equipment (PPE) Jurnal KESMAS. Vol. No. Juli 2019 PENDAHULUAN Rumah Berdasarkan penelitian Yullanti . di Bangsal Rawat Inap Rumah Sakit PKU Yogyakarta, dalamnya terdapat bangunan, peralatan. Muhammadiyah manusia . etugas kesehatan, pasien, dan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan perawat dengan penerapan penggunaan alat pelindung diri pada Masalah kesehatan yang sering terjadi di rumah sakit yaitu infeksi nosokomial. infeksi nosokomial. Menurut Ginting . Infeksi Rumah nosokomial merupakan infeksi yang di memberikan pelayanan yang bermutu dapat dari rumah sakit. sesuai dengan standar yang sudah Departemen Kesehatan Rumah sakit sebagai salah Republik Indonesia menetapkan lima isu satu sarana kesehatan yang memberikan penting terkait dengan keselamatan di pelayanan kesehatan kepada masyarakat rumah sakit yaitu keselamatan pasien memiliki peran yang sangat penting . atient safet. , keselamatan pekerja dalam meningkatkan derajat kesehatan atau petugas kesehatan, keselamatan bangunan dan peralatan di rumah sakit pelayanan kesehatan di rumah sakit. Dalam terlihat adanya faktor-faktor penting lingkungan . reen productivit. dan sendiri, yang selalu berkaitan satu keselamatan bisnis rumah sakit. Rumah sakit merupakan salah satu institusi tersebut meliputi pasien, tenaga kerja, yang dituntut untuk memperhatikan masalah kesehatan (Depkes, 2008 dalam pelayanan itu sendiri. Hamid 2. Perawat merupakan tenaga kerja Tenaga kerja berisiko tinggi Faktor-faktor dengan pasien oleh karena itu perawat harus menerapkan penggunaan Alat Menurut penelitian Puspasari Pelindung Diri (APD) sesuai dengan . tinggi pengetahuan Standart Operating Procedure (SOP) perawat maka praktik perawat dalam untuk menghindari terjadinya infeksi. pencegahan infeksi nosokomial akan APD sangat penting untuk dipakai oleh yang lebih banyak kontak langsung Jurnal KESMAS. Vol. No. Juli 2019 seorang perawat dalam melaksanakan APD ini digunakan oleh petugas penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) kepentingan penderita dan sekaligus pada perawat di Rumah Sakit Umum untuk kepentingan petugas itu sendiri. Daerah Perlengkapan Maramis Kabupaten Minahasa UtaraAy Auhubungan (RSUD) Maria Walanda praktek kesehariannya lebih banyak berfungsi sebagai Aupelindung penderitaAy METODE dari pada sebagai Aupelindung petugasAy. Penelitian Melindungi penderita dari kemungkinan survei analitik dengan menggunakan terjadinya infeksi mikroba merupakan rancangan survei cross sectional . otong tugas pokok yang dimulai saat penderita lintan. , penelitian ini dilaksanakan di masuk rumah sakit untuk menjalani RSUD Maria Walanda Maramis Kab. prosedur tindakan medis serta asuhan Minahasa Utara pada bulan April - Mei Populasi pada penelitian ini yaitu (Darmadi 2008 dalam Putri 2. Maria Walanda Maramis Pemerintah Daerah Tingkat semua perawat yang bekerja di RSUD Maria Walanda Maramis Kab. Minahasa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ini merupakan penelitian Utara berjumlah 64 orang responden. Instrumen Analisis Kabupaten Minahasa Utara dibentuk Korelasi Spearman rank pada tingkat tahun 2016, yang sebelumnya digunakan kemaknaan 95% . = 0,. dengan sebagai klinik bersalin Yonatan. RSUD bantuan komputer program SPSS. Maria Walanda Maramis ditetapkan sebagai Rumah Sakit kelas D dengan HASIL DAN PEMBAHASAN nomor kode rumah sakit 7106018 sesuai Hubungan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Atasan dengan Tindakan Penggunaan 507/Menkes/SK/IV/2010 (Profil RSUD Alat Pelindung Diri (APD) pada Maria Walanda Maramis Kabupaten Perawat di Rumah Sakit Umum Minahasa Utara, 2. Daerah Berdasarkan belakang di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan (RSUD) Pengawasan Maria Walanda Maramis Kabupaten Minahasa Utara. Jurnal KESMAS. Vol. No. Juli 2019 Tabel 1. Hubungan antara Pengawasan Atasan dan Tindakan Penggunaan Alat Pelindung Diri. Nilai Nilai Pengawasan Atasan Tindakan Penggunaan APD Kurang Kurang Baik Jumlah Baik Jumlah Berdasarkan hasil uji SpearmanAos rho dilakukan oleh petugas kesehatan yang mendapatkan pengawasan yang baik tindakan penggunaan alat pelindung diri dari atasan akan cenderung melakukan diketahui nilai r atau nilai koefisien tindakan penggunaan alat pelindung diri korelasi antara variabel pengawasan yang baik pula. Hanya sedikit petugas APD 0,346 menunjukan nilai positif yang artinya melakukan tindakan penggunaan alat terdapat hubungan yang kuat dan searah pelindung diri yang baik yaitu sesuai antara kedua variabel tersebut. Semakin dengan standar yang berlaku. tinggi pengawasan atasan maka akan Pengawasan penggunaan APD perawat. Nilai p value tindakan petugas kesehatan. Menurut atau nilai signifikannya adalah 0. Azwar yang berarti <0. 05 sehingga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima atau Ho ditolak yang artinya terdapat hubungan karyawan untuk mencapai tujuan seperti yang telah ditetapkan dalam setiap tindakan penggunaan alat pelindung diri rencana dan pegawasan juga merupakan pada perawat yang ada di RSUD Maria Walanda Maramis. Dari data dapat dilihat bahwa ketika petugas kesehatan mendapatkan pengawasan yang kurang dari atasan maka petugas kesehatan sehingga tujuan yang telah ditetapkan cenderung akan melakukan tindakan dapat tercapai. penggunaan alat pelindung diri yang . Pengawasan Berdasarkan kurang atau tidak sesuai dengan standar yang didapat 32,8 % responden yang yang berlaku, hal yang sama juga akan menyatakan pengawasan dari atasan di Jurnal KESMAS. Vol. No. Juli 2019 RSUD Maria Kabupaten Walanda Minahasa Maramis Utara menghindari terjadinya kecelakan kerja kesehatan, pasien dan juga lingkungan yang ada di rumah sakit. Dari menunjukan bahwa pengawasan dari Penelitian ini sejalan dengan pihak rumah sakit terhadap petugas penelitian yang dilakukan oleh Zaki kesehatan dalam hal ini perawat sudah . dimana terdapat hubungan yang ditingkatkan lagi sehingga tidak terjadi penggunaan alat pelindung diri. lagi kecelakaan kerja di rumah sakit. Tabel 2. Hubungan antara Pengetahuan Pengawasan yang sering di dengan Tindakan Penggunaan APD lakukan oleh atasan membuat petugas pada Perawat di Rumah Sakit Umum kesehatan dalam hal ini perawat dapat Daerah Maramis Kabupaten Minahasa Utara. SOP (RSUD) Maria Walanda Tabel 2. Hubungan antara Pengetahuan dengan Tindakan Penggunaan APD Tindakan Kurang Baik Jumlah Pengetahuan Kurang Cukup Baik Jumlah Nilai 0,491 Nilai Berdasarkan hasil uji SpearmanAos rho signifikannya adalah 0. 000 yang berarti antara pengetahuan dengan tindakan < 0. 05 sehingga dapat disimpulkan Ha penggunaan alat pelindung diri didapati diterima atau Ho ditolak yang artinya nilai r atau nilai koefisien korelasi antara antara pengetahuan dengan tindakan tindakan yaitu 0,491 ini menunjukan penggunaan alat pelindung diri pada perawat yang ada di RSUD Maria hubungan yang kuat dan searah antara Menurut teori dari Notoatmodjo . Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting untuk terbentukna penggunaan APD perawat. Berdasarkan tindakan seseorang yang mencakup tahu Walanda Maramis. kedua variabel tersebut. Semakin tinggi yang diperoleh diketahui nilai Jurnal KESMAS. Vol. No. Juli 2019 kemampuan tersebut dan mengevaluasi perilaku penggunaan APD. dengan melakukan penilaian terhadap suatu materi yang sudah ada atau yang KESIMPULAN ditentukan sendiri. Berdasarkan Berdasarkan teori tersebut maka dilakukan pada Perawat di Rumah Sakit perawat yang memiliki pengetahuan Maria Walanda Maramis. Kabupaten tentang penggunaan alat pelindung diri Minahasa UtaraAy dapat disimpulkan yang baik seharusnya memiliki tindakan penggunaan alat pelindung diri yang Terdapat baik pula, teori ini sesuai dengan hasil pengawasan atasan dengan tindakan penggunaan alat pelindung diri. perawat yang ada di RSUD Maria Walanda Maramis yang memiliki Terdapat penggunaan alat pelindung diri. melakukan tindakan penggunaan APD dengan baik pula. SARAN